5 Alasan Kuat untuk Memilih Suatu Kerjaan (Selain karena Passion)

Follow your passion. Saran ini sering kamu dengar atau lihat di mana-mana, kayak dari motivator, buku, bahkan teman. Masalahnya, memilih pekerjaan tidak sesederhana mengikuti passion. Sering kali, kita belum tahu apa passion kita. Atau juga terkadang kita sudah tahu, tapi passion tersebut tidak selalu membawa kita ke pekerjaan yang kita suka.

Untuk kamu yang sedang bingung dalam memilih pekerjaan, berikut lima alasan kuat untuk kamu gunakan dalam memilih pekerjaan, selain saran follow your passion tentunya.

BACA JUGA: Dari 6 Kategori Karier Paling Populer Ini, Mana yang Cocok Buat Kamu?

 

1. Positive Impact

Cari pekerjaan yang menghasilkan dampak sosial positif untuk masyarakat via indonesiapr
Cari pekerjaan yang menghasilkan dampak sosial positif untuk masyarakat via indonesiapr

Memiliki pekerjaan yang menghasilkan dampak sosial positif untuk masyarakat bisa menjadi alasan yang kuat untuk kamu memilih satu pekerjaan. Memilih suatu pekerjaan hanya berdasarkan passion biasanya hanya akan menguntungkan dirimu sendiri, sementara pekerjaan dengan dampak sosial yang positif juga akan menguntungkan masyarakat sekitar. Pekerjaan seperti ini akan memberikanmu kepuasan lebih.

 

2. Location

Lokasi impian bisa jadi salah satu faktor penentu kamu cari pekerjaan via thefamilyinternational
Lokasi impian bisa jadi salah satu faktor penentu kamu cari pekerjaan via thefamilyinternational

Kalau kamu tahu pasti di lokasi mana kamu ingin menetap atau tinggal, maka memilih pekerjaan di lokasi tersebut bisa menjadi alasan yang kuat. Misalnya, kamu ingin lebih dekat dengan keluarga atau ingin mulai mencicil rumah di lokasi tertentu. Alasan-alasan tersebut cukup kuat untuk membuat kamu memilih pekerjaan di sekitar lokasi tertentu.

 

3. Financial well-being

Penghasilan yang cukup akan membantumu lebih tenang via glassdoor
Penghasilan yang cukup akan membantumu lebih tenang via glassdoor

Gaji memang bukan segalanya, tapi kesejahteraan kamu juga penting untuk dipikirkan. Memilih pekerjaan berdasarkan bagaimana pekerjaan tersebut akan mempengaruhi keuangan dan kesejahteraan kamu tidaklah salah. Penghasilan yang cukup akan membantumu lebih tenang dan tidak khawatir dengan biaya hidupmu, apalagi sebagai fresh graduates yang tidak lagi diberi uang jajan oleh orang tua.

 

4. Learning

Pekerjaan yang bisa kasih kamu banyak ilmu baru via ind8production
Pekerjaan yang bisa kasih kamu banyak ilmu baru via ind8production

Tidak masalah jika pekerjaan yang kamu pilih bukanlah passion atau panggilan hidupmu, selama pekerjaan tersebut memberikanmu banyak pelajaran berharga dan membantumu berkembang secara personal dan profesional. Jika suatu pekerjaan mengajarkanmu banyak skill yang ke depannya akan berguna di kariermu, maka kamu sudah punya alasan kuat untuk memilih pekerjaan tersebut.

 

5. Fear

Follow your fear via interfima
Follow your fear via interfima

Bagaimana jika, saran yang kamu ikuti bukanlah follow your passion, melainkan follow your fear? Mengambil pekerjaan yang terlihat sedikit berisiko dan membuatmu sedikit takut bukanlah hal yang buruk. Ada jenis ketakutan yang masuk dalam kategori the good fear, yang biasanya kamu alami saat menginginkan sesuatu namun takut tidak dapat mencapainya atau takut akan pendapat orang lain. Mengikuti rasa takut bisa menjadi alasan yang kuat untuk memilih pekerjaan yang mungkin akan membuatmu tumbuh dan berkembang lebih jauh lagi.

Jika keputusan kamu untuk memilih pekerjaan didasarkan atas lebih dari satu alasan di atas, itu berarti pilihanmu justru lebih baik lagi. Tidak ada pekerjaan yang sempurna, yang ada hanyalah pekerjaan yang cukup bagus untuk membuatmu sejahtera dan terus berkembang. Good luck!

5 Pengalaman Mahasiswa yang Bikin Kamu Lebih Baik Saat di Dunia Kerja

Siapa yang lulus kuliah dari Universitas Indonesia tahun ini??? Well, selamat yaaaa!

Selamat, karena kamu udah lulus kuliah dan selamat, karena kamu baru saja memasuki real world dimana pengalaman akan menjadi guru kamu untuk bertahan hidup.

Nah, ngomong-ngomong soal pengalaman, sadar gak sih kalau selama ini kuliah di kampus kuning selalu kasih kamu pelajaran yang gak hanya pengetahuan tapi juga pelajaran hidup yang meaningful. Gak percaya? Yuk, simak refleksi pelajaran hidup yang gak kamu sadari berikut ini.

Sabar

Menempa kamu untuk menjadi pribadi yang sabar via dennytrisna
Menempa kamu untuk menjadi pribadi yang sabar via dennytrisna

Kuliah, selama ini telah menempa kamu untuk menjadi pribadi yang sabar.

Sabar saat nembak gebetan. Sabar saat akhirnya putus dan jadi mantanan meski 1 kelas tiap semester. Sabar saat ngerjain tugas individu. Sabar saat nungguin dosen di kelas berjam-jam yang akhirnya gak jadi datang karena sakit atau keujanan. Sabar saat kamu nge-draft skripsi yang gak kelar-kelar sampai berbulan-bulan namun akhirnya kelar juga.

Well, kalau kamu pernah bilang “Gue sabar, tapi ada batesnya!” – kami bisa jamin itu salah banget, Sob. Karena yang namanya sabar gak ada abisnya.

In real world, kesabaran kamu MASIH harus diuji berkali-kali lipat daripada saat kamu masih kuliah. Namun, karena kamu sudah banyak bersabar saat kuliah, lama-lama akan terbiasa dalam menghadapi berbagai tantangan kesabaran dalam hidup. Untuk langkah pertama, mungkin kamu akan menghadapi sabar dalam menunggu panggilan kerja.

Ya, sabar aja.

BACA JUGA: Resep-resep Rahasia Mengapa Anak UI Cepat Dapat Kerja & Kariernya Sukses

 

Teamwork

Kamu terlatih untuk bekerja sama dengan berbagai macam manusia saat kamu menjalani perkuliahan via okkmabimfikui2015
Kamu terlatih untuk bekerja sama dengan berbagai macam manusia saat kamu menjalani perkuliahan via okkmabimfikui2015

Yup, kita tentu masih inget kan, ada berapa kali tugas kelompok dalam 1 semester pada beberapa mata kuliah.

Kadang kita harus 1 kelompok sama mantan, atau 1 kelompok sama temen kamu yang tukang nyantolin namanya doang di paper kelompok, atau 1 kelompok sama temen kamu yang apa-apa mikirnya lamaaa banget sampe harus gigit buku biar dia ngerti. Yap, setidaknya kamu terlatih untuk bekerja sama dengan berbagai macam manusia saat kamu menjalani perkuliahan.

In real world? No, surprise. Kamu AKAN melakukannya lagi, dengan tipe-tipe orang yang lebih beragam (baca: lebih aneh-aneh sifatnya). Tapi tenang, kamu gak perlu cemas ataupun takut. It’s just a matter of time. Lambat laun kamu akan terbiasa untuk bekerja bersama orang-orang yang berbeda.

Bahkan, kamu akan terkejut saat bekerja bersama orang yang kamu pikir malas, ternyata dia malah yang menemukan solusi paling sederhana dari permasalahan yang kamu temui di lingkungan kerja nanti. Akhirnya, kamu akan merasa seru untuk bergaul dan bekerja sama dengan orang-orang dari beragam latar belakang, profesi, dan karakter.

It’s fun to know people, it’s fun to learn new things form various people. Percaya deh.

 

Multitasking

Kemampuan multitasking-mu diasah tanpa disadari via nsbe
Kemampuan multitasking-mu diasah tanpa disadari via nsbe

Saat dosen kamu baru ngasih tugas X dan ternyata tugas Y masih belum selesai tapi deadline-nya besok ditambah kamu belum nyuci baju dan belum beberes kamar, eehh kamu lupa janjian sama pacar….

Saat itulah kemampuan multitasking-mu diasah tanpa kamu sadari. One day, in real world, kamu akan melakukan hal yang serupa. Dengan metode yang lebih sempurna, dengan hasil yang lebih efektif dan tertata rapi.

Gak percaya? Coba cek, kakak-kakak alumni kamu yang harus baca e-mail klien saat ia meeting dan harus jemput anaknya dalam waktu 1 jam kemudian.

 

Leadership

Kkemampuan leadership membuatmu menjadi percaya diri saat kamu terjun di dunia kerja via okkmabimfikui2015
Kkemampuan leadership membuatmu menjadi percaya diri saat kamu terjun di dunia kerja via okkmabimfikui2015

Saat kamu kuliah, mesti ada satu pengalaman dimana kamu terjebak di situasi dimana dosen kamu nanya “Siapa yang mau jadi ketua kelompok?” lalu teman-teman kamu mundur teratur dan nunjuk kamu dari belakang. Kamu yang waktu itu lagi baru bangun gegara ketiduran di kelas, langsung diplototin dosen, terus nengok ke belakang dengan mulut ternganga “Hah? Gue? Jadi ketua kelompok?!”

Well, like it or not, that kind of experience taught you something about leadership. Kamu jadi lebih lihay dalam me-manage tugas kelompok dan memiliki wewenang untuk memerintahkan anggota kelompok yang mana buat ngerjain tugas yang mana. Bahkan, kamu pun berwenang untuk mintain duit-duit anggota kelompok saat mereka pada gak tahu diri kalau tugas kelompok itu harus di-print dan nge-print itu gak murah! – in other words, kamu bisa berhemat.

Disadari atau tidak, pengalaman itu melatih kemampuan leadership dan membuatmu menjadi percaya diri saat kamu terjun di dunia kerja. Kamu jadi tahu kapan harus bertindak dan kapan momen terbaik bagi kamu untuk mengajukan diri sebagai leader dalam project tertentu.

 

Manajemen Keuangan

Menata keuangan personal saat gaji pertamamu masuk via thevocket
Menata keuangan personal saat gaji pertamamu masuk via thevocket

Bukan, ini bukan mata kuliah. Tapi suatu skill yang kelak kamu akan berterima kasih karenanya.

Ingat saat kamu harus nabung buat bayar kosan dan belanja makanan sebulan? Ingat saat kamu harus muterin uang dan nge-plan nabung buat datang ke konser favoritmu yang harga 1 tiketnya bisa sampe sejutaan?

Pengalaman itu akan melatih kamu untuk menata keuangan personal kamu saat gaji pertamamu masuk. Kamu jadi tahu dengan persis apa yang bisa kamu nikmati saat itu dan apa yang harus kamu tahan untuk dinikmati di bulan berikutnya.

Nah, itu dia tadi 5 list mendasar yang kami temukan seputar bagaimana pengalamanmu di masa perkuliahan dapat membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik saat kamu lulus kuliah dan terjun ke dunia nyata.

Sekali lagi, selamat dan selamat datang di dunia nyata!

Yuk, bagikan pengalaman berhargamu saat kuliah di comment box dan bagikan artikel ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

Kalau Belum Punya Pengalaman Kerja, Tulis Apa di CV?

 

Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang sudah punya banyak pengalaman kerja atau magang sih, enak. Bagaimana dengan yang tidak? Apa yang mau ditulis di CV, ya?

Jangan khawatir kalau kamu akan mendaftar ke suatu perusahaan dengan CV yang kosong di bagian working experience. Ada banyak hal, kok, yang bisa kamu tulis di aplikasi selain pengalaman kerja.

BACA JUGA: Setelah Lulu, Lebih Cocok Kerja di Startup atau Corporate, Ya?

 

Academic projects dan side projects yang relevan

Academic projects dan side projects yang relevan via openweigh
Academic projects dan side projects yang relevan via openweigh

 

Jika kamu belum punya pengalaman kerja full-time atau pun internship, coba ingat-ingat apakah selama kuliah kamu pernah mengerjakan tugas dari mata kuliah tertentu yang bersifat proyek.

Misalnya, jika kamu kuliah Ilmu Komputer dan pernah membuat suatu software dalam suatu mata kuliah, cantumkanlah itu dalam CV-mu. Tidak hanya proyek dari kuliah, kamu juga bisa memasukkan side project lain, misalnya proyek membuat website untuk event kampus.

 

Kualifikasi dari online course

Kualifikasi dari online course via jhunewsletter
Kualifikasi dari online course via jhunewsletter

Saat ini, sudah banyak platform yang menyediakan kursus online dari universitas-universitas ternama di dunia. Jika kamu mengambil kursus ini dan lulus, maka kualifikasi yang kamu dapat sama dengan jika kamu lulus dari mata kuliah di universitas tersebut. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan kualitas CV-mu di mata rekruter, karena terlihat bahwa kamu serius ingin mendalami suatu skill.

Kursus online ini biasanya gratis, tapi kamu harus membayar untuk mendapat sertifikat. Kalau kamu bingung ingin mengambil kursus apa, coba cek artikel Bukapintu tentang 5 kursus online untuk diambil saat weekend ini.

 

Cover letter yang spesifik

Cover letter yang spesifik via internationalscienceediting
Cover letter yang spesifik via internationalscienceediting

Biasanya, kita sering lupa bahwa cover letter juga adalah bagian dari aplikasi, sehingga kita cenderung menulis cover letter dengan normatif, bahkan hanya mengikuti template. Padahal, pengalaman kerja yang kurang menonjol di CV dapat diimbangi dengan cover letter yang spesifik.

Di cover letter, kamu bisa menulis tentang skill serta pengalaman-pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu incar dan bisnis yang dijalankan perusahaan. Misalnya, jika kamu pernah bekerja sebagai jurnalis di majalah kampus, dan sering mewawancarai narasumber untuk mengumpulkan bahan artikel, maka kamu memiliki transferable skill, yaitu interviewing skill yang akan stand out di cover letter jika kamu mendaftar di posisi market researcher, account executive, atau human resources.

*Artikel ini merupakan kontribusi dari Bukapintu.co, online platform untuk mahasiswa dan fresh graduates mencari magang dan kerja serta belajar tentang karir dan budaya perusahaan.