Kenal UI #5: Fakta FTUI, Fakultas yang Banyak Cowoknya

Apa yang terlintas di benakmu kalau mendengar tentang Fakultas Teknik UI (FTUI)? Cowok-cowoknya yang keren dan ganteng? Atau kuliahnya yang pergi pagi pulang pagi?

FTUI merupakan salah satu fakultas rumpun saintek yang populer di UI. Tidak hanya soal akademiknya, tapi juga soal kegiatan mahasiswanya. Salah satu yang terkenal dari fakultas ini adalah suporteran yang wajib diikuti oleh maba pas masa-masa awal kuliah. Katanya sih, sebagai bukti solid dan kompak satu angkatan.

Selain itu, apa saja sih hal-hal unik yang perlu kamu tahu dari fakultas makara biru ini? Yuk, simak fakta FTUI berikut ini. 

Ada Hubungannya dengan ITB

fakta ftui
Foto: Linggar Amoro via Google Maps

Tahukah kamu kalau FTUI ada hubungannya dengan ITB di masa lalu?

Pada tahun 1950, salah satu kampus UI berada di Bandung. Di kampus tersebut terdapat dua fakultas, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam. Namun, pada tahun 1959, dua fakultas tersebut memisahkan diri dari UI dan menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hingga akhirnya, sebuah gagasan dicanangkan oleh Perkumpulan Insinyur Indonesia (PII) untuk mendirikan fakultas teknik di Jakarta. Gagasan tersebut disetujui oleh Presiden Soekarno. Akhirnya, pada 17 Juli 1964, berdirilah FTUI.

Program Studi Baru Tahun 2021

fakta ftui
Engineeing Center FTUI. Foto: rcbe.eng.ui.ac.id

Tahun ini, FTUI membuka tiga program studi (prodi) baru untuk sarjana kelas paralel. Tiga prodi baru tersebut adalah Teknik Perkapalan, Teknik Komputer, dan Arsitektur Interior. Tiga prodi itu sebelumnya sudah ada untuk kelas sarjana reguler. Dibukanya kelas paralel ini menjadi bukti bahwa FTUI membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka yang ingin menjadi mahasiswanya.

Selain kelas paralel untuk jenjang sarjana, FTUI juga membuka prodi baru untuk jenjang magister, yaitu Prodi Manajemen Integritas Material. Prodi di bawah naungan Departmene Teknik Metalurgi dan Material FTUI tersebut merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Memiliki Gedung Laboratorium Terintegrasi

i-CELL
Gedung i-CELL. Foto: arsip anakui.com

Pada 17 Juli 2021, FTUI meresmikan gedung laboratorium terintegrasi bernama Integrated Creative Engineering Learning Laboratory (i-CELL). Waktu peresmian tersebut bertepatan dengan Dies Natalis FTUI ke-57.

Gedung yang menerapkan smart building ini memiliki delapan lantai dan satu rooftop laboratorium. Selain itu, gedung ini juga mengusung konsep green building yang ramah lingkungan dan efisien dalam pemanfaatan energi, pencahayaan, sirkulasi udara, memiliki teknologi water harvesting, dan dilengkapi solar panel sebesar 101 kWp. Keren banget, ya!

Aktif Berinovasi Membuat Riset untuk Penanganan COVID-19

fakta ftui
COVENT-20. Foto: Humas FTUI

Selama pandemi COVID-19, FTUI aktif berinovasi melakukan berbagai riset. Dilansir dari laman resmi FTUI, selama pandemi ini setidaknya terdapat 10 inovasi yang diciptakan oleh FTUI. Sepuluh inovasi tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. COVENT-20 (COVID-19 Ventilator 2020), yaitu alat bantu pernapasan atau ventilator yang sangat dibutuhkan oleh pasien Covid yang dirawat di rumah sakit.
  2. Flocked Swab HS-19, yaitu alat bantu uji usap (swab test) untuk mengambil cairan hidung tenggorok.
  3. Swab Test Chamber, yaitu alat yang digunakan untuk menunjang pemeriksaan swab
  4. Movable Hand Washer, yaitu alat cuci tangan yang merupakan hasil kerja sama dengan FKUI, yang sudah disebarkan di berbagai lokasi di Jabodetabek dan Bandung.
  5. Alat Disinfeksi Udara PUVISON DSF-01 DAN PUVICON DSF-02, yaitu alat disinfeksi yang menggunakan teknologi sinar UVC, ozon, dan plasma dingin anion.
  6. Alat Disinfeksi Udara PUVICON DSF-03 dan PUVICON WAH-01, merupakan pengembangan dari alat disinfeksi sebelumnya. Untuk PUVICON WAH-01, alat tersebut merupakan ruang untuk melakukan disinfeksi dan sterilisasi udara basah dan lembap.
  7. Bilik Disinfeksi PUVICON BDC-01/02, yaitu alat yang digunakan sebagai ruang untuk melakukan disinfeksi dan sterilisasi manusia bagian luar.
  8. SALAM (Sterilisasi Lantai Masjid), yaitu alat yang digunakan untuk membersihkan COVID-19 yang kemungkinan menempel di lantai masjid.
  9. Maroco (Makara Robot for Contagious Disease), yaitu robit yang digunakan untuk melayani pasien yang terkena penyakit menular, salah satunya COVID-19
  10. Propolis Indonesia, yaitu obat terapi COVID-19 yang berasal dari lebah tidak menyengat, Tetragonula spp, dari Sulawesi Selatan.

Banyak Cowoknya

fakta ftui
Salah satu kegiatan anak FTUI. yaitu suporteran. Sumber: Teknika FTUI

Tidak bisa dipungkiri kalau fakultas teknik selalu identik dengan cowok, termasuk FTUI. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BEM UI, jumlah mahasiswa laki-laki selalu lebih besar dibanding perempuan sepanjang 2014—2019.

Misalnya, pada tahun 2014, jumlah mahasiswa laki-laki yaitu 747 orang (62%), sedangkan perempuan berjumlah 461 orang (38%). Sementara pada tahun 2019, jumlah mahasiswa laki-laki yaitu 849 orang (58%), sedangkan perempuan berjumlah 608 orang (42%). Buat kamu cewek jomblo, bisa kali cari gebetan di FTUI. Siapa tahu jodoh, hehe.

 ***

Nah, itu tadi lima fakta unik dari FTUI. Menarik, kan? Semoga bisa menjadi motivasi kamu yang ingin menjadi mahasiswa fakultas makara biru ini, ya!

Simak fakta unik fakultas lainnya dalam Seri Kenal UI berikutnya!

Ini Dia Kelanjutan Kabar dari Cikal Bakal Bikun Baru UI

Udah pada denger dong kalo UI meluncurkan 4 kendaraan mobil berbasis listrik pada perayaan ulang tahun ke-52 Fakultas Teknik UI? Nah, salah satu dari empat mobil yang diluncurkan tersebut adalah Bus Electric Vehicle (EV), yaitu bus yang memiliki kapasitas 60 penumpang dengan daya motor 120 kW dan 300 Ah. Bus ini berbahan bakar listrik yang akan menggantikan Bikun yang selama ini masih berbahan bakar solar.

BACA JUGA: UI Luncurkan 4 Kendaraan Berbahan Bakar Listrik: Ternyata Bikun Beneran Ingin Bertransformasi, Loh!

Tim Molina yang melakukan riset mobil listrik UI tersebut melakukan penyerahan laporan akhir riset mobil listrik UI kepada pihak universitas pada Rabu (24/8/2016) di gedung Pusat Administrasi Universitas (PAU) lantai 2, UI Depok. Kegiatan serah terima ini dilakukan oleh Dekan FTUI Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA, sebagai perwakilan dari Tim Molina kepada Rektor UI Prof.Dr.Ir. Muhammad Anis, M. Met. sebagai penanggung jawab kegiatan.

UI meluncurkan 4 kendaraan mobil berbasis listrik via news.okezone
UI meluncurkan 4 kendaraan mobil berbasis listrik via news.okezone

Dalam acara ini dilakukan pemaparan ringkasan pelaksanaan riset yang merupakan kerja sama proyek dengan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) ini dan dilakukan kegiatan uji coba bus listrik mengelilingi UI yang dilakukan oleh rektor, tim riset, dan mahasiswa baru UI 2016.

Nah, sebagai kelanjutan dari riset dan penggantian bikunnya gak jadi wacana, dalam waktu dekat bus listrik ini akan diujikan di Kementerian Perhubungan agar bisa menjadi kendaraan resmi angkutan mahasiswa UI di dalam kampus menggantikan bus kuning UI. Gak cuma itu, kita rencananya juga akan melakukan kerja sama dengan pihak industri agar bus listrik UI ini bisa diproduksi untuk kebutuhan angkut penumpang di luar sana.

Ke depannya, Tim Molina UI juga berharap agar dapat dibentuk Research Center for Advanced Vehicle UI (RCaVe-UI) sehingga nanti diharapkan FTUI dapat menguasai teknologi kendaraan listrik dengan sebaik-baiknya menggunakan komponen lokal Indonesia.

Iya, udah, gitu aja. Kita doain aja semoga inovasi dan karya anak-anak UI dapat diterima di masyarakat demi lingkungan yang lebih sehat serta kehidupan yang lebih baik!

 

Referensi: ui.ac.id

Umumkan Ketua Baru, “ILUNI UI Rumah Kita” Siap Berkontribusi demi Alumni dan Almamater yang Lebih Maju

Halo, mahasiswa aktif maupun alumni Universitas Indonesia! Sambil menikmati waktu senggang atau menghayati sisa-sisa liburan yang ada, anakui.com akan memberikan berita terbaru mengenai kampus kuning tercinta ini. Yup, sesuai judulnya, Ikatan Alumni Universitas Indonesia telah menggelar musyawarah nasional Iluni ke VII di mana untuk pertama kalinya Ketua Umum ILUNI UI dipilih oleh seluruh alumni UI secara online.

Dalam Pemira ILUNI-UI tahun ini, beberapa nama telah bersaing dan memberikan usaha terbaiknya untuk membuat visi misi bagi kampus tercinta, diantaranya adalah Fahri Hamzah (FE 1994), Ivan Ahda (Psikologi 2003), Arief Budhy Hardono (Teknik 1985), Valdo Maldini (MIPA 2008), Jenderal (Purn)  Moeldoko, dan eks Komisioner KPK Chandra Hamzah. Para calon bersaing memperebutkan suara ribuan voters para alumni UI melalui e-voting.

BACA JUGA: Ada Apa Dengan Iluni UI?

Arief Budhy Hardono  terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI  via arief2iluni
Arief Budhy Hardono terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI via arief2iluni

Dan hasilnya adalah… Jeng jeng jeng! Arief Budhy Hardono, alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia, terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI periode 2016-2019 dengan perolehan suara sebanyak 5.878 suara atau 52,76 persen dari total pemilih 11.142 orang. Bang Arief mengungguli suara Ivan Ahda 860 suara (7,72 persen), Faldo Maldini 936 (8,4 persen) dan Chandra M. Hamzah 3.468 (31,13 persen). Sedangkan dua calon yang lain, yakni Moeldoko dan Fahri Hamzah mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum dilakukan pemungutan suara.

Pemira ILUNI UI tahun ini berbeda dengan yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya. Awalnya, Pemira ILUNI UI menggunakan sistem perwakilan, di mana perwakilan fakultas yang mempunyai alumni lebih dari 10 ribu berhak mengirim perwakilan sebanyak sembilan orang, sedangkan fakultas yang jumlah alumninya di bawah 10 ribu berhak mengirim lima wakilnya untuk memilih. Total 120 orang yang akan memilih calon ketua.

Sekarang, Pemira dilaksanakan secara lebih demokratis. Total alumni UI mencapai 350 ribu orang, sedangkan yang terdaftar sebagai pemilih ada 32 ribu. Namun, yang tervalidasi dalam Pemira UI 22 ribu. Hasil Pemira Ketua Iluni UI 2016-2019 sudah lebih dari target, yakni mencapai 11 ribu pemilih. Tahun ini, kedaulatan ada di tangan alumni UI tanpa perwakilan.

BACA JUGA: Program Start Up Booster untuk Alumni UI yang Ingin Merintis Usaha

 

Kandidat yang memiliki tagline “ILUNI UI Rumah Kita” ini merupakan insinyur Teknik Sipil lulusan FTUI (1984-1990), yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FTUI pada 1988. Ia adalah Direktur Pionir Beton Indonesia (Subsidiary of Indocement Heidelberg) dan Direktur PT Citra Margatama Surabaya  (subsidiary of Citra Marga Nusantara – toll road), serta Sekjen Perbasasi (Persatuan Baseball dan Softball Indonesia).

Ternyata, Bang Arief sudah aktif berkontribusi di organisasi maupun kegiatan kampus pada masa kuliahnya, terbukti bahwa ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan Senat Mahasiswa FTUI, Kepala Seksi Operasi Yon Resimen Mahasiswa UI, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UI, Ketua Program Masa Bimbingan Mahasiswa Baru, sampai Kabid Pelayanan Alumni ILUNI FTUI.

“Tantangan menjadi ketua ILUNI UI ialah menyatukan semua ikatan alumni dari tingkat fakultas, wilayah, sampai komisariat untuk kembali ke rumah ILUNI UI, karena ILUNI UI mempunyai peran berkontribusi langsung memberikan informasi dan nilai tambah bagi almamaternya,” ucap Bang Arief mengenai tantangan yang mungkin di hadapi ke depannya selama mengemban amanah menjadi Ketua ILUNI UI.

Mau Masuk Teknik? Pikir Ulang dan Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini Biar Gak Nyesel!

Gak usah disangkal lagi kalo Fakultas Teknik di mana pun itu merupakan fakultas yang masih banyak diminati oleh berbagai manusia sains di dunia ini. Selain ilmu dan terapannya yang dapat selalu berkembang seiring inovasi manusia dari hari ke hari, prospek kerja dan pola pikir yang diterapkan di sini juga menjadi daya tarik tersendiri.

Akan tetapi, pernah gak sih kamu merhatiin atau menimbang hal-hal yang akan membuat kamu nyesel nanti masuk fakultas teknik, terlebih lagi Fakultas Teknik UI? Sebelum terlambat bagi adik-adik yang baru selesai UN dan selagi masih ada kesempatan bagi mahasisw FTUI, SIMAK, atau SBMPTN masih terbuka lebar buat kamu yang mau pindah jurusan kok. Karena ada beberapa hal yang perlu kamu pikir dan perhatikan uang hal-hal berikut biar gak nyesel kalo udah jadi anak teknik. Ini dia!

 

 

Bingung Nyari Kerja

Lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget via jajansembarangan
Lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget via jajansembarangan

Iya, dijamin nanti setelah kamu lulus akan bingung nyari kerjanya di mana. Gue gak bilang susah nyari kerja loh ya; tapi bingung. Iya! Saking banyaknya lapangan kerja buat anak teknik! Makanya, lebih baik kamu menciptakan lapangan kerja sendiri aja biar menciptakan lapangan kerja baru bagi yang membutuhkan pekerjaan sekaligus melatih manajemen kamu sendiri hehehe.

Fyi aja, lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget, loh. Mulai dari perminyakan, mesin, material mutakhir, manufaktur, industri, manajemen, dan bidang-bidang lain yang gak berkaitan dengan dunia keteknikan juga banyak!

Maka dari itu, kalo kamu gak mau dihadapkan pada pilihan yang rumit saking luasnya bidang kerja yang ditawarkan oleh Fakultas Teknik ini nantinya, pikir dua kali ya sebelum mau masuk teknik!

 

Godaan Iman

Banyak banget nih stock cewek, apalagi cowok buat jadi teman masa depan ihiy via imm.eng.ui.ac.id
Banyak banget nih stock cewek, apalagi cowok buat jadi teman masa depan ihiy via imm.eng.ui.ac.id

Ini juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Kalo kamu anaknya gak kuat iman dan susah buat jaga pandangan, lebih baik pikir lagi deh kalo mau masuk Teknik. Anak Teknik ini dikenal dengan cowo-cowonya yang tampan rupawan serta mapan, katanya, meskipun gak semua sih hehehe dan ini bikin para cewek tergila-gila. Makanya kalo kamu mau mencari pemandangan segar silahkan datang aja ke teknik, dijamin gak akan rugi. Selain itu, cowo-cowonya juga selain tampan dan insya Allah mapan, juga memiliki logika berpikir yang baik.

Gak cuma yang cowo aja, cewek-cewek teknik juga gak kalah banyak memiliki bidadari bidadari idamannya, sebut saja Departemen Arsitektur dan Departemen Teknik Industri yang memiliki mayoritas wanita yang aduhai dan fashionable. Sikat aja, Bos. Dijamin cewek teknik mampu menempatkan hati dan logikanya dengan seimbang, deh.

 BACA JUGA: Kamu Cowok Teknik? Berbahagialah karena Kamu Istimewa Di Mata Kami

 

Perusak Timbangan

Perlahan namun pasti, badan lama-lama jadi lebar via Immt Ftui
Perlahan namun pasti, badan lama-lama jadi lebar via Immt Ftui

Terlebih lagi di Fakultas Teknik UI, kamu akan kaget ketika baru satu semester menjalani kehidupan di kampus ini, pas nimbang eh timbangan kamu rusak gara-gara jebol. Gak deng gak selebay itu. Tapi bener loh. Di kampus mungkin bawaan kamu akan makan-makan-dan-makan karena selain untuk menghilangkan stress, mayoritas mahasiswa menghabiskan waktu kosongnya di Kantin Teknik (Kantek) which is banyak makanan enak dan murah serta berporsi kuli. Belum lagi jika kamu ngekos di Kutek, banyak banget jajanan atau makanan murah yang menjamur di sana. Makanya kalo gak mau timbangan kamu rusak, jangan coba-coba masuk teknik, ya. Wailah serius amat bacanya. Piknik dulu yuk.

 

Melatih Jadi Pendendam

Harus-wajib-kudu lembur buat tugas via ie.ui.ac.id
Harus-wajib-kudu lembur buat tugas via ie.ui.ac.id

Anak teknik pasti pernah minimal sekali dan wajib ngerasain—kudu—harus—gak bisa terlepaskan sama yang namanya mengerjakan laporan praktikum dari laboratorium maupun deadline maket di studio.  Mengharuskan kita untuk gak tidur demi menyelesaikan semuanya, meski udah dikasih tau deadlinenya dari jauh-jauh hari, tapi ya namanya juga mahasiswa; prinsipnya “deadliners gak pernah mati.”

To tell you the truth, ternyata setelah menyeleasaikan laporan praktikum ataupun maket beserta presentasinya, ada kelegaan yang luar biasa, pokoknya beban jadi enteeeeeng banget di pundak. Sebaliknya: mata jadi berat banget. Yak! Solusinya adalah pembalasan tidur. Ini dia yang bikin kamu harus mulai berpikir dua kali buat masuk teknik: akan jadi pendendam terhadap praktikum/studio, kemudian melakukan pembalasan di akhir: HIBERNASI!!!

 

Lupa Diri

Teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain via ie.ui.ac.id
Teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain via ie.ui.ac.id

Maksudnya lupa diri di sini adalah literally lupa diri; lupa sama diri sendiri. Hehehehe. Kenapa? Karena teknik itu terkenal dengan solidnya, satu angkatan bersatu padu menjadi satu kalo udah pada momennya. Makanya, kalo kamu darahnya udah biru teknik banget dan udah cinta mati sama teknik, bisa-bisa kamu jadi lupa diri karena selalu mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri. Bahaya juga nih kalo sampe kamu kelewatan lupa dirinya. Makanya pikir pikir dulu ya sebelum masuk teknik.

Ampun senior, gak maksud gitu, malah maksud saya adalah bagus demi menunjukkan bahwa teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain hehe. Kan becanda.

 

Potensi Ubanan Bertambah

Anak FTUI terlatih untuk aktif dan banyak berpikir via ie.ui.ac.id
Anak FTUI terlatih untuk aktif dan banyak berpikir via ie.ui.ac.id

Seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan terbiasa dengan sendirinya untuk berpikir berpikir dan terus berpikir mengenai hal-hal yang gak kepikiran sekalipun, apa sih hahaha. Intinya saking sibuknya kamu baik dalam hal akademik maupun non akademiknya teknik, kamu akan terbiasa untuk multitasking dan mikirin banyak hal. Gak sedikit dari mereka yang sering skip dan kelewat beberapa hal, jadinya lupa deh, ubanan deh. Gak sih gak segitunya, pokoknya pikirannya banyak deh.

Jelek dong? Wah kok jelek? Justru bagus dong, itu tandanya mahasiswa FTUI aktif-aktif dan jadinya otak kita terlatih untuk memikirkan banyak hal; pola pikirnya terbentuk deh!

 

Mental Baja

Hanya mereka yang punya mental baja yang kuat masuk FTUI via ie.ui.ac.id
Hanya mereka yang punya mental baja yang kuat masuk FTUI via ie.ui.ac.id

Seperti yang kamu dengar dari mulut ke mulut, bahwa kehidupan di teknik itu keras banget. Ya jujur jujuran aja sih meski kerasnya gak secara fisik, tapi seengganya kamu terlatih untuk ditempat dan diberi masalah bertubi-tubi sehingga kelak akan bermental baja. Bukankah selalu ada manis di setiap pahit?

Di sini mental loh ya, bukan kepala ataupun hati yang menjadi baja a.k.a. menjadi keras. Sejatinya kuliah itu merupakan proses gimana nanti kita menghadapi dunia yang lebih nyata, bukan? Jadi ya nikmatin aja, gak cuma di FT kok, di fakultas-fakultas dan universitas lain gue yakin juga kayak gitu. Kan itu yang akan membuat kita kuat? Besi aja kalo gak dikasih cobaan berupa perlakuan-perlakuan gak akan bisa jadi sekuat baja. Asik dah.

Dah ah kira-kira gitu aja, takut dihajar petinggi-petinggi teknik huhuhu. Jangan diambil hati ya, tulisan ini emang provokatif dan sengaja menarik kamu biar baca kok, pengen tau sejauh mana dan secepat apa kamu menilai suatu tulisan sebelum akhirnya tau intinya hehehe. Have a nice day all! HO HI HO HA HA.

Teknik Gak Sekadar Mesin dan Elektro, Yuk Kenal Lebih Jauh Tentang Teknik Industri

Kalau saja ada pertanyaan yang diajukan kepada murid-murid Sekolah Menengah Atas untuk menyebutkan apa saja jenis-jenis ilmu teknik? Kebanyakan dari mereka akan menjawab teknik mesin dan teknik elektro. Padahal bidang ilmu teknik kini telah banyak mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Teknik Industri adalah salah satunya.

BACA JUGA: Nah, Buat Kamu yang Tertarik Sama Teknik Sipil UI, Ini Dia Ulasannya

Teknik Industri sebenarnya berasal dari Amerika Utara. Jika dilihat dari sejarahnya, teknik industri merupakan pengembangan dari teknik mesin. Hal ini bertujuan agar fokusnya tidak hanya pada pengelolaan mesin manufaktur saja, namun lebih luas lagi. Untuk pengembangan skala yang lebih besar, maka dibutuhkan sebuah sistem yang terintegrasi sehingga dapat menggabungkan konsep dasar mesin dengan ilmu produksi, manajemen, termasuk sumber daya manusia itu sendiri.

Universitas Indonesia merupakan salah satu pionir perguruan tinggi terbaik dalam bidang ilmu teknik. Kalau penjelasan di atas masih belum membuat kamu paham, yuk, mari kita bahas lebih dalam lagi.

 

Deskripsi Umum Jurusan Teknik Industri

Deskripsi Umum Jurusan Teknik Industri via ie.ui
Deskripsi Umum Jurusan Teknik Industri via ie.ui

Program Teknik Industri berdiri pada tahun 1970 sebagai tambahan di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Akhirnya pada pertengahan tahun 1998, program studi ini menjadi Jurusan Teknik Industri hingga sekarang. Hal ini disebabkan banyaknya perkembangan yang terjadi dalam dunia industri, sehingga perlu dijadikan jurusan secara khusus. Oh, ya, jurusan juga ini mendapatkan nilai akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Definisi teknik industri menurut Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah ilmu yang berfokus kepada perancangan, peningkatan, dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi, untuk menspesifikasikan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sistem terintegrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa. Sekarang sudah tergambar bagaimana asiknya Teknik Industri belum?

Kalau kening kamu masih berkerut, mari kita sederhanakan lagi. Jadi, dari “kalimat panjang yang berbobot” di atas. Ada tiga bagian utama dari definisi yang perlu kamu highlight. Silakan dicari stabillonya, Anak-anak.

Pertama adalah peran utama orang yang berkutat dalam Teknik Industri, yaitu merancang, meningkatkan, dan menginstalasi sistem yang terintegrasi. Sistem terintegrasi terdiri dari berbagai komponen yang berkaitan sehingga memiliki output yang maksimal. Jadi, kalau ada salah satu komponen yang hilang, maka hasilnya kurang baik. Sama seperti cinta yang memerlukan komponen kamu, dia, hati, dan chemistry, maka baru bisa terjadi. Pasti langsung paham, deh, kalau analoginya seperti ini.

Oke, lanjut. Terus, kalau cinta itu nggak dirawat, apakah bisa bertahan lama dan menghasilkan banyak kebaikan? Yup, nggak bisa! Sama seperti Teknologi Industri yang masih memerlukan perancangan sistem dengan berbagai metode, peningkatan dalam manajemen, dan instalasi atau eksekusi atas langkah-langkah yang sebelumnya sudah disusun, supaya ada hasil yang maksimal.

Kedua, untuk mencapai tiga tujuan utama tadi, maka diperlukan ilmu dan keahlian dalam bidang matematika, fisika, ilmu sosial, serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa. Ilmu inilah yang akan menopang dan menjawab permasalan kontemporer dalam dunia Teknik Industri. Ketiga, setelah perencanaan dan ilmu yang diperlukan, maka harus ada action. Untuk itulah perlu spesifikasi, prediksi dan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh dari sistem yang terintegrasi.

 

Jurusan Teknik Industri Ini Cocok Bagi Kamu yang…

Jurusan Teknik Industri Ini Cocok Bagi Kamu yang... via imti
Jurusan Teknik Industri Ini Cocok Bagi Kamu yang… via imti

Jurusan ini sangat cocok buat kamu yang menyukai teknik dan aplikasinya secara luas, yang mampu melihat permasalahan teknik secara multi disiplin, karena di sini akan membahas banyak hal. Apalagi kalau kamu fleksibel dan menyukai ilmu eksakta dan ilmu sosial, tentu akan menjadi soulmate Teknik Industri.

 

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan via ie.ui
Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan via ie.ui

Seperti biasanya, mata kuliah untuk program sarjana harus memenuhi 144 SKS dengan nilai terendah C dan mampu menyelesaikannya dalam waktu 8-12 semester. Lulusan jurusan Teknik Industri ini akan dianugerahi gelar Sarjana Teknik (S.T.). Untuk program sarjana, tidak ada peminatan dalam kurikulumnya, sehingga semua mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah yang sama.

Dalam pendidikan tinggi, ada dua jenis pendekatan utama yang biasanya dipakai. Process-based dan output based. Output-based adalah proses evaluasi berdasarkan nilai hasil ujian. Namun, sistem akademis yang dipakai dalam Teknik Industri (TI) UI adalah process-based. Karena dalam TI lebih mengutamakan proses yang baik untuk mendapatkan hasil terbaik, maka begitu pula sistem pendidikan ini, yang akan mengutamakan proses. Hal itu terlihat dari tugas-tugas yang diberikan. Lebih banyak tugas yang diberikan daripada ujian. Hmm, pasti kamu langsung berpikir akan begadang, ya? Asalkan kamu bisa mengatur waktu dengan baik, sebanyak apa pun tugas pasti bisa dikerjakan dengan baik.

Dalam Teknik Industri ada yang dikenal dengan nama Service Systems Engineering (SSE) yang artinya menggunakan pendekatan multi disiplin untuk mengelola dan merancang nilai kreatif dari sistem pelayanan. Maksudnya, Teknik Industri akan lebih menekankan pada studi kasus, tugas menganalisis, tugas perancangan, dan ditopang dengan materi perkuliahan.

 

Prospek Kerja

Setelah lulus, kamu bisa bekerja di mana saja? via ie.ui
Setelah lulus, kamu bisa bekerja di mana saja? via ie.ui

Bidang kerja yang tersedia bagi para lulusan Teknik Industri sangatlah luas. Dalam dunia industri manufaktur saja, ada banyak bagian yang posisinya dapat diisi, seperti bagian operasi, produksi, perencanaan, perawatan, hingga pemasaran. Selain itu ada pula lowongan yang pas di dalam industri jasa, yaitu dengan menjadi konsultan bagi beragam jenis perusahaan swasta atau sektor pemerintahan. Umumnya, hanya dalam waktu tiga bulan saja, lulusan Teknik Industri UI sudah bisa mendapatkan pekerjaan.

 

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa via infosystems
Kampus Lain dengan Jurusan Serupa via infosystems

Sesuai data dari BAN-PT, terdapat universitas negeri dan swasta yang mendapatkan akreditasi A selain Universitas Indonesia. Untuk daerah Jawa Barat, hanya Institut Teknologi Bandung saja yang terakreditasi A. Sementara untuk universitas swasta di sekitar Jakarta hanya ada dua, yaitu:

  • Universitas Gunadarma
  • Universitas Trisakti

 

Biaya Kuliah

Berapa biaya kuliah di Teknik Industri UI? via ie.ui
Berapa biaya kuliah di Teknik Industri UI? via ie.ui

Biaya kuliah di fakultas teknik untuk mahasiswa sarjana, baik reguler dan paralel, adalah Rp7.500.000,00. Hanya saja terdapat perbedaan dari segi pembayaran uang pangkal dan beasiswa. Mahasiswa reguler boleh mengajukan keringanan biaya kuliah dan mengajukan beasiswa. Lain halnya dengan mahasiswa sarjana paralel yang diharuskan membayar uang pangkal dan tidak bisa mengajukan permohonan beasiswa.

Sekarang sudah jelas tergambar kan, bagaimana Teknik Industri itu? Kami tunggu di Kampus Universitas Indonesia, ya!

Sumber:

http://www.ie.ui.ac.id/program-pendidikan/sarjana-s1/tanya-jawab-tentang-ti-tiui/

http://ban-pt-universitas.blogspot.my/2015/05/universitas-jurusan-teknik-industri-terbaik-di-industri-peringkat-a.html

 

Kamu Cowok Teknik? Berbahagialah karena Kamu Istimewa Di Mata Kami

Di fakultas apa lagi kamu akan menemukan mahasiswanya berpanas-panasan duduk di pinggir jalan demi menghitung kendaraan bermotor yang lewat setiap jam-nya? Yup, cuma di Fakultas Teknik jawabannya. Banyak beredar mitos seputar mahasiswa/i yang berkuliah di Fakultas Teknik, khususnya teknik UI. Memang apa sih spesialnya anak Teknik? Simak hasil penelusuran kami seputar COWOK teknik yang dijamin akan bikin kamu langsung pegang hape dan buru-buru ngontak temen kamu yang kuliah di Fakultas Teknik buat minta dijodohin sama mereka.

 

1. Cowok Fakultas Teknik Itu GANTENG.

Silahkan tentukan sendiri ini mitos atau fakta, yang jelas, pada zaman dahulu kala, para mahasiswa Teknik UI belum ada yang tersentuh oleh belaian lembut kaum hawa. Para mahasiswa seakan-akan tidak peduli dengan dirinya. Tidak perlu tampak rapi, apalagi wangi dan sisiran. “Siapa yang mau peduli?” – kira-kira begitu ujar mereka dalam pikiran.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, begitu kejadian satu wanita masuk ruang teknik, seluruh mata pria pun terpana. Dia tidak hanya akan menjadi bunga, namun ia akan langsung diangkat menjadi ‘Ratu’. Kehadirannya dianggap bisa mengubah jalan hidup banyak kaum Adam di ruang praktikum Fakultas Teknik!

Jadi ya, sekarang kalau kamu penasaran dan ngintip-ngintip ke ruangan anak teknik, kamu akan temukan pria-pria ganteng tapi agak kucel tapi pinter-pinter gimana gitu.. melting deh!

 

2. Jarang Dibelai

Dalam artian yang sebenarnya. Loh kok gitu? Kenapa? Ya karena masih banyak stigma yang beredar bahwa Fakultas Teknik itu ya fakultasnya cowok. Banyak kerjaan fisik namun tak sedikit juga yang memeras otak. Bahkan, jika ada teman/adik/anak/tetangga perempuan memilih Fakultas Teknik maka gak sedikit asumsi masyarakat yang beranggapan seperti: “Ha? Teknik? Yakin? Kamu kan perempuan?” atau “aduh, cari fakultas lain aja bisa?” – Padahal, dengan era emansipasi seperti ini sah-sah saja jika ada seorang perempuan, biduan atau siapapun memilih fakultas apapun yang dia mau. Ya, kalau bisa sih Teknik. Sepi soalnya, gak ada teman buat ngobrol-ngobrol lucu gitu.

 

3. Sang Pencari Jodoh

Meski setiap hari ditemani oleh teman yang itu lagi – itu lagi, ternyata cowok-cowok Fakultas Teknik UI itu punya hobi yang sama. Yakni, mencari jodoh. Iya, nyari doang, dapat gak dapat ya urusan belakangan. Cari aja dulu. Kalau nyantol ya syukur, kalau gak ya paling cuma jadi bahan obrolan aja. Kayak gini : “Bro, ke kantin Psiko yuk bro, ngecengin cewek-cewek sana.” atau “Eh, udah liat Shinta? Anak FISIP yang lagi rame itu bro, cakep yah? Ah, barusan lewat depan gue tuh dia. Tapi gue gak berani sapa, abis cakep banget.” – Namanya aja yang Fakultas Teknik, tapi gak pernah diajarin Teknik Berjodoh. Jadinya ya, gitu. Sana deh balik nongkrong di kantek aja.

 

4. Banyak Dicari

Meski hobinya mencari jodoh, ternyata cowok-cowok fakultas teknik UI ini sudah banyak dijadikan incaran oleh fakultas lain atau bahkan kampus lain. Tapi entah kenapa, mereka sulit sekali dipertemukan. Mungkin belum jodoh. Terus kapan berjodohnya? Kapan ya? Cari waktu buat tidur aja mereka susah, apalagi ketemu jodoh. Eh, bener gak sih?

 

5. Berpotensi Makmur

Jadi, selain sebenernya mereka ini ganteng-ganteng kucel pinter gimana gitu, cowok-cowok Fakultas Teknik UI juga berpotensi loh untuk hidup makmur. Wah kok bisa begitu?

Jadi begini, begitu mereka lulus kuliah, gaji pertama kerja di pertambangan (misalnya) sudah bisa langsung disetel menjadi 8 digit, yaa kira-kira 10 jutaan gitulah per bulan. Tidak cuma itu, jika mereka sudah punya pengalaman, gaji 8 digit yang dihitung per bulan itu, bisa berubah drastis menjadi per jam. Iya, kamu gak salah baca, 8 digit PER JAM.

Misalnya seorang Welding Subsea Engineer dikontrak untuk ngelas pipa bawah laut, begitu selesai bayarannya langsung 40 juta rupiah per jam. Sekali lagi, PER JAM. Nah, dalam jangka waktu kontrak 48 jam dia bisa menghasilkan 1,92 Milyar rupiah. Jadi, gak usah heran kalau kamu cukup beruntung mendapatkan seorang suami Engineer, lalu tiba-tiba dia bisa belikan kamu rumah di komplek estate kelas atas hampir setiap hari, atau ngajakin sekeluarganya umroh tiap bulan. INI DIJAMIN HALAL, gak usah pake korupsi!

 

6. Ramah

Meski badannya besar, mukanya terlihat sangar dan punya kemungkinan jarang mandi. Begitu cowok teknik sudah ngobrol atau kerja bareng cewek sampai larut malam, mereka rela loch nganterin kamu sampai ke ujung dunia sekali pun. Kalau kamu sudah berhasil dapatkan gandengan perasaan sama anak Fakultas Teknik UI dan sering pulang malam lewat bunderan UI, kamu gak perlu takut bakal diserang begal lagi. Karena memang cowok-cowok Fakultas Teknik UI adalah pria-pria pilihan. Salah satu pelindung dan penjaga yang terbaik untuk kaum hawa.

7. Berprinsip

Karena setiap hari ditempa dengan pelajaran dan praktikum yang menguatkan fisik dan batinnya. Cowok-cowok Fakultas Teknik UI biasanya hidup dengan prinsip yang tidak main-main, yaitu semuanya harus KONGKRIT… KRIT!! Setiap hal-hal detil harus jelas perencanaan dan penerapannya. Ketegasan yang seperti ini yang seringkali bikin cewek-cewek gampang melting. Prinsip ini membuat mereka juga rela hidup susah kelak, yang penting istri dan anaknya bisa bahagia lahir dan batin.

 

8. Pecinta Deadline

Karena cowok-cowok Fakultas Teknik UI ini punya prinsip yang tegas, mereka pun juga tegas terkait deadline. Dalam artian, jika sudah hampir “dead”, buru-buru deh bikin antrian (“line”) kerjaan atau tugas-tugas. Jika deadline tugas adalah 7 hari, maka mereka akan mengerjakannya paling cepat pada H-1. Paling lama? paling satu jam sebelum tugas dikumpulkan baru dikerjakan. Meski demikian, tugas yang diberikan pun hasilnya …. ya diharapkan gak jelek-jelek amat lah.

 

Nah, apakah kamu sepakat bahwa mereka yang mahasiswa dan lulusan Fakultas Teknik UI memang layak dijadikan pasangan? Jika kamu setuju dengan rangkuman kami, jangan lupa untuk di share di Twitter, Facebook atau LINE kamu ya! Siapa tau di timeline kamu lagi ada anak teknik yang ngepoin postingan kamu. Biar jleb-jleb gimana gitu, siapa tau jodoh. :p

 

9 Jenis Anak Teknik Berdasarkan Tempat Tongkrongannya (Bag. 2 – habis)

Apa kabar, Civitas Academica Universitas Indonesia? Di sela-sela hiruk-pikuk Ujian Tidak Serius dan long weekend ini, saya hadir kembali menambah penat di kepala Anda. Kali ini gue akan membahas tentang jenis-jenis anak teknik, pastinya di FTUI, berdasarkan tempat tongkrongannya—karena setiap departemen maupun jurusan pasti punya ciri khasnya masing-masing.

Buat anak teknik atau anak-anak fakultas lain yang penasaran, mau meng-iya-banget-kan, atau bahkan meng-yaelah-apabanget-kan artikel ini, yuk ga usah basa-basi lagi; sok atuh dibaca!

Ini bagian kedua. Baca bagian pertama dari tulisan ini: 9 Jenis Anak Teknik Berdasarkan Tempat Tongkrongannya

 

4. Anak Gazeb//Kanopi

Gazebo Teknik UI

Ada yang menyebutnya Gazebo, ada yang menyebutnya Kanopi. Terserah mau nyebut apa, yang penting fungsinya sama; buat duduk-duduk ngobrol-ngobrol, belajar bareng, atau ngerjain tugas. Kanopi atau Gazebo yang paling terlihat oleh khalayak ramai adalah kanopi Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin. Ketiga kanopi ini letaknya berdekatan dan jika dilihat dari ketinggian 1000 kaki akan terlihat seperti membentuk rasi bintang tertentu dan membentuk sudut-sudut geometrik yang sangat aduhai. Ga deng boong.

Kalo diperhatikan dengan teliti dan saksama, Kanopi atau Gazeb yang paling ramai dan tidak pernah kesepian pengunjung adalah Gazeb Teknik Kimia. Di sana selalu ramai dengan mahasiswa-mahasiswa yang menghabiskan waktunya, entah untuk bercengkrama ataupun… belajar.

 

5. Anak Studio

1428123100945
Studio Teknik Arsitektur (Photo by Shaflian)

Wah tidak usah dipertanyakan lagi siapa yang menghuni tempat ini, sudah dipastikan adalah anak Arsitektur. Bayangkan, studio di lantai 6 gedung S ini merupakan satu-satunya ruangan di lantai tersebut. Penulis ga pernah masuk sih, cuma pernah sampe depannya doang dan bener-bener lyk a studio yang di mana-mana tercipta sebuah karya yang luar biasa. Studio ini bisa diibaratkan sebagai rumah kedua bagi mahasiswa-mahasiswi Arsitektur, karena mereka banyak menghabiskan waktu di sana bersama kelompoknya untuk membuat segala macam maket dan tugas yang diberikan. Katanya sih, semakin banyak mendekam dan menghabiskan waktu di studio, semakin sejati-lah mahasiswa Arsitektur tersebut. Gimana engga, 6-10 SKS berasa 144 SKS, brur.

 

6. Anak EC

DSCN3564
Engineering Center (sumber)

EC atau Engineering Center merupakan gedung yang cukup kekinian, didominasi oleh kaca, dan sangat syuting-able. Lokasinya berdekatan dengan FE dan Jembatan Teksas. EC ini adalah tempat dimana anak-anak Program internasional mengenyam bangku kuliah, otomatis pasti kebanyakan dari mereka nongkrong di sana. Fasilitasnya juga cukup lengkap yakni terdiri atas parkiran yang sangat luas, pintu yang dapat terbuka otomatis, segala jenis ATM dan Bank Bukopin, lift, serta 2nd Bite. Sayang saja terdapat inkonsistensi antara lantai yang ditunjuk oleh lift dengan lantai yang sebenarnya huehehe.

 

7. Anak Rotunda

1428118335989
Rotunda FTUI (Photo by Amel)

Sebenernya penulis sendiri masih bertanya-tanya apakah definisi dari seonggok Rotunda. Saat melihat ke Rotunda UI, di sana yang dominan adalah lapangan luasnya. Apabila menengok ke Rotunda Teknik, maka yang terlihat adalah meja besar melingkar dengan kursi-kursinya yang juga demikian. Ada juga panggung super besar yang bernama Rotunda Tekkim, bisa dipake personil TJK48 buat manggung di FT. Rotunda ini besar sekali pemirsah dan biasa dipake anak Tekkim buat ngumpul-ngumpul ataupun kalo ada gathering gitu, heboh dan keren deh pokoknya.

Dan yang masih menjadi misteri serta hidden place adalah kafe di bawah Rotunda Tekkim itu. Ternyata kafe itu telah ditutup dan sekarang dijadikan gudang… Huh rupa-rupanya Teknik benar-benar tidak memiliki tempat yang sederajat dengan ah, Coffe Toffee, maupun Yoshinoya. Ga deng becanda, don’t expect too much.

 

8. Anak Selasar

1428070792152
Selasar Departemen Teknik Elektro (Photo by Aiyuni)

Selasar a.k.a ruang yang berfungsi untuk sirkulasi barang dan manusia serta sering mengalami reproduksi ruang merupakan tempat nongkrong yang pw dan asik karena kamu bisa selonjoran dan sender-senderan sesuka hati. Selasar yang selalu terlihat ramai dan heboh adalah Selasar (lagi-lagi) Teknik Arsitektur. Selasar ini akan selalu ramai, silahkan diperhatikan apabila teman-teman melakukan migrasi saat jam makan siang dari Lobby S menuju Kantek.

Selain Teknik Arsitektur, anak selasar ini juga dijuarai oleh Teknik Elektro. Jika dilihat-lihat, selalu ada mahasiswa yang bertengger di selasar ini, entah sekedar bermain laptop ataupun bercengkrama dan rapat kecil-kecilan. Mungkin karena selasar Teknik Elektro sangat nyaman dan departemennya berlokasi di paling depan FTUI (?)

 

9. Anak Jurang

Aku pun tidak mengerti mengapa poin terakhir ini sangat absurd dan agak sedikit beda dari yang lain. Sejujurnya poin ini cuma buat mengganjilkan jumlah poinnya, karena Tuhan itu satu dan satu itu ganjil. Gue sendiri pun ga tau letak jurangnya dan mengapa orang-orang menyebut lokasi ini adalah jurang. Tempat ini dipenuhi dengan mobil-mobil yang berparkir, berdekatan dengan Pusgiwa UI, belakang Stadion, dan deket juga sama Departemen teknik Metalurgi dan Material serta Teknik Industri.

Oh iya, kalo ada penunjuk jalan di deket Vokasi yang bertuliskan Laboratorium Teknik Metalurgi dan Material, itu sebenarnya mengarah ke jurang yang dimaksud. Penulis sendiri yang merupakan mahasiswa jurusan tersebut masih belum mengerti mengapa laboratorium kita dibikin penunjuk sendiri padahal laboratorium tersebut tidak terpisah dari FT dan tidak sebesar yang Anda pikirkan, kawan-kawan… Cuma emang ada gedung yang baru dibangun sih.

 ***

Udah, jadi segitu aja jenis-jenis anak teknik menurut tempat tongkrongannya. Sebenernya ga bisa distereotype-kan dan digeneralisasi juga sih pernyataan-pernyataan ini, ga berlaku mutlak juga, cuma karena emang dominan dan ciri khas banget, maka terjadilah. Buat seru-seruan aja kok teman-teman, no offense. Meskipun tempat main kita beda-beda, kita tetep anak papa mama membaur serta senantiasa menciptakan solid teknik, kok. Ea. Bagi temen-temen yang mau nambahin silahkan komentar aja, gratis kok! Selamat menikmati UTS semua!

9 Jenis Anak Teknik Berdasarkan Tempat Tongkrongannya (Bag. 1)

Apa kabar, Civitas Academica Universitas Indonesia? Di sela-sela hiruk-pikuk Ujian Tidak Serius dan long weekend ini, saya hadir kembali menambah penat di kepala Anda. Kali ini gue akan membahas tentang jenis-jenis anak teknik, pastinya di FTUI, berdasarkan tempat tongkrongannya—karena setiap departemen maupun jurusan pasti punya ciri khasnya masing-masing.

Buat anak teknik atau anak-anak fakultas lain yang penasaran, mau meng-iya-banget-kan, atau bahkan meng-yaelah-apabanget-kan artikel ini, yuk ga usah basa-basi lagi; sok atuh dibaca!

Bagian kedua dari tulisan ini bersambung besok lusa. Subscribe lewat email ya supaya tidak ketinggalan updatenya!

1. Anak Kantek

90705785
Kantek (sumber)

Kantin Teknik atau biasa familiar disebut Kantek merupakan tempat favorit bagi anak-anak teknik yang suka nongkrong-nongkrong ataupun sekedar melepas rasa lapar. Tau ga sih, secara ga sadar dan ga disengaja, ternyata kantin teknik ini terbagi-bagi menjadi zona-zona tersendiri, tempat di mana mahasiswa-mahasiswa dari jurusan tertentu biasa ngumpul. Ada apa aja tuh?

Kantek Dalam

1424131958910
Photo by Melissa

Jadi secara garis besar Kantek itu dibagi jadi dua, ada Kantek Luar dan Kantek Dalam. Kantek yang di dalam, ya namanya Kantek Dalam. Ets, Kantek Dalam dibagi lagi jadi dua lagi, ada Zotam (Zona Hitam) dan Zona Sipil.

Zotam (Zona Hitam)

Zona Hitam ini terletak di Kantek Dalam yang letaknya deket sama Lapangan Teknik (Laptek), biasanya dihuni sama anak-anak Teknik Mesin.

Zona Sipil

Nha, kalo yang ini dari namanya aja udah jelas, pastilah dihuni sama anak-anak Teknik Sipil. Kalo tadi Zotam letaknya di deket Laptek, Zona Sipil ini letaknya deket sama Taman Teknik (Tamtek).

Zotam dan Zona Sipil ini ga literally kepisah kok, cuma dibagi aja jadi sebelah kiri dan sebelah kanan, dan keduanya dipisahin sama jalan buat orang-orang lewat di mana ketika kamu melewati jalan tersebut kamu merasa berjalan di tengah lorong yang hampa dan berasa seperti Miss Universe, semua mata tertuju padamu sembari diiringi lagu You Rise Me Up. Oh iya, jadi Kantek Dalam ini juga sering dipake buat acara-acara gitu karena emang tempatnya luas dan pas banget buat dibikin panggung kecil-kecilan. Juga di tempat inilah aspirasi-aspirasi dan diskusi-diskusi yang dirindukan mahasiswa, khususnya mahasiswa teknik terjadi.

Zona Hijau a.k.a Zona Ganteng

1428113028115
Zona Hijau (Photo by Amel)

Zona Hijau atau Zona Ganteng (Zogan) ini terletak di luar, sebelah pojok Kantek, sebelahan sama Musholla Teknik (Mustek). Zogan ini merupakan tempat yang sering banget dipake nongkrong anak-anak Teknik Metalurgi dan Material, saking seringnya sampe punya location sendiri di Path. Dinamakan Zona Hijau mungkin karena memang wilayah tersebut didominasi oleh nuansa hijau, tetapi entah bagaimana asal-usulnya bisa tercipta zona yang disebut dengan ganteng. Kalo diperhatiin dan kalo kamu coba berdiam diri di Kantek sampe larut malam sekitar jam 11-12an, sudah dapat dipastikan bahwa di Zogan ini masih terdapat manusia yang beraktivitas. Jadi, kalo kamu ke Kantek jam 11-12 malem dan masih menemukan orang di Kantek, sapa aja dia, siapa tau bisa ngelelehin hati kamu. Kalo ngga, ya lambaikan tangan aja ke kamera.

Kantek Pink

Namanya lucu banget ga sih? Yup, kebayang dong yang biasa nongkrong di situ pasti lucu-lucu cantik gitu seperti bidadari jatuh dari surga dihadapanku ea ea ea? Ihiy, Zona Pink ini paling banyak dihuni oleh bidadari-bidadari Teknik dan juga zona yang gabungannya paling banyak, yaitu Teknik Arsitektur, Teknik Industri, dan Program Internasional. Duh, kebayang dong gimana classynya ini Zona? Entah sengaja atupun tidak, hanya di zona ini yang terdapat wastafelnya, mungkin memang karena yang sering makan di sini orang-orang yang super bersih dan higienis yha, ga tau juga sih tapi ini adalah sebuah kebetulan. Kantek Pink ini letaknya di luar juga, di deket Lapangan BP3, dan di samping Zona Ganteng.

Kantek Atas

1428118300344
Kantek Atas (Photo by Amel)

Sekarang kita naik satu tingkat yuk! Di tingkat kedua atau di tingkat atas Kantek ini, isu-isunya merupakan tempatnya mahasiswa-mahasiswa berprestasi ataupun yang gemar belajar bersarang. Entahlah penulis pun tidak mengerti akan kevalidan isu tersebut, tapi penulis sendiri pernah nyobain belajar di Kantek Atas dan emang tempatnya pw banget; luas, kursinya banyak, damai, dan banyak angin sepoi-sepoinya gitu deh. Emang cocok sih buat belajar sambil ngemil-ngemil atau makan besar. Kantek atas ini biasanya dihuni sama anak-anak dari Teknik Elektro dan Teknik Kimia.

 

2. Anak Tamtek

progres-desfur-10-638
Taman Teknik (sumber)

Yup, teknik juga punya taman loh teman-teman, namanya Taman Teknik (Tamtek). Jangan berpikiran bahwa Taman Teknik ini ditumbuhi rerumputan bunga-bunga dan diterbangi kupu-kupu ya, malahan Taman Teknik ini ditumbuhi sesuatu yang sangat eksotis; bola kristal, entah mengapa bola kristal bisa tumbuh di taman. Btw sepertinya semua tempat yang ada di teknik disingkat dan berakhiran …tek. Nevermind.

Taman Teknik ini tempatnya enak banget buat kumpul-kumpul atau sekedar ketemuan sama temen, karena tempat duduknya banyak. Biasanya, di Taman Teknik ini bertebaran sama anak-anak dari Teknik Sipil, mungkin karena zona mereka letaknya deket sama Tamtek jadi sekalian aja gitu tumpeh-tumpeh ke Tamtek… Di sekitar Tamtek juga banyak tempat-tempat legendaris dan bersejarah dalam kehidupan akademik yaitu fotocopy Savin, satu fotocopy punya koperasi, dan satu lagi yang deket Savin yang kukira sama ternyata berbeda.

 

3. Anak Lobby K

Ini adalah tempat di mana kamu akan menjadi makhluk primitif seketika karena tidak mendapatkan sinyal seluler. Ga deng ga separah itu, but mostly. Awal-awal pasti kamu akan bingung karena tempat ini mempunyai empat pintu yang akan membawamu ke tempat yang misterius serta belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tadinya mau ke Kantek, eh kok salah jalan malah melipir ke Haltek. Yha…

Loh kok adi ngelantur gini. Jadi kalo kamu ke Lobby K entah pagi ataupun malam pasti kamu akan menemukan anak-anak mahasiswa Arsitektur yang sedang sibuk memegang sketchbook ataupun alat warna ataupun maket dan sebagainya yang membuat kamu berpikir dan bertanya-tanya, “itu kalo gue ambil sebagian kecilnya atau gue goyangin dikit pake dribble, rusak ga ya? dia bakal marah nangis-nangis darah ga ya?…

***

Bagian kedua dari tulisan ini bersambung besok lusa. Subscribe lewat email ya supaya tidak ketinggalan updatenya!

Empat Tuduhan Orang ke Cewek Teknik (dan Jawaban Kami)

Cewek Fakultas Teknik

Akhir-akhir ini, gue sering banget diledekin “cewek teknik”.

Enggak salah sih, kan emang bener kalo gue cewek yang kuliah di jurusan teknik. Cuma alasan dibalik ledekannya itu yang sedikit bikin kesel. Iseng, gue pernah voting kecil-kecilan, bener-bener kecil, respondennya cuma 3 hehe, dua cowok dan satu cewek.

Pertanyaannya sama, yaitu : “Apa yang ada di pikiran kamu ketika mendengar kata cewek teknik?”

Jawabannya beragam tapi intinya sama. Menurut mereka, cewek teknik itu, yang pertama agak tomboy, agak kecowok-cowokan, kuat, jarang mandi, gak suka dandan, jomblo, bawaannya ransel besar dll dkk dsb yang begitu begitu-_-

Pernah baca di kaskus percakapan begini… percakapan antara cowok dan cewek yang belum saling kenal, terus mereka chatting :

Cowok : Hai.. boleh kenalan gak? Anak mana?

Cewek : Boleh. Anak Universitas X.

Cowok : Wih, keren! Ambil jurusan apa?

Cewek : Gue teknik

Cowok : ……………… *tiba-tiba end chat”

 

MAKSUDNYA APAAN???

Iya, itu cowok udah keburu ngebayangin cewek teknik itu begitu, gak bakal “bagus” dijadiin pacar (Alhamdulillah sih haha). Dan disini, gue cuma mau mengutarakan (utara, selatan, timur, barat-_-) tanggapan dan jawaban dari diri pribadi selaku ekhem cewek teknik ekhem yang mengalami dan melihat langsung gimana kehidupan di teknik (walau baru masuk tahun kedua). Maaf kalo hasil kacamata gue nanti agak subjektif karena ini yang gue alami, haha *permohonan maaf sebelum berbuat salah*

Sebelumnya, kenalan dulu ya. Gue cewek, jurusan Teknik Lingkungan UI. Teknik yang menurut orang-orang “paling gampang” daripada teknik-teknik lain. (gue termasuk yang berpikir kayak gini sebelum masuk teknik lingkungan, hiks) padahal aslinya, ini teknik yang lumayan berat bro.. kita juga pelajarin tentang teknik sipil disini (ini Teknik Lingkungan versi UI, tiap universitas beda-beda), kita belajar menggambar bangunan dan tiap detailnya, kayak pondasi, atap, kuda-kuda, dan lain-lain dan jangan ngeluh kalo nanti kerjaannya berhubungan sama sampah dan “sisa-sisa”, emang itu matkul nya-_-v

 

Tuduhan Pertama: Cewek teknik itu tomboy

Ini orang yang ngomong kayak gini asal persepsi aja, kalau bahasa MPKT A-nya ini sesat pikir karena men-stereotype-kan sesuatu, bingung ya? Masih inget gak matkulnya? :”) Udah jangan dipikirin. Orang yang ngomong gini, coba sekali-kali ke Teknik UI. Banyak akhwat-akhwat dengan rok dan kerudung panjang berlalu lalang menuju kelas, kantek, mustek dll. Setomboy-tomboy nya cewek teknik, enggak ada yang sampe rambutnya cepak dan menyerupai laki-laki, banyak juga yang pake jeans masih membentuk kaki (ini maksudnya masih mencirikan perempuan yang fashionnya tetap fashion perempuan-_-v hehe).

Jadi, mungkin kesimpulannya : kita bukannya tomboy, cuma kita gak neko-neko. Dan yang bilang cewek teknik tomboy secara tampilan, anda salah besar.

FYI, Jadi di teknik UI itu, “ospek”nya satu tahun. Semester pertama ospek yang ditentuin jenisnya, dan kita tinggal mengikuti rangkaiannya, dan di semester dua itu bagaimana sikap kita jika ingin “diterima” dan masuk jadi keluarga teknik UI. Beda-beda sih sesuai departemen. Dan yang kayak gini, selalu bikin kita pulang malam. Mungkin kalau dilihat malam-malam, cuma di teknik yang jam 21.00 motor baru masuk, fakultas lain mah udah sepi, ini kehidupannya baru mulai.

Jadi kalau maksudnya tomboy secara sikap. Mungkin ada benarnya. Tapi bukan tomboy sih, mungkin disebutnya mandiri #eea Jadi kita mah udah biasa sering pulang malem, naik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Malah sering ada jartelan ngadain pertemuan baru dimulai jam 21.00. Strong, (wo)men! Hehe, tapi kalau gue, kalau dari rumah gak ada yang jemput, gue balik sore atau minimal nginep di asrama atau kosan temen hehe kagak berani pulang naik kendaraan umum sendiri, apalagi di terminal depok.

Jadi kesimpulannya : cewek teknik secara tampilan gak tomboy, kita cewek normal, kayak cewek-cewek lainnya dan mungkin bisa dibilang kita ini lebih mandiri dan gak neko-neko, gak menye-menye #eaa #benerinkerah #padahalgakpakekerah

 

Tuduhan Kedua: Cewek teknik itu jarang mandi

Ini hmm, beberapa bulan yang lalu ceritanya abis pertemuan Rupin (Rumah Pintar –red), Kak Anjas (salah satu kakak di sana), menjelaskan ke adik-adik di Rupin tentang teknik dengan semena-mena, salah satunya ini. Dia bilang cewek teknik jarang mandi ckck, padahal ada gue dibelakangnya.

Mau meluruskan lagi, kita itu rajin kok mandi. Cuma kalau air keran mampet dan bangun kesiangan, nah ini kan musibah yang gak bisa dihindari, jadi ya…..hmm…kita…gakmandi. wkwk. Karena tugas di teknik itu banyak kan yak (gaktau jurusan lain mungkin sama), jadi kita keseringan begadang, ketika bangun kesiangan, wah kalap kan. Langsung ambil perlengkapan mandi dan handuk, tapi yang dipake cuma sabun cuci muka, sikat gigi dan odol, tambah deodorant dan semprot minyak wangi kalo sempet wkwk. Gak deng ini bercanda, mandi mah tergantung individu, bisa juga anak Ekonomi, anak Kedokteran atau anak MIPA mengalami ini. Jadi intinya, jarang mandi dan cewek teknik itu bukan suatu kolerasi yang tepat.

 

Tuduhan Ketiga: Cewek teknik gak bisa dandan

Kalo buat kasus gue, ini bener hehe. Tapi kalo ada orang yang bilang meng-generalisir kayak gini jelas salah. Coba sekali-kali main ke Teknik Industri atau Arsitektur, wah ini..ceweknya udah pada kayak bidadari deh, iya Bidadari di sarang penyamun(?) Cek tasnya, serius. Gue pernah ngecek sendiri. Isinya selain buku yang tebel-tebel, terselip kaca, bedak dan lipgloss. Ketika kelas berlangsung juga mereka gak segan-segan memoles lipgloss ke bibirnya (izin dulu kek gitu ke toilet hehe), mungkin bibirnya udah terlalu kering karena AC, kali ya.

Dan satu jawaban yang paling masuk logika adalah : Emang dandan buat apa si? Menarik perhatian lawan jenis? Kalo tujuannya kayak gitu, kita (cewek teknik) udah hidup dan tinggal di lingkungan laki-laki, jadi………buat apa dandan? #thinkhard #benerbenerhard

 

Tuduhan Keempat: Cewek teknik kebanyakan jomblo karena gak ada laki-laki yang mau ngedeketin, wkwk

Untuk yang satu ini, gue gatau mau komen apa wkwk. Jawabannya sih simple, tugas kuliah kita lebih banyak membutuhkan perhatian. Jadi ngapain bagi-bagi perhatian ke cowok. fokusin perhatian ke tugas aja belom tentu tuh tugas selesai #eaacurhat. Tapi serius, karena saking banyaknya tugas yang deadlinenya berdekatan, kita sampe gak ada waktu gitu buat mikirin pacaran atau minimal deket ama cowok dan juga, kita udah kebiasaan deket sama cowok (secara hidup ditempat cowok), jadi buat apa yang lebih-lebih kayak gitu?

Ehtapi gak jarang loh (gak jarang tidak sama dengan banyak), ada cewek teknik yang pacarnya anak teknik juga. Mungkin mereka merasa senasib, jadi saling membagi dan mengurangi beban satu sama lain gitu(?) #eea #pleasedeh, ada yang sama temen seangkatan, senior sama junior satu jurusan, senior sama junior satu departemen, teman seangkatan beda departemen dll.

 

***

Well, mungkin masih banyak “tuduhan lain”. Tapi.. sekian dulu sesi kali ini dan pesan saya, ubah mindsetmu tentang cewek teknik, cewek teknik gak melulu yang jelek-jelek gitu. kita mungkin terlihat kuat, karena emang gak mau dianggap lemah. Tapi kita juga butuh perhatian sebagaimana perempuan lain juga menginginkannya. Bahkan jika kita para perempuan “dilepas” di suatu pulau tak berpenghuni, mungkin cewek teknik yang paling survive untuk hidup. Hehe masih hipotesis nol. Bisa benar bisa salah. #EdisiStatprob

Sumber gambar: IMM-FTUI.org

DONGKRAK SENI UI

Dini hari konsumtivisme sudah banyak mengisi kota metropolitan dan megapolitan seperti Jakarta. Anak-anak muda yang mempunyai waktu luang lebih cenderung menghabiskannya dengan bepergian ke mall, tempat hura-hura, nongkrong di cafe, dan berbelanja barang bermerk. Lalu … Baca Selengkapnya

ENTREPRENEURSHIP DAY UI

ENTREPRENEURSHIP DAY UI ini merupakan acara terbesar pertama berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik UI. Sebuah proker dari Kewirausahaan BEM FTUI dan E-Corps FTUI yang didasarkan karena kepedulian atas besarnya kebutuhan pengusaha di Indonesia. … Baca Selengkapnya

PRESS RELEASE CENS UI 2013

CENS UI 2013: GREAT AUDIENCE, GREAT SPEAKER, GREAT THEME, AND GREAT PEOPLE             The 11th CENS UI (Civil Engineering National Seminar Universitas Indonesia) 2013 telah sukses diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sipil FTUI pada hari Selasa … Baca Selengkapnya