5 Tempat di UI Ini Ramah untuk Kamu yang Introvert

5 Tempat di UI Ini Ramah untuk Kaum Introvert. Kegiatan perkuliahan dari pagi sampai sore memang bikin lelah. Belum lagi kalau malamnya ada rapat organisasi atau kepanitiaan, rasanya tenaga kayak diperas habis-habisan. Kaum ekstrovert mungkin nggak mempermasalahkan hal itu karena mereka cenderung suka bertemu dengan banyak orang. Namun, bagaimana dengan kaum introvert? Nggak bisa bohong, pasti capek banget rasanya.

Jika memiliki waktu luang, orang-orang yang memiliki kepribadian introvert ini akan memilih untuk berdiam diri di kamar untuk mengisi kembali tenaganya. Nah, bagaimana dengan introvert yang punya banyak kesibukan di kampus? Tenang aja, UI punya beberapa spot bagi kaum introvert untuk lari dari segala hiruk-pikuk perkuliahan. Di mana aja tempatnya? Berikut ulasannya.

1. Lantai 4 Perpusat

Sumber: ui.ac.id

Siapa sih mahasiswa UI yang nggak suka ke Perpustakaan Pusat (Perpusat)? Udah wifi-nya kenceng, AC-nya adem, ada tempat nongkrongnya lagi. Selain meminjam buku, Perpusat juga menjadi pilihan bagi mahasiswa untuk kabur sejenak dari kepenatan kuliah. Tak terkecuali bagi kaum introvert.

Kalau kalian suka tempat yang sepi, kalian bisa ke lantai 4 Perpusat dan duduk-duduk di depan ruang koleksi referensi. Di sana, kalian bisa menenangkan diri dengan ditemani oleh pemandangan Gedung Rektorat yang bisa kalian lihat melalui dinding kaca. Selain itu, wifi di sana kenceng banget, loh. Sambil mengisi tenaga diri, kalian bisa streaming tanpa takut buffering, deh.

BACA JUGA: 4 Fasilitas di Perpusat UI Ini Bikin Kamu Komentar “Ini Perpustakaan apa Mall?

2. Pusgiwa

Sumber: ui.ac.id

Siapa bilang Pusgiwa (Pusat Kegiatan Mahasiswa) cuma buat aktivis organisasi kampus aja? Semua orang boleh ke sini, kok. Kegiatan mahasiswa di sana juga biasanya lebih banyak dilakukan pada sore atau malam hari. Jadi, pagi sampai siang tempat ini cukup sepi.

Buat kaum introvert, Pusgiwa bisa jadi pilihan tempat untuk mengisi tenaga. Karena sepinya cuma pagi sampai siang, mungkin cuma kalian yang kelasnya siang atau sore aja yang bisa mampir ke sini dulu, kecuali kalau kalian mau cabut kuliah sih, hehe.

Di sana, kalian bisa duduk-duduk di selasar bawah sambil mainin ikan di kolam atau sekadar menikmati pemandangan Danau Mahoni sambil wifi-an. Selain itu, kalian juga bisa rebahan di satu ruangan organisasi kalau kalian punya akses buat masuk ke sana. Ingat, jangan sampai kalian curi-curi buat masuk ruangan orang, ya.

BACA JUGA: 8 Fakta Pusgiwa UI yang Cuma Diketahui Aktivis UKM dan Organisasi

3. Belakang Makara Art Center

Potret senja dari belakang Makara Art Center (dokumentasi pribadi)

Bisa dibilang kalau tempat ini emang literally sepi. Saking sepinya, tempat ini biasa jadi spot buat pacaran. Nah, buat kalian yang introvert (apalagi yang punya pacar dan sama-sama introvert), kalian bisa menjadikan tempat ini untuk bersantai pada sore hari. Suasananya yang syahdu bikin tempat ini tenang dan enak buat dijadikan tempat ngobrol empat mata sama seseorang. Kalian akan disuguhi pemandangan Danau Kenanga dan Gedung Rektorat. Karena di sana nggak ada tempat duduk, kalian bisa duduk di atas rerumputan sambil menikmati senja di langit UI. Kurang kopinya aja tuh biar kayak anak indie, hehe.

 

4. Taman Lingkar

Sumber: idntimes.com

Taman Lingkar atau biasa disebut Tamling ini lokasinya berada di luar Perpusat. Biasanya, setiap sore banyak orang yang duduk-duduk santai di sana. Walaupun ada banyak orang, tapi suasananya nggak gaduh, kok. Jadi, tempat ini cocok buat kaum introvert yang ingin beristirahat sambil merasakan angin sore yang sepoi-sepoi.

5. Taman Firdaus

Sumber: Twitter BEM FIB UI

Taman Firdaus atau yang biasa disebut Tamfir ini berada di belakang Gedung Rektorat. Tempatnya cukup luas dan sepi, sehingga biasa dijadikan tempat untuk team building organisasi atau jurusan. Di sana juga ada tempat duduk kok, jadi kaum introvert bisa banget kalau mau menyepi di sana, baik untuk sekadar bersantai atau mengerjakan tugas.

***

Nah, itulah tadi ulasan mengenai lima tempat di UI yang ramah bagi kaum introvert. Selain tempat-tempat tersebut, tentunya masing-masing fakultas punya tempat yang sepi dan cocok juga buat kaum introvert. Jadi, kalian bisa curi-curi waktu di tengah jadwal kuliah yang padat untuk mengisi tenaga, deh.

Rasa Kesepian Memuncak di Masa Kuliah, Wajar Nggak Sih?

Sejak pindah ke Depok, gue sering banget ngerasa sepi di kostan. Padahal di kampus ketemu temen, tapi begitu sampai kostan jadi terasa sepi dan sendiri. Sebenernya itu normal nggak, sih?

Pasti hal tersebut sering banget dialami oleh teman-teman anakUI yang berangkat merantau ke Depok, kuliah dan akhirnya tinggal sendiri. Apalagi, untuk teman-teman anakUI yang berasal dari luar daerah Jabodetabek dan tidak bisa sering-sering pulang ke rumah. Kalau lagi bengong di kamar kost atau asrama dan gak ada kegiatan, pasti suka tiba-tiba merasa kosong, sendiri dan kangen sama suasana di rumah atau homesick. Gak jarang, rasa kesepian kita kadang mengganggu produktivitas kerja kita loh, guys. Kita jadi males ngapa-ngapain, ketika nugas gak fokus, gak mood untuk beresin kamar kost atau bahkan beli makanan.

Sebenarnya, kok kita bisa ngerasa kesepian gitu, sih? Dan sebenarnya, kesepian itu normal nggak, sih? Gimana cara mengatasinya? Kali ini anakUI.com bakal bahas khusus untuk kalian anakUI yang berada di perantauan!

Kesepian atau Loneliness, beda dengan Sendiri atau Alone

Are you feeling lonely? (Sumber: Ethics Daily)

Sebelum kita belajar tentang Kesepian, kita harus tau dulu kalau kesepian (loneliness) itu beda loh sama sendiri (alone) guys. Untuk kalian yang introver, pasti tahu rasanya lelah bersosialisasi dan mau me time atau waktu sendiri. Dengan waktu sendiri, kita bisa melakukan hal-hal yang kita sukai untuk refreshing. Makanya, kalau ada temen yang sering jalan sendiri, jangan langsung menyimpulkan dia kesepian ya, karena siapa tahu memang sendiri adalah hal yang menyenangkan bagi dirinya.

Terus, kesepian itu yang kayak gimana, dong? Kesepian atau loneliness itu terjadi jika kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial yaitu bersosialisasi tidak dapat terpenuhi. Makanya, orang yang merasa kesepian tidak selalu yang sedang sendiri di suatu tempat. Di tengah-tengah keramaian pun, jika orang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhannya untuk bersosialisasi, orang tersebut bisa merasakan kesepian.

Apa sih, yang bikin kita merasa kesepian?

Setidaknya, ada empat faktor yang menyebabkan kesepian. Faktor pertama itu adalah masalah pribadi. Contohnya yang biasa kita alami adalah tinggal sendirian, gak punya pasangan (iya, jomblo juga salah satu faktor penyebab rasa kesepian, loh!), dan masalah pribadi lainnya.

Kedua, transisi dalam kehidupan. Nah, yang ini pasti sangat terasa ketika kalian lulus dari SMA dan harus merantau untuk berkuliah sendirian. Transisi dari kehidupan SMA ke kehidupan kuliah yang serba mandiri tersebut bisa menyebabkan rasa kesepian loh, guys. Selain itu, hal lain misalnya kehilangan teman atau anggota keluarga juga bisa menyebabkan rasa kesepian.

Merantau untuk berkuliah merupakan hal yang paling sering membuat mahasiswa merasa kesepian. (Sumber: IDN Times)

Karakteristik pribadi dan kondisi kesehatan juga bisa menyebabkan rasa kesepian loh. Hal ini dikarenakan seseorang akan merasakan bahwa dirinya “berbeda” dari yang lain, misalnya menjadi minoritas dalam satu kelompok atau memiliki disabilitas fisik.

Nah, hal itu wajar, nggak? Dampaknya apa sih bagi kita?

Tenang guys, setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya kesepian. Sebenarnya, kesepian itu tidak secara langsung merupakan masalah kesehatan mental. Namun, kesepian tetap berhubungan erat dengan masalah kesehatan mental. Ketika seseorang merasa kesepian, hal ini dapat memicu terjadinya masalah kesehatan mental seperti anxiety atau kecemasan, depresi, dan ketika semakin parah dapat memicu risiko bunuh diri. Bahaya banget kan, guys.

Sementara itu, kondisi kesehatan mental yang kurang stabil seperti harga diri rendah atau low self-esteem dapat menyebabkan terjadinya isolasi diri. Isolasi diri dapat menghambat hubungan sosial seseorang sehingga dapat menyebabkan rasa kesepian, guys. Kesimpulannya, kesepian yang dibiarkan berlarut bisa menyebabkan masalah yang lebih serius!

Terus gimana cara mengatasi rasa kesepian?

Tenang saja, guys. Kesepian ini dapat diatasi dengan melakukan hal-hal berikut. Pertama, kalian perlu membangun hubungan sosial yang baik dengan orang-orang di sekitar. Dan gak harus selalu face-to-face, loh. Ambil contoh, rajin-rajin berkabar ke keluarga dan teman-teman SMA di kota asal kita, supaya kita ingat selalu bahwa kita punya mereka di kehidupan kita.

Cobalah untuk sering menyapa teman-teman di kampus! (Sumber: IDN Times)

Lalu, lakukan kontak sosial dan bertemu orang baru di sekitar kalian. Contoh sederhana adalah menyapa PLK di pagi hari ketika mereka membantu kita menyeberangi jalan, ngobrol kecil dengan ibu kantin, dan sebagainya. Kalian juga bisa mencoba ikut kegiatan seperti UKM di kampus atau organisasi dan kepanitiaan untuk bersosialisasi, loh. Bertemu orang baru juga bisa dilakukan secara online melalui media sosial, namun harus selalu ingat untuk bijak dalam menggunakan media sosial, ya.

Ikut kepanitiaan di kampus gak hanya akan meningkatkan softskillmu, namun juga menambah teman dan menghindari rasa kesepian! (Sumber: Jomblonity Blogspot)

Selain itu, jangan lupa untuk me-time dan hargai diri kalian sendiri dengan melakukan hal-hal yang kalian sukai seperti melakukan hobi atau jalan-jalan. Jika menurut kalian hal-hal tersebut masih kurang efektif, kalian bisa berkonsultasi di Badan Konseling Mahasiswa (BKM) UI yang ada di Klinik Makara UI dan menceritakan perasaan yang kalian alami kepada konselor.

Tapi kalau ada teman yang merasa kesepian, kita harus gimana?

Jika ternyata ada teman kalian atau orang terdekat kalian yang sedang merasakan kesepian, kalian juga bisa membantunya dengan keep in touch dengan mereka, seperti sekadar tanya kabar atau ajak makan siang bareng. Tunjukkan juga support kalian dan dengarkan ketika mereka ingin menceritakan perasaan mereka kepada kalian. Ingat, berikan ruang kepada mereka untuk bercerita dan jangan mengeluarkan perkataan yang malah membuat mereka semakin down, ya. Kalian juga bisa memberi saran-saran praktis seperti yang disebutkan di atas tadi loh.

Kesepian memang wajar dialami oleh seseorang, namun yang gak wajar adalah ketika rasa kesepian itu dibiarkan berlarut-larut sehingga menghambat aktivitas serta menimbulkan masalah-masalah baru lainnya. Makanya, kita harus paham gimana cara mengatasinya supaya bisa mengatasi rasa kesepian dari diri sendiri maupun teman di sekitar kita.

Remember, you are not alone!

Referensi:

Mind. (2013). How to cope with loneliness. United Kingdom: Mind. Retrieved from http://www.fundacion-salto.org/documentos/how-to-cope-with-loneliness-2013.pdf

Header image: opendoorstherapy.com

Tujuh Tipe Maba di Universitas Indonesia, Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

Tidak terasa tahun ajaran baru 2016/2017 sudah beberapa minggu terlewati. Ada yang pergi a.k.a wisuda, ada pula yang datang a.k.a maba. Semuanya seperti siklus yang berulang dan muter-muter di situ juga. Berbicara soal maba, semua pasti udah paham betul maba itu ada banyak macamnya dan beraneka ragam jenis rupanya. Berhubung status mereka sebagai maba masih anget-anget dan ada juga yang masih melaksanakan kegiatan adaptasi kampus, yuk kita bahas kira-kira ada tipe maba apa aja sih di Universitas Indonesia? Berikut ulasannya!

BACA JUGA: Hal-Hal yang Harus Kamu Lakukan Ketika Diterima Jadi Maba UI

 

Maba Males

Maba males via komporui
Maba males via komporui

Maba ini merupakan mereka yang mager banget ke mana-mana, ikut kegiatan ini itu, apalagi kuliah. Maba tipe ini senengnya cuma main dan berkumpul bersama teman-teman, nongkrong, pokoknya seneng-seneng dah.

 

Maba Rajin

Maba rajin via 1080.plus
Maba rajin via 1080.plus

Kalo kamu yang termasuk tipe ini, berbahagialah karena kamu akan memiliki banyak teman; pada saat-saat tertentu doang. Gak deng, maba yang rajin itu selalu mengerjakan tugas dengan tepat waktu, ambisiuslah pokoknya. Tugas OSPEK, tugas kuliah, tugas apa pun pokoknya dia ngerjain duluan dan paling maksimal hasilnya.

 

Maba Introvert

Maba Introvert via imssui
Maba Introvert via imssui

Malu-malu pas awal ketemu, lebih banyak diam sebelum diajak bicara, dan cenderung memperhatikan merupakan salah satu maba yang introvert. Entah emang dia beneran introvert, entah dia emang jaim di awal doang dan ke sininya malah rada-rada.

 

Maba Ya Udahlah Ngikut Aja

Maba Ya Udahlah Ngikut Aja via imssui
Maba Ya Udahlah Ngikut Aja via imssui

Gak bisa dibilang males, gak bisa dibilang rajin. Maba jenis satu ini super duper ya udahlah ketika mengikuti suatu acara. Diajak ayo, gak diajak mah aing kabur.

 

Maba SKSD Plus Caper ke Senior

Maba SKSD Plus Caper ke Senior via bem.cs.ui.ac.id
Maba SKSD Plus Caper ke Senior via bem.cs.ui.ac.id

Belawanan dengan maba introvert di atas, maba yang SKSD ini gampang banget membaur dengan orang baru, saking gampangnya, mereka sok kenal sok deket sama semua orang. Gak apa sih, justru ada bagusnya juga ingin membaur dan kenal sama banyak orang. Akan tetapi, ada juga yang saking SKSD-nya kelewatan, senior pun juga kena. yah, gak dipungkiri bahwa dikehidupan kuliah kita juga butuh yang namanya senior karena mereka tentu lebih ngerti seluk beluk dunia perkuliahan. Yang bikin keselnya, saking mereka butuh sama senior, jadi terkesan caper dan cari muka ke mereka. Halah lagu lama.

 

Maba Danusan

Maba danusan via roninnf16
Maba danusan via roninnf16

Masa-masa mahasiswa baru merupakan masa di mana terjadi gejolak perdanusan dan pencarian uang entah untuk makrab, acara jurusan, dan sebagainya. Dengan muka polos dan bikin-super-iba-nya itu dia dengan lugunya meminta; “Kak, beli dong kak…”

 

Maba Gagal Move On

Maba Gagal Move On via dizamirza
Maba Gagal Move On via dizamirza

Kamu pernah depresi berkepanjangan gara-gara sulit beradaptasi di dunia kuliah? Ya, mungkin kamu termasuk salah satu dari maba yang pengin banget buat balik ke SMA lagi. Atau kalau pun kamu bisa move on dari kehidupan SMA, kasusnya beda lagi: kamu belum move on dari jurusan yang kamu impi-impikan sejak dulu tapi malah gak dapet. Daripada meratap dan mengeluh mulu, mending bersyukur dan maksimalkan masa-masa perkuliahan yang sekarang ini, Nak. You are not alone.

Kira-kira gitu aja sih pengamatan anakui.com seputar maba. Termasuk jenis maba yang mana kamu dulu maupun sekarang, semoga senantiasa dilancarkan kuliahnya dan menorehkan prestasi. Kepal jari-jari tinju. Ya. Gitu aja.

Teruntuk Kamu yang Introvert: Jangan Minder, Sesungguhnya Kamu itu Berharga.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu saja akan banyak sekali warna-warni dan beragam jenis manusia yang kita temukan, mulai dari yang super cheerful, super kalem, sampe yang gak  bisa diprediksi kepribadiannya sama kita. Nah, gak jarang juga di kampus UI (di mana-mana sih sebenernya) banyak mahasiswa yang terkesan kalem dan malah di bilang individualistis. Come on, Bro, yang kayak gini-gini nih perlu dilurusin. Kamu harus membedakan mana yang individualis sama mana yang introvert.

Seorang individualis cenderung gak mau kerja sama dengan manusia lainnya dalam hal apa pun, jadi ya apa-apa sendiri, gak bisa diajak kerja sama deh pokoknya. Beda halnya dengan seorang introvert yang emang sih keliatan penyendiri dan lebih seneng melakukan apa-apa sendiri, tapi itu bukan berarti mereka gak mau kerja sama dan individualis. Introvert hanya lebih nyaman berada dalam situasi yang tenang dan tidak dalam kerumunan banyak orang agar bisa nyaman menjadi dirinya sendiri.

Nah, seringkali kita yang introvert cenderung merasa minder dan inferior karena tidak seperti teman-teman ekstrovert yang dengan sangat mudah memberi pengaruh pada orang banyak. Akan tetapi tenang aja, teruntuk kamu yang introvert, jangan pernah minder, karena diri kamu itu sangat berharga.

BACA JUGA: Cara Sederhana Membentuk Jati Dirimu Selama Kuliah di Kampus Kuning

 

Kamu memang gak suka show off di depan publik, tapi kamu harus percaya bahwa kamu punya kelebihan lain yang juga jauh lebih hebat

Introvert ini kalo masalah totalitas bener-bener gaspol, loh! via dailytargum
Introvert ini kalo masalah totalitas bener-bener gaspol, loh! via dailytargum

Banyak orang yang mengatakan bahwa orang yang gak suka show off, atau istilahnya “nampang” di depan publik itu gak keliatan dan gak berkontribusi apa-apa, padahal mah si introvert ini cuma lebih seneng kerja di balik layar biar gak terlalu dapet perhatian banyak sama orang-orang. Gak terlihat sama masyarakat saat kerja bukan berarti introvert itu gak memiliki kontribusi apa-apa di masyarakat, loh.

Setiap orang kan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalo si introvert ini kurang suka untuk show off di depan publik, ya pasti tentu ada kelebihan lain yang dimiliki olehnya dan bisa aja itu jauh lebih hebat; kayak nulis, bikin komik, ngoding, dan lain sebagainya. Jangan salah, introvert ini kalo masalah totalitas bener-bener gaspol, loh!

 

Gak nyaman berada dalam kerumunan orang banyak pada saat pesta bukan berarti kamu minder dan kuper, kamu cuma lebih seneng menyendiri untuk mendapatkan energi

ntrovert cenderung sulit untuk membuka diri dengan orang baru  via theodysseyonline
ntrovert cenderung sulit untuk membuka diri dengan orang baru via theodysseyonline

Buat kamu yang ekstrovert yang dapat dengan mudah begitu saja membaur dengan banyak orang di dalam pesta, pasti dengan mudahnya ngobrol dan nyari topik baru dengan stranger. Adaaa aja yang diobrolin dan dibikin nyambung. Sebaliknya, mereka yang introvert cenderung sulit untuk membuka diri dengan orang baru dan bercerita banyak hal, makanya suka bingung sendiri saat berada di kerumunan banyak orang harus ngapain; jadinya ya lebih seneng sendirian, gak diliatin banyak orang, dan bisa lebih bebas berekspresi.

 

Bukan sombong atau gak mau berbagi, tapi kamu lebih seneng menjadi pendengar yang baik daripada orang yang banyak cerita ini itu

mereka akan cerita kalo bener-bener perlu diceritain via studentvoiceonline
mereka akan cerita kalo bener-bener perlu diceritain via studentvoiceonline

Balik lagi ke sifat introvert yang sulit untuk membuka diri. Bukannya sombong atau apa, gak mau ngobrol atau cerita, tapi ya namanya introvert, mereka akan cerita kalo bener-bener perlu diceritain, itu pun hanya dengan orang-orang terdekat yang mereka percaya dan udah tau banget sebenernya mereka tuh kayak apa.

 

Kalo kamu banyak diam, bukan berarti kamu bingung dan gak tau harus ngapain; kamu cuma sedang berpikir jauh lebih dalam

Introvert itu cenderung memikirkan baik dan buruknya suatu hal dengan sudut pandang yang luas via strideapp
Introvert itu cenderung memikirkan baik dan buruknya suatu hal dengan sudut pandang yang luas via strideapp

Kebiasaan lain dari kebanyakan introvert adalah banyak mikir a.k.a overthinking. Mungkin kebanyakan orang berpendapat kalo orang yang diem-diem doang itu gak mikirin apa-apa dan cuma bengang-bengong aja, padahal mah sejatinya di dalam kepala mereka berputar-putar berbagai macam pikiran yang bahkan gak sempet kepikiran sama kamu. Seorang introvert itu cenderung memikirkan baik dan buruknya suatu hal dengan sudut pandang yang luas dan lebih dalam.

 

Jangan dengerin orang mau berkata apa, berkaryalah sebebas mungkin dan sebanyak yang kamu bisa

Sesusungguhnya keseluruhan diri kamu itu berharga via persuasionmagazine
Sesusungguhnya keseluruhan diri kamu itu berharga via persuasionmagazine

Terakhir buat kamu yang introvert, jangan pernah minder deh pokoknya. Terserah orang mau bilang kamu freak kek, gak jelas kek, kuper kek, cupu kek, ansos kek atau apa pun ejekan dan pandangan jelek mereka tentang kamu, tetaplah menjadi dirimu sendiri selama kamu nyaman dan berkayaryalah sebebas serta sebanyak mungkin selama itu dalam hal yang positif. Gak boleh ada yang membatasi kamu dalam berekspresi dan berkarya. Sesusungguhnya keseluruhan diri kamu itu berharga.

Nah, jadi teruntuk kamu yang introvert, percaya diri aja yah, jangan minder-minder, karena kamu memiliki hak yang sama dengan semua orang and deserve to be respected.