5 Reaksi Mahasiswa Saat Melihat IP, Kamu yang Mana?

Gimana hasil IP-nya hari ini, Sobat AnakUI? Grafiknya naik atau turun kayak rollercoaster? Angkanya aman atau justru bikin terancam? Bagaimana pun hasilnya, kamu sudah berjuang selama satu semester ini. Kalau bagus disyukuri, kalau kurang bagus yaa… disyukuri juga, hehe.

Menyandang status sebagai mahasiswa UI sering kali membuat orang-orang berekspektasi bahwa nilai kita selalu bagus, padahal nggak juga. IP yang muncul di SIAK nggak jarang menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari bahagia yang bikin sujud syukur sampai kecewa yang bikin nggak mau keluar kamar seharian.

Nah, berikut ini lima reaksi anak UI setelah melihat IP di SIAK. Siapa tau kamu relate sama salah satunya.

1. Si Penuh Syukur

Tipe ini akan selalu bersyukur atas IP-nya bagaimana pun hasilnya, entah bagus atau nggak bagus-bagus amat.

Mereka biasanya sudah memahami bagaimana ia berproses selama satu semester. Jadi, apapun hasilnya, ia akan menerimanya dengan lapang dada. Nggak heran kalau tipe ini nggak gampang overthinking.

Bisa banget nih kamu tiru caranya untuk selalu bersyukur atas nilai yang sudah didapatkan.

2. Si Cuek

Siapa di sini yang nggak peduli sama hasil IP-nya? Nah, mungkin kamu termasuk tipe ini.

Mereka yang masuk tipe ini kadang-kadang nggak tau hasil mereka saking cueknya. Kalau pun tau, mereka cenderung masa bodoh. Mereka merasa bahwa IP nggak bisa menentukan kesuksesan seseorang. Sama seperti Si Ahli Bersyukur, Si Cuek juga jarang terserang overthinking karena nggak mau terlalu memikirkan IP-nya.

Namun, jangan keterusan ya cueknya. Kamu juga perlu mengevaluasi diri supaya bisa lebih baik dari semester sebelumnya. Oke?

BACA JUGA: Arti Dibalik Nilai A B C D E yang Kamu Dapat di SIAK NG!

3. Si Selow

Tipe ini 11-12 sama Si Cuek, bahkan bisa dibilang saudaraan. IP bagus selow, IP kurang bagus pun tetap selow, hehe.

Mereka yang termasuk tipe ini biasanya juga santai selama menjalankan kuliah. Seberat apapun tugasnya, mereka akan tetap selow dalam mengerjakannya. Mereka punya prinsip go with the flow dan nggak terlalu ambisius. Itulah kenapa mereka tetap selow ketika melihat IP karena mereka sudah sadar diri, haha.

4. Si Tukang Sambat

“Duh, kok cuma segini, sih?”

Ngaku, siapa yang sering ngomong itu pas lihat IP? Berapa pun nilainya, tipe ini selalu sambat atau mengeluh ketika melihat IP. Mereka kayak kurang terima dengan hasilnya. Nggak jarang bahkan mereka sampai menghubungi dosen untuk minta perbaikan nilai. Hayo, siapa yang pernah?

Tipe ini biasanya berasal dari anak yang merasa ambisius dan kurang bersyukur. Mereka selalu merasa kurang puas dengan hasilnya dan ingin melebihi teman-temannya. Tipe-tipe ini nih yang rawan overthinking.

5. Si Perenung

Mengevaluasi diri setelah melihat IP memang sangat diperlukan agar bisa memperbaiki nilai untuk semester selanjutnya. Namun, adakah dari kamu yang merenungi IP terus-terusan sampai nggak mau keluar kamar?

Bisa dibilang, tipe ini merupakan individu yang membutuhkan waktu lama untuk menerima kenyataan. Mereka sibuk memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak mereka pikirkan, hingga akhirnya pikiran itu mengganggu pikiran mereka. Nggak hanya mengeluh dengan IP, kadang mereka sampai menyalahkan dirinya sendiri.

Duh, jangan sampai kamu seperti itu ya, Sobat AnakUI. Apapun hasilnya, kamu patut berbangga diri atas semua usahamu selama satu semester ini. Daripada merenung dan menyalahkan diri, yuk bikin resolusi untuk memperbaiki nilai.

Nah, Sobat AnakUI relate sama yang mana, nih?

Yuk, coba ceritakan momen kamu ketika melihat IP di kolom komentar.

Oh iya, jangan lupa isi EDOM kalau nilainya belum muncul, ya.

BACA JUGA: 5 Aplikasi Wajib Punya untuk Dapatkan IPK Sempurna

Mumpung Masih Ada Waktu, Pikir Ulang Mengenai 5 Hal Ini Sebelum Lulus Nanti!

Menjadi sarjana dan memeroleh gelar adalah hal yang tentunya didambakan oleh banyak mahasiswa. Walaupun nggak semua, namun terbilang banyak yang mengharapkan akan mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Dengan harapan akan hal tersebut, banyak mahasiswa yang mulai mempersiapkan banyak hal yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan pasca lulus nanti: ada yang mulai join banyak organisasi baik untuk melatih kemampuan komunikasi, memperluas relasi, maupun sekadar memperindah CV, ada yang mulai ningkatin IPK-nya, dan juga ada yang mulai nyari koneksi ke senior.

Hal-hal tersebut sah-sah saja tentunya, toh semuanya baik. Namun, dalam upaya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, terdapat beberapa kekeliruan yang ternyata malah kontraproduktif. Yuk mari kita bahas beberapa kekeliruan itu di sini:

Wadah untuk Mengembangkan Kemampuan Komunikasi

Komunikasi di dunia kerja (via fosterandbridgeindonesia)

Sebagaimana sudah diketahui, dalam beberapa pekerjaan, dibutuhkan kemampuan komunikasi. Bahkan, dalam sesi wawancara pekerjaan pun kemampuan itu mutlak dibutuhkan. Kekeliruan yang sering terjadi di sini adalah kekeliruan dalam memilih wadah dalam melatih kemampuan tersebut, misalnya: ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dengan ikut organisasi/kepanitiaan, namun malah masuk bidang/biro/bagian/divisi yang tidak mendorong untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, atau mengikuti banyak organisasi/kepanitiaan sekaligus di luar batas dengan tujuan bisa mengembangkan kemampuan komunikasi, namun yang ada malah nggak kepegang sehingga manfaat yang dituju nggak kesampean.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah cermati betul pilihan wadah dalam melatih kemampuan komunikasi. Kalo cocok di suatu bidang di suatu organisasi buat ngembangin kemampuan tersebut, bagus. Namun, kalo ternyata nggak cocok ya nggak usah dipaksakan. Ada banyak wadah lain, seperti mengajar secara voluntary, mengajar privat, bahkan latihan di depan cerminpun bisa jadi alternatif.

 

Cara Melatih Kemampuan Bahasa Asing

Belajar bahasa asing itu perlu! (via naz.edu)

Beberapa lowongan pekerjaan juga mensyaratkan kemampuan berbahasa asing, tentunya biasanya bahasa Inggris. Ada beberapa mahasiswa yang memulai start yang bagus dengan mengambil les bahasa asing. Ada juga yang belajar secara otodidak. Namun, yang perlu diperhatikan di sini adalah tidak semua orang bisa cocok dengan suatu cara. Apabila ada teman yang bisa langsung jago dengan les, bukan berarti kamu juga harus les, juga apabila ada teman yang bisa langsung jago dengan main game dan menonton film, bukan berarti kamu juga harus main game dan menonton film begitu saja. Coba evaluasi cara belajarmu, apabila memang benar-benar tidak memberikan pengaruh terhadap kemampuanmu dan tidak ada peningkatan sama sekali, baru kamu perlu mempertimbangkan dan menengok cara lain untuk kamu coba. Jadi, tidak sekadar ikut-ikut orang lain yang memang cocok dengan suatu metode.

 

BACA JUGA: Endless Question: Mendingan Kuliah 4 apa 3,5 Tahun Ya?

Soal IPK

Eta terangkanlah! (via townsonsam)

Terdapat perdebatan mengenai urgensi IPK. Ada yang billang bahwa IPK itu nggak penting-penting amat, lebih penting kemampuan organisasi dan komunikasi, ada juga yang bilang IPK adalah kunci. Bagaimanapun, ketika melamar pekerjaan nanti, yang pertama dilihat adalah IPK, apabila di bawah batas minimum yang dipersyaratkan, kemungkinan lolos ke tahap berikutnya akan sangat kecil. Soal IPK, tentunya apabila bisa mencapai angka yang tinggi jelas bagus karena tentunya akan menjadi nilai lebih dibanding pelamar lain yang IPK-nya biasa-biasa saja, namun apabila tidak tercapai, setidaknya pertahankan pada angka yang dipersyaratkan perekrut kerja atau pemberi beasiswa. Apabila masih belum bisa juga, berarti harus bekerja lebih keras pada hal-hal lain yang bisa menarik perhatian perekrut pekerjaan.

 

Ilmu yang Dipelajari Selama Kuliah

Kuliah pake jakun ni (via humas.ui)

Jangan pernah meremehkan yang satu ini. Apabila kamu melamar kerja di posisi yang sejalur dengan jurusan kuliah yang kamu ambil, itu berarti kamu harus benar-benar menguasai ilmu yang kamu pelajari di jurusanmu itu betul-betul. Sebab nantinya, yang dominan dapat membuatmu survive di pekerjaanmu (apabila sesuai dengan jurusan kuliah) kelak adalah kemampuanmu dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan yang mana dibutuhkan pengetahuan yang bersumber dari keilmuanmu mengenai hal tersebut. Maka dari itu, perlu untuk memantapkan kembali ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah, bahkan kalo perlu ulang-ulang lagi pelajaran dari semester 1 sampe semester 8.

 

Manajemen Emosi

Salah satu kunci sukses adalah manajemen emosi (via positivepsycologhyprogram)

Ada tiga hal yang paling penting pada poin yang terakhir ini: pertama, menjaga kepercayaan diri. Kedua, mengusir segala ekspektasi, namun tetap mengokohkan tujuan. Ketiga, menyuburkan terus semangat untuk melakukan anjuran yang sebenarnya klasik, namun sangat-sangat berguna: kerja keras. Ketiga hal itu harus di-cek terus secara berkala agar tetap konsisten dalam melakukan hal-hal produktif pada saat proses melamar dan menjalankan pekerjaan.

 

BACA JUGA: Katanya Anak UI Kaya-kaya, Pintar dari Lahir, Kuliahnya Enak, Abis Lulus Pasti Sukses. Bener Nggak Sih?

 

Kelima hal itu dianjurkan untuk kamu pikirkan lagi apabila kamu memang ingin mencari pekerjaan yang mensyaratkan pengalaman akademis selepas lulus nanti. Mungkin kebutuhannya akan berbeda apabila kamu ingin membuka usaha sendiri atau ingin meneruskan bisnis keluargamu. Juga mungkin akan berbeda apabila kamu berpikir untuk bekerja secara freelance.

Bercita-Cita jadi Mahasiswa Seimbang? Yuk Ikuti Tips Berikut ini!

“Anak UI? Wah, pasti dia cerdas, pinter, keren! Sikat, Bray!”

Mungkin kalian sebagai anak UI sudah sering banget kena label itu dari orang-orang di luar sana. Memang, nggak perlu diragukan lagi gimana kemampuan akademik para mahasiswa UI. Secara, untuk masuk ke UI saja, kita harus berhasil menyingkirkan beribu-ribu orang. Namun, setelah memasuki fase-fase perkuliahan, ternyata kampus perjuangan ini memang nggak sebercanda itu.

Dimulai dari fase jadi maba hingga ke fase-fase perkuliahan berikutnya, perlahan-lahan kita pasti sadar bahwa, “Nggak bisa nih kalau gue cuma pinter doang. Teman-teman yang lain juga sama pinternya sama gue. Terus apa spesialnya gue dong?”. Nah, di sinilah kita harus belajar untuk menambah ciri diri kita. Kita harus keluar dari comfort zone dan menantang diri untuk jadi mahasiswa yang seimbang.

Wait… mahasiswa seimbang itu apa sih? Jadi, mahasiswa seimbang adalah mahasiswa yang mampu untuk memaksimalkan diri di setiap aspek kehidupannya dengan porsi yang sesuai bagi masing-masing aspek. Baik itu di dalam studinya, organisasi, kerohanian, social life, keluarga, atau bahkan love life-nya (kalau punya ya, gengs).

“Wah berarti gue harus super perfect dong buat jadi mahasiswa seimbang?”.

THAT IS A BIG NO, GUYS!

Menjadi mahasiswa seimbang tidak berarti kita harus menjadi seseorang yang sempurna. Menjadi mahasiswa seimbang berarti kita harus mampu me-manage diri dengan baik sehingga kita dapat memberikan porsi-porsi yang sesuai di setiap aspek kehidupan kita. Nah, berikut ada beberapa tips yang anakui.com rangkum untuk memulai menjadi mahasiswa seimbang.

 

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

 

Making Up Mindset

Dimulai dari hal yang paling sederhana aja (via pinterest)

First thing first, kita harus merubah pikiran kita bahwa kita bisa tuh memberikan porsi yang sesuai di setiap aspek kehidupan kita. Tepatnya, kita harus punya kesadaran diri yang tinggi bahwa setiap aspek yang ada di kehidupan kita itu sama pentingnya. Memang, prioritas itu perlu, tapi nggak mustahil kan untuk bisa menjalankan semuanya dengan seimbang? Jangan sampai nih, karena kita terlalu asyik berorganisasi kita jadi lupa untuk belajar dan bertanggung jawab dengan kuliah kita. Atau jangan sampai juga kita terlalu ambisius dalam belajar sampai lupa untuk membangun social life yang membangun. Atau jangan sampai kita lupa untuk berhubungan baik dengan keluarga kita hanya karna kita sibuk di perkuliahan. Kalau yang terakhir sih terutama buat para anak rantau, ya!

 

Control Yourself

Bikin agenda terjadwal buat mempermudah aktivitas kamu! #bukanpromosi (via twitter)

Pengendalian diri itu penting, guys. Nggak perlu dibilang lagi kalau anak UI itu pasti jago banget untuk membagi waktunya, membuat schedule dan to-do-list dengan sedemikian rupa. Sayangnya, nggak banyak yang jago untuk menjalankan jadwal yang sudah mereka jalankan sedemikian rupa. Intinya sih, kembali lagi ke disiplin diri.

 

Get Out!

Ayo keluar dari zona nyaman kamu! (via 1213online)

Keluar dari zona nyaman adalah satu dari keputusan terbaik yang harus kita ambil sebelum kita kembali ke Yang Kuasa (ngeri juga). But seriously, kita harus mendorong diri dan mengambil cukup banyak keberanian kita untuk tidak melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Menantang diri dengan mencoba hal-hal baru akan membuat kita lebih berkembang serta melatih diri untuk menjadi seimbang.

Hal-hal baru itu nggak perlu ekstrem kok. Misalnya, kita baru saja sadar kalau ternyata kita perlu juga meluangkan waktu untuk lebih banyak nongkrong. Cobalah sesekali luangkan waktu-waktu tertentu hanya untuk nongkrong dan ngobrol dengan orang-orang di perkuliahan, baik itu teman kuliah, kakak atau adik angkatan, hingga para staff  UI pun boleh. Hal itu akan membantu kita untuk belajar membangun relasi yang sehat serta koneksi yang luas di kemudian hari.

Hal baru lainnya bisa juga dengan belajar lebih sering menghubungi orang tua dan keluarga di tengah-tengah kesibukan kita sebagai mahasiswa UI. Meluangkan waktu beberapa saat hanya untuk berbincang santai dengan keluarga itu penting loh, guys! Sebab, kita bisa curhat dan dapat banyak masukan dari orang-orang terdekat kita sekaligus membangun supporting system yang aman bagi aktifitas-aktifitas kita yang lainnya.

 

Imperfection is Perfect.

Lihat aja menara Pisa; dia miring, ga sempurna, tapi justru itu yang membuat dia menarik. (via traveldigg)

Jangan dipikir jadi mahasiswa seimbang itu harus jadi mahasiswa yang serba mampu, ya! Ingat, kesempurnaan hanya milik Tuhan (buset). Kita nggak harus kok punya IPK 4, lalu ikut 5 organisasi dan berbagai kepanitian, lalu menang lomba sana sini secara bersamaan. Nggak, menjadi jadi mahasiswa seimbang nggak segila itu kok. Poin pentingnya adalah bagaimana kita bisa membagi dan bekerja secara maksimal di setiap aspek kehidupan yang kita jalanin.

IPK nggak perlu 4, tapi jangan juga terlalu jelek. Kalau mau aman, ambil saja nilai IPK yang rata-rata digunakan oleh para pemberi beasiswa, yaitu sekitar 3 ke atas. Tidak perlu juga tergabung di begitu banyak organisasi dan kepanitiaan. Pilihlah dengan bijak yang mana sekiranya sesuai dengan minat dan bakat kita serta yang mampu menunjang kita di masa yang akan datang. Intinya, be reasonable when you choose.

Tidak perlu juga jadi anak nongkrong yang tiap minggu hangout  ala-ala biar tetap hits,  yang penting adalah membentuk social environment  yang  bisa membangun kita menjadi lebih baik.

 

Just Do It!

Ini wajib banget kudu harus ya. L A K U K A N. (via pinterest)

Well, yeah, just do it! Lakukan saja segera! Jangan terlalu lama berpikir, karena itu tidak akan membawa perubahan apa pun bagi diri kita. Justru setiap aksi yang kita lakukanlah yang akan membuat kita semakin belajar hingga akhirnya berhasil menjadi mahasiswa yang seimbang. Malahan, kalau terlalu lama berpikir yang datang adalah keraguan. Tentunya kita nggak mau dong untuk terus stuck jadi mahasiswa yang begitu-begitu saja?

 

BACA JUGA: Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh!

 

So, itu tadi tips-tips untuk jadi mahasiswa seimbang. Pasti udah mulai on fire dong untuk memulai ini dan itu demi jadi mahasiswa seimbang? Moreover, jangan lupakan juga aspek kerohanian kita, karena itu akan menjaga kita tetap sehat secara spiritual dalam menjalani hari-hari kita sebagai mahasiswa seimbang. Jadi, jangan ditunda-tunda lagi, ya! Ingat, serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

Hal yang Gak Boleh Banget Kamu Lewatkan Waktu Jadi Mahasiswa

Dunia mahasiswa memang seru dan menyenangkan untuk dijalani. Ada berbagai macam kegiatan yang bisa kamu ikuti saat menjadi mahasiswa, baik akademik maupun non-akademik. Dari kegiatan olahraga hingga korespondensi, dari travelling hingga jurnalistik, kamu bisa ikuti di kampus.

Supaya dunia mahasiswamu berjalan dengan seru dan menyenangkan, ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lewatkan selagi masih menjadi mahasiswa, antara lain.

BACA JUGA: Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

1. Senat & BEM

Pengalaman di senat & BEM akan mengasah kemampuan berorganisasimu via nuansamahardhika
Pengalaman di senat & BEM akan mengasah kemampuan berorganisasimu via nuansamahardhika

Salah satu pengalaman paling berharga yang bisa kamu dapatkan di kampus adalah pengalaman berorganisasi. Beberapa mahasiswa enggan masuk organisasi mahasiswa karena malas untuk bekerja lebih dari pekerjaan kampus ataupun tak mau terlalu terikat dengan satu instansi.

Tapi, nyatanya, pengalaman berorganisasi di kampus akan membuat kamu mendapatkan teman baru untuk menambah networking kamu untuk masuk ke dunia kerja. Selain itu, pengalaman di senat & BEM akan mengasah kemampuan berorganisasimu, sehingga kamu memiliki pengalaman yang bisa dipakai di dunia kerja.

 

2. Travelling Bersama Teman

Jangan lupa untuk travelling bersama teman-teman baikmu via kompastravelfair
Jangan lupa untuk travelling bersama teman-teman baikmu via kompastravelfair

Saat menjadi mahasiswa, jangan lupa untuk travelling bersama teman-teman baikmu. Uangnya darimana? Namanya travelling, kamu tidak perlu mengunjungi daerah-daerah yang jauh dan ngehits. Kamu hanya perlu pergi ke tempat yang ada di sekitar kotamu untuk mempererat persahabatan kalian.

Travelling bersama teman bisa menjadi sebuah cerita yang indah untuk kamu dan teman untuk diceritakan ketika kalian berpisah nantinya. Ada satu saat dimana kalian akan merindukan saat-saat itu lagi.

 

3. Cinta di Kampus

Punya beberapa mantan di kampus, itu bisa menjadi cerita sendiri untukmu via  nonakampus
Punya beberapa mantan di kampus, itu bisa menjadi cerita sendiri untukmu via nonakampus

Memang, prioritas kamu di kampus adalah belajar dan lulus tepat waktu, tapi tidak ada salahnya jika kamu merasakan cinta di sela-sela perjuanganmu itu. Gelora jiwa muda saat mahasiswa bisa semakin menggelora jika kamu memiliki si dia yang selalu menemanimu menyusuri indahnya masa-masa di kampus.

Selain itu, jika kamu memiliki beberapa mantan di kampus, itu bisa menjadi cerita sendiri untukmu. Paling tidak, kamu pernah menjadi sosok playboy di kampus. Pengalaman itu juga bisa kamu tularkan ke adik kelas atau ke orang-orang di sekitar kamu.

 

4. Kegiatan Mahasiswa

Gak aktif di BEM, tapi harus aktif di kegiatan mahasiswa via brilio
Gak aktif di BEM, tapi harus aktif di kegiatan mahasiswa via brilio

Jika kamu tidak suka dengan kegiatan di senat & BEM, tak ada salahnya kamu memalingkan pandanganmu ke kegiatan mahasiswa lainnya, seperti pecinta alam, tim futsal, ataupun tim basket. Tak hanya mengasah kemampuanmu, kamu juga bisa memperoleh teman lintas fakultas di kegiatan tersebut.

Teman-teman yang kamu kenal dari kegiatan tersebut bisa menjadi networking yang bagus untuk peluang kerja kamu. Tak jarang, lulusan baru bisa mendapatkan pekerjaan atas bantuan dan networking yang baik dari kegiatan mahasiswa yang dia ikuti.

 

5. IPK baik

Dan pastikan kamu dapat IPK yang baik via blog.sukawu
Dan pastikan kamu dapat IPK yang baik via blog.sukawu

Yang terakhir dan yang paling pamungkas adalah IPK yang baik. Memang, IPK tidak bisa menjadi patokan kapabilitas seseorang di bidangnya, tapi paling tidak itu membuktikan kerja kerasnya selama 4 tahun di kampus.

Percaya atau tidak, IPK masih menjadi tolok ukur untuk mendapatkan pekerjaan yang layak untuk kehidupan kamu. Beberapa perusahaan masih menjadikan IPK yang tinggi sebagai salah satu syarat penerimaan kerja.

Jadi, masih mau melewatkan hal ini? Think Again!

Ini Dia Alasannya Kenapa Kamu Harus Baca Berita yang Benar

Coba tebak, ada berapa teman satu kelas kamu yang sering baca koran? Berapa orang teman kamu yang benar-benar update ngikutin berita terkini? Gak cuma berita-berita seputar informasi gaul masa kini namun juga berita-berita yang katanya “berat” kayak politik, criminal, dan ekonomi? Atau, kapan terakhir kali kamu ngikutin berita yang beneran berita?

Hampir sebagian besar dari kita tahu dan memahami betapa pentingnya arti suatu berita untuk diketahui dan diikuti. Namun, seringkali kita terperangkap dalam ironi pribadi yang menganggap kita selalu update sama berita-berita terkini tapi pas ditanya Ryamizard Ryacudu itu siapa masih plonga-plongo.

Well, I know cat videos and quizzes identifying which EXO member you’re the most similar to are more entertaining, but the news plays a huge role in our lives and should be given the attention it’s due.

Kenapa? Berikut alasan utamanya.

 

Tentang Kamu Kok

Mahasiswa harus tingkatkan kepakaanmu terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi di sekitar via geotimes
Mahasiswa harus tingkatkan kepakaanmu terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi di sekitar via geotimes

Not specifically you, but you as a young adult. Menjadi mahasiswa membuatmu bukan lagi manusia biasa. Membuatmu harus meningkatkan kepekaanmu terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi dari dunia di sekitarmu.

Bagaimana harga BBM yang naik bisa berpengaruh terhadap harga nasi warteg langgananmu. Bagaimana kebijakan politik tertentu berpengaruh terhadap fasilitas transportasi umum yang biasa kamu gunakan? Juga bagaimana mantan kamu berpaling darimu ke pilihannya lain yang ternyata memiliki wawasan lebih luas dari kamu. Lebay? Nope, ini realistis, Bro.

All this, can change differently if you just follow and catch up the right news.

 

Tentang Nilai Kuliahmu

Memberikan wawasan-wawasan baru seputar mata kuliah yang tengah dibahas via eng.ui.ac
Memberikan wawasan-wawasan baru seputar mata kuliah yang tengah dibahas via eng.ui.ac

Pernahkan kamu punya temen sekelas yang selalu vokal di kelas. Gak cuma jago mengkritik tapi juga mampu memberikan wawasan-wawasan baru seputar mata kuliah yang tengah dibahas. Belum lagi sang dosen sampe kenal sama doski gegara si dosen kepincut buat diskusi terus sama dia ketimbang sama kamu atau mahasiswa yang lain.

Atau, temen kamu yang satu lagi, yang keliatannya jarang belajar dan sering hang out sana-sini, pas mau ujian pasrah aja gak tau bakal ngejawab apa, tau-tau pas hari H ujian dia ngumpulin paling duluan dan pas pengumuman nilainya A sendiri. Kemungkinan besar, dia menjawab soal-soal ujian hanya berdasar wawasan yang ia terima ketika ia membaca koran atau mengikuti berita.

Apa pun yang kamu pelajari di kelas perkuliahan, pada akhirnya semua akan dielaborasikan dengan situasi terkini di lapangan, that’s why kamu seringkali kaget pas baca soal ujian karena ngerasa kok kayaknya gak pernah diajarin di kelas? Well, secara konsep diajarin, namun implementasinya hanya bisa diketahui kalau kamu ngikutin berita-berita terkini dan membaca buku-buku lain yang masih relevan.

Gak percaya? Coba tanya dosen kamu dan jangan kaget ya sama jawaban doski. 😉

BACA JUGA: Tujuh Macam Grafik IPK di SIAK-NG

 

Percaya Diri

Kamu gak akan pernah kehabisan bahan buat ngobrol via http://suma.ui.ac.id/
Kamu gak akan pernah kehabisan bahan buat ngobrol via suma.ui.ac.id

Dengan mengikuti informasi terkini seputar isu-isu lokal dan nasional pada bidang sosial, ekonomi, dan polhukam kamu pun tentunya memiliki wawasan yang lebih luas daripada kebanyakan temen-temen kamu, which means kamu gak akan pernah kehabisan bahan buat ngobrol dan nongkrong asik bareng temen-temen kamu.

Kamu bisa diskusikan isu-isu yang kamu ikuti dengan bahasa kamu yang lebih gaul dan cair sehingga tidak membosankan. Tentunya hal ini dapat mem-boost kepercayaan diri kamu karena kamu menjadi terlihat unik dan memiliki value tersendiri dibanding teman-temanmu yang lain.

It’s fun to know things! We’re living the history that future generations will be reading about in textbooks, and we shouldn’t take that for granted. Take your time, dan nikmati kata demi kata yang kamu temukan dari koran yang kamu baca hari ini atau berita yang kamu dengar di radio pagi ini. Cepat atau lambat, kamu akan ketagihan menyimak berita dan akan terus menjadi individu yang stay current!

Gak mau ketinggalan jaman? Yuk baca berita sekarang! Bagikan tulisan ini lewat Facebook, Twitter dan LINE kamu agar semakin banyak teman kita yang ikutan update hari ini!

4 Jurus Rahasia Buat Naikin IPK Kamu

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam ragam kegiatan kampus, meningkatkan kualitas akademik tentu saja menjadi salah satu prioritas utama. Dengan dosen yang super duper killer, tugas kuliah yang seringkali harus diselesaikan dengan begadang-begadang, dan kesibukan di luar kelas yang tak menentu, membuat kamu-kamu yang masih aktif jadi mahasiswa kesulitan untuk menemukan formula tepat untuk menjadi mahasiswa teladan.

Tapi tenang, kali ini anakui.com akan mengulas beberapa jurus rahasia yang bisa bikin IPK kamu naik! Apa aja sih rahasianya? Yuk simak, di bawah ini!

BACA JUGA: Sering Mangku Laptop Pas Ngerjain Tugas Bisa Bikin Impotensi Loh

Cobain Audio-learning

 kamu bisa rekam penjelasan dosen kamu di kelas, lalu dengarkan lagi di kosan via ipivs
kamu bisa rekam penjelasan dosen kamu di kelas, lalu dengarkan lagi di kosan via ipivs

Metode ini cocok banget buat kamu yang punya karakter belajar auditory, alias lebih nyambung kalau belajarnya dengan mendengarkan dosen ngomong. Tipe yang satu ini, kalau baca buku bakal keras-keras supaya masuk ke kupingnya sendiri. Tipe ini akan memahami suatu studi jika didiskusikan atau didengarkan dengan seksama.

Meski demikian, sebuah penelitian dari Michigan State University menunjukkan bahwa metode belajar dengan mendengarkan atau dikenal dengan audio-learning juga dapat meningkatkan efektivitas belajar baik bagi mahasiswa yang memiliki karakter auditory maupun non-auditory.

So, kalau kamu pengen cobain gaya belajar baru yang mungkin lebih efektif, kamu bisa rekam penjelasan dosen kamu di kelas, lalu dengarkan lagi di kosan atau di rumah secara berulang-ulang. Lagipula, cara ini bakal efektif banget kalau dosen kamu adalah tipe-tipe dosen yang suka ngeyel dan teriak “Ah, perasaan saya jelasinnya gak gitu! Ngarang kamu!”

 

Isi Catatan Kamu dengan Tinta Berwarna

Isi Catatan Kamu dengan Tinta Berwarna via
Isi Catatan Kamu dengan Tinta Berwarna via Photo Credit: gregor.zukowski via Compfight cc

Michael Tipper, salah seorang peneliti cara kerja otak pernah menulis sebuah jurnal yang menunjukkan bahwa otak manusia dapat merespons lebih baik tulisan-tulisan atau karya visual yang terdiri lebih dari 3 warna. Dan warna dasar yang paling mudah diingat otak kita adalah Red, Green, dan Blue (RGB).

Dengan mencatat materi kuliah di catatan kamu dengan tinta warna-warni yang pulpennya bisa kamu beli di toko buku favorit, niscaya, kamu dapat mengingat materi kuliah dengan lebih mudah! “Oh iya, gue ingat, teori si anu kan gua tulisin pake tinta merah.” – gak percaya? Cobain aja 😉

 

Tulis Ulang Catatan Kamu dengan Metode MindMap

Tulis Ulang Catatan Kamu dengan Metode Mind-Map via ganesha-operation
Tulis Ulang Catatan Kamu dengan Metode Mind-Map via ganesha-operation

Salah satu peneliti cara kerja otak lainnya, Tony Buzan telah mengeluarkan metode efektif lainnya untuk meningkatkan performa otak manusia dalam mengingat hal, yakni dengan metode mind-map.

Metode mind-map adalah suatu metode dimana kamu mencatat setiap hal dengan cara yang lebih ilustratif. Nah, daripada bingung, kamu bisa simak bagaimana si Tony Buzan mendemonstrasikan mind-map dalam video Tedx berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=nMZCghZ1hB4

 

Tepat Waktu

Dan yang paling penting, jangan sampe telat waktu kuliah via
Dan yang paling penting, jangan sampe telat waktu kuliah via commdept

Nah, ini dia yang paling menantang. Tepat waktu. Bagi kebanyakan mahasiswa tepat waktu untuk hadir di kelas adalah hal yang paling…. ehm… paling menantang. Bayangin, abis begadang ngerjain tugas, tidur pukul 4 pagi lalu harus di kelas lagi pukul 8 pagi? Oh, God!

Salah satu yang seringkali bikin kita-kita para mahasiswa susah untuk tepat waktu atau bahkan hadir stand by sebelum kelas dimulai adalah sulitnya membiasakan diri bangun pagi. Kadang alarm sudah dipasang, tapi begitu bunyi, kita cuma pencet snooze, lalu bobok unyu lagi. Huft…

Tapi tenang, kali ini, coba sebelum tidur, kamu set alarm di jam kamu ingin bangun, misal pukul 6 pagi, lalu taruh alarm handphone kamu di gelas, letakkan di dekat kasur. Dijamin besok paginya kamu akan terbangun pagi dengan 2 kemungkinan:

Kebangun karena suara  alarmnya mendadak kenceng atau….

Kebangun karena gelasnya pecah kesenggol tangan kamu yang digerakin sama setan mager. :p

But, seriously, cara ini super duper efektif buat bikin kamu tepat waktu hadir di kelas!

Nah, itu dia tadi 4 jurus rahasia yang perlu kamu terapkan supaya IPK kamu bisa naik drastis di semester ini. Kamu punya jurus rahasia lain? Atau kamu ingin sampaikan jurus jitu ini ke temen kamu yang kamu rasa cucok banget buat dipraktekin?

Yuk, share artikel ini lewat Facebook, LINE atau Twitter kamu sekarang!

Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

Aloha! Sambil ngisi liburan gue coba-coba nulis artikel yang kayaknya super garing ini, daripada ga ada kerjaan dan bosen dengerin lagu Malu Sama Kucing mulu.

Buat para maba yang bernasib sama seperti gue yakni baru merasakan semester perdana, pasti merasakan gejolak batin yang cukup hebat /halah/. Mulai dari kangen SMA, stress, sampe hal-hal lainnya yang berhubungan dengan muaknya akan dunia perkuliahan— padahal sih baru semester pertama. Mari kita bahas hal yang masih dianggap tabu ini dan kita kupas satu-persatu satu-satu setajam…. singlet.

Ada apa aja sih di semester perdana—bahkan sebelumnya—ini?

 

OBM

Ini merupakan ajang pencarian bakat perkenalan pertama di dunia perkuliahan. Kapan lagi ya kan sekelas bareng temen-temen dari fakultas lain? To tell you the truth, berdasarkan survey yang gue lakukan bermodalkan Line dan berita dari mulut ke mulut, materi yang paling seru yhaaa Learning Skill (LS). Iyalha wkwk di sini kita banyakan main, ketawa, sama hebohnya daripada dengerin materi. Meskipun materinya itu secara ga langsung disampaikan melalui games, tapi seru aja kan? Apalagi yang bagian simulasi jadi perusahaan kapal. Ngaku aja kalo pernah maksain bikin kapalnya biar lulus uji, wokwok.

 

OKK

Di dalam kepala gue, OKK ini adalah sebuah ajang perpeloncoan di mana selayaknya isu-isu entah dari mana yang terdengar dan kayak di tipi-tipi gitu. Tapi ternyata engga yha, kita cuma disuruh duduk manis sambil sesekali tidur mendengarkan materi yang disampaikan para narasumber yang kece abis.

Buat para ketua kelompok OKK, pasti merasakan dagdigdug kan pas hari H? Takut dipanggil-panggil terus, “KETUA KELOMPOK BLAHBLAH MANA? // SEMUA KETUA KELOMPOK MAJU!” Jangan khawatir, you’re not alone, gue juga merasakan kok. Hihi, ternyata kelompok yang telah terbentuk sedemikian rupa sehingga sama sekali tidak berfungsi pada hari eksekusi. kzl.

 

OSPEK

Hehehe. Hehe. He. Sebenernya gue kalo denger kata OSPEK ini mikirnya udah macem-macem dan parno duluan sih; mulai dari dibentak-bentak, pulang subuh, sampe tugas numpuk. Tapi engga kok kalo di UI /asoy/, di sini penekanannya lebih ke orientasi—gimana caranya biar kita bisa survive di perkuliahan nanti. Yha semacam simulasi gitu deh pokoknya. OSPEK di UI ini juga beda-beda, ada yang namanya PSAK, PSAF, MADK, dan lain-lain. Caranya juga beda-beda tergantung kultur Fakultasnya masing-masing. Kalo di Teknik sih… *sebagian teks hilang*

 

Masa Bimbingan

Sesuai namanya, pada masa-masa ini para maba yang masih imut-imut menggemaskan dibimbing gimana caranya menjadi mahasiswa seutuhnya dan tidak setengah siswa-setengah mahasiswa. Biasanya sih masa-masa ini merupakan masa yang paling bejibun tugasnya; kayak harus minta tanda tangan, foto bareng, ngikutin kegiatan agama, sampe kegiatan sosial. Pokoknya masa bimbingan ini kita diharuskan buat ikutin segala acara yang ada deh makanya lagi padet-padetnya. Tapi ga jarang juga sih mahasiswa yang males ngikutinnya dan cabut gara-gara alasan tugas akademis. Huh!

 

Kostum!

WAINI. Kalo dulu sekolah bosen banget yang namanya pake seragam, di dunia perkuliahan ini kita bakalan bingung buat milih kostum a.k.a baju yang mau dipake. Iyesh, secara tengsin gitu buk kalo pake baju yang sama di dua hari yang berurutan. Situ mau kayak Sinchan yang tiap hari bajunya ga ganti-ganti?

 

Ngalong

Jika di SMA biasanya jam tiga sore atau magrib udah bisa pulang ke rumah terus istirahat dan bobo cantik, tidak demikian di dunia perkuliahan ini. Di dunia yang baru ini kita pasti bakalan—minimal sekali—ngerasain yang namanya ngalong—pulang tengah malem, bahkan lebih. Buat apa? MNOROT NGANAAA? Yha itu tadi, jadi mahasiswa ga afdol kalo cuma duduk di bangku kuliah. Afdolnya duduk di pelaminan. Harus ada pengorbanan sedikit buat ngelakuin hal-hal di luar akademis, buat ngelatih softskill or whatever. Inilah contohnya. Misalkan ada rapat atau tugas lain yang ga bisa dikerjain sendiri dan harus dikerjain bareng-bareng temen, nah akibatnya pulang dini hari deh. Ada juga sih yang pulang dini hari gara-gara ngerjain tugas ataupun laporan kuliah.

Eh ini gue ngomong apaansi.

 

Kos…idahan

Karena di dunia perkuliahan ini yang belajar bukan cuma dari satu wilayah aja melainkan dari seluruh Indonesia, maka pasti banyak banget yang memilih kos buat jadi tempat tinggal sementaranya. Yaiyalah misalkan rumah lo di Merauke tapi lo tetep keukeuh buat pulang-pergi tiap kuliah, kantong lo pasti meronta-ronta. Jadi anak kosan tuh gimana yha hm… harus hemat-hemat pengeluaran dan pinter-pinter ngelola duit aja deh pokoknya. Merdeka pas tanggal muda, perjuangan pas tanggal tua. Karena lo dapat dikatakan merdeka apabila Soekarno-Hatta berbaris rapi dalam dompet lo. Kalo yang ada cuma Pattimura, itu masih perjuangan namanya. Apalagi kalo di kosannya ga ada internet terus dapet tugas yang mengharuskan buat make internet. Metong.

 

Ga tidurzzZzzZ

GA TIDUR NGERJAIN TUGAS? SYUDAH BHEASAAA! Hmmm menurut gue ga tidur ini rada gimana yha… Jujur gue ga pernah bener-bener ga tidur selama kuliah. Ga tidur yang gue maksud di sini ga tidur secara harfiah wkwk apadeh. Pokoknya ga tidur di kasur dengan waktu optimal dan dalam kondisi yang nyaman gitu deh. Pasti di dunia perkuliahan, apalagi yang masih perdana gini, masih bingung gitu caranya ngebagi waktu—makanya tugasnya numpuk dan harus begadang-dang-dang. Biasanya sih ngerjain tugasnya dari malem sampe pagi lagi, tapi tidurnya dicolong-colong gitu kayak ketidur-bangun-ngerjain-lagi hahaha gitu deh pokoknya. Yha abis mau digimanain lagi mz.

 

TWTW

Di semester ini gue baru pertama kalinya mendengar istilah TWTW AHAHAHA apapula itu TWTW. Trending World Topic Wide? Khan. TWTW ini adalah transfer wawasan-transfer wawasan dimana mengharuskan kita—khususnya maba—buat ngobrol-ngobrol bareng para senior. Entah apa yang diobrolin, pokoknya yang penting ngobrol hahaha karena secara ga langsung pasti ada dong materi yang nyangkut secara ga sengaja aattapun ga disengaja? Dengan TWTW ini pula kita dilatih buat kenalan sama orang yang ga kita kenal—karena di dunia kerja nanti pasti kita dihadapkan dengan kondisi serupa, dimana malah bukan senior-senior lagi, tapi petinggi-petinggi perusahaan-perusahaan yang disegani. Gitu sih katanya.

 

Takut ke Kantin

Apakah cuma gue doang yang merasakan hal demikian? Yoi, sebagai maba pasti punya rasa segan buat ke kantin meskipun hanya untuk sekedar makan. Yang menjadi ketakutan sih bukan senior-seniornya, tapi rasa bingung kalo ga dapet meja. Hayooo mau makan dimana? Iya kan? Ngaku deh! Apalagi kalo kantinnya selalu penuh, pasti adaaa aja rasa males buat makan di kantin. Tapi sih itu awal-awal doang yha, lama-lama juga kebiasa dan akhirnya sering nongki-nongki di sana deh. Padahal sih, sebelum masuk gitu sering banget terdengar isu-isu kalo maba ga boleh ke kantin selama berapa semester blabla.

 

Salah Jurusan

… Makanya neng sebelum naik tanya abang dulu.

Pernah ngerasain hal demikian? Lagi banyak-banyaknya tugas dan kuis dan segala tetek bengeknya, lagi merasa keteteran, ngerasa semua usaha ini sia-sia, dan ngerasa lo salah masuk jurusan? Ga aneh sih, gue sendiri juga pernah ngerasain hal yang serupa. Tiba-tiba kepikiran aja gitu nyoba lagi tahun depan buat dapetin jurusan yang lebih gue banget. Hmmm… entahlah, gue sendiri juga ga ngerti kenapa bisa muncul istilah “salah jurusan”. Hakhakhak. Yaudah, biar ga salah jurusan, tanya dulu sama abangnya mau kemana /krik/

 

IP Perdana

IP itu apa yah? LOOOMPOOOHKANLAH ENGATANKOOOOH. Sebagai mahasiswa baru, pasti hectic banget ngadepin yang namanya IP. Bayangin, dari mulai empty-not published yang php abis-sampe nilainya keluar butuh kesabaran ekstra buat ngeliatnya. Apalagi yang ga mau shocked ataupun disakiti secara perlahan—harus menahan hawa nafsu buat buka SIAK-NG. Dan ketika hasilnya keluar… JENGJENGJENG. TETOOOT. Itu SIAK apa mantan gebetan sih? Kok tega. Kata orang-orang sih IP Perdana itu bagus-bagus, gampang ngedapetinnya, dan bisa ngedongkrak IPK. Palelu bejendul.

 

Liburan sampe Gumoh

Oh yeah. Ternyata Tuhan itu benar-benar Maha Adil. Sehabis gempor perjuangan sampe beneran mau mati di semester awal yang kegiatannya segumoh-gumoh, akhirnya dikasih libur yang bikin gumoh juga. Lumayan lha libur sebulan bisa mengejar ketertinggalan gossip-gossip or everything. Tapi tetep ye, liburan kalo ga kemana-mana bosen. Yah ambil hikmahnya lagi aja sebelum ga bisa goler-goleran lagi di kasur nanti untuk beberapa bulan. Hell yeah!

 

Gimana? Ternyata semester perdana ga seburuk atau sebagus yang kita bayangkan kan? Satu lagi deng—jangan seneng dulu masuk semester dua, karena status kita masih tetep maba. Hahaha dah ah bye.

Punya sesuatu yang seru lagi di semester perdana lagi? Keluarin aja semua unek-uneknya di kolom komentar!

 

sumber gambar: http://pikiranmerdeka.com/wp-content/uploads/2012/08/OKK-UI.jpg

Tujuh Macam Grafik IPK di SIAK-NG

[peringatan: tulisan ini memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Kesamaan nasib, angka, maupun IPK merupakan hal yang tidak disengaja dan hanya kebetulan belaka]

Selamat tahun baru, civitas!
Tidak terasa, besok adalah batas terakhir pengunggahan nilai di semester ganjil. Berbagai nilai yang tadinya masih berstatus empty pun bermunculan satu demi satu di menit-menit akhir, seolah menjadi bom yang meledak mendadak setelah mengisi EDOM. Nah, untuk mengisi hari Senin pertama di 2015, kali ini kami bakal mengangkat topik terkini yakni macam-macam grafik IPK di SIAKNG. Here we go!

Baca Selengkapnya

TIUP!

“PUH!” ia dengan keras meniup udara di depan wajahnya. “PUH, PUH, PUH…!!!” Hembusannya tak membuat monitor LCD yang menyala itu sedikitpun bergeming. Siasiakah? “PUH, PUH, PUIIIIHHHH…” Pun dengan tiupannya yang meliuk indah, memagut ke atas, … Baca Selengkapnya

Gak Apa-apa IP Turun :)

Hai, teman-teman 🙂 Apa kabarnya nih setelah melihat nilai-nilai di SIAK bermunculan? Merasa lebih baik karena sesuai dengan harapan? Atau merasa lebih tidak baik karena tidak sesuai dengan harapan? Atau bahkan biasa-biasa aja? Emmm, ada … Baca Selengkapnya