Mengenang Ireng Maulana, JGTC UI 2016 Bertema “Jazz is the Moment”

JGTC? Pasti kalian semua sudah hafal dong akronim tersebut. Yap, Jazz Goes To Campus, acara yang setiap tahun diselenggarakan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis kampus kita ini bakal merayakan tahun ke 39 perhelatan pada Minggu (27/11). Kali ini, para panitia JGTC UI menjunjung tema “Jazz is The Moment” sembari menyandang empat nilai utama perhelatan, yakni welcome, experience, educate, dan enjoy. Kalian tahu nggak sih kalau acara yang baru ada diadakan jaman bang Chandra Darusman dkk masih jadi bagian FEB UI tepatnya 1978 ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia lho!

JGTC ternyata nggak cuma bisa dinikmatin di kampus kuning aja, tapi sejak penyelenggaraan ke 32 tahun 2009, panitia mengadakan roadshow sebagai bagian rangkaian acara JGTC yang bertujuan melanjutkan visi “Bringing Jazz to Campus”. Jalan-jalannya JGTC juga sudah sampai di kota-kota luar Jabodetabek seperti Yogyakarta, Semarang, Bali, Bandung, Bandar Lampung, Malang, Palembang, dan Surabaya. Selama bertahun-tahun, JGTC telah berkembang menjadi salah satu festival kampus yang paling dinanti dengan jumlah pengunjung pada tahun 2006 dan hingga saat ini mencapai 15.000-22.000 orang.

Pengisi acara di JGTC 39 (via Official Line JGTC 39)
Pengisi acara di JGTC 39 (via Official Line JGTC 39)

Banyaknya pengunjung itu disebabkan hajatnya FEBUI ini selalu giat mendatangkan artis bertaraf nasional dan internasional. Beberapa yang pernah mengisi acara ini antara lain, Depapepe, Raisa, Olivia Ong, Sondre Lerche, Ray Harris, Bubi Chen, Bill Saragih, Benny Likumahuwa, Barry Likumahuwa, Ireng Maulana, Jack Lesmana, Indra Lesmana, Riza Arshad, Balawan, Tohpati, Syaharani, Elfa Secioria, Gilang Ramadhan, The Groove, Tulis, Maliq & D’Essentials, Gugun Blues Shelter, Bob James, Dave Koz, Ron Reeves, Coco York, Cabaleros, Claire Martin Quintet, Glenn Fredly, Tompi, Andien, dan Lenka.

Sementara untuk line up pembukaan JGTC UI 2016 ini akan diisi 30 musisi lokal dan tiga musisi internasional di antaranya, Mocca, Margie Segers, Barry Likumahuwa, Indra Lesmana, Adra Karim, Kahitna, Raisa, Tohpati, dan Rizki Febian dari Indonesia, sedangkan international artist yang akan turut serta yakni, Kgomotso Xolisa Mamaila, Samy Thiebault Quartet, dan Daniel Powter.

 

BACA JUGA: Lima Acara ini Wajib Banget Kamu Datengin Seengaknya Sekali Selama Menjadi Mahasiswa UI

 

 

Adanya proyek spesial

JGTC Opening and Press Conference yang bertempat di Institut Français d’Indonésie, Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2016. (via gigsplay)
JGTC Opening and Press Conference yang bertempat di Institut Français d’Indonésie, Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2016. (via gigsplay)

Pecinta musik jazz tahun ini juga bakal disuguhkan dua proyek khusus, salah satunya adalah JGTC All Stars. Proyek itu bertujuan untuk mengenang dan memberikan apresiasi terhadap karya-karya almarhum Ireng Maulana selama memajukan musik jazz di Indonesia. JGTC All Stars: Tribute to Ireng Maulana rencananya akan diisi para musisi jazz legendaris Indonesia di antaranya, Benny Mustapha, Benny Likumahuwa, Jeffrey Tahalele, Sam Panuwun, Hasan Alamudi, Arief Setiadi, Idham Noorsaid, yang akan berkolaborasi dengan anak Ireng, yakni Andrea Maulana untuk membawakan karya-karya Ireng terdahulu.

 

Mengenal Maestro Jazz Indonesia

Ireng Maulana yang sedang tampil saat perhelatan Java Jazz (via sindonews)
Ireng Maulana yang sedang tampil saat perhelatan Java Jazz (via sindonews)

Buat yang belum tahu, Ireng Maulana adalah legenda jazz Indonesia yang telah malang melintang di industri musik asal Amerika Serikat tersebut. Mantan gitaris Eka Sapta Band tersebut pernah diplot untuk mengisi acara Pojok Jazz di TVRI pada 1970an, ikut tampil di North Sea Jazz Festival, Belanda, serta pernah ikut melawat ke Amerika Serikat guna mengisi acara New York World Fair. Pada tahun 1978, Ia mendirikan Ireng Maulana All Stars yang berisikan Benny Likumahuwa (trombone), Hendra Wijaya (piano), Maryono (saksofon), Benny Mustapha (drum), Karis Tes (trompet), Roni (bass), dan ia sendiri sebagai gitaris.

Grup tersebut terus berkembang hingga terbentuknya Ireng Maulana Associates, sebuah organisasi tempat bergabungnya para musisi jazz di Jakarta, hingga menjadi lembaga yang menyelenggarakan pesta musik jazz internasional di Jakarta, yakni Jakarta Jazz Festival.

 

Antusiasme luar biasa di Singapura

Tak sampai disitu kiprah Ireng, pada 1983 dalam ajang Festival Jazz Internasional di Singapura, dengan membawa bendera Ireng Maulana All Stars, mereka disambut begitu meriah. Bahkan, setelah acara tersebut, keesokan harinya surat kabar The Sunday Times memunculkan berita berjudul “Standing Ovation for Jazz Group”. Hal itu disebabkan, lantaran penonton Singapura konon tidak semeriah itu saat menyaksikan jazz.

Perjalanan karir Ireng Maulana tersebut ternyata tak tumbuh dari kecil meski kedua orang tuanya adalah musisi, sebab hingga remaja Ireng tak memiliki minat dengan bidang musik. Ireng baru memetik gitar di usia 16 tahun, setelah melihat kesuksesan karir sang kakak, Kiboud Maulana. Niat menguangkan potensinya mulai tumbuh ketika tak diduga ia dan grup bandnya, Joes & His Band ikut serta dalam berbagai ajang festival musik, hingga grupnya menjadi juara dua dan ia didaulat sebagai gitaris terbaik.

 

BACA JUGA: Press Release The 36th Jazz Goes To Campus Festival

 

Karyanya tak akan pernah mati

Ireng Maulana terpilih menjadi pemenang nominasi AMI Legend Awards 2016 (via youtube)
Ireng Maulana terpilih menjadi pemenang nominasi AMI Legend Awards 2016 (via youtube)

Tercatat sejak 1974-2005, Ireng terus menelurkan karya-karyanya di bidang musik yang telah mencapai 17 album, serta terus menjadi inspirasi bagi para pemuda yang doyan bermain musik, salah satunya gitaris Gigi, Dewa Bujana yang pernah diajarkan dan dicarikan job untuk mengisi pagelaran Java Jazz Festival. Beberapa penghargaan pernah direngkuhnya, dan yang terbaru adalah AMI Legend Awards dan Jazz Gunung. Namun, pada sela-sela pagelaran Java Jazz Festival 4-6 Maret 2016, Ireng meninggal di usia 71 tahun karena serangan jantung pada 5 Maret 2016.

Mengingat pentingnya jasa yang telah dilakukan Ireng dalam industri musik asal Amerika Serikat tersebut, panitia mengapresiasi segala bentuk karya yang pria kelahiran Jakarta 5 Juni 1944 itu pernah lakukan ke dalam proyek khusus JGTC 2016. Panitia menyediakan 18 ribu tiket JGTC UI 2016 yang dapat diakses di https://kliring.co.id/jgtc seharga Rp 76 ribu, atau membeli di lokasi saat pagelaran seharga Rp 85 ribu.

cafe
Rundown dan Stage JGTC 39 besok (via Official Line JGTC 39)

Nah, buat kamu pecinta musik Jazz, silahkan datang dan ramaikan JGTC UI 2016 sekaligus mengapresiasi Maestro Jazz kita, Ireng Maulana! Jangan lupa bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua masyarakat tahu kalau BESOK JGTC bakal digelar! Jazz Do It!

Lima Acara ini Wajib Banget Kamu Datengin Seengaknya Sekali Selama Menjadi Mahasiswa UI

Bagi mahasiswa UI, mengadakan berbagai acara bukan suatu hal yang asing. Banyak banget acara yang diselenggarakan oleh berbagai macam lembaga maupun kepanitiaan di UI itu sendiri. Acaranya juga macem-macem, ada yang fun, syahdu, sampe serius. Semuanya menggambarkan “pesta”-nya anak UI bangetlah pokoknya. Iya dong, masa buku dan cinta melulu.

Nah, oleh karena itu, anakui.com punya rekomendasi acara yang wajib banget kamu datengin selama kuliah di UI! Ya, selagi masih mahasiswa dan masih sering ke kampus, seengaknya sekali dalam kehidupan ngampus kamu ikutan acara-acara keren berikut ini, karena serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

 

JGTC

Acara tahunan festival musik jazz yang diselenggarakan oleh FEB UI via Youthmanual
Acara tahunan festival musik jazz yang diselenggarakan oleh FEB UI via Youthmanual

Siapa sih anak UI yang gak tau sama JGTC? Yup, Jazz Goes to Campus ke-39 yang tahun ini diselenggarakan tanggal 27 November 2016 mendatang merupakan festival musik jazz yang diselenggarakan oleh FEB UI.

Dari nama acaranya gak kedengeran sama sekali kan kalo acara ini merupakan prokernya BEM FEB UI? Wah, berarti acara ini udah keren banget dan udah dianggap masyarakat layak dikatakan sebagai prokernya satu UI, padahal yang jadi panitia cuma anak-anak FEB loh!

Dengan harga tiket mulai dari Rp65-  Rp78 ribu, kamu gak akan rugi karena gak cuma penyanyi papan atas lokal aja yang hadir di sini tapi juga internasional, loh! Contohnya aja tahun lalu ada Lenka dan tahun ini ada Daniel Powter! Bener-bener harus nyobain seenggaknya sekali dalam seumur hidup kamu biar tambah afdol jadi anak UI.

 

Supporter Olimpiade UI

Serunya jadi supporter di Olimpiade UI via Cyberspace & Time
Serunya jadi supporter di Olimpiade UI via Cyberspace & Time

Siapa sih yang meragukan hype-nya supporter Olimpiade UI, apalagi bidang olahraga mayor kayak futsal, basket, dan bulu tangkis? Masing-masing fakultas tentu saja mengerahkan massa sebanyak-banyaknya untuk mendukung kontingennya dan menunjukkan kepada seluruh umat siapa yang paling kompak dan paling asyik.

Intinya sih ikut aja, sekali aja deh setidaknya kalo kamu anaknya mageran, asal tau aja gitu rasanya supporteran gimana. Dua fakultas yang terkumpul dalam satu stadion, gymnasium, atau perHall saling menggaungkan yel-yel kebanggaannya masing-masing. Euforia yang akan kamu terus kangenin sampai kapan pun.

 BACA JUGA: Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Kamu Turun Jadi Supporter di Olimpiade UI

 

Seminar Berbayar

Kamu harus datengin minimal sekali seminar berbayar di UI via Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Kamu harus datengin minimal sekali seminar berbayar di UI via Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Susah banget ngitung seminar yang diselenggarakan oleh mahasiswa UI, apalagi kita terdiri dari bermacam program studi dengan fokusnya tersendiri. Tentu dari tiap lembaga di fakultas masing-masing memiliki proker seminar yang bertujuan memperdalam bidang studi dari narasumber yang berpengalaman.

Akan tetapi, dari sekian banyak acara seminar yang diselenggarakan, tentu saja ada setidaknya satu program seminar besar dan berbayar yang pembicaranya juga keren deh pokoknya. Nah, yang ini nih, yang kamu harus datengin minimal sekali selama kuliah di UI! Pastinya akan beda banget sama seminar-seminar gratis dan kecil biasa, seminar berbayar ini diselenggarakan di auditorium yang kece, profesionalitas panitianya tinggi, pembicaranya orang-orang penting semua, dapet lunch dan seminar kit, bahkan ada beberapa yang ada gala dinner-nya juga loh! Berkualitas deh pokoknya.

Selain kamu harus dateng, kamu juga harus ngerasain gimana rasanya jadi panitia ini, lagi-lagi minimal sekali dalam hidupmu. Kalo kamu jadi panitia, dresscode-nya pasti pake baju bagus semacam blazer dan kawan-kawannya. Kapan lagi mejeng make jas atau blazer di depan temen-temen kampus?

 

CompFest

 Ada pameran teknologi atau playground yang pastinya menakjubkan di CompFest via bem.cs.ui.ac.id
Ada pameran teknologi atau playground yang pastinya menakjubkan di CompFest via bem.cs.ui.ac.id

Acara yang berkaitan dengan teknologi satu ini dan diselenggarakan oleh BEM Fasilkom UI juga gak boleh ketinggalan kamu ikutin, nih. Selain ada pameran teknologi atau playground yang pastinya menakjubkan, ada berbagai macam lomba dan academy yang hadiahnya gak nanggung-nanggung loh! Liat aja seberapa banyak sponsor dan media partner yang tercantum di poster acara mereka. Meyaknikan banget gak, tuh?! Ditambah lagi, tahun ini CompFest 8 mengundang HiVi! pada main event-nya. Satu acara yang gak boleh terlewatkan, bukan? Wajib banget kamu datengin biar makin melek sama teknologi.

 

Wisuda Genap

Rasain atmosfirnya wisuda paling heboh di UI via metrotvnews
Rasain atmosfirnya wisuda paling heboh di UI via metrotvnews

Nah, terakhir nih. Admin bukan bilang kamu harus wisuda di genap ya hehehe… Kalau mau ganjil ya silakan, 6,5 tahun misalnya. Eh maap.

Iya, wisuda genap merupakan wisuda yang paling heboh karena berbarengan dengan penerimaan mahasiswa baru. Pada wisuda ini, mahasiswa baru akan menjadi paduan suara yang mengiringi para wisudawan. Serunya lagi, mereka semua mengenakan jakun hasil jerih payah melawan kemalasan latihan padus yang kalo gak lengkap kartunya satu biji aja, gak dapet jakun. Betul begitu? Hahahaha.

Ya gak usah dijelasin panjang lebar lagi dah, mungkin bagi kamu yang waktu maba dateng wisuda genap untuk mengiringi wisudawan udah merasakan atmosfir merindingnya gimana, yang belum ngerasain, pokoknya wajib kudu harus dateng wisuda genap minimal satu kali seumur hidup deh!

 

Udah ah, gitu aja, oleh karena itu agar supaya jika menjadi, silakan mulai dari sekarang yang jomblo cari temen buat ikut acara di atas biar afdol jadi anak UI dan biar ada bahan cerita untuk anak dan cucu kelak. Selamat merayakan pesta!

Stereotype Fakultas yang Sering Kita Denger di UI – Bagian 1

Beberapa hari yang lalu anakui.com lewat official account sempat menanyakan pendapat temen-temen mengenai stereotype apa aja sih yang terbentuk di mahasiswa-mahasiswanya mengenai fakultas-fakultas yang ada di UI? Nah, kali ini anakui.com akan mengelaborasi mengenai hal tersebut, memadukannya menjadi satu, biar stereotype tersebut makin melekat di masyarakat. Gak deng, biar stereotype tersebut kalo baik ya semoga tambah berfaedah, kalo buruk ya semoga pergi jauh-jauh. Hehehehe.

Yuk, langsung aja dibaca!

FIB

“Yaelah lo mah enak FIB belajar bahasa doang! via pujiekalestari
“Yaelah lo mah enak FIB belajar bahasa doang! via pujiekalestari

Nah, dari sekian banyak pesan yang masuk, yang curhat mengenai FIB ini paling banyak. Kenapa, ya? Mungkin paling banyak terkena stereotype masyarakat kali, ya? Atau karena gak ada kerjaan saking santainya makanya nge-chat mulu? Entahlah. Katanya, anak FIB itu tukang pesta, rokok di mana-mana, gak ada dua anak yang rambutnya sama (lol, mungkin semuanya warna-warni rambutnya), dan selalu ada baazar! Bener sih, beberapa kali dalam sebulan kalo kamu lewat FIB pasti nemuin aja tuh tenda tenda makanan bertebaran.

Dan yang paling sering dibilang orang-orang adalah…

“Yaelah lo mah enak FIB belajar bahasa doang!

“BASI!”

Tau gak sih, belajar sastra dan budaya itu gak semudah apa yang kalian bayangin loh!

 BACA JUGA: Fakultas Teristimewa Di UI? Ya, FIB Jawabannya. Emang Ada yang Lain?

FISIP

Katanya, anak muda banget lah pokoknya kalau FISIP via bem.fisip.ui.ac.id
Katanya, anak muda banget lah pokoknya kalau FISIP via bem.fisip.ui.ac.id

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini melekat dengan mahasiswanya yang keren-keren, nyentrik, super kritis akan masalah sospol di sekeliling kita, tapi sayangnya… males-males. Ah masa iya semuanya males sih? Bener gak tuh? Tapi ya kalo diliat-liat, anak FISIP tuh kayanya paling menikmati masa-masa kuliah di kampus deh, anak muda banget lah pokoknya.

 

FKM

Fakultas Kebanyakan Muslimah/Fakultas Kurang Mas-Mas via nohanarum
Fakultas Kebanyakan Muslimah/Fakultas Kurang Mas-Mas via nohanarum

Sering dipelesetin jadi Fakultas Kebanyakan Muslimah/Fakultas Kurang Mas-Mas. Yak, katanya sih emang kebanyakan ukhti-ukhti di sini. Eh tapi gak juga kok, banyak juga yang gak kerudungan baik cewek maupun cowok (yaiyalah!) Ada juga yang bilang kalo sekarang FKM dibenci perokok wkwkw. Iya, mungkin gara-gara usulan harga rokok yang menjadi Rp50 ribu per bungkus itu merupakan kajian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini kali, ya.

 

FEB

Katanya orang-orangnya ambisius via rri
Katanya orang-orangnya ambisius via rri

Anaknya sih kata orang-orang pada ambisius semua. Hmm, iya juga sih kalo kita lihat secara sekilas, gak tau kalo kebenarannya gimana. Menurut gue sendiri sih, FEB merupakan salah satu fakultas yang selalu totalitas dalam menyelenggarakan suatu acara; JGTC, contohnya. Bayangin aja, meski bukan merupakan proker BEM UI, di masyarakat udah terbentuk mindset dan stigma bahwa JGTC ini merupakan acara yang khas UI banget, saking megah dan berkelasnya!

Nah empat dulu aja ya, gimana? Biar penasaran dan pada nungguin gitu, hehehehehe. Kalo kamu punya masukan mengenai stereotype fakultas kamu, boleh banget chat di Official Line anakui.com (@tkg4665m). Ditunggu ya!

Fakta dan Tudingan yang Sering Dirasakan Anak FEB UI

Bagi kamu, yang kepengin banget jadi anak UI dan kebayang-kebayang buat kuliah di Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), tentunya udah punya bayangan bakal jadi apa setelah lulus kuliah sebagai anak ekonomi UI. Mungkin, sebagian dari kamu sudah membayangkan untuk menjadi pakar ekonomi, pebisnis, atau bahkan menteri ekonomi yang dapat memberikan perubahan ekonomi terbaik bagi masyarakat Indonesia. It’s a good thing, though. Well, meski gak sedikit juga yang akhirnya ngambil ekonomi karena “nasib” alias salah pilih.

Seperti yang kita tahu, FEB UI adalah kelompok Fakultas Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora di lingkungan Universitas Indonesia. Sebelumnya, FEB UI dikenal dengan nama FE UI hingga tahun 2015 terjadi perubahan nomenklatur fakultas. Hal ini berdasarkan keputusan MWA UI. FEB UI mengelola program pendidikan jenjang dengan gelar Sarjana (S1), Pendidikan Profesi Akuntan, Magister (S2), dan Doktor (S3), serta program pelatihan lain non-gelar. Dekan FEB UI saat ini adalah Prof. Ari Kuncoro, Ph.D.

Selain itu, yang membuat fakultas ini menjadi salah satu fakultas yang difavoritkan adalah karena sepak terjang jebolan-jebolan FEB UI yang kebanyakan dikenal luas oleh publik sebagai tokoh ekonomi. Most of them berkontribusi besar untuk bangsa ini. Kita bisa sebutkan dari Rhenal Kasali, Prof. Dr. Widjojo Nitisastro, Emil Salim, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Fahmi Idris, hingga Sri Mulyani Indrawati yang kini menancapkan taringnya di kancah internasional. Tak jarang, para alumni FEB UI ini disebut-sebut sebagai ‘arsitek’ ekonomi bangsa.

Namun, dibalik kesuksesan mereka tentu kita juga harus memperhatikan faktor-faktor penentu kesuksesan itu, salah satunya adalah bagaimana mereka dapat survive dari tantangan-tantangan dasar yang mereka hadapi saat kuliah menjadi mahasiswa ekonomi.

Beberapa hal yang harus dihadapi mahasiswa ekonomi UI saat menjalani hidupnya antara lain.

BACA JUGA: Berikut Ini Alasan Mengapa Prodi Akuntansi FEBUI Banyak Diminati

 

Tudingan – “Anak Ekonomi Kuliah Enak, Kerja Enak”

Tudingan - “Anak Ekonomi Kuliah Enak, Kerja Enak". Emang iya? via kastratfebui
Tudingan – “Anak Ekonomi Kuliah Enak, Kerja Enak”. Emang iya? via kastratfebui

Oh Men, tanggung jawab nih kalimat!

Kebanyakan orang berpikir, yang masuk prodi ekonomi adalah mereka yang merupakan anak orang kaya yang bakal nerusin bisnis dinasti orang tuanya. Ada sih yang begitu tapi silakan hitung sendiri, berapa banyak yang begitu?

Selain itu, gak jarang juga yang berpikiran bahwa begitu lulus ekonomi alumninya pasti langsung jadi pakar ekonomi. Minimal jadi konsultan ekonomi di perusahaan besar, well, it’s another big NO NO. Justru yang ada kalau lulusan ekonomi nyari kerjaannya SUSAH! Karena persaingan semakin ketat! Baik persaingan antara alumni FEB UI itu sendiri maupun dengan persaingan dari alumni kampus lain.

Meski demikian, kebanyakan yang masuk FEB UI adalah mereka yang masuk dari jalur beasiswa, gak sedikit dari mereka yang rela habiskan waktu di kosan untuk mikir “Besok gua bisa dagang apa?” So, gak heran kalau mental entrepreneurship anak FE sangat meyakinkan. Semangat berwirausaha sudah mereka alami bahkan mungkin sejak SMA atau SMP, sehingga begitu masuk arena perkuliahan, mereka hanya menganggapnya sebagai “area bermain”.

 

Mandiri, tapi…

"Study hard, party harder!" via andianiuti
“Study hard, party harder!” via andianiuti

Karena memiliki jiwa entrepreneurship dan kemandirian yang tinggi, gak sedikit juga anak ekonomi yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Sebagian menganggap hidup di ekonomi itu bak slogan “Study hard, party harder!” Tapi sebagian lagi ada juga yang mengusung slogan “Study? What kind of food is that?” –tipe yang satu ini lebih senang bergaul dengan cara berorganisasi dan mencari keuntungan di setiap ada kesempatan.

 

Rhenald Kasali

Rhenald Kasali, sang Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UI via suaramahasiswa
Rhenald Kasali, sang Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UI via suaramahasiswa

Dengan menjadi mahasiswa FEB UI, tentunya kamu akan sering ketemu sama legenda ekonomi Indonesia yang satu ini. Rhenald Kasali, sang Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UI. Salah satu kesenangan ketika diajar oleh penggagas Rumah Perubahan ini adalah saat beliau melontarkan jokes-jokes yang kekinian banget sehingga bikin suasana kelas tidak membosankan. One thing about him bahwa dia selalu berjiwa muda, ia juga terbuka terhadap berbagai macam kritikan dan gak jarang deh dia ngajak kamu buat diskusi tentang tantangan-tantangan bisnis yang harus dihadapi Indonesia di kancah Internasional.

 

Pengembangan Bisnis Sendiri

Senang menerapkan ilmu-ilmu yang didapet waktu kuliah via maulidyafalah
Senang menerapkan ilmu-ilmu yang didapet waktu kuliah via maulidyafalah

Lingkungan kemahasiswaan yang kompetitif, lingkungan dan fasilitas kampus yang sangat mendukung, serta banyaknya peluang bisnis yang masih menjadi “blue ocean” di kampus kuning ini, membuat kamu dengan sendirinya akan ketagihan dan menerapkan langsung keilmuan Manajemen, Mikroekonomi, Makroekonomi, Pengantar Akuntansi, dan Manajemen Pemasaran dalam bentuk-bentuk yang lebih kongkret.

Misalnya, kamu memiliki skill memasak Ikan Bulet (ikan yang dimasak bentuknya bisa bulet), rasanya enak dan bisa dibikin nge-trend dengan desain ala hipster, kamu tinggal buka warung di Pocin, bikin promo khusus Instagram and voila! Within 1 month bisnis kamu sudah mulai diperbincangkan! Ini hanya 11 dari sekian banyak kasus yang mungkin saja bisa terjadi jika kamu bener-bener kecemplung sama ekonomi.

 

Cewek FEB UI

Cewek FEB UI memiliki pola pikir yang lebih terbuka via uiupdate
Cewek FEB UI memiliki pola pikir yang lebih terbuka via uiupdate

Nah, satu lagi yang gak mungkin kamu lewatkan jika kamu memilih untuk hidup sebagai mahasiswa FEB UI adalah ceweknya! Cakep? Pasti. Pinter? Apalagi!

Kebanyakan cewek FEB UI memiliki pola pikir yang lebih terbuka, dan bisa ngelihat sesuatu dengan pemikiran luas. Ibarat kata, kalau demen sama cowok, mereka bakal kayak nyelesein kasus di sebuah perusahaan. Jadi, dia bakal menilai kamu dari bagaimana kamu mengatur keuangan dan bagaimana kamu menyikapi tantangan dalam hal manajemen pribadi. Hal sederhana seperti datang terlambat adalah hal yang teramat fatal bagi cewek-cewek FEB UI.

Yakin mau jadi anak ekonomi UI? Cuma satu tips dari kami, asahlah kemandirianmu. Karena dengan menjadi mandiri, maka kamu dapat dengan mudah menghadapi tantangan manajemen dan ekonomi yang seperti apa pun. Karena kunci dari semua manajemen adalah bagaimana kamu bisa mengatur diri kamu dan cita-citamu sebaik mungkin.

Yuk, bagikan artikel ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu!

Saatnya Kamu Nikmati Kesaktian Kartu Mahasiswa yang Satu Ini!

Salah satu nikmat jadi mahasiswa adalah hanya dengan beralasan “kan masih mahasiswa, Bang” kamu bisa mendapatkan buku apa pun dan barang-barang menarik lainnya dengan harga super-duper murah atau bahkan gratis. Dan gak cuma itu, kenikmatan mahasiswa lainnya adalah karena setiap pengelola bisnis ritel kini menyediakan diskon khusus mahasiswa! Yeaaay!

Hanya dengan bermodalkan student card alias Kartu Identitas Mahasiswa kamu bisa mendapatkan berbagai macam surga dunia yang bisa kamu jelajahi di mana pun, kapan pun! Namun, sayang, gak semua orang tau apa aja item yang bisa jadi diskon buat mahasiswa dan mana yang tidak.

Well, inilah salah satu kecanggihan anakui.com. Dengan adanya kami, kamu gak perlu repot-repot lagi googling satu per satu item apa aja yang bisa kamu tukarkan dengan kartu sakti a.k.a kartu mahasiswamu untuk mendapatkan penawaran khusus! Simak, ini dia beberapa item belanja yang bisa bikin kartu saktimu semakin bermanfaat.

BACA JUGA: Kartu Mahasiwa UI Bisa Dipakai Naik Commuter Line & Busway!

 

Tiket JGTC

Bisa dipake buat beli JGTC via omoshiroi23
Bisa dipake buat beli JGTC via omoshiroi23

Yea, we all know, eventnya anak FEB UI yang satu ini tentunya memiliki 2 jenis HTM; umum dan mahasiswa. HTM mahasiswa pun dibagi lagi, mahasiswa (doang) dan mahasiswa UI! Jadi, berbahagialah kalau kamu mahasiswa UI! Apalagi kalau kamu anak FEB dan kepilih jadi panitianya, woogh! \o/

Selain JGTC, beberapa konser musik seperti konser Taylor Swift beberapa tahun lalu atau Java Jazz juga menyediakan HTM khusus mahasiswa, loh!

 

Online Shop

Pakai KTM untuk belanja item fashion yang kekinian banget ultimateescapegame
Pakai KTM untuk belanja item fashion yang kekinian banget ultimateescapegame

E-commerce site biasanya punya terms & condition khusus buat kamu yang masih berstatus mahasiswa. Kamu cuma perlu cukup jeli untuk membaca regulasinya pada halaman terms & condition yang biasanya ada di bawah-bawah halaman situs. Dan kalau kamu beruntung kamu bisa gunakan student card kamu untuk belanja item fashion yang kekinian banget!

 

Tiket Pesawat

Diskon sampe 25% buat mahasiswa via garuda-indonesia
Diskon sampe 25% buat mahasiswa via garuda-indonesia

Sejak Mei 2012, maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah bekerja sama dengan 17 perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan 25% potongan harga tiket dan tambahan bagasi 10 Kg untuk setiap mahasiswanya! Yang perlu kamu lakukan cukup melampirkan kartu mahasiswa kamu pada setiap transaksi pembelian tiket. Kamu, bisa melihat ketentuan detailnya pada halaman resmi Garuda Indonesia.

 

Gym Member

Fasilitas gym di kampus bisa kamu manfaatin tuh pakai KTM via theodysseyonline
Fasilitas gym di kampus bisa kamu manfaatin tuh pakai KTM via theodysseyonline

Yup, jelas banget! Fasilitas gym yang udah ada di kampus kuning ini pun memberikan kemudahan bagi membernya yang masih menjadi mahasiswa. Kamu tinggal nunjukin kartu sakti and voila! Berbagai kemudahan fasilitas gym sudah dapat kamu nikmati!

 

Food Merchant

Beberapa food retailer suka kasih diskon dan promo via itsnoeplayground
Beberapa food retailer suka kasih diskon dan promo via itsnoeplayground

Beberapa food retailer juga banyak memberikan diskon dan promo khusus kamu-kamu yang masih menjadi mahasiswa. Mau makan enak pun gak perlu mampir ke kondangan lagi deh.

Seru kan jadi mahasiswa? Makanya, dari sekarang hunting deh mall-mall sekitar kosanmu dan cek, apa aja yang ada diskon buat mahasiswa, catet, terus besokannya kamu tinggal bawa temen deh buat hangout bareng. Yuk, bagikan artikel ini lewat Facebook, Twitter dan LINE kamu! Karena yang namanya seru-seruan, hebohnya rame-rame! \o/

Bosan dengan Mall? Ini 5 Tempat Nongkrong Buat Kamu Para Pecinta Seni

Nongkrongnya mahasiswa nggak selalu di mall atau di kafe-kafe. Bukan juga yang sekadar ngobrol, tapi yang ada manfaat tersendiri bagi mereka. Salah satunya adalah “nongkrong nyeni”, atau nongkrong di tempat-tempat yang berhubungan dengan budaya dan seni. Nah berikut ini adalah tempat-tempat nongkrong yang terkenal dengan segala aktivitas budaya dan seninya.

Salihara

Salihara juga biasa ngadain diskusi. (Sumber: Facebook Salihara)
Salihara juga biasa ngadain diskusi. (Sumber: Facebook Salihara)

Siapa yang nggak tau Komunitas Salihara yang ada di Pasar Minggu? Komunitas Salihara ini bisa dibilang salah satu komunitas seni dan budaya yang sangat aktif. Mulai dari ngadain diskusi tentang seni dan budaya seperti novel, tari, dan teater. Salihara juga kadang jadi rumah untuk mengadakan konser-konser musik, baik dalam maupun luar negeri.

Program-program kumpul diskusi sastra, lokakarya, sampai kelas menulis diadakan di Komunitas Salihara. Untuk mahasiswa yang bukan hanya bisa menghargi seni, tapi juga berjiwa dan ingin berkontribusi dalam seni dan budaya, ada baiknya untuk mulai berkunjung dan bergabung ke Komunitas Salihara.

 

Taman Ismail Marzuki (TIM)

Taman Ismail Marzuki (Sumber: jogjareview)
Taman Ismail Marzuki (Sumber: jogjareview)

Ini yang paling terkenal. Taman Ismail Marzuki adalah pusatnya seni dan budaya di Jakarta. Di TIM, semuanya ada. Dari pementasan tari, teater, seni rupa, sampai ke screening film. Bahkan, mungkin jodoh kamu juga ada di situ. Bicara tentang screening film, yang sedang gencar adalah Kineforum yang didukung sama DKJ dan TIM sendiri.

Kineforum ini mengadakan program screening atau penayangan film-film (kebanyakan film lokal) yang berkualitas namun tidak masuk ke bisokop komersil. Bukan berarti film ini nggak laku loh ya, tapi karena memang film-film ini nggak sembarangan. Speaking of komersil, nonton di bioskop Kineforum itu gratis. Serius. Yang lebih keren lagi, tiketnya terbatas. Kapasitasnya 45 orang, dan tiket nggak bisa dipesan tapi harus diambil mulai dari satu jam sebelum pemutaran film.

Nah, buat kamu yang sudah sampai di XXI di TIM dan kecewa lihat deretan filmnya, atau kecewa lihat dompet yang nggak mencukupi, kamu bisa ke bioskop Kineforum yang ada di belakang gedung XXI itu, dan mendapatkan tiket gratis untuk nonton film yang nggak kalah berkualitas dari yang ditayangkan di XXI.

 

Institut Franҫais Indonesia (IFI)

Belajar tentang Prancis di IFI Indonesia (Sumber: ifi-id.com)
Belajar tentang Prancis di IFI Indonesia (Sumber: ifi-id.com)

Prancis nggak cuma tentang menara Eiffel. Kamu yang ngaku suka Prancis dan pengen tahu hal-hal tentang Prancis, bisa mengunjungi Institut Franҫais Indonesia yang ada di Thamrin atau yang ada di Wijaya. Ada apa sih, di situ? Banyak! Di situ ada pemutaran film yang rutin diadakan dan gratis! Lalu ada juga konser musik (biasanya musik klasik tapi ada juga musik kontemporer) dan juga diskusi film atau diskusi buku. Selain itu, kamu juga bisa tahu info-info untuk belajar ke Prancis. Di IFI ini juga ada perpustakaan yang isinya buku-buku Prancis dan bisa kamu pinjem, loh.

 

Goethe Institut

Goethe Institut (Sumber: goethe.de)
Goethe Institut (Sumber: goethe.de)

 

Jerman juga punya pusat budaya atau cultural center, yaitu Goethe Institut yang ada di Jalan Sam Ratulangi. Kamu yang suka sama Jerman bisa main ke situ, main ke perpustakaannya atau ikut nonton pemutaran film yang sering diadakan. Bahkan kamu bisa les bahasa Jerman di situ dan kamu bisa ketemu orang-orang yang juga suka segala sesuatu tentang Jerman.

 

Kampus UI

UI juga suka bikin acara seni dan budaya. (Sumber: adhirachmanprana)
UI juga suka bikin acara seni dan budaya. (Sumber: adhirachmanprana)

Bentar, bentar. Nongkrong di kampus? Iya! Kata siapa kalau mau nongkrong nyeni harus keluar kampus? Di kampus UI kamu juga bisa nongkrong nyeni. Mahasiswa-mahasiswa sering mengadakan berbagai acara seni dan budaya di area kampus. Mulai dari konser-konser musik macam JGTC dan Jingga Blues Festival, pementasan teater, pementasan tari, nge-jam di kantin, lomba mural, lomba dan pameran fotografi, bahkan lomba teater tahunan gede-gedean kaya Petang Kreatif yang diadain Festival Budaya FIB! Semua acara-acara itu dibikin sendiri sama mahasiswa. Nongkrong nyeni di kampus bukan cuma dateng dan menikmati seni, malah bisa ikutan ngurusin acara seni, bahkan ikutan lomba seni.

Nah, kamu yang suka nongkrong nyeni, ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya mereka yang mau nongkrong nyeni tapi nggak tau tempatnya bisa dateng ke tempat-tempat berikut, siapa tau ketagihan dan dateng terus.

The 33rd Jazz Goes To Campus

Saat mendengar kata “musik Jazz” mungkin belum semua orang menanggapinya dengan antusias. Namun, jika yang terlontar adalah “festival Jazz”, maka sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama di Ibukota Jakarta ini, akan tampak tertarik untuk menyaksikannya. Ya, … Baca Selengkapnya