Dear Mahasiswa Insom, Yuk Mulai Sekarang Penuhi Kebutuhan Tidurmu!

“duh, gabisa tidur nih, kepikiran tugas banyak banget”

“kerjaan organisasi banyak, deadline tugas malem ini lagi… ga tidur deh ini mah”

“udah jam 1 malem tapi belajar buat ujian belum selesai juga! Ngantuk nih..”

Kalimat itu mungkin pernah kamu dengar atau ucapkan sebagai mahasiswa yang menjalani dramatika kehidupan kampus. Tapi, perlu diketahui nih buat kamu yang suka begadang atau insomnia, kalau hal tersebut punya efek bagi tubuh. Apa aja sih efeknya dan gimana cara ngatasinnya? Yuk baca artikel ini sampe habis yaa!

Ketiduran saat belajar

Kamu Mahasiswa yang Hobi Begadang? Yuk Mulai Sekarang Penuhi Kebutuhan Tidurmu! Tidur merupakan salah satu aktivitas sehari-hari yang semua orang pasti pernah melakukannya. Aktivitas tidur sebenernya masih menyimpan banyak rahasia yang masih diteliti oleh para ilmuwan. Tidur juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia loh.. Hal ini sesuai dengan teori kebutuhan dasar oleh Virginia Henderson yang mengungkapkan teori 14 kebutuhan dasar manusia.

Jadi, kebutuhan istirahat dan tidur tuh ga kalah penting sama kebutuhan makan, eliminasi, oksigen dan lainnya!

Problematika dalam tidur ternyata menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kualitas hidup.  Sebelum salah paham, kita mesti tahu dulu nih definisi gangguan tidur. Gangguan tidur juga banyak macamnya seperti kurang tidur, gangguan pola tidur, insomnia, begadang dan lain sebagainya. Gangguan pola tidur adalah kualitas waktu tidur yang terganggu karena faktor eksternal. Insomnia merupakan gangguan tidur berkaitan dengan dalam jumlah dan kualitas tidur yang dapat mengganggu fungsi kesehatan (Herdman & Kamitsuru, 2018). Kalau Mahasiswa, bisa relate banget nih karena suka begadang buat ngambis nugas.

BACA JUGA: Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

Tidur Mempengaruhi Kualitas Belajarmu di Masa Kuliah

Lelah belajar

Tau ga si? Ternyata tidur juga bisa mempengaruhi kualitas belajar. Menurut Walker, seorang peneliti tentang tidur menyatakan bahwa bahwa gangguan tidur dapat mengurangi tingkat fokus. Kita memerlukan tidur setelah belajar untuk menstimulasi pusat memori dalam otak untuk menyimpan memori baru tersebut.

Penelitian terbaru bahkan menunjukan bahwa tidur sebelum belajar juga diperlukan untuk mempersiapkan otak menyerap memori. Terdapat eksperimen yang melihat perbedaan antara kelompok yang dapat memenuhi kebutuhan tidur dan kelompok yang mengalami kurang tidur. Di akhir penelitian diadakan ujian untuk melihat efek kurang tidur terhadap otak dan kualitas belajar. Terdapat perbedaan sebesar 40% antara kelompok yang tidur cukup dan kelompok yang kurang tidur dalam kemampuan untuk menyerap memori. Penelitian tersebut melihat bagian otak menggunakan scan MRI dan mendapatkan kesimpulan bahwa kualitas tidur dapat mempengaruhi area hippocampus pada otak. Hippocampus adalah bagian otak yang berfungsi sebagai pusat informasi yang sangat berguna untuk menyerap memori dan menyimpannya. Akan tetapi, kelebihan atau kekurangan jam tidur juga dapat mengurangi umur seseorang.

BACA JUGA: 10 Pelajaran Hidup Yang Bisa Kalian Dapatkan Dari Bangku Kuliah

Jadi, berapa jam kebutuhan tidur yang perlu kita penuhi?

Penelitian menyatakan bahwa orang dewasa normal membutuhkan tidur selama 6-8 jam sehari. Sebagai mahasiswa, kita kadang dituntut untuk begadang untuk menyelesaikan tugas akademik atau non akademik. Akan tetapi perlu diingat juga bahwa kebutuhan tidurmu sebagai anak kuliahan sama pentingnya dengan mengejar deadline tugas. Nah,  kali ini aku bakalan kasih tiga tips biar kamu bisa memenuhi kebutuhan tidur dan tugas kuliah tetap ke handle.

1. Buat Skala Prioritas dan Jadwal Kegiatan

Pertama, kamu harus buat skala prioritas dan jadwal kegiatan. Tentukan prioritas kegiatanmu  dengan cara  membaginya menjadi empat kategori yaitu penting mendesak, ga penting tapi mendesak, penting tidak mendesak atau ga penting dan ga mendesak. Kamu juga bisa mengurutkannya berdasarkan dateline tugas dengan membuat list tugas. Setelah menentukan prioritas, buat jadwal untuk mengerjakan tugas-tugas itu, kalau perlu dibuat estimasi waktunya. Dengan melakukan hal tersebut, kegiatanmu dalam sehari jadi lebih terstruktur sehingga kamu bisa punya waktu yang cukup buat tidur.

2. Pastikan Punya Jam Tidur Sama Tiap Harinya

Ketiga, usahakan kamu punya jam tidur yang sama setiap harinya. Hal ini penting untuk membentuk pola tidur. Pola tidur berpengaruh pada sirkadian tubuh yang tentunya berdampak juga bagi tubuh dan kualitas hidup. Kalau menurutku, lebih baik tidur awal lalu bangun dini hari daripada tidur larut lalu bangun siang. Modifikasi lingkungan dan meditasi merupakan cara untuk mengatasi gangguan tidur (Bulechek, Butcher, Dochterman, & Wagner, 2013) Meditasi bisa dilakukan dengan relaksasi nafas dalam. Ritme pernapasan yang perlu dilakukan yaitu 4 detik tarik nafas, 3 detik tahan nafas dan 6 detik hembuskan nafas. Hal ini berfungsi agar tubuh menjadi rileks sehingga memudahkan untuk tidur. Cara lain juga bisa dilakukan untuk merelaksasi tubuh yaitu dengan lantunan musik klasik, pijat refleksi, aromaterapi, ruangan yang nyaman dengan cahaya redup dan suhu ruangan yang sejuk.

3. Usahakan Tetap Tidur Siang

Kedua, usahakan kamu tetap tidur siang walaupun harus begadang. Tidur siang bisa jadi cara agar kamu tetap memenuhi kebutuhan jam tidurmu dalam sehari. Dilansir dari situs National Sleep Foundation, terdapat penelitian oleh NASA yang menunjukan bahwa tidur siang selama 40 menit dapat meningkatkan kinerja sebesar 34% dan tingkat kewaspadaan 100% . Tidur siang bisa dilakukan sebelum dzuhur atau jam 12, kalau aktivitas siang kamu sangat padat, usahakan tidur siang 20 menit saja saat istirahat.

Dah ya, sekian dulu artikel kali ini. dear mahasiswa insom yang hobi begadang, perhatikan kebutuhan tidurmu ya! Jangan terlalu ngambis sampe ga tidur… Perlu diingat bahwa kesehatan tubuhmu sama pentingnya dengan tugas yang kamu kerjakan. Selamat mencoba tips yang udah kukasih ya! Semangat terus kuliahnya!😊

BACA JUGA: 7 Cara Belajar Efektif Solusi Bagi Para Pecinta SKS

Referensi

Bulechek, G. M., Butcher, H. K., Dochterman, J. M., & Wagner, C. (2013). Nursing interventions classification (NIC) (6th ed.). Philadelphia: Elsevier.

Herdman, T. H., & Shigemi, K. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses :Definitions and Classification 2018-2020 (11 ed.). Canada: Marquis.

National Sleep Foundation. (2020, Juni 10). Napping. Sleep Topics. Retrieved from https://www.sleepfoundation.org/articles/napping

Walker, M. (2019). Sleep is your superpower. TED Ex Channel. Retrieved from https://www.youtube.com/watch?v=5MuIMqhT8DM&t=915s

REVOLUTION 2017

  REVOLUTION – acara pentas seni tahunan yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Trisakti School of Management. Acara ini diadakan berdasarkan pemikiran dan keinginan kami untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas generasi muda. Melihat adanya hal … Baca Selengkapnya

Hal-Hal ‘Horor’ yang Dialami Mahasiswa Rumpun Sains

Kita tahu pasti setiap fakultas di UI ini punya cerita mistisnya masing-masing, mau itu di fakultas rumpun teknologi, sosial humaniora ataupun kesehatan, ya kan? Nah, kali ini ceritanya datang dari rumpun sains, tepatnya FMIPA. FMIPA? Pesantrennya UI? Fakultas dengan mahasiswa terbanyak di UI? Emang iya? Pasti banyak banget julukan-julukannya, ya kan? Selain itu, konon katanya FMIPA ini adalah fakultas pertama di UI yang pindah ke Depok lho, benarkah? Hayo, hayo, hayo, pada tahu nggak nih?

Nah Sobat Anak UI sekalian, kalian kalau udah denger kata horor pasti langsung mikir makhluk gaib; Kuntilanak? Tuyul? Pocong? Eits, meskipun memang di FMIPA ini juga ada banyak makhluk horornya, tapi  ada juga lho hal-hal yang berbau horor. Jadi, kata horor disini bukan diartikan sebagai makhluk-makhluk mistis. Kata ‘horor’ disini lebih kepada kegiatan yang dianggap ekstrim (horor) oleh mahasiswa FMIPA. Apa aja itu, yuk diintip!

 

BACA JUGA: (Horor) Ternyata Dosen Baru yang Ngajar di FHUI Tengah Malam Itu Adalah…

 

Dosen

Ya ya ya (via sidicka)

Di UI ini terutama di fakultas kamu-kamu semua, dosen pasti bermacam-macam jenisnya dari mulai yang ‘killer’ sampai yang lembut selembut sutera hatinya. Nah, kalau dosen FMIPA pun sama sampe-sampe bikin pusing kepala. Berikut adalah keunikan dosen-dosen tersebut; berkata ‘nilai A untuk Tuhan, nilai A- untuk saya, dan sisanya kalian’

Namun percayalah tidak semua dosen seperti ini, memiliki aturan main ketika masuk kelas dan aturannya adalah seperti ini loh;

“Mahasiswa yang datang setelah saya masuk harus keluar walaupun jam kuliah belum dimulai. Ketika saya sudah ada di kelas, tidak boleh lagi ada mahasiswa yang masuk meskipun dia tidak terlambat.” Cukup unik memang. Satu kata buat kamu yang dapet dosen kayak begini: Sabar. Ini ujian.

 

Pre-Test dan Post-Test

Hadeeeeh (via gogetatip)

Apaan nih? Ujian harian?

Yup, bener banget. Pasti kalian udah  tahu kan, pre-test dan post-test ini biasanya juga rangkap bareng Jurnal Praktikum dan Laprak. Jadi, selain harus ngelaprak dan ngejurnal, kalian juga harus belajar buat menghadapi pre-test atau post-test ini untuk praktikum.  Eits, pre-test dan post-test ini bukan cuma buat praktikum kimia aja, tapi juga untuk jenis praktikum lain. Nah, kalian tahukan bedanya pre-test dan post-test? Ya, dalam waktu pelaksanaannya. Kalau pre-test itu dilakukan sebelum praktikum, sedangkan post-test sesudah praktikum. Kebanyakan mahasiswa lebih merasa enak di post-test. Kenapa? Karena bakalan ada pemaparan materi terlebih dulu.

Umumnya, pre-test dan post-test ini diperuntukkan bagi program studi yang ada unsur praktikumnya seperti Kimia, Biologi, dan mungkin Fisika atau Geografi. Kalau di FMIPA sendiri,  pre-test dan post-test sering dilakukan sebanyak 2-3 kali selama seminggu atau bahkan ada saja yang lebih dari itu. Kalau kalian punya 3 mata kuliah berbasis praktikum dalam seminggu, maka kalian akan ujian harian (pre-test/post-test) sebanyak tiga kali selama seminggu itu. Jadi, kalian bisa ujian harian sebanyak belasan kali selama sebulan. Itu sih kalau mata kuliah praktikumnya cuma 3, kalau 4, bisa sampai 20 kali.

Disamping itu, pre-test dan post-test punya kelebihan masing-masing, lho. Pre-test membuat kamu berlatih sebelum masuk kuliah, agar ketika perkuliahan berlangsung dapat menyamakan perspektif dan menggali lebih banyak materi dengan bertanya, sedangkan post-test dapat menuntut kamu untuk mengikuti seluruh jalannya perkuliahan. Gimana, pilih post-test atau pre-test?

Jawabannya pasti nggak dua-duanya sih. Hehe.

 

Cenat Cenut Tutup

Eh sumpah Cenat Cenut tutup!!! Eh gimana dong…?

Apa itu Cenat Cenut? Cenat Cenut adalah tempat serbaguna untuk mahasiswa FMIPA yang didirikan oleh babang-babang perkasa. Kalau di fakultas kamu ada foto-kopian, tempat nge-print, tempat cetak foto, bahkan koperasi yang nyediain alat tulis dan barang-barang keperluan mahasiswa, maka Cenat Cenut adalah gabungan dari itu semua. Cenat Cenut adalah tempat terlaris, teramai dan tersibuk di FMIPA.

Kenapa namanya Cenat Cenut?

Sumpah, dari dulu nggak ada yang pernah tahu makna terselubung dari nama ini dan nggak berani juga nanya ke babang-babang perkasa yang ada di sana. Mungkin karena Cenat Cenut adalah tempat yang selalu on time setia dari pagi sampai sore, makanya dinamain Cenat Cenut (kayak jantung yang berdetak terus, jadi ber-Cenat Cenut). Kalau si Cenat Cenut ini tutup, percayalah mahasiswa FMIPA bakal gentayangan nggak jelas untuk nyari tempat macam Cenat Cenut. Tutupnya Cenat Cenut adalah bencana besar buat mereka-mereka yang deadliner dan para ambiser.

 

BACA JUGA: Geosains: Program Studi Junior di FMIPA yang Mirip-Mirip Ilmu Perminyakan dan Pertambangan

 

Laprak Belum

Perjuangan membuat laprak. (via kampusholic)

Laprak? Makanan? Itu Ketoprak! Laprak? Laprak aja, biar kapok! Itu sih Labrak.

Laprak itu adalah kependekan dari Laporan Praktikum, ya pasti semua manusia tau lah ya. Laprak bukan hanya ada di FMIPA tapi juga ada di fakultas-fakultas Rumpun Ilmu Kesehatan contohnya FKM. Nah, hampir semua jurusan di FMIPA ini memuat matkul yang ada lapraknya. Konon katanya, anak-anak Kimia sering banget nggak tidur gara-gara nge-labrak, eh, nge-laprak maksudnya. Jelas, Kimia basisnya praktikum banget, Sob.

Nah, gimana kalau ada yang belum nge-Laprak?

SKS (sistem kebut sedetik)

Nih ciri orang yang belum ng-laprak; diem-dieman tapi dalam hati panik, bergaya santai tapi tangannya gerak cepat, kena tremor secara tiba-tiba, pas jam praktikum belum dimulai masih muka-muka biasa, pas temen bilang “masuk, ada dosen” baru bilang “eh laprak gue belum kelar” baru deh rasa panik meningkat signifikan. Jangan tiru adegan itu ya, karena Laprak dapat sangat berpengaruh pada rekap nilai kita nanti.

Buat kalian yang belum tahu, Laprak ini muatannya terdiri dari data pengamatan, pembahasan yang bisa sampe berlembar-lembar , perhitungan, lembar dokumentasi praktikum dan MSDS (Material Safety Data Sheet) yang berisi informasi tentang zat-zat yang ada di praktikum. Dan, semua muatan di atas itu dari mulai data pengamatan, pembahasan, perhitungan sampai MSDS wajib ditulis tangan tanpa terkecuali.

Terkesan ribet memang, tapi bobotnya lumayan. Selain itu tahu nggak sih, kalau untuk praktikum Kimia, si Laprak ini selalu barengnya sama Jurnal Praktikum yang kira-kira 3-4 lembar. Pokoknya, Laprak sama Jurnal Praktikum ini kayak Romeo dan Julietnya semua tugas-tugas, mereka takkan bisa terpisah oleh ruang dan waktu deh.

 

Ujian Teng-Tengan

Hah? Ayu Ting-ting? Ada Ayu Ting-ting di FMIPA?!

Parah. Bukan Ayu Ting-Ting ya, Sobat. Tapi Ujian Teng-tengan. Adanya dimana tuh? Fisika? Kimia? Matematika? Geosains? Geografi? Biologi? Yup, jawaban yang terakhir saaaangaat tepat. Apa sih ujian teng-tengan? Ujian yang paling dipertanyakan dan ditakutkan maba-maba Biologi.

Berbeda dengan jenis ujian lain, dalam ujian teng-tengan ini kamu bakal dikasih 50 soal isian tepat bisa beranak pinak macam ayam, setiap soal berada di meja yang berbeda dan dikasih nomor soalnya, lalu setiap satu menit sekali ketika lonceng dipukul berbunyi “Teng” maka Sobat harus berpindah ke soal berikutnya. Kenapa harus pindah? Karena teman di samping kita akan bergeser ke tempat kita untuk mengisi soal tadi. Pergeseran akan terus berganti sampai semua mahasiswa mencicipi 50 soal tersebut.

Tidak boleh ada yang lirik kanan lirik kiri lho. Ya kali mau nyebrang. Kalau ada yang ketahuan lirik kanan lirik kiri, percayalah semua yang ikut ujian itu akan terkena imbasnya. Kok bisa? Karena semua Asisten Lab berdiri di setiap sudut, Sobat. Dan saat satu orang ketahuan sedikit saja melirik, lonceng akan berbunyi sangat cepat meskipun belum tepat satu menit. Jadi, semua mahasiswa bakal berpindah terus-terusan tanpa mengisi soal. Jangankan mengisi, ngeliatpun nggak bakal sempat karena kalau sudah dipinta “geser” wajib “geser”.

Nah, yang ditakutkan dari ujian ini adalah kalau ada lebih dari 5 orang yang lirik kanan lirik kiri di waktu yang berbeda, bakal ada banyak soal yang nggak keisi. Kalau udah kayak gini, suhu ruangan akan meningkat, udara menipis, keringat bercucuran, tubuh panas dingin, dan jantung akan berkontraksi lebih cepat dari biasanya!

Jadi jangan berani lirik-lirik saat ujian ini, ya. Mau kalian bertanya atau tidak, mencontek atau tidak, saat ujian ini semua harus menunduk. Karena di sini bukan lagi ‘lirikan matamu menarik hati’, tapi ‘lirikan matamu membuat rugi’.

 

BACA JUGA: Tujuh Tipe Maba di Universitas Indonesia, Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

 

Nah, itulah beberapa hal ‘horor’ yang sering banget dilalui mahasiswa FMIPA. Dari yang awalnya simple-simple saja sampai yang bikin tubuh panas dingin luar biasa. Nggak kerasa sudah selesai perjumpaan kita, Sobat AnakUI.com. Gimana? Gimana apanya? Ya, gimana habis bacanya, seru atau serem atau kaget atau sedih? Pasti perasaan kalian beragam, ya kan? Iya aja lah, mumpung perasaan kalian masih anget-anget, Yuk share biar semua pada tahu dan biar semua pada ingat dengan nge-Labrak, eh, nge-Laprak maksudnya.

Bercita-Cita jadi Mahasiswa Seimbang? Yuk Ikuti Tips Berikut ini!

“Anak UI? Wah, pasti dia cerdas, pinter, keren! Sikat, Bray!”

Mungkin kalian sebagai anak UI sudah sering banget kena label itu dari orang-orang di luar sana. Memang, nggak perlu diragukan lagi gimana kemampuan akademik para mahasiswa UI. Secara, untuk masuk ke UI saja, kita harus berhasil menyingkirkan beribu-ribu orang. Namun, setelah memasuki fase-fase perkuliahan, ternyata kampus perjuangan ini memang nggak sebercanda itu.

Dimulai dari fase jadi maba hingga ke fase-fase perkuliahan berikutnya, perlahan-lahan kita pasti sadar bahwa, “Nggak bisa nih kalau gue cuma pinter doang. Teman-teman yang lain juga sama pinternya sama gue. Terus apa spesialnya gue dong?”. Nah, di sinilah kita harus belajar untuk menambah ciri diri kita. Kita harus keluar dari comfort zone dan menantang diri untuk jadi mahasiswa yang seimbang.

Wait… mahasiswa seimbang itu apa sih? Jadi, mahasiswa seimbang adalah mahasiswa yang mampu untuk memaksimalkan diri di setiap aspek kehidupannya dengan porsi yang sesuai bagi masing-masing aspek. Baik itu di dalam studinya, organisasi, kerohanian, social life, keluarga, atau bahkan love life-nya (kalau punya ya, gengs).

“Wah berarti gue harus super perfect dong buat jadi mahasiswa seimbang?”.

THAT IS A BIG NO, GUYS!

Menjadi mahasiswa seimbang tidak berarti kita harus menjadi seseorang yang sempurna. Menjadi mahasiswa seimbang berarti kita harus mampu me-manage diri dengan baik sehingga kita dapat memberikan porsi-porsi yang sesuai di setiap aspek kehidupan kita. Nah, berikut ada beberapa tips yang anakui.com rangkum untuk memulai menjadi mahasiswa seimbang.

 

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

 

Making Up Mindset

Dimulai dari hal yang paling sederhana aja (via pinterest)

First thing first, kita harus merubah pikiran kita bahwa kita bisa tuh memberikan porsi yang sesuai di setiap aspek kehidupan kita. Tepatnya, kita harus punya kesadaran diri yang tinggi bahwa setiap aspek yang ada di kehidupan kita itu sama pentingnya. Memang, prioritas itu perlu, tapi nggak mustahil kan untuk bisa menjalankan semuanya dengan seimbang? Jangan sampai nih, karena kita terlalu asyik berorganisasi kita jadi lupa untuk belajar dan bertanggung jawab dengan kuliah kita. Atau jangan sampai juga kita terlalu ambisius dalam belajar sampai lupa untuk membangun social life yang membangun. Atau jangan sampai kita lupa untuk berhubungan baik dengan keluarga kita hanya karna kita sibuk di perkuliahan. Kalau yang terakhir sih terutama buat para anak rantau, ya!

 

Control Yourself

Bikin agenda terjadwal buat mempermudah aktivitas kamu! #bukanpromosi (via twitter)

Pengendalian diri itu penting, guys. Nggak perlu dibilang lagi kalau anak UI itu pasti jago banget untuk membagi waktunya, membuat schedule dan to-do-list dengan sedemikian rupa. Sayangnya, nggak banyak yang jago untuk menjalankan jadwal yang sudah mereka jalankan sedemikian rupa. Intinya sih, kembali lagi ke disiplin diri.

 

Get Out!

Ayo keluar dari zona nyaman kamu! (via 1213online)

Keluar dari zona nyaman adalah satu dari keputusan terbaik yang harus kita ambil sebelum kita kembali ke Yang Kuasa (ngeri juga). But seriously, kita harus mendorong diri dan mengambil cukup banyak keberanian kita untuk tidak melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Menantang diri dengan mencoba hal-hal baru akan membuat kita lebih berkembang serta melatih diri untuk menjadi seimbang.

Hal-hal baru itu nggak perlu ekstrem kok. Misalnya, kita baru saja sadar kalau ternyata kita perlu juga meluangkan waktu untuk lebih banyak nongkrong. Cobalah sesekali luangkan waktu-waktu tertentu hanya untuk nongkrong dan ngobrol dengan orang-orang di perkuliahan, baik itu teman kuliah, kakak atau adik angkatan, hingga para staff  UI pun boleh. Hal itu akan membantu kita untuk belajar membangun relasi yang sehat serta koneksi yang luas di kemudian hari.

Hal baru lainnya bisa juga dengan belajar lebih sering menghubungi orang tua dan keluarga di tengah-tengah kesibukan kita sebagai mahasiswa UI. Meluangkan waktu beberapa saat hanya untuk berbincang santai dengan keluarga itu penting loh, guys! Sebab, kita bisa curhat dan dapat banyak masukan dari orang-orang terdekat kita sekaligus membangun supporting system yang aman bagi aktifitas-aktifitas kita yang lainnya.

 

Imperfection is Perfect.

Lihat aja menara Pisa; dia miring, ga sempurna, tapi justru itu yang membuat dia menarik. (via traveldigg)

Jangan dipikir jadi mahasiswa seimbang itu harus jadi mahasiswa yang serba mampu, ya! Ingat, kesempurnaan hanya milik Tuhan (buset). Kita nggak harus kok punya IPK 4, lalu ikut 5 organisasi dan berbagai kepanitian, lalu menang lomba sana sini secara bersamaan. Nggak, menjadi jadi mahasiswa seimbang nggak segila itu kok. Poin pentingnya adalah bagaimana kita bisa membagi dan bekerja secara maksimal di setiap aspek kehidupan yang kita jalanin.

IPK nggak perlu 4, tapi jangan juga terlalu jelek. Kalau mau aman, ambil saja nilai IPK yang rata-rata digunakan oleh para pemberi beasiswa, yaitu sekitar 3 ke atas. Tidak perlu juga tergabung di begitu banyak organisasi dan kepanitiaan. Pilihlah dengan bijak yang mana sekiranya sesuai dengan minat dan bakat kita serta yang mampu menunjang kita di masa yang akan datang. Intinya, be reasonable when you choose.

Tidak perlu juga jadi anak nongkrong yang tiap minggu hangout  ala-ala biar tetap hits,  yang penting adalah membentuk social environment  yang  bisa membangun kita menjadi lebih baik.

 

Just Do It!

Ini wajib banget kudu harus ya. L A K U K A N. (via pinterest)

Well, yeah, just do it! Lakukan saja segera! Jangan terlalu lama berpikir, karena itu tidak akan membawa perubahan apa pun bagi diri kita. Justru setiap aksi yang kita lakukanlah yang akan membuat kita semakin belajar hingga akhirnya berhasil menjadi mahasiswa yang seimbang. Malahan, kalau terlalu lama berpikir yang datang adalah keraguan. Tentunya kita nggak mau dong untuk terus stuck jadi mahasiswa yang begitu-begitu saja?

 

BACA JUGA: Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh!

 

So, itu tadi tips-tips untuk jadi mahasiswa seimbang. Pasti udah mulai on fire dong untuk memulai ini dan itu demi jadi mahasiswa seimbang? Moreover, jangan lupakan juga aspek kerohanian kita, karena itu akan menjaga kita tetap sehat secara spiritual dalam menjalani hari-hari kita sebagai mahasiswa seimbang. Jadi, jangan ditunda-tunda lagi, ya! Ingat, serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

Ini Dia Cara Untuk Menghemat Pengeluaran Kalian, Wahai Anak Kos!

Hidup ngekos itu banyak suka dukanya. Sukanya, kalian bisa hidup mandiri, banyak kenalan, bisa aktif organisasi tanpa repot pulang cepet, dan bisa makan mie instan sepuasnya. Dukanya, kalian harus ekstra mengatur berbagai hal, mulai dari rindu yang membara kepada orang tua, masak sendiri, nyuci sendiri, makan sendiri, mandi sendiri, dan tidur pun sendiri. Tapi, nilai tambah buat kalian anak kos adalah kalian dididik untuk menjadi manajer terbaik untuk keberlangsungan hidup kalian guys!

Namun, sering kali anak kos mengeluhkan keuangannya yang dirasa nggak cukup buat kebutuhan kuliah dan sehari-hari. Sebenarnya sih bukan nggak cukup, tapi emang kalian aja yang belum bisa mengatur keuangan kalian dengan baik. Mengatur keuangan untuk kebutuhan kita selama jauh dari orang tua itu penting dan harus benar-benar tau triknya, jadi nggak repot lagi telepon mama papa tiap hari cuma buat ngasih tau kalau kalian butuh uang.

 

Masak Sendiri

Buat kebanyakan anak kos, nilai tambah mereka setelah menikah adalah jago masak. Yap, masak air sampai panci gosong, mie instan, dan masak nasi. Ya setidaknya punya keahlian masak lah ya. Nah, dengan metode masak sendiri, kalian bisa berhemat puluhan ribu bahkan ratusan ribu per bulannya. Coba aja kalau nggak percaya. Kalian masak nasi bisa buat tiga kali makan, pakai tempe goreng, pakai telor goreng, atau sambel-sambelan, kalau dihitung dari kuantitasnya bisa buat tiga kali makan. Tapi kalau beli? Cuma sekali makan tapi dengan biaya yang sama.

 

Beli Pakaian Cowok

Kalau tips ini dikhususkan buat kaum hawa. Kaum hawa ini termasuk kaum yang sangat memperhatikan penampilan, jadi ada macem-macem bajunya dengan berbagai tipe, dari mulai baju buat kuliah, baju buat main, baju buat masak, baju buat mandi, dan baju buat tidur. Bayangkan, mereka sehari bisa pakai empat jenis baju. Sementara cowok? Kuliah, main, sampai tidur bajunya cuma itu aja yang dipakai. Baju-baju cewek umumnya mahal-mahal, sementara cowok? Kaos oblong 15 ribuan pun jadi. Nah, buat kalian kaum hawa, beli baju cowok aja buat menghemat anggaran beli baju baru, soalnya selain nyaman, juga nggak perlu ribet ikat sana ikat sini, cuma tinggal dipakai dan bisa melenggang kemanapun kalian mau.

 

Makan Sebelum Belanja

Ini juga salah satu kebiasaan para wanita: Belanja! Cewek kalau udah masuk mall, matanya udah jelalatan, nggak tahan beli ini itu, padahal mereka juga butuh beli kebutuhan primer lain. Nggak cuma cewek, sekarang cowok jadi tertular kebiasaan para kaum hawa. Cowok juga mulai banyak yang tukang belanja; dari belanja celana dalem, baju, kaos, kemeja, sepatu, sepatu futsal, sepatu berkuda, sepatu kayu, sepatu boots, minyak rambut, minyak kumis, minyak jenggot, dan lainnya. Perlu kalian ingat, sebelum belanja, usahakan uangnya disisihkan buat kebutuhan lain dulu: makan! Percuma kan kalau kalian belanja buat ganteng-gantengan tapi perut kelaperan dan minta makan sama temen, jadinya ganteng-ganteng tukang minta dong!

 

BACA JUGA: Nikmatnya Ngekos, Bahagianya PP, Enak Mana?

 

Minum Banyak Air

Buat kalian yang biasanya melaksanakan puasa sunah buat menghemat, bahkan sampai puasa setiap hari satu semester penuh, coba sekarang pakai metode lain buat menghemat. Puasa memang biasa dilakukan mahasiswa ngekos buat menekan biaya makan. Nah, sekarang coba deh ganti cara, kalian banyakin minum air putih aja buat menekan rasa lapar. Kalau yang biasanya cuma dua liter aja sehari, sekarang jadiin lima-delapan liter sehari. Pastikan perut kalian sudah terisi penuh dan jadi manusia gelonggongan. Yakin deh, kalian nggak bakal laper, paling kembung.

 

Biasakan Jalan Kaki

Duh, anak ngekos kalau ngekosnya berjarak berkilometer dari kampus, mendingan nggak usah ngekos deh. Buat apa kalian ngekos tapi jarak ke kampus sama aja kaya naik angkot tiga kali? Coba cari kosan yang deket sama kampus, jadi kalau kuliah tinggal jalan kaki aja ke halte bikun terdekat atau naik spekun yang tersedia. Biasakan jalan kaki, selain menghemat pengeluaran transport, bisa juga buat olahraga gratis!

 

Beli Buku Bekas

Ini biasanya yang dijadikan alasan para mahasiswa ngekos buat minta uang tambahan: beli buku buat kuliah. Sering kali memang dosen menyuruh kita untuk membeli buku-buku yang menjadi acuan belajar kita di kelas. Mending kalau itu bukunya tipis dan murah, kalau tebel kan pasti mahal. Untuk itu, cobalah untuk membeli buku-buku itu di toko buku bekas, entah itu tangan kedua, ketiga, keempat atau kesepuluh, asalkan masih layak dan masih bisa dibaca, beli aja! Pasti lebih murah 2-3 kali lipat dari harga barunya.

 

Cari Diskon untuk Pelajar

Kalau bosan makan masakan sendiri yang rasanya asin semua itu, coba deh keluar tapi cari yang menyediakan diskon untuk mahasiswa yang beli. Kalian juga bisa jalan-jalan atau naik angkutan umum yang memiliki kebijakan diskon buat mahasiswa. Dijamin kalian bakal lebih bahagia, apalagi kalau cewek, diskon serasa surga. Kamu cewek dan mahasiswa? Beuh, udah pasti dijamin serasa orang paling bahagia di dunia.

 

BACA JUGA: Kosan Kamu Terus Berantakan? Ini Langkah Bersih-bersih yang Harus Kamu Lakuin

 

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kamu lakuin untuk menghemat keuangan kamu ketika jauh dari orang tua semasa kuliah. Bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kamu biar anak-anak kos lainnya bisa menerapkan tips-tips tadi agar bisa survive selama ngekos!

Nikmatnya Ngekos, Bahagianya PP, Enak Mana?

Ngekos atau Pulang Pergi? Mungkin kedua pertanyaan itulah yang seringkali muncul ketika pertama kali berniat ingin kuliah, terutama saat kalian melakukan perencanaan anggaran bersama orang tua kalian. Emang sih, kedua pertanyaan itu terkesan sepele, tapi bisa berdampak besar terhadap kehidupan perkuliahan kalian loh.

Bahkan, sering banget kita gontok-gontokan sama orang tua kita karena masalah tempat tinggal. Orang tua pengen kita fokus kuliah, tapi kita pengennya deket orang tua mulu, jadi deh keributan kecil terjadi. Nah, biar nggak ada kebingungan dan keributan sepele lagi, apalagi sampai galau hingga memutuskan gagal kuliah, mari simak pembahasan kita satu ini.

 

Kenikmatan Pertama: Ngekos Buat Kamu Mandiri

Masak, masak sendiri… Makan, makan sendiri… Nyuci baju sendiri… (via malesbanget.com)

Alasan kenapa banyak mahasiswa dan anak UI ngekos itu karena mereka pengen belajar mandiri. Apalagi yang kuliah di UI nggak cuma orang yang daerah Jabodetabek aja, but from all of Indonesian’s Province. Yap, yang kuliah di UI nggak cuma orang Jakarte aje, tapi juga banyak Wong Kito, Abdi jeung Maneh, Wong Minang, Urang Awak, Wong Jowo, dan daerah lainnya. Makanya, nggak heran kalo kamu kuliah di kampus perjuangan itu ibarat hidup di miniatur negara Indonesia.

Oleh sebab itu, mereka-mereka yang anak rantau memilih untuk ngekos di dekat kampus. Yaiyalah, kalau nggak ngekos masa iya mahasiswa yang dari Aceh bolak-balik Aceh-Depok, apalagi kalau dia masuk kelas pagi, waduh bisa-bisa ngisi absennya di pesawat, belum lagi kalau ada makalah presentasi yang ketinggalan, nggak mungkin kan mereka balik ke Aceh lagi. Maka dari itu, belajar mandiri yang paling simpel itu ya dari ngekos.

Nggak hanya berlaku buat mereka anak rantau loh, buat kamu yang ngerasa pengen belajar hidup mandiri, mengatur keuangan, kebersihan, waktu, dan kegiatan perkuliahan sendiri, walaupun rumah kamu di Pondok Cina, bisa kok ikut ngekos. Karena dengan ngekos, semuanya kita atur sendiri, nyuci baju sendiri, masak sendiri, makan sendiri, tidur sendiri, bangun sendiri, sampai mandi juga sendiri kok.

 

Kenikmatan Kedua: Ngekos Bisa Bebas Makan

Ngekos bikin kamu bebas makan. Iya, makan mi instan tiap hari. (via running.competitor)

Cuma dengan ngekos kamu bisa bebas makan apa aja yang kamu mau. Loh kok bisa? Yaiyalah, nggak ada lagi yang ngomelin, “Kak, kamu jangan sering makan Mie!”, “Dek, kamu jangan sering makan Mie!”, “Mas, kamu jangan sering minum Promag! Nanti sakit. Eh udah sakit ya? Makanya jangan makan mie terus!”

Yap, hanya dengan ngekos, keinginan kamu untuk makan enak bisa dilakukan, yaitu makan mie. Apalagi kalau makan mienya bareng-bareng temen kos, nikmat rasanya, semangkok bareng-bareng, sampai tetes kuah terakhir, sakit pun bareng-bareng. Nikmat kan?

Tenang aja, kalau kalian bisa mengatur keuangan kalian, kalian bisa kok beli Nasi Rendang, Ayam Goreng, Soto Mie, atau Bakso…. dalam kemasan mie instan.

 

Kenikmatan Ketiga: Ngekos Bikin Kamu Bisa Pulang Kapan Aja

Santai pulang kapan aja, meski harus lompat pager kosan. (via tribunnews)

Anak UI terkenal dengan kesibukannya; mulai dari sibuk ngerjain tugas kelompok, sibuk organisasi, sibuk kerja paruh waktu, sibuk mancing di danau, sibuk ngepoin mantan, dan sibuk gangguin orang sibuk. Semua kesibukan kalian biasanya memaksa kalian untuk pulang tidak tetap, bisa sore, malem, tengah malem, dini hari, bahkan pagi hari. Kalau kita pulang-pergi, ketauan dong rasa capeknya. Belum kalau kita harus ketok-ketok pintu di kala orang tua kita sudah terlelap tidur, kasian dong sama mereka.

Makanya, ngekos aja! Soalnya, kalau ngekos, kita bisa dengan bebas balik kapan aja, asalkan sibuknya sibuk yang positif ya, bukan sibuk yang dibuat-buat karena takut ditagih uang bulanan kosan. Dengan ngekos, kita bisa ngerjain tugas kuliah berkelompok di kosan kita tanpa mengganggu orang tua kita, tapi jangan lupa bawain gorengan dulu buat tetangga kos, biar nggak ngambek denger suara kalian lagi kerja kelompok. Dengan ngekos juga, kita bisa pulang tanpa harus bangunin orang tua kita untuk bukain pintu. Dan dengan ngekos juga kita bisa tidur dari pagi sampe pagi lagi, nggak usah takut diomelin orang tua karena tidurnya kaya mayat.

 

BACA JUGA: Bingung Pilih PP atau Ngekos? Baca Artikel Ini Aja

 

Kebahagiaan PP Pertama: Makan Masakan Orang Tua

Makan masakan mama emang paling nikmat dah, apalagi kalo sekalian kumpul keluarga. (via food-detik)

Kebanyakan mereka yang memilih untuk Pulang-Pergi adalah karena nggak bisa move on dari masakan mama. Apalagi tuh semur jengkol buatan emak, beuh nggak ada yang ngalahin dah, Burger mah lewat! Nikmatnya masakan orang tua itu nggak ada duanya deh, bahkan emak masak air pake air danau juga nggak bakal ketauan, sangking enaknya tuh masakan.

Cuma dengan Pulang-Pergi kita bisa ngerasain makanan mama, dibawain bekel yang isinya makanan kesukaan kita, dan pulang tanpa perlu repot masak lagi: tinggal santap. Bahagia banget dong?

 

Kebahagiaan PP Kedua: Dapet Uang Jajan Terus

Asikkk dapet uang jajan dari mama terus (via parenting)

Wah kalo ini sih kesukaan kita banget dong. Setiap berangkat selalu ditanyain, “Nak, uangnya udah dikasih belum?”, kita jawab, “Belum Pah, Mama belum kasih.” Padahal mama udah ngasih duit dari kemarin, tapi karena kita baik dan pengen orang tua kita dapet pahala berlipat, makanya kita bilang “Belum dikasih uang Pah.”

Beda sama orang yang ngekos, mereka mah dikasih uangnya sekali dan ngepas. Serba pas, pas pengen makan mie ada, pas pengen beli promag ada. Kalau kalian yang PP tiap hari dapet uang terus. Kalau kelebihan, bisa ditabung.

 

Kebahagiaan PP Ketiga: Bisa Update Informasi dan Jalan-jalan

Yang penting jalan dah walau ke sini lagi. (via poestahadepok)

Oh iya, ini sih yang jadi perhitungan banyak orang sebelum memutuskan buat ngekos atau PP: nonton TV, wifi-an, dan bergosip tetangga. Yap, karena sekarang hampir semua kos-kosan mahal dan nggak nyediain TV, kita jadi berfikir panjang buat ngekos. Belum lagi ketersediaan wifi atau jaringan internet. Makanya, nggak heran kalo banyak anak kosan yang kudet dan susah dihubungin via online. Nah, kalo PP, kita bisa bebas nonton TV kesayangan kita, sinetron, kartun, atau nontonin iklan juga boleh. Walaupun, di kosan bisa bawa TV, tapi sering banget temen-temen kos lain dengan semena-semena menguasai TV kita di kosan dan listriknya mehong.

Nggak cuma itu, kita sebagai mahasiswa PP memiliki keunggulan dari jam terbang jalan-jalan dibanding mereka yang ngekos. Bayangin aja, mereka yang ngekos paling aktifitasnya cuma di kampus dan kosan aja, gitu aja terus sampe kumel. Tapi, kalau mahasiswa PP, kalian bisa jalan-jalan terus: dari rumah ke kampus. Ya paling tidak judulnya jalan-jalan.

 

BACA JUGA: Inilah Keuntungan Kalau Kamu Ngekos Bareng Teman

 

Nah, itulah ulasan dari kenikmatan ngekos dan kebahagiaan PP. Semuanya tergantung dari kondisi tubuh, kemampuan kita mengatur waktu, tingkat kemandirian kita, dan pertimbangan anggaran kita. Jadi, buat kalian yang merasa bakalan sibuk, nggak mau capek, jarak rumah ke kampus yang jauh, dan merasa saatnya mandiri: pilih ngekos. Tapi, buat kalain yang merasa nggak mampu jauh dari orang tua, memiliki kebugaran fisik yang baik, dan nggak sibuk-sibuk amat, serta jarak rumah ke kampus deket: pilih PP aja deh, irit. Mari bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar banyak yang bimbang, bisa menentukan pilihan yang tepat!

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia: Dekan Baru, Harapan Baru

Beberapa pekan lalu, salah satu fakultas yang juga tergolong baru melakukan pengangkatan dekan loh, yakni Fakultas Ilmu Administrasi UI atau biasa dikenal dengan FIA UI.

Sebelumnya, fakultas yang dulunya merupakan salah satu departemen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut baru saja didirikan pada tahun 2015 dengan program studi Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, dan Ilmu Administrasi Fiskal.

Pada tahun 2016, tepatnya pertengahan bulan November, FIA UI melakukan pengangkatan dekan baru, yakni Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. Beliau diangkat sebagai dekan FIA UI untuk masa bakti 2016—2020 sekaligus dekan pertama.

Prof. Dr. Eko Prasojo Mag.rer.publ (via fia.ui.ac.id)
Prof. Dr. Eko Prasojo Mag.rer.publ (via fia.ui.ac.id)

Pengangkatan dekan baru FIA UI inipun disambut oleh warga FIA UI, termasuk mahasiswanya. Salah seorang mahasiswi, Siti Fatimatuz Zahra, jurusan Administrasi Fiskal UI angkatan 2015 mengungkapkan bahwa pengangkatan dekan baru ini menarik dan penuh harapan.

Juga, Zahra mengatakan bahwa sebelumnya FIA UI belum memiliki dekan sehingga fakultas tanpa adanya dekan dianggap sebagai fakultas yang eksistensinya belum jelas.

“Selama ini FIA sendiri belum punya dekan dan status sebagai fakultas tanpa dekan menjadi fakultas yang eksistensinya belum jelas,” ujar Zahra (19/11)

 

BACA JUGA: Beberapa Alasan Kenapa Kamu Gak Boleh Gampang Percaya Terhadap Broadcast yang Mengatasnamakan Pimpinan UI

 

Makara Merah-Ungu kebanggaan mahasiswa FIA UI (via intantyastory)
Makara Merah-Ungu kebanggaan mahasiswa FIA UI (via intantyastory)

Selain itu, Zahra pun mengungkapkan harapannya terhadap pengangkatan dekan baru FIA UI ini. “Dengan adanya pengangkatan dekan FIA ini setidaknya dapat mengangkat citra publik terhadap FIA itu sendiri bahwa fakultas ini memang sudah terbentuk. Semoga status FIA di sini semakin jelas dalam mengikuti berbagai kegiatan kampus seperti OIM UI, OLIM UI, dan UI Art War,” harap Zahra.

 

BACA JUGA: Tax Amnesty: Wajib Pajak Patuh Hanya Diapresiasi, Wajib Pajak Nakal Kok Malah Diampuni?

 

Bukan hanya harapan terhadap citra publik yang lebih baik lagi, Zahra pun berharap bahwa dosen-dosen FIA UI bertambah, dan gedung perkuliahan yang semakin jelas.

“Mungkin dari dosen FIA ini akan semakin bertambah karena menurut saya Sumber Daya Manusia (pendidik) masih kurang serta gedung FIA seharusnya lebih diperjelas lagi,” katanya.

Departemen Ilmu Administrasi di FISIP UI (via mirunasays)
Departemen Ilmu Administrasi di FISIP UI (via mirunasays)

Salah seorang mahasiswa, Ryan Ondrus, jurusan Ilmu Administrasi Niaga angkatan 2015 juga mengutarakan hal yang sama terkait pengangkatan dekan FIA UI. Ryan berharap FIA UI bisa berjaya lagi. “Mudah-mudahan FIA UI bisa berjaya lagi dan kualitasnya lebih baik lagi!” ujar Ryan (20/11).

 

BACA JUGA: Bercita-cita Mewujudkan Good Governance? Kamu Harus Belajar Ilmu Administrasi Negara Dulu

 

Wah, ternyata banyak juga ya harapan terhadap pengangkatan dekan baru dan pertama FIA UI ini. Semoga pengangkatan dekan baru FIA UI ini membawa perubahan fakultas tersebut menjadi lebih baik lagi ya!

Beberapa Poin yang Harus Kamu Perhatiin Sebelum Mengikuti OBM

Selamat datang di kampus makara, putera puteri terbaik bangsa!

Siapa yang gak merinding dan super haru coba baru masuk aja udah disambut sedemikian rupa? Eits, jangan seneng berlebihan dulu, kamu masih harus mengikuti orientasi untuk menjalankan kehidupan di kampus, baik akademis maupun non akademis. Tapi tenang aja, orientasi yang ini beda banget sama orientasi yang itu, kok.

Yak, Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM) ini merupakan orientasi yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru mengenai dunia akademis kampus Universitas Indonesia. OBM ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa sebelum mengikuti masa perkuliahan.

Sebelum mengikuti OBM, biar kamu ngejalaninnya ada persiapan terlebih dahulu dan agar maksimal, yuk coba perhatiin beberapa poin di bawah ini dalam pelaksanaan OBM biar makin seru dan meminimalisir hal-hal yang gak diinginkan!

BACA JU&GA: Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

 

Siapa sih yang gak suka orang yang rapi?

Ciptakan first impression dengan berpakaian yang rapi via storyofvianindya
Ciptakan first impression dengan berpakaian yang rapi via storyofvianindya

Berhubung OBM merupakan wadah pertama kamu untuk mengenal dunia kampus, jadi ciptakan first impression kepada dirimu sendiri maupun orang lain dengan berpakaian yang rapi selayaknya mahasiswa. Kemeja flannel, jeans, dan sneakers juga udah cukup kok buat kamu baik mahasiswa maupun mahasiswi Universitas Indonesia! Ditambah dengan tas ransel yang bikin kesan “mahasiswa”nya tuh kerasa banget. Tapi bebas sih, silakan berpakaian serapi dan senormal mungkin yang bikin kamu nyaman, tapi ya gak pake jas dan blouse aja, dong…

 

SKSD aja, nothing to lose kok

OBM jadi wadah untuk kenalan dengan banyak orang via bestmistakeofbella
OBM jadi wadah untuk kenalan dengan banyak orang via bestmistakeofbella

OBM juga merupakan wadah buat kamu kenalan sebanyak-banyaknya dengan berbagai jenis manusia di muka kampus. Mulai dari yang nerdy, super asyik, sampe yang ngeselin juga banyak. Ngobrol asyikin aja, tambahin networking a.k.a jaringan pertemanan kamu. Gak ada salahnya kan nambah kenalan dan banyak teman? Kapan lagi hayo sekelas seminggu full bareng temen-temen dari berbagai fakultas.

 

Tingkatkan ketelitianmu, cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat

cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat via petrabarus
cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat via petrabarus

Kalo kamu gak punya temen sejati yang sekelas dari awal sampe akhir OBM, sudah tentu menjadi tanggung jawab penuh bagi dirimu sendiri untuk meningkatkan ketelitian dan keakuratan dalam pembacaan jadwal serta lokasi OBM. Jangan sampe salah loh ya, nanti kamu malu sendiri hehehehe. Emang sih harus banyak temen dan kenal banyak orang, tapi kalo dikenalnya dengan cara salah ruangan maupun jadwal kan gak enak juga.

 

Gak usah takut, ini bukan OSPEK

Gak usah takut, ini bukan OSPEK via hanifafarah
Gak usah takut, ini bukan OSPEK via hanifafarah

Selama OBM kamu dituntut untuk berkontribusi aktif dalam mengikuti segala apa yang disampaikan pembimbing. Santai aja Bro, Sis, gak usah takut, ini bukan OSPEK kok. Malah keren banget kalo kamu bisa terus berpendapat dalam setiap kelas yang kamu ikuti, karena itu memang tujuan OBM; Orientasi Belajar Mahasiswa, mengubah kebiasaan pasif di kelas saat SMA menjadi aktif saat memasuki dunia perkuliahan. Explore sebanyak-banyaknya yang kamu ingin ketahui, ya!

 

Ikutin aja, banyak banget manfaatnya

 kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya via marzetrezitadina
kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya via marzetrezitadina

Sumpah deh, kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya, super informatif, dan membantu kamu banget nanti untuk survive di dunia perkuliahan. Ada, bahkan banyak, hal-hal yang akan jauh lebih mudah untuk kamu kerjakan jika mengikuti serangkaian kegiatan OBM ini. Makanya, jangan disia-siain ya, gak bayar kok! Selain itu, OBM ini juga merupakan prasyarat untuk mengikuti mata kuliah MPKT A dan MPKT B loh, jadi ya mau gak mau, mager gak mager, kamu harus tetep ikut.

Sama siapa, kapan, dan di mana pun kamu mengikuti OBM ini, nikmatin dan jalanin aja, gak ada yang sia-sia kok. Pasti akan banyak pengalaman yang kamu dapetin serta grup di Line atau WhatsApp akan nambah satu. Meski setelah OBM selesai mayoritas ngumpul lagi hanya akan menjadi sebuah wacana yang hakiki, tapi jokes dan cerita selama OBM gak akan pernah jadi wacana buat dibahas kembali, kok.

Yang Beda di Universitas Indonesia ketika Liburan

Memasuki masa-masa kampus sepi karena liburan kayak gini, pasti ada aja perbedaan yang kamu rasain kalo liburan malah harus ke kampus. Entah itu untuk urusan rapat, semester pendek, dan hal-hal lain yang memaksakan kamu ke kampus. Tentu saja, yang tadinya banyak mahasiswa hectic jam delapan pagi di Gerbatama maupun Stasiun UI, sekarang malah adem ayem aja. Kerasa ya, bedanya, kan lebih sulit mengubah kebiasaan daripada melupakan, bukan?

Oleh karena itu, anakui.com merangkum kira-kira hal-hal apa aja sih yang membedakan Universitas Indonesia ketika liburan, biar kamu tambah kangen ngampus. Yuk langsung aja disimak!

BACA JUGA: Liburan, Sih Liburan! Tapi Jangan Lupa Sama Hal-hal Ini, ya!

 

Hawa Mengantuk Meningkat 10000%

Hawa ngantuk meningkat ribuan persen via vsebayang
Hawa ngantuk meningkat ribuan persen via vsebayang

UI dikenal dengan kampus hijaunya; bayangin aja pohon rindang di mana-mana, danaunya yang aduhai, serta semilir angin yang bertiup menambah keasrian si Pusat Ilmu Budaya Bangsa ini. Dikarenakan liburan, otomatis populasi manusia yang berkunjung ke sana berkurang secara drastis sehingga sangat sedikit kita dapati, paling yang kita temuin kalo gak pohon, tukang ojek, bikun, mobil dan motor beberapa yang lewat, dan semilir angin. Efeknya? Yak tepat sekali; oksigen segar akan semakin banyak karena hanya sedikit manusia yang menghirup, dan jengjeng… hawa ngantukmu akan meningkat drastis sampai 100000%!

 

Lebih Mudah Mendapat Kursi di Perpusat

Lebih gampang dapetin tempat duduk di perpus via Zenius
Lebih gampang dapetin tempat duduk di perpus via Zenius

Balik lagi, karena populasi manusia yang dateng ke kampus berkurang, otomatis yang dateng ke Perpusat juga berkurang, dan kamu bisa dengan mudahnya mencari kursi kosong di sana lengkap dengan stop kontaknya. Bisa buat nge-charge hape, laptop, masak nasi, manasin air, sampe nyatok rambut di sana juga boleh!

 

Antrean Sembako di Stasiun UI menurun

Antrean di stasiun berkurang via pasangmata
Antrean di stasiun berkurang via pasangmata

Kalo kamu anak kereta banget pasti gak asing lagi dengan fenomena ini: antrean sembako di stasiun UI yang bikin stasiun sesak dengan berbagai bentuk dan jenis manusia di antero jagat raya alam semesta. Itu biasanya terjadi pada periode perkuliahan pukul delapan pagi, Cuy. Kalo libur gini, biasanya stasiun UI mah selau selau aja, adem ayem, bahkan bisa dibilang damai sentausa. Kadang keadaan bisa berubah sedrastis itu ya.

 

Traffic SIAK-NG Meningkat

Traffic SIAK-NG Meningkat via teknonetwork
Traffic SIAK-NG Meningkat via teknonetwork

Gak usah ditanya lagi, entah mengapa justru libur-libur gini mahasiswa bukannya malah santai, tidur, jalan-jalan bersama kerabat terdekat, malah mereka sibuk mantengin website yang katanya membuat kita menjadi generasi penerus; SIAK-Next Generation.

Yak, awal liburan sih biasanya si SIAK-NG ini traffic-nya meningkat karena banyak yang buka untuk melihat si IP yang kalo dipantengin gak dipantengin pasti segitu-gitu aja kok, gak berubah, jadi santai aja.

Puncaknya, SIAK-NG ini akan mengalami down karena traffic yang super padat pada saat perang, karena semua saling sikut-sikutan masuk kelas yang dosennya dermawan. Aneh ya, pas masa aktif akademik perkuliahan malah traffic website-nya rendah, padahal itu website akademik yang memuat segala info akademik kita. Sebaliknya, saat liburan, di mana seharusnya off  mengenai dunia akademik untuk sementara, kita malah sibuk buka website akademik. Lyf.

 

Gak Usah Takut Bikun Pepes

Bikun ikut-ikutan sepi via cityanalysts
Bikun ikut-ikutan sepi via cityanalysts

Hal yang sangat langka ditemukan adalah Bikun yang adem ayem sepi aduhai ketika pagi hari, biasanya mah gak kalah sama kereta arah Jakarta kalo pagi-pagi; pepes. Jangan heran kalo biasanya banyak yang bete gara-gara banyak penumpang berdiri di pinggir deket pintu, padahal tengah masih kosong. Kejedug pintu otomatis tau rasa.

Di masa liburan ini, kamu bisa dengan bahagianya main bola dalem bikun. Luas Coy!  Adem pula. Jika kamu ingin tur keliling kampus, inilah waktunya. Gratis.

 

Tukang Bunga dan Balon Panen Hasil

Banyak yang berhasil lulus sidang via fa-musaffa
Banyak yang berhasil lulus sidang via fa-musaffa

Meski adik-adik sudah liburan dengan tenang di rumah sembari menunggu si SIAK ini memberikan kabar, masih ada kakak-kakak yang harus berjuang menghadapi dosen pembimbing beserta oleh-oleh revisinya. Tapi tenang. Walaupun demikian, rayakan saja dulu keberhasilan sidangmu dengan berfoto bersama bunga beserta balon-balon hurufnya; S.H, S.T, S.E, S.Teh manis, atau apalah itu yang keren banget dan bikin tukang bunga serta balon-balonan itu turut berbahagia. Selamat ya, Kak!

 

Lebih Eksis di Social Media

Lebih eksis di socmed via Kaskus
Lebih eksis di socmed via Kaskus

Kata orang, yang antimainstream itu lebih seru. Begitu juga dengan social media ini. Kadang kampus itu lebih sering terdengar namanya di social media ketika liburan daripada ketika rutinitas ataupun hari-hari biasanya. Mungkin karena udah bosen atau mungkin karena setiap hari ke situ kali ya jadi gak mau menodai social media dengan hal-hal berbau kampus, hahaha.

Coba aja liat Path kamu, pasti orang akan lebih senang check in lokasi di Universitas Indonesia ketika liburan ketimbang lagi kuliah, alih-alih dengan caption

“Masih ke kampus banget?”

Duh.

Kalo menurut kamu, apa aja sih hal yang beda di UI selama liburan? Yuk tulis aja dan diskusi rame-rame di kolom komentar!

Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

Wah, gak kerasa ya ternyata sebentar lagi UI dan beberapa kampus lainnya udah kedatangan dede-dede gemes lagi. Dan seperti biasa, banyak timbul pertanyaan dalam benak mereka, baik dari yang khawatir, penasaran, sampe pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik gak usah dijawab, ngerasain sendiri lebih asik deh pokoknya. Biasanya, pertanyaan yang muncul adalah “Apa sih bedanya kuliah sama SMA?”

Dosennya? Tempatnya? Waktu belajarnya?

Ah, itu mah kita udah tau. Kali ini, anakui.com secara spesifik akan ngasih tau ke kamu-kamu semua kira-kira hal-hal apa aja sih yang akan ngebedain kehidupan kamu di kuliah dan di SMA? Yuk, baca aja biar gak penasaran!

BACA JUGA: Adik-adik SMA, Pahami Hal Ini Sebelum Masuk Dunia Perkuliahan

 

Muka Kamu: Tambah Tua

Saking pusingnya sama matkul, muka lama-lama jadi tua via reyocaesar
Saking pusingnya sama matkul, muka lama-lama jadi tua via reyocaesar

Kata orang, menjadi tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan. Gue tambahin: muka bertambah tua, ya pasti sekali. Iya, di kuliah ini kamu akan dihadapkan pada berbagai macam permasalahan real yang belum kamu dapati sebelumnya. Permasalahan-permasalahan inilah yang membuat kamu berpikir secara terus-menerus sehingga kamu menjadi tua sedikit demi sedikit dan lama-lama capek sendiri.

Gak deng gak juga. Kalo kamu rajin ngerawat diri dan gak stress gitu aja, ketika dihadapkan pada berbagai permasalahan juga nanti muka kamu biasa-biasa aja. Muka mah gak ngaruh, yang penting sikap dan isi otak. Eaaa.

 

Status: Kemungkinan Kecil Berubah

Status: Kemungkinan Kecil Berubah via bacaanmenarik
Status: Kemungkinan Kecil Berubah via bacaanmenarik

Pertama, buat kamu yang jomblo dari dulu, silakan aja berharap di kehidupan kuliah ini status kamu akan berubah karena akan banyak juga ketemu orang baru, tapi admin gak janji banyak ya hehe soalnya ya gitu deh. Berharap sih boleh tapi jangan sedih kalo cuma bertepuk sebelah tangan.

Yang kedua, buat kamu yang lagi in relationship, jangan khawatir, justru kesibukan kesibukan di dunia kampus ini menjadi ajang pembuktian dan pembelajaran seberapa kuat rasa cinta kamu ke doi. Jarak dan waktu bukan penghalang, tapi justru pupuk sebagai rindu yang kelak menjadikannya tambah subur. Ea asik ga tuh?

 

Kerajinan: Mengurang Sedikit

Kerajinan masuk kuliah lama-lama berkurang karena fokus organisasi via ktfuiradhasarisha
Kerajinan masuk kuliah lama-lama berkurang karena fokus organisasi via ktfuiradhasarisha

Kalo dulu kamu di SMA kerjanya belajar, main, dan organisasi sesekali, di kuliah kamu akan dihadapkan pada berbagai macam kegiatan yang menggiurkan banget deh pokoknya, yang pastinya bikin kamu penasaran dan pengen ikut terus. Makanya, hal ini yang menyebabkan prioritas kamu yang katanya pertama a.k.a belajar agak berkurang sedikit demi sedikit sehingga yaaa “Males ah nanti aja nugasnya, nanti aja belajarmya, ah temen gue juga paling udah ngerjain, gue tinggal liat aja deh!”

Gak ya kamu gak boleh gitu. Harus tetep ngimbangin akademik dan non-akademik biar jadi mahasiswa berprestasi hehe.

BACA JUGA: Ini Kata Mereka yang Suka Aktif di Organisasi

 

Pola Tidur: Tak Teratur

Pola Tidur: Tak Teratur via thicorakmeni
Pola Tidur: Tak Teratur via thicorakmeni

Jikalau saat di SMA kamu mempunyai jadwal yang tetap sehingga biasanya pukul 9 malam udah bisa tidur cantik, lain halnya dengan di dunia perkuliahan ini. Di dunia kuliah kamu akan terbiasa dengan pola tidur yang amburadul; tak teratur. Pokoknya bisa kamu tidur pukul 2 karena begadang ngerjain tugas, main-main doang, bahkan gak tidur sekalipun.

Karena ya kuliah gak kuliah sama aja kayak libur, kamu cuma belajar di bangku kuliah paling lama 6 jam, itu pun gak berurutan. Kalo sekolah kan bisa sampe 9 jam, belum lagi di tambah les sana sini. Di waktu-waktu luang perantara kuliah satu dengan yang lainnya itu kamu bisa main-main sampe puas.

Kalo yang kuliahnya regular; dateng pagi, pulang siang, abis itu langsung nongkrong. Itu kuliah apa anak teka? Yang paralel bangun siang, berangkat kuliah, pulang sorean dikit. Lha, itu kuliah apa bimbel?

 

Isi Dompet: Mepet-Mepet

Ya, makan satu lauk hal yang biasa via dedyalimmuzawwir
Ya, makan satu lauk hal yang biasa via dedyalimmuzawwir

Sebagai penyandang status-bukan-siswa-lagi, kamu juga pasti dituntut secara tidak langsung untuk mengatur keuangan kamu sendiri; mulai dari makan, jalan, ongkos, bensin, nongkrong, dan lain sebagainya. Banyak pengeluaran tak terduga yang akan mengacaukan neraca rencana kamu. Tinggal gimana kamu strict sama diri sendiri dan nempatin prioritas pengeluaran aja sih sebenernya, kan tiap orang beda-beda. Manjain diri itu perlu sesekali, asal jangan sampe nyiksa dompet aja. Ingat! Mahasiswa tetaplah mahasiswa. Gratisan adalah vitamin terbaik bagi dompet kamu.

Gimana? Udah tau dong sekarang selain tempat, seragam, dosen, SKS, jadwal kuliah, manajemen waktu, ternyata banyak juga hal-hal yang membedakan kuliah dengan SMA? Ya nikmatin aja, semua pasti ada masa-masa pahit dan manisnya kok. Karena serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

Hayo lagi searching apa tiba-tiba nyasar ke sini? Hahahaha. Sebelumnya anakui.com mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Selama masih ada iklan sirup dan biscuit lebaran di tipi, itu tandanya masih dalam suasana lebaran, ya. Kami mengucapkan selamat datang juga kepada para mahasiswa baru Universitas Indonesia jalur NMPTN, PPKB, SBMPTN, maupun SIMAK. Selamat berjuang di kampus perjuangan!

Dedek-dedek unyu ini pasti seneng dong keterima di jurusan yang diinginkan? Tentu saja. Selalu ada dua hal yang berkecamuk di batin maba: 1. Seneng karena udah masuk di kampus impian. 2. Ngedown gara-gara inget OSPEKnya, pasti akan dimarahin dan sebagainya. Tentu saja. Hahahaha.

Well, OSPEK di UI itu ada macam-macam jenisnya. Ada yang di tingkat UI, Fakultas, maupun Jurusan. Tergantung kultur dan kebijakan masing-masing himpunan mahasiswa di jurusan itu sendiri. Nah, bicara tentang OSPEK, pasti temen-temen pada kepo, “ngapain aja sih?” “wajib ga sih?” atu bahkan… “boleh cabut nggak sih?”

Kamu bakal lebih mengenal dunia kampus dengan ikut OKK
Kamu bakal lebih mengenal dunia kampus dengan ikut OKK via UI.ac.id

Tenang-tenang, sebagai mahasiswa yang baru masuk dan sedang merasakan masa transisi dari dunia sekolah dan perkuliahan, pertanyaan tersebut wajar-wajar aja kok, bahkan mahasiswa tingkat atas juga sering kepo. Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita analisis dulu lebih mendalam sebenernya OKK, PSAF, PSAK, MADK, dan namanya yang masih banyak itu tujuan dan manfaatnya buat apa sih?

  1. Kamu bisa lebih mengenal teman-teman satu angkatan kamu, karena nanti ke depannya kamu pasti butuh relasi bukan hanya temen-temen terdekat, tapi temen sejurusan, sefakultas, ataupun sekampus. Bukan hanya temen seangkatan malah, senior pun bisa. Kalo mau ikut kepanitiaan ataupun organisasi nantinya juga jadi mudah dan nyaman. Nah, kegiatan ini penting banget kamu ikutin buat nambah relasi dan kenalan tersebut tanpa perlu gengsi-gengsi, karena semua dalam kondisi dan derajat yang sama; maba yang lagi ikut OSPEK. Hahahaha.
  2. Nambah pengalaman. Ga munafik sih, pasti selalu ada orang yang berkata “ngapain nambah pengalaman dengan cara yang kayak gitu?” Cara yang kayak gitu, gimana, maksudnya? Hahaha. Jangan pernah tertipu atau terpengaruh orang dengan perkataan seperti itu. Pertanyaan tersebut hanya menimbulkan mindset di kepala kamu bahwa kegiatan ini sepenuhnya capek dan ga ada manfaatnya. Justru kegiatan ini merupakan pengalaman pertama kamu yang bisa kamu ceritain ke temen-temen ataupun orang-orang terdekat kamu nanti, bahwa bukan cuma masuk UI yang butuh perjuangan—setelah masuk di dalamnya, kita juga harus tetap berjuang.
  3. Adaptasi. Sebagai mahasiswa baru yang baru beralih dari sekolah ke perkuliahan, pasti kamu butuh banget yang namanya adaptasi. Nah, adaptasi itu beda-beda tiap orang, ada yang mudah, dan ada yang sulit, tergantung tipe kepribadian orang itu sendiri. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, secara ga langsung kamu telah dibantu untuk beradaptasi mengenal lingkungan kampus dan segala sistemnya yang akan kamu hadapi beberapa tahun ke depan. Di acara-acara tersebut juga kamu akan merasa bahwa ga cuma kamu yang sedang beradaptasi, temen-temen kamu juga banyak, kok. Jadi ya dibawa asik aja.

 

Kesimpulannya… Cabut OKK, PSAF, PSAK, MADK itu… Boleh. Loh kok boleh, kenapa?

  1. Ga ikut kegiatan tersebut ga bikin kamu ga bisa kuliah kok. Iya, kamu tetep bisa mengikuti kegiatan perkuliahan seperti biasa yang kamu tuju dari awal memilih jurusan tersebut. Kegiatan di atas bukanlah prasyarat untuk mengikuti kegiatan perkuliahan.
  2. Kamu masih bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang ada di UI tanpa harus ikutan kegiatan di atas. Perpusat? Bisa. Kantin? Bisa. Bikun? Bisa. Spekun? Bisa. PKM? Bisa. Ga ada yang peduli kamu ikutan OSPEK apa engga untuk dapat menikmati fasilitas tersebut. Kalo udah tanda bukti yang menunjukkan bahwa kamu civitas academica, ya apapun bisa.
  3. Kalo kamu anaknya asik dan bisa memposisikan diri dengan baik, ya gampang-gampang aja cari temen… Meskipun first impression diri kamu oleh teman-teman kamu akan beda banget setelah temen-temen kamu ikutan kegiatan itu sementara kamu engga.
Efek samping kamu ga ikut OKK, yaitu kamu kehilangan kesempatan emas untuk berteman dengan orang-orang hebat antar fakultas di UI !
Efek samping kamu ga ikut OKK, yaitu kamu kehilangan kesempatan emas untuk berteman dengan orang-orang hebat antar fakultas di UI ! suaramahasiswa.com

Ga ada yang mewajibkan kamu ikut semua kegiatan di atas layaknya kamu diwajibkan sholat lima waktu ataupun puasa ataupun beribadah kepada Tuhan yang akibatnya ya kamu tau sendiri. TAPI… Pasti ada juga dong efek sampingnya kalo kamu ga ikutan kegiatan tersebut?

  1. Susah nyari temen. Jujur deh, temen-temen kamu yang ikut kegiatan tersebut pasti udah saling kenal duluan sebelum kamu. Sementara kamu yang ga ikutan pasti jadi asing di mata mereka dan begitu melihat kamu tiba-tiba muncul di antara mereka, muka temen kamu langsung berubah dan berkata “ini siapa ya… kok waktu itu ga ada?” Selalu ada diskriminasi kecil meskipun kita udah dilarang membeda-bedakan manusia. Tapi yang namanya OSPEK itu butuh berjuang sama-sama, dan ketika kamu ga ikutan karena leyeh-leyeh di rumah sementara nanti tiba-tiba ikutan ngumpul… ya udah pasti pandangan awalnya beda. Kecuali kamu ga ikutan dengan alasan yang bener-bener bisa diterima.
  2. Tertinggal selangkah di belakang. Yup, kalo temen-temen kamu yang ikutan kegiatan di atas itu udah dibekali berbagai macam hal dan wawasan tentang kampusnya sementara kamu engga, udah pasti kamu akan ketinggalan selangkah di belakang. Sebesar apapun usaha kamu untuk nyari di internet atau sumber lain, pasti akan ada informasi yang cuma bisa didapetin dan paling gampang dicerna dari mulut ke mulut.
  3. Ga punya cerita. Ini nih yang menyedihkan. Di saat temen-temen kamu ngumpul, pasti akan ada suatu momen di mana ngomongin masa-masa OSPEK masing-masing. Tentunya akan banyak juga cerita lucu maupun nyebelin yang akan muncul. Nah, kalo kamu ga ikut kegiatan di atas… apa yang mau diceritain? Kadang kamu harus keluar dari zona nyaman dulu sekali-kali agar merasakan serunya dunia. Hahahaha. Percaya deh, ikut kegiatan di atas ga bikin kamu rugi-rugi banget, kok…

Jadi, gimana? Masih ada niat buat cabut, nggak? Coba pikir ulang lagi. Mahasiswa yang bergabung di keluarga besar Universitas Indonesia itu pasti adalah putra putri terbaik bangsa. Mumpung bisa bertemu dengan teman seangkatan dari beda-beda fakultas. Bikin relasi seluas-luasnya dengan siapa saja pas OKK.

Siapa tau bisa jadi rekan bisnis, mitra bisnis, teman di jaringan profesional, teman di dunia industri setelah lulus. Semakin luas relasi yang kamu punya, dikemudian hari pas kamu udah lulus bakal kerasa banget manfaatnya, yakin deh! Share tulisan ini via Facebok, Twitter dan Line supaya mereka yang pengen cabut pas OKK UI, mikir dua kali!

Jenis-jenis Sepatu Ini Bakal Bikin Cowok Jadi Makin Ganteng Saat ke Kampus

 

Tampil kece nggak cuma pas punya cewek aja, Sob. Buat elo yang ngaku laki, tampil grooming ke mana pun dan di mana pun hukumnya wajib! Apalagi buat ke kampus!

Nggal sedikit tuh, cowok kuliahan yang berfikir “Ah, elah ke kampus doang ini. Ngapain mandi? Cuci muka aja biar nggak keliatan ngantuk sama dosen.” lalu kucek-kucek muka dikit, pake kaos kemaren yang entah dicuci atau belom. Semprot-semprit parfum dikit lalu cussss… melangsung deh ke kampus.

Iya, kalau yang merhatiin dosen kamu doang. Gimana kalau yang meratiin dedek-dedek maba unyu yang lagi nyari ‘kakak gebetan’? Atau mantan kamu yang lagi kepengen banget buat bilang Hai sama kamu pas papas an, tapi nggak jadi karena badan kamu bau dan penampilan kamu nggak oke? Atau bisa jadi artis yang sekelas sama kamu tetiba naksir kamu trus nggak jadi hanya gara-gara sepatu kamu udah uwel-uwelan dan nggak jelas tahun kapan dibersihin terakhir kali?

Well, itulah salah satu kesalahan umum yang biasanya dianggap sepele sama cowok-cowok kuliahan di kampus. Namun, tahukah kamu? Dari ujung rambut sampe ujung kaki, mata cewek selalu pertama kali ngeliat sepatu kamu duluan. Bukan apa-apa, sebelum menilai kamu itu seganteng Lee Min Ho atau nggak, doski perlu tau dulu kamu itu orangnya suka ngerawat diri apa enggak. Karena, kalau ngerawat diri aja nggak beres, gimana ngerawat perasaan akoh? Eaaa~

Sad, But true.

Makanya, kalau sepatu kamu udah nggak layak pakai, mending ganti aja, deh. Kalau bahasa kerennya nih, in-ves-ta-si. Di mana lo buang duit buat mendatangkan keuntungan. Keuntungannya apa? Secara pribadi kamu akan terlihat grooming dan akan dipertimbangkan sebagai orang yang nggak biasa saat maju presentasi di kelas. Lumayan deh buat goyang-goyangin hatinya si dia.

Jadi, sepatu apa aja sih yang cocok buat anak kuliahan biar tetep bisa tampil grooming sekaligus gaoel?

 

Sneakers

Siapa yang nggak punya sneakers?! (Sumber:)
Siapa yang nggak punya sneakers?! (Sumber:Photo Credit: Photo4jenifer via Compfight cc)

Sepatu semua kalangan mahasiswa dari masa ke masa. Meski begitu, jangan percaya sama mitos yang bilang “Makin kotor sneaker makin gaul”, yang ada kamu akan dipandang sebagai orang yang jorok bin dekil. Apalagi sampe sobek-sobek gitu sneakersnya. Kesian… yang bikin.

 

Chukka Boots

Pake Chukka Boots juga keren! (Sumber:)
Pake Chukka Boots juga keren! (Sumber:Photo Credit: a kindly stranger via Compfight cc)

Buat kamu pecinta sepatu boots, sekarang kan lagi ngetrend tuh, boots ala-ala Bro.do, meski keliatannya formal, sepatu boots model Chukka & Dessert sebenarnya didesain untuk kegiatan yang santai dan casual. Cocok banget buat kamu pake ke kampus dan makan siang bareng doski.

 

Espadrille

Espadrille bikin penampilan santai tapi keren. (Sumber:)
Espadrille bikin penampilan santai tapi keren. (Sumber:Photo Credit: Mondayne via Compfight cc)

Jenis sepatu slip-on yang satu ini didesain dengan bahan yang super santai dan bikin adem. Kalau kaki kamu merasa berat buat pake boots atau males iket-iket tali converse, sepatu mode Espadrille bisa kamu cobain buat seru-seruan di kampus.

 

Casual Oxford

Casual Oxford. (Sumber:)
Casual Oxford. (Sumber:Photo Credit: gunantyo via Compfight cc)

Nah, beda lagi kalau ceritanya kamu mau tampil super-grooming dan kemejaan ke kampus. Casual Oxford adalah temen yang mantep buat kamu bawa-bawa keliling kampus. Dijamin, kamu bakal diliatin cewek-cewek sekampus karena dikira Prince William yang lagi kesasar. Nggak percaya? Gih cobain. Kalau ketagihan jangan complain ke kami, yah. 😉

Bagikan tulisan ini di Facebook, Twitter, dan LINE kamu supaya makin banyak bertebaran cowok kece yang grooming dan bikin cewek-cewek melting di UI!

Adik-adik SMA, Pahami Hal Ini Sebelum Masuk Dunia Perkuliahan

Sebentar lagi, kamu-kamu yang sedang duduk di tingkat akhir sekolah menengah atas akan lulus. Kamu pun semakin semangat menanti datangnya hari itu. Kamu ingin meneruskan ke jenjang perkuliahan, ingin menjadi mahasiswa. Sebuah status yang mana kamu anggap WAH karena ada kata “Maha” sebelum siswa. Tapi tunggu dulu, seenggaknya ada beberapa hal yang harus kamu pahami dulu, nih, sebelum masuk ke dunia perkuliahan.

1. Minat dan Bakat Kamu

5133901612_b0428b278c_b
Tentukan bakat dan minat kamu. (Photo Credit: The Rat Race (all over again) via Compfight cc)

Hal pertama yang harus kamu pahami dan mengerti bahkan jauh sebelum kamu memutuskan untuk kuliah adalah minat dan bakat kamu. Bukan apa-apa, hal ini nantinya bisa menjadi bahan pertimbanganmu dalam memilih jurusan atau universitas yang kamu tuju. Dengan ini juga kamu bisa memiliki gambaran tentang pekerjaan yang berkaitan dengan minat dan bakat kamu. Misalnya, nih, kamu suka ngoprek komputer, ya ambilah IT atau SI. Banyak juga sih yang memilih bukan berdasarkan minatnya, tapi lebih baik untuk mengembangkan bakat dan minat kamu dibidang yang benar dan terarah. Enggak mau kan menderita salah jurusan?

 

2. Jurusan

Jurusan yang tepat, bikin kamu rajin belajar. (Sumber:)
Jurusan yang tepat, bikin kamu rajin belajar. (Photo Credit: Bush 41 Library via Compfight cc)

Nah, ini masih ada korelasinya sama poin di atas. Jurusan dapat kamu tentukan setelah kamu mantap dan mengerti minat dan bakatmu. Memilih jurusan sesuai dengan minat dan bakat akan menghindarkanmu dari kasus salah jurusan. Dengan memilih jurusan yang tepat dan sesuai dengan minat bakatmu pula, kamu bisa lebih terarah menentukan kira-kira pekerjaan apa yang cocok.

 

3. Memilih Universitas/Perguruan Tinggi/Akademi

 

Memilih universitas. (Sumber)
Memilih universitas. (Photo Credit: Mohamad Sani via Compfight cc)

Milih universitas atau sekolah yang akan kamu tuju nantinya ini rada-rada kompleks ya. Tentunya hal pertama yang harus dilihat adalah apakah tempat tujuan kamu itu mempunyai jurusan yang kamu minati atau tidak. Bicara soal universitas tujuan, bicara pula soal dana. Banyak hal yang harus dipertimbangkan seputar ini. Tentunya harus dipikirkan masak-masak, lho, ya. Lebih baik lagi kalau kamu mencari unversitas atau sekolah yang sesuai dengan budget kamu. Kalau pun tidak sesuai, coba usahakan untuk mendapatkan beasiswa. Ingat, semua kampus pada dasarnya bagus kok. Cukup pintar menyiasati pergaulannya aja.

Setelah kamu mantap dengan kampus pilihanmu, kamu bisa mendaftar langsung ke sana. Untuk berjaga-jaga, lebih baik kamu mempunyai cadangan pilihan. Takutnya kamu kurang beruntung dan tidak diterima di pilihan pertamamu.

Itu tadi beberapa hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin memasuki dunia perkuliahan. Jangan sampai kamu belum mempersiapkannya ya, bisa-bisa nanti kamu keteteran. Atau yang lebih parah lagi, kamu salah jurusan. Oh ya, ini diterapkan bukan hanya untuk kamu yang tingkat akhir saja, siswa tingkat satu dan dua pun bisa mengaplikasikannya jika ingin mempersiapkan bekal menuju dunia perkuliahan sedari dini.

PKM (Bukan!) untuk PIMNAS!

Awalnya tulisan ini ingin diberi judul “PKM (Bukan Sekedar) untuk PIMNAS”, namun mengingat sudah terlalu jauhnya sebagian besar kita tersesat dalam paradigma yang berkembang saat ini, sehingganya perlu penegasan lebih ekstra bahwa PKM seharusnya bukan … Baca Selengkapnya

Hati Hati! Sedang Marak Penipuan Mengatasnamakan Pimpinan UI

sumber: http://www.ui.ac.id/id/notice/archive/5573 ——————————————- Sehubungan dengan banyaknya penipuan yang mengatasnamakan pimpinan, pejabat, dan sivitas akademika UI (beberapa hari terakhir ini penipuan mengatasnamakan Rektor UI, Prof Gumilar Somantri, Eks Kepala Kantor Komunikasi Vishnu Juwono dan Dirjen DIkti Djoko … Baca Selengkapnya