Penggalakkan Transaksi dengan Tap Cash: Kantek Sehat, Teknik Kuat!

Buat kalian anak teknik, pasti tau dong bedanya kondisi Kantin Teknik (Kantek) kita yang dulu sama sekarang itu gimana? Yap, dulu itu Kantek seperti halnya kantin-kantin di pinggiran jalan yang kayaknya makanannya nggak higenis, acak-acakan, piring dimana-dimana, bayar pake uang lecek dan sobek, pokonya masih konvensional banget deh.

Dengan berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, Manajemen Dekanat FTUI memberikan pelayanan kepada civitas akademika FTUI khususnya pengguna Kantin Teknik (Kantek) FTUI  berupa penggunaan Uang Elektronik (Tap Cash) sebagai alat transaksi di Kantek FTUI, yang diresmikan pada tanggal 8 September 2016.

Peresmian Penggunaan Uang Elektronik ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam menerapkan Sistem Manajemen ISO 14001: 2015 dan OHSAS 18001: 2007 dalam hal standar Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Penggunaan Uang Elektronik ini dapat meminimalisir kontak pedagang dengan uang ketika bertransaksi dan menyiapkan makanan. Selain itu juga biar kita semakin teratur, makanannya higenis, piring-piring bekas makan nggak berserakan, dan tertib serta bersih tentunya. Ya kalian tau dong, efek dari ketidakaturan dan kotor itu bisa menyebabkan berbagai hal yang buruk, baik buat lingkungan juga buat kesehatan kita.

Tinjauan kesehatan Kantin FTUI (via eng.ui.ac.id)

Contohnya, kalau kita makan, terus kita meletakkan piringnya sembarangan dan berantakan gitu aja, ditambah membludaknya mahasiswa yang mau makan, tentunya pencucian piring terburu-buru, bikin masakan juga asal karena sibuk ada yang mau bayar dan ada yang mesen, yang menyebabkan terbengkalainya kegiatan si ibu-ibu dan bapak-bapak juru masak kantin itu untuk melayani kita. Masakan yang harusnya bersih dan higenis, ditambah ketidak teraturan dan kebersihan yang kurang baik, bakal menyebabkan berbagai makanan mengandung bakteri Salmonella E. Coli, belum lagi kalau ada pedagang curang yang pake boraks untuk mengawetkan makanannya…. Nggak banget kan?

Untuk itu, program baru dicanangkan nih guys. Sebenernya nggak baru juga sih, penggunaan Tap Cash ini udah dilakukan mulai semester ganjil tahun 2016 lalu, tetapi karena masih banyak mahasiswa yang bandel menggunakan uang cash sebagai alat bertransaksi, maka penggunaan uang elektronik ini mulai digalakkan kembali di semester genap tahun 2017 ini.

 

Apasih Keuntungannya?

Tap Cash yang desainnya UI banget nih, minat? (via Humas FEB UI)

Keuntungan menggunakan Tap Cash itu macem-macem, dari yang sepele sampai berdampak besar.

Pertama, kantin dan tangan-tangan juru masak kantin lebih higienis, karena nggak melayani pembeli dengan metode pembayaran uang fisik yang memungkinkan banyaknya bakteri di uang itu. Kalau juru masak megang itu uang fisik, terus karena pengaruh tekanan waktu, juru masaknya lupa cuci tangan, akhirnya memasak dalam keadaan tangan berbakteri. Akhirnya…. kita yang kena dampak bakterinya.

Kedua, tidak ada kehilangan uang, tidak ada pencurian uang di konter dagangnya. Selain itu, pendapat para pedagang juga langsung tercatat rapi di rekening mereka, nggak perlu lagi menghitung secara fisik dan takut kekurangan atau minus, karena semuanya sudah rapi diatur mesin bank.

Ketiga, para pedagang gak perlu lagi repot-repot ngecek uang palsu atau asli, dan nggak perlu gontok-gontokan sama pembeli kalau uang yang dipakai itu robek, lecek, jelek, kurapan, dakian, kudisan, atau itu goloknya Kapten Pattimura bengkok kesana-kemari. Ya gimana mau ngecek, sebab semua pembayaran tinggal tap dan pedagang tinggal tuai hasilnya serta fokus memasak.

Keempat, pedagang yang baru buka, biasanya belum ada uang untuk menyediakan cashback buat pembeli dengan menggunakan uang merah-merah atau biru-biru. Jadi, mereka harus kesana-kemari buat nyari kembaliannya. Nah, dengan metode Tap Cash ini, pedagang nggak perlu repot lagi nyari uang kembalian, soalnya sudah diatur sama mesinnya.

Kelima, KTM kita akhirnya berfungsi lebih sering! Yap, buat kamu yang belum punya kartu BNI Tap Cash, kamu bisa dengan menggunakan KTM yang otomatis udah terintegrasi Tap Cash, pasti pada punya dong? Akhirnya kita nggak cuma menggunakan KTM untuk di Perpusat aja, atau buat mendaftar pengobatan di PKM dan naik TransJakarta/KRL doang, sekarang KTM kita bisa berfungsi sebagai alat bayar di kantin!

Kalo nggak mau beli Tap Cash baru, pake yang udah ada aja!

 

BACA JUGA: Saatnya Kamu Nikmati Kesaktian Kartu Mahasiswa yang Satu Ini!

 

Ah males gitu-gituan, mau kaya biasa aja

Pasti banyak nih, orang-orang yang masih mengidolakan bakteri dari uang fisik untuk digunakan dalam membayar. Nah, buat kalian yang males pakai Tap Cash, ada sanksinya juga lho! Sebab, penggunaan Tap Cash diawasi langsung melalui kamera CCTV yang terpasang di sudut-sudut kantin. Bila ada pedagang yang ketahuan melakukan transaksi menggunakan uang fisik, pedagang akan menerima surat peringatan dari kampus. Peringatan itu berlaku dua kali aja, setelah tiga kali ketahuan, pedagang bakal disuruh cabut dari Kantek nih guys. Kasian kan? Ayolah kasihani mahasiswa lain juga yang mencintai aroma masakan, dan rasa rempah-rempah yang menggigit lidah dari masakan pedagang itu.

 

Terus gimana dong sekarang cara jajan di Kantek?

Suasana makan siang di Kantin FTUI

Gampang aja kok, pertama kalian cukup top up Tap Cash kalian di stand operator Tap Cash BNI yang ada di Kantek. Untuk isi ulang 10.000-20.000 nggak ada biaya administrasi, jadi kalau lebih dari itu misal isi ulang 50.000 atau 100.000 ada biaya administrasinya sebesar 2000 Rupiah.

Kedua, kalian ambil peralatan makan sendiri di tempat peralatan makan yang sudah tersedia di Kantek. Tempat peralatan makan itu juga terjamin kebersihannya, jadi nggak usah takut lagi kena bakteri atau debu-debu disekitaran tempat peralatan makan. Piring, sendok, dan garpunya juga biasanya masih anget loh karena dicuci pake mesin otomatis hehehe.

Ketiga, pilih menu makanan atau minuman yang tersedia di konter-konter pedagang di Kantek.

Keempat, menyerahkan kartu Tap Cash ke pedagang deh untuk di tap dan keluarlah resi pembayarannya! Keren kan?

Kelima, kalian sudah tinggal duduk manis, anteng, menikmati aroma makanan, dan menjilati piring sepuasnya di tempat makan yang sudah disediakan.

Terakhir, jika kalian sudah selesai makan dan minum, letakkan piring dan gelas yang selesai digunakan di tempat pencucian yang sudah disentralisasi. Cari aja tempat penampungan piring kotornya, jangan dibawa pulang ya piring dan gelasnya buat di kosan!

 

BACA JUGA: Tujuh Kios “yang Paling-paling” di Kantin Teknik (Kantek)

 

Penggunaan uang elektronik Tap Cash dari BNI di Kantek FTUI ini akan dievaluasi setiap 3 bulan, dalam evaluasi tersebut akan dipantau bagaimana efektifitas penggunaan Tap Cash serta monitoring terhadap pedagang yang berdagang di Kantek FTUI. Pedagang yang memiliki prestasi yang baik akan dikirim untuk melakukan studi banding mempelajari bagaimana kantin di universitas luar negeri dalam hal ini NUS Singapura. Penggunaan Uang Elektronik di Kantek FTUI ini merupakan yang pertama di lingkungan UI dalam hal penggunaan uang elektronik secara massal loh, yang kemudian FISIP dan Vokasi juga mulai menerapkannya di kantin masing-masing.

Nah, dengan demikian semua nyaman, sehat, dan teratur juga bersih kan guys? Yuk share artikel ini ke semua akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua orang tau kalau Kantin Teknik merupakan asal mula anak-anak Teknik yang sehat dan berotot!

Berikut Ini Tipe-Tipe Pengunjung Kantin di UI, Kamu Termasuk yang Mana?

Di setiap fakultas yang ada di UI, tentu terdapat berbagai macam kantin, yang namanya aneh-aneh dan disingkat-singkat pula. Ada yang namanya Kantek, Kansas, Takor, Dalas, dkk. Nah, temen-temen sering merhatiin gak sih kalo di kantin itu terdiri dari berbagai macam tipe-tipe pengunjungnya yang beragam banget? Kira-kira kayak gimana aja sih tipe-tipe pengunjung kantin di UI? Yuk simak menurut pengamatan kacamata anakui.com!

BACA JUGA: Tipe-tipe Mahasiswa yang Biasanya Datang ke Perpustakaan UI

 

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya
Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya

Tipe yang paling nurut ini selalu menggunakan segala tempat dan fasiltias yang disediakan sebagaimana mestinya, contohnya aja kantin, ya pasti dia gunain buat makan doang. Abis makan, kenyang, meletakkan piring pada tempatnya, terus cabut deh! Benar-benar mahasiswa yang menerapkan peribahasa ini; pokoknya di mana lo berada, lo harus memposisikan diri sebaik mungkin serta menjaga tempat tersebut. Tau tempat, tau sikap. Asik.

 

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe
Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe

Wah ini juga masih banyak mahasiswa yang ngelakuin. Tipe ini merupakan tipe anak nongkrong banget nih, Bro. Ke kantin, makan bentar, ketemu temen, buka lapak deh mau main kartu, catur, karambol, atau billiard sekalian. Nyambi-nyambi aja bos, kenyangnya dapet, asiknya juga dapet, jadi sekalian deh.

 

Besar Pasak daripada Tiang

Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual
Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual

Gak ada tipe ini, kantin mungkin akan sama aja kayak tempat makan biasa. Yup! Pasti akan selalu ada tipe-tipe riuh ricuh mengaduh seperti ini; makannya dikit, ngerumpinya segambreng. Besar pasak daripada tiang, istilahnya. Lebih banyak yang dikeluarin berupa ocehan-ocehan daripada makanan yang diasup ke dalam tubuh. Kalo gak ada tipe ini mungkin kantin gak akan rame sih, dan terkadang juga mereka menjadi sumber utama pengetahuan atau gosip-gosip terbaru, hanya bermodalkan nguping-nguping sana-sini.

 

Tiada Rotan Akar pun Jadi

Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa
Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa

Bagi para aktivis, kantin merupakan tempat yang nyaman pula buat rapat, membahas progress dan rencana-rencana apa yang dilakukan, kalo lagi gak ada kelas yang bisa dipinjem atau tempat yang memadai untuk rapat. Satu-satunya pilihan ya kantin itu lagi. Meja dan kursi panjang menurut mereka adalah alternatif yang tepat untuk meletakkan kertas-kertas proposal dan saksi cikal bakal terwujudnya visi misi yang telah lama terpendam.

 

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal
Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal

Kantin pasti rame banget pas jam makan siang, apalagi jumlah meja dan kursinya juga terbatas. Kalo kamu pernah masuk kantin, udah bawa-bawa piring makanan, tapi pas clingak-clinguk ternyata semua meja penuh, yak selamat kamu adalah bagian dari tipe ini! Ujung-ujungnya sok asik sama orang lain deh, nimbrung-nimbrung. Ada lagi yang dateng ke kantin cuma bengang bengong main hape.

Nih ya bisa gue tebak, tipe ini gak tau mau ngapain tapi masih ada urusan di kampus terus gak punya temen. Ya, udah bengong di kantin aja lah! Udah gitu biasanya di kantin-kantin ini, Hotspot UI nya kenceng, iya atau iya?

 

Ada Udang di Balik Batu

Dari jauh liatin si doi via youthmanual
Dari jauh liatin si doi via youthmanual

Sepertinya kantin merupakan tempat yang paling strategis dan paling possible untuk mengintai gebetan yang sedang kita kejar. Tujuannya ke kantin ternyata ada maksud lain, demi melihat si gebetan. Pada jam-jam makan siang, mahasiswa bertipe ini sudah duduk manis sambil memperhatikan sekeliling, siapa tau gebetannya juga dateng makan siang sehingga bisa sekadar basa-basi ikutan duduk. Di bawah. Meong meong.

 

Seludang Menolak Mayang

Seludang Menolak Mayang via auflakings
Seludang Menolak Mayang via auflakingsp

 

Gak bisa dipungkiri juga kalo mungkin kantin menjadi tempat kekuasaan bagi para mahasiswa yang belagak punya nama, sampe-sampe orang lain gak boleh/ditolak untuk duduk di tempat-tempat tertentu. Mereka telah terbiasa nongkrong di tempat tersebut sampe-sampe jadi “keramat” dan ditetapkan sebagai destinasi tetap, gak ada yang berani dudukin kecuali dengan seizin empunya; padahal mah gak lebih dari meja dan kursi reot.

Ya kira-kira begitulah tipe-tipe pengunjung kantin, gak cuma di kampus UI, bisa juga di kampus-kampus lain atau bahkan di sekolah. Intinya ya sama aja; kantin itu tempat makan dan merupakan fasilitas umum yang semua orang berhak menggunakannya, asal tetap bijak dan menjaga kebersihan. Nah, dari semua tipe pengunjung di atas, kamu termasuk tipe yang mana?

Beberapa Pengalaman yang Kamu Rasakan Jika Dapat Dosen Pengganti

Tau coin toss kan? Macam temen-temen yang suka main bola, biasanya sebelum mulai mereka mengundi dulu pake koin. Kalo gak side A, ya side B. Fenomena di kampus yang sesuai dengan contoh di atas adalah fenomena dosen pengganti.

Ada dosen yang dengan segala kesibukannya di luar kampus, entah ada riset atau ada kesibukan lainnya, sakit misalnya, berakibat mereka gak bisa menghadiri perkuliahan. Maka hadirlah dosen pengganti, namun ini juga gak selalu berarti baik buat kamu-kamu mahasiswa sekalian. Gak percaya?

Pengganti lebih luwes dan asik

Kalau dapet dosen pengganti kayak begini sih seru pasti
Kalau dapet dosen pengganti kayak begini sih seru pasti

Seringkali ditemukan di kota-kota besar, yang namanya dosen pengganti itu biasanya adalah tenaga pengajar muda dan masih energik, dan belum diperbolehkan megang banyak sks atau banyak kelas secara official. Maka, ketika mereka jadi dosen pengganti, merekalah yang membawa segala jenis kebahagiaan di dunia ini.

BACA JUGA: Dosen-dosen Muda Terbaik dari FISIP UI

Di kelas bercanda, curhat, lucu-lucuan, ngasih contoh yang dekat sama kehidupan mahasiswa karena belum lama ini mereka juga masih berstatus mahasiswa. Seru abis.

 

Pengganti yang boring

Sayangnya, gak semua dosen pengganti itu seru via binus
Sayangnya, gak semua dosen pengganti itu seru via binus

Sayang, gak semua dosen pengganti bisa semenyenangkan itu. Kadang mereka gugup atau kadang emang mahasiswanya yang kelewat males sampe ngerespons aja gak mau, maka si dosen pengganti jadi gugup gak keruan gitu dan akhirnya… boringgg.

Bisa juga yang gantiin adalah dosen lama dan memang males-malesan gantiinnya. Yaudah, males banget.

 

Beda penjelasan

Beda penjelasan viasuroso-rajawali
Beda penjelasan via suroso-rajawali

Ya, ada kalanya si dosen asli memang berhalangan, bukan karena dia emang sering cabut macam mahasiswanya. Yang jadi masalah adalah ketika masuk ke materi, apa yang dijelaskan minggu lalu oleh dosen original *macam sepatu ada yang ori* dengan dosen pengganti itu beda. Nah loh, lucu juga.

Mahasiswa yang selow karena cepet nangkep sih seharusnya ga ngaruh, mereka bakal nyuekin penjelasan dosen pengganti dan stick to the ori. Sementara yang banyak mikir aneh-aneh, bakal kelabakan karena panik, “Jadi yang bener yang mana, sih?”

 

Mau ikutan bolos

Akhirnya, jadi ikutan bolos kayak dosennya via bpmfmipaui
Akhirnya, jadi ikutan bolos kayak dosennya via bpmfmipaui

Ada mahasiswa yang entah setia sama dosen ori atau emang gak mau diganti dengan dosen yang lain, mereka memilih untuk ikutan bolos daripada dosen penggantinya lebih gak jelas.

BACA JUGA: Pengen Kabur dari Kelas? Mikir!

Hal ini lumayan sering jadi opsi buat mahasiswa karena dosen pengganti gak selalu ‘memperhatikan’ yang namanya presensi dan lagi pula biasanya dosen pengganti gak ngeh sama penghuni kelasnya, jadi ya aman-aman aja buat bolos.

 

Kenapa gak ganti permanen aja?

Kenapa gak ganti permanen aja? via adilkurnia
Kenapa gak ganti permanen aja? via adilkurnia

Ya benar, kalau misalnya si dosen emang gak pernah dateng, atau emang si dosen pengganti itu udah kaya malaikat atau bidadari yang menyenangkan, kenapa gak ganti permanen aja? Ganti sekalian, toh kalau itu baik untuk semua dan semua untung, gapapa kan?

Nah, gimana? ada pendapat lain soal dosen pengganti? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter & Line! Siapa tau yang lain ada pesan lain soal dosen pengganti.

Hal-hal Ini yang Bikin RTC UI Beda Sama Radio Kampus Lain

Kamu denger suara announcer-nya yang sengak tapi kocak cuap-cuap entah lewat radio atau streaming. Kamu lihat logonya yang nampang di berbagai poster event di UI sebagai media partner. Kamu juga mengenalnya sebagai radio mahasiswa UI. Yap, itulah RTC UI.

Mari mulai dari yang paling sederhana. RTC itu singkatan dari Radio Telekomunikasi Cipta. Baru tahu, kan? Nah, ada banyak lagi yang mungkin kamu gak tahu tentang RTC UI dan apa bedanya sama radio-radio mahasiswa lainnya! Mau tau?

Nonser

Nonser gak cuma cuap-cuap. (via myhocuspocus)
Nonser gak cuma cuap-cuap. (via myhocuspocus)

Hah? Nonser? Iya, nonser! Anak RTC menyebut announcer atau yang siaran dengan sebutan nonser. Jelas itu versi pendeknya announcer. Mungkin biar cepet atau biar simple makanya dipanggil kayak begitu. Apa yang perlu diketahui soal ‘job’ ini? Banyak! Mungkin kamu-kamu yang biasanya dengerin radio, entah itu RTC maupun radio swasta lainnya, pasti dengan santainya mendengarkan si nonser ini cuap-cuap kesana kemari, dan pasti terlintas bahwa itu adalah pekerjaan sederhana. “ Tinggal ngomong ‘kan? Gue ‘kan hilarious! Pasti nge-hits banget deh kalo jadi nonser RTC!” eits, jangan seenak jidat, that’s not a simple job!

Perlu kamu tahu bahwa kalau kamu hilarious dan pinter ngomong itu akan sangat membantu karena itu kualitas yang memang dibutuhin untuk jadi announcer, tapi kamu gak tau kan kalau sebenernya mereka cuap-cuap itu ada skripnya!

*Whaatt?? dikira cuap-cuap doang, cuma modal secarik kertas yang bertuliskan tiga atau empat topik yang harus dibahas.

No! Ada skripnya dan apa yang harus kamu omongin sebagai nonser ada di situ, sudah diatur demikian rupa sampai ke hitungan menit! Sebagai salah satu ‘job’ prestisius dan bisa bikin famous, tentunya ini bukan perkara gampang. Kamu gak sepolos itu kan ya, ngira jadi nonser itu gampang?

 

Behind the Curtain

Behind the Curtain. (via ask.fm)
Behind the Curtain

Apalah itu istilahnya, entah behind the scene atau behind the wall atau behind the back, kamu perlu tahu bahwa nonser akan menjadi tak berdaya jikalau tidak ada tim yang mendukung di belakangnya. Banyak yang gak tau sampai akhirnya gabung di sebuah produksi siaran radio, bahwa ada dua divisi yang berperan sama pentingnya, on air & off air.

Saat on air, Si Nonser dibantu sama producer (jobdesc-nya brainstroming topik siaran bareng tim kreatif), lalu ada music director yang bertugas membentuk citra musik RTC, sampai ke reporter yang tugasnya ngeliput berbagai event untuk disiarin sama nonser ataupun ditaro web. Off air? Sama pentingnya. Marketing dan communication (dua kata itu merambah ke berbagai jobdesc mulai promosi sampai kerja sama dengan acara-acara atau radio lainnya) ditambah para IT guy yang ngurus entah perkakas siaran sampai ke web untuk streaming.

 

Masa Bakti

Masa bakti dua tahun. (via dekulinermusic)
Masa bakti dua tahun. (via dekulinermusic)

Masa bakti alias seberapa lama kamu gabung jadi anggota aktif RTC adalah dua tahun. Which is, dengan itungan waktu normal itu adalah setengah masa studi kamu di UI (amin). Itulah alasan kenapa oprec RTC UI yang diadakan setiap akhir semester ganjil hanya ditujukan pada mahasiswa tahun pertama dan kedua aja. Akan selalu ada regenerasi dalam ‘squad’ RTC UI dan mungkin aja ini adalah giliran kamu!

 

Proud of RTC

RTC UI tayang lebih lama. (via twitter)
RTC UI tayang lebih lama. (via twitter)

Okelah, mayoritas memang kampus-kampus lain juga punya yang namanya radio komunitas yang digerakkan secara independen oleh mahasiswanya. Lalu, apa yang bikin RTC UI spesial?

Selain karena memang RTC UI ini memiliki citra musik yang ramah mahasiswa (80% indie dan 20% mainstream), RTC UI merupakan satu-satunya radio kampus yang siarannya udah kaya radio swasta, yaitu 7 a.m. – 11 p.m. ! Lainnya? Rata-rata mulai pukul 10 pagi dan tutup pukul 7 malem (macam restoran).

Kenapa itu unggul? Ya iyalah, karena radio yang digerakkan oleh mahasiswa UI ini sendiri udah bisa setara sama radio swasta profesional perkara kualitas dan juga jam siaran. Selain itu, RTC UI yang siaran dari suatu tempat di Fakultas Teknik ini (oke, bocorin aja, markasnya deket KanTek) bisa menemani mahasiswa-mahasiswi galau dengan jam siaran demikian. Kelar siaran pukul 7 mah, ga bisa nemenin; galaunya aja belum mulai.

Sebentar, tadi ada yang bilang ‘profesional’? Se-profesional apa sih? Hmm, kamu harus gabung sama RTC untuk tahu hal itu, karena ngejelasinnya pakai kata-kata cuma akan mengkhianati excitement dan side effects dari bergabung sama RTC UI itu sendiri!

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, siapa tahu selain kamu ada temen-temen lain yang tertarik untuk gabung, atau malah tertarik untuk streaming RTC UI langsung!

Ada lagi nih tulisan buat para Maba-Miba UI yang bakal bermanfaat buat kamu, selama ngejalanin masa OSPEK di UI:

1. Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

2. Pro dan Kontra OSPEK

3. OSPEK? Siapa Takut!

 

Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

“Eh, udah jam makan siang nih. Makan, yuk?”

“Ayuk, ayuk, makan di mana?”

Begitu biasanya kalau kita-kita anak UI lagi kelaperan pas masuk waktu jeda jam kuliah, saat nungguin dosen yang katanya on time tapi ditungguinnya lama pake banget.

Kalau udah kejadian, maka hal pertama yang dilakukan adalah mencari kantin terdekat. Kalaupun akhirnya dosennya nggak masuk, tetap aja yang dicari kantin. Kantin nggak cuma buat makan tapi juga buat ngerjain tugas, dengerin curhat temen, atau ngobrol santai lucu-lucuan sama si dia yang nggak pernah tau perasaan kamu ke dia. Hiks.

Menurut Wikipedia, “Kantin” (dari bahasa Belanda: kantine) adalah ruangan dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana. Jadi, nggak apa-apa tau kalau kamu bawa bekal dari rumah, yang kamu masakin spesial buat si dia. Tapi karena kamu terlalu malu buat ngasih bekalnya ke dia, jadi ya, mending kamu makan aja deh.

Ngobrolin kantin, UI bisa dikatakan sebagai ‘sarang’-nya macam-macam kantin. Dari kantin dengan masakan tradisional, sampai kantin yang menu makanannya dari negeri ginseng pun ada. Namun, dari semua kantin yang ada di UI, mana sih kantin paling asik se-UI?

Berdasarkan hasil pengamatan AnakUI.com, berikut list kantin dan kafe paling kece yang sering jadi tongkrongan anak UI dan sekitarnya.

Kancil

Kantin Fakultas Psikologi UI
Kantin Fakultas Psikologi UI (Sumber: foursquare)

Katanya sih singkatan unyu dari “kantin cikologi” atau Kantin Fakultas Psikologi. Juga dikenal dengan sebutan “Kanlam” a.k.a “Kantin Lama”, selain memang banyak ditongkrongin sama ciwik-ciwik psikologi nan bening bin pinter, kantin yang satu ini emang memorable banget buat mahasiswa ataupun alumni UI. Mungkin karena sering ketemu jodoh di sini kali, ya?

 

Kantek

Kantek (Photo by Melissa)
Kantek (Photo by Melissa)

A.k.a “Kantin Teknik”. Selain karena sering ditonkrongin mas-mas Teknik yang pernah dibahas di tulisan sebelumnya, jika kamu mau makanan enak dan murah, ke Kantek aja.

Atau jika niat berolahraga, jalan sedikit ke warung makan di daerah Kutek (Kukusan teknik; daerah kosan deket Fakultas Teknik). Beuuuhhh, enak banget lah kalau nyari makan di sana!

 

Kansas

Kansas (Sumber: Jurnalpopuler)
Kansas (Sumber: Jurnalpopuler)

A.k.a “Kantin Sastra”. Semua yang pernah kuliah di FSUI/FIB-UI  pasti tau sama Kansas (ya iyalah, paling deket gitu loch!). Konon katanya, namanya pernah berubah jadi “Kancut” a.k.a ”Kantin Kerucut” karena bentuknya yang AR-TIS-TIK ala-ala rumah indian gitu. Malah, bagi mahasiswa UI angkatan tua (iya, tua. Makanya cepetan lulus!) atau kakak-kakak alumni yang susah banget dijadiin “kakak-ade”-an sama kita-kita yang masih kuliah ini, sering menyebutnya dengan istilah “Balsem” a.k.a “Balik Semak”, karena konon katanya kalau mau ke Kansas musti lewatin semak belukar dulu. Nah, karena sekarang semaknya sudah nggak ada, jadi lah ini salah satu kantin kece di UI.

Kalau pas sepi, kantin ini cocok banget buat jadi tempat nemenin galau anak sastra yang katanya butuh inspirasi. Kalau pas rame, kantin ini cocok juga buat gokil-gokilan bareng temen. Ingat ya, temen! Bukan demen. Agak susah kalau bawa gebetan ke sini, gak percaya? Cobain aja dan rasakan sensasinya.

 

Cakor

Cafe Korea. (Sumber: audariantiii)
Cafe Korea. (Sumber: audariantiii)

A.k.a “Cafe Korea” yang juga merupakan bagian dari “Restoran Korea” di perpus pusat UI. Iya, itu nama restorannya bener-bener “Restoran Korea” liat aja plangnya. Selain cozy, tongkrongan yang satu ini juga cocok buat jadi lokasi photo shoot buat kamu-kamu yang hobi fotografi atau lagi sok-sok ngedeketin gebetan bermodalkan DSLR di tangan. Spik, spik bilang buat tugas boleh, lah.

Dan di kafe Korea, kamu juga bisa ketemu sama cowok Korea betulan! Dengerin soundtrack drama-drama Korea yang bikin inget mantan atau ngerjain tugas sambil gelesoran di lantai tiga. Tempatnya adem dan no smoking, sehat bangetlah buat fisik kamu. Fisik ya, bukan perasaan.

 

Takor

Takor UI. (Sumber: manshurzikri)
Takor UI. (Sumber: manshurzikri)

Kalau di atas ada kafe Korea, di FISIP, ada yang namanya “Takor” a.k.a “Taman Korea”. Dinamakan demikian karna interiornya bikin kamu kayak lagi makan siang bareng Gu Jun Pyo! Udah gitu, nggak jauh dari tempat makannya beneran ada tamannya, loh. Bikin melting nggak, sih?

Nggak jauh dari sana, ada lagi yang namanya “Takoru”. Bbukan, bukan cowok Jepang. Tapi “Takoru” alias “Taman Korea Baru”!  Bedanya apa sama Takor? Menunya doang. Kalau kamu mau makan berat dengan obrolan yang berat, maka kamu cocok nongkrong di Takor. Kalau kamu cuma mau lucu-lucuan dan ngemil buat nemenin diet kamu yang nggak kunjung selesai, mending nongkrong di Takoru.

 

Green T

Salah satu makanan di Green T. (Sumber: margaapsari)
Salah satu makanan di Green T. (Sumber: margaapsari)

Salah satu tempat favorit anak UI buat ngerjain tugas. Mungkin huruf “T” itu merupakan representasi dari kata “Tugas”. Abis, deket sih sama perpus. Nongkrong di Sbux kemahalan? Ya, ke Green T aja. Yang jelas, di sini Nasi Balinya enak! Plus, Banyak colokan!

 

AH  Cafe

AH Restocafe. (Sumber: upi)
AH Restocafe. (Sumber: upi)

Pengin begayaan ngajak si dia celingak-celinguk di Apple Store lalu abis itu dihajar sama makan siang? Ke AHA Cafe aja, lokasinya deket sama FE dan Apple Store. Tempatnya cozy dan romantis. Gimana nggak romantis? Abis celingak-celinguk di Apple Store, kamu bisa traktir si gebetan Double Chocolate Cake yang dijamin bakal bikin dia mesem-mesem melting sama kamu meski kamu nggak belanja di Apple Store.

 

Pengin ngirim kode banget supaya si dia mau ngajak atau diajakin kamu buat nongkrong lucu ngomongin masa depan sama kamu di salah satu kantin di atas? Share artikel ini di Twitter, Facebook, atau LINE kamu dan jangan kaget kalau besoknya kamu jadian!

 

9 Jenis Anak Teknik Berdasarkan Tempat Tongkrongannya (Bag. 2 – habis)

Apa kabar, Civitas Academica Universitas Indonesia? Di sela-sela hiruk-pikuk Ujian Tidak Serius dan long weekend ini, saya hadir kembali menambah penat di kepala Anda. Kali ini gue akan membahas tentang jenis-jenis anak teknik, pastinya di FTUI, berdasarkan tempat tongkrongannya—karena setiap departemen maupun jurusan pasti punya ciri khasnya masing-masing.

Buat anak teknik atau anak-anak fakultas lain yang penasaran, mau meng-iya-banget-kan, atau bahkan meng-yaelah-apabanget-kan artikel ini, yuk ga usah basa-basi lagi; sok atuh dibaca!

Ini bagian kedua. Baca bagian pertama dari tulisan ini: 9 Jenis Anak Teknik Berdasarkan Tempat Tongkrongannya

 

4. Anak Gazeb//Kanopi

Gazebo Teknik UI

Ada yang menyebutnya Gazebo, ada yang menyebutnya Kanopi. Terserah mau nyebut apa, yang penting fungsinya sama; buat duduk-duduk ngobrol-ngobrol, belajar bareng, atau ngerjain tugas. Kanopi atau Gazebo yang paling terlihat oleh khalayak ramai adalah kanopi Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Kimia, dan Teknik Mesin. Ketiga kanopi ini letaknya berdekatan dan jika dilihat dari ketinggian 1000 kaki akan terlihat seperti membentuk rasi bintang tertentu dan membentuk sudut-sudut geometrik yang sangat aduhai. Ga deng boong.

Kalo diperhatikan dengan teliti dan saksama, Kanopi atau Gazeb yang paling ramai dan tidak pernah kesepian pengunjung adalah Gazeb Teknik Kimia. Di sana selalu ramai dengan mahasiswa-mahasiswa yang menghabiskan waktunya, entah untuk bercengkrama ataupun… belajar.

 

5. Anak Studio

1428123100945
Studio Teknik Arsitektur (Photo by Shaflian)

Wah tidak usah dipertanyakan lagi siapa yang menghuni tempat ini, sudah dipastikan adalah anak Arsitektur. Bayangkan, studio di lantai 6 gedung S ini merupakan satu-satunya ruangan di lantai tersebut. Penulis ga pernah masuk sih, cuma pernah sampe depannya doang dan bener-bener lyk a studio yang di mana-mana tercipta sebuah karya yang luar biasa. Studio ini bisa diibaratkan sebagai rumah kedua bagi mahasiswa-mahasiswi Arsitektur, karena mereka banyak menghabiskan waktu di sana bersama kelompoknya untuk membuat segala macam maket dan tugas yang diberikan. Katanya sih, semakin banyak mendekam dan menghabiskan waktu di studio, semakin sejati-lah mahasiswa Arsitektur tersebut. Gimana engga, 6-10 SKS berasa 144 SKS, brur.

 

6. Anak EC

DSCN3564
Engineering Center (sumber)

EC atau Engineering Center merupakan gedung yang cukup kekinian, didominasi oleh kaca, dan sangat syuting-able. Lokasinya berdekatan dengan FE dan Jembatan Teksas. EC ini adalah tempat dimana anak-anak Program internasional mengenyam bangku kuliah, otomatis pasti kebanyakan dari mereka nongkrong di sana. Fasilitasnya juga cukup lengkap yakni terdiri atas parkiran yang sangat luas, pintu yang dapat terbuka otomatis, segala jenis ATM dan Bank Bukopin, lift, serta 2nd Bite. Sayang saja terdapat inkonsistensi antara lantai yang ditunjuk oleh lift dengan lantai yang sebenarnya huehehe.

 

7. Anak Rotunda

1428118335989
Rotunda FTUI (Photo by Amel)

Sebenernya penulis sendiri masih bertanya-tanya apakah definisi dari seonggok Rotunda. Saat melihat ke Rotunda UI, di sana yang dominan adalah lapangan luasnya. Apabila menengok ke Rotunda Teknik, maka yang terlihat adalah meja besar melingkar dengan kursi-kursinya yang juga demikian. Ada juga panggung super besar yang bernama Rotunda Tekkim, bisa dipake personil TJK48 buat manggung di FT. Rotunda ini besar sekali pemirsah dan biasa dipake anak Tekkim buat ngumpul-ngumpul ataupun kalo ada gathering gitu, heboh dan keren deh pokoknya.

Dan yang masih menjadi misteri serta hidden place adalah kafe di bawah Rotunda Tekkim itu. Ternyata kafe itu telah ditutup dan sekarang dijadikan gudang… Huh rupa-rupanya Teknik benar-benar tidak memiliki tempat yang sederajat dengan ah, Coffe Toffee, maupun Yoshinoya. Ga deng becanda, don’t expect too much.

 

8. Anak Selasar

1428070792152
Selasar Departemen Teknik Elektro (Photo by Aiyuni)

Selasar a.k.a ruang yang berfungsi untuk sirkulasi barang dan manusia serta sering mengalami reproduksi ruang merupakan tempat nongkrong yang pw dan asik karena kamu bisa selonjoran dan sender-senderan sesuka hati. Selasar yang selalu terlihat ramai dan heboh adalah Selasar (lagi-lagi) Teknik Arsitektur. Selasar ini akan selalu ramai, silahkan diperhatikan apabila teman-teman melakukan migrasi saat jam makan siang dari Lobby S menuju Kantek.

Selain Teknik Arsitektur, anak selasar ini juga dijuarai oleh Teknik Elektro. Jika dilihat-lihat, selalu ada mahasiswa yang bertengger di selasar ini, entah sekedar bermain laptop ataupun bercengkrama dan rapat kecil-kecilan. Mungkin karena selasar Teknik Elektro sangat nyaman dan departemennya berlokasi di paling depan FTUI (?)

 

9. Anak Jurang

Aku pun tidak mengerti mengapa poin terakhir ini sangat absurd dan agak sedikit beda dari yang lain. Sejujurnya poin ini cuma buat mengganjilkan jumlah poinnya, karena Tuhan itu satu dan satu itu ganjil. Gue sendiri pun ga tau letak jurangnya dan mengapa orang-orang menyebut lokasi ini adalah jurang. Tempat ini dipenuhi dengan mobil-mobil yang berparkir, berdekatan dengan Pusgiwa UI, belakang Stadion, dan deket juga sama Departemen teknik Metalurgi dan Material serta Teknik Industri.

Oh iya, kalo ada penunjuk jalan di deket Vokasi yang bertuliskan Laboratorium Teknik Metalurgi dan Material, itu sebenarnya mengarah ke jurang yang dimaksud. Penulis sendiri yang merupakan mahasiswa jurusan tersebut masih belum mengerti mengapa laboratorium kita dibikin penunjuk sendiri padahal laboratorium tersebut tidak terpisah dari FT dan tidak sebesar yang Anda pikirkan, kawan-kawan… Cuma emang ada gedung yang baru dibangun sih.

 ***

Udah, jadi segitu aja jenis-jenis anak teknik menurut tempat tongkrongannya. Sebenernya ga bisa distereotype-kan dan digeneralisasi juga sih pernyataan-pernyataan ini, ga berlaku mutlak juga, cuma karena emang dominan dan ciri khas banget, maka terjadilah. Buat seru-seruan aja kok teman-teman, no offense. Meskipun tempat main kita beda-beda, kita tetep anak papa mama membaur serta senantiasa menciptakan solid teknik, kok. Ea. Bagi temen-temen yang mau nambahin silahkan komentar aja, gratis kok! Selamat menikmati UTS semua!

9 Jenis Anak Teknik Berdasarkan Tempat Tongkrongannya (Bag. 1)

Apa kabar, Civitas Academica Universitas Indonesia? Di sela-sela hiruk-pikuk Ujian Tidak Serius dan long weekend ini, saya hadir kembali menambah penat di kepala Anda. Kali ini gue akan membahas tentang jenis-jenis anak teknik, pastinya di FTUI, berdasarkan tempat tongkrongannya—karena setiap departemen maupun jurusan pasti punya ciri khasnya masing-masing.

Buat anak teknik atau anak-anak fakultas lain yang penasaran, mau meng-iya-banget-kan, atau bahkan meng-yaelah-apabanget-kan artikel ini, yuk ga usah basa-basi lagi; sok atuh dibaca!

Bagian kedua dari tulisan ini bersambung besok lusa. Subscribe lewat email ya supaya tidak ketinggalan updatenya!

1. Anak Kantek

90705785
Kantek (sumber)

Kantin Teknik atau biasa familiar disebut Kantek merupakan tempat favorit bagi anak-anak teknik yang suka nongkrong-nongkrong ataupun sekedar melepas rasa lapar. Tau ga sih, secara ga sadar dan ga disengaja, ternyata kantin teknik ini terbagi-bagi menjadi zona-zona tersendiri, tempat di mana mahasiswa-mahasiswa dari jurusan tertentu biasa ngumpul. Ada apa aja tuh?

Kantek Dalam

1424131958910
Photo by Melissa

Jadi secara garis besar Kantek itu dibagi jadi dua, ada Kantek Luar dan Kantek Dalam. Kantek yang di dalam, ya namanya Kantek Dalam. Ets, Kantek Dalam dibagi lagi jadi dua lagi, ada Zotam (Zona Hitam) dan Zona Sipil.

Zotam (Zona Hitam)

Zona Hitam ini terletak di Kantek Dalam yang letaknya deket sama Lapangan Teknik (Laptek), biasanya dihuni sama anak-anak Teknik Mesin.

Zona Sipil

Nha, kalo yang ini dari namanya aja udah jelas, pastilah dihuni sama anak-anak Teknik Sipil. Kalo tadi Zotam letaknya di deket Laptek, Zona Sipil ini letaknya deket sama Taman Teknik (Tamtek).

Zotam dan Zona Sipil ini ga literally kepisah kok, cuma dibagi aja jadi sebelah kiri dan sebelah kanan, dan keduanya dipisahin sama jalan buat orang-orang lewat di mana ketika kamu melewati jalan tersebut kamu merasa berjalan di tengah lorong yang hampa dan berasa seperti Miss Universe, semua mata tertuju padamu sembari diiringi lagu You Rise Me Up. Oh iya, jadi Kantek Dalam ini juga sering dipake buat acara-acara gitu karena emang tempatnya luas dan pas banget buat dibikin panggung kecil-kecilan. Juga di tempat inilah aspirasi-aspirasi dan diskusi-diskusi yang dirindukan mahasiswa, khususnya mahasiswa teknik terjadi.

Zona Hijau a.k.a Zona Ganteng

1428113028115
Zona Hijau (Photo by Amel)

Zona Hijau atau Zona Ganteng (Zogan) ini terletak di luar, sebelah pojok Kantek, sebelahan sama Musholla Teknik (Mustek). Zogan ini merupakan tempat yang sering banget dipake nongkrong anak-anak Teknik Metalurgi dan Material, saking seringnya sampe punya location sendiri di Path. Dinamakan Zona Hijau mungkin karena memang wilayah tersebut didominasi oleh nuansa hijau, tetapi entah bagaimana asal-usulnya bisa tercipta zona yang disebut dengan ganteng. Kalo diperhatiin dan kalo kamu coba berdiam diri di Kantek sampe larut malam sekitar jam 11-12an, sudah dapat dipastikan bahwa di Zogan ini masih terdapat manusia yang beraktivitas. Jadi, kalo kamu ke Kantek jam 11-12 malem dan masih menemukan orang di Kantek, sapa aja dia, siapa tau bisa ngelelehin hati kamu. Kalo ngga, ya lambaikan tangan aja ke kamera.

Kantek Pink

Namanya lucu banget ga sih? Yup, kebayang dong yang biasa nongkrong di situ pasti lucu-lucu cantik gitu seperti bidadari jatuh dari surga dihadapanku ea ea ea? Ihiy, Zona Pink ini paling banyak dihuni oleh bidadari-bidadari Teknik dan juga zona yang gabungannya paling banyak, yaitu Teknik Arsitektur, Teknik Industri, dan Program Internasional. Duh, kebayang dong gimana classynya ini Zona? Entah sengaja atupun tidak, hanya di zona ini yang terdapat wastafelnya, mungkin memang karena yang sering makan di sini orang-orang yang super bersih dan higienis yha, ga tau juga sih tapi ini adalah sebuah kebetulan. Kantek Pink ini letaknya di luar juga, di deket Lapangan BP3, dan di samping Zona Ganteng.

Kantek Atas

1428118300344
Kantek Atas (Photo by Amel)

Sekarang kita naik satu tingkat yuk! Di tingkat kedua atau di tingkat atas Kantek ini, isu-isunya merupakan tempatnya mahasiswa-mahasiswa berprestasi ataupun yang gemar belajar bersarang. Entahlah penulis pun tidak mengerti akan kevalidan isu tersebut, tapi penulis sendiri pernah nyobain belajar di Kantek Atas dan emang tempatnya pw banget; luas, kursinya banyak, damai, dan banyak angin sepoi-sepoinya gitu deh. Emang cocok sih buat belajar sambil ngemil-ngemil atau makan besar. Kantek atas ini biasanya dihuni sama anak-anak dari Teknik Elektro dan Teknik Kimia.

 

2. Anak Tamtek

progres-desfur-10-638
Taman Teknik (sumber)

Yup, teknik juga punya taman loh teman-teman, namanya Taman Teknik (Tamtek). Jangan berpikiran bahwa Taman Teknik ini ditumbuhi rerumputan bunga-bunga dan diterbangi kupu-kupu ya, malahan Taman Teknik ini ditumbuhi sesuatu yang sangat eksotis; bola kristal, entah mengapa bola kristal bisa tumbuh di taman. Btw sepertinya semua tempat yang ada di teknik disingkat dan berakhiran …tek. Nevermind.

Taman Teknik ini tempatnya enak banget buat kumpul-kumpul atau sekedar ketemuan sama temen, karena tempat duduknya banyak. Biasanya, di Taman Teknik ini bertebaran sama anak-anak dari Teknik Sipil, mungkin karena zona mereka letaknya deket sama Tamtek jadi sekalian aja gitu tumpeh-tumpeh ke Tamtek… Di sekitar Tamtek juga banyak tempat-tempat legendaris dan bersejarah dalam kehidupan akademik yaitu fotocopy Savin, satu fotocopy punya koperasi, dan satu lagi yang deket Savin yang kukira sama ternyata berbeda.

 

3. Anak Lobby K

Ini adalah tempat di mana kamu akan menjadi makhluk primitif seketika karena tidak mendapatkan sinyal seluler. Ga deng ga separah itu, but mostly. Awal-awal pasti kamu akan bingung karena tempat ini mempunyai empat pintu yang akan membawamu ke tempat yang misterius serta belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tadinya mau ke Kantek, eh kok salah jalan malah melipir ke Haltek. Yha…

Loh kok adi ngelantur gini. Jadi kalo kamu ke Lobby K entah pagi ataupun malam pasti kamu akan menemukan anak-anak mahasiswa Arsitektur yang sedang sibuk memegang sketchbook ataupun alat warna ataupun maket dan sebagainya yang membuat kamu berpikir dan bertanya-tanya, “itu kalo gue ambil sebagian kecilnya atau gue goyangin dikit pake dribble, rusak ga ya? dia bakal marah nangis-nangis darah ga ya?…

***

Bagian kedua dari tulisan ini bersambung besok lusa. Subscribe lewat email ya supaya tidak ketinggalan updatenya!

Tujuh Kios “yang Paling-paling” di Kantin Teknik (Kantek)

Di dalam dunia perkantinan fakultas di kampus kita, Kantin Teknik, atau yang biasa disebut Kantek adalah salah satu yang nggak bisa diragukan lagi popularitasnya. Selain karena punya menu yang beragam dan porsi sebanyak kuli, konon Kantek dikenal sebagai tempatnya mahasiswa UI untuk cuci mata, terutama bagi para civitas perempuan yang mendambakan calon imam yang macho, mapan, dan bakalan bergaji besar.

Nah, bicara soal Kantek, ada beberapa menu yang harus kamu cobain kalo kamu memutuskan untuk memanjakan perutmu di fakultas ini. Berikut tujuh kios “paling-paling” khas Kantek –yang wajib kamu coba sesuai dengan kondisi- yang kami coba tuliskan review-nya!

 

Baca Selengkapnya

Talkshow BOP Berkeadilan. FT UI, Kamis 15 Mei 2008

Saya baru membaca ada selebaran dari BEM FT UI yang isinya mengajak kita mahasiswa UI untuk hadir pada Talkshow BOP Berkeadilan yang diadakan oleh Kestari & Litbang BEM FT UI. Kurang lebih, berdasarkan tulisan yang ada di selebaran itu, mereka mengajak kita datang ke sana untuk mengkaji tentang penyesuaian biaya operasional pendidikan (BOP) per semester. Katanya pihak rektorat sih, metode ini berkeadilan, karena menerapkan metode pembayaran BOP dengan subsidi silang.

Ngomong-ngomong, kita udah pada tahu kan, kalo mekanisme pembiayaan BP (Biaya Pendidikan) bagi mahasiswa baru 2008 besok akan berbeda dengan kita? Kalo kita sekarang membayar dengan besaran yang fixed setiap semesternya (fakultas2 IPA sebesar 1,5jutaan, dan fakultas2 IPS 1,3jutaan), mahasiswa 2008 besok akan membayar biaya antara 100ribu – 7juta untuk fakultas2 IPA dan 100ribu – 5juta untuk fakultas2 IPS.

Kalo udah tahu, tampaknya kita bisa nanya lebih jauh tentang itu di talkshow ini, dan buat yang belum tahu, kita bisa cari tahu di sini..

Baca Selengkapnya