Penggalakkan Transaksi dengan Tap Cash: Kantek Sehat, Teknik Kuat!

Buat kalian anak teknik, pasti tau dong bedanya kondisi Kantin Teknik (Kantek) kita yang dulu sama sekarang itu gimana? Yap, dulu itu Kantek seperti halnya kantin-kantin di pinggiran jalan yang kayaknya makanannya nggak higenis, acak-acakan, piring dimana-dimana, bayar pake uang lecek dan sobek, pokonya masih konvensional banget deh.

Dengan berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, Manajemen Dekanat FTUI memberikan pelayanan kepada civitas akademika FTUI khususnya pengguna Kantin Teknik (Kantek) FTUI  berupa penggunaan Uang Elektronik (Tap Cash) sebagai alat transaksi di Kantek FTUI, yang diresmikan pada tanggal 8 September 2016.

Peresmian Penggunaan Uang Elektronik ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam menerapkan Sistem Manajemen ISO 14001: 2015 dan OHSAS 18001: 2007 dalam hal standar Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Penggunaan Uang Elektronik ini dapat meminimalisir kontak pedagang dengan uang ketika bertransaksi dan menyiapkan makanan. Selain itu juga biar kita semakin teratur, makanannya higenis, piring-piring bekas makan nggak berserakan, dan tertib serta bersih tentunya. Ya kalian tau dong, efek dari ketidakaturan dan kotor itu bisa menyebabkan berbagai hal yang buruk, baik buat lingkungan juga buat kesehatan kita.

Tinjauan kesehatan Kantin FTUI (via eng.ui.ac.id)

Contohnya, kalau kita makan, terus kita meletakkan piringnya sembarangan dan berantakan gitu aja, ditambah membludaknya mahasiswa yang mau makan, tentunya pencucian piring terburu-buru, bikin masakan juga asal karena sibuk ada yang mau bayar dan ada yang mesen, yang menyebabkan terbengkalainya kegiatan si ibu-ibu dan bapak-bapak juru masak kantin itu untuk melayani kita. Masakan yang harusnya bersih dan higenis, ditambah ketidak teraturan dan kebersihan yang kurang baik, bakal menyebabkan berbagai makanan mengandung bakteri Salmonella E. Coli, belum lagi kalau ada pedagang curang yang pake boraks untuk mengawetkan makanannya…. Nggak banget kan?

Untuk itu, program baru dicanangkan nih guys. Sebenernya nggak baru juga sih, penggunaan Tap Cash ini udah dilakukan mulai semester ganjil tahun 2016 lalu, tetapi karena masih banyak mahasiswa yang bandel menggunakan uang cash sebagai alat bertransaksi, maka penggunaan uang elektronik ini mulai digalakkan kembali di semester genap tahun 2017 ini.

 

Apasih Keuntungannya?

Tap Cash yang desainnya UI banget nih, minat? (via Humas FEB UI)

Keuntungan menggunakan Tap Cash itu macem-macem, dari yang sepele sampai berdampak besar.

Pertama, kantin dan tangan-tangan juru masak kantin lebih higienis, karena nggak melayani pembeli dengan metode pembayaran uang fisik yang memungkinkan banyaknya bakteri di uang itu. Kalau juru masak megang itu uang fisik, terus karena pengaruh tekanan waktu, juru masaknya lupa cuci tangan, akhirnya memasak dalam keadaan tangan berbakteri. Akhirnya…. kita yang kena dampak bakterinya.

Kedua, tidak ada kehilangan uang, tidak ada pencurian uang di konter dagangnya. Selain itu, pendapat para pedagang juga langsung tercatat rapi di rekening mereka, nggak perlu lagi menghitung secara fisik dan takut kekurangan atau minus, karena semuanya sudah rapi diatur mesin bank.

Ketiga, para pedagang gak perlu lagi repot-repot ngecek uang palsu atau asli, dan nggak perlu gontok-gontokan sama pembeli kalau uang yang dipakai itu robek, lecek, jelek, kurapan, dakian, kudisan, atau itu goloknya Kapten Pattimura bengkok kesana-kemari. Ya gimana mau ngecek, sebab semua pembayaran tinggal tap dan pedagang tinggal tuai hasilnya serta fokus memasak.

Keempat, pedagang yang baru buka, biasanya belum ada uang untuk menyediakan cashback buat pembeli dengan menggunakan uang merah-merah atau biru-biru. Jadi, mereka harus kesana-kemari buat nyari kembaliannya. Nah, dengan metode Tap Cash ini, pedagang nggak perlu repot lagi nyari uang kembalian, soalnya sudah diatur sama mesinnya.

Kelima, KTM kita akhirnya berfungsi lebih sering! Yap, buat kamu yang belum punya kartu BNI Tap Cash, kamu bisa dengan menggunakan KTM yang otomatis udah terintegrasi Tap Cash, pasti pada punya dong? Akhirnya kita nggak cuma menggunakan KTM untuk di Perpusat aja, atau buat mendaftar pengobatan di PKM dan naik TransJakarta/KRL doang, sekarang KTM kita bisa berfungsi sebagai alat bayar di kantin!

Kalo nggak mau beli Tap Cash baru, pake yang udah ada aja!

 

BACA JUGA: Saatnya Kamu Nikmati Kesaktian Kartu Mahasiswa yang Satu Ini!

 

Ah males gitu-gituan, mau kaya biasa aja

Pasti banyak nih, orang-orang yang masih mengidolakan bakteri dari uang fisik untuk digunakan dalam membayar. Nah, buat kalian yang males pakai Tap Cash, ada sanksinya juga lho! Sebab, penggunaan Tap Cash diawasi langsung melalui kamera CCTV yang terpasang di sudut-sudut kantin. Bila ada pedagang yang ketahuan melakukan transaksi menggunakan uang fisik, pedagang akan menerima surat peringatan dari kampus. Peringatan itu berlaku dua kali aja, setelah tiga kali ketahuan, pedagang bakal disuruh cabut dari Kantek nih guys. Kasian kan? Ayolah kasihani mahasiswa lain juga yang mencintai aroma masakan, dan rasa rempah-rempah yang menggigit lidah dari masakan pedagang itu.

 

Terus gimana dong sekarang cara jajan di Kantek?

Suasana makan siang di Kantin FTUI

Gampang aja kok, pertama kalian cukup top up Tap Cash kalian di stand operator Tap Cash BNI yang ada di Kantek. Untuk isi ulang 10.000-20.000 nggak ada biaya administrasi, jadi kalau lebih dari itu misal isi ulang 50.000 atau 100.000 ada biaya administrasinya sebesar 2000 Rupiah.

Kedua, kalian ambil peralatan makan sendiri di tempat peralatan makan yang sudah tersedia di Kantek. Tempat peralatan makan itu juga terjamin kebersihannya, jadi nggak usah takut lagi kena bakteri atau debu-debu disekitaran tempat peralatan makan. Piring, sendok, dan garpunya juga biasanya masih anget loh karena dicuci pake mesin otomatis hehehe.

Ketiga, pilih menu makanan atau minuman yang tersedia di konter-konter pedagang di Kantek.

Keempat, menyerahkan kartu Tap Cash ke pedagang deh untuk di tap dan keluarlah resi pembayarannya! Keren kan?

Kelima, kalian sudah tinggal duduk manis, anteng, menikmati aroma makanan, dan menjilati piring sepuasnya di tempat makan yang sudah disediakan.

Terakhir, jika kalian sudah selesai makan dan minum, letakkan piring dan gelas yang selesai digunakan di tempat pencucian yang sudah disentralisasi. Cari aja tempat penampungan piring kotornya, jangan dibawa pulang ya piring dan gelasnya buat di kosan!

 

BACA JUGA: Tujuh Kios “yang Paling-paling” di Kantin Teknik (Kantek)

 

Penggunaan uang elektronik Tap Cash dari BNI di Kantek FTUI ini akan dievaluasi setiap 3 bulan, dalam evaluasi tersebut akan dipantau bagaimana efektifitas penggunaan Tap Cash serta monitoring terhadap pedagang yang berdagang di Kantek FTUI. Pedagang yang memiliki prestasi yang baik akan dikirim untuk melakukan studi banding mempelajari bagaimana kantin di universitas luar negeri dalam hal ini NUS Singapura. Penggunaan Uang Elektronik di Kantek FTUI ini merupakan yang pertama di lingkungan UI dalam hal penggunaan uang elektronik secara massal loh, yang kemudian FISIP dan Vokasi juga mulai menerapkannya di kantin masing-masing.

Nah, dengan demikian semua nyaman, sehat, dan teratur juga bersih kan guys? Yuk share artikel ini ke semua akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua orang tau kalau Kantin Teknik merupakan asal mula anak-anak Teknik yang sehat dan berotot!

Langkah-Langkah yang Bisa Kamu Gunakan Ketika Gak Bisa Ngetap Kartu Commuter Line

Bagi temen-temen yang anker (anak kereta) banget, pasti pernah ngalamin turun di stasiun UI dan menemukan antrian ngetap gate out kayak ngantri registrasi ulang di Balairung, khususnya mendekati pukul delapan pagi. Udah buru-buru, belum lagi ada orang yang kartunya gak bisa ditap atau macet-macet iseng gitu, jadi harus manggil petugas biar bisa keluar. Bete dong pasti udah ngantre panjang-panjang ternyata masih ada problem kayak gitu?

Nah, itu sih kalo orang lain yang ngalamin, jadi ya udah biarin aja urusan dia sama keluarganya yang metal metal. Kalo kamu sendiri yang ngalamin? Malu dong? Hahahaha apalagi di belakang kamu banyak banget orang-orang bermuka panik takut telat masuk kelas sambil dalam hatinya bergumam “Ah ini orang nyusahin aja sih udah ngantri panjang, pake bikin macet segala.”

Mau taro dimana mukaaaa? Hehehe.

Oleh karena itu, anakui.com hadir dengan memberikan solusi yang tidak solutif bagi kamu yang anker dan sangat mungkin mengalami kejadian hal tersebut. Check this out aja yuk, ini dia langkah-langkah yang bisa kamu gunakan ketika gak bisa ngetap kartu commuter line!

BACA JUGA: Gelang Multitrip Commuter Line pasti Keren Banget Kalo Bisa Ngelakuin Hal-Hal Ini

 

Langkah 1: Stay Cool

Langkah 1: Stay Cool via cumacumae
Langkah 1: Stay Cool via cumacumae

Langkah pertama yang harus kamu lakuin kalo kartunya gak bisa ditap ya stay cool aja, siapa tau emang mesinnya butuh waktu untuk membaca kartu yang lain. Sama aja kayak masalah hati, kalo hati yang lama udah pergi, butuh waktu yang lama untuk membaca sinyal-sinyal dari hati yang baru, bukan? Halah.

Intinya jangan panik, apalagi teriak-teriak “BAPAAAAK INI KENAPA KARTU SAYA???? SAYA GA BISA KELUAR PAAAK” Sambil mengais-ngais tanah dengan dramatis. Jangan ya, apalagi sambil ngedorong-dorong nganuannya (jujur gue gak tau namanya apa itu pintu yang muter-muter otomatis). Kalo kamu maksa ngedorong pintunya nanti mesinnya bunyi-bunyi, berisik, semua panik deh. Jangan juga coba-coba keluar lewat kolong pintu atau lompat, emangnya situ spaydermen?

 

Langkah 2: Coba lagi

Langkah 2: Coba lagi via ade-supriyatna-smile
Langkah 2: Coba lagi via ade-supriyatna-smile

Setelah kamu tetap tenang dan stay cool, coba tap lagi aja setelah beberapa detik. Jangan nunggu satu jam juga kali, itu mah gak usah masuk kelas aja sekalian, nanti aja datengnya pas wisuda. Kalo kartu kamu emang sudah berumur renta, pusatkan pada bagian chipnya, biasanya terletak di ujung kanan atas kalo pake kartu Multi Trip, kalo THB ya jarang ada yang rusak sih chipnya. Beri sedikit hentakkan dan penekanan biar chip yang agak soak itu bisa kebaca lagi.

Inget: pantang menyerah, masa dikasih cobaan dikit aja langsung gak sanggup?

 

Langkah 3: Geser-Geser Cantik

Langkah 3: Geser-Geser Cantik via gmanetwork
Langkah 3: Geser-Geser Cantik via gmanetwork

Kalo langkah 2 gak efektif juga buat ngetap kartu kamu, pura-pura geser aja HEHEHEHE siapa tau mesin sebelah bisa baca kartu kamu dengan optimal. Sekali-kali ngelanggar aturan  gak apa lah ya (sesat). Ya kali kamu mau ngegeser ke sebelah tapi ngantri dari belakang lagi, udah gitu pas nyampe depan mesinnya gak bisa juga, ampe dinosaurus reinkarnasi juga gak kelar-kelar ya.

 

Langkah 4: Panggil Petugas

Langkah 4: Panggil Petugas via jakartabytrain
Langkah 4: Panggil Petugas via jakartabytrain

Cara licik di atas gak bisa digunakan juga? Panggil pahlawan bertopeng aja, mereka siap sedia membantu kamu untuk mengatasi masalah ini. Tapi sih kalo kamu lagi sial, petugasnya akan berada nun jauh di sana yang mengharuskan kamu teriak-teriak “MAAAS TOLONG MAAAS KARTU SAYA, KARTU SAYA MAAAS”. Gitu. Baru deh doi dateng buat bantuin kamu keluar. Kadang kalo kartu kamu emang udah gak bisa diharapkan lagi, biasanya ada kartu khusus punya petugas buat ngetap di situ, warnanya putih. Gue mau deh beli kartu yang kayak gitu, gak ada saldonya, unlimited, pasti keren langsung jadi juragan Commuter Line.

 

Langkah 5: BUANG AJA KARTUNYA. GANTI YANG BARU

Langkah 5: BUANG AJA KARTUNYA. GANTI YANG BARU via suara
Langkah 5: BUANG AJA KARTUNYA. GANTI YANG BARU via suara

Ya ini cara terakhir kalo semua langkah di atas gak bisa dipenuhi. Apa boleh buat, sesuatu yang dipaksain itu emang gak baik, jadi ya udahin aja hubungan kamu sama kartu yang udah rusak itu. Gak selamanya prinsip nenek moyang yang mengatakan “Kalo ada barang yang rusak itu diperbaiki, bukan diganti” itu benar kok. Andaikan ada tukang reparasi kartu Commuter Line, mau aja deh gue benerin, sekalian modif tampilannya pake custom design muka gue sendiri biar kalo ilang gampang ditemuin.

Jadi, gitu aja sih langkah-langkah yang bisa kamu terapkan kalo kartu Commuter Line mu gak bisa ditap keluar ketika orang-orang lagi pada hectic takut telat sementara kamu cuma bisa cengar-cengir “Hehehe maap ya all lama, kartu gue emang rada soak”. Selamat berkereta!