Inilah Beberapa Alasan Mereka ketika Ditanya “Kenapa Mau Masuk UI?”

Lo anak UI? Gilakkkkk!

Ya, mungkin begitulah pandangan orang ketika mendengar kata “UI”. Tidak bisa dipungkiri bahwa kesempatan bisa berkuliah di kampus kuning ini menjadi dambaan banyak orang di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan, banyak orang yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk mengikuti bimbingan belajar tertentu agar bisa diterima di UI. Akhirnya, ketika sudah masuk UI, kebanggaan diri akan melonjak naik. tidak hanya diri sendiri, keluarga dekat hingga jauh pun bisa merasakan bangga.

Dari semua orang yang berlomba masuk UI, ternyata motivasi yang muncul berbeda-beda. Nah, di bawah ini ada beberapa alasan kenapa mereka mau masuk UI.

 

BACA JUGA: Adik-adik SMA Mau Masuk Universitas Indonesia? Sssst, Ini Jalur Rahasianya!

 

Karena UI Keren

Kalo pake ini, kekerenan kamu ningkat 1000000% (via youthmanual)

Alasan pertama adalah ‘karena UI keren’. Ini pandangan yang ada di banyak orang, mungkin karena UI adalah satu-satunya kampus yang membawa nama bangsa tanpa ada embel-embel lainnya: Universitas Indonesia. Jadi, pasti UI menjadi cerminan dari pendidikan tinggi di Indonesia dan Internasional. Nah, dari sinilah mungkin banyak orang memiliki alasan ini ketika berminat mendaftar UI.

 

Gampang Cari Kerjaan

“Kamu anak UI? Yaudah langsung jadi CEO aja ya” (via huffingtonpost)

Banyak perusahaan besar akan mencari lulusan universitas terbaik untuk mendorong pertumbuhan perusahaan mereka. Ya, pasti. Perusahaan tidak ingin merekrut orang yang tidak memiliki kualitas mumpuni. Nama UI pun sangat baik di dunia pencarian pekerjaan, bahkan ada yang bilang kalo lamaran anak UI biasanya ditaruh di bagian paling atas.

Karena UI merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di bangsa ini, kualitas lulusannya pun layak untuk dipertimbangkan di dunia kerja. Ini juga menjadi alasan yang kerap muncul ketika ingin mendaftar di UI.

 

Semua karena Orang Tua

“Kamu harus masuk UI ya, kalo nggak Ibu kutuk kamu jadi guitarfish!” (via merahputih)

Sebagai seorang lulusan SMA yang belum mengerti kerasnya dunia ini, banyak juga yang ingin masuk UI karena dorongan (sangat) kuat dari orang tua mereka. Mungkin orang tua mereka pernah mengenyam bangku pendidikan di UI, maka dari itu orang tua mendorong anaknya untuk bisa dapat pendidikan terbaik.

 

BACA JUGA: Ketika Mantan Masuk UI Juga, Aku Harus Apa?

 

Setiap orang pasti memiliki alasan khusus kenapa mau masuk UI dan itu yang menjadi pendorong utama mereka bisa lulus ujian masuk. Well, apapun alasan kalian yang mau masuk UI, yang paling penting adalah kalian menyukai jurusan yang kalian masuki. Jangan asal masuk UI aja tapi tidak masuk di jurusan yang kalian suka, dampaknya akan berimbas pada hasil akhir yang kalian dapat kan? Jadi, pertimbangkan baik-baik ya bidang ilmu yang ingin kalian kuasai.

Sampai jumpa di kampus keren, Universitas Indonesia.

Buat Kamu Anak FEB UI; Mesti Bangga Nih, FEB UI Terbaik di Indonesia!

Hai anak UI!

Cung tangannya yang ngaku anak FEB UI! Kabar gembira buat kalian, FEB UI baru saja diberi gelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis terbaik di Indonesia. Selamat ya!

FEB UI yang dulunya bernama FE UI ini mendapatkan peringkat nomor wahid sekolah bisnis terbaik di Indonesia dan ke 39 dari 150 sekolah bisnis terbaik di Asia. Pemeringkatan itu dilakukan dan dirilis The Eduniversal Best Business School Ranking. Fakultas yang juga sering dianggap “Ngitungin duit orang” itu juga dapet penghargaan 3 Palmes of Excellence dimana FEB UI masuk ke dalam klasifikasi Excellent Business School with Reinforcing Internal Influence. Wah makin top nih FEB UI!

Anyway, negara-negara yang diikutsertakan Eduniversal berjumlah 154 negara di sembilan zona geografis, yaitu Afrika, Amerika Latin, Amerika Utara, Asia Tengah, Asia Timur, Eropa Barat, Eropa Timur, Eurasia, dan Timur Tengah, serta Oseania. Di antara zona-zona itu, kampus makara masuk ke dalam zona Asia Timur yang terdiri dari 17 negara dengan 150 sekolah bisnis terbaik di dalamnya. Dan FEB UI jadi yang terbaik dari tujuh sekolah bisnis Indonesia yang ikut diseleksi! Awesome!

Dari berbagai kategori dan klasifikasi penilaian yang dilakukan Eduniversal, mulai dari pemilihan sekolah bisnis berdasarkan negara atas Kriteria Kuantitatif dan Kriteria Kualitatif, Kriteria Internasionalisasi, hingga Pemungutan Suara Dekan dari berbagai sekolah bisnis, kita pengen coba klasifikasi sendiri nih kenapa FEB UI bisa jadi yang terbaik!

 

Alumninya

Siapa sih yang nggak kenal sama Ibu yang satu ini? (via brilio)

Siapa yang nggak kenal Sri Mulyani? Itu lho Menteri Keuangan RI di dua rezim, SBY dan Jokowi, dan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia! Wanita Indonesia pertama yang berhasil menembus Bank Dunia! Ini jugalah yang menjadi penyebab FEB UI terkenal seantero Indonesia.

Nggak cuma Sri Mulyani, kesuksesan film AADC 2 yang berhasil melepas rindu kepergian Rangga dalam film AADC di tahun 2016 juga bisa jadi biang keladi kenapa FEB UI jadi yang terbaik guys. Kalian pasti tau dong siapa yang berperan sebagai Cinta di film itu? Yap, Dian Sastro Wardoyo. Dia juga merupakan lulusan Magister FEB UI loh! Karena admin suka sama film AADC dan Dian Sastro, jadi klasifikasi ini sangat penting untuk menjadikan FEB UI jadi yang terbaik di Indonesia, hehehe.

Banyak juga alumni FEB UI lain yang berhasil membawa nama baik kampus perjuangan ke ranah nasional dan internasional. Ada Soemito Djojohadikoesoemo, Rhenald Kasali, Andrea Hirata, Fahri Hamzah, dan masih banyak lagi.

 

Passing Grade-nya

Gedung perkuliahan yang menjadi saksi akan passing grade aduhai (via depoknews)

Passing Grade merupakan standarisasi penilaian dan peluang seorang calon mahasiswa bisa masuk ke dalam suatu jurusan di universitas yang dipilih. Dari tahun ke tahun, analisa passing grade ini selalu hadir dan membuat galau calon mahasiswa nih. Sebab, dari passing grade itu mereka bakal bisa memprediksi tingkat kelulusan dan peluangnya masuk.

Di UI, passing grade FEB UI merupakan fakultas yang menyimpan passing grade tinggi, diantaranya Akuntansi 57%, Manajemen 51%, Ilmu Ekonomi 50%. Tuh kan, gede-gede kan passing grade-nya, makanya FEB UI ini dikenal juga mahasiswanya pinter-pinter, dan susah masuknya.

 

BACA JUGA: Fakta dan Tudingan yang Sering Dirasakan Anak FEB UI

 

JGTC UI

Kemeirahan Jazz to Campus 39 (via wagomu)

Ah kalo yang ini kalian tau dong, acara tahunan yang diadain FEB UI ini sudah meng-Indonesia banget. Buat para pecinta musik Jazz, JGTC atau Jazz Goes To Campus buatan anak FEB UI ini udah kaya pagelaran akbar yang terdaftar dalam agenda ‘HARUS NONTON’. Karena JGTC jugalah, FEB UI jadi banyak dikenal dengan mahasiswanya yang jago bikin event bertaraf SNI (Standar Nasional Indonesia). Bahkan, bintang-bintang musik Jazz internasional juga selalu dihadirkan untuk memeriahkan acara ini lho guys!

Buat kamu para pecinta musik Jazz, setuju banget dong pasti kalo FEB UI jadi fakultas bisnis terbaik di Indonesia! Buat fakultas lain yang nggak setuju, udah setuju aja, biar tahun depan JGTC UI artisnya makin banyak, dan guest star-nya ditambah! Ehehehe

 

Fakultas Terkaya

Parkiran FEB UI yang dipenuhi dengan mobil-mobil mewah (via feb.ui.ac.id)

FEB UI adalah fakultas yang paling deket dengan uang. Setiap hari para mahasiswanya selalu ngebahas ekonomi, dari uang sampai……. uang. Iya dong, walaupun ngebahas pembangunan, kan tetep kalo mau bangun sesuatu butuh uang. Karena setiap hari berurusan dengan pendanaan, keuangan, kebijakan keuangan, ekonomi keuangan pembangunan, maka FEB UI fix banget deh jadi fakultas yang paling kaya karena ngomonginnya uang mulu. Ehehehe.

Nggak cuma itu alasannya, mereka juga dikenal sebagai fakultas yang punya mahasiswa bergaya hidup glamor dan hedon guys! Nggak percaya? Cek aja area parkir FEB UI, kalian bakal nemuin berbagai kendaraan yang mewah dan mahal! Masih nggak percaya? Acara-acara yang mereka adain juga tarafnya luas bahkan nasional dengan tak jarang kurangnya sponsorship, tapi tetep jalan tuh acara!

 

Ceweknya Cakep-Cakep

Dian Sastro, alumni FEB UI (via selebupdate)

Karena admin cowok, jadilah kriteria klasifikasi kenapa FEB UI pantas menyandang gelar fakultas bisnis terbaik di Indonesia ini karena; CEWEKNYA CAKEP BROOOO. Nggak cuma cakep, cewek FEB UI rata-rata udah cakep, pinter, apalagi kalo ngomongin duit… Beuhhh pinternya nggak ketulungan! Apalagi kebanyakan cewek di FEB UI itu pola pikirnya lebih terbuka, dan bisa melihat sesuatu dengan pemikiran yang luas.

Karena kegemarannya berpikir luas dalam menyikapi sesuatu, ketika ada cowok yang naksir dia, cewek FEB UI bakal mencari tau dulu asal-usul itu cowok. Investigasi mandiri ala cewek FEB UI itu udah kayak kerjaannya yang kalo disuruh nyelesaiin kasus perusahaan yang mau bangkrut, mereka bakal nyari tau gimana cara itu cowok ngatur keuangan, memajemen waktu, diri, dan kepribadian, dan nggak kalah penting adalah prospek masa depan si cowok…..

 

BACA JUGA: Mengenang Ireng Maulana, JGTC UI 2016 Bertema “Jazz is the Moment”

 

Nah, itulah kenapa FEB UI bisa jadi fakultas bisnis nomor satu di Indonesia! Selain indikator penilaian Eduniversal, ya karena indikator yang dibuat admin juga berpengaruh *eh. Yuk bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian, biar orang-orang tau dan mau masuk ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang sudah dinobatkan menjadi yang terbaik di Indonesia!

UI Juarai Dua Kategori Kontes Robot Terbang Indonesia 2016

Universitas Lampung (UNILA) baru saja menjadi tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia 2016 bulan lalu. Kompetisi tahunan yang mempertunjukkan kreasi Pesawat Tanpa Awak (Unmanned Aerial Vehicle) itu diikuti lebih dari 60 perguruan tinggi di Indonesia. Kontes ini pertama kali diselenggarakan pada tiga tahun lalu di Institut Teknologi Bandung yang dinaungi langsung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masayarakat.

Kompetisi ini sebenarnya sudah dibesarkan ITB sejak tahun 2008 hingga 2011 dengan nama kontes IIARC (Indonesian Indoor Aerial Robot Contest). Pada setahun berikutnya, nama kontes berubah menjadi Indonesian Aerial Robot Contest (IARC) yang dilaksanakan di outdoor. Setelah melihat kesuksesan penyelenggaraan kontes tersebut, Dikti melahirkan Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) pertama kali pada 2013, yang dilanjutkan ke kawasan Indonesia Timur pada 2014 di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Setahun setelahnya, UGM mendapat mandat penyelenggaraan KRTI 2015.

Dari kompetisi ini Dikti melalui Ditjen Belmawa Kemenristekdikti, mendorong para generasi muda Indonesia untuk berjuang dan berkarya nyata dalam dunia sistem nir-awak baik udara maupun angkasa lepas di masa selanjutnya. Dari beberapa kategori yang dilombakan, seperti Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take Off Landing, dan Technology Development, UI yang diwakili tim AUAV UI berhasil menggondol dua gelar.

Prestasi yang ditorehkan AUAV pada (via uiupdate)
Prestasi yang ditorehkan AUAV pada KRTI 2016 (via uiupdate)

Pada pagelaran tanggal 23-26 November di Lampung itu, kampus kuning kita berhasil menggondol juara pertama kategori Vertical Take Off Landing-Autonomous Aerial Fire Extinguisher, dan Best System-Technology Development. Tim AUAV UI yang dibimbing para dosen yang umumnya berasal dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer itu berhasil membuktikan diri menjadi yang terbaik di kedua kategori incarannya. Sementara dua kategori yang lain, kampus kuning baru saja mencicipi kategori tersebut.

Sebelumnya, pada ajang yang sama di UGM, UI hanya berhasil menjadi juara di kategori Vertical Take Off and Landing kelas Non-Water-based Fire Extinguisher. Kala itu, robot terbang buatan Ricky Nauvaldy dkk bernama GARUDA. Belajar dari kisah tahun lalu yang hanya menempatkan juara di satu kategori, Taris Handyatama yang pada tahun ini menjadi ketua tim, berhasil menggondol dua gelar.

 

BACA JUGA: UI Luncurkan 4 Kendaraan Berbahan Bakar Listrik: Ternyata Bikun Beneran Ingin Bertransformasi, Loh!

 

Wah, hebat yah teman-teman robotik UI, bisa nambah gelar dalam jangka waktu setahun pagelaran. Semoga di tahun-tahun selanjutnya tim AUAV UI bisa menjadi pemenang semua kategori ya! Ayo bagikan artikel ini di Akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar menjadi doa untuk tahun-tahun ke depannya! Veritas, Probitas, Iustitia!

Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh!

Pada tanggal 26 dan 27 Agustus kemarin, UI baru saja meluluskan 8.060 orang sekaligus menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 di Balairung UI Kampus Depok. Pada kelulusan kali ini, sebanyak 1.751 orang yang berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Kalo kita pikir-pikir, pasti mayoritas dari yang diwisuda kemarin adalah mereka yang menamatkan studinya selama 4 tahun atau bahkan lebih. Akan tetapi, siapa sangka, bahwa ada juga yang menamatkan studi sarjananya kurang dari 4 tahun, loh! 3,5 tahun? Bukan, bahkan lebih cepat dari 3,5 tahun alias cuma 3 tahun!

BACA JUGA: Endless Question: Mendingan Kuliah 4 apa 3,5 Tahun Ya?

Richard Henokh Kurniawan, wisudawan termuda yang lulus cuma 3 tahun
Richard Henokh Kurniawan, wisudawan termuda yang lulus cuma 3 tahun

 

Yup, dialah Richard Henokh Kurniawan, wisudawan dari program sarjana reguler angkatan 2013 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI yang berhasil menjadi wisudawan muda tercepat, yaitu hanya dalam waktu 3 tahun. Keren banget gak, sih? Karena biasanya kan mahasiswa UI lulus 3,5–4 tahun dari total waktu 8 semester yang diberikan pemerintah, tuh. Belum sampai di situ aja, ternyata Richard juga lulus dengan predikat cumlaude dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif 3.83.

Richard pun mengakui bahwa kunci keberhasilannya terletak pada manajemen diri dan waktu. Richard menyarankan semua orang untuk mencoba bangun lebih pagi dan melakukan kegiatan fisik. Selama di UI, ia sering kali lari pagi pada pukul 5 atau 6. Gak cuma bikin kita bikin bangun lebih pagi, lari pagi juga bikin kita semangat semangat dan percaya diri di pagi hari.

Selain menjaga kesehatan dan kebugaran fisik dengan lari pagi, Richard juga selalu menyiapkan waktu-waktu untuk mengulang kembali pelajaran yang diterimanya selama di kelas, yaitu pada pukul 7-9 malam. Pada saat jam 10 atau jam 11 malam, ia mengusahakan diri untuk tidur, agar bisa bangun pagi keesokan harinya.

Eits, siapa bilang dengan melakukan rutinitas yang teratur kayak gitu berarti membuat kita gak punya waktu dengan hobi dan jaringan pertemanan? Di luar waktu yang udah dijadwalkan, tentunya masih ada sisa waktu yang bisa dibagi untuk kegiatan kuliah, menekuni hobi, dan gak lupa juga begahol. Selama dilakukan dengan disiplin dan konsisten pasti semua orang bisa, kok!

Buktinya nih, selain berprestasi di bidang akademik, Richard juga merupakan ketua angkatan yang tugasnya mengkoordinir acara angkatan setiap semester, bahkan ia juga masih bisa membentuk band Anticode Sophomore yang rutin tampil di acara-acara besar UI, seperti Compfest dan Computers Get Together.

Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh! via vokasi
Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh! via vokasi

Tentunya dibalik kesuksesan seseorang ada motivasi yang besar di sana. Motivasi terbesar Richard sehingga menjadi seperti sekarang ini tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya sendiri. Ayah Richard dulu juga merupakan lulusan tercepat pada masa itu, yaitu 4 tahun 3 bulan, ketika umumnya teman-temannya lulus 5-7 tahun. Ayahnya jugalah yang menginspirasi Richard untuk mengambil jumlah kredit penuh di setiap semester.

Saat ini Richard sudah diterima untuk melanjutkan masternya di Renmin University of China di Beijing, Jurusan Administrasi Bisnis (gelar MBA). Ia pun sudah mengantongi beasiswa S2 dari Kemenristekdikti untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ini.

Ke depannya, ia bercita-cita menjadi profesional di bidang Teknologi Informasi dan membangun sebuah perusahaan Teknologi Informasi di Indonesia.

Wah, menarik dan menginspirasi banget bukan?! Semoga kita dapat menjadikan kisah Richard ini motivasi untuk tetap semangat menjalani dunia perkuliahan baik akademis maupun non akademisnya ya! Pengen cepet-cepet lulus dengan hasil maksimal ya ga apa, tapi tetaplah percaya bahwa semua dari kita akan lulus pada waktu yang tepat. Selamat berkarya!

Referensi: ui.ac.id

Kedua Berita ini Bikin Kamu Bangga Banget sama UI

Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin! Gimana nih kabarnya? Semoga makin lebar karena liburan banyak makan dan tidur ya, hehehe. Ya gak apa, nikmatin aja sebelum kembali stress dilanda tugas dan berbagai macam kegiatan perkuliahan yang bikin jenuh.

Nah, karena lagi liburan, temen-temen pasti males banget buat ngecek berita terbaru dan perkembangan tentang kampus tercinta ini, atau bahkan pernah denger, tapi cuma sebatas lewat aja. Kali ini anakui.com mau ngasih tau dua berita terbaru biar kamu gak ketinggalan dan biar kamu bangga banget udah menjadi bagian dari Universitas Indonesia!

BACA JUGA: Penghargaan Makara Utama Bidang Sosial Budaya untuk Ki Manteb Soedharsono

 

UI Jadi Satu-satunya Universitas di Indonesia yang Masuk ke THE Asia University Ranking

UI Jadi Satu-satunya Universitas di Indonesia yang Masuk ke THE Asia University Ranking via cs.ui.ac.id
UI Jadi Satu-satunya Universitas di Indonesia yang Masuk ke THE Asia University Ranking via cs.ui.ac.id

Wah, ternyata di tahun 2016 ini kampus kita tercinta berhasil menjadi perguruan tinggi pertama dan satu-satunya dari Indonesia yang turut diperhitungkan oleh Times Higher Education bersama dengan lebih dari 200 perguruan tinggi yang tersebar di 22 negara di Asia.

Pemeringkatan ini didasarkan oleh Media Inggris Times Higher Education (THE) University Rankings 2016 yang baru saja merilis Asia University Ranking 2016 pada Selasa (21/6/2016). UI masuk ke dalam kelompok 181-190 Perguruan Tinggi terbaik di dunia, loh!

Kalo kamu nanya peringkat pertama dan kedua dari THE University Ranking, sudah dapat dipastikan bahwa National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) adalah jawabannya! Yup, Singapura berhak berbangga hati telah menjadi negara primadona dalam pemeringkatan THE tahun ini. Bayangin! Dua perguruan tinggi sekaligus dan menduduki posisi pertama dan kedua!

Gak cuma ada urutan peringkat aja loh, ternyata didata juga negara yang perguruan tingginya paling banyak masuk ke dalam pemeringkatan THE. Bayangin! 39 perguruan tinggi! Banyak banget, kan? Ini dia, Republik Rakyat Tiongkok dan Jepang. Selanjuntya juga ada Taiwan dan Korea Selatan yang berhasil ngeborong 24 perguruan tingginya masuk ke dalam pemeringkatan THE Asia.

Pemeringkatan THE ini gak asal menilai loh. Mereka menitikberatkan pada indikator riset yang dilakukan oleh sivitas akademika universitas. Terdapat 5 kelompok besar indikator kinerja universitas yang dikalibrasi ulang untuk mencerminkan atribut sistem pendidikan tinggi di Asia, yakni Performa Pengajaran (kegiatan belajar mengajar) – 25%; Penelitian (jumlah, reputasi) – 30%; Sitasi Penelitian – 30%; Cakupan Internasional (staf, mahasiswa dan riset) – 7,5% dan Kerja Sama Industri – 7,5%.

Kalo kamu kepo dan penasaran mengenai pengumuman resminya, langsung aja meluncur ke https://www.timeshighereducation.com/world-university-rankings/2016 .

 

Di Asia, Peringkat UI Naik ke Posisi 67 berdasarkan QS University Ranking 2016

Peringkat UI Naik berdasarkan QS University Ranking 2016 via accountingconference
Peringkat UI Naik berdasarkan QS University Ranking 2016 via accountingconference

Gak cuma via THE aja nih UI menorehkan prestasinya yang membanggakan, di QS University Ranking 2016 juga UI meraih pencapaian baru tahun ini. Peringkat UI di Asia naik 12 poin, dari posisi 79 ke posisi 67.

Eits, belum selesai sampe situ aja, QS University Ranking juga menyebutkan bahwa UI di Indonesia masih menduduki peringkat pertama! Wow banget gak, tuh?

Berdasarkan hasil kalkulasi yang dilakukan tim QS, UI unggul pada Kualitas Tenaga Pendidik, Reputasi Akademis, Jumlah Tenaga Pendidik Asing di UI serta Kegiatan Belajar-Mengajar di setiap fakultas.

Selain itu, indikator lain yang berhasil dipenuhi diantaranya terdapat peningkatan dalam publikasi jurnal, pengelolaan sumber daya manusia di tingkat universitas maupun fakultas, serta tata kelola organisasi yang mencakup budaya, kebiasaan, kebijakan dan upaya internasionalisasi komunitas mahasiswa maupun tenaga pendidik.

Semoga kedua berita di atas dapat membangkitkan semangat, rasa bangga, dan rasa syukur kamu karena telah menjadi bagian dari civitas academica Universitas Indonesia, ya! Percayalah, dari sekian banyak kekurangan kampus kita ini, tentu tersimpan banyak prestasi dan pencapaian-pencapaian membanggakan yang telah dihasilkan.

Referensi: ui.ac.id