Jurusan di UI Yang Paling Mencetak Banyak Artis? Ya Ilmu Komunikasi dong!

Setiap jurusan di Universitas Indonesia pasti punya ceritanya masing-masing. Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia juga punya ceritanya, loh! Percaya nggak percaya, selain terkenal karena mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik, Ilmu Komunikasi (Kom) UI juga terkenal karena banyak lulusan atau bahkan mahasiswa yang berkarir sebagai artis di dunia hiburan, loh. Ada yang jadi aktor atau aktris, musisi, influencer, dan sebagainya.

Kenapa sih kok di Ilmu Komunikasi bisa banyak artis?

Selain karena kemauan pribadi itu sendiri dan hasil perjuangannya, ilmu komunikasi sendiri mempelajari skill-skill berkomunikasi seperti membangun citra yang cocok untuk diterapkan di jurusan-jurusan yang harus berhubungan dengan dunia luar secara intens, seperti humas, announcer dan wartawan, agensi periklanan, dan juga… artis! Jurusan komunikasi yang menuntut mahasiswanya untuk berpikir kreatif, sehingga gak heran jika mahasiswa komunikasi akhirnya banyak yang bekerja di industri kreatif dan industri hiburan untuk menyalurkan kreativitasnya.

Nah, penasaran kan siapa aja sih artis yang pernah berkuliah di Kom UI? Berikut ini daftar artis yang merupakan lulusan dari Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia!

1. Maia Estianty

Sebelumnya, Bunda Maia juga pernah menjadi dosen tamu di tahun 2018, loh! (Sumber: brilio)

Siapa yang enggak kenal dengan Maia Estianty, atau yang lebih akrab disapa dengan Bunda Maia? Pasti kalian pernah mengenali Bunda Maia dari karya-karyanya melalui Duo Ratu serta karirnya berakting di Extravaganza dan acara TV lainnya. Wanita berusia 44 tahun ini ternyata dulu merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UI, loh! Selain cantik, ternyata isteri dari Irwan Mussry ini juga pintar dan berprestasi, ya.

Bahkan, Bunda Maia juga sempat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi UI angkatan 2016 pada Desember tahun lalu, loh! Beliau diundang sebagai dosen tamu dalam mata kuliah Kepemimpinan dan Pengembangan Kelompok ditemani keponakannya. Dalam kuliah umum tersebut, Bunda Maia juga menyampaikan pentingnya influencer dalam dunia marketing loh. Semoga ilmu yang disampaikan Bunda Maia bisa dimanfaatkan mahasiswa kom di dunia pekerjaan nanti, ya!

2. Andien

Andien dan Dian Sastro ternyata satu angkatan, loh! (Sumber: liputan6.com)

Untuk kalian penyuka jazz, pasti kenal wanita berusia 34 tahun ini. Andien, dengan nama lengkap Andini Aisyah Haryadi, adalah penyanyi indonesia beraliran jazz. Tahu nggak, ternyata penyanyi yang melantunkan lagu “Sahabat Setia” ini merupakan alumni Ilmu Komunikasi UI bidang hubungan masyarakat, loh!

Andien yang memiliki ilmu dari hubungan masyarakat juga mengungkapkan bahwa sebagai penyanyi profesional, wawasan luas dan sikap positif juga diperlukan disamping paras cantik. Andien juga turut menerapkan strategi kehumasan pada dirinya dalam pekerjaannya di industri musik. Selain itu, ternyata Andien juga memiliki adik bernama Dias Kinanthi yang merupakan lulusan Universitas Indonesia juga loh, guys.

3. Rossa

Ini dia foto wisuda Rossa dengan latar Rektorat UI! (Sumber: iNews.id)

Untuk yang mampir ke Bedah Kampus UI 2017 lalu, pasti tahu bahwa salah satu pembicara yang diundang adalah penyanyi Rossa! Teh Ocha yang memiliki nama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani ternyata merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia juga, loh. Rossa yang terkenal dengan lagu “Hati Yang Kau Sakiti” ini mengambil peminatan public relation atau hubungan masyarakat selama masa berkuliahnya di UI.

Saat menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi UI, Teh Ocha juga pernah menjadi mahasiswa magang di TVRI, loh! Saat magang, Rossa berperan sebagai reporter yang bahkan pernah meliput lokasi banjir serta pasar tradisional. Biarpun menyukai pekerjaan sebagai reporter, namun Rossa akhirnya memutuskan untuk menghidupi cita-citanya sebagai penyanyi ketika lulus dari UI. Jerih payahnya pun terbukti hingga kini Rossa menjadi penyanyi yang sukses di Indonesia, dan bahkan sudah dilirik SM Entertainment dari industri musik Korea, loh!

4. Ramengvrl

Ramengvrl dan gayanya yang keren abis! (Sumber: Sonora.ID)

Di balik gayanya yang swag abis, ternyata Ramengvrl merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, loh! Ramengvrl yang memiliki nama asli Putri Estiani merupakan rapper yang sudah berkarir sejak tahun 2016 lalu. Wanita berusia 28 tahun ini mulai dikenal penyuka musik hip hop dan R&B melalui debut singlenya yang berjudul “I’m Da Man”.

Sebelum sukses menjadi rapper, Ramengvrl juga pernah bekerja kantoran dengan ijazah ilmu komunikasi yang ia punya. Ramengvrl juga merupakan lulusan berpredikat cumlaude, loh! Biarpun sempat diragukan oleh keluarga karena memutuskan untuk menjadi rapper, nyatanya Ramengvrl bisa sukses dengan menjadi apa yang ia inginkan hingga saat ini, kan?

5. Baskara Putra

Baskara dan aksi panggungnya yang selalu asik! (Sumber: IDN Times)

Kalau pria yang satu ini pasti dikenal oleh warga FISIP UI. Daniel Baskara Putra, atau yang memili nama panggilan Baskara, adalah vokalis dari grup musik .Feast dan juga penyanyi solo dengan nama Hindia. Penyanyi berusia 26 tahun ini merupakan lulusan dari Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Baskara dan grup musik .Feast yang beranggotakan mahasiswa FISIP UI juga sering tampil di acara-acara musik di kampus jingga tersebut loh, guys.

Selain menjadi penyanyi dan musisi, saat ini Baskara juga bekerja sebagai brand manager dari Double Deer Records. Baskara dan teman-temannya juga mendirikan perusahaan label rekaman dan manajemen bakat, yaitu Sun Eater Coven. Ia juga CEO dari BagiKata, loh. Di tengah-tengah banyaknya proyek tersebut, Baskara masih bisa menjalankan karirnya sebagai musisi dan sempat berkolaborasi dengan RAN loh, guys.

6. Aldrian Risjad

Single pertama “Milk Candy” Aldrian diproduseri oleh Baskara, loh. (Sumber: infopensi.com)

Last but not least, ada Aldrian Risjad yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2016. Aldrian yang mengambil peminatan Kajian Media ini baru memulai debutnya di Mei 2019 lalu dengan single yang berjudul “Milk Candy”. Sebelumnya, dia dikenal melalui acara pencarian bakat dengan nama “Ksatria Bergitar”. Saat ini, Aldrian telah mengeluarkan dua single lainnya yaitu “Premature” dan “Help You Out” yang masih bergenre garage rock. Untuk yang belum tahu, Aldrian berkarya di bawah naungan label Sun Eater, sama seperti Hindia dan .Feast, loh. Wah, kedepannya pasti bisa sukses juga seperti mereka, ya.

***

Itu dia beberapa musisi jebolan Ilmu Komunikasi UI, dan sebenarnya masih banyak juga loh yang lainnya serta calon-calon orang sukses lainnya karena di ilmu komunikasi kita tidak hanya belajar ilmu akademis, namun juga mengolah kreativitas dan bakat dengan kegiatan-kegiatan kampus serta matakuliah-matakuliah yang menuntut kita untuk jadi kreatif. Selamat berjuang untuk mencapai cita-cita masing-masing, ya!

Referensi gambar header: lightaholic.com

Mumpung Masih Ada Waktu, Pikir Ulang Mengenai 5 Hal Ini Sebelum Lulus Nanti!

Menjadi sarjana dan memeroleh gelar adalah hal yang tentunya didambakan oleh banyak mahasiswa. Walaupun nggak semua, namun terbilang banyak yang mengharapkan akan mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Dengan harapan akan hal tersebut, banyak mahasiswa yang mulai mempersiapkan banyak hal yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan pasca lulus nanti: ada yang mulai join banyak organisasi baik untuk melatih kemampuan komunikasi, memperluas relasi, maupun sekadar memperindah CV, ada yang mulai ningkatin IPK-nya, dan juga ada yang mulai nyari koneksi ke senior.

Hal-hal tersebut sah-sah saja tentunya, toh semuanya baik. Namun, dalam upaya mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, terdapat beberapa kekeliruan yang ternyata malah kontraproduktif. Yuk mari kita bahas beberapa kekeliruan itu di sini:

Wadah untuk Mengembangkan Kemampuan Komunikasi

Komunikasi di dunia kerja (via fosterandbridgeindonesia)

Sebagaimana sudah diketahui, dalam beberapa pekerjaan, dibutuhkan kemampuan komunikasi. Bahkan, dalam sesi wawancara pekerjaan pun kemampuan itu mutlak dibutuhkan. Kekeliruan yang sering terjadi di sini adalah kekeliruan dalam memilih wadah dalam melatih kemampuan tersebut, misalnya: ingin mengembangkan kemampuan komunikasi dengan ikut organisasi/kepanitiaan, namun malah masuk bidang/biro/bagian/divisi yang tidak mendorong untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, atau mengikuti banyak organisasi/kepanitiaan sekaligus di luar batas dengan tujuan bisa mengembangkan kemampuan komunikasi, namun yang ada malah nggak kepegang sehingga manfaat yang dituju nggak kesampean.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah cermati betul pilihan wadah dalam melatih kemampuan komunikasi. Kalo cocok di suatu bidang di suatu organisasi buat ngembangin kemampuan tersebut, bagus. Namun, kalo ternyata nggak cocok ya nggak usah dipaksakan. Ada banyak wadah lain, seperti mengajar secara voluntary, mengajar privat, bahkan latihan di depan cerminpun bisa jadi alternatif.

 

Cara Melatih Kemampuan Bahasa Asing

Belajar bahasa asing itu perlu! (via naz.edu)

Beberapa lowongan pekerjaan juga mensyaratkan kemampuan berbahasa asing, tentunya biasanya bahasa Inggris. Ada beberapa mahasiswa yang memulai start yang bagus dengan mengambil les bahasa asing. Ada juga yang belajar secara otodidak. Namun, yang perlu diperhatikan di sini adalah tidak semua orang bisa cocok dengan suatu cara. Apabila ada teman yang bisa langsung jago dengan les, bukan berarti kamu juga harus les, juga apabila ada teman yang bisa langsung jago dengan main game dan menonton film, bukan berarti kamu juga harus main game dan menonton film begitu saja. Coba evaluasi cara belajarmu, apabila memang benar-benar tidak memberikan pengaruh terhadap kemampuanmu dan tidak ada peningkatan sama sekali, baru kamu perlu mempertimbangkan dan menengok cara lain untuk kamu coba. Jadi, tidak sekadar ikut-ikut orang lain yang memang cocok dengan suatu metode.

 

BACA JUGA: Endless Question: Mendingan Kuliah 4 apa 3,5 Tahun Ya?

Soal IPK

Eta terangkanlah! (via townsonsam)

Terdapat perdebatan mengenai urgensi IPK. Ada yang billang bahwa IPK itu nggak penting-penting amat, lebih penting kemampuan organisasi dan komunikasi, ada juga yang bilang IPK adalah kunci. Bagaimanapun, ketika melamar pekerjaan nanti, yang pertama dilihat adalah IPK, apabila di bawah batas minimum yang dipersyaratkan, kemungkinan lolos ke tahap berikutnya akan sangat kecil. Soal IPK, tentunya apabila bisa mencapai angka yang tinggi jelas bagus karena tentunya akan menjadi nilai lebih dibanding pelamar lain yang IPK-nya biasa-biasa saja, namun apabila tidak tercapai, setidaknya pertahankan pada angka yang dipersyaratkan perekrut kerja atau pemberi beasiswa. Apabila masih belum bisa juga, berarti harus bekerja lebih keras pada hal-hal lain yang bisa menarik perhatian perekrut pekerjaan.

 

Ilmu yang Dipelajari Selama Kuliah

Kuliah pake jakun ni (via humas.ui)

Jangan pernah meremehkan yang satu ini. Apabila kamu melamar kerja di posisi yang sejalur dengan jurusan kuliah yang kamu ambil, itu berarti kamu harus benar-benar menguasai ilmu yang kamu pelajari di jurusanmu itu betul-betul. Sebab nantinya, yang dominan dapat membuatmu survive di pekerjaanmu (apabila sesuai dengan jurusan kuliah) kelak adalah kemampuanmu dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan yang mana dibutuhkan pengetahuan yang bersumber dari keilmuanmu mengenai hal tersebut. Maka dari itu, perlu untuk memantapkan kembali ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah, bahkan kalo perlu ulang-ulang lagi pelajaran dari semester 1 sampe semester 8.

 

Manajemen Emosi

Salah satu kunci sukses adalah manajemen emosi (via positivepsycologhyprogram)

Ada tiga hal yang paling penting pada poin yang terakhir ini: pertama, menjaga kepercayaan diri. Kedua, mengusir segala ekspektasi, namun tetap mengokohkan tujuan. Ketiga, menyuburkan terus semangat untuk melakukan anjuran yang sebenarnya klasik, namun sangat-sangat berguna: kerja keras. Ketiga hal itu harus di-cek terus secara berkala agar tetap konsisten dalam melakukan hal-hal produktif pada saat proses melamar dan menjalankan pekerjaan.

 

BACA JUGA: Katanya Anak UI Kaya-kaya, Pintar dari Lahir, Kuliahnya Enak, Abis Lulus Pasti Sukses. Bener Nggak Sih?

 

Kelima hal itu dianjurkan untuk kamu pikirkan lagi apabila kamu memang ingin mencari pekerjaan yang mensyaratkan pengalaman akademis selepas lulus nanti. Mungkin kebutuhannya akan berbeda apabila kamu ingin membuka usaha sendiri atau ingin meneruskan bisnis keluargamu. Juga mungkin akan berbeda apabila kamu berpikir untuk bekerja secara freelance.

Zefa, Mahasiswa Vokasi Komunikasi yang Terjatuh dari Lantai 3 Asrama UI. #YukBantuZefa

Kabar duka kembali terdengar di Universitas Indonesia, kali ini datang dari Vokasi Komunikasi. Gimana nggak, salah satu rekan kita, Zefanya Louis angkatan 2015 mengalami luka parah karena terjatuh dari lantai 3 gedung D1 Asrama UI. Zefanya atau akrab disapa Zefa ditemukan oleh petugas cleaning service Asrama UI pada Rabu, 23 November 2016 pukul 08.00. Bukan hanya itu, ketika ditemukan, tubuhnya masuk selokan sehingga tulang rusuknya patah.

“Dia ditemukan sekitar jam 8 pagi sama cleaning service dengan posisi terjatuh ke selokan dan tulang rusuknya patah,” Ujar Syita yang merupakan salah satu teman dekat Zefa.

Sampai saat ini belum bisa dipastikan penyebab Zefa sampai bisa terjatuh dan luka-luka. Zefa langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Mahasiswa (PKM) untuk mendapatkan pertolongan pertama. Akan tetapi karena keterbatasan alat, Zefa langsung dirujuk ke Rumah Sakit Bunda Margonda. Saat ini, kondisi Zefa sudah sadarkan diri dan masih mendapat perawatan intensif.

s__4612253
Kondisi Zefa di Rumah Sakit Bunda Margonda

BACA JUGA: Fasilitas Kampus Kurang Memuaskan? Merasa Suaramu Belum Didengar? Coba Baca Dulu Audiensi Ini

 

Rencananya, keluarga Zefa akan membawa Zefa ke RSCM karena peralatan yang tersedia di RS Bunda Margonda juga masih terbatas. Zefa membutuhkan perawatan yang lebih intensif dan butuh operasi karena tulangnya terkena paru-paru.

“Kondisinya saat ini udah sadar, tapi terakhir saya dengar dia harus dioperasi karena tulangnya kena paru-paru jadi susah nafas,” ujar Syita.

jarkom
Broadcast yang menyebarkan informasi mengenai kondisi Zefa

 

Oleh karena itu, Zefa sangat membutuhkan doa serta bantuan dari teman-teman agar kondisinya lekas membaik dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Yuk, sama-sama kita bantu Zefa! Untuk donasi dapat disalurkan melalui rekening BNI, 0429430721 atas nama Vidya. Kalau kamu belum bisa donasi, mari kita bantu Zefa dengan cara yang paling sederhana; sejenak berdoa untuk kesembuhan Zefa, semoga operasinya lancar dan segera kembali ke kampus perjuangan ya!

 

BACA JUGA: Memasuki Bulan November, UI Dikejutkan dengan Ditemukannya Mayat Bayi di Danau Agatis

yang Muda yang Berprestasi: Dosen-dosen Muda Terbaik dari FISIP UI

Sering merasa nggak nyambung sama dosen di kelas, karena hidup ‘beda zaman’ sama mereka? Sering merasa dosenmu kuno dan nggak paham pembahasan para mahasiswanya?

Hal seperti ini jarang dirasakan oleh anak-anak FISIP, karena FISIP dipenuhi sama dosen-dosen muda yang seru dan menghidupkan suasana kampus. Namun, apakah cukup belajar di kelas yang asyik? Bukankah dosen yang masih muda biasanya kurang berpengalaman dan nggak berwibawa? Coba kenalan dulu sama tiga dosen FISIP UI ini, untuk membuktikan bahwa usia nggak menentukan kompetensi!

Baca Selengkapnya

Gunakan Hati Saat Komunikasi

Nizar – Teknik Metalurgi dan Material – YOT CA UI Halo anakUI, apa kabar? sepertinya ini postingan pertama saya di anakUI.com ini. Oke sekarang saya mau sedikit banyak sharing tentang apa yang saya dapat pada … Baca Selengkapnya