5 Hal ini Otomatis Mengingatkan Kamu akan Universitas Tercinta

Setiap kampus, lembaga, hingga tempat-tempat yang terkenal pasti memiliki landmark atau icon tersendiri yang sangat identik dengan tempat tersebut. Seperti Paris yang terkenal dengan Menara Eiffel, Negeri Belanda dengan kincir angin dan bunga tulipnya, serta Inggris Raya dengan seragam para prajurit kerajaan-nya. Ternyata, eh, ternyata Universitas Indonesia ternyata juga memiliki banyak ikon yang UI banget loh! Apa saja ya?

 

Makara

Makara UI dan warna-warni di Jakun (via suaramahasiswa)

Apa sih makara itu? Makara adalah logo dari Universitas Indonesia itu sendiri. Berbeda dengan logo-logo di universitas lainnya yang biasanya tidak bernama, sebutan makara itu sendiri lah yang menjadi ikon atau trademark dari UI. Jadi disebutnya makara bukan logo UI, walaupun sesungguhnya makara adalah logo UI itu sendiri. Padahal biasanya setiap logo baik di fashion, lembaga, organisasi tidak memiliki nama khusus dalam menyebutnya. Nah, itulah yang membuat makara ini iconic banget di UI.

 

Jaket Kuning atau Warna Kuning

“Wah, kuning-kuning! Anak UI ya!”

Pasti pernah dong mendengar, celetukkan seperti itu. Yap, universitas satu ini memang memiliki warna identitas yang cukup cetar membahana sehingga mudah diingat oleh orang-orang. Maka tidak heran kalau UI juga dijuluki sebagai kampus kuning. Walaupun warna kuning ini memang sangat jarang digunakan baik sebagai sebuah identitas suatu lembaga maupun sebagai warna pakaian yang biasa dipakai orang-orang, justru karena UI orang-orang jadi begitu mendambakan untuk memakai jaket kuning loh.

Tapi maksudnya jaket kuning almamater UI loh ya, bukan jaket kuning beli di toko. Uniknya lagi tentang jaket kuning alias jakun, warna makara yang tertempel di setiap jakun berbeda-beda lho, sesuai dengan warna fakultas masing-masing. Hal ini semakin membedakan jaket almamater UI dengan universitas-universitas lain yang biasanya tidak dibedakan warna logonya.

 

BACA JUGA: Jakun Itu Dipake Buat Apa Aja Sih?

 

Gedung Rektorat

Kalau kamu kamu sering melihat gambar di internet terutama gambar para wisudawan UI pasti kamu akan melihat gedung tinggi berundak dengan makara besar terpampang di sana. Nah, itu dia yang dinamakan gedung rektorat UI. Gedung ini memang sudah langganan menjadi photobooth para wisudawan maupun mahasiswa (bahkan visitor sekalipun). Secara, gedung ini memang UI banget. Gedung ini sebenarnya merupakan kantor dari rektorat UI itu sendiri, namun dengan desainnya yang megah dan UI banget (karena ada makara-nya) jadi cocok banget deh buat foto-foto.

 

Danau UI

Indah banget ya? (via nuansadepok)

Universitas di Indonesia mana lagi yang punya enam buah danau? Hanya UI dong yang punya. Hal itulah yang membuat danau UI ini menjadi ikon tersendiri dari UI.  Akan tetapi, di danau UI ini kita tidak diizinkan untuk berenang, memancing, ataupun bermain-main karena ini kan daerah kampus bukan kawasan rekreasi hehehe. Jadi, cukup dipandang saja ya dan dinikmati keindahannya. Seperti gebetan kamu yang kamu kagumi dari jauh itu *eh.

 

Perpustakan Pusat

Tahukah kamu bahwa perpustakaan pusat Universitas Indonesia ini merupakan yang terbesar kedua di Asia Tenggara? Wah, keren ya! Tentu saja, dong! Selain gedungnya yang besar, perpustakaan UI ini juga didesain dengan unik dan megah. Ditambah lagi perpustakaan bernama Crystal of Knowledge ini juga dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas canggih. Bayangkan saja setiap gadget yang tersedia sebagai fasilitas perpustakaan merupakan keluaran perusahaan teknologi ternama yaitu Apple. Belum lagi dengan fasilitas-fasilitas lain seperti Strabucks, Books&Beyond, Kantor Pos, Bank BNI, dan lain sebagainya. Wah, itu perpustakaan atau mall ya? Pastinya sih kamu jadi tidak akan bosan untuk berlama-lama di sana. Hal itu pun sanggup mematahkan stigma bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Ah, it’s a big NO lah ya untuk Perpusat UI.

 

BACA JUGA: Lima Kenangan yang Selalu Diingat di Indomaret Perpusat UI #ByeSnackMurah

 

Kelima ikon tadi hanyalah beberapa dari berbagai hal unik yang bisa kamu temui di UI. Nah, kalau penasaran mendingan main-main ke UI sambil mengeksplor lebih jauh tentang UI. Kali aja ketemu sama orang unik yang mengikat hati, anak UI lagi. Jadinya sambil menyelam minum air deh!

Selain Antar-Jemput Mahasiswa, Bikun Juga Bisa Telolet Lho!

Bikun! Jangan ngaku anak UI kalau kalian nggak tau apa itu Bikun! Bikun ini merupakan moda transportasi favorit para mahasiswa untuk berkelana ke semua area penting UI, seperti yang udah kita tahu sendiri. Eits… favorit disini banyak arti loh, bisa jadi favorit para mahasiswa yang demen menanti, sampai favorit mahasiswa yang demen telat.. *eh

Meski masih sering nggak sesuai jadwal kedatangannya, tapi bis kuning kampus perjuangan ini top markotop deh buat kita biar nggak capek kesana-kemari di kampus, ya iyalah UI kan luas banget! Dengan luas kampus sekitar 3.200.000 m2, kita bakal kesulitan dan berkeringat banget kalau harus jalan atau naik spekun (sepeda kuning) buat menuju tempat tujuan. Thanks, Bikun!

But, anyway menurut kalian Bikun kita sudah memiliki fasilitas dan kualitas yang memadai belum, sih? Sebenarnya, artikel tentang Bikun sudah sering kita tayangin nih guys, tapi berkat fenomenan ‘Om Telolet Om’, penulis jadi tertarik buat mengingat kembali nasib bis kesayangan kampus kita.

 

Bikun Masih Sering Mendidik Kita untuk Tepat Waktu

Lari-lari ngejar bikun asik dong (via socialsta)

Ini nih alasan banyaknya mahasiswa mengeluh waktu nunggu kedatangan Bikun di setiap halte. Nggak lain, karena sering banget telat dari jadwal kedatangannya. Banyak dari kita yang udah tampil menawan untuk naik bis kesayangan kampus perjuangan itu akhirnya harus ekstra sabar. Parfum yang awalnya masih wangi banget buat menarik lawan jenis di Bikun, karena menunggu kedatangan Bikun yang terlambat, wanginya berubah jadi bau asem! Udah ganteng/cantik full make up ala jomblo nyari pasangan, akhirnya luntur lagi deh semuanya sama keringat! Bikun bener-bener nggak cocok buat kamu yang sering bangun kesiangan dan buru-buru masuk kelas! I swear! Apalagi buat kalian yang mau nembak cewek di Danau Kenanga pukul 16.00, sementara kalian masih di Asrama pukul 15.30.

Makanya, buat kalian yang nggak bisa mengatur waktu dengan baik, ditambah Bikun adalah alat transportasi kecintaan kalian, terlambat sedikit maka tamatlah riwayat kita *lebay*. Keterlambatan Bikun masih bisa dimaklumi sih, soalnya setiap Bikun punya jadwal kedatangan per enam menit sekali, tapi inget ada dua jenis bikun dengan rute yang berbeda. Jadi, setiap rute, Bikun bakal dateng 12 menit sekali.

 

BACA JUGA: Fitur Ini Akan Membuat Bikun Baru Menjadi Super!

 

Keamanan Bikun yang Patut Dipertanyakan

Jaga barang bawaan yah kalo di bikun! (via alymerenung)

Hidup ini memang sulit dan perlu diperjuangkan. Persis setiap orang butuh uang untuk memperjuangkan hidupnya. Hal itulah yang dilakukan para pelaku kriminal yang udah kehabisan cara buat memperjuangkan hidupnya. Mereka menyelinap, sok-sokan jadi anak UI, terus beraksi deh. Itu sebabnya, kalau mau naik Bikun ada ritual wajib yang dilakuin penumpangnya. Simpan handphone dan dompet di tempat paling dalam di tas, kemudian pakai tas dengan posisi terbalik atau dengan posisi ransel di bagian depan tubuh. Soalnya, kasus pencopetan di Bikun masih banyak banget terjadi, sampai ada istilah iseng yang bilang “Belum jadi penumpang Bikun sejati kalau belum pernah dicopet!”

Mungkin ini yang perlu dibenahi dari Bikun, tambah petugas di dalam bis dan CCTV. At least bisa bikin para pelaku kriminal mikir dua kali buat beraksi. Sebab, Bikun ini nggak hanya ditumpangi keluarga besar UI, tapi juga warga sekitar atau masyarakat umum yang mau dolanan di UI.

 

Bikun Sudah Bertaraf Bis Antarkota

Bikun sekarang udah ntap lah pokoknya (via bismania)

Sejak tahun 2009, Bikun sudah diperbarui dengan penambahan fasilitas AC dari sebelumnya non-AC. Dengan kekhasannya menggunakan bangku panjang dan gantungan untuk pengangan tangan, Bis Kuning kita ini sudah mirip sama layanan bis milik Pemprov DKI, Busway. Fasilitas anyar itu disematkan guna menambah kuantitas pengguna bikun biar nggak bikin banyak polusi kendaraan di area kampus. Sekaligus menggemborkan moto pemerintah, “Ayo Naik Bus!”.

Buat kalian yang dulu menganggap sebelah mata Bikun hanya karena nggak punya AC, sekarang kalian mesti cobain bis kebanggan UI yang udah seperti Bis Pariwisata!

 

Bikun Bisa Telolet Juga Lho

Telolet? What does Telolet mean??? Buat kalian yang sering berselancar di media sosial, pasti tau dong istilah ‘Om Telolet Om’ milik anak-anak komunitas Bismania yang mendunia. Bahkan bisa jadi trending topic dunia di Twitter akhir tahun ini. Nah, kalau biasanya yang minta telolet itu anak-anak remaja di pinggir jalan yang diperuntukkan ke bis antar kota, di saat yang sama akun Line bernama Puji Dede Sudrajat mengunggah kegiatan ‘Om Telolet Om’ di kawasan UI.

Dede dan rekannya mencoba menggaet sang sopir untuk membunyikan klakson telolet dari Bikun yang dikemudikannya. And… Mission Complete! Bikun membuktikan kalau bis kuning kita itu selalu mengikuti tren di kalangan bis-bis Indonesia lainnya!

 

BACA JUGA: Komunitas Online, Bikun Online

 

Nah, buat kalian yang belum pernah naik Bikun, jangan ngaku anak UI kalau belum nyicipin semua fasilitas yang disediakan Bikun! Jangan lupa bagikan artikel ini di akun Facebook, Twiter, dan Line kalian agar bisa membudayakan naik Bikun daripada menambah polusi kendaraan di kampus perjuangan! Salam ‘Om Telolet Om’!

Sebelum Rindu Berujung Temu, Pokoknya #AkuMasihKangen !

Mengingat masa-masa #AkuKangen yang dilakukan pada peringatan Hari Pahlawan, Jumat (28/10), para pengawal pemerintahan, BEM se-UI masih menantikan pertemuan yang dijanjikan. Kala itu, aksi yang dilakukan sebagai evaluasi dua tahun kerja Presiden dan Wakil Presiden Indonesia digelar bersama 300 mahasiswa yang terdiri dari serikat BEM se-kampus kuning di Istana Merdeka.

Aksi bertajuk #JumatBersamaBapak itu dilaksanakan dengan menuntut lima poin penting yang dianggap terabaikan oleh pemerintah Indonesia. Lima poin tuntutan aksi tersebut berupa:

a). Penolakan privatisasi dan komersialisasi pendidikan tinggi;

b). Tuntutan pembatalan izin reklamasi Teluk Jakarta dan Teluk Benoa;

c). Tolak kebijakan ekspor konsetrat bahan tambang Indonesia;

d). Evaluasi perencanaan fiskal Indonesia;

e). Peningkatan cukai rokok sesuai amanah Nawacita.

cv12j9eviaachfw
Aksi #JumatBersamaBapak pada 28 Oktober 2016 (via BEM UI Official)

Sebagai kaum intelektual yang dituntut untuk kritis terhadap berbagai kebijakan negara, para mahasiswa UI rela berhujan ria demi menemui rindu sang Bapak Negara. Namun, aksi yang berlangsung selama lima jam tersebut tak menemui hasil. Bak anak terlantar di jalanan, sang Bapak tak ingin menghangatkan tubuh sang anak untuk masuk ke dalam Istana.

 

BACA JUGA: Dari #AkuKangen sampai #AkuMasihKangen, Kapankah Rindu ini Berujung Temu?

 

Meski sang Bapak tak menengok anak-anaknya di pelataran jalan, namun ia menugaskan Kepala Staffnya untuk menemui mahasiswa. Hingga pada Senin, (7/11) melalui perwakilan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa seluruh kampus kuning, sebanyak 20 mahasiswa diterima Kepala StaffKepresidenan, Teten Masduki di Istana Negara.

cafe_1
Pertemuan BEM se-UI dengan Teten Masduki, Kepala Staf Presiden RI pada Senin (7/11) (via Offcial Line BEM UI)

Perwakilan mahasiswa berjakun itu kemudian mulai mengemukakan pemikiran kritis dan skeptis mereka terhadap pemerintahan Presiden ketujuh RI Jokowi.

“Kami menolak segala bentuk privatisasi pendidikan tinggi di Indonesia, dan mendorong pemerintah berpartisipasi lebih dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi,” tegas Ketua BEM UI Arya Adiansyah sebagaimana dilansir dari laman resmi Kantor Staf Kepresidenan RI.

Teten kemudian menanggapi tuntutan tersebut dengan berujar, anggaran pendidikan Indonesia telah mencapai 20 persen dari APBN, dan sedang giat mengkaji ketepatan sasaran anggaran. Menurutnya, APBN Indonesia telah habis untuk membangun sekolah-sekolah yang rusak. Tak hanya itu, tanggapan mengenai penaikan cukai rokok ditanggapi positif oleh Teten.

Ia mengatakan, “Saya juga berpendapat, rokok banyak mudharatnya, jadi belanja rakyat untuk rokok harus dialihkan ke ekonomi produktif. Tinggal menunggu bagaimana rencana kebijakan pemerintah selanjutnya, sebab hal itu terkait dengan masalah ketenagakerjaan.”

 

BACA JUGA: Isu Kenaikan Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkus ini Ternyata Kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Loh!

 

Tak selesai sampai situ, pada Selasa (15/11) mewakilkan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Deputi 4 Bidang Komunikasi Politik dan Strategi Tatang Badruttamam mengunjungi sekretariat BEM UI untuk membicarakan lebih lanjut terkait audiensi BEM se-UI ke Kementerian terkait isu yang dibawa aksi evaluasi dua tahun Jokowi/JK.

Menurut Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Denny Yusuf, kedatangan perwakilan Staf Kepresidenan guna menjanjikan BEM se-UI dipertemukan dalam satu forum dengan Kementerian terkait untuk berdiskusi mengenai poin-poin yang dituntut para mahasiswa tempo hari.

“Disepakati untuk lebih lanjut untuk bertemu dengan para menteri terkait,” ujar Denny ketika dihubungi via Whatsapp.

cafe_0
Deputi 4 Bidang Komunikasi Politik dan Strategi, Tatang Badruttamam berkunjung ke Pusgiwa UI (via Official Line BEM UI)

Dengan demikian, apakah kerinduan ini akan berhasil berujung temu? Bagi yang #AkuMasihKangen untuk berdiskusi langsung dan ingin mewujudkan Indonesia yang lebih baik, yuk bagikan artikel di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian! Bagi kamu yang ingin ikut memberi poin masalah tambahan untuk dievaluasi, mari coret di kotak komentar di bawah ini!

Ada Bis Kuning yang Belum Berwarna Kuning.. (dan Inkonsistensi Lainnya di UI)

Mulai dari menamai bis berwarna merah-putih sebagai ‘bikun’, sampai menyebut suatu lahan kosong sebagai ‘kandang rusa’, ini dia penamaan-penamaan fasilitas UI yang kalau dirasa-rasa kurang konsisten dengan kenyataannya…

1. Bikun (Bis Kuning)

Bis Kuning (coldwind08.wordpress.com)
Bis Kuning (coldwind08.wordpress.com)

Sebagai kampus yang identik dengan warna kuning, sarana transportasi bis di dalam lingkungan kampus (dan asrama) UI juga berwarna kuning. Bis kuning ini pun seringkali disingkat menjadi ‘bikun’. Namun, akhir-akhir ini ‘bikun’ yang beroperasi di lingkungan kampus UI nggak semuanya berwarna kuning. Selain ‘bikun’ Aerotrans berwarna abu-abu yang tahun lalu sempat lama melayani warga UI, yang terbaru adalah ‘bikun kramat’ atau ‘bikun’ dari vendor Kramat Jati.

'Bikun Kramat' - Sumber: Twitter @dimanabikun via @ramadipo
‘Bikun Kramat’ – Sumber: Twitter @dimanabikun via @ramadipo

Meskipun nggak berwarna kuning, bis Kramat Jati yang belum sempat di-cat sesuai dengan statusnya sebagai ‘bikun’ ini tetap disebut ‘bikun’. Ya, yang lain masih dalam proses pengecatan, menurut akun @dimanabikun (update 20/1/2015: judul diubah menjadi ‘Belum Berwarna Kuning’, tadinya ‘Tak Lagi Berwarna Kuning’ untuk merefleksikan hal ini).

 

2. SCeLe (Student Centered Learning Environment)

Ini tampilan SCeLE UI
Ini tampilan SCeLE UI

Judulnya, sih, SCeLE, singkatan dari Student Centered Learning Environment. Tapi, apakah iya SCeLE bekerja konsisten dengan namanya?

SCeLE adalah salah satu usaha UI untuk bikin sistem belajar-mengajar online yang berpusat pada mahasiswa, meningkatkan partisipasi mahasiswa untuk berpendapat serta memanfaatkan Internet dalam pembelajarannya. Mata kuliah yang terkenal sangat aktif memanfaatkan SCeLE adalah Mata kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi-B (MPKT-B).

Memang, sih, mahasiswa jadi lebih aktif berpendapat melalui platform ini, namun aktifnya mahasiswa di SCeLE sangat terpaksa. Konten SCeLE masih sangat berorientasi pada dosen, belum benar-benar user-friendly dan belum menjadi ‘environment’ belajar yang diidamkan oleh para mahasiswa.

 

3. Kandang Rusa

Kandang Rusa UI dulu, ketika masih ada rusanya
Kandang Rusa UI dulu, ketika masih ada rusanya

Kalau yang ini ceritanya cukup menyedihkan… Kandang Rusa UI yang terletak di bagian depan lansekap kampus ini dulu dihuni oleh rusa-rusa, namun jika dilihat sekarang, hanya menjadi lahan kosong yang ditumbuhi tanaman liar. Beberapa liputan media menyebutkan bahwa UI tidak berhasil memelihara rusa-rusa ini hingga harus dihibahkan ke Bandung.

Lihat foto-foto selengkapnya waktu rusa-rusa ini masih berkeliaran di kandangnya.

 

4. SSO (Single Sign On) atau JUITA (Jaringan UI Terpadu)

Di era modern ini, UI turut mengembangkan teknologi IT-nya dan menggunakan sistem SSO. Dengan sistem SSO, mahasiswa UI dapat mengakses berbagai situs atau sumber daya dalam jaringan UI terpadu. Jadi, mahasiswa cukup melakukan log-in satu kali untuk masuk ke dalam berbagai situs yang termasuk di dalam sistem informasi, sistem komunikasi dan fasilitas komputer UI.

Meskipun begitu, coba lah membuka https://sso.ui.ac.id/ dan melakukan log-in menggunakan akun masing-masing. Lalu, buka lah situs SCeLE atau SIAK NG. Seringkali, pemilik akun yang telah log-in melalui laman SSO UI masih harus log-in lagi ketika masuk ke laman SCeLE, SIAK NG, maupun laman-laman UI lainnya.

Jadi, apakah SSO UI benar sebuah jaringan terpadu dengan sistem single sign-on?

 

Itu beberapa inkonsistensi yang anakUI.com temukan. Mudah-mudahan saja tulisan ini bisa jadi kritik yang membangun untuk kampus tercinta ini.

Bagaimana menurut teman-teman, apa lagi yang teman-teman temukan? Share di komentar ya!

Kuning Kuning UI

Bagi mahasiswa Universitas indonesia, tentunya fasilitas-fasilitas UI yang berbau-bau ‘kuning’ sudah sangat familiar dengan mereka. Ehm. Mulai dari jaket kuning~jakun~, bis kuning~ bikun~, sepeda kuning~sekun~, dan lain lain. Warna kuning sepertinya sudah menjadi simbol untuk … Baca Selengkapnya

error: This content is protected by the DMCA