Salemba Menguning

Seperti tahun – tahun sebelumnya, setiap fakultas Universitas Indonesia pasti mengadakan rangkaian penerimaan mahasiswa baru. Nah, salah satu rangkaiannya terdapat PSAU dan masa bimbingan yang punya sebutan berbeda di setiap fakultas -kalo di FKG namanya … Baca Selengkapnya

7 Hal Ini Mungkin Nggak Akan Dirasakan Maba UI 2020

Pada 13 Juni 2020 lalu, Direktorat Kemahasiswaan UI, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI, dan panitia Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI telah melakukan audiensi mengenai pelaksanaan Kegiatan Mahasiswa Baru (Kamaba). Dikutip dari suaramahasiswa.com, pertemuan tersebut telah memutuskan bahwa Kamaba yang mulanya diadakan selama satu bulan penuh dipersingkat menjadi lima hari saja. Lima hari tersebut di antaranya tiga hari untuk Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM), Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU), dan display Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); satu hari untuk OKK, dan satu hari sisanya untuk Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF). Namun, sampai dengan artikel ini ditulis, tanggal rangkaian acara tersebut belum ditentukan.

Kabar tersebut tentunya menjadi hal yang kurang mengenakkan bagi mahasiswa baru (maba) UI 2020. Mereka nggak bisa merasakanya enak-nggak enaknya ospek secara langsung, nggak bisa berkenalan dengan teman baru secara langsung, dan nggak bisa merasakan hal-hal lain yang menjadi ciri khas dari Kamaba.

Kali ini, Anak UI mau merangkum beberapa hal pada rangkaian acara Kamaba yang mungkin nggak akan dirasakan oleh maba tahun ini.

1. Latihan Paduan Suara Bersama Pak Dibyo

Sumber: Line

Siapa sih mahasiswa UI yang nggak suka sama salah satu acara Kamaba yang satu ini? Suara Pak Dibyo yang menggelegar dan bersemangat selalu mampu menghibur para maba selama proses latihan padus. Apalagi, slogan “Kalian adalah angkatan terbaik yang pernah saya latih” dari Pak Dibyo auto mengundang sorak dan tepuk tangan dari para maba. Nggak heran kalau acara ini disebut oleh para maba sebagai DWP (Dibyo Warehouse Project)

Sayangnya, maba tahun ini tidak bisa merasakan hal itu. Mereka tidak akan merasakan duduk berjam-jam di Balairung, menghapalkan semua lagu, dan dipandu untuk menyanyi lalalalalalala…. kalau tidak karena awaaaan… Hehe, sabar ya. Kalian bisa tetap merasakan euforianya walaupun hanya lewat video Youtube kok.

2. Ketemu Menwa

Sumber: Line

Selama rangkaian Kamaba, Resimen Mahasiswa (Menwa) akan membantu pihak UI dalam menertibkan mahasiswa dan menjaga keamanan di sekitar Balairung selama acara berlangsung. Mereka nggak akan segan-segan memberi kalian sanksi kalau kalian datang terlambat. Selain itu, anggota Menwa bernama Mantek Sangadji setiap paginya akan bersemangat memandu maba untuk menyorakkan yel-yel fakultasnya masing-masing.

3. Mengumpulkan “Kartu Ajaib”

Selama rangkaian acara Kamaba, para maba memiliki “misi” untuk mengumpulkan “kartu ajaib”. Kartu tersebut merupakan kartu warna-warni yang digunakan sebagai bukti presensi maba pada setiap mata acara Kamaba. Nantinya, kartu tersebut dapat ditukarkan dengan jaket kuning (jakun) pada akhir masa Kamaba nanti.

Nah, karena tahun ini Kamabanya online, otomatis para maba tahun ini nggak bisa merasakan mengumpulkan kartu-kartu tersebut. Sebenarnya ini bisa dibilang kabar baik sih. Seenggaknya kalian nggak perlu susah-susah bangun pagi biar nggak datang telat dan bisa mendapatkan kartu itu

4. Diteriakin Komdis

“Percepat langkahnya, Dek!”

Ospek memang identik dengan sosok komisi disiplin (komdis). Setiap fakultas memiliki sebutan khas untuk komdisnya. Biasanya, komdis menggunakan pita hitam dan berwajah garang. Mereka nggak segan-segan buat meneriaki kalian kalau nggak jalan cepet.

Nah, kalau ospeknya online gini, mungkin sang komdis akan berteriak “Percepat internetnya, Dek!”

5. Pembagian Jakun

Sumber: Line

Setelah berjuang selama satu bulan mengikuti Kamaba, tiba saatnya para maba mendapatkan jakun. Eits, tapi nggak semudah itu, Ferguso. Untuk mendapatkan jakun, kalian harus antre selama beberapa jam, bahkan bisa sampai malam, loh.

Tahun ini, kalian para maba mungkin nggak akan merasakan perjuangan itu. Entah jakunnya akan dikirim ke rumah kalian atau mungkin bakal kalian ambil setelah kuliah berjalan normal nanti. Apapun itu, kalau kalian sudah jadi mahasiswa UI, kalian akan tetap dapat jakun kok.

6. Foto di Depan Rektorat dengan Jakun

Sumber: Line

Jiwanya maba itu jiwa-jiwa penuh semangat, salah satunya semangat pamer. Dengan jakun baru, rambut badai, dan make up natural biar nggak dimarahin senior, mereka akan berfoto ria berlatar belakang rektorat. Bisa foto sendiri, sama gebetan baru, sama pacar seperjuangan, atau sama satu angkatan di jurusan.

Buat maba tahun ini, sabar sedikit ya. Suatu saat nanti kalian juga bakal bisa foto di sana kok, walaupun belum tahu kapan…

7. Berburu Makanan Gratis

Setelah maba melaksanakan tugas padusnya saat acara wisuda, pihak UI akan menyediakan makanan gratis untuk mereka. Eits, bukan makanan kaleng-kaleng, loh. Teruntuk para maba, UI sudah menyediakan makanan seperti McD, KFC, atau Hokben yang bisa maba dapatkan secara gratis. Bahkan, kadang-kadang makanan tersebut tersisa cukup banyak, sehingga beberapa maba ada yang iseng kembali ke antrian untuk mengambilnya lagi. Jiwa-jiwa anak kos mulai tumbuh mungkin ya.

Hal seperti itu mungkin nggak akan dirasakan oleh maba 2020. Jadi, untuk kalian angkatan 2020, beli sendiri aja ya.

***

Itu tadi tujuh hal yang mungkin nggak akan dirasakan oleh maba UI 2020. Jangan bersedih ya. Kalian mungkin nggak merasakan momen itu. Namun, dengan diterima menjadi mahasiswa UI, itu udah menjadi kebanggaan tersendiri untuk diri dan keluarga kalian. Semangat maba 2020!

Serba Serbi OKK yang Tidak Bisa Dirasakan Maba UI 2020

Salah satu hal yang bikin kangen masa-masa kuliah yaitu pas jamannya jadi maba. Sebagai Maba, kita pasti melewati masa orientasi kehidupan kampus alias ospek. Selama ospek banyak hal hal baru yang dipelajari dan jadi kenangan tersendiri. Tapi, berhubung adanya pandemi COVID 19, OKK tahun ini dilakukan secara online. Apa aja ya serba serbi OKK yang ga bisa dirasakan mahasiswa ui 2020? Yuk cekidot!

1. Padus Bareng Pak Dibyo

(Sumber: Twitter @ui_2013)

Salah satu rangkaian OKK yaitu latihan padus buat wisudaan kakak-kakak tingkat. Semua Maba pasti kenal Pak Dibyo yang udah langganan mimpin latihan padus dari tahun ke tahun. Momen latihan padus jadi kenangan sendiri karena bisa nyanyi bareng bareng satu angkatan meski cuman cuap cuap alias lipsync. Bayangin aja ribuan maba kumpul di Balairung rame rame menyanyikan lagu buat wisuda, asik banget kan. Belum lagi pas antri mau masuk balairung yang baris sesuai fakultas terus sambil nyanyi yel-yel. Lagu favorit yang biasanya bikin exited pada nyanyi apalagi kalo bukan cuci cuci HEY di pinggir kali~ biasanya hey nya tuh yang paling kenceng, haha.

2. Ngumpulin Tiket Datang dan Pulang

Sumber: dokumentasi penulis

Pas jadi maba, ngumpulin tiket beginian emang mesti banget dilakuin biar bisa ngambil jakun. Tiket ini didapetin pas kita ngikutin rangkaian OKK di Balairung. Pas masuk Balairung dapet tiket datang dan pas udah selesai acara dapet tiket pulang. Di belakang tiketnya sampe ditulis identitas biar ga ilang. Sebenarnya ada minimal tiket yang harus dikumpulkan biar bisa ngambil jakun sekitar 10-an deh kayaknya. Buat ngumpulin tiket beginian ada aja buka jasa  joki, mereka pura-pura jadi maba dan menyelinap diantara barisan buat dapetin tiket, wkwkwk.

BACA JUGA: Jadi Gini Lho Rasanya Menjadi Mentor OKK UI

3. Pamer Jakun di Depan Gedung Rektorat

Sumber: kaskus.co.id

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu maba yaitu pake jaket almamater kebanggaan yang warnanya kuning alias jakun. Jakun yang ikonik banget sama UI emang sayang banget kalo ga dipamerin wkwkwk. Antre ambil jakun juga butuh perjuangan sendiri, saling jagain tempat kalo mau pergi biar ga di serobot orang.

Kalo udah dapet jakun yang diambil pake tiket-tiketan tadi, emblem makara yang ga sempat dijahit dulu ditempel gitu aja di jakun pake double tip yang minta temen. Terus spot foto yang favorit buat dijadiin latar belakang pamer jakun apalagi kalau bukan gedung rektorat. Pasti abis pembagian jakun kalian bakal melihat kuning kuning pada ngumpul sambil bergaya di lapangan rotunda. Memorable banget sih…

4. Rebutan Ambil Jatah Mekdi

Abis ngisi padus buat wisuda, maba biasanya dikasih Mekdi buat makan siang. Kebayang kan rame bejubelnya orang-orang yang wisuda plus maba maba yang mau ambil makanan. Makan siang biasanya dibagikan di lobi gedung rektorat. Untuk pergi kesana, maba harus ngelewatin kakak-kakak yang sibuk foto depan rektorat dan belum lagi bejubel buat ambil Mekdi. Karena ga ada antrian yang rapi ya jadinya pada rebutan aja gitu ngambilnya. Bahkan ada yang ambil lebih dari satu karena ga ketauan juga, haha.

BACA JUGA: Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

5. Ikut Program Cinta Kampus

Sumber: ui.ac.id

Program Cinta Kampus (PCK) merupakan salah satu rangkaian kamaba (kegiatan mahasiswa baru) yang harusnya ga dilewatin. Pas PCK, maba bareng bareng mengelilingi UI dengan jalan kaki. Terus maba dikenalin sama tempat-tempat di UI kayak nama-nama danau, hutan dan lain-lain. Maba juga turut melestarikan lingkungan kampus dengan melakukan operasi semut seperti memungut sampah, menanam tanaman, dan melepaskan ikan. Pas pulang PCK, biasanya ada bikun yang siap sedia antar balik ke balairung, jadi ga capek capek jalan lagi.

***

Nah itu dia hal-hal yang memorable banget selama ngejalanin masa-masa ospek sebagai mahasiswa baru. Masih banyak sebenarnya hal-hal yang bisa dijadikan kenangan selama masa ospek tapi nanti artikelnya jadi kepanjangan. Menurutmu, apa aja nih momen-momen jaman ospek yang paling berkesan?

BACA JUGA: Hi Maba UI, Ini Tipe-Tipe Senior yang akan Kamu Temui di UI

Jadi Gini Lho Rasanya Menjadi Mentor OKK UI

Serunya Jadi Mentor OKK UI. Akhir-akhir ini, di timeline Line-ku berseliweran video perkenalan calon mentor ospek alias Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI 2020 dengan tagar #MelalUIKontribusi. Mereka membuat video semenarik mungkin agar dapat diterima menjadi mentor. Hal tersebut membuatku ingat pada tahun lalu ketika aku juga mengikuti rekrutmen terbuka mentor OKK UI 2019.

Mendaftar Menjadi Mentor OKK UI

Aku langsung menghubungi pasangan mentorku untuk sekadar bernostalgia. Dia adalah Rasyid, mahasiswa jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM UI 2017. Aku dan Rasyid berasal dari satu paguyuban daerah yang sama, sehingga kami sudah punya modal bonding sebelumnya. Saat mendaftar dulu, akulah yang mengajaknya untuk menjadi pasangan mentorku karena aku berpikir akan lebih mudah bekerja sama dengan orang yang sebelumnya sudah saling kenal.

Aku masih ingat ketika kami membuat video untuk mendaftar di Tamling Perpusat. Saat itu sedang puasa dan kami baru saja selesai kuliah. Sebelum itu, kami sudah janjian untuk membuat semacam naskah untuk dibicarakan dalam video. Namun, kami tidak membuatnya karena sama-sama tidak memiliki ide. Alhasil, kami membuat video seadanya dengan referensi jokes receh di Twitter.

Sebenarnya, kami tidak memiliki alasan khusus untuk menjadi mentor. Aku hanya ingin sekadar mencari pengalaman. Rasyid menambahkan bahwa ia ingin melihat maba yang masih polos-polos. Jahil sekali emang alasannya. Namun memang begitu kenyataannya, melihat maba-maba polos memang jadi kesenangan tersendiri bagi kakak tingkat, hehe.

BACA JUGA: OBM dan Ospek, Beberapa Hal Ini yang Harus Dihindari Maba Kalau nggak Mau Telat

Saatnya bertemu dengan Mentee (Maba yang di-mentor-i)

Mentoring pertama Tim 55 (dokumentasi pribadi)

Namun, ekspektasi tersebut buyar ketika kami bertemu dengan para mentee. Kesan pertama memang mereka terlihat polos dan malu-malu untuk bertanya, bahkan untuk berkenalan. Pada pertemuan selanjutnya, mereka mulai tampak susah diatur. Misalnya, saat sesi mentoring, banyak dari mereka yang datang terlambat dengan berbagai alasan. Kami sebagai mentor hanya bisa memaklumi karena nggak tega memarahi mereka.

Kami juga merasa kurang dekat dari segi emosi dengan mereka karena faktor waktu. Rangkaian OKK yang terbatas membuat kami hanya bisa bertemu tiga kali untuk mentoring dan sekali untuk puncak OKK. Selain itu, jadwal para mentee pun banyak yang bentrok dengan mentoring ospek fakultas atau jurusan, sehingga pertemuannya kurang maksimal. Di sisi lain, kami sebagai mentor juga memiliki kesibukan lain, sehingga memang harus pandai membagi waktu dan perhatian untuk para mentee.

Mentoring terakhir Tim 55

Momen memorable selama menjadi Mentor OKK

Walaupun begitu, kami tetap punya momen memorable, dong. Waktu mentoring kedua, aku dan Rasyid membuat permainan semacam Werewolf yang dimodifikasi dengan tema korupsi yang merupakan materi dari mentoring tersebut. Dari permainan itu, kami dan para mentee bisa saling akrab karena mau nggak mau harus saling berkomunikasi untuk memenangkan permainannya. Sayangnya, momen tersebut lupa kami abadikan saking serunya bermain, hehe.

BACA JUGA: Keseruan yang Cuma Bisa Kalian Rasakan saat Masih Menyandang Status Maba

Selain momen itu, aku juga pernah begadang menyiapkan bingkisan untuk para mentee. Capek emang harus bungkusin satu-satu, apalagi aku sendirian karena Rasyid harus menyiapkan acaranya. Akan tetapi, nggak tau kenapa rasanya seneng banget bisa ngasih sesuatu buat para mentee walaupun sederhana.

Acara puncak OKK UI

Bingkisan tersebut kami berikan saat puncak OKK. Beberapa mentee juga memberi kami hadiah. Sayangnya, saat momen tersebut, mentee yang datang nggak lengkap. Mungkin karena sudah capek karena acara puncak OKK yang begitu lama atau ada mentoring ospek fakultas/jurusan yang harus mereka ikuti. Tapi nggak apa-apa, aku dan Rasyid tetap bangga bisa menjadi mentor dari 25 mentee yang keren-keren.

Walaupun pertemuan kami hanya sebentar, kami tetap senang bisa mendapat kesempatan untuk menjadi mentor OKK. Para mentee kami cukup kooperatif untuk diajak bekerja sama dan berkolaborasi dalam tim, sehingga semua tugas individu dan kelompok mereka dapat terselesaikan dengan baik. Oh iya, waktu itu aku dan Rasyid bertanggung jawab atas Tim 55. Jadi, untuk kalian yang dulu dari Tim 55 dan kebetulan sedang membaca ini, salam rindu ya!

BACA JUGA: Beberapa Bocoran tentang Hal yang Hanya Bisa Kamu Temui di Ospek UI (MABA Wajib Baca!)

Pesan untuk Para Calon Mentor

Untuk yang tahun ini akan menjadi mentor, semangat ya! Percaya deh, kalian akan mendapat pengalaman yang paling seru selama perjalanan kuliah kalian di UI. Selain itu, kemungkinan ospek diadakan secara daring bisa saja terjadi karena pandemi ini. Tentunya itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi mentor. Rasyid berpendapat, mentor harus menyikapi hal itu dengan menerapkan sistem yang tegas, misalnya melarang mentee untuk jadi silent reaeder di grup dan memastikan semua mentee turut aktif dalam mentoring daring tersebut. Dengan demikian, mentoring pun dapat berjalan maksimal dan seluruh anggota tim bisa memiliki bonding yang kuat.

Beberapa Bocoran tentang Hal yang Hanya Bisa Kamu Temui di Ospek UI (MABA Wajib Baca!)

Kemarin dunia pendidikan di Indonesia kembali digoncang oleh hectic-nya para lulusan SMA berlomba-lomba untuk mendapatkan kursi di universitas idaman. Universitas Indonesia tentu nggak kalah rame dong. Ribuan calon mahasiswa baru kampus perjuangan ini beramai-ramai memperebutkan kursinya masing-masing. Sekarang pertempuran sengit itu telah usai. anakui.com mengucapkan selamat ya untuk kalian yang berhasil lolos dan diterima di UI. Bagi yang belum diterima cintanya, tetap semangat dan jangan menyerah! Masih banyak kesempatan menantimu.

Nah, bagi kalian yang berhasil memenangkan pertempuran dan resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Indonesia, ini saatnya kamu kepo-kepo apa saja sih yang akan kalian hadapi ke depan sebagai MABA? Sama seperti kampus-kampus lainnya, UI tentu saja memiliki masa orientasi bagi para mahasiswa barunya. Tapi, ada beberapa hal dari ospek di UI yang nggak bisa kamu temui di kampus-kampus lain di Indonesia. Penasaran? Ini dia.

 

Orientasi Belajar Mahasiswa alias OBM

OBM itu seru loh, nambah teman baru! (via storyofvianindya)

OBM merupakan salah satu rangkaian acara awal dalam masa orientasi mahasiswa baru di Universitas Indonesia yang diselenggarakan selama 3 hari. Di OBM ini kamu akan dikenalkan mengenai metode-metode pembelajaran yang digunakan di UI. Mulai dari SCAL, CL (Collaborative Learning), PBL (Problem Based Learning), dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut merupakan sesuatu yang penting ya, karena cara pembelajaran di UI memang berbeda dengan kampus-kampus lainnya apalagi dengan pembelajaran waktu masih SMA.

Selain itu, di dalam OBM ini kamu akan dikenalkan oleh berbagai fasilitas yang diberikan UI. Mulai dari SSO, webmail UI, SIAK-NG, SCeLe, dan banyak hal lainnya. Disini kamu juga akan diajak sedikit berkeliling UI untuk mengenali kampus barumu ini. Oh iya, biasanya yang membimbing jalannya OBM adalah para dosen, jadi selama OBM kalian sedikit banyak sudah bisa merasakan seperti apa kuliah itu. Eits, jangan tegang dulu! Di OBM ini kamu akan tetap have fun kok. Justru pada acara inilah kita bisa mendapat lebih banyak teman dari fakultas-fakultas lain karena dalam satu kelas akan terdiri atas mahasiswa dari berbagai macam fakultas di UI yang pastinya akan jadi seru banget dong untuk ajang berkenalan!

 

BACA JUGA: Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

 

Program Cinta Kampus (PCK)

Cintai kampusmu! (via univ_indonesia)

Nah, acara yang satu ini juga merupakan yang khas dari UI dan mungkin nggak bisa kamu temui di kampus lain. PCK ini merupakan acara yang seru dimana para mahasiswa baru akan terbagi ke dalam kelompok-kelompok besar yang terdiri dari berbagai fakultas. Nantinya setiap kelompok bertugas untuk membawa alat-alat kebersihan, ikan lele, serta burung. Wah buat apa ya kira-kira? Ternyata nantinya para mahasiswa baru akan bersama-sama diajak untuk berkeliling kampus UI hingga ke hutan UI sekaligus!

Dalam Program Cinta Kampus ini, para mahasiswa baru akan disosialisasikan mengenai APAR serta diajak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan kampus. Selain itu, kita juga bersama-sama akan menerbangkan burung-burung yang sudah dibawa oleh tiap kelompok di dalam hutan UI untuk menjaga ekosistem yang ada. Begitu pula dengan ikan-ikan lele yang akan dilepaskan di danau-danau UI. Gimana, seru kan?

 

Paduan Suara

Kuning-kan Balairung! (via idntimes)

Ini nih yang paling khas dan nggak mungkin kamu dapatkan di universitas manapun. Paduan Suara para mahasiswa baru Universitas Indonesia ini memang sudah melegenda sejak dulu. Paduan suara ini akan memakan waktu latihan sekitar 1 bulan selama masa orientasi. Nantinya setiap mahasiswa baru akan mendapat giliran untuk mengiringi wisuda para lulusan UI ini. Sssttt… tahukah kamu? Ternyata hal ini memiliki makna filosofis tersendiri loh! Para mahasiswa baru yang mengiringi pelepasan para wisudawan UI ini melambangkan bahwa banyak yang pergi banyak pula yang datang untuk membangun bangsa ini. Jadi seperti menyerahkan kelanjutan ilmu dari para senior kepada para mahasiswa baru yang akan memulai kehidupan kampusnya.

Walaupun bisa ditebak akan banyak anak mahasiswa baru yang mencoba mangkir dari latihan paduan suara yang cukup ketat ini. Namun, sebenarnya masa latihan ini merupakan momen yang tidak akan dilupakan oleh para mahasiswa UI. Kapan lagi merasakan bernyanyi dan bahkan berjoget bersama-sama dengan teman-teman satu angkatan kamu? Padahal setiap angkatan yang masuk di UI adalah sekitar 7000 orang. Wah seru banget tuh! Belum lagi kalau ada kejadian-kejadian lucu dan tak terduga yang terjadi selama latihan paduan suara ini berlangsung. Pokoknya, jangan sampai melewatkan sepak terjang menghadapi latihan paduan suara ini deh! Karena semua itu hanya terjadi sekali. Apalagi setiap kartu absen di latihan paduan suara tersebut merupakan tiket untuk mendapatkan jaket kuning idaman kamu.

 

Pak Sudibyo

Lagu andalannya Pak Dibyo (via ui_2013)

Siapa sih anak UI yang tidak kenal beliau? Nggak bisa dibohongi lagi kalau sosok bapak yang satu adalah orang yang akan selalu melekat di setiap benak para mahasiswa UI. Bapak Sudibyo yang merupakan dosen dari FISIP UI ini memang orang yang paling fenomenal dan legendaris di kalangan mahasiswa UI. Secara, beliau adalah dirijen dari paduan suara mahasiswa baru Universitas Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Jadi, para alumnus UI yang terkenal sukses pun tentu masih mengingat bapak yang satu ini. Beliau merupakan orang yang sangat sabar dan berdedikasi dalam melatih para mahasiswa baru dalam memadukan suaranya. Kelihaiannya itu membuat beliau sempat tergabung dalam film dokumenter “The Conductors” bersama salah satu konduktor ternama Indonesia Adi M.S. Wow… keren kan! Udah nggak sabar dong ya untuk dilatih oleh beliau!

 

BACA JUGA: Keseruan yang Cuma Bisa Kalian Rasakan saat Masih Menyandang Status Maba

 

Itu tadi bocoran mengenai hal-hal yang hanya bisa kamu temui di ospek-ospek UI. Pasti makin nggak sabar nih untuk segera menjalani masa-masa awal menjadi mahasiswa UI dan mengenakan jaket almamater kuning yang keren itu. Nah, untuk tahu lebih jelasnya seperti apa sih rasanya ospek di UI, siapkan saja semua perlengkapan ospekmu matang-matang. Jangan sampai ada yang kena disiplin ya! Selamat menjalani masa orientasi! SEMANGAT!

Keseruan yang Cuma Bisa Kalian Rasakan saat Masih Menyandang Status Maba

Maba (mahasiswa baru) merupan sebuah tingkatan yang harus dilalui seorang mahasiswa ketika baru memasuki dunia kampus. Pada masa-masa ini, kalian bakal ngerasain gimana rasanya dibimbing untuk dapat melewati masa transisi tersebut. Kuliah beda loh sama sekolah, di masa ini kalian udah dianggap dewasa dan bisa bertanggungjawab atas diri kalian sendiri. Contoh kecilnya pas lagi bagi-bagi laporan hasil belajar, jaman sekolah dulu rapor kalian akan diambil oleh orangtua. Tapi beda sama kuliah, orangtua kalian nggak punya password SIAK kalian buat bisa liat nilai-nilai kalian kan? Ya… kecuali kalau kalian emang ngasih ke mereka sih.

Berikut ini admin punya beberapa list hal yang biasanya dilakukan saat masa-masa maba. Mau tau apa aja? Yuk cekidot gaes!

 

Ngajak foto bareng

Sekalian aja yang cakeup fotonya! (via sscbintaro)

Yups, manfaatkanlah tugas-tugas saat menjadi maba-mu sebaik mungkin. Jaman-jaman maba pasti kan disuruh tuh buat kenalan sama teman-teman seangkatan, dan terkadang kalian ditugasin juga buat foto bareng.

Pada masa ini kalian nggak bakal merasa malu buat minta id line, nomor telepon, ataupun foto bareng.

Karena emang tugasnya kayak gitu.

Kalau kalian foto bareng, coba deh diniatin dikit jangan asal foto bareng doang buat menuhin tugas, siapa tau nantinya dia itu pendamping kalian di masa depan, hehe. Lumayan kan bisa punya foto before – after yang ala-ala gitu.

 

Acara angkatan

Taman Lingkar UI, tempat paling asik buat ngumpul angkatan (via vaui2014)

Jaman-jaman maba pasti lagi anget-angetnya deh sama teman-teman seangkatan. Entah foto seangkatan, entah bikin boomerang seangkatan, atau bikin akun-akun media sosial terkait angkatan. Nah selain itu biasanya kalian bakal ditugasin untuk membuat acara angkatan gitu, dan butuh persiapan yang cukup matang.

Mungkin yang sering ikut panitia acara-acara gitu udah terbiasa kali, ya? Dan bagi yang belum terbiasa bisa belajar banyak hal dari sini. Mulai dari sini kalian akan melihat tipikal-tipikal teman yang ada di sekitar kalian. Ada yang emang enak diajak kerjasama, ada yang malesin, ada juga yang kalian harapkan agar nggak bakal kerja lagi bareng mereka.

Kenapa hal ini cuma bisa dilakuin saat masih maba?

Hmmm, biasanya pada tahun-tahun berikutnya teman-teman di angkatan kalian bakal sibuk sama kegiatannya masing-masing, dan mulai mengelompokan diri masing-masing juga. Jadi biasanya acara angkatan bakal lancar dan seru banget pas masih maba, atau mungkin pas udah lulus.

 

BACA JUGA: Tujuh Tipe Maba di Universitas Indonesia, Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

 

Jalan dari Kutek ke Balairung

Jalan kaki dari Kutek ke sini oagi-pagi masih seger kok… (via mapio)

Mungkin ada beberapa orang yang emang sering jalan dari Kosan ke Balairung, yang kosannya di Pocin atau Barel kali ya. Tapi, bagi yang ngekosnya di Kutek pasti hal ini bener-bener wow banget.

Ya… gimana nggak? Jauh juga gaes Kutek-Balairung.

Buat persiapan aja, biasanya pas OKK nanti mahasiswa yang kost di Kutek dan ingin menuju Balairung udah disambut sama kakak-kakak panitianya di gerbang Kutek, dan diberikan arahan jalan dari Kutek menuju Balairung melewati FT, FIB, dan lainnya. Tapi tenang, nggak berasa kok! Kan banyak yang jalan juga. Keuntungannya, kalian bisa sekalian bertemu teman-teman baru, olahraga pagi, dan tentunya irit ongkos.

 

Melepaskan ikan di danau UI

IIIKANKUUU (via k3l.ui)

Sering kepikiran nggak, kok banyak ya orang yang mancing ilegal di danau UI, padahal airnya keruh gitu, emang ada ya ikan yang hidup di situ? Ikan dari mana?

Eits, jangan bingung.

Masih inget nggak Program Cinta Kampus yang kalian lakuin pas jaman maba? Nah kegiatannya kan amat beragam, mulai dari bersih-bersih lingkungan UI, melepas burung, melepas ikan, dan sebagainya. Pokoknya yang bisa menggambarkan kecintaan kalian sama UI deh!

Nah ya itu tadi, melepas ikan… mungkin aja itu ikan yang dipancing berasal dari kegiatan PCK?

 

Latihan padus

Balairung digoyang! (via litalittut)

“Universitas Indonesia, Universitas kami… Ibukota Negara pusat ilmu budaya bangsa!”

“Laa la la la la la laa kalau tidak karena awan, jiwa manis indung di sayang…”

Hayooo, yang udah angkatan atas kangen nggak tuh nyanyiin lagu-lagu itu?

Yups, nantinya sebagai maba hari-hari kalian akan diwarnai dengan latihan padus. Kalau kalian mager, coba diasikin aja. Nanti bakal kangen deh pasti sama masa-masa ini.

 

BACA JUGA: Maba UI for Dummies: Ceklis Persiapan Setiap Mahasiswa Baru UI

 

Okay, segitu dulu yang bisa admin share. Hm, sebenarnya sih ada beberapa yang bisa kalian lakukan meskipun bukan pas jadi maba, tapi kemungkinan besar hal-hal di atas bakal kalian lakukan pas jadi maba!

So? Mahasiswa Baru UI, udah siap kah melakukan hal-hal tersebut?

Inilah Beberapa Alasan Mereka ketika Ditanya “Kenapa Mau Masuk UI?”

Lo anak UI? Gilakkkkk!

Ya, mungkin begitulah pandangan orang ketika mendengar kata “UI”. Tidak bisa dipungkiri bahwa kesempatan bisa berkuliah di kampus kuning ini menjadi dambaan banyak orang di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan, banyak orang yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk mengikuti bimbingan belajar tertentu agar bisa diterima di UI. Akhirnya, ketika sudah masuk UI, kebanggaan diri akan melonjak naik. tidak hanya diri sendiri, keluarga dekat hingga jauh pun bisa merasakan bangga.

Dari semua orang yang berlomba masuk UI, ternyata motivasi yang muncul berbeda-beda. Nah, di bawah ini ada beberapa alasan kenapa mereka mau masuk UI.

 

BACA JUGA: Adik-adik SMA Mau Masuk Universitas Indonesia? Sssst, Ini Jalur Rahasianya!

 

Karena UI Keren

Kalo pake ini, kekerenan kamu ningkat 1000000% (via youthmanual)

Alasan pertama adalah ‘karena UI keren’. Ini pandangan yang ada di banyak orang, mungkin karena UI adalah satu-satunya kampus yang membawa nama bangsa tanpa ada embel-embel lainnya: Universitas Indonesia. Jadi, pasti UI menjadi cerminan dari pendidikan tinggi di Indonesia dan Internasional. Nah, dari sinilah mungkin banyak orang memiliki alasan ini ketika berminat mendaftar UI.

 

Gampang Cari Kerjaan

“Kamu anak UI? Yaudah langsung jadi CEO aja ya” (via huffingtonpost)

Banyak perusahaan besar akan mencari lulusan universitas terbaik untuk mendorong pertumbuhan perusahaan mereka. Ya, pasti. Perusahaan tidak ingin merekrut orang yang tidak memiliki kualitas mumpuni. Nama UI pun sangat baik di dunia pencarian pekerjaan, bahkan ada yang bilang kalo lamaran anak UI biasanya ditaruh di bagian paling atas.

Karena UI merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di bangsa ini, kualitas lulusannya pun layak untuk dipertimbangkan di dunia kerja. Ini juga menjadi alasan yang kerap muncul ketika ingin mendaftar di UI.

 

Semua karena Orang Tua

“Kamu harus masuk UI ya, kalo nggak Ibu kutuk kamu jadi guitarfish!” (via merahputih)

Sebagai seorang lulusan SMA yang belum mengerti kerasnya dunia ini, banyak juga yang ingin masuk UI karena dorongan (sangat) kuat dari orang tua mereka. Mungkin orang tua mereka pernah mengenyam bangku pendidikan di UI, maka dari itu orang tua mendorong anaknya untuk bisa dapat pendidikan terbaik.

 

BACA JUGA: Ketika Mantan Masuk UI Juga, Aku Harus Apa?

 

Setiap orang pasti memiliki alasan khusus kenapa mau masuk UI dan itu yang menjadi pendorong utama mereka bisa lulus ujian masuk. Well, apapun alasan kalian yang mau masuk UI, yang paling penting adalah kalian menyukai jurusan yang kalian masuki. Jangan asal masuk UI aja tapi tidak masuk di jurusan yang kalian suka, dampaknya akan berimbas pada hasil akhir yang kalian dapat kan? Jadi, pertimbangkan baik-baik ya bidang ilmu yang ingin kalian kuasai.

Sampai jumpa di kampus keren, Universitas Indonesia.

Petang Kreatif FIB UI: Haruskah Tradisi ini Dipertahankan?

Adalah jahat ketika mengatakan bahwa PK (Petang Kreatif) harus dilarang karena tradisi tidak harus terus menerus dilestarikan, apalagi membandingkannya dengan tradisi penguburan bayi perempuan di peradaban Arab zaman dahulu.

Adalah tidak benar juga jika PK harus dipertahankan dengan memandang satu sudut pandang, yaitu mempertahankan tradisi. Sebagaimana yang terjadi pada dunia nyata, bahwa tradisi tidak bisa terus menerus tetap ada hingga sekarang. Sebuah sunnatullah bahwa tradisi akan hilang sesuai dengan perkembangan zaman. Sebuah sunnatullah juga bahwa akan muncul banyak tradisi baru dalam kehidupan masyarakat.

BACA JUGA: Fakultas Teristimewa di UI? Ya FIB Jawabannya. Emang Ada yang Lain?

Pekan Kreatif FIB UI. Kompak ya? (via festivalbudayaui)

Ada sebuah julukan baru yang hidup di masyarakat zaman sekarang ini, yaitu Generasi 90-an. Jika bisa diterjemahkan secara bebas, generasi 90-an adalah generasi yang ketika masa itu menikmati permainan-permainan tradisional seperti petak umpet, lari jongkok, dan lain-lain. Generasi yang menikmati hari Minggu pagi duduk di depan televisi melihat acara-acara kartun di RCTI, Indosiar, atau mungkin SCTV. Generasi ini pula yang menjadi alasan dibuatnya berbagai meme hingga buku.

Di saat ini, generasi 90-an tidak bisa melakukan apa-apa dengan kondisi anak-anak saat ini. Generasi 90-an tidak bisa mengintervensi mereka untuk menerapkan gaya hidup yang sama saat mereka kecil. Generasi 90-an hanya bisa mengenang dan menyayangkan kondisi generasi saat ini. Generasi ini diam-diam merutuki kenakalan anak-anak seumur SD, bahkan adik atau saudaranya yang berbeda kehidupannya.

Dari hal tersebut timbul pertanyaan; apakah tradisi generasi 90-an bisa diterapkan ke generasi baru? Jawabannya bisa, tapi tidak sedemikan sama dengan yang terjadi pada generasi 90-an. Tentu ada generasi-generasi saat ini yang masih bermain permainan tradisional, tentu ada juga mereka yang duduk manis di hari Minggu untuk menonton kartun. Akan tetapi, apakah mereka meresapi hal yang sama dengan generasi 90-an?

BACA JUGA: Inilah yang Dirasakan dari Festival Budaya UI ke-30 Kemarin

Festival Budaya UI ke-30 (via fesbud30th)

Dari penjelasan di atas, hilangnya PK di generasi-generasi selanjutnya di FIB adalah sebuah keniscayaan. Apalagi jika kita melihat pola-pola yang belum tentu akan cocok dengan mahasiswa-mahasiswa saat ini. Latihan malam hingga dini setiap hari, tekanan dari angkatan atas yang keras, pemaksaan maba untuk terlibat aktif, atau mengekang maba melalui AD/ART sehingga mereka wajib mengikuti PK.

Apakah ini tradisi patut dipertahankan?

Jadi, Mahasiswa FIB UI, terserah kalian ingin mempertahankan PK atau tidak.

6 Hal Yang Gak Berubah dari Zaman SMA Hingga Jaman Kuliahan

Ada yang bilang hidup jadi mahasiswa itu bakal berubah, bakal hidup mandiri, dan segala macamnya. Well, sebagian dari mereka mungkin lupa, banyak kok hal-hal menyenangkan yang gak akan hilang dari hidup kita meski kita menjadi mahasiswa.

Hal-hal menyenangkan ini merupakan bagian dari keseharian kita, sebagian dari kita mungkin menyadarinya, sebagian lagi mungkin tidak. Bagi mereka yang belum menyadarinya, maka kali ini anakui.com akan ngingetin kamu kalau hidup kamu sebagai mahasiswa gak jauh beda kok sama hidup kamu di masa sekolah-an dulu.

BACA JUGA: Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

 

Gak Punya Uang

Mungkin cuma beberapa puluh ribu rupiah yang ada di dompetmu via jangkarmerahmuda
Mungkin cuma beberapa puluh ribu rupiah yang ada di dompetmu via jangkarmerahmuda

Ini yang paling utama. Dari jaman kamu SMA hingga sekarang kamu kuliah, mungkin hanya beberapa puluh ribu rupiah yang ada di dompetmu atau kantong celanamu. Bisa juga ada di kantong celana teman kosmu atau di pojokan kos? Coba periksa juga di bawah bantal? Ah, gak tau lah! Pokoknya duit itu kayak mantan, tiba-tiba muncul bikin bahagia atau bisa tiba-tiba ngilang dan membekaskan kenangan pahit.

 

Tidur Siang

Kamu masih punya banyak waktu untuk tidur via ultimaswari
Kamu masih punya banyak waktu untuk tidur via ultimaswari

Akuin deh, dari zaman kamu sekolah dulu, sampai sekarang pasti kamu masih punya BANYAK  waktu untuk tidur siang. Apalagi di saat-saat kamu merasa masa bodo-lah-yah sama tugas di kampus. Gak dapet tidur siang, tidur di kelas pun jadi.

 

Kamu Gak Kenal Semua Temanmu di Kelas

Kamu gak kenal semua temanmu di kelas via azizluthfikafrawi
Kamu gak kenal semua temanmu di kelas via azizluthfikafrawi

Persis kayak di sekolahan dulu! Kamu mungkin tahu wajahnya, tapi kamu gak inget siapa namanya. Kamu hanya peduli sama nama dan nomor telepon teman sekelasmu kalau tiba-tiba jadi 1 kelompok sama doski. Bener apa bener?

Gimana mau dapat pacar, kenalan aja ogah. Huft…

 

Suasana Kelas

Kamu pun kaget tiba-tiba udah ujian semester aja via rinaldimunir
Kamu pun kaget tiba-tiba udah ujian semester aja via rinaldimunir

Dosen datang, dia nulis essay di papan tulis, kamu bengong, tiba-tiba besok ujian dan kamu have no idea bakal ngerjain apa karena gak ngerti apa-apa. Nah, coba ingat-ingat, jaman kamu sekolah kayak gini juga gak?

 

Masih Suka Nangis

Gak usah sok kuat! Anak kuliah juga masih sering nangis via specials.idsnews
Gak usah sok kuat! Anak kuliah juga masih sering nangis via specials.idsnews

Di saat kamu tau pacar kamu ternyata suka bobo siang sama temen kosannya, lalu kamu diputusin karena ‘terlalu baik’ udah bayarin kosannya tiap bulan supaya dia bisa bobo-boboan di siang bolong, gak mungkin kamu gak nangis! Dan di saat sahabat terbaikmu gak disampingmu, kamu bakal nangis di bahu ortu kamu.

Feeling Dejavu?

 

You Don’t Care What You Look Like

Kamu gak peduli sama penampilan, sama kayak waktu SMA via partaiflpugm
Kamu gak peduli sama penampilan, sama kayak waktu SMA via partaiflpugm

SMA: Kelar mandi, ngaca-ngaca lucu, nyalain motor berangkat. Sampe kelas lupa bedakan, baju belum rapi, guru keburu datang, yaudahlah, ya.

Kuliah: Kelar mandi, ngaca-ngaca lucu, gak sisiran, nyalain motor berangkat. Sampe kelas lupa bedakan, baju cuma kaosan dan lupa pake deodoran, dosen keburu datang, yaudahlah, ya.

Soal: temukan perbedaan dari 2 kasus di atas dan tuliskan jawabannya pada comment box di bawah.

See? Gak peduli seberapa berubahnya hidupmu di masa perkuliahan, kamu tetaplah kamu. Ada hal-hal mendasar yang sudah mendarah daging dalam hidupmu dan tak bisa diubah. Kadang hal-hal itu bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih menikmati hidup, kadang hal-hal itu bisa juga membuatmu… merasa lebih percaya diri.

Kamu merasa ada hal-hal lain yang gak berubah saat kamu jadi mahasiswa? Yuk bagikan kisahmu lewat comment box dan bagikan tulisan ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu!

Tips Menghadapi Senior di Kehidupan Perkuliahan  

Di dalam kehidupan sosial manusia, di manapun itu; sekolah, kampus, bahkan dunia kerja, selalu ada yang namanya makhluk-makhluk yang lebih jago dari kita dalam hal apa pun. Jago dalam hal kemampuan, ilmu, atau sekadar jago dalam hal umur—lebih tua. Iya, di mana-mana pasti kita akan ketemu dengan yang namanya senior.

Meskipun di UI sedang diminimalisir banget yang namanya senioritas, tapi tetep aja pandangan junior terhadap seniornya adaaa aja yang “Wah, ada senior tuh, gimana dong gue takut!”

Yup, gak dipungkiri pasti ada beberapa junior yang masih takut-takut kalo ketemu senior, meski gak gigit. Hahahaha. Daripada pusing mikirin seremnya senior, mending kita baca dulu nih, anakui.com punya tips menghadapi senior di kehidupan perkuliahan!

BACA JUGA: OSPEK? Siapa Takut!

 

Iya iya iya

Kadang mereka cuma butuh pengakuan sebagai senior via psamabim-fibui
Kadang mereka cuma butuh pengakuan sebagai senior via psamabim-fibui

Kadang penyebab senior menjadi galak adalah mereka cuma butuh pengakuan sebagai senior. Mayoritas loh ya, gak semua. Meskipun banyak juga senior yang menganggap junior sama rata dengannya, kayak dianggep temen sendiri. Kalo kamu ketemu senior yang galak kayak gini, kamu cuma butuh iya-iya-iya aja kalo dia nyerocos ngalor ngidul nasehatin kamu dan sebagai macem. Pasti dia ngerasa dingertiin dan dipercaya sama juniornya sendiri. Sekali-kali ngalah gak apa lah, ya. Siapa tau ada hikmah atau beberapa hal yang bisa dipetik dari doi.

 

Gerombolan

Duduk secara bergerombolan via meltdown219
Duduk secara bergerombolan via meltdown219

Nah, siapa sih yang akan berani kalo lagi sendirian dan dihadapkan pada kawanan gerombolan? HAMPIR GAK ADA! Kecuali kalo gerombolan semut lawan satu buaya, sekali lep pasti langsung abis hehehehe *apa sih. Sama juga halnya dengan menghadapi senior. Misal kamu takutnya kebangetan mau ketemu atau berurusan sama senior, ajak aja temen-temen kamu baik sejurusan maupun sefakultas, sekampus juga boleh, dijamin senior kamu ini diem dan langsung to the point “Mau ngapain, sih?” Kelar deh urusan.

 

Traktir Dia

Teraktir walau duit pas-pasan via snowsdreams
Teraktir walau duit pas-pasan via snowsdreams

Ini juga nih, siapa pun pasti luluh kalo dikasih sesuatu, apalagi ditraktir. Makanya, pada suatu momen di mana kamu dengan senior tersebut lagi awkward, sepik aja, “Kak gue mau minum nih, lo mau apa? Biar gue yang bayarin. Vodka gimana? Apa alkohol 99,99%?” Dijamin senior itu langsung seger lagi dan kamu dipuja-puja dalam hatinya. Kadang emang nyebelin, uang bisa bikin orang luluh.

 

Tiga Es

Gak usah takut sama serior yang punya muka galak via suaramahasiswa
Gak usah takut sama serior yang punya muka galak via suaramahasiswa

Es batu, es krim, es duren. HEHEHE APA CI. Maksudnya di sini adalah Salam, Senyum, Sapa. Tiap ketemu senior baik yang dikenal maupun gak dikenal, baik yang kamu hapal mati namanya maupun gak tau sama sekali, sapa aja. Seengganya “Halo, Kak” dengan riang dan sumringah. Dijamin dia juga akan luluh dan ngerasa diperhatiin sama juniornya. Masalahnya digubris sama dia ya bodo amat, orang berbuat baik gak akan pernah salah kok.

 

Bawelin Aja

Bawelin sampe dia males ngobrol sama kamu *eh via persperfilmafhui
Bawelin sampe dia males ngobrol sama kamu *eh via persperfilmafhui

Banyak cara sih ya sebenernya buat menghadapi senior. Cara bawel ini juga bisa diterapkan kalo kamu emang anaknya demen banget nyerocos sana sini. Silahkan aja ngomong sepuas-puasnya kalo lagi bingung gak tau mau ngobrol apa sama senior ini, siapa tau kamu bisa menarik perhatiannya dan nemu satu topik yang nyambung, terus tatapan mata… turun ke hati deh. Halah.

 

Kepoin Dulu

Kepoin dulu aja via pixabay
Kepoin dulu aja via pixabay

Karena tipe tiap orang itu beda-beda, kamu bisa ngepoin dulu nih si senior ini di media sosial biar tau apa sih preferences-nya dia, kan kalo udah tau mau ngobrol apa atau ngapa-ngapain jadi lebih ena. He. Sounds creepy sih emang, tapi ya cara pendekatan kayak gini bisa bikin si senior tersentuh hatinya,

“Lo kok tau gue banget, sih? Cenayang, ya?”

 

Lawan

Kalo kelakuan senior ini udah di luar batas wajar, lawan aja via dekaderahma
Kalo kelakuan senior ini udah di luar batas wajar, lawan aja via dekaderahma

Bertolak belakang dengan poin pertama di atas, kalo kelakuan senior ini udah di luar batas wajar (misal randomly nyuruh kamu ngobrol sama pohon pisang sampe dibales), lawan aja. Umur gak berarti apa-apa jika pemikirannya gak jauh lebih dewasa dari anak umur lima tahun yang tau kalo pohon itu gak bisa diajak ngobrol. Lawannya juga dengan cara yang berpendidikan ya, jangan asal tabok. Intinya sih tunjukkin kamu lebih berpendidikan dari senior itu kalo emang dia udah kelewatan.

Gimana? Gak membantu banget kan tips-tipsnya? Ya intinya ini bisa jadi gambaran kamu biar gak takut kalo menghadapi senior. Kalo sebenernya senior tuh pernah jadi junior, kalo sebenernya senior bukan makhluk halus untuk selalu ditakuti. Asal kamu tetap memegang teguh pada prinsip semboyan kita kalo yang lebih tua harus dihormati dan yang lebih muda harus disayang. Got the point?

Cara Sederhana Membentuk Jati Dirimu Selama Kuliah di Kampus Kuning

Kehidupan perkuliahan terkadang bisa terasa sangat membosankan. Dari mentari terbit hingga tenggelam, yang kamu lakukan di kampus segede Universitas Indonesia gak mungkin cuma kupu-kupu a.k.a kuliah-pulang-kuliah-pulang. Well, mungkin sebagian dari kita melakukannya, namun menambahkan sedikit kegiatan ekstra seperti mengikuti UKM, berbisnis kecil-kecilan, atau melakukan hobi lain di luar jam kuliah ternyata bisa terasa menyenangkan dan menambah manfaat tersendiri.

Selain menambah pengetahuan dibidang lain dan melatih kemampuan jiwa dan raga kamu, melakukan kegiatan ekstra di luar perkuliahan juga bisa membuatmu semakin gaul karena lingkungan sosial dan pertemanan kamu tentunya gak 4L a.k.a lo-lagi-lo-lagi. Bahkan, ehm, siapa tahu kamu bisa memperbesar peluangmu untuk mendapatkan teman hidup di masa perkuliahan.

Apa saja hobi atau kegiatan ekstra yang dapat memberikan manfaat positif di luar jam perkuliahan? Berikut beberapa pilihan terbaik dari kami.

BACA JUGA: 5 Kelakuan Canggung yang Biasa Dirasakan Saat Kamu Baru Berstatus Mahasiswa UI

Berhubungan dengan Atletis

Bidang olahraga melatih daya konsentrasi dan menjaga pikiranmu tetap sportif via andiauliar
Bidang olahraga melatih daya konsentrasi dan menjaga pikiranmu tetap sportif via andiauliar

Melakukan olahraga yang menyenangkan seperti sepak bola, basket,  atau bahkan bersepeda tidak hanya dapat membuat tubuhmu tetap bugar, namun juga melatih daya konsentrasi dan menjaga pikiranmu tetap sportif dan menghargai kemampuan orang lain.

Dalam olahraga bela diri misalnya, kamu tidak hanya akan belajar memahami bagaimana meningkatkan kemampuan diri namun juga belajar bagaimana mengenal lawan mainmu yang bisa saja sewaktu-waktu menjadi partnermu.

Jika kamu terlatih dalam bekerja sama secara tim dan mampu menorehkan prestasi di bidang olahraga, tentunya kampus pun tidak akan segan merekomendasikan kamu untuk mewakili The Yellow Jacket di ajang-ajang tertentu. Hal ini tentu, membuat kita melihat olahraga bukan sekadar hobi atau kegiatan ekstra yang bisa dipandang sebelah mata, if we do it passionate enough, who knows what comes next?

 

Berhubungan dengan Seni

Ada banyak UKM dan komunitas yang berhubungan dengan kesenian via fesbudui
Ada banyak UKM dan komunitas yang berhubungan dengan kesenian via fesbudui

Jika kamu merasa dirimu karakter yang agak-agak insecure, demen puisi-puisinya Rangga di AADC, lalu terpengaruh dengan segala penggalan kata per kata dalam buku Bumi Manusia-nya Om Pram, mungkin seni sudah mengalir dalam buliran darahmu.

If you can do sketch, draw, write, dance, sing, take a picture, creating something unique and other stuff, melakukan kegiatan ekstra yang berhubungan dengan kesenanganmu ini tentu dapat menjadi alternatif pilihan yang dapat membuatmu mengasah kemampuanmu hingga semakin jadi. Plus, it can give you something to do better than your homework!

Ada banyak UKM dan komunitas yang berhubungan dengan kesenian yang mungkin saja sesuai dengan kemampuanmu di lingkungan kampus. Namun, jika kamu memiliki hobi seni yang sangat anti mainstream dan belum kamu temukan UKM atau komunitasnya di lingkungan kampus – Street Artist atau Graffiti misalnya – Why don’t we make one?

Melakukan hobi sendiri memang terasa menyenangkan, namun jika dilakukan bersama-sama tentunya kita pun dapat belajar sesuatu yang baru dari orang lain yang belum kita kenal sama sekali. So, why not?

 

Berhubungan dengan Bisnis

Kamu dapat mempelajari hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya saat kamu menjalani bisnis via teropongbisnis
Kamu dapat mempelajari hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya saat kamu menjalani bisnis via teropongbisnis

Jika kamu merasa bisnis adalah sesuatu yang bisa kamu kuasai, why not join the odds and find new challenges?

Melakukan sesuatu yang berhubungan dengan bisnis, entah itu kamu buka lapak di kampus, ikut komunitas atau UKM tertentu yang relevan, atau sekadar mengikuti kelas-kelas seminar bisnis tertentu tak hanya dapat membuatmu semakin tau darimana saja sumber-sumber uang itu berasal, tapi juga melatih mengolah segala sesuatunya menjadi produk yang tak hanya disukai namun juga dibutuhkan oleh pasar.

Dengan begini, tentunya produktivitas kamu dalam berkegiatan di kampus pun semakin meningkat. Kamu pun dapat mempelajari hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya saat kamu menjalani bisnis di luar jam perkuliahan.

Apa pun bisnis yang coba kamu jalankan, pastikan kamu sangat menyukainya sehingga kamu tidak merasa bosan dan lelah saat mengerjakannya. Jika kamu melakukannya dengan baik, siapa tahu, usai kuliah bisnismu semakin dapat dikembangkan atau, kami di hire oleh perusahaan tertentu karena bakatmu yang sudah terlatih dengan matang.

Do what you’re interested in or what you’d like to do forever, but make it constructive and your future-self will thank you.

 

Berhubungan dengan Sosial

Jadi volunteer dapat melatih kepekaan kita terhadap permasalahan sosial via peacecorpssoutheast
Jadi volunteer dapat melatih kepekaan kita terhadap permasalahan sosial via peacecorpssoutheast

Melakukan sesuatu yang berhubungan dengan volunteerism, kegiatan amal, dan social services tidak hanya dapat membuat kesehatan mentalmu terjaga dengan baik, namun juga dapat melatih kepekaan kita terhadap permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar.

Not only will you be helping someone else and making a difference, but you can also enjoy time with new friends and add your skills and experience to your resume later.

Melakukan kegiatan sosial juga melatihmu untuk jeli melihat solusi yang tidak hanya berisi janji-janji namun juga aplikatif dan mudah diimplementasikan di lapangan. Dengan kondisi budget yang selalu terbatas, kamu pun menjadi terlatih untuk membuat kegiatan yang efektif, efisien, dan impactful bagi lingkungan yang kamu perbantukan.

Masih ada banyak lagi ragam kegiatan ekstra yang dapat kamu lakukan di luar jam perkuliahan. Tak sedikit darinya yang bisa kamu lakukan sendiri, maupun secara bersama-sama. Apa pun pilihanmu, tentunya kegiatan ini dapat membuatmu menjadi orang yang berbeda setelah kamu menyelesaikan kuliahmu kelak.

Entah kamu termasuk orang yang introvert, ekstrovert, atau diantara keduanya, melalui hobi, kamu dapat meningkatkan kemampuanmu dalam bersosialisasi, bertemu orang baru dan belajar sesuatu yang baru dan menjadi dirimu yang baru.

As a college student, traveling, partying, and Sunday brunches will give you the memories and friendships you will cherish for years to come.

Mungkin tak sedikit di antara kita yang berusaha keras di masa perkuliahannya untuk mencari tahu jati dirinya dan apa yang bisa ia lakukan untuk masyarakat. Melalui hobi, membentuk karakter diri bukanlah sesuatu hal yang terasa berat untuk dijalankan. Malah, menjalani hal yang kamu sukai atau baru kamu sukai dapat membuat kita menjadi diri sendiri tanpa kita sadari.

5 Tipe Roommate yang Bakal Kamu Temui Setelah Jadi Mahasiswa Tingkat Pertama UI

Mengawali tahun pertama di  Universitas Indonesia mungkin terasa gak mudah bagi sebagian mahasiswa, salah satunya masalah tempat tinggal. Sebagian dari kamu mungkin kini tengah beradaptasi bagaimana menjalani hari demi hari di kos atau apartment. Namun, apakah kamu tahan ngekos sendirian? Atau malah kamu gak tahan sama roommate kosan kamu?

AnakUI.com mendeteksi ada macam-macam jenis roommate yang bisa aja akan jadi sahabat kamu, atau… seseorang yang akan kamu hindari selamanya seumur hidup.

Why?

Well, tanpa perlu basa-basi lagi, disimak aja yuk dan cari tahu masuk tipe yang manakah roommate kosan kamu saat ini:

BACA JUGA: Beberapa Karakteristik Teman yang Bakal Kamu Temui Saat Jadi Maba

 

Si Tukang Tidur

Si Tukang Tidur via reddit
Si Tukang Tidur via reddit

Pukul 06.00. Kamu udah mandi, udah rapi, udah sarapan.

Si dia masih ngorok. Dibangunin, ngelantur, “Emm… bentaar. Ini lagi jadi tuan putri…” – lalu narik selimut. Padahal dia ada kelas bareng kamu pukul 8.

Tanpa pikir panjang, kamu pun berangkat. Gak taunya aktivitas kamu di kampus hari ini cukup padat, gak terasa udah pukul 2 siang. Tiba-tiba kamu kepikiran buat ngambil buku di kosan, sampe di kosan, ternyata dia masih tidur. Bedanya, kali ini udah gak make selimut karena selimutnya jatoh. Tapi tetep, tidur.

 

Musisi Berbakat

Musisi berbakat via huffingtonpost
Musisi berbakat via huffingtonpost

Suatu hari kamu pulang kuliah larut malam, mata udah ngantuk berat, sampe kosan,  eh roommate masih asyik gitaran. Iya, gitaran, bukan Uttaran.

Esok paginya, dia udah bangun dari pukul 4 pagi, ngulik-ngulik not balok. Pas mandi pun masih asik nyanyi lagu yang kamu gak pernah tau itu lagu apaan. Meski begitu anaknya asik, kalau kamu ajak curhat besoknya curhatanmu dijadiin lagu. Terus kalian nangis bareng, lama-lama sahabatan.

 

Hipster

Si Hipster via RocketSpots
Si Hipster via RocketSpots

Hari pertama kuliah dandanannya heboh bener.

Sepatu sneakers, pake kalung etnis, ke kampus pake kain Bali, sepatu Brodo, jam tangan dari kayu yang kamu gak tau dia beli dimana, begitu di kelas bukannya dengerin dosen malah nggambar-nggambar di pojokan. Apa-apa soal fashion dan desain update banget.

Selalu menghindar kalau diajakin ngobrol soal politik. Tapi giliran diajakin hangout maunya ke Salihara, Taman Ismail Marzuki, dan bakal teriak kegirangan kalau sampai kamu ajakin dan traktir dia masuk Gedung Kesenian Jakarta atau nyamperin pameran Daging  Tumbuhnya – Eko Nugroho kayak di film AADC2.

Meski kelakuannya aneh, turns out dia selalu baik sama kamu dan asyik buat diajak kemana-mana. Lama-lama kamu sadar dalam hidupnya dia punya cita-cita yang teramat tinggi untuk mengubah dunia dan itu justru turut memotivasi kamu untuk terus ikut meningkatkan prestasimu.

 

Si Badan Berat

Si Badan Berat via quotesgram
Si Badan Berat via quotesgram

Si Badan Berat ya, bukan si berat badan. Karena dia belum tentu berbadan gemuk, meski ada kemungkinan. Kenapa “si badan berat”? Karena tiap dia sampe kosan pasti badannya mendadak kayak ketarik magnet gitu, terus nempel, di kasur.

Kadang dia gak langsung tidur, kadang gegoleran gak jelas di kasur, tapi selalu dengerin curhatnya kamu. Selalu dengerin, gak berarti selalu menanggapi.

Kamu: “Cuy, lu kenal dosen xxx, gak?”

Dia: “Hm”

Kamu: “GILA! Dia tuh ngeselin banget tau gak sih!? Jadi gua tuh disuruh ngabsenin anak-anak satu kelas. Udah gitu gua disuru-suru bawain air minum pula, padahal kan ada Pak Muji yang emang udah kerjaannya begitu, abis itu hari pertama udah langsung ngasih tugas, Men! Terus anaknya… ” (kamu teruus aja cerita, sampai akhirnya kamu sadar kamu udah cerita 3 jam lamanya)

Dia: “Oh..” *terus ngupil* *sambil gegoleran* *terus munggungin kamu*

Aselik, kalau deket kamu ada penggaris besi, boleh tuh kamu macem-macemin. Lumayan kan kado perkenalan. Eh..

 

The Party Boy/Gal

Jarang ketemu karena roommate kamu sering datang party via chadbrochill17
Jarang ketemu karena roommate kamu sering datang party via chadbrochill17

Tiap kamu pulang malem, dia gak pernah ada di kosan. Tiap kamu berangkat pagi, dia malah baru pulang entah dari mana. Kemana-mana selalu pakai baju party. Kadang, baju party semalam masih dipake ke kelas, dan kadang, dia gak mandi, cuci muka doang, “Gak sempet” katanya.

Giliran kamu pulang cepet, kamu langsung diajak eh maksudnya diseret ke tempat-tempat party favoritnya. And the fun part is, kamu gak perlu mikirin masuknya berapa, dia udah bayarin kamu seeeemuaaanya!

Terus kamu pun party dan having fun, ketemu temennya temen dia, gebetannya gebetan dia yang ternyata temennya temen kamu, eh lama-lama gebetannya kok malah ngobrolnya sama kamu. Lalu kamu salting dan milih buat pulang cepet karena takut besoknya gak dibayarin lagi.

Anyhow, buat kamu yang gak sepaham atau gak suka diajakin party sama dia, you have all rights to say “NO” and that’s fine, awalnya mungkin dia akan pasang ekspresi andalan untuk merayu kamu, namun bila kamu punya prinsip yang teguh, lama kelamaan dia akan mengerti.

If you’re lucky and the stars align, your roommate will turn out to be your new best friend. Jika tidak, pengalamanmu dengan roommate pertamamu akan menjadi pengalaman yang tak ‘kan terlupakan sepanjang masa hidupmu. Soon or later, one day, kamu akan ceritakan gimana serunya room mate kamu ke orang-orang yang kamu sayangi.

Nah, roommate yang sekarang lagi sama kamu kayak apa sih? Yuk ceritain di comment box dan jangan lupa buat share cerita ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

 

Mau Masuk Teknik? Pikir Ulang dan Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini Biar Gak Nyesel!

Gak usah disangkal lagi kalo Fakultas Teknik di mana pun itu merupakan fakultas yang masih banyak diminati oleh berbagai manusia sains di dunia ini. Selain ilmu dan terapannya yang dapat selalu berkembang seiring inovasi manusia dari hari ke hari, prospek kerja dan pola pikir yang diterapkan di sini juga menjadi daya tarik tersendiri.

Akan tetapi, pernah gak sih kamu merhatiin atau menimbang hal-hal yang akan membuat kamu nyesel nanti masuk fakultas teknik, terlebih lagi Fakultas Teknik UI? Sebelum terlambat bagi adik-adik yang baru selesai UN dan selagi masih ada kesempatan bagi mahasisw FTUI, SIMAK, atau SBMPTN masih terbuka lebar buat kamu yang mau pindah jurusan kok. Karena ada beberapa hal yang perlu kamu pikir dan perhatikan uang hal-hal berikut biar gak nyesel kalo udah jadi anak teknik. Ini dia!

 

 

Bingung Nyari Kerja

Lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget via jajansembarangan
Lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget via jajansembarangan

Iya, dijamin nanti setelah kamu lulus akan bingung nyari kerjanya di mana. Gue gak bilang susah nyari kerja loh ya; tapi bingung. Iya! Saking banyaknya lapangan kerja buat anak teknik! Makanya, lebih baik kamu menciptakan lapangan kerja sendiri aja biar menciptakan lapangan kerja baru bagi yang membutuhkan pekerjaan sekaligus melatih manajemen kamu sendiri hehehe.

Fyi aja, lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget, loh. Mulai dari perminyakan, mesin, material mutakhir, manufaktur, industri, manajemen, dan bidang-bidang lain yang gak berkaitan dengan dunia keteknikan juga banyak!

Maka dari itu, kalo kamu gak mau dihadapkan pada pilihan yang rumit saking luasnya bidang kerja yang ditawarkan oleh Fakultas Teknik ini nantinya, pikir dua kali ya sebelum mau masuk teknik!

 

Godaan Iman

Banyak banget nih stock cewek, apalagi cowok buat jadi teman masa depan ihiy via imm.eng.ui.ac.id
Banyak banget nih stock cewek, apalagi cowok buat jadi teman masa depan ihiy via imm.eng.ui.ac.id

Ini juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Kalo kamu anaknya gak kuat iman dan susah buat jaga pandangan, lebih baik pikir lagi deh kalo mau masuk Teknik. Anak Teknik ini dikenal dengan cowo-cowonya yang tampan rupawan serta mapan, katanya, meskipun gak semua sih hehehe dan ini bikin para cewek tergila-gila. Makanya kalo kamu mau mencari pemandangan segar silahkan datang aja ke teknik, dijamin gak akan rugi. Selain itu, cowo-cowonya juga selain tampan dan insya Allah mapan, juga memiliki logika berpikir yang baik.

Gak cuma yang cowo aja, cewek-cewek teknik juga gak kalah banyak memiliki bidadari bidadari idamannya, sebut saja Departemen Arsitektur dan Departemen Teknik Industri yang memiliki mayoritas wanita yang aduhai dan fashionable. Sikat aja, Bos. Dijamin cewek teknik mampu menempatkan hati dan logikanya dengan seimbang, deh.

 BACA JUGA: Kamu Cowok Teknik? Berbahagialah karena Kamu Istimewa Di Mata Kami

 

Perusak Timbangan

Perlahan namun pasti, badan lama-lama jadi lebar via Immt Ftui
Perlahan namun pasti, badan lama-lama jadi lebar via Immt Ftui

Terlebih lagi di Fakultas Teknik UI, kamu akan kaget ketika baru satu semester menjalani kehidupan di kampus ini, pas nimbang eh timbangan kamu rusak gara-gara jebol. Gak deng gak selebay itu. Tapi bener loh. Di kampus mungkin bawaan kamu akan makan-makan-dan-makan karena selain untuk menghilangkan stress, mayoritas mahasiswa menghabiskan waktu kosongnya di Kantin Teknik (Kantek) which is banyak makanan enak dan murah serta berporsi kuli. Belum lagi jika kamu ngekos di Kutek, banyak banget jajanan atau makanan murah yang menjamur di sana. Makanya kalo gak mau timbangan kamu rusak, jangan coba-coba masuk teknik, ya. Wailah serius amat bacanya. Piknik dulu yuk.

 

Melatih Jadi Pendendam

Harus-wajib-kudu lembur buat tugas via ie.ui.ac.id
Harus-wajib-kudu lembur buat tugas via ie.ui.ac.id

Anak teknik pasti pernah minimal sekali dan wajib ngerasain—kudu—harus—gak bisa terlepaskan sama yang namanya mengerjakan laporan praktikum dari laboratorium maupun deadline maket di studio.  Mengharuskan kita untuk gak tidur demi menyelesaikan semuanya, meski udah dikasih tau deadlinenya dari jauh-jauh hari, tapi ya namanya juga mahasiswa; prinsipnya “deadliners gak pernah mati.”

To tell you the truth, ternyata setelah menyeleasaikan laporan praktikum ataupun maket beserta presentasinya, ada kelegaan yang luar biasa, pokoknya beban jadi enteeeeeng banget di pundak. Sebaliknya: mata jadi berat banget. Yak! Solusinya adalah pembalasan tidur. Ini dia yang bikin kamu harus mulai berpikir dua kali buat masuk teknik: akan jadi pendendam terhadap praktikum/studio, kemudian melakukan pembalasan di akhir: HIBERNASI!!!

 

Lupa Diri

Teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain via ie.ui.ac.id
Teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain via ie.ui.ac.id

Maksudnya lupa diri di sini adalah literally lupa diri; lupa sama diri sendiri. Hehehehe. Kenapa? Karena teknik itu terkenal dengan solidnya, satu angkatan bersatu padu menjadi satu kalo udah pada momennya. Makanya, kalo kamu darahnya udah biru teknik banget dan udah cinta mati sama teknik, bisa-bisa kamu jadi lupa diri karena selalu mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri. Bahaya juga nih kalo sampe kamu kelewatan lupa dirinya. Makanya pikir pikir dulu ya sebelum masuk teknik.

Ampun senior, gak maksud gitu, malah maksud saya adalah bagus demi menunjukkan bahwa teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain hehe. Kan becanda.

 

Potensi Ubanan Bertambah

Anak FTUI terlatih untuk aktif dan banyak berpikir via ie.ui.ac.id
Anak FTUI terlatih untuk aktif dan banyak berpikir via ie.ui.ac.id

Seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan terbiasa dengan sendirinya untuk berpikir berpikir dan terus berpikir mengenai hal-hal yang gak kepikiran sekalipun, apa sih hahaha. Intinya saking sibuknya kamu baik dalam hal akademik maupun non akademiknya teknik, kamu akan terbiasa untuk multitasking dan mikirin banyak hal. Gak sedikit dari mereka yang sering skip dan kelewat beberapa hal, jadinya lupa deh, ubanan deh. Gak sih gak segitunya, pokoknya pikirannya banyak deh.

Jelek dong? Wah kok jelek? Justru bagus dong, itu tandanya mahasiswa FTUI aktif-aktif dan jadinya otak kita terlatih untuk memikirkan banyak hal; pola pikirnya terbentuk deh!

 

Mental Baja

Hanya mereka yang punya mental baja yang kuat masuk FTUI via ie.ui.ac.id
Hanya mereka yang punya mental baja yang kuat masuk FTUI via ie.ui.ac.id

Seperti yang kamu dengar dari mulut ke mulut, bahwa kehidupan di teknik itu keras banget. Ya jujur jujuran aja sih meski kerasnya gak secara fisik, tapi seengganya kamu terlatih untuk ditempat dan diberi masalah bertubi-tubi sehingga kelak akan bermental baja. Bukankah selalu ada manis di setiap pahit?

Di sini mental loh ya, bukan kepala ataupun hati yang menjadi baja a.k.a. menjadi keras. Sejatinya kuliah itu merupakan proses gimana nanti kita menghadapi dunia yang lebih nyata, bukan? Jadi ya nikmatin aja, gak cuma di FT kok, di fakultas-fakultas dan universitas lain gue yakin juga kayak gitu. Kan itu yang akan membuat kita kuat? Besi aja kalo gak dikasih cobaan berupa perlakuan-perlakuan gak akan bisa jadi sekuat baja. Asik dah.

Dah ah kira-kira gitu aja, takut dihajar petinggi-petinggi teknik huhuhu. Jangan diambil hati ya, tulisan ini emang provokatif dan sengaja menarik kamu biar baca kok, pengen tau sejauh mana dan secepat apa kamu menilai suatu tulisan sebelum akhirnya tau intinya hehehe. Have a nice day all! HO HI HO HA HA.

Surat Terbuka Nico Sarapang Kepada Rektor UI

Kabar kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang beberapa bulan terakhir hangat dibicarakan, belum menemukan titik terang. Mahasiswa tetap menolak, tetapi rektorat tetap bersikukuh pada keputusannya untuk menaikkan UKT. Persimpangan keputusan ini pun mendapat respons dari salah satu siswa kelas 12 SMA 1 Tanjung Selor, Kalimantan Utara, bernama Nico Sarapang.

Sabtu, 12 Februari 2016, Nico membuat Surat Terbuka untuk Rektor UI yang di-posting melalui akun Semar UI (Serikat Mahasiswa Progresif).  Isinya merupakan respons terhadap rencana Rektor UI yang hendak menaikan UKT. Dalam suratnya Nico memaparkan keinginannya untuk mengambil Jurusan Hubungan Internasional UI pada tahun 2016.

Layaknya kebanyakan anak kelas 12 yang akan memilih jurusan dan universitas, Nico mempertimbangkan UI sebagai kampus yang ‘horor’. Hal ini karena daya saing UI yang ketat, terlebih untuk SMA yang masuk ke dalam wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), ditambah lagi biaya perkuliahan yang dalam bayangan Nico dan teman-temannya mahal. Akibatnya kebanyakan siswa kelas 12 mengurungkan niatnya untuk masuk UI.

“Jujur, sejauh ini, alumni sekolah saya sejak berdirinya pada tahun 1979 belum ada satu pun yang lolos masuk UI. Saya menyampaikan demikian dikarenakan persaingan untuk masuk UI sangatlah berat, terutama bagi kami, yang berasal dari daerah 3T (Terluar, Terdepan, dan Tertinggal). Selain itu, faktor biaya yang mahal juga yang membuat sebagian besar alumni sekolah saya yang memilih enggan atau mengubur impiannya untuk masuk UI.”

Rencana rektor menaikan UKT membuat goyah tekad Nico untuk membangun cita-citanya di kampus kuning ini. Nico yakin bukan hanya dia yang merasa demikian. Untuk masuk UI, mereka harus bersaing dengan ribuan siswa se-Indonesia. Ditambah lagi jika siswa-siswa yang berasal dari daerah nan jauh di sana, mereka harus menanggung biaya hidupnya sendiri.

Untuk berkuliah, bukan hanya tanggungan UKT yang harus dibayarkan, tetapi sebagai mahasiswa rantau, banyak sekali biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Dalam suratnya, Nico meminta Rektor UI tidak menaikan UKT. “Oleh karena itu, saya memohon dengan sangat kepada Bapak Rektor UI untuk tidak menaikkan biaya UKT di Universitas Indonesia.”

Sampai saat ini, pihak rektorat belum menanggapi surat terbuka tersebut. Karena belum ditanggapi, maka rasa-rasanya penulis ingin menyampaikan sesuatu. Mungkin jauh dari kata-kata mutiara atau nasihat-nasihat bijak, tapi simak aja, ya!

 

Mahasiswa UI yang tergabung dalam UI Bersatu, menolak kenaikan UKT.
Mahasiswa UI yang tergabung dalam UI Bersatu, menolak kenaikan UKT.

Siapa pun kamu yang berusaha mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih sulit, maka ketika mendapatkannya, kamu akan mendapat kenikmatan, kesyukuran yang besar, dan jalan keluar yang lebih mudah. Jadi, adik-adik kelas 12 tidak usah takut untuk masuk UI. Sejauh apa pun kampung halamanmu dengan UI, tetapi jika kamu berupaya dan membuktikan potensi dirimu, pasti UI akan membuka pintu lebar-lebar.

Mengenai biaya pendidikan, penulis yakin meskipun biaya pendidikan di UI naik, kalau kamu sudah masuk UI, pasti kampus kuning ini tidak akan semena-mena mengeluarkanmu hanya karena kamu gak mampu bayar kuliah. Gitu pesannya.

Intinya, adik-adik kelas 12 harus tetap samangat mempertahankan cita-cita masuk UI! Kami juga mahasiswa di UI sedang mengupayakan biaya pendidikan yang seadil-adilnya, kok!

“Maksud pendidikan itu bukan untuk menetapkan kemodalan untuk satu pihak dan keburuhan untuk pihak yg miskin.” -Tan Malaka

Bergerak dari surat terbuka yang disampaikan Nico, pendidikan bukan hanya untuk mereka yang kaya raya. Maka, jika pendidikan mengutamakan keadilan, pasti tidak ada satu orang pun yang merasa cemburu. Pendidikan yang layak seharusnya bisa diberikan untuk semua tanpa pandang bulu. Seperti yang kita ketahui, UI merupakan satu-satunya univeritas yang memegang nama ‘Indonesia’, juga sebagai salah satu universitas yang menduduki universitas tekemuka. Oleh karena itu, semestinya UI bisa mewujudkan dan mencerdaskan setiap orang yang berpotensi.

 

Kamu dan Teman Bisa Dianalogikan dari Judul Lagu, Mana yang Kamu Banget?

Beberapa waktu lalu, salah seorang anggota BMKG menyaksikan kekonyolan salah satu rekannya di kampus yang sedang ‘semi stand-up comedy’ di hadapan beberapa teman lainnya.

“Gue itu orangnya musik banget, kalo bahasa kerennya gue punya musikalitas tinggi. Buktinya, gue itu selalu punya tendensi menyampaikan perasaan lewat lagu. Contoh, dulu, setelah putus sama mantan, gue nyanyiin lagu buat dia. ‘Mantan, ini lagu mewakili perasaan gue ke lu’. Gue angkat pianika, terus gue mainin Mengheningkan Cipta, untuk menghormati arwah mereka yang telah mendahului kita, kalo kata Ibu Kepala Sekolah. Because she’s dead to me.”

*ngakak

“Gue juga ada tendensi untuk mengasosiasikan seseorang dengan judul lagu. Misal, Widya (dia nunjuk temennya). Bulan lalu putus sama mantan, kemarin bilangnya udah move on. Kalo kata Joeniar Arief, Rapuh.”

*Widya bete, yang lain ngakak. Terus Widya cabut, karena beneran masih rapuh.

Nah, itu menginspirasi BMKG, bahwa bermodal pengetahuan musik yang baik dan pengamatan karakter yang sensitif, mahasiswa bisa dianalogikan atau diasosiasikan dengan judul lagu tertentu. Gak percaya? Coba perhatikan sekeliling sambil inget-inget lagu apa yang tepat untuk menggambarkan mereka.

BACA JUGA: Selain Tas, Jenis Pulpen yang Kamu Pakai Juga Bisa Mengidentifikasi Kepribadian Kamu

 

The Man Who Can’t Be Moved

The Man Who Can’t Be Moved lagu yang... cukup ambigu via say it yes
The Man Who Can’t Be Moved lagu yang… cukup ambigu via say it yes

Semua akan berasumsi kalau orang yang diasosiasikan dengan ini lagu, ya sesuai dengan judul lagunya, gak bisa move on. Gak salah sih, karena emang lagunya tentang orang yang gak bisa move on dari mantan dan bahkan cewek juga begitu. Masalahnya, ini lagu juga ambigu. Bisa aja ini adalah temen kamu yang… ehm, gimana ya, agak sedikit ‘berlebihan’. Dan kalau dia udah tiduran, literally can’t be moved.

 

Mr. Brightside

Mr. Brightside yang cuma bright di certain side via 20wattsmag
Mr. Brightside yang cuma bright di certain side via 20wattsmag

Ini bisa aja temen kamu, bisa juga kamu. Lagunya sih keren abis, nama band yang nyanyiin juga keren, tapi orang yang diasosiasiin gak sekeren itu. Ini adalah mereka yang sering naik motor tapi gak pake jaket lengan panjang, yang berenang gak pake sunblock, yang berjemur tapi fail. Yup, kali ini Mr. Brightside memang cuma bright di certain side.

 

Only Hope

UTS ditunda?Only hope
UTS ditunda? Only hope

Soundtrack film A walk to remember, filmnya sedih. Dan ini bisa diasosiasikan ke si dia, yang kehadirannya semembahagiakan pulang kuliah cepet, semenyenangkan kuliah diliburin, semelegakan UTS yang ditunda, semenenangkan deadline yang kembali diundur; dia itu only hope.

 

Something Stupid

Ketika suatu kebdohohan sudah mendarah daging
Ketika suatu kebdohohan sudah mendarah daging

Ini favorit. Lagu aslinya sih so sweet banget, romantis ala ala ketika musik romantis emang masih bagus, klise tapi menyentuh hati, gak alay. Sayangnya ini diasosiasikan dengan salah satu (atau banyak) temen kamu, atau malah kamu sendiri, karena punya intensitas yang tinggi ketika melakukan sesuatu yang bodohnya mendarah daging, menelusup ke tulang sampe jadi bagian dari DNA.

 

Somebody That I Used To Know

Bisa buat mantan, temen, dosen, atau teman waktu OBM viaelizabethvalentinasutton
Bisa buat mantan, temen, dosen, atau teman waktu OBM viaelizabethvalentinasutton

Ini yang paling epic sebenernya. Bisa diaplikasikan ke banyak orang karena emang bisa diaplikasikan ke banyak situasi. Gotye gak akan komentar banyak (mungkin sibuk mikirin mau bikin lagu apaan lagi) kalau kamu pake lagu one hit wonder ini untuk diasosiasikan ke mantan kamu, seperti halnya lagu itu.

Bisa juga diasosiasikan ke temen kamu yang udah mengkhianati pertemanan, bisa juga diasosiasikan ke dosen yang udah ngasih kamu nilai D semester lalu, atau bisa ke temen kamu waktu OBM  yang sekarang entah di mana, gak inget namanya, dari fakultas mana karena cuma inget muka. Atau, bisa juga kamu gunakan untuk mengasosiasikan sosok myth yang ada di kelas, yang cuma masuk kelas pada pertemuan kedua, lalu menghilang entah kemana, bahkan sampe selesai UAS juga gak pernah kuliah lagi.

Nah, kira-kira kamu itu lagu apa? Mr. Bluesky? Atau Anaconda? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line!

Yuk, Simak Apa Kata Dosen Tentang Mahasiswa-mahasiswanya?

Selama ini, banyak pembahasan anakUI.com yang datang dari sisi mahasiswa, entah senior entah maba, entah alumni, atau entah baru berencana jadi alumni. Namun, kini BMKG mau mencoba melakukan sesuatu yang berbeda, yaitu mewawancarai dosen.

Yap, memang sudah pernah bahas dosen dari mata mahasiswa, entah itu dosen galak atau dosen cantik. Nah, biar adil mari cari tau tentang mahasiswa dari mata dosen. Siapa tau dapet pencerahan.

 

Si pemburu nilai

Si pemburu nilai via itb.ac.id
Si pemburu nilai via itb.ac.id

Ini salah satu tipe mahasiswa yang paling disayangkan oleh para pengajar atau dosen. Ya, si pemburu nilai. Loh, kenapa? Bukannya bagus ya memburu nilai? Faktanya begini. Ada mahasiswa yang memang pinter dalam banyak hal, dia rajin dan dia gak pernah bolos. Namun, si mahasiswa ini berperilaku demikian hanya karena menginginkan nilai A di semua mata kuliah, bukan ingin belajar atau bukan karena memiliki passion terhadap suatu mata kuliah atau materi.

BACA JUGA: Your Passion, Your True Strength

Memang bukan hal yang buruk, tapi sangat disayangkan. Beberapa dosen menganggap yang bersangkutan tidak mengejar ilmu, namun hanya berusaha terlihat pandai oleh dosen. Yap, dosen bisa lihat itu dan mereka kan ada rapat, jadi kelakuan mahasiswa dalam kelas berbeda dibicarakan oleh masing-masing dosen.

Dosen kabarnya lebih menyukai mahasiswa yang memang memiliki passion terhadap sesuatu, dan menganggap wajar bila ada pembahasan atau tema tertentu yang tidak dikuasai, namun mereka tetap mencoba. Akan terlihat jelas bahwa yang demikian memang mahasiswa pengejar ilmu, lebih menghargai proses daripada hasil akhir.

BACA JUGA: Mendongkrak Semangat dan Kualitas Belajar: Part 2

Mungkin ini penjelasan tentang rumor bahwa yang nilainya selalu straight A tidak sesukses mereka yang nilainya fluktuatif dari B, B+ hingga A. Asumsi logisnya adalah pemiliki nilai fluktuatif menghargai proses, mendapat pengalaman dan memang memiliki passion yang jelas sehingga mengerti apa yang harus dilakukan selepas dunia perkuliahan.

 

Nyontek dan kelakuan mahasiswa lainnya

Nyontek dan kelakuan mahasiswa lainnya via
Nyontek dan kelakuan mahasiswa lainnya via Photo Credit: Mr_Stein via Compfight cc

Ya, dosen tau kalau kamu nyontek. Kamu ngelirik dikit aja tuh keliatan di depan kelas. Mereka marah karena kamu gak mau berusaha lebih keras. Lebih parahnya, ada dosen yang gak suka mahasiswa nyontek karena beranggapan mahasiswa itu gak mau mengakui bahwa mereka memang belum mampu ngerjain tugas tertentu. Sama aja kaya kamu yang pengin punya pasangan yang jujur, dosen juga pengen punya mahasiswa yang jujur dan mau berkembang, bukannya nyerah terus nyontek.

Ya, dosen juga tau kamu suka chatting di kelas, mana ada mahasiswa yang nunduk-nunduk liat ke bawah meja atau ke dalam tempat pensil terus senyum-senyum? Tangannya juga obvious banget kalo lagi ngetik. Tapi ya kan gak semua dosen marah tentang yang begitu. Memang sih, mereka akan lebih seneng kalau kamu fokus memperhatikan, tapi mereka juga paham kamu mahasiswa dan paham kalau dalam situasi rileks, kamu lebih mungkin memberikan performa belajar yang lebih baik.

BACA JUGA: Tri Dharma Perguruan Tinggi, Fase Menuju Pembelajaran Sejati

Perkara telat, ya, sebagian dosen memang gak suka sama mahasiswa telat. Yang gak punya manner, sejenis sama mereka yang makan di kelas atau terang-terangan main sama temennya saat lagi kuliah. Tapi ada beberapa dosen yang menganggap keterlambatan, dalam batas waktu tertentu adalah hal yang wajar. Dengan kamu masuk kelas terlambat, mengucapkan salam dan meminta maaf, lalu menunjukkan rasa bersalah dan berusha keep up dengan materi yang sedang berlangsung, mereka bisa menghormati keinginan kamu untuk belajar.

Malah ada dosen juga yang menyatakan bahwa kamu lebih baik telat daripada tidak hadir, karena dengan tidak hadir kamu gak dapet apa-apa. Beragam kan dosen? Sama aja kaya mahasiswa.

 

Dosen muda & dosen senior

Dosen muda & dosen senior via commdept
Dosen muda & dosen senior via commdept

Nah, perbincangan spesial dari BMKG dengan dosen adalah pandangan mengenai perihal dosen muda dan dosen senior. Alasan kenapa mahasiswa lebih nyaman untuk berbincang di luar kelas dengan dosen muda dan dosen muda lebih bisa mengerti letak kesulitan mahasiswa nyatanya karena kedekatan pengalamannya.

Dosen muda masih dekat dengan kehidupan mahasiswa dan cenderung lebih bisa memahami bagian mana dari sebuah materi yang sulit dipahami oleh mahasiswa. Sedangkan dosen senior, kebanyakan sudah membentuk pola penjelasan tersendiri karena sudah bertahun-tahun mengajar, dan pola penjelasan itu tidak selalu dapat diterma oleh mahasiswa.

BACA JUGA: Belajar Cara Dewasa

Misalnya saja untuk penjelasan sebuah konsep. Mahasiswa akan lebih menangkap apa yang dimaksud apabila contoh yang diberikan dekat dengan kehidupan saat ini, misalnya film terkini atau fenomena sosial terkini. Sedangkan dosen senior yang sudah memiliki pola tersendiri, kurang bisa mencari contoh yang dekat dengan mahasiswa. Meskipun sekarang ini sudah banyak dosen senior yang mulai mengembangkan pola pengajarannya untuk lebih bisa berkomunikasi dengan mahasiswa saat ini.

Nah, lumayan informatif kan diskusi dengan dosen? Share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya temen-temen kamu juga dapet info mengenai pandangan dosen tentang mahasiswa! Tunggu juga hasil diskusi BMKG dengan dosen lainnya ya!

 

7 Alasan Kenapa Masih Suka Ketemu Alumni di Kampus

Mungkin kamu bingung kalo melihat berbagai senior kamu yang udah jadi alumni tetap suka bersemayam di kampus. Mungkin kamu gak peduli, tapi lebih besar kemungkinan kalau kamu akan berpikiran kemana-mana tentang alumni-alumni yang berkeliaran itu.

BACA JUGA: 7 Entrepreneur Alumni UI yang Sukses Melahirkan Puluhan Ribu Lapangan Pekerjaan

Pemikir konvensional biasanya langsung terbersit di otaknya “Lah, mereka gak kerja apa?” Karena anakui gak sesederhana itu otaknya, mari kita luruskan beberapa hal mengenai alumni-alumni yang masih ‘ngampus’ itu.

 

Lagi S2

Mungkin mereka lanjutin S2 via silviajunaidi
Mungkin mereka lanjutin S2 via silviajunaidi

Ini mungkin aja. Kalau kamu lihat senior kamu yang udah jadi alumni, dan kamu inget banget kamu pernah dateng ke wisudanya beliau, kemungkinan dia emang bolak-balik kampus lagi S2 atau malah udah siap ngajar.

BACA JUGA: Nah, Ini Dia Perbedaan Antara Mahasiswa S1 dan S2

Sah-sah aja dong balik ke kampus? Kalau kamu sendiri gak tau alasan senior itu ngampus terus, berarti kamu gak bersosialisasi sama senior dan alumni kamu, sayang sekali.

 

Kerja di industri kreatif

Bisa aja mereka kerja di industri kreatif kayak Raditya Dika via kata-kata
Bisa aja mereka kerja di industri kreatif kayak Raditya Dika via kata-kata

Jam kerja industri kreatif itu gak sekonvensional dan strict jam kantor biasa. Bisa aja malah dia sekarang kerjaannya adalah penulis atau desainer grafis, atau dia bisnis dan punya passive income. Gak berarti kehadirannya di kampus bisa kamu jadikan alasan nganggep dia pengangguran dong? Meskipun mungkin, coba cari tau.

 

Kangen kantin

Atau mungkin mengenang masa-masa sering ngutang di kantin via
Atau mungkin mengenang masa-masa sering ngutang di kantin via bpmfmipaui

Ini makes sense juga, sih. Kamu juga kalau misalnya udah lulus ada kalanya kangen sama kantin kampus, terutama kamu yang semasa kuliah memang doyannya bersemayam di sana ngeliatin gebetan. Atau kamu emang suka nongkrong karena suka makan atau suka atmosfir rame-rame sayup-sayup suara obrolan kantin yang unik itu.

Boleh bangetlah alumni kangen kantin. Malah penulis berharap banget alumni macam Dian Sastro mau singgah ke Kansas lagi. Bolehlah sekalian foto bareng.

 

Dimintain bantuan sama senior kamu

Bisa jadi Dimintain bantuan sama senior kamu via bpmfmipaui
Bisa jadi Dimintain bantuan sama senior kamu via bpmfmipaui

Ini possible juga. Ada aja acara atau kepentingan senior kamu yang butuh bantuan orang yang berpengalaman, dan salah satunya adalah alumni.

BACA JUGA: Beberapa Alasan Kenapa Maba Harus Dengerin Seniornya

Boleh dong senior kamu summon alumni ke kampus buat minta bantuan, entah itu bantuin ngurus acara, jadi supervisor acara sampai ke ngelatih teater atau jadi juri lomba.

 

Ngutang jurnal

Ngutang jurnal via greensingkong
Ngutang jurnal via greensingkong

Yaaaa ini bisa dibilang yang paling mainstream. Mereka masih utang jurnal, mereka belum lulus secara maksimal karena ijazah masih ditahan gegara perkara tugas akhir yang kesannya eternal. Alhasil, bolak-balik kampus buat bimbingan jurnal deh sama dosen. Makanya kamu sering liat alumni berkeliaran.

 

Emang masih nganggur

Ya, walaupun ada kemungkinan masih nganggur juga sih via wepreventcrime
Ya, walaupun ada kemungkinan masih nganggur juga sih via wepreventcrime

Ini hard fact. Kenyataan kadang pahit dan ga setiap sarjana bisa dapet kerja dengan mudah. Dunia di luar sana keras, Bung. Tapi gak berarti kamu boleh nge-judge mereka based on that loh. Siapa tau, siapa tau loh ya, amit-amit sih, kamu lulus juga bakal bernasib sama. Amit-amit dah!

 

Ngunjungin pacar

Nah, atau nggak ngunjungin pacar yang masih belum lulus juga via hipwee
Nah, atau nggak ngunjungin pacar yang masih belum lulus juga via hipwee

Pernah denger pacaran beda agama? Berarti gak asing sama pacaran beda angkatan dong ya. Atau bisa aja angkatan sama tapi yang satu telat lulus. Intinya skenario ini juga mungkin jadi alasan kenapa ada alumni yang sering bolak-balik kampus, bahkan lebih sering dari kamu yang masih kuliah.

Nah, gimana, apa kamu ada alasan lain? Share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau emang ada temen kamu yang bertanya-tanya kenapa itu alumni di kampus kok masih suka ngeliat batang idungnya.

Semester Ganjil VS Semester Genap di UI

 

Ayo ngobrol-ngobrol sejenak, di UI itu, ada fenomena yang cukup patut diperbincangkan. Mungkin semua yang udah senior sempet membandingkan, sebenernya seruan atau lebih enak mana, kuliah semester ganjil atau semester genap? Karena harus diakuin, sebenernya ada perbedaanya. Apa aja bedanya?

 

Ganjil, gudangnya events

Ganjil, gudangnya events via SATUFISIP
Ganjil, gudangnya events via SATUFISIP

Lihat terus berbagai publikasi dari segala penjuru UI, mulai dari acara seminar, festival, sampai musik dan tari. Ada juga lomba olahraga. Semuanya ada di semester ganjil!

Ganjil memang gudangnya events. OlimUI adanya di semester ganjil, Raisa dateng ke FEB juga semester ganjil lah itungannya. Ada maba baru masuk, bikin nambah banyak events di UI. Ada welcoming maba dan lain-lainnya. Di FISIP ada Gelas Maba, di FIB ada PK dan Maba Cup, banyak events bertebaran di UI ketika semester ganjil.

BACA JUGA: Buat Event-event Terbaru di UI Pantengin Aja AnakUI.com

Untuk maba, semester ganjil alias semester pertama termasuk sebagai masa yang paling indah karena biasanya yang diawal selalu indah, sedangkan gak setiap akhir itu bahagia. Seindah itu karena mereka baru aja membuka awal baru, baru dapet jakun, baru masuk UI, baru sekali pake SIAK, baru seneng-seneng ngampus, SKS-nya masih dibatasin, SIAK masih belum ada grafik yang bikin pundung, bahagia deh.

Buat senior, entah tahun kedua atau tahun ketiga, ganjil bisa dibilang seru karena ada maba. Ada sesuatu yang baru gitu. Karena buat senior, mereka umumnya udah merasa bosen dan kuliah udah mulai berat. Tugas udah numpuk, belum lagi mikirin kapan lulus.

BACA JUGA: Kamu Suka Malas Belajar? Hilangkan Kebiasaan Buruk Tersebut dengan Trik Ini

Dari beberapa kesaksian, anak tahun ketiga adalah yang paling sibuk. Yap, benar, temen-temen dari semester 5. Kenapa?

Karena mereka yang sejak semester dua udah ikutan organisasi sana-sini, ikut lomba dan aktivitas sana-sini, gak bisa ninggalin itu semua begitu aja, dengan alasan sentimen ataupun profesionalitas. Alhasil, udah sibuk non-akademik, sibuk ngurus kuliah yang tambah alig, sibuk juga ngurusin maba, karena umumnya anak semester 5 adalah mentornya anak semester 1.

Hayoloh capek.

 

Genap, kuliah lebih ‘enteng’

Genap, kuliah lebih ‘enteng’ via wepreventcrime
Genap, kuliah lebih ‘enteng’ via wepreventcrime

Emang iya? Ternyata iya. BMKG sudah bertanya kesana-kemari mengenai hal ini. Banyak yang bilang kuliah semester genap itu lebih mudah dibanding kuliah semester ganjil. Mungkin ada pengaruh juga dengan event-event yang numpuk di semester ganjil sehingga menyita fokus mahasiswa.

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

Untuk yang semester akhir, semester 8 lebih lowong dibanding semester 7, makanya semester 8 jadi favorit waktu bikin skripsi. Buat yang semester 7 udah skripsi, ya semangat aja.

Semester ini juga bisa dibilang waktunya buat temen-temen yang sebelumnya jadi panitia di sana sini pada semester lalu untuk menghirup sedikit udara biar agak lega, karena semester ganjil akan tiba tanpa terasa.

Boong deng, terasa banget *ketawa* kenapa? Karena transisi dari genap ke ganjil itu lebih berasa dibandingkan ganjil ke genap. Liburnya lebih berasa lama, lebih bermakna, karena biasanya barengan sama anak-anak pada ujian masuk ke UI. Jadi teringat dulu waktu belum kuliah kamu sibuk belajar buat tes, sekarang kamu malah guling-guling di kasur ampe tua karena gak ada kerjaan pas libur. Belum termasuk ke semester ganjil, jadi ya ini itungannya semester genap.

Terus apa gak enaknya semester genap?

Salah satunya adalah kemeriahan yang pudar dari semester ganjil. Semua euforia itu nguap gitu aja loh, entah itu serunya festival, serunya lomba, sampai wajah cantik dede-dede maba yang dulu seger mungkin aja kini udah mulai membosankan dan hanya beberapa yang beneran cantik yang masih bikin seger.

BACA JUGA: Trik Jitu Deketin Maba UI

Gak ada events juga bikin hubungan antarangkatan jadi agak ‘renggang’ karena mereka punya jadwal masing-masing dan sibuk kuliah masing-masing. Baru kembali bersua secara intensif ketika masuk semester ganjil lagi.

Intinya, apa pun semesternya, kesenangan dan kemudahan sih tergantung kamu yang jalanin. Kuliah genap emang lebih enteng, tapi lain cerita kalau kamu waktu ganjil ambil 17 sks terus pas genap ambil 24. Itu mah salah sendiri. Hubungan renggang sama dede yang satu itu juga salah kamu juga, kenapa cuma deketin tapi gak ditembak?

Nah, anak UI, gimana pendapat kamu? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, ikutan ngobrol tentang semester genap vs ganjil!

Beberapa Alasan Kenapa Maba Harus Dengerin Seniornya

 

Senior itu batu, kadang banyak ngomong, kadang marah-marah gak jelas, kadang sensi, nyebelin deh pokoknya. Ya, mungkin itu semua bersarang di benak maba dan bikin mereka jadi gak ‘nurut’ sama yang namanya senior. Sok rebel lah istilahnya. Well, berikut ini alasan mengapa senior itu banyak omong dan lain-lainnya.

Experience inside a book

Karena percaya deh, senior itu lebih pengalaman (dalam urusan tertentu) via psamabim
Karena percaya deh, senior itu lebih pengalaman (dalam urusan tertentu) via psamabim

Kenapa ada orang di dunia ini ngebeli buku how to dan banyak orang buka situs-situs lifehack? Pengalaman, itu jawabannya. Perkara tentang jadi maba, senior punya banyak pengalaman, percaya deh tuh. Yang jadi sorotan adalah gimana si senior ini mengaplikasikan pengalamannya.

BACA JUGA: [Sharing] Pengalaman yang Menegangkan Menulis Artikel di anakUI.com

 

Sebagian besar percaya kalau jadi senior yang tegas dan galak, seperti halnya senior ketika mereka masih maba, adalah cara supaya junior mereka gak jadi manja. Ada benernya juga, sih. Gak berarti senior itu jahat, buat apaan juga jahatin anak orang? Siapa tau ada senior yang kelak lulus bareng kalian, kan gak ada yang tau?

 

It’s all to guide you—even to the wrong way

It’s all to guide you—even to the wrong way via psamabim
It’s all to guide you—even to the wrong way via psamabim

Ini bener banget. Ya, apalagi kalau bukan membimbing. Banyak senior yang nge-share tentang pengalaman mereka dengan kuliah A dan kuliah B, betapa gak bergunanya dua kuliah itu untuk masa depan kamu, dan bagaimana dosen A dan dosen B itu lebih asik dibandingin yang lain, gimana caranya bikin tugas A dan tugas B, tukang fotokopi yang mana yang lebih murah dan tempat print mana yang gak ada virusnya, makanan paling enak dan murah di kantin sampai ke senior yang paling cakep siapa namanya.

BACA JUGA: Suka Duka Jadi Maba UI 2015

 

Semuanya untuk ngebimbing kamu, makanya mereka banyak omong. Meskipun gak jarang mereka bimbing kalian ke jalan yang salah. Misal, ya cabut kelas. Trik-trik buat cabut dari kelas, dosen mana yang lemah pengawasannya terhadap absen, dan lainnya. Tapi itu semuakan bagian dari bimbingan. Jadi terima aja. Pilah-pilah sendiri informasinya.

 

Been there, done that

Kata-kata senior tuh ada sabdanya via dpmvokasiui
Kata-kata senior tuh ada sabdanya via dpmvokasiui

Kata-kata senior tuh ada sabdanya. Mungkin kamu gak ngeh, tapi kalau dipikir baik-baik, pasti ada alasan kenapa senior bertindak demikian. Entah itu iseng marahin kalian, suka nyuruh yang aneh-aneh, dan lain sebagainya. Jangan dendam, senior juga pernah jadi maba dan mereka juga melewati apa yang kalian sedang alami sekarang.

BACA JUGA: Cita-cita FKUI in My view

Kadang ada maba yang sombong gak nyapa senior, dan senior jadi marah. See, kalian harus tau bahwa senior itu mungkin aja pernah sombong seperti halnya kalian dulu, they’ve been there and done that. Dan kadang itu semua itu jadi penyesalan, kenapa gak nyapa dan kenalan sama senior. Siapa tau kuliah jadi lebih seru dan lebih mudah dengan kehadiran dan bantuan senior.

 

Nantinya lo juga jadi senior, jadi ya….

Udahlaah, nanti kalian juga bakal jadi senior dan bisa ngerasain via kelompok25
Udahlaah, nanti kalian juga bakal jadi senior dan bisa ngerasain via kelompok25

Ini yang paling klasik. Semua marah-marah sama maba, semua nasehat cerewet panjang lebar tinggi luas volume itu kelak akan dilakukan juga oleh kalian ketika kalian jadi senior. Beneran deh. Pernah beberapa kali ada yang berusaha mengubah dan bahkan menghancurkan sistem itu, tapi gagal.

BACA JUGA: Rombak Sistem Evaluasi Pendidikan Indonesia!

Kenapa? Karena si junior belum tentu meneruskan usaha seniornya. Jadi, kalian dengerin aja senior kalian, toh nanti kalian jadi senior juga kan?

Nah, ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line. Ayo, nurut kek sama senior! XD

Beberapa Lokasi Perpus UI yang Pw Buat Tidur

 

Yang sering ngantuk waktu di kampus, angkat tangan!

Ngantuk itu jadi masalah abadi mahasiswa kalong sepanjang sejarah dunia persilatan. Ada teori yang menjelaskan bahwa malas, sebagai ketua dari segala sifat non-produktif, jadi pendorong rasa kantuk mahasiswa. Di kelas, seringkali mereka yang ngantuk adalah yang males, yang gak tertarik sama pembahasan, bosen, dan akhirnya ngantuk. Namun, teori itu tak selalu benar. Bisa aja ngantuk gara-gara begadang ngerjain tugas, lalu esoknya si dosen yang bersangkutan malah gak masuk dan pengumpulan tugas ditunda.

BACA JUGA: Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

Apa pun penyebab rasa kantuk kamu, silakan mendatangi perpusat UI yang multifungsi nan multitafsir itu. Multitasfir as in kamu bisa menafsirkannya sebagai perpustakaan, semi-mall, kantor, dan juga warnet. Multifungsi as in, yah jujur aja, seberapa banyak dari kamu yang dateng ke perpus untuk baca? Sebagian besar untuk internetan, nongkrong, atau tidur.

Berikut ini buat kamu wisatawan dari berbagai penjuru fakultas yang berkunjung ke perpustakaan UI dan hendak ‘menginap’ alias numpang tidur.

 

Sofa lobby

Bisa juga coba tidur di sofa lobby via amelindas
Bisa juga coba tidur di sofa lobby via amelindas

Buat yang muka tembok atau memang udah kelewat ngantuk dan gak kuat ke mana-mana lagi, silakan menetap di sofa yang ada di lobby. Buat kamu yang biasa tidur di random places dan dalam random situations, sofa lobby bisa jadi sangat nyaman.

Meski banyak makhluk berlalu-lalang, ada yang ketawa-ketiwi mainan smartphone dan bahkan memadu kasih, dengan dedikasi kamu terhadap rasa kantuk akan bisa tidur dengan nyaman di sofa ini. Asalkan kamu tidurnya duduk bersandar, jangan naikin kaki ke sofa. Dikata ini ruang tamu rumah?

BACA JUGA: Tipe-tipe Mahasiswa yang Biasanya Datang ke Perpustakaan UI

Oh iya, pakai masker lebih baik. Mahasiswa tidur dengan mulut menganga bukan view yang menarik dipandang. Well, sebelum foto kamu tidur nganga tersebar di instagram juga, sih.

 

Ruang baca

Atau gak di Ruang baca yanga da biliknya via joehudijana
Atau gak di Ruang baca yanga ada biliknya via joehudijana

Kamu mau tidur di tempat yang cukup tersembunyi, ruang baca jadi pilihan utama. Ada bilikny, Coy! Kamu gak perlu khawatir tidur menganga karena ya gak ada yang terlalu merhatiin. Ruangan ini juga lebih tenang dibanding lobby, palingan hanya ada bunyi-bunyi orang ngetik di laptop, orang balik halaman buku, batuk, bersin, atau orang yang gak sengaja jatohin sesuatu.

BACA JUGA: Cara Baru Pinjam Buku di Perpustakaan Pusat UI yang Baru

Konsekuensinya, kamu harus tidur dengan menundukkan wajah ke meja, seperti masa SD sampai SMA dulu. Side effects-nya bisa jadi leher pegel dan punggung bungkuk. Tidur nyandar bisa juga sih, tapi apa bedanya sama di sofa lobby dong?

P.S. Jangan ngorok.

 

Ruang koleksi

Mau cepet ngantuk? Ke ruang skripsi di lantai 3 via fidhofidho
Mau cepet ngantuk? Ke ruang skripsi di lantai 3 via fidhofidho

Kamu yang cinta sama ketentraman untuk jadi suasana tidur, the so-called light sleeper yang bisa terbangun hanya dengan suara derit pintu atau ketukan kecil, tidurlah di ruang koleksi. Gak berisik. Damai. Lumayan adem juga. Sunyinya ngalahin ruang baca. Meskipun posisi tidurnya sama aja kaya di ruang baca sih.

Bedanya adalah kehadiran buku-buku, yang bisa bantu kamu membosankan diri dan akhirnya ketiduran. Dan tolong bedakan juga ruang koleksi dan ruang skripsi. Yang ada kamu ambil skripsi buat dibaca, kamu bukan tidur tapi pingsan. P.S. Eits, jangan ngiler di atas buku. Gak etis.

BACA JUGA: Begini Caranya Agar Skripsh*t Kamu Jadi Skripsweet!

 

 

Sofa lantai empat

Mau tidur tanpa keganggu? naiklah ke lantai 4 via
Mau tidur tanpa keganggu? Naiklah ke lantai 4 via singgihsetiadi5

Buat kamu yang cari posisi tidur yang cukup sempurna dan nyaman, sofa lantai empat jadi pilihannya. Kamu bisa tidur ngangkang, tengkurep, telentang, ngorok, atau ngiler.

Gak bakal ganggu banyak orang karena gak banyak juga yang lalu-lalang, palingan satu-dua orang lewat. Ini salah satu tempat epik yang turun-temurun dipakai untuk tidur, mulai dari yang pake snapback sampai yang berhijab, dari yang maba sampai senior telat lulus. P.S. Jangan lupa pulang.

BACA JUGA: Mengapa Saya Ingin Kuliah 4 Tahun, Bukannya 3,5 Tahun?

Nah, gimana, pengunjung perpustakaan UI? Ada tempat lain untuk tidur? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, mungkin ada seseorang di luar sana yang cari tempat bernaung sementara.