Slurp, Ini Makanan-Makanan Enak di Kantin Vokasi UI

Bicara tentang kantin, pasti gak lepas dari pembicaraan mengenai rekomendasi makanan favorit di kantin. Nah, salah satu kantin yang kerap didatangi mahasiswa UI adalah Kantin Vokasi. Meskipun letaknya terpencil, Kantin Vokasi UI dikelilingi kuliner enak. Mulai dari makanan berat hingga snack pengganjal rasa lapar, semuanya dapat kamu temukan dengan mudah. Asyiknya lagi, makanan ini dibanderol dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa.

Berdasarkan hasil pengamatan AnakUI, berikut rekomendasi makanan enak di Kantin Vokasi yang gak boleh kalian lewatkan!

1. Love Cafe

Sumber: kumparan.com

Buat kamu yang sedang mencari makanan sehat yang praktis, kamu wajib mencoba Love Cafe nih. Konter makanan yang berada rekomendasi teratas makanan wajib santap di Kantin Vokasi ini hadir dengan beragam menu dengan sajian berbeda. Menariknya lagi, varian menu yang terdapat di Love Cafe ini dinamai dengan nama kota dan nama negara seperti Love Salad Tokyo, Beijing, Rotterdam dan masih banyak lagi.

Dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 10.000/porsi, kamu dapat menyantap olahan buah segar yang dilengkapi dengan whipped cream. Pastinya, makanan ini pas banget untuk disantap kala cuaca lagi panas-panasnya nih, Anak UI.

2. Ayam Penyet Bang Ropie

Sumber: zomatoMakanan selanjutnya direkomendasikan untuk AnakUI yang doyan pedas. Yup, Ayam Penyet Bang Ropie. Booth yang selalu ramai didatangi pembeli ini menyediakan ayam penyet yang sanggup membakar lidah.

Harga satu porsi Ayam Penyet Bang Ropie ini terjangkau. Dengan harga Rp. 17.000 saja, kamu dapat menikmati seporsi ayam yang disajikan dengan nasi putih hangat, kol goreng, ditaburi dengan serundeng dan sambal yang khas. Wow, menggiurkan sekali bukan?

3. Siomay Mang Asep

Sumber: zomato.com

Bisa dibilang, Siomay Mang Asep merupakan makanan legendaris bagi mahasiswa Vokasi UI. Pasalnya, Siomay Mang Asep selalu memanjakan pembeli dengan panggilan khasnya, Ganteng dan Cantik. Pastinya, kadar kepercayaan diri kamu akan bertambah pasca berbelanja di sini ya, Anak UI!

Hadir sejak pertama kali Kantin Vokasi UI berdiri, booth ini menjual siomay dan batagor yang rasanya khas. Tekstur siomay yang kenyal berpadu dengan saus kacang yang berlimpah membuat booth ini ramai didatangi pembeli saat jam istirahat berlangsung. Harganya pun terjangkau. Seporsi siomay dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- saja. Murah banget kan? Kapan lagi belanja siomay dengan rasa enak dan harga terjangkau. Bonus panggilan ganteng dan cantik lagi. Hihi!

BACA JUGA: Mau Menikmati Kopi dari Sabang sampai Merauke? Ke Bikun Coffee Aja!

4. Kebuli Express Pak Kar

Sumber: food.grab.com

Bosan dengan makanan kantin yang itu-itu aja? Olahan nasi kebuli dari Timur Tengah bisa jadi pilihan santap yang pas bila AnakUI berada di Kantin Vokasi UI. Kebul Express Pak Kar menawarkan nasi kebuli dengan potongan daging yang disajikan dengan tusuk sate.

Soal rasa, tak perlu diragukan lagi. Menu yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp. 17.000,- ini dijamin enak karena menggunakan bumbu yang cita rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Pulennya nasi dengan aroma dan rempah yang terasa, plus tambahan daging siap mengisi perut yang keroncongan.

5. Nasi Bakar Ibu Irmi

Sumber: resepkoki.id

Bingung mau makan siang pakai apa? cobain aja Nasi Bakar Ibu Irmi, Kantin Vokasi UI. Nasi yang dibumbui dengan rempah dan dibungkus dengan daun pisang ini cocok banget disantap saat kegiatan perkuliahan berakhir.

Nasi bakar yang disajikan di Nasi Bakar Ibu Irmi ini sangatlah beragam, mulai dari nasi bakar isi teri, ayam, cumi, kornet, hingga telur. Yang membedakan antara Nasi Bakar Ibu Irmi dengan nasi bakar lainnya adalah rasanya. Aroma daun pisang yang terbakar meninggalkan cita rasa yang unik dalam tiap suapan nasi. Gak heran kalo banyak mahasiswa yang jatuh hati sama makanan yang satu ini. Untuk harga, seporsi Nasi Bakar dijual dengan harga Rp. 15.000,-

Sumber gambar header: Kantin Vokasi

BACA JUGA: 5 Ide Makanan Ala Resto yang Bisa Kamu Bikin di Kosan

Penggalakkan Transaksi dengan Tap Cash: Kantek Sehat, Teknik Kuat!

Buat kalian anak teknik, pasti tau dong bedanya kondisi Kantin Teknik (Kantek) kita yang dulu sama sekarang itu gimana? Yap, dulu itu Kantek seperti halnya kantin-kantin di pinggiran jalan yang kayaknya makanannya nggak higenis, acak-acakan, piring dimana-dimana, bayar pake uang lecek dan sobek, pokonya masih konvensional banget deh.

Dengan berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, Manajemen Dekanat FTUI memberikan pelayanan kepada civitas akademika FTUI khususnya pengguna Kantin Teknik (Kantek) FTUI  berupa penggunaan Uang Elektronik (Tap Cash) sebagai alat transaksi di Kantek FTUI, yang diresmikan pada tanggal 8 September 2016.

Peresmian Penggunaan Uang Elektronik ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam menerapkan Sistem Manajemen ISO 14001: 2015 dan OHSAS 18001: 2007 dalam hal standar Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Penggunaan Uang Elektronik ini dapat meminimalisir kontak pedagang dengan uang ketika bertransaksi dan menyiapkan makanan. Selain itu juga biar kita semakin teratur, makanannya higenis, piring-piring bekas makan nggak berserakan, dan tertib serta bersih tentunya. Ya kalian tau dong, efek dari ketidakaturan dan kotor itu bisa menyebabkan berbagai hal yang buruk, baik buat lingkungan juga buat kesehatan kita.

Tinjauan kesehatan Kantin FTUI (via eng.ui.ac.id)

Contohnya, kalau kita makan, terus kita meletakkan piringnya sembarangan dan berantakan gitu aja, ditambah membludaknya mahasiswa yang mau makan, tentunya pencucian piring terburu-buru, bikin masakan juga asal karena sibuk ada yang mau bayar dan ada yang mesen, yang menyebabkan terbengkalainya kegiatan si ibu-ibu dan bapak-bapak juru masak kantin itu untuk melayani kita. Masakan yang harusnya bersih dan higenis, ditambah ketidak teraturan dan kebersihan yang kurang baik, bakal menyebabkan berbagai makanan mengandung bakteri Salmonella E. Coli, belum lagi kalau ada pedagang curang yang pake boraks untuk mengawetkan makanannya…. Nggak banget kan?

Untuk itu, program baru dicanangkan nih guys. Sebenernya nggak baru juga sih, penggunaan Tap Cash ini udah dilakukan mulai semester ganjil tahun 2016 lalu, tetapi karena masih banyak mahasiswa yang bandel menggunakan uang cash sebagai alat bertransaksi, maka penggunaan uang elektronik ini mulai digalakkan kembali di semester genap tahun 2017 ini.

 

Apasih Keuntungannya?

Tap Cash yang desainnya UI banget nih, minat? (via Humas FEB UI)

Keuntungan menggunakan Tap Cash itu macem-macem, dari yang sepele sampai berdampak besar.

Pertama, kantin dan tangan-tangan juru masak kantin lebih higienis, karena nggak melayani pembeli dengan metode pembayaran uang fisik yang memungkinkan banyaknya bakteri di uang itu. Kalau juru masak megang itu uang fisik, terus karena pengaruh tekanan waktu, juru masaknya lupa cuci tangan, akhirnya memasak dalam keadaan tangan berbakteri. Akhirnya…. kita yang kena dampak bakterinya.

Kedua, tidak ada kehilangan uang, tidak ada pencurian uang di konter dagangnya. Selain itu, pendapat para pedagang juga langsung tercatat rapi di rekening mereka, nggak perlu lagi menghitung secara fisik dan takut kekurangan atau minus, karena semuanya sudah rapi diatur mesin bank.

Ketiga, para pedagang gak perlu lagi repot-repot ngecek uang palsu atau asli, dan nggak perlu gontok-gontokan sama pembeli kalau uang yang dipakai itu robek, lecek, jelek, kurapan, dakian, kudisan, atau itu goloknya Kapten Pattimura bengkok kesana-kemari. Ya gimana mau ngecek, sebab semua pembayaran tinggal tap dan pedagang tinggal tuai hasilnya serta fokus memasak.

Keempat, pedagang yang baru buka, biasanya belum ada uang untuk menyediakan cashback buat pembeli dengan menggunakan uang merah-merah atau biru-biru. Jadi, mereka harus kesana-kemari buat nyari kembaliannya. Nah, dengan metode Tap Cash ini, pedagang nggak perlu repot lagi nyari uang kembalian, soalnya sudah diatur sama mesinnya.

Kelima, KTM kita akhirnya berfungsi lebih sering! Yap, buat kamu yang belum punya kartu BNI Tap Cash, kamu bisa dengan menggunakan KTM yang otomatis udah terintegrasi Tap Cash, pasti pada punya dong? Akhirnya kita nggak cuma menggunakan KTM untuk di Perpusat aja, atau buat mendaftar pengobatan di PKM dan naik TransJakarta/KRL doang, sekarang KTM kita bisa berfungsi sebagai alat bayar di kantin!

Kalo nggak mau beli Tap Cash baru, pake yang udah ada aja!

 

BACA JUGA: Saatnya Kamu Nikmati Kesaktian Kartu Mahasiswa yang Satu Ini!

 

Ah males gitu-gituan, mau kaya biasa aja

Pasti banyak nih, orang-orang yang masih mengidolakan bakteri dari uang fisik untuk digunakan dalam membayar. Nah, buat kalian yang males pakai Tap Cash, ada sanksinya juga lho! Sebab, penggunaan Tap Cash diawasi langsung melalui kamera CCTV yang terpasang di sudut-sudut kantin. Bila ada pedagang yang ketahuan melakukan transaksi menggunakan uang fisik, pedagang akan menerima surat peringatan dari kampus. Peringatan itu berlaku dua kali aja, setelah tiga kali ketahuan, pedagang bakal disuruh cabut dari Kantek nih guys. Kasian kan? Ayolah kasihani mahasiswa lain juga yang mencintai aroma masakan, dan rasa rempah-rempah yang menggigit lidah dari masakan pedagang itu.

 

Terus gimana dong sekarang cara jajan di Kantek?

Suasana makan siang di Kantin FTUI

Gampang aja kok, pertama kalian cukup top up Tap Cash kalian di stand operator Tap Cash BNI yang ada di Kantek. Untuk isi ulang 10.000-20.000 nggak ada biaya administrasi, jadi kalau lebih dari itu misal isi ulang 50.000 atau 100.000 ada biaya administrasinya sebesar 2000 Rupiah.

Kedua, kalian ambil peralatan makan sendiri di tempat peralatan makan yang sudah tersedia di Kantek. Tempat peralatan makan itu juga terjamin kebersihannya, jadi nggak usah takut lagi kena bakteri atau debu-debu disekitaran tempat peralatan makan. Piring, sendok, dan garpunya juga biasanya masih anget loh karena dicuci pake mesin otomatis hehehe.

Ketiga, pilih menu makanan atau minuman yang tersedia di konter-konter pedagang di Kantek.

Keempat, menyerahkan kartu Tap Cash ke pedagang deh untuk di tap dan keluarlah resi pembayarannya! Keren kan?

Kelima, kalian sudah tinggal duduk manis, anteng, menikmati aroma makanan, dan menjilati piring sepuasnya di tempat makan yang sudah disediakan.

Terakhir, jika kalian sudah selesai makan dan minum, letakkan piring dan gelas yang selesai digunakan di tempat pencucian yang sudah disentralisasi. Cari aja tempat penampungan piring kotornya, jangan dibawa pulang ya piring dan gelasnya buat di kosan!

 

BACA JUGA: Tujuh Kios “yang Paling-paling” di Kantin Teknik (Kantek)

 

Penggunaan uang elektronik Tap Cash dari BNI di Kantek FTUI ini akan dievaluasi setiap 3 bulan, dalam evaluasi tersebut akan dipantau bagaimana efektifitas penggunaan Tap Cash serta monitoring terhadap pedagang yang berdagang di Kantek FTUI. Pedagang yang memiliki prestasi yang baik akan dikirim untuk melakukan studi banding mempelajari bagaimana kantin di universitas luar negeri dalam hal ini NUS Singapura. Penggunaan Uang Elektronik di Kantek FTUI ini merupakan yang pertama di lingkungan UI dalam hal penggunaan uang elektronik secara massal loh, yang kemudian FISIP dan Vokasi juga mulai menerapkannya di kantin masing-masing.

Nah, dengan demikian semua nyaman, sehat, dan teratur juga bersih kan guys? Yuk share artikel ini ke semua akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar semua orang tau kalau Kantin Teknik merupakan asal mula anak-anak Teknik yang sehat dan berotot!

Emangnya MUI Udah nggak Punya Kantin ya?

Akhir tahun yang sunyi di sekitaran MUI, kala itu, Desember 2016. Bunyi-bunyian alat memasak, bau-bauan makanan rakyat, dan keceriaan yang hadir di setiap sudut Kantin MUI kehilangan auranya. Asing, hanya terdengar riuhan suara pembangunan gedung di sebelah MUI. Kemana? Kemana aroma Mie Ayam yang menggugah selera, kemana aroma siomay yang sambalnya membuat air luar terurai, kemana teh manis yang manisnya mampu menghilangkan rasa lelah?

Ya kalo itu sepi gara-gara emang lagi liburan.

Kalo beberapa bulan ke depan, akan ada banyak orang yang mungkin juga menanyakan hal yang sama. Kemana para juru masak itu pergi? Kemana perkakas masak itu hilang? Kemana kantin ini lenyap? Nampaknya, akan hanya menjadi rindu yang membeku untuk menikmati sajian para juru masak sambil menikmati pemandangan Danau Kenanga, hanya akan menjadi saksi bisu sebagai tempat penghilang dahaga ketika usai melaksanakan solat, dan hanya menjadi sebongkah masa lalu perjalanan panjang kehidupan mahasiswa kampus perjuangan.

View yang disuguhkan Kantin MUI, asri bukan? (via juliantohandoko66)

Padahal, para pedagang yang berjualan di Kantin MUI telah dianggap menjadi keluarga besar di sana. Mereka ikut membayar sewa, mereka berkontribusi membangun dan menjaga MUI hingga saat ini, dan mereka sering kali menjadi penyumbang makanan buka puasa di masjid saat bulan Ramadhan tiba. Namun, setelah manajemen kepengurusan masjid diambil alih DPPF yang notabene memang penanggung jawab fasilitas UI, hubungan bukan lagi kekeluargaan, tapi menjadi konkrit layaknya pemilik tanah-pemilih usaha.

Usut punya usut, ternyata penggusuran yang dilakukan terbilang mendadak, dengan alasan karena ketidaksesuaian peruntukkan wilayah tersebut dengan master plan yang ada dan akan dilakukan pelebaran bangunan Masjid Ukhuwah Islamiyah pada tahun 2018. Terlihat dari isi surat rektorat seperti biasa, di bulan Februari tahun lalu, pedagang tetap memenuhi perjanjian-perjanjian umum yang diberikan tiap tahun, dengan tanpa keterangan adanya master plan teranyar di UI. Tak ada informasi apapun mengenai master plan anyar tersebut. Dilanjutkan pada November 2016, dengan membawa itikad baik, para pedagang mengajukan kontrak perpanjangan sewa tempat. Namun, kali ini, cinta bertepuk sebelah tangan, pedagang pulang dengan beban. Bagaimana tidak, mereka pulang dengan membawa surat perintah menghilangkan seluruh aktivitas penimbun nafkah bagi keluarganya, mereka wajib mengosongkan tempat pencair peluh mereka.

 

BACA JUGA: Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

 

Suasana di Kantin MUI (via kodeposindo)

Tanpa ketengaran, tanpa informasi yang jelas sebelumnya, tiba-tiba surat perintah itu muncul dengan hanya memberikan waktu 14 hari, atau dua minggu, untuk mengosongkan tanah MUI segera. Mungkin bagi mereka mudah hanya untuk mengangkat dan mengosongkan, tapi batin mereka sakit, teriris, dan bingung karena tak tau lagi kemana akan berlabuh dalam waktu singkat itu. Tanpa ada informasi, tanpa ada pemberitahuan, dan tanpa ada keterangan sebelumnya!

Informasi kian terombang-ambing tak tahu benar atau salah. Gosip beredar, mereka semua akan dipindahkan di Rumah Sakit UI dan Gedung Kesenian yang ada tepat di sebelah MUI. Mendengar itu, tentu ada kelegaan tersendiri, namun kelegaan itu justru menjadi kekhawatiran lagi ketika tahu bahwa kantin itu akan dirubah menjadi konsep kafe. Tentu akan membutuhkan biaya sewa, dan dagangan yang bernilai lebih tinggi dari sebelumnya, mengingat modal para pedagang itu kecil dan pas-pasan. Semilir angin membawa informasi yang lain, yakni pedagang dengan modal yang kurang akan diberikan dana pinjaman dari Bank untuk menyewa tempat dan pelunasan jatuh tempo 30 Juni mendatang.

Oleh karena itu, pada Rabu (1/2), BEM UI ikut berdialog dengan DPPF UI, pedagang di Kantin Tenda Biru Pocin, dan pedagang di kantin MUI. Diperoleh kesepakatan bagi pedagang kantin MUI bahwa DPPF akan menunda penggusuran Kantin MUI sampai 30 Juni 2017 tanpa biaya sewa, memberikan kompensasi penggusuran Rp 5.000.000,- dan memberikan rekomendasi kepada pengelola kantin untuk menempatkan para pedagang kantin MUI di Rumah Sakit UI dan Gedung Kesenian.

Suasana Kantin MUI dan sekitarnya pada Rabu, 8 Februari 2017

 

BACA JUGA: Wah, Tempat Makan Favorit Anak UI Mau Ditertibkan, Nih?

 

Jadi, buat kamu yang cinta banget sama makanan di kantin MUI, buruan borong sebelum kehabisan sampai tanggal 30 Juni nanti! Mari, bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian! Bantu mereka mewujudkan tempat yang nyaman dan tak memeras, bantu mereka mempermudah segala aktifitas mencari nafkah dengan harga yang umumnya kita rasakan saat masih di lokasi yang lama!

Wah, Tempat Makan Favorit Anak UI Mau Ditertibkan, Nih?

Tempat makan favorit mahasiswa, termasuk penulis, kabarnya mau ditertibkan nih, guys! Itu lho, tempat makan yang letaknya persis di depan Gedung Biru (kantor Unit Pelaksana Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus – UPT PLK UI). Masih kurang juga clue-nya? Tenda Biru! Inget, kan? Yap, tempat makan favorit anak UI yang satu itu emang favorit banget deh, apalagi kalau buat anak kos!

Kantin Tenda Biru ini memang terkenal dengan menu masakan yang nggak kalah deh sama masakan Padang, bedanya di Kantin Tenda Biru ini harganya murah meriah! Alias sahabat mahasiswa dan anak kos banget!

Eh, tapi bisa-bisa kita bakal kehilangan kenikmatan masakan kantin favorit itu, lebih tepatnya ‘kenikmatan’ harganya hehehe. Sebab, pada Rabu (14/12) lalu terdapat informasi yang berisi rencana UI bakal melakukan penertiban pedagang Pocin itu, guys. Pihak kampus makara sendiri mulanya berencana menertibkan mereka pada 2 Januari tahun depan. Informasi yang tersebar luas itu membuat para pedagang Tenda Biru keberatan, karena kurangnya sosialisasi dan mepet waktu tenggang yang diberikan kampus.

Mendengar informasi itu, Badan Eksekutif Mahasiswa UI keesokan harinya, Kamis (15/12) berangkat bersama Brigade UI melakukan pertemuan dengan para pedagang Pocin. Hal itu dilakukan lembaga eksekutif mahasiswa guna mengetahui permasalahan sesungguhnya di lapangan. Nggak cuma melakukan pertemuan dengan para Pedagang Tenda Biru, tapi BEM UI juga melakukan pertemuan dengan pihak Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) UI, Pak Gandjar Kiswanto dan Pak Baroto, selaku pimpinan DPPF UI, untuk mengetahui permasalahan yang ada.

Kantin Pondok Cina tempo dulu (via yendi-bengkulu)

 

BACA JUGA: Kantin Tenda Biru Pondok Cina – Rekomendasi Tempat Makan Murah, Enak, dan Banyak

 

Setelah melakukan pertemuan dengan kedua belah pihak, BEM UI mengambil sikap tengah, dengan mendampingi para pedagang menyampaikan Surat Keberatan kepada UI. Surat Keberatan itu bukan berarti mereka tak ingin ditertibkan, tapi meminta penundaan waktu penertiban dan juga meminta diadakan forum antara pedangang Tenda Biru Pocin dengan pihak DPPF UI untuk mendiskusikan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Permintaan yang disertai Surat Keberatan itu, disikapi positif oleh pihak kampus. DPPF UI akhirnya menyetujui penundaan penertiban yang mulanya bakal dilakukan pada 2 Januari. Penertiban itu bakal tetap ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Pihak UI juga mengaku akan mengadakan forum diskusi bersama para pedagang guna mencari solusi penertiban Kantin Tenda Biru Pocin.

Teenda Biru Pondok Cina sekarang ini

 

BACA JUGA: Ingat-ingat Makanan Ini Jika Kamu Ngalamin Keracunan karena Makan Sembarangan

 

Wah, buat anak UI masih punya waktu nih buat nikmatin makanan dan ‘nikmatin’ harganya di Tenda Biru *eh. Jangan lupa bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar anak UI nggak harap-harap cemas lagi!

Mau Masuk Teknik? Pikir Ulang dan Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini Biar Gak Nyesel!

Gak usah disangkal lagi kalo Fakultas Teknik di mana pun itu merupakan fakultas yang masih banyak diminati oleh berbagai manusia sains di dunia ini. Selain ilmu dan terapannya yang dapat selalu berkembang seiring inovasi manusia dari hari ke hari, prospek kerja dan pola pikir yang diterapkan di sini juga menjadi daya tarik tersendiri.

Akan tetapi, pernah gak sih kamu merhatiin atau menimbang hal-hal yang akan membuat kamu nyesel nanti masuk fakultas teknik, terlebih lagi Fakultas Teknik UI? Sebelum terlambat bagi adik-adik yang baru selesai UN dan selagi masih ada kesempatan bagi mahasisw FTUI, SIMAK, atau SBMPTN masih terbuka lebar buat kamu yang mau pindah jurusan kok. Karena ada beberapa hal yang perlu kamu pikir dan perhatikan uang hal-hal berikut biar gak nyesel kalo udah jadi anak teknik. Ini dia!

 

 

Bingung Nyari Kerja

Lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget via jajansembarangan
Lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget via jajansembarangan

Iya, dijamin nanti setelah kamu lulus akan bingung nyari kerjanya di mana. Gue gak bilang susah nyari kerja loh ya; tapi bingung. Iya! Saking banyaknya lapangan kerja buat anak teknik! Makanya, lebih baik kamu menciptakan lapangan kerja sendiri aja biar menciptakan lapangan kerja baru bagi yang membutuhkan pekerjaan sekaligus melatih manajemen kamu sendiri hehehe.

Fyi aja, lapangan kerja di bidang keteknikan itu luas banget, loh. Mulai dari perminyakan, mesin, material mutakhir, manufaktur, industri, manajemen, dan bidang-bidang lain yang gak berkaitan dengan dunia keteknikan juga banyak!

Maka dari itu, kalo kamu gak mau dihadapkan pada pilihan yang rumit saking luasnya bidang kerja yang ditawarkan oleh Fakultas Teknik ini nantinya, pikir dua kali ya sebelum mau masuk teknik!

 

Godaan Iman

Banyak banget nih stock cewek, apalagi cowok buat jadi teman masa depan ihiy via imm.eng.ui.ac.id
Banyak banget nih stock cewek, apalagi cowok buat jadi teman masa depan ihiy via imm.eng.ui.ac.id

Ini juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Kalo kamu anaknya gak kuat iman dan susah buat jaga pandangan, lebih baik pikir lagi deh kalo mau masuk Teknik. Anak Teknik ini dikenal dengan cowo-cowonya yang tampan rupawan serta mapan, katanya, meskipun gak semua sih hehehe dan ini bikin para cewek tergila-gila. Makanya kalo kamu mau mencari pemandangan segar silahkan datang aja ke teknik, dijamin gak akan rugi. Selain itu, cowo-cowonya juga selain tampan dan insya Allah mapan, juga memiliki logika berpikir yang baik.

Gak cuma yang cowo aja, cewek-cewek teknik juga gak kalah banyak memiliki bidadari bidadari idamannya, sebut saja Departemen Arsitektur dan Departemen Teknik Industri yang memiliki mayoritas wanita yang aduhai dan fashionable. Sikat aja, Bos. Dijamin cewek teknik mampu menempatkan hati dan logikanya dengan seimbang, deh.

 BACA JUGA: Kamu Cowok Teknik? Berbahagialah karena Kamu Istimewa Di Mata Kami

 

Perusak Timbangan

Perlahan namun pasti, badan lama-lama jadi lebar via Immt Ftui
Perlahan namun pasti, badan lama-lama jadi lebar via Immt Ftui

Terlebih lagi di Fakultas Teknik UI, kamu akan kaget ketika baru satu semester menjalani kehidupan di kampus ini, pas nimbang eh timbangan kamu rusak gara-gara jebol. Gak deng gak selebay itu. Tapi bener loh. Di kampus mungkin bawaan kamu akan makan-makan-dan-makan karena selain untuk menghilangkan stress, mayoritas mahasiswa menghabiskan waktu kosongnya di Kantin Teknik (Kantek) which is banyak makanan enak dan murah serta berporsi kuli. Belum lagi jika kamu ngekos di Kutek, banyak banget jajanan atau makanan murah yang menjamur di sana. Makanya kalo gak mau timbangan kamu rusak, jangan coba-coba masuk teknik, ya. Wailah serius amat bacanya. Piknik dulu yuk.

 

Melatih Jadi Pendendam

Harus-wajib-kudu lembur buat tugas via ie.ui.ac.id
Harus-wajib-kudu lembur buat tugas via ie.ui.ac.id

Anak teknik pasti pernah minimal sekali dan wajib ngerasain—kudu—harus—gak bisa terlepaskan sama yang namanya mengerjakan laporan praktikum dari laboratorium maupun deadline maket di studio.  Mengharuskan kita untuk gak tidur demi menyelesaikan semuanya, meski udah dikasih tau deadlinenya dari jauh-jauh hari, tapi ya namanya juga mahasiswa; prinsipnya “deadliners gak pernah mati.”

To tell you the truth, ternyata setelah menyeleasaikan laporan praktikum ataupun maket beserta presentasinya, ada kelegaan yang luar biasa, pokoknya beban jadi enteeeeeng banget di pundak. Sebaliknya: mata jadi berat banget. Yak! Solusinya adalah pembalasan tidur. Ini dia yang bikin kamu harus mulai berpikir dua kali buat masuk teknik: akan jadi pendendam terhadap praktikum/studio, kemudian melakukan pembalasan di akhir: HIBERNASI!!!

 

Lupa Diri

Teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain via ie.ui.ac.id
Teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain via ie.ui.ac.id

Maksudnya lupa diri di sini adalah literally lupa diri; lupa sama diri sendiri. Hehehehe. Kenapa? Karena teknik itu terkenal dengan solidnya, satu angkatan bersatu padu menjadi satu kalo udah pada momennya. Makanya, kalo kamu darahnya udah biru teknik banget dan udah cinta mati sama teknik, bisa-bisa kamu jadi lupa diri karena selalu mementingkan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri. Bahaya juga nih kalo sampe kamu kelewatan lupa dirinya. Makanya pikir pikir dulu ya sebelum masuk teknik.

Ampun senior, gak maksud gitu, malah maksud saya adalah bagus demi menunjukkan bahwa teknik itu solid dan saling bahu membahu membantu satu sama lain hehe. Kan becanda.

 

Potensi Ubanan Bertambah

Anak FTUI terlatih untuk aktif dan banyak berpikir via ie.ui.ac.id
Anak FTUI terlatih untuk aktif dan banyak berpikir via ie.ui.ac.id

Seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan terbiasa dengan sendirinya untuk berpikir berpikir dan terus berpikir mengenai hal-hal yang gak kepikiran sekalipun, apa sih hahaha. Intinya saking sibuknya kamu baik dalam hal akademik maupun non akademiknya teknik, kamu akan terbiasa untuk multitasking dan mikirin banyak hal. Gak sedikit dari mereka yang sering skip dan kelewat beberapa hal, jadinya lupa deh, ubanan deh. Gak sih gak segitunya, pokoknya pikirannya banyak deh.

Jelek dong? Wah kok jelek? Justru bagus dong, itu tandanya mahasiswa FTUI aktif-aktif dan jadinya otak kita terlatih untuk memikirkan banyak hal; pola pikirnya terbentuk deh!

 

Mental Baja

Hanya mereka yang punya mental baja yang kuat masuk FTUI via ie.ui.ac.id
Hanya mereka yang punya mental baja yang kuat masuk FTUI via ie.ui.ac.id

Seperti yang kamu dengar dari mulut ke mulut, bahwa kehidupan di teknik itu keras banget. Ya jujur jujuran aja sih meski kerasnya gak secara fisik, tapi seengganya kamu terlatih untuk ditempat dan diberi masalah bertubi-tubi sehingga kelak akan bermental baja. Bukankah selalu ada manis di setiap pahit?

Di sini mental loh ya, bukan kepala ataupun hati yang menjadi baja a.k.a. menjadi keras. Sejatinya kuliah itu merupakan proses gimana nanti kita menghadapi dunia yang lebih nyata, bukan? Jadi ya nikmatin aja, gak cuma di FT kok, di fakultas-fakultas dan universitas lain gue yakin juga kayak gitu. Kan itu yang akan membuat kita kuat? Besi aja kalo gak dikasih cobaan berupa perlakuan-perlakuan gak akan bisa jadi sekuat baja. Asik dah.

Dah ah kira-kira gitu aja, takut dihajar petinggi-petinggi teknik huhuhu. Jangan diambil hati ya, tulisan ini emang provokatif dan sengaja menarik kamu biar baca kok, pengen tau sejauh mana dan secepat apa kamu menilai suatu tulisan sebelum akhirnya tau intinya hehehe. Have a nice day all! HO HI HO HA HA.

Berikut Ini Tipe-Tipe Pengunjung Kantin di UI, Kamu Termasuk yang Mana?

Di setiap fakultas yang ada di UI, tentu terdapat berbagai macam kantin, yang namanya aneh-aneh dan disingkat-singkat pula. Ada yang namanya Kantek, Kansas, Takor, Dalas, dkk. Nah, temen-temen sering merhatiin gak sih kalo di kantin itu terdiri dari berbagai macam tipe-tipe pengunjungnya yang beragam banget? Kira-kira kayak gimana aja sih tipe-tipe pengunjung kantin di UI? Yuk simak menurut pengamatan kacamata anakui.com!

BACA JUGA: Tipe-tipe Mahasiswa yang Biasanya Datang ke Perpustakaan UI

 

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya
Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya

Tipe yang paling nurut ini selalu menggunakan segala tempat dan fasiltias yang disediakan sebagaimana mestinya, contohnya aja kantin, ya pasti dia gunain buat makan doang. Abis makan, kenyang, meletakkan piring pada tempatnya, terus cabut deh! Benar-benar mahasiswa yang menerapkan peribahasa ini; pokoknya di mana lo berada, lo harus memposisikan diri sebaik mungkin serta menjaga tempat tersebut. Tau tempat, tau sikap. Asik.

 

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe
Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe

Wah ini juga masih banyak mahasiswa yang ngelakuin. Tipe ini merupakan tipe anak nongkrong banget nih, Bro. Ke kantin, makan bentar, ketemu temen, buka lapak deh mau main kartu, catur, karambol, atau billiard sekalian. Nyambi-nyambi aja bos, kenyangnya dapet, asiknya juga dapet, jadi sekalian deh.

 

Besar Pasak daripada Tiang

Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual
Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual

Gak ada tipe ini, kantin mungkin akan sama aja kayak tempat makan biasa. Yup! Pasti akan selalu ada tipe-tipe riuh ricuh mengaduh seperti ini; makannya dikit, ngerumpinya segambreng. Besar pasak daripada tiang, istilahnya. Lebih banyak yang dikeluarin berupa ocehan-ocehan daripada makanan yang diasup ke dalam tubuh. Kalo gak ada tipe ini mungkin kantin gak akan rame sih, dan terkadang juga mereka menjadi sumber utama pengetahuan atau gosip-gosip terbaru, hanya bermodalkan nguping-nguping sana-sini.

 

Tiada Rotan Akar pun Jadi

Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa
Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa

Bagi para aktivis, kantin merupakan tempat yang nyaman pula buat rapat, membahas progress dan rencana-rencana apa yang dilakukan, kalo lagi gak ada kelas yang bisa dipinjem atau tempat yang memadai untuk rapat. Satu-satunya pilihan ya kantin itu lagi. Meja dan kursi panjang menurut mereka adalah alternatif yang tepat untuk meletakkan kertas-kertas proposal dan saksi cikal bakal terwujudnya visi misi yang telah lama terpendam.

 

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal
Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal

Kantin pasti rame banget pas jam makan siang, apalagi jumlah meja dan kursinya juga terbatas. Kalo kamu pernah masuk kantin, udah bawa-bawa piring makanan, tapi pas clingak-clinguk ternyata semua meja penuh, yak selamat kamu adalah bagian dari tipe ini! Ujung-ujungnya sok asik sama orang lain deh, nimbrung-nimbrung. Ada lagi yang dateng ke kantin cuma bengang bengong main hape.

Nih ya bisa gue tebak, tipe ini gak tau mau ngapain tapi masih ada urusan di kampus terus gak punya temen. Ya, udah bengong di kantin aja lah! Udah gitu biasanya di kantin-kantin ini, Hotspot UI nya kenceng, iya atau iya?

 

Ada Udang di Balik Batu

Dari jauh liatin si doi via youthmanual
Dari jauh liatin si doi via youthmanual

Sepertinya kantin merupakan tempat yang paling strategis dan paling possible untuk mengintai gebetan yang sedang kita kejar. Tujuannya ke kantin ternyata ada maksud lain, demi melihat si gebetan. Pada jam-jam makan siang, mahasiswa bertipe ini sudah duduk manis sambil memperhatikan sekeliling, siapa tau gebetannya juga dateng makan siang sehingga bisa sekadar basa-basi ikutan duduk. Di bawah. Meong meong.

 

Seludang Menolak Mayang

Seludang Menolak Mayang via auflakings
Seludang Menolak Mayang via auflakingsp

 

Gak bisa dipungkiri juga kalo mungkin kantin menjadi tempat kekuasaan bagi para mahasiswa yang belagak punya nama, sampe-sampe orang lain gak boleh/ditolak untuk duduk di tempat-tempat tertentu. Mereka telah terbiasa nongkrong di tempat tersebut sampe-sampe jadi “keramat” dan ditetapkan sebagai destinasi tetap, gak ada yang berani dudukin kecuali dengan seizin empunya; padahal mah gak lebih dari meja dan kursi reot.

Ya kira-kira begitulah tipe-tipe pengunjung kantin, gak cuma di kampus UI, bisa juga di kampus-kampus lain atau bahkan di sekolah. Intinya ya sama aja; kantin itu tempat makan dan merupakan fasilitas umum yang semua orang berhak menggunakannya, asal tetap bijak dan menjaga kebersihan. Nah, dari semua tipe pengunjung di atas, kamu termasuk tipe yang mana?

4 Alasan Kenapa Makan Siang Itu Penting buat Anak UI

Makan siang!

Makan adalah satu kebutuhan dasar dari manusia. Ada orang yang makan hanya sekali sehari, ada juga yang dua kali sehari, umumnya makan tiga kali sehari. Beruntunglah kita yang masih bisa makan setiap hari, karena masih banyak saudara-saudara kita yang tidak bisa makan berhari-hari. Jadi sukurilah berkah makanan yang kita terima setiap harinya, gausah diet-diet lah, nanti juga kurus pada waktunya hehehe..

Kali ini Aselole mau ngebahas kenapa makan siang itu penting. Karena dengan makan siang, maka kita akan senang..halah….baiklah daripada bersaba-sabi ini alasannya:

1. Makan siang memberi energi

berenergi
berenergi

Jikalau mahasiswa UI yang bangun pagi, tidak sempat mandi apalagi gosok gigi karena ada kuliah pagi, then biasanya kalian akan suka tidak sarapan pagi. Akibatnya perut akan kosong, kalau perut kosong maka mata akan berkunang-kunang, pikiran tak fokus. Kalau pikiran tak fokus nanti pelajaran bisa tidak masuk, dan kalau pelajaran tidak masuk ke otak nanti gabisa ngerjain UTS atau UAS, nanti kalau gak bisa ngerjain UTS atau UAS nanti IP-nya jelek, nanti kalau IP nya jelek kalian sedih, orangtua sedih dan pacar sedih. Kalau pacar sedih nanti kalian bisa jadi diputusin, double double deh sedihnya kan. Makan siang yah jangan lupa.

 

2. Makan siang supaya ga sakit

atit
atit (sumber: ruanghati.com)

Karena makan siang memberi energy, maka makan siang akan otomatis memberi kita kekuatan kepada tubuh agar mendapatkan vitamin, mineral, untuk menghalau virus virus jahat. Maka makan siang akan menghindarkan kita dari sakit. Dengan makan siang, apalagi makan siangnya sehat, pake sayur, daging, ditambahn minum..susu, iya..susu..Dengan sehat makan kalian bisa berpeluang mendapatkan IP tinggi, nanti kalau IP kalian tinggi maka pacar gak jadi mutusin kalian deh.

 

3. Makan siang bagus untuk bersosialisasi

misalnya ngumpul-ngumpul kaya gini (sumber: rijkianiassuningsih.tumblr.com)

Bagi kalian mahasiswa, pada masa perkuliahan, tentu kantin menjadi meeting poin yang sering dituju saat makan siang tiba. Nah..makan siang di kantin akan menjadi ajang bagus untuk kalian bersosialisasi, mingle dengan sesame teman-teman, baik yang seangkatan maupun junior dan senior kalian. Bisa juga teman LJLF Lintas Jurusan Lintas Fakultas (mirip tagline bis antar kota). Dengan banyak teman akan berdampak positif terhadap masa depan kalian. Banyak teman bisa bikin kalian update mengenai pelajaran, jadi ngaruh ke IP kan ntar.

 

4. Makan siang untuk cari jodoh

bukan promosi bukan iklan
bukan promosi bukan iklan

Nah, ga dipungkiri nih yang ini, makan siang, terutama di kantin merupakan ajang bagi para jomblowan atau jomblowati untuk mencari jodoh. Bagi yang cowo, ada juga loh cara buat kenalan cewe di kantin. Buat yang cewe, pasang dandanan makssimal, tunggu biar para cowo bergerak menghampiri kamu, dan biarkan cupid si dewa cinta bekerja. Faktanya, banyak pasangan yang bertemunya itu di kantin kampus, semoga kalian salah satunya, aminn.

Ok segitu dulu deh manfaat makan siang. Ada manfaat lain? Atau ada komen? Silahkan. Ingat kata Om Steve Jobs, stay hungry dan stay foolish yang artinya tetap lapar dan tetap bodoh, biar bisa mengisi kritis sebagai mahasiswa.