UI: Sebuah Kisah Tentang Mimpi, Belajar, dan Perjuangan

perjuangan masuk ui

UI, siapa sih yang ga kenal kampus satu ini? Kampus impian yang selalu jadi idaman sebagian besar anak SMA. Saat masih duduk di bangku SMA, aku ingat betul bahwa tujuanku setelah lulus harus kuliah di UI. Aku bahkan menempelkan makara fakultas impianku di dinding kamar. Aku berjuang keras selama SMA, belajar dan berusaha mempertahankan peringkatku di sekolah. Aku ingat sekali masa-masa saat aku lelah sehabis perjalanan dari sekolah, lelah belajar, berada di titik jenuh dan lelah berjuang demi meraih kampus impianku. Aku selalu berharap bisa masuk UI lewat jalur SNMPTN undangan.

Memasuki Tingkat Akhir Masa SMA

Saat memasuki tingkat akhir SMA, perjalananku menuju fakultas impian di UI ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Perjuanganku ternyata tidak cukup, aku memang masuk dalam 8 besar paralel di SMA, tetapi takdir berkata lain. Aku merasa menyesal sempat tidak serius saat kelas 12 yang membuat peringkatku turun. Fakultas impianku pun dipilih orang lain yang memiliki ranking lebih tinggi dariku. Setelah pemikiran dan pertimbangan yang cukup panjang aku pun memutuskan untuk merubah keinginanku untuk masuk fakultas tersebut, dan mencari peluang lain.

Cukup sulit memang, melepas mimpi yang sudah direncanakan.

Mendekati hari H pengumpulan berkas, aku mengisi pilihan pertama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan pilihan kedua Fakultas Kesehatan Masyarakat jurusan Ilmu Gizi. Aku cukup yakin dengan strategi yang telah kupersiapkan untuk mendapatkan SNMPTN. Akan tetapi, kekhawatiran tidak lulus juga sempat menghampiri pikiranku. Hal itu membuatku mendaftar program bimbel super intensif untuk persiapan SBMPTN. Selama ikut bimbel, aku sempet galau dan kerjaannya nangis karena aku benar-benar belum siap kalau mesti ujian SBMPTN dan semakin menaruh harapan untuk lulus SNMPTN.

Saatnya Tiba !

Selang dua minggu, aku belajar SBMPTN, pengumuman hasil SNMPTN pun keluar. Aku membuka laman SNMPTN dengan perasaan campur aduk, tapi Alhamdulillah-nya aku keterima di FIK UI. Jujur, perasaanku saat itu setengah bahagia, lega karena lulus UI tapi kurang senang karena itu bukan fakultas impianku. Kini, setelah aku berhasil lulus dan menjadi mahasiswi aktif UI selama kurang lebih 6 semester, perspektif ku tentang kampus kuning ini berubah.

UI, seharusnya bukan menjadi tujuan tetapi barulah awal dari perjuangan.

Awal perjuangan ~ (sumber: )

Pengalamanku selama menjadi mahasiswi UI, membuatku menyadari banyak hal. Selama kuliah di UI, kadang aku merasa kurang percaya diri karena merasa bukan siapa-siapa dan banyak sekali orang yang lebih pintar, hebat dan sukses. Akan tetapi, hal itu pula yang memacuku agar menjadi orang hebat yang dapat menginspirasi banyak orang seperti mereka.

Menjadi Mahasiswa UI

Menjadi mahasiswa UI, bukan semudah yang dibayangkan. Setidaknya itu yang aku rasakan selama kuliah di FIK UI.  Aku harus pintar membagi waktu dan punya tujuan. FIK UI punya sistem super ketat yang membuat aku harus disiplin dan punya manajemen waktu yang baik. Tuntutan dosen yang selalu membuat deadline tugas super singkat, membuatku benar-benar ditempa oleh ilmu. Bahkan semakin tinggi tingkat semester, deadline tugas semakin tidak “manusiawi”. Meskipun semua itu kadang menjadi stressor, hal itu membuatku selalu berupaya untuk menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat. Tak heran, kalau sistem ini yang mungkin menjadikan mahasiswa UI berbeda dari yang lain. Mungkin ini juga alasan UI layak disebut kampus terbaik di Indonesia.

Pengenalan Sistem Akademik FIK 2017. Sumber: @okkfikui

Berdasarkan QS Asia university ranking 2020, UI mendapatkan peringkat pertama dengan skor 58,9 di Indonesia. Fakta itu membuatku semakin terpacu untuk giat belajar sehingga bisa lulus dari universitas terbaik bangsa. UI, membuatku belajar tentang banyak hal, bukan hanya perihal akademis tetapi juga non-akademis. Lebih jauh bahkan, pengalamanku berjuang meraih UI, bertahan, dan lulus dari UI merupakan pembelajaran hidup yang berharga. Pengalaman itu mengajarkanku tentang arti bersyukur, berjuang keras, berani bermimpi, dan pantang menyerah.

Belajar Bersyukur

Aku belajar bersyukur saat aku tidak diterima di fakultas impian dan merasa berusaha untuk menerima takdir Nya. Toh, aku juga akhirnya merasa pelajaran di FIK lebih cocok buat aku. FIK UI juga termasuk salah satu fakultas keperawatan terbaik di Indonesia dengan predikat A. Tidak diragukan lagi, FIK UI juga telah mencetak lulusan-lulusan terbaik. Bahkan guru besar keperawatan kebanyakan merupakan alumni FIK UI. Menurut Humas FIK (2017), setidaknya ada enam profesor keperawatan yang merupakan alumni FIK UI. Hal itu yang membuatku bersyukur bisa diterima di fakultas ini, dan belajar banyak hal mengenai keperawatan langsung dari dosen-dosen terbaik.

Aku belajar berjuang keras dari pengalamanku bertahan dan menjalani kehidupan di kampus kuning ini. Aku belajar untuk berani bermimpi saat aku memilih UI sebagai kampus yang akan aku tuju sejak awal SMA. Aku belajar pantang menyerah saat aku berjuang melalui semua problematika di kampus ini. UI mengajarkanku bahwa, pejuang sejati adalah mereka yang tidak pernah pantang menyerah untuk meraih mimpi besarnya.

UI adalah kampus perjuangan dan hanya pejuang tangguh yang mampu lulus dengan predikat terbaik.

Pengalaman Masuk FIK UI
Angkatan FIK UI 2017

BACA JUGA: Kisahku Perjuanganku Menuju UI (Tugas OKK UI 2012)

Referensi

CNN Indonesia. (2019). 10 Universitas Terbaik Indonesia Versi QS Asia Ranking 2020. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191204151621-284-454085/10-universitas-terbaik-indonesia-versi-qs-asia-ranking-2020

Humas FIK. (2017). Prof. Yati Afiyanti, Guru Besar ke-6 FIK UI yang Peduli Kesehatan Perempuan. Diakses dari https://nursing.ui.ac.id/prof-yati-afiyanti-guru-besar-ke-6-fik-ui-yang-peduli-kesehatan-perempuan/

 

Usai UN, Tentukan Masa Depan Kamu dengan Pilih Jurusan Tepat Kalau Mau Kuliah di UI

Bagi teman-teman yang baru saja menjalani UN, memilih tujuan hidup berikutnya tentu tidaklah mudah. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari kondisi keluarga, kemampuan studimu, hingga cita-cita yang akan kamu raih. Jika kamu memilih untuk meneruskan petualangan hidupmu dengan berkuliah di Universitas Indonesia, tentunya kamu membutuhkan arahan yang tepat akan jurusan apa yang tepat untuk kamu pelajari. Dan berikut ulasannya!

Ada pepatah yang mengatakan, “If you do what you love, you’ll never work another day in your life”. Nah, logika yang sama juga dapat kamu terapkan saat memilih jurusan kuliah nantinya. Jangan sampai kamu menyesal kemudian hanya karena saat memilih prodi kamu cuma ikut-ikutan teman atau karena prodi tertentu lagi ngetren. Layaknya menentukan pasangan hidup, hal ini hanya bisa kamu lakukan once in your life, so make it wise.

BACA JUGA: Ringankan Tugas Kuliah Kamu dengan Aplikasi-aplikasi Ini

 

Perhatikan Studimu Saat Ini

Perhatikan Studimu Saat Ini via motivasi
Perhatikan Studimu Saat Ini via motivasi

Di tahun terakhir SMA, apa sih mata pelajaran favorit kamu? Bidang-bidang apa saja yang kamu kuasai di kelas? Nilai-nilai mata pelajaran apa saja yang memiliki poin tertinggi dari rapor terakhirmu?

Catat dan buat list-nya. Hal ini akan ngebantu kamu memahami diri kamu sendiri sama apa yang kamu sukai dan apa yang kamu kuasai. Karena terkadang, ada hal-hal yang kamu sukai namun belum kamu kuasai, bisa terjadi karena minimnya sumber dari lingkungan kamu yang sekarang atau hal-hal lainnya.

Setelah semua berurut dengan baik, kamu harus memutuskan, apakah kamu akan mempelajari bidang yang belum kamu kuasai tapi kamu suka atau bidang yang kamu kuasai tapi kamu tidak menyukainya? Atau keduanya? Apa pun itu, tanamkan dalam sanubarimu bahwa pilihanmu hanya berlaku sekali seumur hidup.

 

Belajar Hal Baru

Lakukan riset kecil-kecilan tentang prodi pilihan kamu via satrioarismunandar6
Lakukan riset kecil-kecilan tentang prodi pilihan kamu via satrioarismunandar6

Prodi di dunia perkuliahan membuka matamu bahwa pengetahuan yang akan kamu pelajari masih luas dan tak terbatas. Jika kamu memutuskan untuk mempelajari hal yang benar-benar belum kamu kuasai atau belum kamu ketahui, Kriminilogi misalnya, maka lakukanlah riset kecil-kecilan—buka Google atau YouTube dan simak apa saja yang dipelajari di perkuliahan Kriminologi. Dan perhatikan apa yang kriminolog lakukan saat mereka bekerja di tengah masyarakat.

Hal ini akan ngebuat kamu mengerti tentang hal baru yang akan kamu pelajari. Kamu bisa membayangkan akan menjadi orang yang seperti apa kelak jika mengambil prodi tertentu.

Apa pun pilihanmu, hindarilah keraguan dan percayakan pilihanmu pada suara hati kecilmu. Jangan biarkan faktor eksternal seperti dorongan orang tua atau usulan teman-teman yang agak memaksa memengaruhi keputusanmu. Karena yang memahami hidupmu hari ini dan di masa depan hanyalah dirimu sendiri.

 

Karier

Searching gimana karier yang sesuai prodi yang bakal diambil via jurusankuliah
Searching gimana karier yang sesuai prodi yang bakal diambil via jurusankuliah

Jika kamu masih bingung dengan prodi apa yang akan kamu pilih di Universitas Indonesia, kamu bisa melihat-lihat buku dan film atau tayangan dokumentasi tertentu terkait profesi yang berhubungan dengan prodi-prodi pilihanmu.

Misal, anak teknik nantinya di dunia kerja akan jadi apa sih? Kamu bisa mencari karier yang relevan dengan lulusan teknik seperti insinyur teknik atau bahkan insiyur robotik. Ragam profesi yang ada di tengah masyarakat kita hari ini semua dibentuk oleh prodi-prodi yang ada di setiap universitas. Tentunya hal ini dapat menjadi input untuk memperkuat pilihammu.

 

Review

Kamu juga bisa tanya tentang UI sama mereka yang udah kuliah di sana via apreleanoni
Kamu juga bisa tanya tentang UI sama mereka yang udah kuliah di sana via apreleanonihttp://apreleanoni.blogspot.co.id/2015/01/road-to-school-perhimak-ui-dalam-ui-gtk.html

Setelah menentukan pilihan, hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah mendapatkan review atau feedback.

Kamu bisa bertanya pada orang tua, teman-teman, kakak, atau saudara bahkan tetanggamu yang pernah menjalani kuliah di Kampus Kuning dengan jurusan tertentu. Kamu bisa menanyakan pendapat mereka tentang bagaimana, sih, lingkungan kuliah di UI dan apa saja yang akan kamu dapatkan jika kamu mengambil prodi tersebut.

Review tersebut bisa kamu bandingkan dengan review yang kamu dapatkan di internet. Bahkan, kamu juga bisa melakukan browsing pada situs anakui.com untuk mengetahui apa saja kisah seru dan juga kesih sedih saat menjalani kuliah di fakultas tertentu.

Dari sekian banyak pendapat yang kamu kumpulkan, ditambah dengan pilihan-pilihan hidupmu seperti yang disebutkan di atas, maka diharapakan kamu sudah dapat menentukan apa prodi yang tepat untukmu saat menginjakkan kaki di kampus perjuangan ini.

Apa pun pilihannya, kami yakin itu adalah pilihan terbaik yang pernah kamu buat. Kami tak sabar untuk menanti dan bertemu muka dengan teman-teman generasi penerus perjuangan yang akan meneruskan perjalanan hidupnya di kampus UI.

Have a faith on whatever decision you make in life, then you will live the life to the fullest!

Yuk, bagikan inspirasi ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

 

Pernah Gagal Keterima di UI? Jangan Putus Asa, Coba Deh Tempuh Jalur Khusus Ini

Lulus Ujian Nasional adalah salah satu peristiwa penting dan membahagiakan di dalam hidup karena kita seolah terbebas dari bulan-bulan penuh ketegangan. Sekaligus jadi pertanda berakhirnya pakai seragam setiap hari ditambah lagi iming-iming libur panjang menanti di depan mata. Tapi di balik kebahagian tersebut, tersimpan sebuah pertanyaan yang sangat penting, “Setelah ini mau lanjut kemana?”

Sebagian ada yang langsung kerja dan banyak juga yang lanjut kuliah. Buat yang ke jenjang perkuliahan, tentu punya keinginan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), termasuk Universitas Indonesia.

Bagi yang ngebet masuk UI, semua jalur dan kesempatan dicoba semua, mulai dari SNMPTN, SBMPTN, jalur prestasi, dan SIMAK UI. Kadang kerasa capek sih, tapi demi bisa kuliah di PTN favorit gak ada salahnya berjuang sedikit lagi. Ya, walaupun mungkin ada juga di antara kita yang nekat ikut seleksi PTN dengan persiapan yang kurang maksimal alias coba-coba atau mencari keberuntungan.

Namun, ternyata masuk PTN apalagi UI gak hanya soal kepintaran semata. Kalau diibaratkan diagram lingkaran, ada faktor lain yang juga ikut mendukung. Misalnya aja nih dari niat, doa, persiapan, keuangan, keketatan persaingan, dan keberuntungan. Ada anak yang merasa dirinya pintar tapi karena persiapan kurang maksimal akhirnya gak keterima. Ada juga yang di sekolah dulu pas-pasan tapi karena punya niat yang tinggi dia maksimalin persiapannya, eh akhirnya keterima dan ngakunya dia beruntung. Inilah dinamika persaingan, dan pasti aja ada manusia yang merasa kecewa ketika gak keterima

Nah, buat kalian yang pernah ngalamin paitnya kegagalan dalam ajang seleksi masuk UI dan masih punya ambisi serta niatan yang kuat untuk masuk UI, simak baik-baik ya jalur khusus di bawah ini. Mungkin aja bisa jadi jalan kalian kedepan untuk bisa kuliah di UI.

BACA JUGAAdik-adik SMA Mau Masuk Universitas Indonesia? Sssst, Ini Jalur Rahasianya!

Ikut Seleksi Program Paralel

Ikut Seleksi Program Paralel via commdept.fisip.ui.ac.id
Ikut Seleksi Program Paralel via commdept.fisip.ui.ac.id

Buat kalian yang pernah beberapa kali coba ikutan simak UI atau SBMPTN tapi belum berhasil, gak ada salahnya kalian coba ikut seleksi program paralel. Keistimewaan program ini adalah tidak ada batasan usia bagi pendaftar dan pada umumnya memiliki tingkat persaingan yang sedikittttt… relatif agak longgar dibanding program reguler. Namun, perlu kalian ketahui biaya perkuliahan program paralel ini lebih mahal dibanding reguler dan tidak mengenal beasiswa.

 

Ikut Seleksi Program Ekstensi

Ikut Seleksi Program Ekstensi via psafekstensifkmui2014
Ikut Seleksi Program Ekstensi via psafekstensifkmui2014

Program ini dikhususkan bagi kalian yang sudah memiliki ijazah D3 (diploma 3) pada bidang pendidikan tertentu (bersesuaian dengan program studi / jurusan yang ingin dituju). Program ini juga gak mengenal beasiswa tapi punya kekushusan, yaitu jam kuliahnya sore. Kalau boleh sharing, ini adalah jalur yang menghantar mimin sehingga bisa kuliah di UI sekarang ini.

Jadi, dulu pas baru lulus SMA mimin dan orang tua pengen banget mimin bisa kuliah di UI, tapi jujur aja karena persiapan yang gak maksimal saat itu mimin gagal keterima di UI walaupun udah banyak-banyakin doa. Karena gak keterima akhirnya mimin kuliah D3 di salah satu politeknik milik Kementerian Kesehatan dan sempat selama tiga tahun mengubur keinginan kuliah di UI. Namun, setelah lulus D3 dan setelah bekerja selama hampir 2 tahun mimin punya keinginan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi demi masa depan yang lebih baik dan tiba-tiba keinginan untuk bisa kuliah di UI muncul kembali.

Dengan modal niat, doa, dan persiapan akhirnya mimin bisa lolos seleksi SIMAK UI program Ekstensi. Ternyata niat dan doa yang dulu pernah mimin junjung tinggi agar bisa masuk UI gak sia-sia dan terjawab juga walau pada kenyataannya mimin harus belok sedikit selama 3 tahun mengambil kuliah D3 dan 2 tahun untuk bekerja, tetapi itu semua justru ngasih mimin banyak banget manfaat dan pengalaman.

BACA JUGA: Panduan Singkat untuk Kamu yang Tertarik dengan Program Studi Manajemen FEBUI

Sedikit bocoran persaingan di Simak UI Program Ekstensi jauh lebih longgar dibanding jalur/program lainnya karena pendaftarnya tidak sebanyak program reguler dan juga lebih sederhana karena ujian yang diberikan hanya dua jenis soal, yakni soal TPA (Tes Potensi Akademik) dan bahasa Inggris.

Untuk TPA soalnya lebih ditekankan kepada kemampuan psikologis dalam penyelesaian masalah secara intelektual sehingga lebih banyak mengandalkan logika berpikir, sedangkan bahasa Inggris lebih ke arah kesesuaian susunan kalimat. Jadi, buat kalian lulusan D3 yang punya keinginan masuk UI jangan takut dan gak usah ragu untuk coba jalur ini karena durasinya berkisar antara 2,5-3 tahun. Ya, memang durasi perjalanan belajar kalian akan sedikit lebih panjang tapi percaya deh pasti ada manfaatnya, kok. Oh iya tidak semua prodi atau jurusan di UI membuka program ekstensi, ya.

 

Ikut Seleksi Program Pascasarjana

Ikut Seleksi Program Pascasarjana via feb.ui.ac.id
Ikut Seleksi Program Pascasarjana via feb.ui.ac.id

Buat kalian yang udah terlanjur ngambil kuliah sarjana dan hampir selesai tapi pengin ngelanjutin kuliah lagi, program pascasarjana UI bisa jadi pilihan yang baik. Untuk bisa masuk program pascasarjana UI, kalian harus mengikuti seleksi ujian mandiri melalui Simak UI Pascasarjana dimana soal yang diberikan yaitu TPA dan bahasa Inggris.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, supaya temen kamu yang pernah gagal masuk UI bisa mencoba tiga cara di atas.

Banyak Jalan Menuju UI

Seperti yang dipaparkan pada artikel sebelumnya, akhirnya UI membuka berbagai jalur masuk bagi calon mahasiswa yang ingin meneruskan pendidikannya di UI. Yang membuat berita ini semakin hangat ialah adanya jalur baru yang dibuka oleh UI bersama dengan empat universitas negeri lainnya yaitu Ujian Masuk Bersama (UMB). Belum adanya publikasi/sosialisasi resmi dari pihak UI di lingkungan internal UI juga menimbulkan spekulasi dari berbagai kalangan.

Sebelumnya mari kita telusuri perjalanan sistem penerimaan mahasiswa (sarjana reguler) baru di UI. Hingga Tahun ajaran 2006-2007 kemarin, yang dimaksud sebagai mahasiswa sarjana reguler di UI adalah mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB). Ada pula program Pengembangan SDM Daerah bidang Teknologi Informasi (PEDATI) yang ditujukan bagi calon mahasiswa yang berdomisili di luar Pulau Jawa, Bali, dan Madura, tetapi program ini dikenakan beberapa kewajiban tambahan seperti uang kuliah yang lebih mahal, kewajiban untuk kembali ke daerah asal setelah wisuda, dsb.

Baca Selengkapnya

Ujian Masuk Bersama UI ?

UPDATE: Informasi terbaru dan yang paling pasti tentang Ujian Masuk Bersama silakan dilihat di sini.

Jadi, di tahun ajaran besok. Selain lewat SNMPTN (dulu SPMB) UI juga membuka beberapa jalur masuk lainnya, yaitu :

di koran Kompas Rabu, 7 Mei 2008, tertulis di Universitas Indonesia jalur masuk itu ada beberapa, yaitu :
Ujian Masuk Bersama UI ; sebagian besar masuk lewat sini (2290 orang)
SNMPTN (dulu SPMB) ; hanya 900 orang yang masuk lewat sini.(20%)
– PPKB ; 450 kursi
– Jalur siswa berprestasti di olompiade keilmuan (tanpa tes) ; 30 orang
– Jalur prestasi olahraga dan seni ; 30 kursi
KSDI (kerjasama Daerah dan Industri) ; 800 kursi

Total mahasiswa yang akan diterima sekitar 4500 mahasiswa.

Baca Selengkapnya