Dari Mi Ayam Sengketa Sampai Sate Fasilkom, Ini Makanan di UI yang Paling Dikangenin Selama PJJ

5 Makanan di UI yang Paling Dikangenin Selama PJJ. Nggak terasa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah berjalan satu tahun lamanya. Rasa kangen untuk kembali ke kampus juga pasti sudah menggebu-gebu. Salah satu hal yang dikangenin di kampus adalah makanannya.

Yup, dengan 14 fakultas dan satu vokasinya, UI memiliki cukup banyak kantin dengan berbagai pilihan menu. Belum lagi kantin atau kafe di Perpustakaan Pusat dan fakultas, membuat UI menjadi surga kuliner bagi sivitas akademikanya. Sayangnya, selama pandemi semua kantin pun tutup karena kegiatan pembelajaran dialihkan secara daring.

Di antara banyak pilihan makanan itu, kira-kira makanan apa aja sih yang paling dikangenin? Nah, berikut ini lima makanan yang di UI yang paling dikangenin versi anakui.com. Ada informasi cara untuk memesan makanan tersebut juga, loh. Let’s check this out!

1. Mi Ayam Sengketa

Mi ayam sengketa (sumber: foody.id)

Bukan Anak UI rasanya kalau belum pernah makan mi ayam legendaris yang satu ini. Sebelum pandemi, Mi Ayam Sengketa biasa membuka lapak gerobaknya mulai pukul 18.00 sampai habis di parkiran Gedung X FIB UI. Cukup dengan 10 ribu rupiah, kamu sudah bisa mendapatkan mi yamin atau mi ayam dengan topping ayam dan pangsit yang melimpah.

Nah, kalau kamu kangen dengan mi ayam ini, kamu bisa langsung ke warungnya yang ada di Jl. Mandor Guweng di daerah Kukusan Teknik (Kutek). Nggak mau ribet? Tenang, kamu bisa pesan juga melalui aplikasi ojek online, loh.

BACA JUGA: Cerita di Balik “Kantin Online” Ala Kansas dan Takor

2. Ayam Mas Roni

Ayam kalasan Mas Roni FIB (Sumber: dok. Instagram @ui.enak)

Kalau yang satu ini merupakan andalan warga FIB UI, nih. Mulai dari 18 ribu rupiah aja, kamu bisa mendapatkan berbagai menu ayam, seperti ayam kalasan, ayam goreng, dan ayam penyet.

Kalau kamu kangen sama Mas Roni, eh ayamnya maksudnya, kamu bisa cek Instagram-nya di @penyetanmasroni atau langsung pesan aja di aplikasi ojek online. 

3. Nasi Alo FISIP

Nasi Alo FISIP UI (Sumber: Kompas)

Menu yang satu ini merupakan menu andalan warga FISIP pas tanggal tua. Dengan harga mulai dari 13 ribu rupiah, kamu bisa mendapatkan satu porsi nasi dengan lauk ayam suwir, telur orak-arik, potongan bakso, dan krupuk sebagai pelengkapnya.

Buat kamu yang kangen atau pengin nostalgia semasa jadi mahasiswa FISIP, kamu bisa memesan menu ini di Instagram @anaktakor. Setiap minggunya, mereka akan mengadakan pre-order untuk berbagai menu di Takor (kantin FISIP), salah satunya nasi alo ini. 

BACA JUGA: Emangnya MUI Udah nggak Punya Kantin ya?

4. Nasi Telur Qimpul

Nasi Telur Qimpul (Sumber: arsip anakui.com)

Menu yang satu ini merupakan menu andalan dari Warkop Qimpul di daerah Barel dekat FH UI. Sesuai namanya, nasi telur qimpul terdiri dari nasi, telur dadar kremes, dan sambal tomat. Kamu juga bisa minta tambahan kornet dan keju, loh. Harganya mulai dari 10 ribu aja.

Selama pandemi, Warkop Qimpul tetap membuka warungnya di Barel, tepatnya di Jl. Cengkeh. Selain nasi telur qimpul, warung ini juga menyediakan menu lain, seperti nasi goreng, ayam mentega, dan capcay.

5. Sate Fasilkom

Sate ayam Fasilkom (Sumber: dok. Instagram @ui.enak)

Salah satu sate yang menjadi favorit anak UI adalah sate Fasilkom. Tempat makan ini menyediakan dua macam sate, yaitu sate ayam dan sate kambing. Selain sate, mereka juga menyediakan sop ayam dengan kaldu yang gurih banget. Harganya pun cukup murah, mulai dari 10 ribu aja setiap menunya.

Namun, berdasarkan penelusuran dari anakui.com, kami belum menemukan menu ini di ojek online atau Instagram, nih. Buat Sobat AnakUI yang tau informasinya, bisa tulis di kolom komentar, ya.

***

Nah, itu tadi lima makanan di UI yang paling dikangenin selama PJJ versi anakui.com. Makanan mana nih yang jadi favorit kamu? Atau apa ada makanan lain yang kamu kangenin? Tulis di kolom komentar, yuk!

BACA JUGA: Slurp, Ini Makanan-Makanan Enak di Kantin Vokasi UI

Hal-Hal yang Wajib Kamu Tau tentang Mie Ayam Sengketa

Kamu tau gak sih? Ternyata di UI itu juga ada jajanan yang enak selain di kantin-kantin fakultasnya. Contohnya aja ada mie ayam di depan FIB ini nih. Eh FIB apa FISIP, ya? FIB kali, kan di depannya persis. Lah, tapi depan parkiran FISIP juga, anak-anak FISIP juga banyak kali yang makan di situ. Ah sudahlah daripada bingung, lebih baik kita baca aja yuk ini dia hal-hal seputar Mie Ayam Sengketa yang wajib kamu tau!

BACA JUGA: Panduan Wisata Kuliner: UI Food Guide by Foody Indonesia

 

Udah Ada Sejak Kapan, ya?

Mie Ayam Sengketa  legendaris ini udah ada sejak 1988
Mie Ayam Sengketa legendaris ini udah ada sejak 1988

Ternyata mie ayam yang legendaris ini udah ada sejak 1988, loh! Pak Wiwit, begitu orang biasa menyapanya, telah memulai awal pekerjaannya sebagai pedagang mie ayam keliling di lingkungan sekitar kampus Universitas Indonesia (UI). Pada awalnya, Pak Wiwit berjualan tidak menetap, yaitu hanya memutari lingkungan kampus UI saja. Rute-rute yang pernah ia lewati mulai dari depan Politeknik (Poltek), FE (Fakultas Ekonomi), Rektorat, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), danau UI, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), hingga di Fakultas Ilmu dan Budaya (FIB) tempat berjualannya saat ini.  Pak Wiwit berjualan di FIB sejak tahun 2006, tepatnya di Parkiran atau perbatasan antara FISIP dan FIB, yang kemudian menjadi sengketa karena diperebutkan terus.

 

Direbutin Terus

Kayak gula yang dikerubuti semut, begitu juga Mie Ayam Sengketa via cikgucemerlang
Kayak gula yang dikerubuti semut, begitu juga Mie Ayam Sengketa via cikgucemerlang

Ada tiga versi cerita tentang perebutan mie ayam ini. Versi pertama, katanya mahasiswa FISIP beranggapan bahwa mie ayam ini ada di daerah FIB. Jadi, mereka menganggap kalo ini adalah mie ayam FIB. Kebalikannya dengan warga FIB, mereka justru beranggapan bahwa mie ayam ini ada di daerah FISIP, jadi mereka nyebutnya mie ayam FISIP. Bingung, gak? Bingung, sih.

Kalo ditinjau secara letak geografis, mie ayam ini letaknya lebih tepat di FIB, karena emang mangkalnya di parkiran dosen FIB. Tapi mungkin dulu mie ayam ini mangkal di deket parkiran FISIP, makanya warga FIB mengira bahwa mie ayam ini adalah mie ayam FISIP. Nah, loh pindah-pindah.

Versi kedua dari cerita ini adalah katanya saking larisnya ini mie ayam dari dulu, warga FIB sama FISIP sama-sama mengklaim kalau mie ayam ini adalah milik mereka. Mereka merebutkan mie ayam ini dari dulu sehingga akhirnya nama Mie Ayam Rebutan muncul untuk menamai gerobaknya. Akan tetapi, nyatanya mie ayam ini tetep eksis dan makin laris aja tuh dari hari ke hari.

Versi ketiga dari cerita ini adalah masalah lokasi. Denger-denger, lokasi penjualan mie ayam ini letaknya di pinggir jalan dan gak mendapatkan izin resmi untuk berjualan dari Dekanat layaknya penjual-penjual di kantin. Oleh karena itu, timbulah desas-desus bahwa mie ayam ini menjadi dipermasalahkan lokasi penjualannya, makanya sering disebut Mie Ayam Sengketa. Pusing, gak? Terserah mau percaya yang mana.

 

Merakyat

Semangkok Mie Ayam Sengketa dihargai cuma Rp9.000 via foody
Semangkok Mie Ayam Sengketa dihargai cuma Rp9.000 via foody

Percaya nggak percaya, ternyata mie ayam yang selalu murah hati dalam memberikan pangsit goreng dan daun bawang ini pada tahun 2011 harganya hanya Rp5.000,00 saja. Sekarang, dengan berjalannya waktu dan melihat lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, mie ayam ini perlahan-lahan naik hingga sekarang mencapai harga Rp9.000,00! Tenang aja, mie ayam ini tetep merakyat kok kalo dibandingin dengan mie ayam mie ayam nun jauh di luar sana. Ada harga ada barang, Bro Sis.

 

Rasanya yang Khas

Ada banyak yang ngebedain Mie Ayam Sengket beda sama yang lain via foody
Ada banyak yang ngebedain Mie Ayam Sengket beda sama yang lain via foody

Meski ada yang bilang rasanya sama aja kayak mie ayam kebanyakan, tapi ada yang beda dari mie ayam yang satu ini. Selain harganya, mie ayam ini juga memberikan sensasi tersendiri: ayamnya yang super banyak dan menggugah selera, daun bawangnya yang masih hijau fresh from the oven, serta pangsit gorengnya yang kecil-kecil justru bikin teksturnya makin kriuk-kriuk. Oh iya! Satu lagi yang gak boleh ketinggalan, ya mienya dong; memiliki rasa yang khas banget dan gak bikin eneg. Bingung? Cobain aja langsung ya. Buat kamu yang gak terlalu tertarik sama mie ayam dan malah suka yang agak manis, di sini juga ada mie yamin. Wajib dicoba loh semuanya!

 

Ngantre Sembako

Biar gak sedih dan ngantre, nunggu dari Subuh via bintaelmamba
Biar gak sedih dan ngantre, nunggu dari Subuh via bintaelmamba

Yup, dikarenakan harganya yang pas banget buat kantong mahasiswa serta rasanya yang sangat khas, maka jangan heran kalo banyak banget yang mau nyobain mie ayam sengketa ini. Kalo kamu gak mau keabisan, silahkan dateng saat Subuh dan tungguin di depan FIB deket parkiran FISIP, ya! Pasti gak akan keabisan dan gak perlu nunggu lama.

 

Nomaden

Ilustrasi Mie Ayam Sengketa yang gak pernah menetap di satu tempat via kaskushootthreads
Ilustrasi Mie Ayam Sengketa yang gak pernah menetap di satu tempat via kaskushootthreads

Dalam catatan sejarah, mie ayam yang penuh dengan sengketa ini pernah mengalami beberapa kali perpindahan lokasi berjualan; di depan parkiran FIB-FISIP yang sering diperebutkan itu, pindah lagi ke deket pos satpam deket gedung X, dan kemudian pindah lagi di dalam gedung IX secara tiba-tiba dengan akses yang lebih mudah. Banyak kemisteriusan dan kejutan yang dilakukan oleh Mie Ayam Sengketa ini.

 

Pelita dalam Kegelapan

Pelita dalam Kegelapan via foody
Pelita dalam Kegelapan via foody

Eits, maksudnya bukan berarti mie ayam ini bisa glow in the dark, ya. Lebih tepatnya karena Mie Ayam Sengketa ini baru buka setelah Magrib, otomatis lampu teploknya akan terlihat mencolok banget ditambah dengan orang-orang yang ngantre buat makan di situ. Dijamin langsung jadi pusat perhatian dan gak akan ketakutan kalo malem-malem lewat depan FIB UI karena ada mie ayam ini yang selalu meramaikan suasana.

 

Langka!

"Duh, mie ayam sengketa belum dateng-dateng," via suaramahasiswa
“Duh, mie ayam sengketa belum dateng-dateng,” via suaramahasiswa

Sepertinya cuma tinggal satu di UI penjual mie ayam yang masih menggunakan gerobak seperti ini serta kualitasnya gak kalah jauh dari  mie ayam kebanyakan. Kalo pun ada lagi, paling juga tukang gorengan di Stasiun UI atau abang-abang sekoteng di FTUI menjelang tengah malem, itu pun tergolong makanan ringan. Coba silakan jalan malem-malem keliling UI deh, nanti kalo nemu tukang jualan serupa lagi baru kasih tau admin di kolom komentar, ya! Melihat kelangkaan Mie Ayam Sengketa ini, mari kita ramai-ramai makan di sana dan lestarikan bersama! Gak ada ruginya kan? Dompet riang, perut senang!

Gimana? Nambah lagi dong pengetahuan kamu tentang kampus sendiri? Buruan juga cobain Mie Ayam Sengketa ini selama kamu masih jadi civitas academica Universitas Indonesia, jangan sampe nyesel ya! Kalo ada hal-hal yang ingin kamu tuangkan tentang UI maupun hal-hal lain, yuk gabung untuk menjadi bagian dari contributor anakui.com!