Jadi Gini Lho Rasanya Menjadi Mentor OKK UI

Serunya Jadi Mentor OKK UI. Akhir-akhir ini, di timeline Line-ku berseliweran video perkenalan calon mentor ospek alias Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) UI 2020 dengan tagar #MelalUIKontribusi. Mereka membuat video semenarik mungkin agar dapat diterima menjadi mentor. Hal tersebut membuatku ingat pada tahun lalu ketika aku juga mengikuti rekrutmen terbuka mentor OKK UI 2019.

Mendaftar Menjadi Mentor OKK UI

Aku langsung menghubungi pasangan mentorku untuk sekadar bernostalgia. Dia adalah Rasyid, mahasiswa jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) FKM UI 2017. Aku dan Rasyid berasal dari satu paguyuban daerah yang sama, sehingga kami sudah punya modal bonding sebelumnya. Saat mendaftar dulu, akulah yang mengajaknya untuk menjadi pasangan mentorku karena aku berpikir akan lebih mudah bekerja sama dengan orang yang sebelumnya sudah saling kenal.

Aku masih ingat ketika kami membuat video untuk mendaftar di Tamling Perpusat. Saat itu sedang puasa dan kami baru saja selesai kuliah. Sebelum itu, kami sudah janjian untuk membuat semacam naskah untuk dibicarakan dalam video. Namun, kami tidak membuatnya karena sama-sama tidak memiliki ide. Alhasil, kami membuat video seadanya dengan referensi jokes receh di Twitter.

Sebenarnya, kami tidak memiliki alasan khusus untuk menjadi mentor. Aku hanya ingin sekadar mencari pengalaman. Rasyid menambahkan bahwa ia ingin melihat maba yang masih polos-polos. Jahil sekali emang alasannya. Namun memang begitu kenyataannya, melihat maba-maba polos memang jadi kesenangan tersendiri bagi kakak tingkat, hehe.

BACA JUGA: OBM dan Ospek, Beberapa Hal Ini yang Harus Dihindari Maba Kalau nggak Mau Telat

Saatnya bertemu dengan Mentee (Maba yang di-mentor-i)

Mentoring pertama Tim 55 (dokumentasi pribadi)

Namun, ekspektasi tersebut buyar ketika kami bertemu dengan para mentee. Kesan pertama memang mereka terlihat polos dan malu-malu untuk bertanya, bahkan untuk berkenalan. Pada pertemuan selanjutnya, mereka mulai tampak susah diatur. Misalnya, saat sesi mentoring, banyak dari mereka yang datang terlambat dengan berbagai alasan. Kami sebagai mentor hanya bisa memaklumi karena nggak tega memarahi mereka.

Kami juga merasa kurang dekat dari segi emosi dengan mereka karena faktor waktu. Rangkaian OKK yang terbatas membuat kami hanya bisa bertemu tiga kali untuk mentoring dan sekali untuk puncak OKK. Selain itu, jadwal para mentee pun banyak yang bentrok dengan mentoring ospek fakultas atau jurusan, sehingga pertemuannya kurang maksimal. Di sisi lain, kami sebagai mentor juga memiliki kesibukan lain, sehingga memang harus pandai membagi waktu dan perhatian untuk para mentee.

Mentoring terakhir Tim 55

Momen memorable selama menjadi Mentor OKK

Walaupun begitu, kami tetap punya momen memorable, dong. Waktu mentoring kedua, aku dan Rasyid membuat permainan semacam Werewolf yang dimodifikasi dengan tema korupsi yang merupakan materi dari mentoring tersebut. Dari permainan itu, kami dan para mentee bisa saling akrab karena mau nggak mau harus saling berkomunikasi untuk memenangkan permainannya. Sayangnya, momen tersebut lupa kami abadikan saking serunya bermain, hehe.

BACA JUGA: Keseruan yang Cuma Bisa Kalian Rasakan saat Masih Menyandang Status Maba

Selain momen itu, aku juga pernah begadang menyiapkan bingkisan untuk para mentee. Capek emang harus bungkusin satu-satu, apalagi aku sendirian karena Rasyid harus menyiapkan acaranya. Akan tetapi, nggak tau kenapa rasanya seneng banget bisa ngasih sesuatu buat para mentee walaupun sederhana.

Acara puncak OKK UI

Bingkisan tersebut kami berikan saat puncak OKK. Beberapa mentee juga memberi kami hadiah. Sayangnya, saat momen tersebut, mentee yang datang nggak lengkap. Mungkin karena sudah capek karena acara puncak OKK yang begitu lama atau ada mentoring ospek fakultas/jurusan yang harus mereka ikuti. Tapi nggak apa-apa, aku dan Rasyid tetap bangga bisa menjadi mentor dari 25 mentee yang keren-keren.

Walaupun pertemuan kami hanya sebentar, kami tetap senang bisa mendapat kesempatan untuk menjadi mentor OKK. Para mentee kami cukup kooperatif untuk diajak bekerja sama dan berkolaborasi dalam tim, sehingga semua tugas individu dan kelompok mereka dapat terselesaikan dengan baik. Oh iya, waktu itu aku dan Rasyid bertanggung jawab atas Tim 55. Jadi, untuk kalian yang dulu dari Tim 55 dan kebetulan sedang membaca ini, salam rindu ya!

BACA JUGA: Beberapa Bocoran tentang Hal yang Hanya Bisa Kamu Temui di Ospek UI (MABA Wajib Baca!)

Pesan untuk Para Calon Mentor

Untuk yang tahun ini akan menjadi mentor, semangat ya! Percaya deh, kalian akan mendapat pengalaman yang paling seru selama perjalanan kuliah kalian di UI. Selain itu, kemungkinan ospek diadakan secara daring bisa saja terjadi karena pandemi ini. Tentunya itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi mentor. Rasyid berpendapat, mentor harus menyikapi hal itu dengan menerapkan sistem yang tegas, misalnya melarang mentee untuk jadi silent reaeder di grup dan memastikan semua mentee turut aktif dalam mentoring daring tersebut. Dengan demikian, mentoring pun dapat berjalan maksimal dan seluruh anggota tim bisa memiliki bonding yang kuat.

OBM dan Ospek, Beberapa Hal Ini yang Harus Dihindari Maba Kalau nggak Mau Telat

Hai Mutiara Indonesia, sudah siapkah menjadi bagian dari Kampus Perjuangan? Harus siap dong, karena kalian adalah orang-orang yang dipilih UI dari sekian banyak pendaftar di seluruh Indonesia.  Kalian sebentar lagi akan disuguhkan rangkaian acara mahasiswa baru dari OBM, ospek universitas, ospek fakultas sampai ospek jurusan yang tentunya seru abis. Eits, tapi kalian tahu nggak sih terkadang ada saja hambatan saat kita mempersiapkan diri buat menghadapi rangkaian acara itu? Kendalanya bisa dari jauh-jauh hari bahkan yang sifatnya spontan seperti satu atau dua jam sebelum menghadapinya. Dan jelas banget itu bikin kamu telat. Mutiara Indonesia nggak boleh telat dong, ya nggak? Nah, apa aja hambatan itu dan gimana cara mengatasinya, yuk kita intip!

 

Tidur larut malam

Santai aja, jangan sampe kepikiran banget. (via huffingtonpost)

Ciri anak SMA saat pertama kali akan menghadapi OBM atau Ospek adalah sehari sebelumnya merasa gugup dan banyak memikirkan situasi yang akan terjadi nanti. Contohnya, gegana (gelisah galau merana), mikirin gimana kalau kamu nggak bisa menghadapi seluruh rangkaian acara dengan baik, ketidakpercayaan diri untuk berinteraksi, takut nggak dapet temen, dan muasih buanyak lagi sehingga hal-hal tersebut membuatmu terus berpikir berlarut-larut bahkan sampe nggak bisa tidur.

Kamu tipe orang yang seperti itu?

Percayalah, OBM dan Ospek tidak seperti yang kamu bayangkan. Kita nggak lagi tes SBMPTN atau SIMAK UI kok, kita tuh bakalan seru-seruan, jadi jangan gugup atau terus kepikiran apalagi sampai kamu tidur terlalu larut. Rileks aja dan pikirkan hal menyenangkan misalnya saat-saat dimana kamu bakalan punya teman yang kocak, kenalan sama cogan atau cetik (cewe cantik) anak FT, FH, FK dan yang pasti ketemu dosen-dosen keren dengan seabrek cerita seru dan pengalaman. Nah, coba pikirkan hal itu dan bangunlah semangat. Mutiara Indonesia harus percaya diri dan siap menghadapi apapun tantangannya.

 

Makan masakan pedas di malam hari

Makan pedes-pede gini emang enak sih… Asal nggak malem-malem dan besoknya harus bangun pagi. (via aminoapps)

Ini hambatan yang kedua. Buat yang suka banget sama masakan pedas, usahakan saat masa masa kegiatan maba kayak begini dikurangin dulu ya. Kenapa? Karena saat kamu makan masakan pedas secara berkesinambungan apalagi saat malam hari, maka sisa metabolismenya bakal dibuang pada esok hari. Dan pernahkah kamu tahu kapan dan jam berapa sisa metabolisme itu dibuang? Nggak, kan? Nah, gimana jadinya kalau pas kamu mau berangkat OBM atau Ospek tiba-tiba perutmu sakit luar biasa sampe bikin kamu keringet dingin? Tentu kamu akan mengeluarkan sisa metabolisme itu kan? Kalau kamu bukan orang yang sengaja telat-telatan, kamu nggak akan kesiangan kalau cuma sekedar duduk di kamar mandi 5-10 menit saja. Tapi kalau kamu termasuk orang yang molor, otomatis kamu bakalan kesiangan. Jadi, kurang-kurangin dulu hobi cabainya karena selain nggak sehat, itu juga bakal menghambatmu menghadapi masa-masa kegiatan mahasiswa baru.

 

BACA JUGA: Beberapa Poin yang Harus Kamu Perhatiin Sebelum Mengikuti OBM

 

Sarapan Bersama Handphone

Jangan sarapan sambil main handphone ya, apalagi sarapan pake handphone. (via inglesnoteclado)

Apakah kalian sering melakukannya? Hindari hal fatal ini, ya. Bukan hanya pada saat OBM atau Ospek, tapi juga pada keseharian. Waktu sarapan adalah untuk sarapan, waktu tidur adalah untuk tidur, waktu handphone adalah untuk handphone, tapi waktu sarapan bukanlah untuk handphone.  Saat sarapan, sesibuk apapun kamu atau sepanik apapun kamu, usahakan handphone-mu disimpan terlebih dulu. Hindari penggunaan handphone secara berlebihan biar kamu nggak kehilangan waktu yang percuma dan biar nggak terlambat gara-gara sarapan bersama handphone.

 

Telat Mikir

Jangan lama-lama mikirnya! (via blog.jaringanhosting)

Sepatu yang biru hitam atau yang abu hitam, ya?

Ikat rambut warna pink atau yang merah, ya?

Kerudung segiempat atau yang pashmina, ya?

Rok rampel atau celana bahan, ya?

WARNING keras! Hindari semua pertanyaan yang sejenis dengan pertanyaan diatas kalau kamu nggak mau telat. Ayolah, karena semakin lama kamu berpikir, semakin banyak waktu yang terbuang.  Siapkanlah pakaian di malam hari sebelum tidur, biar ketika kamu mau berangkat OBM atau Ospek nggak ribet lagi pilih-pilih pakaian. Dan untuk sepatu, percayalah semahal apapun harganya atau sekeren apapun jenisnya kebanyakan orang nggak bakal terlalu memperhatikanmu. Kecuali kalau sepatumu warnanya merah terang, karena itu melanggar aturan yang ditetapkan untuk maba.

 

Nada alarm yang melow

Tuh kan telat. (via chicagoent)

Kalau kamu tipe orang yang nggak bisa bangun tanpa alarm, maka hindari nada alarm yang melow and slow saat masa-masa kegiatan mahasiswa baru. Meskipun kamu pasang alarm sebanyak 10 kali berselang 2 menit, kalau nada alarmnya melow and slow nggak akan ada pengaruhnya. Pasanglah yang bener-bener rock atau seenggaknya nge-beat sampe bikin kamu melek. Jangan pasang lagu Titanic atau Beauty and Beast karena itu malah buat kamu makin lelap tidur atau bahkan sampe bermimpi indah. Tahu-tahu kesiangan terus nanti pas OBM atau Ospek ditanya kenapa terlambat?

Jawabnya “alarm saya nggak bunyi”

(geleng-geleng kepala) (cakar tembok)

 

BACA JUGA: 5 Jenis Pertanyaan yang Bisa Kamu Tanyakan Pada Sesi Tanya Jawab Kelas dan Cara Praktis Membuatnya

 

Nah, adik-adikku yang manis dan polos-polos, itulah beberapa hal yang harus kamu hindari saat akan menghadapi serangkaian kegiatan maba. Fighting! Karena seluruh rangkaian kegiatan maba sangat sangat bermanfaat buat kamu saat benar-benar kuliah nanti. So, nikmati dan jalani sepenuh hati, Mutiara Indonesia. Dan jangan lupa share kuy, biar temen-temen kamu pada nggak telat gara-gara 5 hal di atas.

Beberapa Bocoran tentang Hal yang Hanya Bisa Kamu Temui di Ospek UI (MABA Wajib Baca!)

Kemarin dunia pendidikan di Indonesia kembali digoncang oleh hectic-nya para lulusan SMA berlomba-lomba untuk mendapatkan kursi di universitas idaman. Universitas Indonesia tentu nggak kalah rame dong. Ribuan calon mahasiswa baru kampus perjuangan ini beramai-ramai memperebutkan kursinya masing-masing. Sekarang pertempuran sengit itu telah usai. anakui.com mengucapkan selamat ya untuk kalian yang berhasil lolos dan diterima di UI. Bagi yang belum diterima cintanya, tetap semangat dan jangan menyerah! Masih banyak kesempatan menantimu.

Nah, bagi kalian yang berhasil memenangkan pertempuran dan resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Indonesia, ini saatnya kamu kepo-kepo apa saja sih yang akan kalian hadapi ke depan sebagai MABA? Sama seperti kampus-kampus lainnya, UI tentu saja memiliki masa orientasi bagi para mahasiswa barunya. Tapi, ada beberapa hal dari ospek di UI yang nggak bisa kamu temui di kampus-kampus lain di Indonesia. Penasaran? Ini dia.

 

Orientasi Belajar Mahasiswa alias OBM

OBM itu seru loh, nambah teman baru! (via storyofvianindya)

OBM merupakan salah satu rangkaian acara awal dalam masa orientasi mahasiswa baru di Universitas Indonesia yang diselenggarakan selama 3 hari. Di OBM ini kamu akan dikenalkan mengenai metode-metode pembelajaran yang digunakan di UI. Mulai dari SCAL, CL (Collaborative Learning), PBL (Problem Based Learning), dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut merupakan sesuatu yang penting ya, karena cara pembelajaran di UI memang berbeda dengan kampus-kampus lainnya apalagi dengan pembelajaran waktu masih SMA.

Selain itu, di dalam OBM ini kamu akan dikenalkan oleh berbagai fasilitas yang diberikan UI. Mulai dari SSO, webmail UI, SIAK-NG, SCeLe, dan banyak hal lainnya. Disini kamu juga akan diajak sedikit berkeliling UI untuk mengenali kampus barumu ini. Oh iya, biasanya yang membimbing jalannya OBM adalah para dosen, jadi selama OBM kalian sedikit banyak sudah bisa merasakan seperti apa kuliah itu. Eits, jangan tegang dulu! Di OBM ini kamu akan tetap have fun kok. Justru pada acara inilah kita bisa mendapat lebih banyak teman dari fakultas-fakultas lain karena dalam satu kelas akan terdiri atas mahasiswa dari berbagai macam fakultas di UI yang pastinya akan jadi seru banget dong untuk ajang berkenalan!

 

BACA JUGA: Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

 

Program Cinta Kampus (PCK)

Cintai kampusmu! (via univ_indonesia)

Nah, acara yang satu ini juga merupakan yang khas dari UI dan mungkin nggak bisa kamu temui di kampus lain. PCK ini merupakan acara yang seru dimana para mahasiswa baru akan terbagi ke dalam kelompok-kelompok besar yang terdiri dari berbagai fakultas. Nantinya setiap kelompok bertugas untuk membawa alat-alat kebersihan, ikan lele, serta burung. Wah buat apa ya kira-kira? Ternyata nantinya para mahasiswa baru akan bersama-sama diajak untuk berkeliling kampus UI hingga ke hutan UI sekaligus!

Dalam Program Cinta Kampus ini, para mahasiswa baru akan disosialisasikan mengenai APAR serta diajak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan kampus. Selain itu, kita juga bersama-sama akan menerbangkan burung-burung yang sudah dibawa oleh tiap kelompok di dalam hutan UI untuk menjaga ekosistem yang ada. Begitu pula dengan ikan-ikan lele yang akan dilepaskan di danau-danau UI. Gimana, seru kan?

 

Paduan Suara

Kuning-kan Balairung! (via idntimes)

Ini nih yang paling khas dan nggak mungkin kamu dapatkan di universitas manapun. Paduan Suara para mahasiswa baru Universitas Indonesia ini memang sudah melegenda sejak dulu. Paduan suara ini akan memakan waktu latihan sekitar 1 bulan selama masa orientasi. Nantinya setiap mahasiswa baru akan mendapat giliran untuk mengiringi wisuda para lulusan UI ini. Sssttt… tahukah kamu? Ternyata hal ini memiliki makna filosofis tersendiri loh! Para mahasiswa baru yang mengiringi pelepasan para wisudawan UI ini melambangkan bahwa banyak yang pergi banyak pula yang datang untuk membangun bangsa ini. Jadi seperti menyerahkan kelanjutan ilmu dari para senior kepada para mahasiswa baru yang akan memulai kehidupan kampusnya.

Walaupun bisa ditebak akan banyak anak mahasiswa baru yang mencoba mangkir dari latihan paduan suara yang cukup ketat ini. Namun, sebenarnya masa latihan ini merupakan momen yang tidak akan dilupakan oleh para mahasiswa UI. Kapan lagi merasakan bernyanyi dan bahkan berjoget bersama-sama dengan teman-teman satu angkatan kamu? Padahal setiap angkatan yang masuk di UI adalah sekitar 7000 orang. Wah seru banget tuh! Belum lagi kalau ada kejadian-kejadian lucu dan tak terduga yang terjadi selama latihan paduan suara ini berlangsung. Pokoknya, jangan sampai melewatkan sepak terjang menghadapi latihan paduan suara ini deh! Karena semua itu hanya terjadi sekali. Apalagi setiap kartu absen di latihan paduan suara tersebut merupakan tiket untuk mendapatkan jaket kuning idaman kamu.

 

Pak Sudibyo

Lagu andalannya Pak Dibyo (via ui_2013)

Siapa sih anak UI yang tidak kenal beliau? Nggak bisa dibohongi lagi kalau sosok bapak yang satu adalah orang yang akan selalu melekat di setiap benak para mahasiswa UI. Bapak Sudibyo yang merupakan dosen dari FISIP UI ini memang orang yang paling fenomenal dan legendaris di kalangan mahasiswa UI. Secara, beliau adalah dirijen dari paduan suara mahasiswa baru Universitas Indonesia sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Jadi, para alumnus UI yang terkenal sukses pun tentu masih mengingat bapak yang satu ini. Beliau merupakan orang yang sangat sabar dan berdedikasi dalam melatih para mahasiswa baru dalam memadukan suaranya. Kelihaiannya itu membuat beliau sempat tergabung dalam film dokumenter “The Conductors” bersama salah satu konduktor ternama Indonesia Adi M.S. Wow… keren kan! Udah nggak sabar dong ya untuk dilatih oleh beliau!

 

BACA JUGA: Keseruan yang Cuma Bisa Kalian Rasakan saat Masih Menyandang Status Maba

 

Itu tadi bocoran mengenai hal-hal yang hanya bisa kamu temui di ospek-ospek UI. Pasti makin nggak sabar nih untuk segera menjalani masa-masa awal menjadi mahasiswa UI dan mengenakan jaket almamater kuning yang keren itu. Nah, untuk tahu lebih jelasnya seperti apa sih rasanya ospek di UI, siapkan saja semua perlengkapan ospekmu matang-matang. Jangan sampai ada yang kena disiplin ya! Selamat menjalani masa orientasi! SEMANGAT!

5 Tindakan yang Harus Kamu Lakukan kalau Merasa Menjadi Korban Bullying

Bullying merupakan tindakan kekerasan yang marak terjadi, khususnya di kalangan anak muda zaman sekarang. Biasanya nih ya, anak yang menjadi korban bullying adalah anak yang cupu, freak, shy away, dan masih banyak lagi. Padahal mah gak seharusnya kita mengucilkan orang berkarakter seperti itu, apalagi kalo anak UI yang ngelakuin, wah diragukan sekali tuh status mahasiswanya.

Akan tetapi, menjelang masa-masa OSPEK kayak gini, pasti adaaa aja satu atau dua senior yang iseng mem-bully juniornya dengan kata-kata khusus yang katanya itu bertujuan biar tahan mental doang, tanpa menyadari kalo seandainya anak tersebut punya pengalaman buruk, merasa terhina, dan mengena ke hatinya—bisa bahaya.

Tapi tenang, sebagai tindakan jaga-jaga biar gak jatoh-jatoh amat percaya diri kamu kalo merasa menjadi korban bullying, anakui.com akan ngasih tau kira-kira apa aja yang akan kamu lakukan. Langsung disimak aja, kuy!

BACA JUGA: Tips Menghadapi Senior di Kehidupan Perkuliahan

 

1. Jangan didengerin ejekan mereka, anggap aja angin lewat

 Jangan didengerin ejekan mereka, anggap aja angin lewat via rumahbacaa
Jangan didengerin ejekan mereka, anggap aja angin lewat via rumahbacaa

Kalau si pem-bully mengejekmu dan kamunya juga gak ambil pusing dengan omongan mereka, ya kacangin aja dia. Intinya ya kamu sendiri yang tau sejauh mana batas toleransi mereka untuk mengejekmu. Kalo kamu merasa masih dalam batas yang bisa kamu toleransi dan paling nanti lewat doang kayak angin, ya cuekin aja, daripada buang-buang waktu dan energi kamu buat menanggapinya.

 

2. Ketika merasa di-bully, jangan nunggu nanti, langsung sanggah dan lawan mereka

Ketika merasa di-bully, jangan nunggu nanti, langsung sanggah dan lawan mereka via cnn
Ketika merasa di-bully, jangan nunggu nanti, langsung sanggah dan lawan mereka via cnn

Kamu harus berani mempertahankan harga diri kamu, apalagi di depan orang banyak. Jangan sampe harga diri dan label kamu jelek gara-gara orang lain. Sebenernya ini relatif sih, kan kamu yang tau sejauh mana perkataan orang dapat menyakiti hati kamu dan mana yang masih bisa ditoleransi. Nah, kalo perkataan mereka gak bisa ditoleransi ini nih yang harus kamu atasi. Caranya ya dengan langsung sanggah dan bantah secara pintar aja.

Ingat ya, jangan pake kekerasan. Kalo kamu pake kekerasan, apa bedanya kamu sama mereka yang udah mem-bully kamu dari awal? Jangan ragu dan jangan takut kalo kamu merasa itu udah kelewatan, karena kalo kamu diem aja ya itu kesempatan emas bagi mereka untuk terus mem-bully kamu.

 

3. Kalau udah gak tahan, laporkan mereka kepada pelindung kegiatan

Kalau udah gak tahan, laporkan mereka kepada pelindung kegiatan via bbc
Kalau udah gak tahan, laporkan mereka kepada pelindung kegiatan via bbc

Ini tindakan yang selanjutnya harus kamu lakukan kalo udah kamu cuekin, udah kamu sanggah, tapi mereka masih aja bikin gelisah dan bikin kamu geregetan. Cara lain adalah dengan melaporkan si pelaku ke pelindung kegiatan, bisa mentor, petinggi-petinggi himpunan, maupun dosen. Biasanya mereka akan mendengarkan kamu, membicarakan baik-baik ke si pelaku, atau yang terakhir akan mempertemukan kedua belah pihak dan mencabut masalah dari akar-akarnya.

Di sini, kamu harus beri tahu dengan jujur dan jangan ada kata gak enakan meski si pelaku adalah senior dan sebagainya. Setelahnya, biarkan mereka memberikan hukuman yang setimpal untuk si pem-bully dan mendamaikan kedua belah pihak.

 

4. Kalau kamu merasa gak punya teman karena selalu di-bully dan dibilang baper, biarin aja, temen gak cuma dia doang

temen gak cuma dia doang via healtheconnect
temen gak cuma dia doang via healtheconnect

Ini nih yang paling sering terjadi. Kamu gak suka sama seseorang karena perkataan mereka merasa mem-bully dan menyakiti hati kamu, udah kamu bilangin baik-baik ke dia tapi dianya malah bilang “Ah elah gitu doang baper lo.”

Padahal setiap orang punya preferences maupun ketidaksukaannya masing-masing akan suatu hal. Kalo misalkan kamu punya pengalaman buruk yang kamu benci banget tapi temen kamu malah mem-bully kamu dengan hal yang berkaitan dengan itu, gimana? Makanya, jagalah sikap dan perkataan. Misalkan temen kamu itu tetep mem-bully kamu terus membuat kamu risih banget, ya tinggalin aja, temen gak cuma dia doang. Anjing menggonggong khafilah berlalu.

 

5. Balas dendamlah dengan cara yang elegan melalui kesuksesanmu

Balas dendamlah dengan cara yang elegan melalui kesuksesanmu via @sianahopkins
Balas dendamlah dengan cara yang elegan melalui kesuksesanmu via @sianahopkins

Ya udahlah, biarin aja dia mau ngomongin kita apa dan ngurusin kita semerdekanya dia. Biarkan waktu dia habis untuk mem-bully mu dan orang-orang lainnya. Sekarang gimana caranya kamu aja buat menunjukkan bahwa kamu sama sekali gak layak di-bully. Kamu bisa mengukir prestasi, menjadi orang hebat dan terpandang, kemudian membuat dia tercengang dan segan. Tetap berusaha mencapai taraf hidup yang lebih baik deh pokoknya!

Di UI udah hampir gak ada kok bully yang bener-bener parah gitu, paling ya ejekan temen biasa buat becanda. Tapi kalo ejekan becandaan itu bikin kamu risih, udah saatnya kamu harus mempertahankan diri kamu dengan gak boleh biarin aja dia mem-bully kamu. Setiap orang berhak hidup bebas dan merdeka dari tekanan orang-orang yang gak penting!

Tips Menghadapi Senior di Kehidupan Perkuliahan  

Di dalam kehidupan sosial manusia, di manapun itu; sekolah, kampus, bahkan dunia kerja, selalu ada yang namanya makhluk-makhluk yang lebih jago dari kita dalam hal apa pun. Jago dalam hal kemampuan, ilmu, atau sekadar jago dalam hal umur—lebih tua. Iya, di mana-mana pasti kita akan ketemu dengan yang namanya senior.

Meskipun di UI sedang diminimalisir banget yang namanya senioritas, tapi tetep aja pandangan junior terhadap seniornya adaaa aja yang “Wah, ada senior tuh, gimana dong gue takut!”

Yup, gak dipungkiri pasti ada beberapa junior yang masih takut-takut kalo ketemu senior, meski gak gigit. Hahahaha. Daripada pusing mikirin seremnya senior, mending kita baca dulu nih, anakui.com punya tips menghadapi senior di kehidupan perkuliahan!

BACA JUGA: OSPEK? Siapa Takut!

 

Iya iya iya

Kadang mereka cuma butuh pengakuan sebagai senior via psamabim-fibui
Kadang mereka cuma butuh pengakuan sebagai senior via psamabim-fibui

Kadang penyebab senior menjadi galak adalah mereka cuma butuh pengakuan sebagai senior. Mayoritas loh ya, gak semua. Meskipun banyak juga senior yang menganggap junior sama rata dengannya, kayak dianggep temen sendiri. Kalo kamu ketemu senior yang galak kayak gini, kamu cuma butuh iya-iya-iya aja kalo dia nyerocos ngalor ngidul nasehatin kamu dan sebagai macem. Pasti dia ngerasa dingertiin dan dipercaya sama juniornya sendiri. Sekali-kali ngalah gak apa lah, ya. Siapa tau ada hikmah atau beberapa hal yang bisa dipetik dari doi.

 

Gerombolan

Duduk secara bergerombolan via meltdown219
Duduk secara bergerombolan via meltdown219

Nah, siapa sih yang akan berani kalo lagi sendirian dan dihadapkan pada kawanan gerombolan? HAMPIR GAK ADA! Kecuali kalo gerombolan semut lawan satu buaya, sekali lep pasti langsung abis hehehehe *apa sih. Sama juga halnya dengan menghadapi senior. Misal kamu takutnya kebangetan mau ketemu atau berurusan sama senior, ajak aja temen-temen kamu baik sejurusan maupun sefakultas, sekampus juga boleh, dijamin senior kamu ini diem dan langsung to the point “Mau ngapain, sih?” Kelar deh urusan.

 

Traktir Dia

Teraktir walau duit pas-pasan via snowsdreams
Teraktir walau duit pas-pasan via snowsdreams

Ini juga nih, siapa pun pasti luluh kalo dikasih sesuatu, apalagi ditraktir. Makanya, pada suatu momen di mana kamu dengan senior tersebut lagi awkward, sepik aja, “Kak gue mau minum nih, lo mau apa? Biar gue yang bayarin. Vodka gimana? Apa alkohol 99,99%?” Dijamin senior itu langsung seger lagi dan kamu dipuja-puja dalam hatinya. Kadang emang nyebelin, uang bisa bikin orang luluh.

 

Tiga Es

Gak usah takut sama serior yang punya muka galak via suaramahasiswa
Gak usah takut sama serior yang punya muka galak via suaramahasiswa

Es batu, es krim, es duren. HEHEHE APA CI. Maksudnya di sini adalah Salam, Senyum, Sapa. Tiap ketemu senior baik yang dikenal maupun gak dikenal, baik yang kamu hapal mati namanya maupun gak tau sama sekali, sapa aja. Seengganya “Halo, Kak” dengan riang dan sumringah. Dijamin dia juga akan luluh dan ngerasa diperhatiin sama juniornya. Masalahnya digubris sama dia ya bodo amat, orang berbuat baik gak akan pernah salah kok.

 

Bawelin Aja

Bawelin sampe dia males ngobrol sama kamu *eh via persperfilmafhui
Bawelin sampe dia males ngobrol sama kamu *eh via persperfilmafhui

Banyak cara sih ya sebenernya buat menghadapi senior. Cara bawel ini juga bisa diterapkan kalo kamu emang anaknya demen banget nyerocos sana sini. Silahkan aja ngomong sepuas-puasnya kalo lagi bingung gak tau mau ngobrol apa sama senior ini, siapa tau kamu bisa menarik perhatiannya dan nemu satu topik yang nyambung, terus tatapan mata… turun ke hati deh. Halah.

 

Kepoin Dulu

Kepoin dulu aja via pixabay
Kepoin dulu aja via pixabay

Karena tipe tiap orang itu beda-beda, kamu bisa ngepoin dulu nih si senior ini di media sosial biar tau apa sih preferences-nya dia, kan kalo udah tau mau ngobrol apa atau ngapa-ngapain jadi lebih ena. He. Sounds creepy sih emang, tapi ya cara pendekatan kayak gini bisa bikin si senior tersentuh hatinya,

“Lo kok tau gue banget, sih? Cenayang, ya?”

 

Lawan

Kalo kelakuan senior ini udah di luar batas wajar, lawan aja via dekaderahma
Kalo kelakuan senior ini udah di luar batas wajar, lawan aja via dekaderahma

Bertolak belakang dengan poin pertama di atas, kalo kelakuan senior ini udah di luar batas wajar (misal randomly nyuruh kamu ngobrol sama pohon pisang sampe dibales), lawan aja. Umur gak berarti apa-apa jika pemikirannya gak jauh lebih dewasa dari anak umur lima tahun yang tau kalo pohon itu gak bisa diajak ngobrol. Lawannya juga dengan cara yang berpendidikan ya, jangan asal tabok. Intinya sih tunjukkin kamu lebih berpendidikan dari senior itu kalo emang dia udah kelewatan.

Gimana? Gak membantu banget kan tips-tipsnya? Ya intinya ini bisa jadi gambaran kamu biar gak takut kalo menghadapi senior. Kalo sebenernya senior tuh pernah jadi junior, kalo sebenernya senior bukan makhluk halus untuk selalu ditakuti. Asal kamu tetap memegang teguh pada prinsip semboyan kita kalo yang lebih tua harus dihormati dan yang lebih muda harus disayang. Got the point?

Hal-Hal yang Akan Ngebedain Kamu di Kehidupan Kuliah dan SMA

Wah, gak kerasa ya ternyata sebentar lagi UI dan beberapa kampus lainnya udah kedatangan dede-dede gemes lagi. Dan seperti biasa, banyak timbul pertanyaan dalam benak mereka, baik dari yang khawatir, penasaran, sampe pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik gak usah dijawab, ngerasain sendiri lebih asik deh pokoknya. Biasanya, pertanyaan yang muncul adalah “Apa sih bedanya kuliah sama SMA?”

Dosennya? Tempatnya? Waktu belajarnya?

Ah, itu mah kita udah tau. Kali ini, anakui.com secara spesifik akan ngasih tau ke kamu-kamu semua kira-kira hal-hal apa aja sih yang akan ngebedain kehidupan kamu di kuliah dan di SMA? Yuk, baca aja biar gak penasaran!

BACA JUGA: Adik-adik SMA, Pahami Hal Ini Sebelum Masuk Dunia Perkuliahan

 

Muka Kamu: Tambah Tua

Saking pusingnya sama matkul, muka lama-lama jadi tua via reyocaesar
Saking pusingnya sama matkul, muka lama-lama jadi tua via reyocaesar

Kata orang, menjadi tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan. Gue tambahin: muka bertambah tua, ya pasti sekali. Iya, di kuliah ini kamu akan dihadapkan pada berbagai macam permasalahan real yang belum kamu dapati sebelumnya. Permasalahan-permasalahan inilah yang membuat kamu berpikir secara terus-menerus sehingga kamu menjadi tua sedikit demi sedikit dan lama-lama capek sendiri.

Gak deng gak juga. Kalo kamu rajin ngerawat diri dan gak stress gitu aja, ketika dihadapkan pada berbagai permasalahan juga nanti muka kamu biasa-biasa aja. Muka mah gak ngaruh, yang penting sikap dan isi otak. Eaaa.

 

Status: Kemungkinan Kecil Berubah

Status: Kemungkinan Kecil Berubah via bacaanmenarik
Status: Kemungkinan Kecil Berubah via bacaanmenarik

Pertama, buat kamu yang jomblo dari dulu, silakan aja berharap di kehidupan kuliah ini status kamu akan berubah karena akan banyak juga ketemu orang baru, tapi admin gak janji banyak ya hehe soalnya ya gitu deh. Berharap sih boleh tapi jangan sedih kalo cuma bertepuk sebelah tangan.

Yang kedua, buat kamu yang lagi in relationship, jangan khawatir, justru kesibukan kesibukan di dunia kampus ini menjadi ajang pembuktian dan pembelajaran seberapa kuat rasa cinta kamu ke doi. Jarak dan waktu bukan penghalang, tapi justru pupuk sebagai rindu yang kelak menjadikannya tambah subur. Ea asik ga tuh?

 

Kerajinan: Mengurang Sedikit

Kerajinan masuk kuliah lama-lama berkurang karena fokus organisasi via ktfuiradhasarisha
Kerajinan masuk kuliah lama-lama berkurang karena fokus organisasi via ktfuiradhasarisha

Kalo dulu kamu di SMA kerjanya belajar, main, dan organisasi sesekali, di kuliah kamu akan dihadapkan pada berbagai macam kegiatan yang menggiurkan banget deh pokoknya, yang pastinya bikin kamu penasaran dan pengen ikut terus. Makanya, hal ini yang menyebabkan prioritas kamu yang katanya pertama a.k.a belajar agak berkurang sedikit demi sedikit sehingga yaaa “Males ah nanti aja nugasnya, nanti aja belajarmya, ah temen gue juga paling udah ngerjain, gue tinggal liat aja deh!”

Gak ya kamu gak boleh gitu. Harus tetep ngimbangin akademik dan non-akademik biar jadi mahasiswa berprestasi hehe.

BACA JUGA: Ini Kata Mereka yang Suka Aktif di Organisasi

 

Pola Tidur: Tak Teratur

Pola Tidur: Tak Teratur via thicorakmeni
Pola Tidur: Tak Teratur via thicorakmeni

Jikalau saat di SMA kamu mempunyai jadwal yang tetap sehingga biasanya pukul 9 malam udah bisa tidur cantik, lain halnya dengan di dunia perkuliahan ini. Di dunia kuliah kamu akan terbiasa dengan pola tidur yang amburadul; tak teratur. Pokoknya bisa kamu tidur pukul 2 karena begadang ngerjain tugas, main-main doang, bahkan gak tidur sekalipun.

Karena ya kuliah gak kuliah sama aja kayak libur, kamu cuma belajar di bangku kuliah paling lama 6 jam, itu pun gak berurutan. Kalo sekolah kan bisa sampe 9 jam, belum lagi di tambah les sana sini. Di waktu-waktu luang perantara kuliah satu dengan yang lainnya itu kamu bisa main-main sampe puas.

Kalo yang kuliahnya regular; dateng pagi, pulang siang, abis itu langsung nongkrong. Itu kuliah apa anak teka? Yang paralel bangun siang, berangkat kuliah, pulang sorean dikit. Lha, itu kuliah apa bimbel?

 

Isi Dompet: Mepet-Mepet

Ya, makan satu lauk hal yang biasa via dedyalimmuzawwir
Ya, makan satu lauk hal yang biasa via dedyalimmuzawwir

Sebagai penyandang status-bukan-siswa-lagi, kamu juga pasti dituntut secara tidak langsung untuk mengatur keuangan kamu sendiri; mulai dari makan, jalan, ongkos, bensin, nongkrong, dan lain sebagainya. Banyak pengeluaran tak terduga yang akan mengacaukan neraca rencana kamu. Tinggal gimana kamu strict sama diri sendiri dan nempatin prioritas pengeluaran aja sih sebenernya, kan tiap orang beda-beda. Manjain diri itu perlu sesekali, asal jangan sampe nyiksa dompet aja. Ingat! Mahasiswa tetaplah mahasiswa. Gratisan adalah vitamin terbaik bagi dompet kamu.

Gimana? Udah tau dong sekarang selain tempat, seragam, dosen, SKS, jadwal kuliah, manajemen waktu, ternyata banyak juga hal-hal yang membedakan kuliah dengan SMA? Ya nikmatin aja, semua pasti ada masa-masa pahit dan manisnya kok. Karena serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

Beberapa Alasan Kenapa Maba Harus Dengerin Seniornya

 

Senior itu batu, kadang banyak ngomong, kadang marah-marah gak jelas, kadang sensi, nyebelin deh pokoknya. Ya, mungkin itu semua bersarang di benak maba dan bikin mereka jadi gak ‘nurut’ sama yang namanya senior. Sok rebel lah istilahnya. Well, berikut ini alasan mengapa senior itu banyak omong dan lain-lainnya.

Experience inside a book

Karena percaya deh, senior itu lebih pengalaman (dalam urusan tertentu) via psamabim
Karena percaya deh, senior itu lebih pengalaman (dalam urusan tertentu) via psamabim

Kenapa ada orang di dunia ini ngebeli buku how to dan banyak orang buka situs-situs lifehack? Pengalaman, itu jawabannya. Perkara tentang jadi maba, senior punya banyak pengalaman, percaya deh tuh. Yang jadi sorotan adalah gimana si senior ini mengaplikasikan pengalamannya.

BACA JUGA: [Sharing] Pengalaman yang Menegangkan Menulis Artikel di anakUI.com

 

Sebagian besar percaya kalau jadi senior yang tegas dan galak, seperti halnya senior ketika mereka masih maba, adalah cara supaya junior mereka gak jadi manja. Ada benernya juga, sih. Gak berarti senior itu jahat, buat apaan juga jahatin anak orang? Siapa tau ada senior yang kelak lulus bareng kalian, kan gak ada yang tau?

 

It’s all to guide you—even to the wrong way

It’s all to guide you—even to the wrong way via psamabim
It’s all to guide you—even to the wrong way via psamabim

Ini bener banget. Ya, apalagi kalau bukan membimbing. Banyak senior yang nge-share tentang pengalaman mereka dengan kuliah A dan kuliah B, betapa gak bergunanya dua kuliah itu untuk masa depan kamu, dan bagaimana dosen A dan dosen B itu lebih asik dibandingin yang lain, gimana caranya bikin tugas A dan tugas B, tukang fotokopi yang mana yang lebih murah dan tempat print mana yang gak ada virusnya, makanan paling enak dan murah di kantin sampai ke senior yang paling cakep siapa namanya.

BACA JUGA: Suka Duka Jadi Maba UI 2015

 

Semuanya untuk ngebimbing kamu, makanya mereka banyak omong. Meskipun gak jarang mereka bimbing kalian ke jalan yang salah. Misal, ya cabut kelas. Trik-trik buat cabut dari kelas, dosen mana yang lemah pengawasannya terhadap absen, dan lainnya. Tapi itu semuakan bagian dari bimbingan. Jadi terima aja. Pilah-pilah sendiri informasinya.

 

Been there, done that

Kata-kata senior tuh ada sabdanya via dpmvokasiui
Kata-kata senior tuh ada sabdanya via dpmvokasiui

Kata-kata senior tuh ada sabdanya. Mungkin kamu gak ngeh, tapi kalau dipikir baik-baik, pasti ada alasan kenapa senior bertindak demikian. Entah itu iseng marahin kalian, suka nyuruh yang aneh-aneh, dan lain sebagainya. Jangan dendam, senior juga pernah jadi maba dan mereka juga melewati apa yang kalian sedang alami sekarang.

BACA JUGA: Cita-cita FKUI in My view

Kadang ada maba yang sombong gak nyapa senior, dan senior jadi marah. See, kalian harus tau bahwa senior itu mungkin aja pernah sombong seperti halnya kalian dulu, they’ve been there and done that. Dan kadang itu semua itu jadi penyesalan, kenapa gak nyapa dan kenalan sama senior. Siapa tau kuliah jadi lebih seru dan lebih mudah dengan kehadiran dan bantuan senior.

 

Nantinya lo juga jadi senior, jadi ya….

Udahlaah, nanti kalian juga bakal jadi senior dan bisa ngerasain via kelompok25
Udahlaah, nanti kalian juga bakal jadi senior dan bisa ngerasain via kelompok25

Ini yang paling klasik. Semua marah-marah sama maba, semua nasehat cerewet panjang lebar tinggi luas volume itu kelak akan dilakukan juga oleh kalian ketika kalian jadi senior. Beneran deh. Pernah beberapa kali ada yang berusaha mengubah dan bahkan menghancurkan sistem itu, tapi gagal.

BACA JUGA: Rombak Sistem Evaluasi Pendidikan Indonesia!

Kenapa? Karena si junior belum tentu meneruskan usaha seniornya. Jadi, kalian dengerin aja senior kalian, toh nanti kalian jadi senior juga kan?

Nah, ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line. Ayo, nurut kek sama senior! XD

Suka Duka Jadi Maba UI 2015

Mahasiswa Baru emang ga pernah lepas dari yang namanya Ospek dan segala cerita yang terdapat di dalamnya. Tapi, tentu aja pasti akan ada banyak hal yang didapatkan di dalamnya, baik suka maupun duka.
Kalo kata salah satu iklan kopi di tipi, “Karena Hidup Banyak Rasa”.

BACA JUGA: OSPEK? Siapa Takut!

Nah makanya Kegiatan Maba ini ada untuk memberikan rasa awal dan permulaan bagi para mahasiswa baru sebelum akhirnya melangkah lebih jauh di dunia perkuliahan ini. So, menurut pengamatan dari kacamata anakUI.com, begini kira-kira suka duka jadi maba UI 2015. Hal-hal yang Menjadi Duka Menurut Maba:

1. Welcoming Maba

Welcoming maba

Siapa bilang welcoming maba ini penuh dengan sambutan-sambutan hangat dan menggembirakan? Mungkin beberapa jurusan ada, tapi nyatanya… Emang bener kok hahaha, di 2015 ini banyak hal-hal yang “mewarnai” pelaksanaan welcoming maba UI. Ada apa aja sih?

  1. Welcoming maba gelombang 1 hujan. Meskipun kita tidak boleh membenci hujan karena itu merupakan sebuah berkah atau musibah, yang pasti saat itu hujan membuat keadaan menjadi ga karuan. Stand makanan kacau, stand jurusan apalagi. Semua berebut berteduh di Balairung.
  2. Welcoming maba gelombang 1 (lagi) cuma satu hari. Kebijakan pemerintah yang memutuskan SBMPTN harus dilaksanakan satu hari berimbas pada welcoming maba ini, jadinya cuma sehari deh. Kenapa gitu sih? Ya karena mencegah yang udah dapet SNMPTN/PPKB ikut SBMPTN lagi. Hidup itu pilihan, bro. Hahaha. Akhirnya, rumpun sosial baru bisa mulai welcoming maba saat hari menjelang sore-malam. Ga apa-apa. Sekali-kali pulang malem. Kan udah mahasiswa. Maba bete. Panitia apalagi. Chuapeque.
  3. Welcoming maba gelombang 2 hari pertama server down. Yha lagi-lagi welcoming maba. 2015 kenapa sih sungguh kasihan? Tidak kok hanya bercanda. Ya meskipun ga lama-lama banget masalahnya tapi cukup membuat panik dan menunggu ya. Tau sendiri kan kalo menunggu itu ga enak?

2. Susah Cabut

1440292413067

1440292423778
Kartu sakti untuk pulang dan pergi. Hehe

Denger-denger sih sekarang susah banget ya cabut KAMABA gara-gara harus pake kartu datang dan pulang? Hahaha. Udah gitu harus delapan belas ya jumlahnya agar bisa ditukarkan dengan Jakun?

BACA JUGA: Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

Ga apa-apa sih, itu tandanya UI telah dapat menemukan cara efektif untuk mengantisipasi maba-maba bandel yang mau cabut KAMABA. Hahaha. Tenang-tenang, semua pasti ada manfaatnya, kok. (klise)

3. Dinamika Angkatan

IMG_20150822_214517
Wah ini nih yang bikin rasa kekeluargaan maba meningkat parah, entah sesaat atau emang akan selamanya hahaha. Well, meskipun kalau boleh jujur masih dibilang kalah jauh sama dinamika angkatan univ-univ lainnya, maba 2015 ini patut diapresiasi lah untuk bikin lambang makara seribet itu saat OKK ditambah dengan tekanan dan senior-senior yang sengaja berdrama untuk merusaknya. lol. Jadi wajar dong kalo ga bagus-bagus amat? Tujuannya kan emang buat mengetes kekompakan maba bukan buat bagus-bagusan. Haha.

Well. Pertanyaan berikutnya yaitu: Emang jadi maba ada sukanya? Siapa juga yang suka jadi maba?

Engga deh becanda. Mau ga mau masa-masa maba itu merupakan masa adaptasi dari dunia SMA ke perkuliahan yang harus kita lewati. Tentu aja banyak sukanya, mulai dari cinta univ yang lagi anget-angetnya karena menghafal lagu-lagu mahasiswa kenalan baru, temen baru, atau bisa jadi… pacar baru hahaha.

Secara ga langsung, status maba juga membuat kita sadar bahwa roda itu berputar, yang tadinya senior kelas dua belas sekarang kembali lagi jadi junior. Maba tuh enak kok tinggal mengikuti rangkaian acara dengan duduk manis kalem merhatiin, pasti ada yang bikin seru dan bermanfaat.

Jadi jangan pernah menyesal kalau teman-teman telah mengikuti semua rangkaian kegiatan tersebut selagi jiwa raga masih mendukung. Karena serunya jadi mahasiswa baru tidak akan terulang dua kali!

Maba mana suaranyaaaa? Yuk share artikel ini via Facebook, Twitter, Google Plus, WhatsApp, dan Line ke temen-temen jurusan kamu sesama maba, yang senasib sepenanggunangan.

Next, semakin banyak temen-temen yang kamu miliki pas jadi maba. Itu juga loh yang bakal jadi temen yang bantuin kamu nanti pas di dunia kerja. Biasanya…

Hasil Wawancara Menarik “BMKG” dengan Maba UI

Sejak maba berdatangan ke UI, sudah ada beberapa tulisan yang membahas maba. Namun, tulisan itu kebanyakan membahas maba dari mata senior, entah itu bentuknya nasihat atau malah mereka dijadikan obyek pembicaraan, misalnya cara deketinnya. Kali ini, anakui.com telah mewawancari maba UI dan akan menampilkan hasil tanya jawab tentang mereka dan UI.

BACA JUGA: Biar Gak Nyesel di Kemudian Hari, Jangan Lupa Buat Lakuin Ini Pas Jadi Maba

BMKG (Badan Mahasiswa Kurang Kerjaan) telah merumuskan beberapa pertanyaan dan mewawancarai tiga maba. Satu laki-laki (sebut saja Difa), satu perempuan (sebut saja Audi Amanda), dan satu unisex (gak usah disebut). Agak gak jelas apa yang dia maksud dengan unisex, and at this point, BMKG is too afraid to ask. Ini hasil wawancaranya.

Menyambut maba via psamabim
Menyambut maba via psamabim

BMKG: “Tau anakui.com?”

Audi: Tau.

BACA JUGA: Sejarah AnakUI.com

Difa: Enggak.

Maba unisex : Tau.

BMKG: “Tau dari mana?”

Audi: Kemarin lagi nyari-nyari info tentang UI dan liat artikel dosen galak. Ternyata itu ada di anakui.com

Maba unisex: Lagi ngepoin senior, terus salah klik.

BMKG: “Oke… ngapain masuk UI?”

Audi: Dari dulu udah mau masuk UI, Kak. Kayanya saya udah ditakdirkan gitu. Tadinya daftar FEB tapi ama guru BK sekolah dibilang kamu gak bakal masuk, nilai kamu gak terlalu bagus. Eh, ternyata temenku yang nilai rapotnya lebih jelek bisa masuk. Jadi sedih deh.

Difa: Saya udah pernah kuliah sebelumnya, Kak, anak teknik. Tapi karena di kampus lama ospeknya digebukin, saya gak kuat terus pindah. Di UI gak bakal ditabokin kan, Kak?

Maba unisex: Pengen kuliah, Kak. Katanya UI bagus.

BMKG: “ Enggak bakal ditabokin kok. Harusnya yah. Anyway, apa sih,  first impression kalian tentang UI?”

Audi: Waktu pertama kali ke sini, saya ngerasa deg-degan, Kak. Saking deg-degannya, dan ditambah saya gak tau jalan di UI, saya jadi nyasar deh pas mau crosscheck raport ke Balairung. Sempet muterin UI gitu. Ribet jalannya. Tapi pas liat perpusnya, keren banget , Kak.

BACA JUGA: 5 Tontonan Favorit Anak Mac Room di Perpustakaan Pusat UI

Difa: Keren kak, kompleks perkuliahan gitu, banyak taman sama ada danau-danau juga. Saya waktu pertama ke sini naik motor, sempet keliling-keliling. Perpustakaanya emang bagus sih, Kak. Karena masih maba dan denger-denger gak boleh ke kantin fakultas, jadi nongkrongnya di perpustakaan.

BACA JUGA: 4 Fasilitas di Perpusat UI Ini Bikin Kamu Komentar, “Ini Perpustakaan apa Mall?”

Maba unisex: Itu kapal apaan, Kak di danau? Boleh naik gak?

BMKG: “Hah? Oh, itu kapal punya Teknik Perkapalan. Kalo kamu sih kayanya gak boleh naik. Tapi coba aja gih. Kalo berani…”

Maba unisex: Oke. Nanti deh abis wawancara.

BMKG: “ …oke. Lalu, boleh ceritain gak, pengalaman kalian saat registrasi ulang?”

Audi: Capek kak. Saya di sini dari jam 9 pagi baru pulang jam 9 malem. Disuruh datengnya jam 11, tapi saya dateng jam 9 aja biar cepet. Eh, ternyata ngantri banget, lama, terus selesai registrasi masih harus diajak keliling-keliling sama kakak-kakak OKK. Lamaaa banget. Untungya stand fakultas udah bubar, jadi gak tambah lama. Itu aja sampe jam 9 malem. Sekitar 12 jam loh, Kak.

BACA JUGA: Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

Difa: Sama, Kak. Saya di sini dari jam 7 dan baru pulang dari UI jam setengah 7, itu pun karena kakak-kakak di stand fakultas gak mau lama-lama karena udah kelamaan.

Maba unisex: Saya cepet kok, Kak. Cuma dateng, daftar, terus pas diminta ke stand-stand gitu, saya pulang.

BMKG: “Kok kamu bisa pulang duluan?”

Maba unisex: Bisalah. Kan saya males. Dan saya pinter. Jadi saya kabur.

BMKG: “Waduh, maba kriminal. Potensial nih yang begini.”

Maba unisex : Makasih kak.

ilustrasi wawancraain maba via commdeptfisip
ilustrasi wawancraain maba via commdeptfisip

BMKG: “Langsung ke pertanyaan selanjutnya aja ya. Gimana ekspektasi kamu tentang ospek?”

Audi: Semoga gak terlalu bikin capek. Saya lihat tugasnya sih lumayan banyak, tapi saya tetep ikut. Harusnya sih gak aneh-aneh kan, ya?

BACA JUGA: Pro dan Kontra OSPEK

Difa: Kemarin saya ketemu sama komisi disiplin di PSAF kak. Cantik. Kalo diapa-apain sama kakak yang itu, saya mau deh.

Maba unisex: Kata kakak saya yang alumni sini, ikutnya PSAF aja. Saya nurut aja.

BMKG: “ Kok gitu?”

Maba unisex: Saya lebih percaya kakak saya dibanding kakak-kakak yang di registrasi. Kan belum kenal sama mereka.

BMKG: “Pertanyaan terakhir nih. Hal terburuk yang pernah dibilang sama senior?”

Audik: Ga ada sih kak. Senior saya pada baik-baik. Pada bilang saya cantik.

Difa: Kakak yang cantik itu bilang ‘Dek, liat ke depan.’ Padahal kan saya mau liatin dia.

Maba unisex: Dasar mesum! Saya waktu kemarin ketemu senior dia bilang, “Tahun depan ikut simak lagi ya.”

BMKG : “Oke, baiklah, makasih ya udah dateng dan nyempetin mau wawancara. Semoga cepet lulus.”

Lalu berakhirlah wawancara singkat dengan maba sore itu. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter & Line supaya maba lain juga bisa tau tentang maba, dan mungkin mereka akan setuju sama maba-maba yang diwawancara.

 

Biar Gak Nyesel di Kemudian Hari, Jangan Lupa Buat Lakuin Ini Pas Jadi Maba

Atensi, maba UI! Penyesalan selalu datang di akhir, iya gak? Iyalah, kalau datengnya di awal namanya registrasi. Kuliah juga begitu. Kamu gak akan selamanya jadi maba UI (kecuali kamu iseng ikut dan keterima SIMAK tiap tahun, but who does that?) dan percayalah sabda dari yang udah bukan maba, bahwa ada hal-hal yang harus kamu lakukan mumpung kamu jadi maba.

Masa-masa orientasi

Ikuti seluruh rangkaian orientasi via kabarnesia
Ikuti seluruh rangkaian orientasi via kabarnesia

Sempat terlintas dipikiran untuk gak ikut rangkaian kegiatan orientasi? Buang pikiran itu jauh-jauh. Spoiler aja nih ya, kalau kamu yang masih maba pengennya langsung kuliah aja biar cepet lulus, dude, ain’t no fast-forward ‘round ‘ere! Seberapa pun kebeletnya kamu mau keluar dari UI, kamu baru masuk. Ikut kegiatan orientasi itu hal yang natural, sesuatu yang memang harus kamu alami. Dan percayalah ketika kamu sudah menyelesaikan dua semester pertama, kamu akan kangen masa-masa orientasi. Kuliah berat, Bung.

Oke, akhirnya kamu tertarik untuk ikut, dan kamu ngikut-ngikut aja. Jangan! Totalitas dong. Spoiler lagi nih, kamu harus akrab-akrab deh tuh sama temen-temen OBM, OKK, PSA dan lainnya. Bikin grup Line atau grup Whatsapp deh, keep in touch. Itu yang disesali beberapa senior karena gak sempet menjalin tali kasih—ehm, tali silaturahmi sama temen-temen OBM dan OKK selama perkuliahan. Apa serunya kalau temenan cuma sama temen satu fakultas atau malah satu jurusan? Sana keliling UI. On the bright side, siapa tau selesai kuliah temen OBM ada yang nikah dan kamu diundang; kan enak makan gratis.

 

Aktif di Organisasi

Aktif di organisasi via agungharis
Aktif di organisasi via agungharis

Kalau kamu tau lagu Lost stars, ada potongan lirik yang cocok buat menggambarkan fenomena ke-maba-an ini. Youth is wasted on the young. Iya banget! Masa-masa maba kamu yang kalau dilihat dari ukuran senior telat lulus adalah kamu remaja pemuda-pemudi muda belia sementara yang telat lulus itu udah bisa dipanggil Om atau eyang. Mumpung masih muda dan belum terlalu memikirkan cara lulus dari UI (you’re literally just arrived, masa iya udah mau ciao lagi?) kamu harus cicip aktif di organisasi-organisasi yang ada di UI!

Kenapa?

Satu, kamu akan dapet banyak temen, pengalaman, pengetahuan, dan memori tak terlupakan. Kamu baru masuk, SKS aja dipaketin, so you shouldn’t have worry too much soal akademik karena memang itu udah disetel supaya kamu gak keteteran sebagai maba. I mean, matkul kamu ada MPKS MPKO, dek. Apa yang harus dikhawatirkan? Sana ikut oprec sebelum nyesel.

 

MPK

MPK UI via fikui
MPK UI via fikui

Duh, maba banget yah. Bukan, MPK ini bukan MPK yang kaya di SMA kamu! MPK di sini adalah sepotong judul mata kuliah kamu selama kamu jadi maba. Yup, akan ada MPKT A, MPKT B, MPKS/MPKO.

Terus?

Spoiler lagi, bahwa kalau kamu gak rajin-rajin dan gak pinter-pinter banget, akan susah mempertahankan IPK 3, sesuatu kalau kamu tidak memanfaatkan mata kuliah yang diberikan UI ini. Mereka adalah ladang nilai! Kalau bisa straight A, hajar! IP dan IPK membumbung tinggi menghiasi SIAK kamu kemungkinan hanya bisa terjadi di awal semester.

Ada yang bilang matkul ini nilainya tergantung dosen. Ada yang baik banget, ada yang rada iseng ngasih nilai. Itu gak perlu dipikirkan, kalau emang rezeki ya kamu akan dapet bagus. Yang jelas, jadikan matkul ini prioritas dan target nilai A. Lagipula, matkulnya asik kok, ada temen-temen lintas jurusan yang mungkin aja jodoh kamu. Kalau soal ilmunya, yaaah, you’ll learn something lah. Somehow.

 

Birokrasi

Gak cuma mahasiswa, kenalan juga sama orang rektorat hingga satpam via tubagusramadhan
Gak cuma mahasiswa, kenalan juga sama orang rektorat hingga satpam via tubagusramadhan

Salah satu penyesalan lain adalah perkara birokrasi dan dosen. Let me break this down a bit: kelak akan ada banyak momen yang mengharuskan kamu, mahasiswa, untuk ‘berdialog’ dengan orang-orang dari birokrasi (contohnya pegawai dekan ataupun kemahasiswaan, tapi mostly semua pegawai UI sampai ke satpam dan lain sebagainya). Kalau kuliah ada terms & conditions nya, sumpah, ini harusnya dimasukin: sebisa mungkin kenali siapa lawan bicara kamu.

Oke, kamu memang dateng cuma mau ngurus sks atau mau nanya-nanya perkara akademis sepele. Tapi kamu akan nyesel kalau kamu gak kenal sama orang-orang birokrasi atau pegawai UI di kampus kamu karena mereka juga bagian dari hidup kamu selama kuliah. Gak ada salahnya kan kenalan dan berlaku sopan sejak pertama bertemu, daripada kaku-kaku gak jelas? Siapa sih yang gak mau bantuin orang yang baik dan sopan? Mungkin aja kalau kamu kenalan sama orang birokrasi, kamu akan diberi informasi yang lebih lengkap atau kelewat lengkap, bahkan diberi privilege untuk ngurus berkas lebih cepet. Atau kalau kamu lagi sulit cari tempat parkir atau mau titip motor, kamu kenal sama satpam dan bisa aliansi dengan dia. Makes sense, kan?

Ayo maba share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya temen-temen maba yang lain tahu harus apa dan bagaimana ketika momen jadi Maba itu tiba! Seniornya juga kalau ada penyesalan atau saran lain untuk dede-dede maba, boleh banget elaborate lewat komentar ke tulisan ini!

Mimin ingin berbagi tips juga nih cara membaca karakter temen-temen baru kamu di kampus: Beberapa Karakteristik Teman yang Bakal Kamu Temui Saat Jadi Maba.

Beberapa Karakteristik Teman yang Bakal Kamu Temui Saat Jadi Maba

Haloo maba-mabaaa! Eciye, anak UI nih. Nanti dapet jakun, nih. Ikut DWP nih. Buka SIAK NG Perdana, nih. Most of all, temen baru! Yah, memang masa-masa yang indah itu yang namanya jadi maba. Mungkin segala kegiatan ospek yang merajalela memang menyita tenaga, tapi semangat dong, kan baru masuk UI!

Jadi maba selama ospek adalah masa-masa yang unik, karena kamu hampir selalu bertebaran di perpus UI karena masih ‘enggan’ main ke fakultas. Lalu, kamu dikelilingi temen-temen baru yang masih jaim. Pasti kamu kadang mengira-ngira, temen barumu yang satu itu tuh aslinya gimana, sih? Nah, andai kamu memperhatikan, kamu bisa tahu karakter temen baru kamu itu, meskipun gak akan tau sepenuhnya, at least kamu bisa ngerti itu orang yang kaya gimana.

 

Si Cerdas

Si cerdas (Sumber:)
Si Cerdas (Sumber: Photo Credit: Jirka Matousek via Compfight cc)

Si cerdas? Iya si cerdas. Bukan si pinter yah, karena seharusnya semua yang berhasil menjejakkan kaki jadi mahasiswa UI itu emang pinter. Tapi dosis kecerdasannya tentu berbeda. Penting banget untuk tahu siapa-siapa aja yang memang pinter. Kenapa? Ya, biar ada aliansi ketika dihadang tugas di kemudian hari.

Si cerdas ini bisa dilihat dari cara dia berbicara. Solutif dan terstruktur. Ketika yang lain cuma bisa cuap-cuap sok ide ‘mending gini aja, daripada gitu’, dia bakal bilang ‘gak salah sih, nilai plusnya dari gini itu blablabla, tapi saran gue mending kita gitu aja, karena meskipun gini blablabla, gitu lebih blablabla dan toh lagian gitu kan gak capek, lebih efektif blablabla’. Beda jauh kan? Dia secara instan bisa bikin perbandingan plus dan minus sesuatu cuma gara-gara gak mau capek.

 

Si Fergie

Tipe si Fergie
Tipe si Fergie

Tau Black Eyed Peas kan? Iya, Fergie yang itu. Bukan Sir Alex Ferguson. Kenapa Fergie? Paling cocok dibilang gitu karena mostly, mereka cakep kaya Fergie (which means, ini cewek yah. Kalo cowok mirip Fergie, kacau dunia persilatan.). Kamu tahu kalau temen barumu itu ‘si Fergie’ kalau kamu mau perhatiin. Fergie ini, milih-milih tempat duduk. Dia gak mau duduk di tempat yang ‘kotor’ dan gak mau tasnya berada di permukaan yang sama dengan tempat kakinya napak. Karakteristik lain: coba inget-inget lagu-lagunya Fergie & BEP. Benar! She got me spendin’ (lirik lagu My Hump) itu pasti, karena ketika yang lain ngajak makan, dia malah ngajak ke Starbucks. Girl, ain’t nobody wanna eat in starbucks. Harga kopinya si Fergie bisa buat kamu makan tiga hari.

 

Si Rajin

Tipe rajin. tiada hari tanpa nyatet. (Sumber:)
Tipe rajin. Tiada hari tanpa nyatet. (Sumber:Photo Credit: CAFNR via Compfight cc)

Gampang banget liatny. Dia hafal segala jadwal, dia punya data segala aktivitas kampus, dan dia selalu ngajak ngerjain tugas. Ngobrolnya selalu tentang tugas, nanya ‘Eh, lu udah belom?’, tapi aslinya dia sendiri udah selesai. Agak sedikit ambisius, mending kamu main sama dia deh. Beda sama kecerdasan, rajin itu menular. Siapa tau kamu jadi rajin juga ‘kan? Rajin itu baik buat kesehatan loh. Terutama kesehatan akademik.

 

Si Gokil

Adanya dia bisa hidupin suasana. (Sumber:)
Adanya dia bisa hidupin suasana. (Sumber:Photo Credit: Jirka Matousek via Compfight cc)

Lebih gampang liatnya daripada si rajin, orang gokil. Seru. Kalo dia buka mulut pasti yang lain ketawa. Kerjaannya nyeletuk dan jailin orang, kasih komentar gak penting tapi semua bisa maafin ya karena memang dianya hilarious. Ketika ngomong di forum, pasti becandaan. Tapi ketika ngomong personal, dianya bisa diajak kompromi dan bahkan bisa serius juga. Itu yang ngebedain dari yang ‘seru’ sama yang sekadar tukang jail yang caper biar dikata seru.

 

Lockbox

Tipe lockbox. (Sumber:)
Tipe lockbox. (Sumber:)

Lockbox ini yang sebenarnya selalu ada di antara temen baru, atau malah bisa dibilang lockbox ini merupakan fase yang dilalui semua maba. Semua maba pasti sempet jaim-jaim gak jelas, berusaha untuk kalem dan pendiem, gak berusaha menarik perhatian. Nah, itu lockbox. Lockbox yang asli juga sebenernya lebih suka mengamati dan diem, ngomong kalo diajak ngomong aja.

Apa yang istimewa dari lockbox? Ya kamu baru bisa liat setelah si lockbox ini terbuka. Seorang lockbox bisa aja si rajin atau si cerdas yang belum mau menunjukkan diri, si gokil yang masih terikat moral dan belum bisa adaptasi. Atau, mungkin dia adalah si gokil yang cerdas nan rajin. Dianya mah diem-diem aja dulu.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line! Mungkin temen-temen yang lain bisa dapet sesuatu dari tulisan ini perkara karakteristik temen barunya yang dari kemaren diem aja di pojokan.

Tulisan lain yang bermanfaat untuk Maba UI nih: Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

Ini Beberapa Alasan Kenapa OKK Itu Penting Buat Maba!

Hayo lagi searching apa tiba-tiba nyasar ke sini? Hahahaha. Sebelumnya anakui.com mengucapkan minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Selama masih ada iklan sirup dan biscuit lebaran di tipi, itu tandanya masih dalam suasana lebaran, ya. Kami mengucapkan selamat datang juga kepada para mahasiswa baru Universitas Indonesia jalur NMPTN, PPKB, SBMPTN, maupun SIMAK. Selamat berjuang di kampus perjuangan!

Dedek-dedek unyu ini pasti seneng dong keterima di jurusan yang diinginkan? Tentu saja. Selalu ada dua hal yang berkecamuk di batin maba: 1. Seneng karena udah masuk di kampus impian. 2. Ngedown gara-gara inget OSPEKnya, pasti akan dimarahin dan sebagainya. Tentu saja. Hahahaha.

Well, OSPEK di UI itu ada macam-macam jenisnya. Ada yang di tingkat UI, Fakultas, maupun Jurusan. Tergantung kultur dan kebijakan masing-masing himpunan mahasiswa di jurusan itu sendiri. Nah, bicara tentang OSPEK, pasti temen-temen pada kepo, “ngapain aja sih?” “wajib ga sih?” atu bahkan… “boleh cabut nggak sih?”

Kamu bakal lebih mengenal dunia kampus dengan ikut OKK
Kamu bakal lebih mengenal dunia kampus dengan ikut OKK via UI.ac.id

Tenang-tenang, sebagai mahasiswa yang baru masuk dan sedang merasakan masa transisi dari dunia sekolah dan perkuliahan, pertanyaan tersebut wajar-wajar aja kok, bahkan mahasiswa tingkat atas juga sering kepo. Nah, untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita analisis dulu lebih mendalam sebenernya OKK, PSAF, PSAK, MADK, dan namanya yang masih banyak itu tujuan dan manfaatnya buat apa sih?

  1. Kamu bisa lebih mengenal teman-teman satu angkatan kamu, karena nanti ke depannya kamu pasti butuh relasi bukan hanya temen-temen terdekat, tapi temen sejurusan, sefakultas, ataupun sekampus. Bukan hanya temen seangkatan malah, senior pun bisa. Kalo mau ikut kepanitiaan ataupun organisasi nantinya juga jadi mudah dan nyaman. Nah, kegiatan ini penting banget kamu ikutin buat nambah relasi dan kenalan tersebut tanpa perlu gengsi-gengsi, karena semua dalam kondisi dan derajat yang sama; maba yang lagi ikut OSPEK. Hahahaha.
  2. Nambah pengalaman. Ga munafik sih, pasti selalu ada orang yang berkata “ngapain nambah pengalaman dengan cara yang kayak gitu?” Cara yang kayak gitu, gimana, maksudnya? Hahaha. Jangan pernah tertipu atau terpengaruh orang dengan perkataan seperti itu. Pertanyaan tersebut hanya menimbulkan mindset di kepala kamu bahwa kegiatan ini sepenuhnya capek dan ga ada manfaatnya. Justru kegiatan ini merupakan pengalaman pertama kamu yang bisa kamu ceritain ke temen-temen ataupun orang-orang terdekat kamu nanti, bahwa bukan cuma masuk UI yang butuh perjuangan—setelah masuk di dalamnya, kita juga harus tetap berjuang.
  3. Adaptasi. Sebagai mahasiswa baru yang baru beralih dari sekolah ke perkuliahan, pasti kamu butuh banget yang namanya adaptasi. Nah, adaptasi itu beda-beda tiap orang, ada yang mudah, dan ada yang sulit, tergantung tipe kepribadian orang itu sendiri. Dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, secara ga langsung kamu telah dibantu untuk beradaptasi mengenal lingkungan kampus dan segala sistemnya yang akan kamu hadapi beberapa tahun ke depan. Di acara-acara tersebut juga kamu akan merasa bahwa ga cuma kamu yang sedang beradaptasi, temen-temen kamu juga banyak, kok. Jadi ya dibawa asik aja.

 

Kesimpulannya… Cabut OKK, PSAF, PSAK, MADK itu… Boleh. Loh kok boleh, kenapa?

  1. Ga ikut kegiatan tersebut ga bikin kamu ga bisa kuliah kok. Iya, kamu tetep bisa mengikuti kegiatan perkuliahan seperti biasa yang kamu tuju dari awal memilih jurusan tersebut. Kegiatan di atas bukanlah prasyarat untuk mengikuti kegiatan perkuliahan.
  2. Kamu masih bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang ada di UI tanpa harus ikutan kegiatan di atas. Perpusat? Bisa. Kantin? Bisa. Bikun? Bisa. Spekun? Bisa. PKM? Bisa. Ga ada yang peduli kamu ikutan OSPEK apa engga untuk dapat menikmati fasilitas tersebut. Kalo udah tanda bukti yang menunjukkan bahwa kamu civitas academica, ya apapun bisa.
  3. Kalo kamu anaknya asik dan bisa memposisikan diri dengan baik, ya gampang-gampang aja cari temen… Meskipun first impression diri kamu oleh teman-teman kamu akan beda banget setelah temen-temen kamu ikutan kegiatan itu sementara kamu engga.
Efek samping kamu ga ikut OKK, yaitu kamu kehilangan kesempatan emas untuk berteman dengan orang-orang hebat antar fakultas di UI !
Efek samping kamu ga ikut OKK, yaitu kamu kehilangan kesempatan emas untuk berteman dengan orang-orang hebat antar fakultas di UI ! suaramahasiswa.com

Ga ada yang mewajibkan kamu ikut semua kegiatan di atas layaknya kamu diwajibkan sholat lima waktu ataupun puasa ataupun beribadah kepada Tuhan yang akibatnya ya kamu tau sendiri. TAPI… Pasti ada juga dong efek sampingnya kalo kamu ga ikutan kegiatan tersebut?

  1. Susah nyari temen. Jujur deh, temen-temen kamu yang ikut kegiatan tersebut pasti udah saling kenal duluan sebelum kamu. Sementara kamu yang ga ikutan pasti jadi asing di mata mereka dan begitu melihat kamu tiba-tiba muncul di antara mereka, muka temen kamu langsung berubah dan berkata “ini siapa ya… kok waktu itu ga ada?” Selalu ada diskriminasi kecil meskipun kita udah dilarang membeda-bedakan manusia. Tapi yang namanya OSPEK itu butuh berjuang sama-sama, dan ketika kamu ga ikutan karena leyeh-leyeh di rumah sementara nanti tiba-tiba ikutan ngumpul… ya udah pasti pandangan awalnya beda. Kecuali kamu ga ikutan dengan alasan yang bener-bener bisa diterima.
  2. Tertinggal selangkah di belakang. Yup, kalo temen-temen kamu yang ikutan kegiatan di atas itu udah dibekali berbagai macam hal dan wawasan tentang kampusnya sementara kamu engga, udah pasti kamu akan ketinggalan selangkah di belakang. Sebesar apapun usaha kamu untuk nyari di internet atau sumber lain, pasti akan ada informasi yang cuma bisa didapetin dan paling gampang dicerna dari mulut ke mulut.
  3. Ga punya cerita. Ini nih yang menyedihkan. Di saat temen-temen kamu ngumpul, pasti akan ada suatu momen di mana ngomongin masa-masa OSPEK masing-masing. Tentunya akan banyak juga cerita lucu maupun nyebelin yang akan muncul. Nah, kalo kamu ga ikut kegiatan di atas… apa yang mau diceritain? Kadang kamu harus keluar dari zona nyaman dulu sekali-kali agar merasakan serunya dunia. Hahahaha. Percaya deh, ikut kegiatan di atas ga bikin kamu rugi-rugi banget, kok…

Jadi, gimana? Masih ada niat buat cabut, nggak? Coba pikir ulang lagi. Mahasiswa yang bergabung di keluarga besar Universitas Indonesia itu pasti adalah putra putri terbaik bangsa. Mumpung bisa bertemu dengan teman seangkatan dari beda-beda fakultas. Bikin relasi seluas-luasnya dengan siapa saja pas OKK.

Siapa tau bisa jadi rekan bisnis, mitra bisnis, teman di jaringan profesional, teman di dunia industri setelah lulus. Semakin luas relasi yang kamu punya, dikemudian hari pas kamu udah lulus bakal kerasa banget manfaatnya, yakin deh! Share tulisan ini via Facebok, Twitter dan Line supaya mereka yang pengen cabut pas OKK UI, mikir dua kali!

Pro dan Kontra OSPEK

Libur lebaran telah usai, kini tiba waktunya bagi para mahasiswa baru untuk siap-siap merantau ke daerah tempatnya mengenyam bangku perkuliahan dan mempersiapkan segala perlengkapan, fisik, dan mental pra-perkuliahan atau yang biasa disebut dengan OSPEK. Anw, yang masih menerka-nerka apa itu kepanjangan OSPEK, daripada nanya mbah gugel lagi mending tak kasih tau ya. Jadi, OSPEK ini merupakan singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Gitu.

Di UI sendiri, OSPEK sudah tidak asing lagi didengar di telinga mahasiswa. Semua mahasiswa pasti pernah merasakan manis dan getirnya perjuangan OSPEK itu sendiri. Akan tetapi, siapa sangka bahwa sampai saat ini OSPEK masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Apa saja ya kira-kira? Berikut anakui.com menyimpulkan pendapat yang pro dan kontra terkait dengan hal ini.

Tak selamanya ospek itu menyedihkan
Dengan mengikuti OSPEK kamu bisa lebih dekat dengan teman-teman seangkatan! via wepreventcrime.org

Pro Terhadap OSPEK

OSPEK merupakan sarana awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi terhadap kehidupan kampusnya. Mereka akan lebih mengenal lingkungan kampus, sistem, maupun organisasi-organisasi yang dapat mengembangkan minat dan bakat mereka nantinya.

  1. OSPEK melatih mahasiwa baru agar lebih disiplin. Semua rangkaian kegiatan dalam acara OSPEK ini telah disusun dengan rapi dan sistematis serta memiliki tujuan khusus, sehingga mahasiswa baru sudah sepatutnya mengikuti semua kegiatan OSPEK dengan disiplin dan tepat waktu.
  2. OSPEK membuat mahasiswa baru lebih dekat dengan teman-teman satu angkatannya, juga dengan senior yang akan mereka temui setiap hari nantinya. Hal ini sangatlah berguna untuk menjalani kehidupan perkuliahan, karena di dunia perkuliahan tidak ada yang dapat benar-benar berjuang sendiri tanpa bantuan orang lain.
  3. Jangan ambil sedih dan pahitnya, pasti OSPEK ini menjadi cerita bagi mahasiswa baru nantinya. Dibentak dan harus mengerjakan berbagai macam tugas itu wajar dalam OSPEK, karena merupakan salah satu bentuk adaptasi. Lakukan aja yang terbaik, nanti juga jadi pengalaman yang seru dan bisa diceritain ke teman-teman dan adik-adik di bawah kamu, kok.
  4. Selain itu juga karena kamu ikut OSPEK, kamu juga bisa tau tempat kantin di UI yang demure (dekat, murah, enak). Belum lagi sarana penunjang belajar yang berstandar di Internasional yang wajib kamu cicipin, yaitu perpustakan UI. Itu baru sedikit manfaat dari ikut OSPEK loh!
Yakin deh senior kamu di UI sudah membuat program terbaik untuk masa OSPEK kamu
Yakin deh senior kamu di UI sudah membuat program terbaik untuk masa OSPEK kamu via wepreventcrime.org

Kontra Terhadap OSPEK

  1. OSPEK itu buang-buang waktu, apalagi jika menggunakan atribut yang aneh-aneh. Silahkan lihat di luar negeri yang telah maju di sana, apakah mereka menggunakan cara OSPEK seperti di Indonesia untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang sukses?
  2. Kata siapa OSPEK akan berkesan bagi para mahasiswa baru? Banyak cara yang dapat membuat pengalaman berkesan bagi mahasiswa baru. Justru dengan rangkaian kegiatan OSPEK yang penuh dengan tugas, tensi, dan tekanan, akan membuat kesan yang buruk dan menurunkan semangat baru para mahasiswa baru.
  3. Tidak mengikuti OSPEK bukan berarti tidak dapat menjalani perkuliahan dengan sukses. OSPEK hanya permulaan. Hanya awal. Tujuan berkuliah adalah untuk menimba ilmu, sedangkan masalah OSPEK seharusnya adalah pilihan bagi tiap individu, apakah mau mengikutinya atau tidak. Tidak ada peraturan yang mengharuskan mengikuti OSPEK sebagai syarat menjalani perkuliahan nantinya.
  4. Sebagian besar panitia OSPEK hanyalah mengambil peluang ini untuk bermain-main, menjaili mahasiswa baru dengan segala kekuasaan yang dimilikinya. Mereka juga menjadikan OSPEK sebagai ajang balas dendam akan perlakuan OSPEK tahun yang lalu. Akan begitu seterusnya.

 

Well, OSPEK ini masih menjadi kultur dalam penyambutan mahasiswa baru di Indonesia. Bagaimanapun juga, mahasiswa baru membutuhkan orientasi dan sarana untuk mengenal lebih jauh tentang kampus yang akan menjadi tempatnya menimba ilmu untuk beberapa tahun ke depan.

Semua hanya masalah pengemasan OSPEK itu sendiri, apakah diisi dengan materi-materi yang bermanfaat dan berguna ataukah hanya berisi omong kosong dan hal yang membuang-buang waktu. Kalau menurut kamu, OSPEK itu gimana? Jangan lupa share tulisan ini via Facebok, Twitter dan Line ya!

OSPEK? Siapa Takut!

Wah, judulnya nantangin banget ga tuh? Hahaha. Engga kok, anakui.com bukannya ngajarin agar mahasiswa baru yang baru saja mau OSPEK buat nantangin senior-seniornya. Artikel ini cuma mau ngebuka wawasan aja kalo OSPEK di UI itu ga se-neraka yang temen-temen bayangin. Pasti adek-adek unyu pada iseng kepo gitu kan nyari-nyari di mbah gugel ataupun nanya-nanya senior terdekat kayak apa sih OSPEK di UI itu nanti…? Beneran disuruh manjat rektorat ga sih? Beneran diceburin ke danau ga sih?

Nah, maka dari itu kamu beruntung banget buka link ini karena kita akan ngasih… tips buat menghadapi OSPEK nanti. Hahaha. Teknis dan mekanisme OSPEK nya sih rahasia dong. Ga seru dong kalo diceritain sekarang. Udah ah daripada lama-lama, yuk simak aja langsung tips biar kamu adem ayem dalam menjalani OSPEK beberapa hari ke depan!

 

1. Posisi Badan Tegap

Masa masih muda udah bongkok, tegap, pandangan lurus kedepan, dan pura-pura serius aja!
Masa masih muda udah bongkok, tegap, pandangan lurus kedepan, dan pura-pura serius aja! Photo Credit: Pinka Tamara Dewi via Compfight cc

Udah ga usah ditanya lagi kalo tujuan OSPEK itu adalah untuk melatih kedisiplinan para mahasiswa baru. Karena badan tegap dan posisi siap itu identik banget dengan yang namanya kedispilinan, maka kamu juga harus siap sedia berposisi seperti ini. Pegel sih, tapi ya kan bagus untuk ngebentuk postur badan. Cukup pandangan lurus ke depan ketika berbaris, tangan dikepal di samping saku celana, badan tegap dan tidak bungkuk… Hoala! Pasti deh kamu lolos dari kaka senior yang iseng ngomentarin sikap berbaris kamu.

 

2. Gerak Cepet

Dengan OSPEK Maba Bakal Belajar Jadi Mahasiswa yang Gesit, lincah, dan irit *Kayak Iklan Motor
Dengan OSPEK Maba Bakal Belajar Jadi Mahasiswa yang Gesit, lincah, dan irit *Kayak Iklan Motor via gerakcepat.com

OSPEK ini juga menuntut kamu buat gerak cepet, karena emang ya gerak cepet itu banyak manfaatnya. Semua jadi cepet kelar dan terkendali. Jawab aja semua yang ditanya, tapi harus tetep mikir dulu. Jadikan diri kamu seaktif mungkin. Jangan pernah berpikir “kenapa harus gue? orang temen-temen gue banyak kok… mereka aja ah yang jawab.” Yha ga akan kelar-kelar kalo semuanya mikir kayak gitu. Jangan takut meskipun keliatannya susah banget. Jangan sampe juga karena kamu terlalu fokus untuk gerak cepet, kamu jadi ceroboh. Tetap berpikir logis dan liat-liat dulu kalo mau bergerak, jangan sampe egois dan melukai temen atau diri kamu sendiri

 

3. Fokus, Jangan Mikirin Mantan

Fokus bro sama instruksi dari Para Senior
Fokus bro sama instruksi dari Para Senior via wepreventcrime.org

Yha. Meskipun kamu masih terus mikirin mantan dan semua tentangnya masih menari-nari dalam pikiran, bukan berarti pas OSPEK kamu juga mikirin dia. Stop dulu deh pokoknya. Buang jauh-jauh. Justru kesempatan ini adalah kesempatan paling pas buat ngelupain dia. Fokus, tadi kan udah dibilang kalo pandangan harus lurus terus ke depan. Tapi ini bukan berarti kamu bengong dan mikirin hal-hal lain ya. Pandangan tetap lurus ke depan, tapi kamu juga fokus buat dengerin instruksi dan arahan-arahan yang dikasih sama kakak-kakak senior.

 

4. Seriusin Aja

Klo serius ga boleh bercanda, klo bercanda ga boleh serius yak!
Klo serius ga boleh bercanda, klo bercanda ga boleh serius yak! arfianrv.wordpress.com

Buat kamu yang sebelum-sebelumnya ga pernah seriusan… ini momen yang pas buat kamu buat serius. Hahahaha. Ga deng. Meskipun Serius udah bubar, kamu harus tetap melestarikan suara vokalisnya yang membahana itu. Kamu harus lantang dan tegas setiap mengemukakan pendapat atau berargumen atau apapun yang hendak kamu utarakan. Ga perlu teriak, karena itu cuma bikin pita suara kamu rusak. Cukup lantang, keras, tegas, dan tanpa ragu-ragu deh pokoknya. Buat orang yang ada di hadapan kamu itu  yakin sama apa yang kamu ucapkan.

 

5. Jangan Matil

Salah satu tujuan ospek yaitu mengurangi keegoisan diri dari Mahasiswa Baru
Salah satu tujuan ospek yaitu mengurangi keegoisan diri dari Mahasiswa Baru via bapemafeuns.blogspot.com

Tau matil ga? Iya, Main Tinggal. Terutama sama temen sendiri. Dalam OSPEK ini, segala yang kamu lakukan pasti ngebawa nama angkatan kamu. Apa-apa kamu ngelakuinnya harus bareng-bareng sama angkatan kamu. Pokoknya susah seneng ditanggung bareng-bareng deh. Ga boleh ada yang menderita sendiri atau bahkan bahagia sendiri. Sikap matil ini wajib banget kamu tinggalin kalo kamu lagi OSPEK. Kalo ga mau ditinggalin, ya jangan ninggalin. Angkatan kamu adalah hal paling berhaga yang kamu miliki saat itu. Anggap mereka adalah jodoh kamu, kekasih kamu hahaha iya, seberharga itu deh pokoknya.

 

6. Terapkan 5S Kepada Senior

5S itu adalah Senyum, Sapa, Sopan, Santun, Salam Kepada Senior Kamu
5S itu adalah Senyum, Sapa, Sopan, Santun, Salam Kepada Senior Kamu via kbmsi.ptiik.ub.ac.id

Selalu terapkan 5S: Selow, Sans, Saik, Sotoy, Sokin. Et dah bahasa mana tuh. Ga deng. Senyum, Sapa, Sopan, Santun, Salam. Ya meskipun kamu ga kenal sama senior kamu, alangkah indahnya jika kita mengucapkan “permisi kak” saat sedang melangkah melewati senior-senior yang dengan tampang harimaunya itu berbaris rapi menunggu mangsa-mangsanya, wahai junior. Bukan gila hormat kok, tapi ga ada salahnya kan kalo kita berperilaku sopan dan santun kayak tadi? Harmoni dan indah banget pasti rasanya. Jangan cengar-cengir sok akrab bro sist hello wazzup juga sih. Sewajarnya aja. Tapi inget; kamu harus tetep fokus dan ikutin instruksi yang tersedia. Tetep kalem deh.

 

7. Pasrah

Saat Ospek itu waktunya Senior buat pura-pura galak, aslinya mah belum tentu gitu
Saat Ospek itu waktunya Senior buat pura-pura galak, aslinya mah belum tentu gitu via anjarnurhadi.wordpress.com

Tips terakhir yang paling ampuh ya ini nih. Kamu ga bisa ngapa-ngapain selain pasrah. Terima nasib aja udah kalo maba emang harus melewati masa-masa OSPEK. Entar juga kangen. Inget peraturan ini?

Pasal 1: Senior selalu benar.

Pasal 2: Jika Senior salah, kembali ke Pasal 1.

Mau ga mau ya kamu salah terus dong? Hahaha cie selalu salah. Cie serba salah. Kalem-kalem aja deh pas OSPEK. Nurut aja, karena pasti kakak tingkat kamu itu punya tujuan tertentu. Tapi jangan pasrah gitu aja, tetep lakuin apa yang terbaik yang kamu bisa dan tunjukkan bahwa kamu masuk UI itu ga main-main dan punya argumen yang kuat. Tunjukkan juga kalo kamu itu ga bodoh. Jangan asal mau gitu aja kalo disuruh-suruh hal yang bikin kamu tertindas.

Jadi, gimana? Sudah cukup belum tips-tipsnya? Kalo belum cukup ya… yaudahlah, jalanin aja. Let it flow. Tapi jangan sampe digantungin juga (ini apa sih). Semangat aja yang mau menjalani OSPEK. Anggep aja OSPEK ini pemanasan buat masuk kuliah nanti—adaptasi. Semoga sukses OSPEKnya dan terhindar dari segala macam ke-apes-an, ya, adik-adik!

Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman kamu di Facebook, Twitter, Path, Whatsapp, dan Line agar mereka yang tahun 2015 ini jadi Mahasiswa Baru bisa tau tentang tips ngejalanin ospek yang baik & benar, biar dicintai sama kakak-kakak senior sebagai adik kelas yang baik dan mudah di atur. Hehe. Baca juga tulisan tentang tips lainnya tentang OKK UI: Kamu Maba yang Bingung Bikin Essay buat Ospek? Ini Dia Tipsnya!

Trik Jitu Deketin Maba UI

Ada pribahasa the early bird get the worm atau sesuatu semacam itu. Padanannya yang paling tepat dewasa ini adalah “Lo kudu gercep”. Namun, ada juga pribahasa the second mouse get the cheese, yang padanannya jadi “Lo gercep apa nafsu? Gak dapet kan tuh.”

Dua old saying ini sebenernya ngomongin soal kesempatan dan rezeki, namun sebenarnya lebih deket dan applicable ketika ngomongin PDKT terhadap dede-dede maba yang cantik dan gemesin. Sederhananya, tulisan ini, meskipun gak secanggih The Playbook-nya Barney Stinson, akan memberikan beberapa play untuk kamu mainkan. Buat cewek-cewek yang merasa menjadi obyek, ayolah, kalian juga sering galau karena gak ada yang deketin kan? Be rational. Do not hate the player; hate the game.

The “Prince of England”

The “Prince of England”. (Sumber:)
The “Prince of England”. (Sumber:Photo Credit: Defence Images via Compfight cc)

Ini yang paling sederhana. Kalau lo ganteng dan lo kaya, you’re good to go, Prince Harry. Bahkan gak perlu play sama sekali, sebenernya. Lo cuma butuh sedikit keberanian dan cukup berperilaku normal dan baik aja. Gak perlu lucu, gak perlu seru-seru banget. Target lo juga sederhana: every single girl there is, baik dia beneran single atau enggak.

Bukannya mau menyederhanakan pikiran cewek, tapi kalau bicara logis dan gak munafik, tapi siapa yang gak mau sama cowo ganteng dan kaya. Personality-nya sejelek apa sih? Intinya dia baik dan dia mau ‘kan? Jadi semua senang. Kebanyakan hati cewek sekarang kaya highway, and it’s a good thing you got your car. Or you parents car, who cares? Masa iya orang mau nyalahin lo kalo orang tua lo kaya?

 

The “Good Cop”

The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)
The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)

Ini agak tricky karena lo butuh wingman. Tau good cop-bad cop? Intinya adalah bikin lo ‘keliatan’ seperti orang baik yang selalu ada di pihak si cewek. Katakanlah lagi masa ospek, salah satu temen lo jadiin senior galak dan sinis, dan titipin pesen untuk sesekali khusus ngerjain maba cewek yang lo incer. Ketika lagi dikerjain, muncullah sebagai good cop yang gak hanya bantuin si cewek dan sesekali membela maba di depan senior lain, tapi lo juga jadi sosok senior yang ‘membela’ si bad cop dengan dialog, “Iya, maklumin aja, namanya juga senior, itu tuntutan peran. Dia aslinya baik kok.”

Dengan begitu, ya mau gak mau si cewek punya pandangan baik ke lo sebagai seorang cowok yang gak suka menjelekkan orang di belakang, gentlemen, meskipun bisa aja aslinya lo emang begitu.

 

The “I’m Hilarious”

The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)
The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)

Ini lebih tricky karena ‘lucu’ itu abstrak, takarannya beda-beda tiap orang. Kalo lo emang lucu dari sananya, udah memang dari proses manufaktur dilengkapi fitur joke-making dan silly-comments, selamat. Lo tinggal jadi diri lo yang biasa, muncul di berbagai kesempatan di depan maba dan work your way towards her.

Eits, tapi jangan langsung. Perlu diketahui juga, kalau play yang satu ini sama dengan play yang di atas. Kenapa? Lo butuh simple chivalry. Kalau mau ‘terjun’ ke sekitar maba, jangan pernah, diulangi, JANGAN PERNAH, langsung nyamperin yang lo incer. Simple chivalry itu membuat PDKT jadi subtle dengan menjadi akrab dan seru ke semua orang, ke semua cewek, mau yang cakep, emang cakep atau belum cakep, sehingga oknum yang diincer pertahanannya lengah dan mudah dideketin, karena dia gak bisa bedain, dia lagi dideketin apa enggak. Setelah bisa kenalan dan ngobrol, barulah tambah intensitas deketin dia,game on.

 

The “I’m in a band”

The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)
The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)

Hampir sesederhana The Prince of England. Lo cuma butuh suara yang bisa bikin cewek-cewek terenyuh, atau skill bermusik yang bikin cewek-cewek terkesima. Muka ganteng bakal memperlancar play yang satu ini. Stereotipnya adalah cowok yang ada di band itu keren buat para mahasiswi. So, play in the band, get on the stage, and it is on.

 

The “I’m Google”

Lagi kepoin maba. (Sumber: scui)
Lagi kepoin maba. (Sumber: csui)

Ya, lo Google. Play-nya adalah lo kepoin si maba cakep jauh sebelum kalian ketemu, research dulu lah, istilahnya. Lalu, setelah lo selesai kepoin, pilah-pilah tema pembicaraan yang bisa dipakai (tema/hal yang dia suka, entah film atau apa pun) lalu perdalam pengetahuan lo tentang tema-tema tersebut. Kalo lo pinter akting dan emang akrab sama dialog, lo bakal lebih mudah memainkan play yang satu ini karena memang dibutuhkan self-control yang mumpuni.

Ketika lo udah terbiasa dengan ‘kepribadian’ baru lo, tunggu momen yang pas supaya bisa ngobrol sama si maba. Simple chivalry tetep jadi pilihan utama, lalu ketika udah beberapa kali ngobrol, selipkan ‘pengetahuan’ lo tentang tema dalam dialog, entah itu sebagai analogi ataupun plesetan. Setelah having a lot of things in common, kamu bisa lancar deketin dia.

Masih seputar dunia maba nih ada tulisan menarik tentang tips membuat essay untuk ospek Maba UI.

Gimana? Masih kurang play-nya? Share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, dan komentarin juga dengan play-play genius kalian. The game is on.

 

Kamu Maba yang Bingung Bikin Essay buat Ospek? Ini Dia Tipsnya!

Ga kerasa sebentar lagi masa orientasi mahasiswa baru atau yang lebih dikenal dengan Ospek ini kembali dimulai. Ospek di tingkat UI itu banyak macamnya loh, ada tingkat univ yang namanya OKK, tingkat fakultas, bahkan tingkat jurusan yang namanya macem-macem. Tapi jangan khawatir, di UI Ospeknya ga seperti yang kalian lihat di tv-tv kok, Mendidik lah pokoknya.

Nah, seringkali di tiap tingkatan Ospek tersebut kita akan mendapatkan berbagai macam tugas, terutama tugas mengarang bebas a.k.a essay. Yup! Sejak masuk dunia perkuliahan, kamu akan disuguhkan dengan berbagai tugas essay yang menuntut kamu untuk menuangkan segala ide dan pendapat ke dalam sebuah tulisan.

Tapi… kamu mentok ga dapet-dapet  ide pas nulis essay? Berikut tipsnya!

 

1. Pembukaan

… bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Ga deng. Pembukaan ini ga perlu mikir lama karena menceritakan tentang diri kamu sendiri. Perkenalkan aja nama kamu, tempat tanggal lahir, fakultas, jurusan, asal SMA, bahkan hal-hal sensitif lainnya seperti… status. Well, pembukaan ini kalo kamu niat bikinnya sih bikin aja menarik dan membuat orang yang baca pengen ngelanjutin ke paragraf selanjutnya. First impression itu cukup menentukan apakah pembaca mau ngelanjutin baca apa engga. Kalo kamu males sih ya gapapa juga bikin pembukaan yang mainstream. Intinya posisikan kamu yang nulis juga sebagai pembaca nanti, biar yang baca juga nyaman. Tapi juga jangan sampe yang baca ini terlanjur nyaman sama bacaan kamu tapi kamunya… ah sudahlah.

 

2. Tulis apa yang kamu ingin tulis

Ini dia part yang paling bisa bikin tulisan kamu kayak novel: tulis aja apa yang pengen kamu tulis. Serius deh, bebaskan pikiran kamu menjelajah ke mana-mana. Tulis aja dulu apa yang ada di dalam kepala kamu. Jangan kelamaan mikir, editnya mah gampang itu belakangan. Mending nulis banyak tapi berantakan dulu daripada ga nulis apa-apa. Jangan takut salah, jangan takut kenapa-kenapa, karena ga ada yang salah dalam setiap pendapat, selama kamu menyampaikannya ga ngegas dan masih dengan cara yang baik-baik. Kalo dari awal kamu mulai baik-baik, kamu juga harus menjalaninya dengan baik-baik (ini apasih).

 

3. Ngejembray

Etdah bahasa mana nih ngejembray. Tau ngejembray ga? Hahaha gue juga ga tau ini bahasa dapet darimana. Maksudnya tuh ngejabarin, menjabarkan secara rinci gitu deh. Sepik-sepik aja. Usahakan setiap ada kata asing atau istilah apapun kamu jabarin aja biar panjang dan biar kamu menemukan ide-ide berikutnya. Misalnya nih, kamu disuruh nulis kontribusi buat Indonesia, nah kamu jembray dulu deh tuh “kontribusi adalah…” blablabla, baru masuk ke intinya. Misalkan kamu ga sengaja nulis istilah yang kira-kira bisa diakalin buat dipanjang-panjangin, nah jembray aja lagi! Jadi panjang, kan

 

4. Sok ide

Hm meskipun sok ide itu kadang ngeselin, tapi ya ga apa-apa. Kadang sok ide ini bisa bikin tulisan atau essay kamu menjadi sedikit lebih berbobot, ga sekedar opini dan pendapat kamu doang. Kaitkan aja essay kamu dengan kondisi dan situasi di sekeliling kamu saat ini. Setelah itu sok ide aja dengan memasukkan data valid dari internet, gampang kan? Misalnya aja nih kamu lagi ngebahas kontribusi kamu yang ingin meningkatkan minat baca di Indonesia dengan cara mendirikan perpustakaan-perpustakaan umum di berbagai daerah, nah sok ide aja di situ dengan cara memasukkan data mengenai presentase minat baca masyarakat Indonesia atau bahkan undang-undang yang mengatur tentang perpustakaan tersebut. Baru deh jelasin lagi.

 

5. Wondering

Nah, bagian ini nih yang paling asik; wondering, menghayal, berfantasi, berimajinasi, dan… berharap. Di akhir essay kamu, upayakan selalu menuliskan apa yang kamu harapkan ke depannya dari isi essay yang telah kamu tulis—karena orang yang cerdas adalah orang yang mampu selangkah lebih maju dan selalu melihat ke depan. Tulis aja situasi apa yang kamu inginkan di masa depan, tentunya terkait dengan essay dan pendapat yang kamu tulis. Gampang banget, dong? Udah sering berharap, kan?

 

Jadi segitu aja tips dari anakui.com tentang gimana caranya biar kamu bisa mengerjakan essay dengan efektif dan ga kehabisan ide. Ingat; berekspresi dan menuangkan pendapat itu ga pernah salah asalkan sesuai dengan norma-norma yang berlaku ((halah)). Setiap orang memiliki ide dan pendapatnya masing-masing, jadi jangan ragu-ragu untuk menuliskan apa yang ada di dalam kepalamu.

Nikmatin aja disuruh nulis essay selagi Ospek, karena toh ga akan dinilai. Tulis apa yang ingin kamu tulis, karena terbiasa menulis essay itu akan berguna banget buat kamu nantinya kalo udah mentok saat lagi ujian! Selamat mengarang bebas! Keep writing!

[Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Bullying dalam Ospek?

Di newsfeed Facebook admin, ada rekan yang men-share sebuah tulisan. Singkatnya, tulisan tersebut mendukung adanya bullying dalam proses orientasi mahasiswa baru, alias ospek, karena membantu mahasiswa baru dalam dunia pekerjaan kelak (penulis adalah lulusan dari jurusan pertambangan). Tulisan tersebut admin copy paste di sini.

DI TAMBANG, KAMI SUKSES KARENA OSPEK

Belakangan ini marak beredar postingan dengan hastag #StopBullying, berkaitan dengan akan datangnya masa orientasi Mahasiswa Baru di berbagai kampus di Indonesia.

Sebenarnya letak permasalahan bukan pada penyelenggara ospek nya, tetapi malahan si peserta ospek itu sendiri.
Lah wong belum apa2 tahu gak gimana ospek itu sebenarnya udah kedoktrin sendiri kalo ospek itu serem, mulai dari ngeshare hastag #StopBullying, sampe ketakutan gak mau ikutan.
Dilanjutkan dengan mengintimidasi khalayak ramai bahwa ospek itu hanya menghasilkan mudharat.
Padahal ospek itu sendiri sebenarnya seru bagi orang2 yang menikmati, bahkan menorehkan kenangan khusus pada bagian bully membully.

Lah sekarang gini, kita pikir aja baek2 ya. Penyelenggara ospek adalah mahasiswa yang lulus ujian saringan nasional, yang mempunyai kecerdasan diatas rata-rata. Masa mereka mau menyia-nyiakan karirnya hanya dengan menyakiti atau membunuh adik tingkatnya sendiri?
Mereka juga berpikir seribu kali kalau mau membully adik2 tingkatnya secara kelewatan.
Toh juga seusai ospek pasti ada agenda keakraban dan maaf2an, malahan seusai ospek hubungan senior junior makin erat.
Lah wong ospeknya gak pake kontak fisik ya ngapain dipermasalahin?

Dear junior yang sangat lemah, apakah kalian kira, bullying adalah perusak moral anak bangsa? Yang kalian dengar dari teori para pakar-pakar psikolog dan sosiolog?
Kami para senior lebih tahu banyak dibandingkan para psikolog dan sosiolog itu asal kalian tahu.
Psikolog dan sosiolog hanya teori, sedangkan Kami memegang teguh yang namanya pengalaman.
Justru kebalikan, dengan bullying kami menjadi kuat mental dan fisik. Kami tidak akan jatuh meskipun senior kami dulu menghina kami. Sekedar push up dan sit up tidak akan membunuh kami.
Bukankah Allah menyukai hambaNya yang kuat?
Apakah mental dan fisik kalian sudah kuat, para junior yang lemah?
Think again.

Dear junior yang sangat bodoh, apakah kalian masih mengira bahwa mahasiswa tugasnya hanya mengemban ilmu teoritis?
Inget sama etika? Yang nilainya lebih tinggi dari apapun, bahkan ilmu pengetahuan sekalipun?
Dengan bullying, kami diajarkan cara menghormati orang yang lebih tua, menghormati para penduduk lama, dan menghormati orang yang lebih berpengalaman.
Kami diajarkan untuk tidak pernah melawan kepada senior kami, walaupun senior salah. Kami diajarkan cara yang sopan santun bagaimana cara mengingatkan orang yang salah apalagi dengan yang lebih tua.
Kalian sadar bangsa ini mulai bobrok akibat tidak ada lagi orang yang menghormati orang tua? Zaman sekarang orang kaya dan orang berilmu lebih dihargai daripada orang yang lebih tua.
Menyapa tukang sampah yang usianya lebih tua pake bentak2, giliran menyapa pengusaha muda pake nunduk2.

Dear junior yang tak tahu apa-apa, apakah bagi kalian yang terpenting hanyalah belajar? Apakah penempaan fisik dan mental tidak diperlukan? Apakah etika tidak penting? Karena kalian seorang akademisi?
Jadi dokter percuma kalo badan loyo sakit2an.
Jadi engineer percuma kalo loyo dan gak punya mental.
Jadi guru percuma kalo gak punya mental dan putus asa mendidik anak muridnya.
Jadi peneliti percuma kalo gak punya etika.
Think again.

Junior yang berusaha menghindari ospek hanyalah orang yang lemah, dan tidak punya nyali.
Termasuk yang mencoba mengintimidasi orang orang bahwa ospek itu buruk, bahkan sampai disuruh melawan.

Ya dari nilai kehidupan aja deh. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang namanya orang baru ya mesti ikut aturan orang lama. Sama aja kalo kalian main ke desa suku orang pedalaman, masa kalian yang buat peraturan setempat? Kan lucu.

Kita tidak akan tahu dimana kita selanjutnya memijak bumi untuk menjunjung langit. Bersyukurlah kalo pas masuk kuliah bumi yg dipijak masih sedikit bergelombang. Tapi kalau sudah masuk ke kehidupan nyata, bumi yang dipijak bisa aja berduri. Apakah kalian siap untuk menginjak bumi yang berduri? Menginjak yang bergelombang saja belum tentu sanggup.

Dunia nyata pasti berbanding jauh terhadap dunia kampus. Di dunia nyata bahkan lebih kejam daripada sekedar bullying. Makanya seniornya membekali junior untuk dapat menjadi Mahasiswa yang Cerdas, Kuat, Tangguh dan tidak mudah berputus asa, serta memiliki etika yang baik yang berguna untuk kesuksesan di masa depan.

Kami senior hanya ingin kalian mengerti nilai kehidupan, tata krama dan kedisiplinan. Tidak lebih hanya itu.

Makanya jaman dulu kalau orang kuliahan pasti sukses. Lah jaman sekarang, udah gak ada lagi yang gitu2an, disiplin aja udah gak ada lagi mahasiswanya.

Berkaca dengan ospek di tambang, yang pasti lebih ekstrim dari biasanya. Kerjaan kami bukan sembarang kerjaan. Bukan di depan laptop dibawah AC, melainkan di depan debu dan di bawah matahari, bahkan jam kerja kami lebih ekstra.
dituntut jadi pekerja keras, kuat fisik dan mental, plus harus pintar lagi, gimana jadinya kalo anak tambang loyo2, dibentak sedikit sama atasan di lapangan langsung loyo, gampang putus asa. Apalagi gak punya etika dan sopan santun?
Ya habis lah, walaupun lulusan cumlaude sekaipun, IQ nya diatas 200, toeflnya 600 dan lain sebagainya.

Di tambang ya seniornya harus keras. Keras itu tegas, bukan berarti menindas.
Gak taulah ya kalo jurusan lain yang gak butuh kekompakan, kekeluargaan, disiplin dan sopan santun hehe

Mulai sekarang, untuk semua juniorku, berhentilah merengek!

Sumber: Facebook Ganis Mahesa Putra

 

Menjelang tahun ajaran baru dan kedatangan mahasiswa baru (maba) dari seluruh penjuru Indonesia, isu bullying & ospek seperti ini memang selalu hangat dibicarakan. Bagaimana dengan UI sendiri?

Yuk kita berdiskusi lewat kolom komentar! Beberapa hal yang bisa didiskusikan:

  • Bagaimana pengalaman ospek kamu yang paling berkesan? Apakah ada aspek bullying di dalam sana?
  • Dari status Facebook tersebut, benarkah bullying bermanfaat dalam dunia pekerjaan kelak?
  • Apakah praktek bullying terjadi dalam proses orientasi mahasiswa baru di UI, dari tingkat universitas hingga jurusan?
  • Bagi teman-teman yang pernah jadi panitia ospek, apakah niatan untuk melakukan bullying, ada dalam benak teman-teman?
  • Apa manfaat ospek yang kamu rasakan hingga saat ini?
  • dan lain-lain

 

Referensi:

  • Definisi bullying: Suatu tindakan dengan menggunakan kekuatan atau kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik maupun psikologis, sehingga membuat korban merasa tertekan, takut dan tak berdaya (sumber)

Artikel dengan judul [Diskusi] adalah artikel yang mengundang teman-teman semua untuk berbagi pendapat lewat kolom komentar. Yuk ramaikan kolom komentar dengan merbagi apa pendapat kamu tentang topik ini?


Mau Nyambut Maba dengan Cara yang Nyeleneh? Nah Ini Jawabannya

Yup, bener banget, sebentar lagi senior-senior kece yang sudah berasa lama kuliah di UI dan sudah merasakan pertempuran gejolak di dalamnya, akan menyambut dede-dede maba emmeshh yang baru aja kelar SMA. Nah, welcoming maba ini adalah acara yang seru banget karena tiap mahasiswa yang ikut registrasi ulang pasti pernah ngalamin yang namanya welcoming maba, dan percaya deh, lebih seru jadi senior yang menyambut dibanding maba yang disambut. Kenapa? Karena kamu dan teman-teman bisa melakukan hal-hal seru di bawah ini in order to jailin dede-dede maba emmeshh yang akan tiba dengan wajah imut innocent mereka!

Nyamar Jadi Maba

Nyamar jadi Mba. Nggak bakal ada yang tau! (Sumber: youtube)
Nyamar jadi Mba. Nggak bakal ada yang tau! (Sumber: youtube)

Ini ide lama sih. Senior nyamar jadi salah satu maba dan berasa agen 007 atau CIA atau semacamnya. Dia menyusup ke dalam lingkaran maba dan mengambil informasi mengenai impression mereka soal senior mereka, tentang hobi mereka, atau apa pun yang bisa membantu senior untuk mengenal mabanya lebih baik, apalagi buat senior yang menjadikan welcoming maba sebagai ajang cari pendamping wisuda.

Salah satu infiltration (ceilah, bahasanya. Berasa pinter gitu bacanya) yang paling epik berdasarkan riset BMKG (Badan Mahasiswa Kurang Gawean) adalah salah satu mahasiswa senior berhasil menyusup ke kehidupan awal maba sejak sebelum daftar ulang sampai pada ospek jurusan, dan bahkan bisa ikut belajar bareng di kelas bersama mabanya (konspirasi sama dosen yang bersangkutan) dan malah ditembak oleh salah satu maba karena si maba palsu ini begitu cantik dan menawan! Seru nggak tuh?

 

Main Nama

"Tebak nama kami ya, Dek." (Sumber: monicamonious)
“Tebak nama kami ya, Dek.” (Sumber: monicamonious)

Ini basic game yang lumayan seru juga dan boleh dicoba. Main nama itu bisa banyak, misalnya waktu welcoming maba, ada satu senior yang bakal ambil alih untuk menjelaskan introduction ke maba yang baru sampai. Sebut saja Mawar. Nah, ketika ada maba baru lagi datang, tukeran lah Mawar dengan temannya yang lain, dan mengenalkan dirinya juga sebagai Mawar. Jadi, setiap senior yang menjelaskan introduction, bernama Mawar dan setelah welcoming maba, maba-maba kamu tahunya kamu dan teman-teman senior lain itu bernama Mawar. Atau, versi lainnya adalah tuker-tukeran nama. Untuk sehari itu aja, kamu bermain sebagai teman kamu dan begitupun sebaliknya. Misal, kamu jadi Melati, si Melati jadi Mawar, dan lainnya. Efeknya sama, maba jadi bingung deh tuh perkara siapa itu siapa dan siapa adalah siapanya siapa yang jadi siapa. Dasar senior jail kurang kerjaan.

 

Dandanin Jadi Dosen

Sok-sok jadi dosen juga seru. (Sumber: myhadeea)
Sok-sok jadi dosen juga seru. (Sumber: myhadeea)

Nah, ini epik. Perkenalkan salah satu senior, pilih yang mukanya meyakinkan (bukan ganteng ya, tapi tua, uzur lebih baik) yang udah didandanin sebelumnya sebagai salah satu dosen. Jadi, si temen kamu ini dikenal sebagai dosen oleh anak-anak maba. Terus pas mulai kuliah, janjian juga  sama dosen yang bersangkutan untuk gantiin ngajar. Kan seru tuh ngotak-otakin maba. Lebih gokil lagi kalau tipuan ini bisa bertahan lama banget, yaa sampai beberapa pertemuan sebelum UTS. Maba bakal sadar kalau ternyata senior mereka either jail banget atau bener-bener harus dipekerjakan biar ada kerjaan.

 

The Death

Kebayang gimana muka-muka kaget adik-adik ini? (Sumber: lagolaandi)
Kebayang gimana muka-muka kaget adik-adik ini? (Sumber: lagolaandi)

Ini, yang paling epik. Lakukan kalo emang kamu dan teman-teman ngerasa kalo kamu adalah mahasiswa gokil. Ngapain sih ini? Bunuh maba? Enggaklah, kriminal amat otaknya. Bawa sebuah foto salah satu teman yang paling gokil dan mukanya gampang dikenali (jangan yang ganteng, nanti maba malah selfie sama fotonya), dan ini orang nggak boleh sama sekali ketemu maba sampai waktu yang ditentukan.

Foto itu harus item-putih (biar dramatis), dibingkai kayu yang rapi, dan dikasih kalung bunga disekitarnya. Lalu pilih satu orang untuk selalu bawa foto itu dengan dua tangan di depan dadanya, terus satu lagi sebagai sahabatnya yang paling deket untuk memperkenalkan ke maba-maba, siapa sosok yang ada dalam foto.

*mata berkaca-kaca, wajah sedih dan muram (muram loh ya, bukan buram)*

“Kalian semua udah ketemu sama senior-senior yang lain. Gue, Kak Mawar, Kak Melati, Kak Kebun, Kak Bunga, dan Kakak Pembawa Foto. Sekarang *tarik nafas, berusaha tegar biar dramatis* perkenalkan, ini sahabat baik gue, Kipli. Sahabat baik senior-senior semua. Dia senior kalian juga, temen seangkatan kami yang sekarang udah berada di sisi-Nya.”

Ciptakan suasana sesedih dan sedramatis mungkin, sampai akhirnya ketika lagi ospek, munculkanlah Kipli yang telah tiada, bangkitkan Kipli dari kematian ketika di puncak makrab. Videoin buat kenang-kenangan. Tapi inget, si kiplinya jangan dimatiin beneran ya.

Nah, gimana? Senior-senior yang sedang bersiap menyambut maba, udah nemu cara seru untuk menyambut maba-maba calon penghuni UI? Bagikan tulisan ini di Facebook, Twitter & LINE kamu dan temukan jawabannya!

 

Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

Aloha! Sambil ngisi liburan gue coba-coba nulis artikel yang kayaknya super garing ini, daripada ga ada kerjaan dan bosen dengerin lagu Malu Sama Kucing mulu.

Buat para maba yang bernasib sama seperti gue yakni baru merasakan semester perdana, pasti merasakan gejolak batin yang cukup hebat /halah/. Mulai dari kangen SMA, stress, sampe hal-hal lainnya yang berhubungan dengan muaknya akan dunia perkuliahan— padahal sih baru semester pertama. Mari kita bahas hal yang masih dianggap tabu ini dan kita kupas satu-persatu satu-satu setajam…. singlet.

Ada apa aja sih di semester perdana—bahkan sebelumnya—ini?

 

OBM

Ini merupakan ajang pencarian bakat perkenalan pertama di dunia perkuliahan. Kapan lagi ya kan sekelas bareng temen-temen dari fakultas lain? To tell you the truth, berdasarkan survey yang gue lakukan bermodalkan Line dan berita dari mulut ke mulut, materi yang paling seru yhaaa Learning Skill (LS). Iyalha wkwk di sini kita banyakan main, ketawa, sama hebohnya daripada dengerin materi. Meskipun materinya itu secara ga langsung disampaikan melalui games, tapi seru aja kan? Apalagi yang bagian simulasi jadi perusahaan kapal. Ngaku aja kalo pernah maksain bikin kapalnya biar lulus uji, wokwok.

 

OKK

Di dalam kepala gue, OKK ini adalah sebuah ajang perpeloncoan di mana selayaknya isu-isu entah dari mana yang terdengar dan kayak di tipi-tipi gitu. Tapi ternyata engga yha, kita cuma disuruh duduk manis sambil sesekali tidur mendengarkan materi yang disampaikan para narasumber yang kece abis.

Buat para ketua kelompok OKK, pasti merasakan dagdigdug kan pas hari H? Takut dipanggil-panggil terus, “KETUA KELOMPOK BLAHBLAH MANA? // SEMUA KETUA KELOMPOK MAJU!” Jangan khawatir, you’re not alone, gue juga merasakan kok. Hihi, ternyata kelompok yang telah terbentuk sedemikian rupa sehingga sama sekali tidak berfungsi pada hari eksekusi. kzl.

 

OSPEK

Hehehe. Hehe. He. Sebenernya gue kalo denger kata OSPEK ini mikirnya udah macem-macem dan parno duluan sih; mulai dari dibentak-bentak, pulang subuh, sampe tugas numpuk. Tapi engga kok kalo di UI /asoy/, di sini penekanannya lebih ke orientasi—gimana caranya biar kita bisa survive di perkuliahan nanti. Yha semacam simulasi gitu deh pokoknya. OSPEK di UI ini juga beda-beda, ada yang namanya PSAK, PSAF, MADK, dan lain-lain. Caranya juga beda-beda tergantung kultur Fakultasnya masing-masing. Kalo di Teknik sih… *sebagian teks hilang*

 

Masa Bimbingan

Sesuai namanya, pada masa-masa ini para maba yang masih imut-imut menggemaskan dibimbing gimana caranya menjadi mahasiswa seutuhnya dan tidak setengah siswa-setengah mahasiswa. Biasanya sih masa-masa ini merupakan masa yang paling bejibun tugasnya; kayak harus minta tanda tangan, foto bareng, ngikutin kegiatan agama, sampe kegiatan sosial. Pokoknya masa bimbingan ini kita diharuskan buat ikutin segala acara yang ada deh makanya lagi padet-padetnya. Tapi ga jarang juga sih mahasiswa yang males ngikutinnya dan cabut gara-gara alasan tugas akademis. Huh!

 

Kostum!

WAINI. Kalo dulu sekolah bosen banget yang namanya pake seragam, di dunia perkuliahan ini kita bakalan bingung buat milih kostum a.k.a baju yang mau dipake. Iyesh, secara tengsin gitu buk kalo pake baju yang sama di dua hari yang berurutan. Situ mau kayak Sinchan yang tiap hari bajunya ga ganti-ganti?

 

Ngalong

Jika di SMA biasanya jam tiga sore atau magrib udah bisa pulang ke rumah terus istirahat dan bobo cantik, tidak demikian di dunia perkuliahan ini. Di dunia yang baru ini kita pasti bakalan—minimal sekali—ngerasain yang namanya ngalong—pulang tengah malem, bahkan lebih. Buat apa? MNOROT NGANAAA? Yha itu tadi, jadi mahasiswa ga afdol kalo cuma duduk di bangku kuliah. Afdolnya duduk di pelaminan. Harus ada pengorbanan sedikit buat ngelakuin hal-hal di luar akademis, buat ngelatih softskill or whatever. Inilah contohnya. Misalkan ada rapat atau tugas lain yang ga bisa dikerjain sendiri dan harus dikerjain bareng-bareng temen, nah akibatnya pulang dini hari deh. Ada juga sih yang pulang dini hari gara-gara ngerjain tugas ataupun laporan kuliah.

Eh ini gue ngomong apaansi.

 

Kos…idahan

Karena di dunia perkuliahan ini yang belajar bukan cuma dari satu wilayah aja melainkan dari seluruh Indonesia, maka pasti banyak banget yang memilih kos buat jadi tempat tinggal sementaranya. Yaiyalah misalkan rumah lo di Merauke tapi lo tetep keukeuh buat pulang-pergi tiap kuliah, kantong lo pasti meronta-ronta. Jadi anak kosan tuh gimana yha hm… harus hemat-hemat pengeluaran dan pinter-pinter ngelola duit aja deh pokoknya. Merdeka pas tanggal muda, perjuangan pas tanggal tua. Karena lo dapat dikatakan merdeka apabila Soekarno-Hatta berbaris rapi dalam dompet lo. Kalo yang ada cuma Pattimura, itu masih perjuangan namanya. Apalagi kalo di kosannya ga ada internet terus dapet tugas yang mengharuskan buat make internet. Metong.

 

Ga tidurzzZzzZ

GA TIDUR NGERJAIN TUGAS? SYUDAH BHEASAAA! Hmmm menurut gue ga tidur ini rada gimana yha… Jujur gue ga pernah bener-bener ga tidur selama kuliah. Ga tidur yang gue maksud di sini ga tidur secara harfiah wkwk apadeh. Pokoknya ga tidur di kasur dengan waktu optimal dan dalam kondisi yang nyaman gitu deh. Pasti di dunia perkuliahan, apalagi yang masih perdana gini, masih bingung gitu caranya ngebagi waktu—makanya tugasnya numpuk dan harus begadang-dang-dang. Biasanya sih ngerjain tugasnya dari malem sampe pagi lagi, tapi tidurnya dicolong-colong gitu kayak ketidur-bangun-ngerjain-lagi hahaha gitu deh pokoknya. Yha abis mau digimanain lagi mz.

 

TWTW

Di semester ini gue baru pertama kalinya mendengar istilah TWTW AHAHAHA apapula itu TWTW. Trending World Topic Wide? Khan. TWTW ini adalah transfer wawasan-transfer wawasan dimana mengharuskan kita—khususnya maba—buat ngobrol-ngobrol bareng para senior. Entah apa yang diobrolin, pokoknya yang penting ngobrol hahaha karena secara ga langsung pasti ada dong materi yang nyangkut secara ga sengaja aattapun ga disengaja? Dengan TWTW ini pula kita dilatih buat kenalan sama orang yang ga kita kenal—karena di dunia kerja nanti pasti kita dihadapkan dengan kondisi serupa, dimana malah bukan senior-senior lagi, tapi petinggi-petinggi perusahaan-perusahaan yang disegani. Gitu sih katanya.

 

Takut ke Kantin

Apakah cuma gue doang yang merasakan hal demikian? Yoi, sebagai maba pasti punya rasa segan buat ke kantin meskipun hanya untuk sekedar makan. Yang menjadi ketakutan sih bukan senior-seniornya, tapi rasa bingung kalo ga dapet meja. Hayooo mau makan dimana? Iya kan? Ngaku deh! Apalagi kalo kantinnya selalu penuh, pasti adaaa aja rasa males buat makan di kantin. Tapi sih itu awal-awal doang yha, lama-lama juga kebiasa dan akhirnya sering nongki-nongki di sana deh. Padahal sih, sebelum masuk gitu sering banget terdengar isu-isu kalo maba ga boleh ke kantin selama berapa semester blabla.

 

Salah Jurusan

… Makanya neng sebelum naik tanya abang dulu.

Pernah ngerasain hal demikian? Lagi banyak-banyaknya tugas dan kuis dan segala tetek bengeknya, lagi merasa keteteran, ngerasa semua usaha ini sia-sia, dan ngerasa lo salah masuk jurusan? Ga aneh sih, gue sendiri juga pernah ngerasain hal yang serupa. Tiba-tiba kepikiran aja gitu nyoba lagi tahun depan buat dapetin jurusan yang lebih gue banget. Hmmm… entahlah, gue sendiri juga ga ngerti kenapa bisa muncul istilah “salah jurusan”. Hakhakhak. Yaudah, biar ga salah jurusan, tanya dulu sama abangnya mau kemana /krik/

 

IP Perdana

IP itu apa yah? LOOOMPOOOHKANLAH ENGATANKOOOOH. Sebagai mahasiswa baru, pasti hectic banget ngadepin yang namanya IP. Bayangin, dari mulai empty-not published yang php abis-sampe nilainya keluar butuh kesabaran ekstra buat ngeliatnya. Apalagi yang ga mau shocked ataupun disakiti secara perlahan—harus menahan hawa nafsu buat buka SIAK-NG. Dan ketika hasilnya keluar… JENGJENGJENG. TETOOOT. Itu SIAK apa mantan gebetan sih? Kok tega. Kata orang-orang sih IP Perdana itu bagus-bagus, gampang ngedapetinnya, dan bisa ngedongkrak IPK. Palelu bejendul.

 

Liburan sampe Gumoh

Oh yeah. Ternyata Tuhan itu benar-benar Maha Adil. Sehabis gempor perjuangan sampe beneran mau mati di semester awal yang kegiatannya segumoh-gumoh, akhirnya dikasih libur yang bikin gumoh juga. Lumayan lha libur sebulan bisa mengejar ketertinggalan gossip-gossip or everything. Tapi tetep ye, liburan kalo ga kemana-mana bosen. Yah ambil hikmahnya lagi aja sebelum ga bisa goler-goleran lagi di kasur nanti untuk beberapa bulan. Hell yeah!

 

Gimana? Ternyata semester perdana ga seburuk atau sebagus yang kita bayangkan kan? Satu lagi deng—jangan seneng dulu masuk semester dua, karena status kita masih tetep maba. Hahaha dah ah bye.

Punya sesuatu yang seru lagi di semester perdana lagi? Keluarin aja semua unek-uneknya di kolom komentar!

 

sumber gambar: http://pikiranmerdeka.com/wp-content/uploads/2012/08/OKK-UI.jpg