Teruntuk Kamu yang Introvert: Jangan Minder, Sesungguhnya Kamu itu Berharga.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu saja akan banyak sekali warna-warni dan beragam jenis manusia yang kita temukan, mulai dari yang super cheerful, super kalem, sampe yang gak  bisa diprediksi kepribadiannya sama kita. Nah, gak jarang juga di kampus UI (di mana-mana sih sebenernya) banyak mahasiswa yang terkesan kalem dan malah di bilang individualistis. Come on, Bro, yang kayak gini-gini nih perlu dilurusin. Kamu harus membedakan mana yang individualis sama mana yang introvert.

Seorang individualis cenderung gak mau kerja sama dengan manusia lainnya dalam hal apa pun, jadi ya apa-apa sendiri, gak bisa diajak kerja sama deh pokoknya. Beda halnya dengan seorang introvert yang emang sih keliatan penyendiri dan lebih seneng melakukan apa-apa sendiri, tapi itu bukan berarti mereka gak mau kerja sama dan individualis. Introvert hanya lebih nyaman berada dalam situasi yang tenang dan tidak dalam kerumunan banyak orang agar bisa nyaman menjadi dirinya sendiri.

Nah, seringkali kita yang introvert cenderung merasa minder dan inferior karena tidak seperti teman-teman ekstrovert yang dengan sangat mudah memberi pengaruh pada orang banyak. Akan tetapi tenang aja, teruntuk kamu yang introvert, jangan pernah minder, karena diri kamu itu sangat berharga.

BACA JUGA: Cara Sederhana Membentuk Jati Dirimu Selama Kuliah di Kampus Kuning

 

Kamu memang gak suka show off di depan publik, tapi kamu harus percaya bahwa kamu punya kelebihan lain yang juga jauh lebih hebat

Introvert ini kalo masalah totalitas bener-bener gaspol, loh! via dailytargum
Introvert ini kalo masalah totalitas bener-bener gaspol, loh! via dailytargum

Banyak orang yang mengatakan bahwa orang yang gak suka show off, atau istilahnya “nampang” di depan publik itu gak keliatan dan gak berkontribusi apa-apa, padahal mah si introvert ini cuma lebih seneng kerja di balik layar biar gak terlalu dapet perhatian banyak sama orang-orang. Gak terlihat sama masyarakat saat kerja bukan berarti introvert itu gak memiliki kontribusi apa-apa di masyarakat, loh.

Setiap orang kan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalo si introvert ini kurang suka untuk show off di depan publik, ya pasti tentu ada kelebihan lain yang dimiliki olehnya dan bisa aja itu jauh lebih hebat; kayak nulis, bikin komik, ngoding, dan lain sebagainya. Jangan salah, introvert ini kalo masalah totalitas bener-bener gaspol, loh!

 

Gak nyaman berada dalam kerumunan orang banyak pada saat pesta bukan berarti kamu minder dan kuper, kamu cuma lebih seneng menyendiri untuk mendapatkan energi

ntrovert cenderung sulit untuk membuka diri dengan orang baru  via theodysseyonline
ntrovert cenderung sulit untuk membuka diri dengan orang baru via theodysseyonline

Buat kamu yang ekstrovert yang dapat dengan mudah begitu saja membaur dengan banyak orang di dalam pesta, pasti dengan mudahnya ngobrol dan nyari topik baru dengan stranger. Adaaa aja yang diobrolin dan dibikin nyambung. Sebaliknya, mereka yang introvert cenderung sulit untuk membuka diri dengan orang baru dan bercerita banyak hal, makanya suka bingung sendiri saat berada di kerumunan banyak orang harus ngapain; jadinya ya lebih seneng sendirian, gak diliatin banyak orang, dan bisa lebih bebas berekspresi.

 

Bukan sombong atau gak mau berbagi, tapi kamu lebih seneng menjadi pendengar yang baik daripada orang yang banyak cerita ini itu

mereka akan cerita kalo bener-bener perlu diceritain via studentvoiceonline
mereka akan cerita kalo bener-bener perlu diceritain via studentvoiceonline

Balik lagi ke sifat introvert yang sulit untuk membuka diri. Bukannya sombong atau apa, gak mau ngobrol atau cerita, tapi ya namanya introvert, mereka akan cerita kalo bener-bener perlu diceritain, itu pun hanya dengan orang-orang terdekat yang mereka percaya dan udah tau banget sebenernya mereka tuh kayak apa.

 

Kalo kamu banyak diam, bukan berarti kamu bingung dan gak tau harus ngapain; kamu cuma sedang berpikir jauh lebih dalam

Introvert itu cenderung memikirkan baik dan buruknya suatu hal dengan sudut pandang yang luas via strideapp
Introvert itu cenderung memikirkan baik dan buruknya suatu hal dengan sudut pandang yang luas via strideapp

Kebiasaan lain dari kebanyakan introvert adalah banyak mikir a.k.a overthinking. Mungkin kebanyakan orang berpendapat kalo orang yang diem-diem doang itu gak mikirin apa-apa dan cuma bengang-bengong aja, padahal mah sejatinya di dalam kepala mereka berputar-putar berbagai macam pikiran yang bahkan gak sempet kepikiran sama kamu. Seorang introvert itu cenderung memikirkan baik dan buruknya suatu hal dengan sudut pandang yang luas dan lebih dalam.

 

Jangan dengerin orang mau berkata apa, berkaryalah sebebas mungkin dan sebanyak yang kamu bisa

Sesusungguhnya keseluruhan diri kamu itu berharga via persuasionmagazine
Sesusungguhnya keseluruhan diri kamu itu berharga via persuasionmagazine

Terakhir buat kamu yang introvert, jangan pernah minder deh pokoknya. Terserah orang mau bilang kamu freak kek, gak jelas kek, kuper kek, cupu kek, ansos kek atau apa pun ejekan dan pandangan jelek mereka tentang kamu, tetaplah menjadi dirimu sendiri selama kamu nyaman dan berkayaryalah sebebas serta sebanyak mungkin selama itu dalam hal yang positif. Gak boleh ada yang membatasi kamu dalam berekspresi dan berkarya. Sesusungguhnya keseluruhan diri kamu itu berharga.

Nah, jadi teruntuk kamu yang introvert, percaya diri aja yah, jangan minder-minder, karena kamu memiliki hak yang sama dengan semua orang and deserve to be respected.

Saatnya Break dari Revisi dan Lakuin 5 Hal Ini

Revisi: suatu pekerjaan yang menyebalkan dan mungkin akan kamu hindari saat ini. Karena yang namanya revisi itu sangat ngeselin dan bikin capek. Mungkin ada baiknya sesekali kita break dari kekejaman duniawi yang satu ini dan memulai melakukan sesuatu yang fun dan alig!

BACA JUGA: Tugas Numpuk Bikin Stress, Ini Dia Trik Gak Gampang Stress Saat Menjalani Hidup Sebagai Mahasiswa

 

Tidur!

Get your time, relax, get some REAL sleep via huffingtonpost
Get your time, relax, get some REAL sleep via huffingtonpost

Yak, TIDUR!!! Karena selama ngerjain revisi, tidur adalah salah satu kenikmatan dan kebahagiaan duniawi yang seringkali direnggut dari kita. So, gak ada salahnya sesekali kita break dan menikmati momen-momen indah saat kita tidur lelap.

Nah, tidur yang kita maksudkan di sini adalah tidur yang benar-benar tidur. Santai. Nikmat. Tanpa beban. Kalau kamu ketiduran saat ngerjain revisi itu namanya bukan tidur nikmat. Get your time, relax, get some REAL sleep. Beneran, cobain deh.

 

Party!

setel lagu party favoritmu, naik ke atas kasur, and....... JUMP! via James Yu
setel lagu party favoritmu, naik ke atas kasur, and……. JUMP! via James Yu

Yoi, party kita. Oh bukan, bukan, kita gak bakal party di Emporica atau Dragonfly, kok. Karena kalau kita ngelakuin itu yang ada besoknya revisinya gak kelar hahahahaha ha.. ha .. lalu dibunuh dos*n.

Nah, party yang kita maksud adalah kamu berdiri, setel lagu party favoritmu, naik ke atas kasur, and……. JUMP!

Dengarkan setiap alunan musik menggerakkan badanmu, it’s time to let go all of your worries! We have some party here~~ on your bedroom! Oh yeaah, so roooock!!!

Kalau perlu ajak teman-teman alig kamu buat alig bareng. Cuma sejam kok. Gak perlu lama-lama. Kalau keasyikan ya gak apa-apa sih, cuma ingat abis itu kamu harus ngerjain revisi lagi.

 

Bikin Origami

Daripada dibuang, bikin kertas gak kepake jadi origami via Jo Nakashima
Daripada dibuang, bikin kertas gak kepake jadi origami via Jo Nakashima

Kadang kerjaan revisi numpuk sama kertas-kertas gak beguna yang isinya semua tulisan-tulisanmu yang salah dan gak kepake. Sekarang, ambil kertas-kertas itu, daripada di kruwel-kruwel gak jelas mending kamu lipet, jadiin origami deh.

Gak tau caranya? Nih ikutin tutorial ini aja:

 

Ngerapiin Tempat Tidur

Tempat tidur rapi dan nyaman, biki perasaan kamu juga bakalan ikut nyaman via nytimes
Tempat tidur rapi dan nyaman, biki perasaan kamu juga bakalan ikut nyaman via nytimes

Oke, ini mungkin terdengar melelahkan dan bikin males, tapi cobain deh, kalau kamu ngerasa tempat tidur kamu rapi dan nyaman, seenggaknya perasaan kamu juga bakalan ikut nyaman.

Ya, better-lah ketimbang dinyamanin sama mantan, kan. Eh…

Lumayan bisa ngelupain revisi sebentaran.

 

Main Petak Umpet

Ketimbang mikirin revisi, mending mikirin dimana temen kamu ngumpet via Jakartanetwork
Ketimbang mikirin revisi, mending mikirin dimana temen kamu ngumpet via Jakartanetwork

Beneran. Seru banget! Kalau kamu punya adek atau kakak atau temen atau dede-dedean atau kakak-kakak-an diajakin main petak umpet seru banget!

Ketimbang mikirin revisi, mending mikirin dimana temen/gebetan/mantan/kakak-dede-an kamu ngumpet. Eh… ya nggak sih?! Kamu punya saran lain aktivitas alig apa aja yang seru buat dimainin sembari nemenin break ngerjain revisi?

Tulis rekomendasi kamu di comment box dan jangan lupa buat sharing info alig ini lewat Facebook, Twitter, dan LINE kamu!

Apa yang Akan Kamu Lakukan Jika Temanmu Tukang Minum?

Dalam kehidupan sebagai mahasiswa, sebagian dari kita kadang berteman dengan beberapa orang yang memiliki gaya hidup bebas. Pertemanan itu bisa terjadi karena banyak hal, bisa karena kebetulan 1 kosan, teman sekamar, atau teman sekelas, atau sekadar temannya teman yang sering nongkrong bareng. Apa pun itu, pastinya ada 1 dari sekian banyak teman kita yang demen mabuk-mabukan. Question is: how to deal with them?

Kita tentunya tak ingin dicap sebagai teman yang “sok tahu hidup orang” atau teman yang judgemental. Berteman dengan orang yang memiliki pola hidup yang extremely different than us membutuhkan tingkat pemahaman yang mendalam akan apa dan bagaimana orang tersebut bisa memiliki pola hidup yang demikian. Sebagian mungkin, karena broken home case, sebagian lagi? Mungkin saja memang senang minum karena menurut dia rasanya enak dan bikin nagih. Anyhow, seringkali kita tak bisa menghindari momen-momen awkward saat teman kita yang satu ini melakukan hal-hal yang tidak kita pahami dan membuat kita bingung harus berbuat apa.

Karena itu, ada baiknya kita memahami apa saja hal-hal yang harus dihindari dan apa saja langkah-langkah yang baik dan tidak menyinggung perasaannya saat kita merespons apa pun hal yang ia minta atau lakukan.

BACA JUGA: Tipe-tipe Teman Seperti Inilah yang Bakal Jadi Superhero Kamu

 

Diajakin Party & Nongkrong Malam Hari

Gak ada salahnya sesekali kongkow bareng teman hingga larut malam, selama kamu mau via 3delapan
Gak ada salahnya sesekali kongkow bareng teman hingga larut malam, selama kamu mau via 3delapan

Well, gak ada salahnya sesekali kongkow bareng teman hingga larut malam, it’s a quality time actually dan tentunya dapat mempererat hubungan pertemananmu.

Namun, jika memang kamu tidak setuju atau merasa tidak nyaman dengan gaya hidup anak malam, you have right to say NO. Jangan pernah malu untuk mengungkapkan hal yang bersifat prinsipil dalam hidupmu, toh jika memang temanmu berhati baik ia akan sangat menghargai kamu sebagai teman yang berprinsip teguh. Kamu juga akan dianggap lebih dewasa karena sudah sanggup memutuskan hal-hal tertentu dalam hidup.

One thing for sure, jika kamu memilih untuk join the party and ready for a new life, maka pastikan kehidupan studimu tetap bisa berjalan lancar secara berkesinambungan.

 

Diajakin Minum Bareng

Apa yang harus lakuin kalau diajak minum bareng? via pixabay
Apa yang harus lakuin kalau diajak minum bareng? via pixabay

Again, it’s ok for you to try new things in life. But, before you do that, you have to know exactly what’s your consequences for every decision you have made.

Di era sekarang kita bisa tahu apa saja positif-negatifnya meminum minuman beralkohol hanya dengan mengetik kata kunci “manfaat” dan “kerugian” minuman x di Google. So, it’s your call to choose to join or not.

Kita selalu memiliki hak dan kebebasan untuk berkata TIDAK jika memang hal tersebut tidak sesuai dengan gaya dan prinsip hidup kita. Namun, jika kamu memilih untuk menolak, pastikan kamu menolaknya dengan lembut dan tidak menyinggung perasaan.

“Sorry, Man, gua gak minum.”

Atau “Wah, gak kuat gua, Bro. Minum yang lain aja.”

Kalimat kayak gitu selalu bisa jadi ‘jurus pamungkas’ untuk menolak ajakan itu dengan lembut. Dan jika kamu memang mau tetap join the party tanpa minum minuman beralkohol, hot chocolate, green mojito, atau lemon tea selalu bisa jadi alternatif yang gak akan bikin kamu merasa malu a.k.a jiper saat nongkrong bareng teman. And again, make sure your nightlife doesn’t interfere your study life. Otherwise, your gonna get screwed, pal!

 

Don’t be Annoying

Ceramahin tentang bad influence of alcohol? That's a big NO NO via coventryrugbyccg
Ceramahin tentang bad influence of alcohol? That’s a big NO NO via coventryrugbyccg

Kamu mungkin akhirnya berhasil ngeblend dengan teman-teman dengan caramu sendiri. Sekali, dua kali pertemuan kamu mulai merasa risih dengan habbit minum-minum teman kamu, lalu kamu pun ngoceh panjang lebar menggurui teman kamu dengan menunjukkan fakta-fakta akibat minum minuman beralkohol.

Wanna know what will happen next?

Congratulation! You just ruin your friendship. He/she might hate you for the rest of their life.

Ada banyak cara untuk membuat temanmu berhenti melakukan kebiasaannya. Sebagian malah ingin dan membutuhkan bantuanmu untuk berhenti. Namun, menceramahi mereka tentang bad influence of alcohol? That’s a big NO NO. Kenapa? Karena mereka sudah tahu dampaknya! All they need to know is how to stop, not why they need to stop.

So, caranya gimana? Ada banyak cara, namun mengalihkan perhatiannya dari alkohol adalah salah satu cara yang sering berhasil. Menyuguhi dia untuk ngemil coklat sering-sering akan membuatnya teralihkan dari alkohol secara perlahan. Melatih dia untuk lebih sering minum air putih pun dapat membantunya untuk sadar bahwa ia terlalu banyak minum.

Namun, yang paling penting adalah dengan mengetahui apa motivasinya untuk mengonsumsi alkohol maka kamu bisa menciptakan motivasi yang lebih kuat untuk membuatnya berhenti mengonsumsi minuman keras tersebut.

 

Tolong Ia Jika Mabuk

Jangan dideimin, tolongin temen kamu yang mabuk via qz
Jangan dideimin, tolongin temen kamu yang mabuk via qz

One day, temanmu pulang ke kosan dalam keadaan super mabuk dan ngomong ngelantur gak jelas. Kamu yang lagi tidur tenang pun merasa terganggu dan ingin dia berhenti dari nuansa mabuknya saat itu. Well, one thing you have to avoid: Don’t yell at him/her.

Marahin orang yang lagi mabuk itu sama aja kayak ngajak macan yang lagi laper berantem. Yang ada, kamu diterkam dan dijadikan target lemparan macam-macam barang. Malah, gak jarang lho bisa terjadi pertengkaran serius yang dapat berakibat pada kecelakaan serius atau bahkan pembunuhan. Well, you sure don’t wanna be part of that.

So, caranya gimana kalau dia pulang-pulang udah mabok dan ngeganggu keamanan dan kenyamanan sekitar? Be calm, and do this followings:

– Kasih roti sandwich telur : Percaya atau tidak, telur mengandung cysteine, sebuah senyawa yang dapat  membantu menurunkan kadar residual toxin yang terdapat pada pengaruh alkohol, sedangkan roti dapat memicu metabolismenya untuk mencerna energi berlebih dengan lebih cepat.

– Kalau gak ada roti atau telur, kasih dia ngemil pisang. Kaya akan potassium dan elektrolit positif yang juga dapat menurunkan kadar mabuknya seseorang.

– Gak ada roti, telur atau pisang? Siram dan cekokin air putih. Kenapa? Karena setiap 250ml alkohol dapat mengurangi 800-1000ml kadar air dalam tubuh. So, jika kadar air itu ditambahkan maka daya konsentrasi dan kesadarannya pun akan meningkat. Which is good.

 

Jangan Tanya Apa yang Ia Lakukan Semalam

Jangan tanya apa yang dia lakukan semalam via lifehacker
Jangan tanya apa yang dia lakukan semalam via lifehacker

Once kamu bikin dia tenang dengan cara-cara di atas, doski bakal tepar dan tertidur tenang sampai esok pagi. Dan ketika ia terbangun, ia gak akan ingat one single thing yang kejadian di malam saat dia blackout.

Dan satu hal lagi yang perlu kamu lakukan adalah, JANGAN KASIH TAU DIA APA YANG TERJADI TADI MALAM. They don’t need to know exactly what they got up to last night just yet – not while they’re still nauseated and curled up in the foetal position. So, tunggu sampai dia benar-benar tenang, at least sampai dia selesai sarapan, cuci muka, udah segeran, dan bisa becanda-becanda ngaco, then, you can tell him/her what’s happen last night.

Karena bangun dari kondisi tidak sadarkan diri membutuhkan seseorang waktu yang lebih lama untuk mencerna setiap prosesnya. Sebagian merasa terbangun dengan kepala pusing, sebagian dengan perasaan yang tidak enak dan macam-macam lagi jenisnya. So, wait untill they feel and look better.

The only sure-fire cure out there is time. Kamu mungkin sayang dan care dengan temanmu, kamu mungkin peduli terhadap apa yang ia lakukan dan keputusan yang ia buat dalam hidupnya, namun, seiring berjalannya waktu, toh, ia akan membutuhkan bantuanmu dan di saat itulah kamu bisa membantunya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

So, jangan terburu-buru, take your time, enjoy your relationship and let your friend take care of itself but still, be their guardian angel.

Yuk, bagikan artikel ini ke temanmu lewat Facebook, Twitter dan LINE!

Kamu Doyan Dugem? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Seharusnya Mulai Mengurangi Party

Apakah Kamu Doyan Dugem? Awalnya Mungkin Seru, Tapi Apa Iya Party yang Berlebihan itu Baik?

Salah satu mahasiswa senior UI pernah menyabdakan teorinya, bahwa tipe mahasiswa itu ada tiga, yakni kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang, kura-kura alias kuliah rapat-kuliah rapat, dan kura-kura mati alias kuliah rapat malam party, alias dugem.

Nggak bisa disalahin dong, buat mahasiswa yang udah terkontaminasi budaya party, sadar kalau party itu seru. Friends, dance, dan chance untuk kenalan sama orang-orang baru. Awalnya sih cuma setelah UAS, dengan embel-embel refreshing. Tapi karena seru, semester berikutnya nambah jadi setelah UTS dan setelah UAS. Alibinya masih refreshing. Terus jadi rutinitas tiap bulan, tiap weekend hingga akhirnya kamu addicted hingga kamu dikenal baik sama DJ, bartender, bouncer, dan bahkan pengunjung lain.

Seseru itu? Iya memang seru, tapi yang namanya addicted itu nggak pernah ada positif, bahkan addicted to you nggak selamanya happy ending. Coba baca beberapa alasan ini yang mungkin bisa jadi pertimbangan kamu untuk setidaknya mengurangi yang namanya party, malah kalau bisa tobat, deh.

Senengnya Nggak Lama

Senengnya nggak lama. (Sumber:)
Senengnya nggak lama. (Sumber:Photo Credit: avarty via Compfight cc)

Coba dipikir ulang, ini bener banget loh. Kamu sampai di nightclub, terus dance sampe pegel dan akhirnya sadar kalau kamu nggak dapet tempat duduk karena udah kelamaan dance dan tempat duduk udah pada penuh. Kamu haus dan bar nggak menyediakan minuman yang menghilangkan dahaga, biasanya hanya menyediakan yang menghilangkan kesadaran. Kamu yang sudah keleahan di dance floor akhirnya harus menerobos kerumunan orang yang berkeringat dengan risiko terinjak, terdorong, dan sebagainya.

Pasrah, kamu pesen deh tuh minuman yang mengilangkan kesadaran. Seringkali, kalau yang namanya orang going out to nightclub itu minum untuk melupakan sejenak semua masalah dan keluar dari rutinitas. Lain cerita kalau party itu sendiri udah jadi rutinitas. Setelah dua sampai tiga jam party, sisanya adalah 5 sampai 6 jam hangover, pinggang pegel, budeg gegara musik yang kekencengan. Not really having fun, kan? Kalaupun kamu bersenang-senang, it’s gonna be the night you’ll never remember karena ya, kamu gitu-gitu aja having fun-nya. Sebentar juga udah lupa.

 

Friends?

Yakin mereka teman? (Sumber:)
Yakin mereka teman? (Sumber:Photo Credit: avarty via Compfight cc)

Oke, sadarkah kamu kalau party bukan tempat yang tepat untuk hangout sama temen-temen? Katakan kamu dateng bertiga. Dua temen kamu dapet kenalan dan punya kepentingan untuk afterparty. Kamu, karena nggak dapet, ya ditinggal. Kamu juga nggak bisa berharap mereka bakal ninggalin ‘kenalan baru’-nya demi kamu, dong. Itu temen?

Belum lagi, kalau perkara spend time with bro atau sista yang berkualitas tentu melibatkan berbagi cerita. Tapi kalo di party, boro-boro curhat dari hati ke hati, kamu mau pamit ke kamar mandi aja harus screaming kaya penyanyi band metal.

Dan, yang namanya party dan kamu party-nya all night, pasti ada satu orang yang jadi tumbal nggak bisa ikut seneng-seneng karena dia jadi your ticket home atau lebih tepatnya your ride home. Kamu seneng-seneng, dia duduk aja bengong, ngantuk, tapi harus terus di situ, supaya temen-temennya yang lagi asyik itu nantinya bisa pulang dengan selamat. Bahkan kadang dia yang ngurusin kalian sampe nganterin satu-satu ke mobil, bantuin kamu kalo mau muntah atau nyariin aspirin jam 4 pagi gegara kamu pusing. Itu temen?

Bukannya lebih baik kalian spending time bareng di restoran atau di cafe, ketawa-ketiwi sampe pagi, atau malah nginep di salah satu rumah temen dan ngobrol semalam suntuk. Aman, and nobody left behind?

 

Getting tricked by business

Getting tricked by business. (Sumber:)
Getting tricked by business. (Sumber:)

Pasti pernah denger Thrift Shop-nya Macklemore ft. Ryan Lewis. Nah, mengutip lirik dari lagu itu, sebenernya kamu tanpa sadar jadi konsumeris ketika kamu kecanduan party, dan kamu ditipu sama yang namanya party. Nggak sadar? Coba perhatiin bener-bener ketika kamu pergi party. Nightclub itu sebenernya cuma bar dan dance floor, lampunya digelapin, suara musik digedein, harga minuman dinaikin. Iya, nggak? Mirip sama dihipnotis kan? Kamu nggak bisa lihat dengan jelas, nggak bisa denger, dan tanpa sadar duit udah melayang aja. Pulang-pulang pusing. That’s you, getting tricked by business. Kalo kamu terpesona sama party-party yang digambarin di semua video klip Pitbull, nggak semua party begitu. Bam.

Welcome to reality.

 

Risks

Risk (Sumber:)
Risk (Sumber:Photo Credit: pones! via Compfight cc)

Ini salah satu alasan kenapa kamu nantinya akan berhenti sering-sering party. Di ruang publik yang namanya party, kamu punya risiko tinggi untuk terkena kemalangan, dari yang namanya diajak berantem karena numpahin minum orang, kecopetan atau kehilangan dompet, kacamata jatoh dan keinjek, sampai kaki keinjek di dance floor. Yang lebih parah adalah kamu punya kemungkinan going home with the wrong person. Lagian, jujur deh, seberapa besar sih kemungkinan kamu ketemu the love of your life dalam situasi ini?

 

Better things to do

Better things to do  (Sumber:)
Better things to do
(Sumber:Photo Credit: pones! via Compfight cc)

And it’s all come to this. Berpikir lagi sedikit lebih keras dan kamu bakal sadar kalau punya banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk bersenang-senang. Jadi orang yang ketagihan party nggak pernah berakhir baik, jadi mending kurang-kurangin deh dari sekarang, biar nggak ketinggalan sama mereka yang masa depannya under construction. There are always better things to do.

Kamu yang punya hobi dan bakat bisa berkarya, manjain intelejensi dengan berkreasi, kaya yang dibilang Einstein, “creativity is intelligence having fun”. Kamu bisa stay di sofa, nonton tv, buka laptop streaming Netflix, main musik, gambar, baca, nulis bahkan bisa tidur dengan nyaman dan bangun tanpa kepala pusing karena baru kehilangan duit. Mending duitnya ditabung, lalu kamu bisa belanja Xbox keluaran terbaru atau iseng-iseng investasi kos-kosan dari hasil tabungan kamu. Lumayan? Banget!

Jika kamu setuju dengan pikiran kami, share artikel ini via Facebook, Twitter, dan Line supaya mereka yang masih terperangkap sama party dan lebih sering liat layar hp dibanding matahari pagi bisa terselamatkan dan kembali menghadapi kenyataan!