Buat Kamu Anak FEB UI; Mesti Bangga Nih, FEB UI Terbaik di Indonesia!

Hai anak UI!

Cung tangannya yang ngaku anak FEB UI! Kabar gembira buat kalian, FEB UI baru saja diberi gelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis terbaik di Indonesia. Selamat ya!

FEB UI yang dulunya bernama FE UI ini mendapatkan peringkat nomor wahid sekolah bisnis terbaik di Indonesia dan ke 39 dari 150 sekolah bisnis terbaik di Asia. Pemeringkatan itu dilakukan dan dirilis The Eduniversal Best Business School Ranking. Fakultas yang juga sering dianggap “Ngitungin duit orang” itu juga dapet penghargaan 3 Palmes of Excellence dimana FEB UI masuk ke dalam klasifikasi Excellent Business School with Reinforcing Internal Influence. Wah makin top nih FEB UI!

Anyway, negara-negara yang diikutsertakan Eduniversal berjumlah 154 negara di sembilan zona geografis, yaitu Afrika, Amerika Latin, Amerika Utara, Asia Tengah, Asia Timur, Eropa Barat, Eropa Timur, Eurasia, dan Timur Tengah, serta Oseania. Di antara zona-zona itu, kampus makara masuk ke dalam zona Asia Timur yang terdiri dari 17 negara dengan 150 sekolah bisnis terbaik di dalamnya. Dan FEB UI jadi yang terbaik dari tujuh sekolah bisnis Indonesia yang ikut diseleksi! Awesome!

Dari berbagai kategori dan klasifikasi penilaian yang dilakukan Eduniversal, mulai dari pemilihan sekolah bisnis berdasarkan negara atas Kriteria Kuantitatif dan Kriteria Kualitatif, Kriteria Internasionalisasi, hingga Pemungutan Suara Dekan dari berbagai sekolah bisnis, kita pengen coba klasifikasi sendiri nih kenapa FEB UI bisa jadi yang terbaik!

 

Alumninya

Siapa sih yang nggak kenal sama Ibu yang satu ini? (via brilio)

Siapa yang nggak kenal Sri Mulyani? Itu lho Menteri Keuangan RI di dua rezim, SBY dan Jokowi, dan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia! Wanita Indonesia pertama yang berhasil menembus Bank Dunia! Ini jugalah yang menjadi penyebab FEB UI terkenal seantero Indonesia.

Nggak cuma Sri Mulyani, kesuksesan film AADC 2 yang berhasil melepas rindu kepergian Rangga dalam film AADC di tahun 2016 juga bisa jadi biang keladi kenapa FEB UI jadi yang terbaik guys. Kalian pasti tau dong siapa yang berperan sebagai Cinta di film itu? Yap, Dian Sastro Wardoyo. Dia juga merupakan lulusan Magister FEB UI loh! Karena admin suka sama film AADC dan Dian Sastro, jadi klasifikasi ini sangat penting untuk menjadikan FEB UI jadi yang terbaik di Indonesia, hehehe.

Banyak juga alumni FEB UI lain yang berhasil membawa nama baik kampus perjuangan ke ranah nasional dan internasional. Ada Soemito Djojohadikoesoemo, Rhenald Kasali, Andrea Hirata, Fahri Hamzah, dan masih banyak lagi.

 

Passing Grade-nya

Gedung perkuliahan yang menjadi saksi akan passing grade aduhai (via depoknews)

Passing Grade merupakan standarisasi penilaian dan peluang seorang calon mahasiswa bisa masuk ke dalam suatu jurusan di universitas yang dipilih. Dari tahun ke tahun, analisa passing grade ini selalu hadir dan membuat galau calon mahasiswa nih. Sebab, dari passing grade itu mereka bakal bisa memprediksi tingkat kelulusan dan peluangnya masuk.

Di UI, passing grade FEB UI merupakan fakultas yang menyimpan passing grade tinggi, diantaranya Akuntansi 57%, Manajemen 51%, Ilmu Ekonomi 50%. Tuh kan, gede-gede kan passing grade-nya, makanya FEB UI ini dikenal juga mahasiswanya pinter-pinter, dan susah masuknya.

 

BACA JUGA: Fakta dan Tudingan yang Sering Dirasakan Anak FEB UI

 

JGTC UI

Kemeirahan Jazz to Campus 39 (via wagomu)

Ah kalo yang ini kalian tau dong, acara tahunan yang diadain FEB UI ini sudah meng-Indonesia banget. Buat para pecinta musik Jazz, JGTC atau Jazz Goes To Campus buatan anak FEB UI ini udah kaya pagelaran akbar yang terdaftar dalam agenda ‘HARUS NONTON’. Karena JGTC jugalah, FEB UI jadi banyak dikenal dengan mahasiswanya yang jago bikin event bertaraf SNI (Standar Nasional Indonesia). Bahkan, bintang-bintang musik Jazz internasional juga selalu dihadirkan untuk memeriahkan acara ini lho guys!

Buat kamu para pecinta musik Jazz, setuju banget dong pasti kalo FEB UI jadi fakultas bisnis terbaik di Indonesia! Buat fakultas lain yang nggak setuju, udah setuju aja, biar tahun depan JGTC UI artisnya makin banyak, dan guest star-nya ditambah! Ehehehe

 

Fakultas Terkaya

Parkiran FEB UI yang dipenuhi dengan mobil-mobil mewah (via feb.ui.ac.id)

FEB UI adalah fakultas yang paling deket dengan uang. Setiap hari para mahasiswanya selalu ngebahas ekonomi, dari uang sampai……. uang. Iya dong, walaupun ngebahas pembangunan, kan tetep kalo mau bangun sesuatu butuh uang. Karena setiap hari berurusan dengan pendanaan, keuangan, kebijakan keuangan, ekonomi keuangan pembangunan, maka FEB UI fix banget deh jadi fakultas yang paling kaya karena ngomonginnya uang mulu. Ehehehe.

Nggak cuma itu alasannya, mereka juga dikenal sebagai fakultas yang punya mahasiswa bergaya hidup glamor dan hedon guys! Nggak percaya? Cek aja area parkir FEB UI, kalian bakal nemuin berbagai kendaraan yang mewah dan mahal! Masih nggak percaya? Acara-acara yang mereka adain juga tarafnya luas bahkan nasional dengan tak jarang kurangnya sponsorship, tapi tetep jalan tuh acara!

 

Ceweknya Cakep-Cakep

Dian Sastro, alumni FEB UI (via selebupdate)

Karena admin cowok, jadilah kriteria klasifikasi kenapa FEB UI pantas menyandang gelar fakultas bisnis terbaik di Indonesia ini karena; CEWEKNYA CAKEP BROOOO. Nggak cuma cakep, cewek FEB UI rata-rata udah cakep, pinter, apalagi kalo ngomongin duit… Beuhhh pinternya nggak ketulungan! Apalagi kebanyakan cewek di FEB UI itu pola pikirnya lebih terbuka, dan bisa melihat sesuatu dengan pemikiran yang luas.

Karena kegemarannya berpikir luas dalam menyikapi sesuatu, ketika ada cowok yang naksir dia, cewek FEB UI bakal mencari tau dulu asal-usul itu cowok. Investigasi mandiri ala cewek FEB UI itu udah kayak kerjaannya yang kalo disuruh nyelesaiin kasus perusahaan yang mau bangkrut, mereka bakal nyari tau gimana cara itu cowok ngatur keuangan, memajemen waktu, diri, dan kepribadian, dan nggak kalah penting adalah prospek masa depan si cowok…..

 

BACA JUGA: Mengenang Ireng Maulana, JGTC UI 2016 Bertema “Jazz is the Moment”

 

Nah, itulah kenapa FEB UI bisa jadi fakultas bisnis nomor satu di Indonesia! Selain indikator penilaian Eduniversal, ya karena indikator yang dibuat admin juga berpengaruh *eh. Yuk bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian, biar orang-orang tau dan mau masuk ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang sudah dinobatkan menjadi yang terbaik di Indonesia!

Teknik Metalurgi dan Material? Teknik Ngeramal Cuaca, ya?

Selamat pagi, civitas academica Universitas Indonesia! Hari ini cuacanya mendung ya, sesuai dengan ramalan cuaca yang disebutkan.

Eh! Ngomong-ngomong tentang ramalan cuaca, denger-denger ada jurusan di UI nih yang mempelajari tentang hal tersebut. Apa tuh? Metalurgi ya kalo ga salah? Bukan, atuh! Itu mah Meteorologi!

Iya, gue akui kalo Metalurgi dan Meteorologi emang mirip-mirip sebutannya, tapi ternyata mereka sangatlah berbeda. Yang satu mempelajari tentang logam, yang satu lagi mempelajari tentang atmosfer. Emang sih, metalurgi ini masih kurang terkenal di kalangan masyarakat awam, mepet-mepet masyarakat taunya kayak tadi, “Metalurgi itu yang ngeramal cuaca, ya?”

Nah, karena yang lebih sering disebut dan didenger adalah Meteorologi yang mempelajari tentang cuaca plus berhubung mirip juga sebutannya itu, maka yaudah mereka pada menganggap disamain aja dah.

Demi mencerdaskan kehidupan bangsa, kali ini anakui.com akan membahas tentang hal tersebut, karena penerapan ilmu metalurgi ini secara gak langsung ada deket banget loh di sekitar kita. Yuk mari!

BACA JUGA: Teknik Gak Sekadar Mesin dan Elektro, Yuk Kenal Lebih Jauh Tentang Teknik Industri

 

Jadi, Bedanya sama Meteorologi Apa, Dong?

Mahasiswa Teknik Metalurgi UI yang nantinya bakal belajar tentang logam dan material via immt-ftui
Mahasiswa Teknik Metalurgi UI yang nantinya bakal belajar tentang logam dan material via immt-ftui

Wah beda banget pokoknya. Metalurgi ini belajar logam dan tetek bengeknya, meteorologi belajar atmosfer dan tetek bengeknya pula. Oh iya, karena penulis berasal dari UI, maka dalam tulisan ini akan dipersempit jadi Teknik Metalurgi UI aja ya. Di UI itu sendiri, jurusan ini namanya bukan cuma Teknik Metalurgi doang, tapi Teknik Metalurgi dan Material. Kenapa kok ada material-materialnya ya? Sebelumnya, mari kita kupas dulu sebenernya metalurgi itu apa sih, dan material itu apa pula.

Metalurgi adalah bidang ilmu keteknikan yang membahas tentang proses pengolahan mineral (termasuk pengolahan batu bara), proses ekstraksi logam dan pembuatan paduan, hubungan perilaku sifat mekanik logam dengan strukturnya, proses penguatan logam serta fenomena-fenomena kegagalan dan degradasi logam.

Sedangkan Material adalah bidang ilmu keteknikan yang membahas tentang sifat-sifat bahan dan hubungan antara struktur bahan dan sifatnya serta mempelajari tentang desain berbagai jenis material (logam, plastik, keramik, komposit) untuk aplikasi tertentu.

Jadi dapat disimpulin kalo Teknik Metalurgi dan Material itu adalah ilmu yang mempelajari mengenai karakteristik, cara pengolahan, dan rekayasa logam dan material yang ada di sekitar kita. Selain itu, bidang studi ini juga berusaha mengembangkan dan meningkatkan karakteristik dari material—sejalan dengan pengetahuan tentang perilaku dari sifat-sifat material seperti kekuatan, ketangguhan, kekerasan, optik, ketahahanan korosi, dan lain-lain.

Gimana, bisa bayangin dong luas banget cakupannya? Apalagi di UI itu sendiri gak ada penjurusan lagi dalam jurusan ini. Jadi, otomatis kamu akan belajar dua-duanya, baik metalurgi maupun material, karena logam (metal) merupakan bagian dari material, jadi metalurgi dan material merupakan dua hal berkaitan yang sangat sulit untuk dipisahkan. Kalo kata orang-orang sih, “there is no engineering without materials.” Iya atau iya?

 

Passing Grade-nya Rendah ya? Kok Gue Jarang Denger?

Teknik Metalurgi dan Material baru ada 7 di Indonesia via immt-ftui
Teknik Metalurgi dan Material baru ada 7 di Indonesia via immt-ftui

Bukan passing grade-nya yang rendah, tapi kamunya aja yang kurang piknik. Kalo pun kamu tau passing grade-nya berapa, pasti langsung minder duluan deh (menghina). Gak deng. Kalo kamu jarang denger, mungkin karena Teknik Metalurgi dan Material ini baru ada 7 di Indonesia. Langka banget, kan? Kebayang gak tuh gimana eksklusifnya jurusan ini? Beberapa kampus penyedia jurusan Teknik Metalurgi dan Material antara lain:

  • Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia (UI)
  • Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Teknik Material Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Teknik Metalurgi dan Material Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB)
  • Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI)
  • Teknik Metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

Selain itu, semuanya terhimpun dalam Perhimpunan Mahasiswa Metalurgi dan Material se-Indonesia (PM3I) loh! Jadi akan seru banget tuh kalo temen-temen mau nambah relasi dan kenalan sama mahasiswa dari universitas maupun institut lain.

 

Belajar Apa Aja Sih?

Apa aja yang dipelajari dari teknik matalurgi via metallurgy.itb
Apa aja yang dipelajari dari teknik metalurgi? via metallurgy.itb

Sesuai namanya, kita mempelajari tentang logam dan material lain yang menyusun suatu bahan, kayak polimer, keramik, dan komposit. Buat kamu yang seneng banget sama kimia, apalagi proses pengolahan logam dan tabel periodik unsur-unsur di kelas 12 itu, cocok banget buat masuk sini karena kita akan memperdalam mengenai hal tersebut. Intinya kita akan mempelajari tentang pengembangan proses desain dan manufaktur material, termasuk proses ekstraksi dari alam hingga aplikasi material dalam kehidupan sehari-hari.

Kalo ditanya mata kuliahnya, di UI itu ada mata kuliah:

  • Kimia Dasar yang mempelajari tentang dasar-dasar kimia, sebagian besar ngingetin kamu sama Kimia yang udah dipelajarin di SMA.
  • Kimia Analitik yang kayak main tebak-tebakan, di sini kamu akan dituntun gimana sih caranya menganalisis ada unsur-unsur apa aja sih yang terdapat dalam suatu larutan yang sama sekali kita gak tau.
  • Termodinamika yang mempelajari tentang kemungkinan terjadinya suatu reaksi kimia beserta kesetimbangannya.
  • Kimia Polimer yang mempelajari struktur dan segala hal terkait dengan polimer.
  • Metalurgi Fisik yang mempelajari karakteristik dan sifat mekanis suatu material.
  • Pengolahan Mineral beserta Metalurgi Ekstraksi yang mempelajari gimana caranya mengolah bahan galian tambang menjadi barang setengah jadi sampai barang jadi, dan masih banyak lagi deh pokokoknya!

Gimana? Tertarik melihat mata kuliah mata kuliahnya? Tenang, jangan bilang gak mau masuk jurusan ini dulu kalo belum baca prospek kerjanya gimana!

 

Kalo Udah Gede Ngapain?

Setelah lulus, bakal ke mana? via immt-ftui
Setelah lulus, bakal ke mana? via immt-ftui

Kalo bahas prospek, sebenernya jurusan Teknik Metalurgi dan Material ini bisa di bidang pekerjaan apa aja, seperti jadi inspector atau process engineer/metallurgist. Menjadi inspector adalah salah satu pilihan yang tepat. Menginspeksi, mengecek mesin, memastikan proses berjalan dan alat dalam kondisi yang standar adalah sebagian aktivitas di perusahaan. Pilih aja sesuka hati kamu, bisa jadi Corrosion Inspector, Welding Inspector, atau Failure Analyser. Kalo jadi Metallurgist, kamu akan kerja di dunia pertambangan, khususnya mineral logam. Nanti kamu yang akan menentukan parameter operasi untuk memastikan reaksi pengambilan material berharga dari pengotor berjalan dengan maksimum serta melakukan proses pemurnian logam.

Kalo ditanya bisa kerja di mana aja, nih banyak banget loh ya!

  1. Bidang Industri Pertambangan (PT Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT Timah, PT Newmont Nusa Tenggara, Industri Semen, Pengolahan Mineral Bahan Keramik dan Bahan Reraktori).
  2. Bidang Industri Ekstraksi dan Peleburan Logam (PT INCO, PT Aneka Tambang, PT Timah, PT Inalum, PT. Krakatau Steel, dll).
  3. Bidang Industri Manufaktur (Industri Pengecoran Logam, Industri Otomotif, Pesawat Terbang, Kereta Api, Perkapalan, Industri Pembuatan Mesin dan Komponen).
  4. Bidang Oil and Gas (sebagai Corrosion Engineers, Pipeline Risk & Assesment, dan Metallurgical Failure Analyst).
  5. Bidang Penelitian, Akademisi, dan Pemerintahan.

Nah, banyak banget kan? Yup! Hal ini dikarenakan seorang Metallurgy and Materials Engineer mengerti dan menguasai sifat dan cara pembuatan material yang ditemui sehari-hari. Mulai dari badan dan mesin mobil, badan pesawat, plastik kemasan, alat komunikasi, keramik insulator, filament x-ray yang terbuat dari metallic powder hingga material tercanggih yang ada saat ini seperti titanium dan fiber composites yang digunakan pada pesawat luar angkasa, ginjal buatan, body implants dan superkonduktor, itu semua merupakan gambaran pengembangan material dan teknik manufakturnya.

Dengan pengetahuan dasar tetang sifat-sifat material maka penemuan dan pengembangan material-material baru beserta produk-produknya akan meningkatkan kemampuan dari material yang telah ada menuju material yang lebih kuat, aman, dan tahan lama. Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan tenaga insinyur metalurgi dan material terus meningkat seiring dengan makin meningkatnya tuntutan kebutuhan hidup manusia pada umumnya, pada lapangan pekerjaan yang sangat luas dan beragam

Akan tetapi, jangan milih jurusan apa pun karena prospek kerja semata, ya. Bisa sih kamu memilih jurusan ini karena prospek kerja, tapi jangan jadiin motivasi utama kamu. Bagus kalo kamu emang tertarik dengan jurusan ini karena passion kamu banget, tapi kalo setengah-setengah dan cuma tertarik sama prospek kerja… coba dipikir ulang deh. Kuliah itu gak main-main, banyak yang membutuhkan kesungguhan niat dari dalam diri kamu. Kuliah itu bukan cuma masalah nanti pas udah kerja dapet uangnya gimana dan berapa besar karena persaingan di luar sana keras banget loh, dapet kerja pasti butuh perjuangan dan self-quality yang baik.

Nah, daripada nanti kamu nyerah di tengah jalan dan gak kuat survive, mending kamu ambil jurusan kuliah yang kamu banget tanpa mengkhawatirkan mengenai nanti kerja di mana tapi kamu enjoy jalanin kuliahnya! Intinya jangan jadikan prospek kerja itu tujuan utama, tapi cukup sebagai motivasi pendukung aja. Penulis sendiri aja bingung kenapa dulu milih jurusan ini, tapi ya nikmatin aja.

 

Kehidupan Perkuliahannya Keras Gak?

Gak cuma kuliah, kamu juga bisa mengembangkan diri lewat organisasi yang ada via immt-ftui
Gak cuma kuliah, kamu juga bisa mengembangkan diri lewat organisasi yang ada via immt-ftui

Ya elah, Bro, masuk sini aja belom tentu, udah nanya perkuliahannya keras apa engga aja. Kalo ditanya keras apa engga, coba bayangkan sendiri aja. Jurusan Teknik Metalurgi dan Material masuk ke dalam Fakultas Teknik yang kamu tahu sendiri isu-isunya kayak gimana. Ya, jangan jadi penghalang kamu kalo ingin sekali masuk jurusan ini, masa gitu aja udah ciut. Hehehehe.

For your information aja, Teknik Metalurgi dan Material UI yang terkenal dengan warna hijaunya ini juga memiliki wadah buat kamu semua yang tertarik di bidang organisasi maupun keilmiahan loh! Pas banget buat kamu yang gak mau cuma kuliah doang tapi sekaligus mengembangkan diri. Ada Ikatan Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material (IMMt FTUI), National Associaton of Corrosion Engineers SC-UI (NACE SC-UI), dan Nanomaterials Science and Engineering Research Society FTUI (NANO FTUI). Pastinya wadah-wadah tersebut akan membantu kamu untuk menjadi individu yang gak cuma baik dalam hal akademik, tapi juga dalam hal manajemen waktu kamu. Secara ya, kuliah kan beda banget sama SMA, harus memiliki manajemen waktu yang baik.

Balik lagi, akan sekeras apa sih emang? Udah gak zaman kali diskriminasi antar angkatan. Paling kalo ada orang-orang yang bilang kuliah teknik itu keras, itu maksudnya keras sama tugas-tugas dan praktikum, kok!

Yak kira-kira begitulah review singkat mengenai jurusan Teknik Metalurgi dan Material, semoga tulisan ini membuka pikiran siapa pun yang baca kalo metalurgi itu bukan ilmu yang ngeramal cuaca-cuaca gitu, ya!