4 Cara Menjadi Kupu-Kupu High Class

Sebagai mahasiswa, banyak peran yang bisa kamu pilih. Kalo yang udah menstrim mah peran-peran itu kebagi menjadi tiga: kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat), kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang), dan kunang-kunang (kuliah-nangkring-kuliah-nangkring). Di antara ketiga peran itu, kupu-kupu adalah peran yang paling sering dianaktirikan. Biasanya, anggapan yang muncul kepada para kupu-kupu adalah

“Nggak punya jiwa kepemimpinan karena nggak aktif organisasi,”

“Nggak keren karena nggak bisa mimpin demo dan nggak punya jabatan,”

“Nggak punya faedah,”

“Ansos garis keras”, dan

“Jomblo akut”.

Anggapan-anggapan tersebut agak ngeselin, walaupun sebenernya ada benernya.


Namun, jangan salah. Nggak semua kupu-kupu punya kualitas demikian. Di antara para kupu-kupu, ada sekelompok tertentu yang secara otomatis dapat mematahkan anggapan-anggapan tersebut dengan kualitas yang mereka miliki. Contoh dari mereka adalah B. J. Habiebie, Dian Sastro, Chairul Tanjung, Nicholas Saputra, bahkan sampe Imam Syafii. Mereka-mereka itulah yang disebut sebagai kupu-kupu high class: punya manfaat, keren, dan tentunya berkelas. Nah, selalu ada harapan biar bisa jadi kayak mereka, yaitu dengan ngikutin cara-cara di bawah ini:

 

BACA JUGA: Cara Sederhana Membentuk Jati Dirimu Selama Kuliah di Kampus Kuning

 

Kerja/Bisnis

Just do what you love and love what you do!

Cara pertama yang bisa kamu lakuin adalah dengan bekerja yang kamu dibayar dari pekerjaan kamu atau dengan berbisnis. Bekerja di sini bisa dilakukan secara freelance atau part-time (sebenernya kalo mau full-time oke-oke aja selama nggak bentrok sama jadwal kuliah kamu). Pekerjaan yang diambil mahasiswa tuh biasanya guru privat, desainer, translator, dan jasa penulisan, tapi kalo kamu mau kerja yang lain nggak masalah tentunya.

Sementara itu, kalo kamu bisnis, kamu bisa bisnisin apa aja yang kamu bisa. Bahkan, kalo kamu cuma bisa bisnis gorengan ya nggak papa, jadi nggak mesti harus bikin start-up. Kalo dari bisnis gorengan aja kamu bisa punya penghasilan yang besar, nantinya kamu bisa ngembangin bisnis tersebut ke bidang bisnis lain yang lebih besar. Idealnya, dengan kerja/bisnis, kamu bisa dapetin uang yang banyak, terus bisa kamu kembangin buat bikin perusahaan dan membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat Indonesia. Kalo di tengah jalan nantinya ada yang bilang kamu pragmatis atau bahkan kapitalis, biarin aja karena emang kenyataannya begitu, yang penting kamu nantinya bisa ngasih manfaat ke banyak orang, termasuk ke diri kamu sendiri dan orangtua kamu.

 

Ngembangin Skill

Setiap orang punya skill masing-masing, setiap kamu itu keren!

Kedua, dalam jadwal-jadwal kosongmu sebagai kupu-kupu, coba alihkan waktu untuk bermain game menjadi waktu untuk ngembangin skill. Hal ini berguna karena nantinya perusahaan nyari orang yang punya skill buat ngelakuin pekerjaannya, kalo orientasi kamu buat kerja. Kalo kamu nggak berorientasi buat kerja, ngembangin skill bisa diarahkan untuk memberi manfaat kepada sesama, atau seenggaknya bisa buat ikut audisi American’s Got Talent. Contoh skill yang bisa kamu kembangin adalah skill bahasa asing (kalo standarnya mahasiswa cuma bisa bahasa Inggris, kamu bisa 6 bahasa PBB), desain, kepenulisan, musik, public speaking, negosiasi, dan lain-lain.

 

Jadi Ilmuwan

Nobody said it was eeeasyyy…

Cara yang ketiga ini paling berat, tapi kalo kamu berhasil di sini, kamu akan mengangkat derajat dirimu dan seluruh bangsa mahasiswa kupu-kupu sedunia. Kamu harus berkutat dengan buku-buku dan jurnal-jurnal, mikir lebih banyak, dan bakal lebih sering ngomong sama dosen. Nggak cuma itu, dalam prosesnya, kamu juga harus siap dianggap nggak punya banyak temen, disalahpahami, dibilang aneh, dan cenderung lebih lama hidup sendiri. Namun, ketika kamu berhasil menjadi ilmuwan, kamu bakal dicari di mana-mana, dibutuhkan di banyak tempat, dan mungkin perkataanmu bakal sering dikutip baik oleh mahasiswa, dosen, ataupun masyarakat umum. Selain itu, yang paling penting adalah kamu telah membantu bangsa secara konkret dengan sumbangan ilmu pengetahuanmu.

 

Ikut Casting

Ikut casting aja, kali aja kamu bisa terkenal.

Nah, cara yang terakhir ini mungkin nggak sekeren cara-cara sebelumnya. Namun, jangan pernah meremehkan cara yang satu ini. Apabila kamu lulus casting dan bisa memerankan peran dengan baik, nantinya kamu akan bisa jadi publik figur. Dengan menjadi publik figur, kamu bisa memengaruhi masyarakat sesuai dengan yang kamu mau. Misalnya, ketika kamu resah dengan kondisi kebersihan di lingkungan Depok, kamu tak perlu lagi nulis panjang-panjang di linimasa LINE dan tak perlu lagi bikin diskusi publik, cukup dengan melakukan ajakan bersih-bersih di lingkunganmu kepada fansmu, kamu bisa menggerakkan banyak massa untuk melakukan aksi bersih-bersih lingkungan. Juga, kamu bakal bisa memiliki tabungan pahala untuk akheratmu kelak karena dengan menjadi artis, besar kemungkinan kamu bakal dibikin jadi stiker LINE yang selain bisa membantu dalam memperbaiki estetika ruang obrolan dan komentar, juga bisa digunakan untuk melawan hegemoni dan dominasi stiker macam Karyotubruk dan Luthfi!!!

 

BACA JUGA: Seperti Apa Mahasiswa UI Hari Ini di Mata Masyarakat?

5 Alasan Kuat untuk Memilih Suatu Kerjaan (Selain karena Passion)

Follow your passion. Saran ini sering kamu dengar atau lihat di mana-mana, kayak dari motivator, buku, bahkan teman. Masalahnya, memilih pekerjaan tidak sesederhana mengikuti passion. Sering kali, kita belum tahu apa passion kita. Atau juga terkadang kita sudah tahu, tapi passion tersebut tidak selalu membawa kita ke pekerjaan yang kita suka.

Untuk kamu yang sedang bingung dalam memilih pekerjaan, berikut lima alasan kuat untuk kamu gunakan dalam memilih pekerjaan, selain saran follow your passion tentunya.

BACA JUGA: Dari 6 Kategori Karier Paling Populer Ini, Mana yang Cocok Buat Kamu?

 

1. Positive Impact

Cari pekerjaan yang menghasilkan dampak sosial positif untuk masyarakat via indonesiapr
Cari pekerjaan yang menghasilkan dampak sosial positif untuk masyarakat via indonesiapr

Memiliki pekerjaan yang menghasilkan dampak sosial positif untuk masyarakat bisa menjadi alasan yang kuat untuk kamu memilih satu pekerjaan. Memilih suatu pekerjaan hanya berdasarkan passion biasanya hanya akan menguntungkan dirimu sendiri, sementara pekerjaan dengan dampak sosial yang positif juga akan menguntungkan masyarakat sekitar. Pekerjaan seperti ini akan memberikanmu kepuasan lebih.

 

2. Location

Lokasi impian bisa jadi salah satu faktor penentu kamu cari pekerjaan via thefamilyinternational
Lokasi impian bisa jadi salah satu faktor penentu kamu cari pekerjaan via thefamilyinternational

Kalau kamu tahu pasti di lokasi mana kamu ingin menetap atau tinggal, maka memilih pekerjaan di lokasi tersebut bisa menjadi alasan yang kuat. Misalnya, kamu ingin lebih dekat dengan keluarga atau ingin mulai mencicil rumah di lokasi tertentu. Alasan-alasan tersebut cukup kuat untuk membuat kamu memilih pekerjaan di sekitar lokasi tertentu.

 

3. Financial well-being

Penghasilan yang cukup akan membantumu lebih tenang via glassdoor
Penghasilan yang cukup akan membantumu lebih tenang via glassdoor

Gaji memang bukan segalanya, tapi kesejahteraan kamu juga penting untuk dipikirkan. Memilih pekerjaan berdasarkan bagaimana pekerjaan tersebut akan mempengaruhi keuangan dan kesejahteraan kamu tidaklah salah. Penghasilan yang cukup akan membantumu lebih tenang dan tidak khawatir dengan biaya hidupmu, apalagi sebagai fresh graduates yang tidak lagi diberi uang jajan oleh orang tua.

 

4. Learning

Pekerjaan yang bisa kasih kamu banyak ilmu baru via ind8production
Pekerjaan yang bisa kasih kamu banyak ilmu baru via ind8production

Tidak masalah jika pekerjaan yang kamu pilih bukanlah passion atau panggilan hidupmu, selama pekerjaan tersebut memberikanmu banyak pelajaran berharga dan membantumu berkembang secara personal dan profesional. Jika suatu pekerjaan mengajarkanmu banyak skill yang ke depannya akan berguna di kariermu, maka kamu sudah punya alasan kuat untuk memilih pekerjaan tersebut.

 

5. Fear

Follow your fear via interfima
Follow your fear via interfima

Bagaimana jika, saran yang kamu ikuti bukanlah follow your passion, melainkan follow your fear? Mengambil pekerjaan yang terlihat sedikit berisiko dan membuatmu sedikit takut bukanlah hal yang buruk. Ada jenis ketakutan yang masuk dalam kategori the good fear, yang biasanya kamu alami saat menginginkan sesuatu namun takut tidak dapat mencapainya atau takut akan pendapat orang lain. Mengikuti rasa takut bisa menjadi alasan yang kuat untuk memilih pekerjaan yang mungkin akan membuatmu tumbuh dan berkembang lebih jauh lagi.

Jika keputusan kamu untuk memilih pekerjaan didasarkan atas lebih dari satu alasan di atas, itu berarti pilihanmu justru lebih baik lagi. Tidak ada pekerjaan yang sempurna, yang ada hanyalah pekerjaan yang cukup bagus untuk membuatmu sejahtera dan terus berkembang. Good luck!

Your Passion, Your True Strength

Oleh Wahyu Awaludin *** Terbetiklah kabar yang menggegerkan langit dan bumi. Kabar itu berasal dari dunia binatang.  Menurut cerita, para binatang besar ingin membuat sekolah untuk para binatang kecil. Mereka, para bintang besar itu memutuskan … Baca Selengkapnya