Hasil PEMIRA IKM FIK UI

Setelah pada tanggal 7 Desember 2008, pukul 6.30 WIB bertempat di Student Center FIK UI diadakan perhitungan suara untuk menentukan siapa saja yang terpilih menjadi anggota BPM FIK UI dan siapakah yang mendapatkan amanah besar … Baca Selengkapnya

PEMIRA FKG UI!!!

Seperti fakultas lain, FKG juga memasuki masa suksesi di bulan Desember ini. Oleh karenanya, diadakan PEMIRA untuk memilih ketua BEM FKG UI 2008 dan anggota BPM FKG UI 2008. Pemilihan kali ini berbeda dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya karena merupakan pemilihan setelah bergantinya periodisasi lembaga formal FKG UI yang dari tengah tahun menjadi akhir tahun.

Setelah Fajar Eka Saputra menjabat selama 1,5 tahun, berikut kandidat ketua BEM yang siap menggantikan beliau dan melanjutkan perjuangan mahasiswa FKG:

Baca Selengkapnya

Sedikit Kabar dari Fakultas Psikologi (Tentang Suksesi)…

Hiruk-pikuk Suksesi IKM Fakultas Psikologi UI sudah dimulai tepatnya tanggal 26 November 2007 lalu. Sedikit penggambaran tentang kondisi riilnya saja, ada dua calon ketua BEM (standar, ya? tapi setidaknya lebih baik dibanding dua tahun lalu yang cuma calon tunggal) yang akan berkompetisi untuk menduduki kursi nomer 1 di BEM F.Psi.

Baca Selengkapnya

Pemira IKM FIK UI

Pada tanggal 22 November 2007 besok akan diadakan Grand Opening PEMIRA IKM FIK UI. Diharapkan akan terpilih orang-orang yang benar istiqomah dalam mengemban amanah yang dipercayakan kepadanya. Adapun para kandidat yang akan berkompetisi di ajang ini adalah…

Kandidat Ketua BEM FIK UI:
1. Ferdias Ramadoni (05)
2. Rian Agus Setiawan (05)

Baca Selengkapnya

Pemilu IKM FTUI 2007

Temen-temen, sebelumnya perkenalkan dulu. Saya Ardiansyah, sekarang kuliah di jurusan Teknik Komputer dept. Elektro 2006. Mungkin temen-temen sering melihat nama saya jika menerima pamflet salah satu kandidat ketua BEM UI 2008. Tulisan ini adalah tulisan pertama saya di anakUI.com, saya seh berharap bermanfaat.

Sebagai informasi buat temen-temen, di IKM FTUI pada bulan ini ngadain yang namanya PEMILU IKM FTUI dimana dipilih kandidat ketua Ikatan Mahasiswa Departemen (IMD), Anggota Fraksi Departemen MPM FTUI, dan Ketua BEM FTUI.

Baca Selengkapnya

Kampanye MWA Unsur Mahasiswa di Fasilkom Ditunda

Tidak hanya calon Anggota Independen DPM UI dan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI saja yang melakukan kampanye. Majelis Wali Amanat Unsur Mahasiswa (MWA UM) pun melakukan kampanye untuk mengenalkan dirinya kepada warga UI, khususnya mahasiswa. Perlu diketahui bahwa calon MWA UM kali ini hanya satu orang, beliau adalah Salman Al Farisi (FMIPA 2004).

Calon Anggota Independen DPM UIdan Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI melakukan kampanye pada hari Rabu lalu di Fasilkom. Hari Jumatnya giliran Calon MWA UM. Awalnya, kampanye akan diadakan pada pukul 09.00 WIB, tetapi karena satu dan lain hal, kampanye diundur menjadi pukul 14.00 WIB.

Baca Selengkapnya

Pemira IKM UI 2007: Sepi..

Tidak terasa, kepengurusan BEM UI periode 2007-2007 (soalnya cuma satu semester) pimpinan duet M. Tri Andika (FISIP 2003) dan Rangga Zanuar (MIPA 2003) akan segera berakhir. Seperti biasa, sebelum kepengurusan BEM UI (juga DPM UI) berakhir, ada proses yang namanya Pemilihan Raya (Pemira) Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia, yang diikuti (harusnya) oleh seluruh mahasiswa UI untuk memilih pasangan Ketua dan Wakil Ketua BEM UI dan memilih anggota DPM UI..

Baca Selengkapnya

Ini 4 Hal yang Bisa Kita Lakukan saat Bosan Mendengar Umbar Janji Kampanye Pemira!

PEMIRA sudah di depan mata, mulai dari Ketua Himpunan, Ketua BEM Fakultas, Universitas, dan ketua-ketua organisasi atau komunitas lainnya. Proses pendaftaran hingga sidang verifikasi kesahihan calon ketua dan wakilnya sudah terlewati, dan sekarang tiba saatnya masa-masa umbar janji manis para calon pejabat tersebut. Pasti saat PEMIRA ini, teman-teman banyak yang ingin melihat siapa saja sih calon pemimpin kita nantinya, iya kan? Tapi, teman-teman juga pasti sudah bosan mendengar atau membaca janji-janji manis yang diumbar ke sana kemari untuk meluluhkan hati pemilihnya.

Kampanye bertujuan untuk mengenalkan diri, program kerja, dan pola pelaksanaan kerja organisasi yang dipimpinnya kepada calon pemilih. Sebenarnya, kampanye ini bersifat positif, terlebih lagi untuk memberikan solusi melalui rencana kerja yang dirancang masing-masing calon kepada pemilihnya. Nah, dari sini, kita sebagai pemegang hak suara juga bisa tahu apa saja yang akan dilakukan dan seperti apa track record masing-masing calon.

Akan tetapi, terkadang banyak juga lho calon-calon yang terkesan hanya mengumbar janji manis nan tak logis kepada pemegang hak suara. Nggak cuma itu, seringkali kita juga bosan dengan lantunan suara mereka ketika berkampanye, kan? Bukan hanya melalui pidato khas capres, tapi juga banyak banget pernak-pernik kampanye yang mengerubungi setiap wilayah teritori pemilihan, bahkan sampai di media sosial! Apalagi kriteria pernak-pernik kampanyenya cuma gitu-gitu aja, nggak kaya zaman kampanye Jokowi semasa jadi capres, para pendukung Jokowi kala itu membuat aplikasi game Flap Man Jokowi yang menunjukkan dia terbang di udara dengan tampilan superhero dan mencoba melawan korupsi.

 

BACA JUGA: Ini Kata Mereka yang Suka Aktif di Organisasi

 

Nah, kali ini penulis ingin memberikan beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat bosan melihat berbagai pernak-pernik kampanye di berbagai media!

 

Lihat wajahnya!

Kampanye Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2016 (via suaramahasiswa)
Kampanye Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2016 (via suaramahasiswa)

Cara pertama adalah lihat wajahnya. Bagi kalian yang sudah bosan mendengar lantunan janji calon pejabat organisasi, mending kalian lihat wajahnya saja. Kalau menurut kalian wajahnya enak dipandang, punya hidung yang unik, bibir yang sensual, atau kuping kucing, kalian pandangin terus! Dijamin, kalian nggak bakal bosan dengerin materi kampanye mereka. Wong denger juga enggak, cuma mandangin mukanya.

 

Corat-coret atau edit penampilan calon seperti tokoh superhero favorit kalian

Biar ga bosen, coba bannernya dijadiin tokoh fiktif aja (via modifikasi)
Biar ga bosen, coba bannernya dijadiin tokoh fiktif aja (via modifikasi)

Hal selanjutnya adalah make over penampilan calon pemucuk kekuasaan organisasi dengan kostum superhero favorit kalian. Hal itu akan buat kalian nggak bakal bosan mandangin pamflet atau poster yang berisi foto calon dan poin-poin kampanyenya. Kalian bisa corat-coret pamflet printnya dengan pensil atau pulpen, atau edit gambar-gambar yang tersebar di media sosial menggunakan software di PC kalian! Buatlah semirip mungkin dengan superhero andalan kalian dengan poin-poin kampanye semisal, menumpas kejahatan di dunia, menyelamatkan dunia dari kegelapan, atau membela kebenaran!

 

Buat pernak-pernik kampanye tandingan

Nah, cara ini pasti bikin kalian nggak bakal bosan lihat pernak-pernik kampanye dia lagi dia lagi di mana-mana. Bahkan, bukan cuma kalian yang nggak akan bosan, teman-teman kalian juga pasti malah ketawa sampe sembelit kalau kalian bikin pernak-pernik kampanye tandingan! Kalian cari teman kalian yang mau jadi pasangan calonnya, terus buat spanduk atau banner dan dipasang sebelahan sama calon petinggi kampus, abis itu jangan lupa juga share ke berbagai media sosial milik kalian, agar kalian bisa terkenal sebagai pasangan tandingan!

 

 

Buatlah video parodi kampanye dan debat calon di Instagram atau Youtube

Parodi kampanye Jokowi-JK untuk melawan kampanye hitam (via gopego)
Parodi kampanye Jokowi-JK untuk melawan kampanye hitam (via jpnn)

Cara ampuh lainnya adalah membuat video parodi kampanye dan debat calon untuk diunggah ke akun Instagram dan Youtube kalian. Dengan cara ini, dijamin kalian gak bakalan bosan dan justru senang dengan aktifitas kampanye PEMIRA setiap tahun, karena bakal nemuin video parodi yang mencerminkan ciri khas calon pemimpin organisasi masing-masing. Tentunya, video parodi ini juga bisa jadi bahan pertimbangan kalian memilih siapa yang paling lucu untuk dipilih saat PEMIRA nanti!

BACA JUGA: Inilah yang Gak Bakal Kamu Dapatkan Kalau Malas Berorganisasi di Kampus

 

Bagaimana? Ampuh bukan? Bagi kalian yang memiliki hal-hal lain yang bisa menghilangkan kebosanan semasa aktifitas kampanye PEMIRA, bisa dibagikan di kotak komentar! Jangan lupa bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar mahasiswa yang lain gak bosen lagi dengerin janji-janji para calon pemimpin!

Umumkan Ketua Baru, “ILUNI UI Rumah Kita” Siap Berkontribusi demi Alumni dan Almamater yang Lebih Maju

Halo, mahasiswa aktif maupun alumni Universitas Indonesia! Sambil menikmati waktu senggang atau menghayati sisa-sisa liburan yang ada, anakui.com akan memberikan berita terbaru mengenai kampus kuning tercinta ini. Yup, sesuai judulnya, Ikatan Alumni Universitas Indonesia telah menggelar musyawarah nasional Iluni ke VII di mana untuk pertama kalinya Ketua Umum ILUNI UI dipilih oleh seluruh alumni UI secara online.

Dalam Pemira ILUNI-UI tahun ini, beberapa nama telah bersaing dan memberikan usaha terbaiknya untuk membuat visi misi bagi kampus tercinta, diantaranya adalah Fahri Hamzah (FE 1994), Ivan Ahda (Psikologi 2003), Arief Budhy Hardono (Teknik 1985), Valdo Maldini (MIPA 2008), Jenderal (Purn)  Moeldoko, dan eks Komisioner KPK Chandra Hamzah. Para calon bersaing memperebutkan suara ribuan voters para alumni UI melalui e-voting.

BACA JUGA: Ada Apa Dengan Iluni UI?

Arief Budhy Hardono  terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI  via arief2iluni
Arief Budhy Hardono terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI via arief2iluni

Dan hasilnya adalah… Jeng jeng jeng! Arief Budhy Hardono, alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia, terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI periode 2016-2019 dengan perolehan suara sebanyak 5.878 suara atau 52,76 persen dari total pemilih 11.142 orang. Bang Arief mengungguli suara Ivan Ahda 860 suara (7,72 persen), Faldo Maldini 936 (8,4 persen) dan Chandra M. Hamzah 3.468 (31,13 persen). Sedangkan dua calon yang lain, yakni Moeldoko dan Fahri Hamzah mengundurkan diri terlebih dahulu sebelum dilakukan pemungutan suara.

Pemira ILUNI UI tahun ini berbeda dengan yang sudah dilakukan sebelum-sebelumnya. Awalnya, Pemira ILUNI UI menggunakan sistem perwakilan, di mana perwakilan fakultas yang mempunyai alumni lebih dari 10 ribu berhak mengirim perwakilan sebanyak sembilan orang, sedangkan fakultas yang jumlah alumninya di bawah 10 ribu berhak mengirim lima wakilnya untuk memilih. Total 120 orang yang akan memilih calon ketua.

Sekarang, Pemira dilaksanakan secara lebih demokratis. Total alumni UI mencapai 350 ribu orang, sedangkan yang terdaftar sebagai pemilih ada 32 ribu. Namun, yang tervalidasi dalam Pemira UI 22 ribu. Hasil Pemira Ketua Iluni UI 2016-2019 sudah lebih dari target, yakni mencapai 11 ribu pemilih. Tahun ini, kedaulatan ada di tangan alumni UI tanpa perwakilan.

BACA JUGA: Program Start Up Booster untuk Alumni UI yang Ingin Merintis Usaha

 

Kandidat yang memiliki tagline “ILUNI UI Rumah Kita” ini merupakan insinyur Teknik Sipil lulusan FTUI (1984-1990), yang pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FTUI pada 1988. Ia adalah Direktur Pionir Beton Indonesia (Subsidiary of Indocement Heidelberg) dan Direktur PT Citra Margatama Surabaya  (subsidiary of Citra Marga Nusantara – toll road), serta Sekjen Perbasasi (Persatuan Baseball dan Softball Indonesia).

Ternyata, Bang Arief sudah aktif berkontribusi di organisasi maupun kegiatan kampus pada masa kuliahnya, terbukti bahwa ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan Senat Mahasiswa FTUI, Kepala Seksi Operasi Yon Resimen Mahasiswa UI, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UI, Ketua Program Masa Bimbingan Mahasiswa Baru, sampai Kabid Pelayanan Alumni ILUNI FTUI.

“Tantangan menjadi ketua ILUNI UI ialah menyatukan semua ikatan alumni dari tingkat fakultas, wilayah, sampai komisariat untuk kembali ke rumah ILUNI UI, karena ILUNI UI mempunyai peran berkontribusi langsung memberikan informasi dan nilai tambah bagi almamaternya,” ucap Bang Arief mengenai tantangan yang mungkin di hadapi ke depannya selama mengemban amanah menjadi Ketua ILUNI UI.

Makara Kita Bikin Riuh Pemira UI

Riuh. Begitulah satu kata yang muncul di benak redaksi saat mengetik ‘Makara Kita’ di menu pencarian di microblogging Twitter. Sebagian besar dari kicauan mereka tentang Makara Kita edisi pertama ialah hujatan dan tendensius.   Redaksi … Baca Selengkapnya

Pemira UI Bukan Kotak Pandora

Menarik apa yang ditanyakan secara retoris oleh wartapemira edisi 2 (2010) dalam editorialnya, “mau sampai kapan kita terpecah-belah isu golongan?” Meski retoris, namun wartapemira tetap bersikukuh, “… sepertinya harus dijawab.” Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh … Baca Selengkapnya

Pemira dan Parokis

Beberapa waktu lalu layar televisi kita pernah dijejali oleh tayangan reality show misteri. Beralih kemudian ke reality show percintaan, beralih lagi ke musik. Terus berputar hingga kini kembali (lagi) penonton dijejali oleh tayangan misteri, persis … Baca Selengkapnya

Optimisme PEMIRA IKM UI 2010

Depok, 8 November 2010. Pikiran yang dilandasi tindakan akan menjelma menjadi kekuatan luar bias at untuk mencapai tujuan. Untuk itu optimism haruslah selalu dikedepankan untuk mengatasi semua tantangan. Hal inilah yang kami rasakan hari ini, … Baca Selengkapnya