Yang Beda di Universitas Indonesia ketika Liburan

Memasuki masa-masa kampus sepi karena liburan kayak gini, pasti ada aja perbedaan yang kamu rasain kalo liburan malah harus ke kampus. Entah itu untuk urusan rapat, semester pendek, dan hal-hal lain yang memaksakan kamu ke kampus. Tentu saja, yang tadinya banyak mahasiswa hectic jam delapan pagi di Gerbatama maupun Stasiun UI, sekarang malah adem ayem aja. Kerasa ya, bedanya, kan lebih sulit mengubah kebiasaan daripada melupakan, bukan?

Oleh karena itu, anakui.com merangkum kira-kira hal-hal apa aja sih yang membedakan Universitas Indonesia ketika liburan, biar kamu tambah kangen ngampus. Yuk langsung aja disimak!

BACA JUGA: Liburan, Sih Liburan! Tapi Jangan Lupa Sama Hal-hal Ini, ya!

 

Hawa Mengantuk Meningkat 10000%

Hawa ngantuk meningkat ribuan persen via vsebayang
Hawa ngantuk meningkat ribuan persen via vsebayang

UI dikenal dengan kampus hijaunya; bayangin aja pohon rindang di mana-mana, danaunya yang aduhai, serta semilir angin yang bertiup menambah keasrian si Pusat Ilmu Budaya Bangsa ini. Dikarenakan liburan, otomatis populasi manusia yang berkunjung ke sana berkurang secara drastis sehingga sangat sedikit kita dapati, paling yang kita temuin kalo gak pohon, tukang ojek, bikun, mobil dan motor beberapa yang lewat, dan semilir angin. Efeknya? Yak tepat sekali; oksigen segar akan semakin banyak karena hanya sedikit manusia yang menghirup, dan jengjeng… hawa ngantukmu akan meningkat drastis sampai 100000%!

 

Lebih Mudah Mendapat Kursi di Perpusat

Lebih gampang dapetin tempat duduk di perpus via Zenius
Lebih gampang dapetin tempat duduk di perpus via Zenius

Balik lagi, karena populasi manusia yang dateng ke kampus berkurang, otomatis yang dateng ke Perpusat juga berkurang, dan kamu bisa dengan mudahnya mencari kursi kosong di sana lengkap dengan stop kontaknya. Bisa buat nge-charge hape, laptop, masak nasi, manasin air, sampe nyatok rambut di sana juga boleh!

 

Antrean Sembako di Stasiun UI menurun

Antrean di stasiun berkurang via pasangmata
Antrean di stasiun berkurang via pasangmata

Kalo kamu anak kereta banget pasti gak asing lagi dengan fenomena ini: antrean sembako di stasiun UI yang bikin stasiun sesak dengan berbagai bentuk dan jenis manusia di antero jagat raya alam semesta. Itu biasanya terjadi pada periode perkuliahan pukul delapan pagi, Cuy. Kalo libur gini, biasanya stasiun UI mah selau selau aja, adem ayem, bahkan bisa dibilang damai sentausa. Kadang keadaan bisa berubah sedrastis itu ya.

 

Traffic SIAK-NG Meningkat

Traffic SIAK-NG Meningkat via teknonetwork
Traffic SIAK-NG Meningkat via teknonetwork

Gak usah ditanya lagi, entah mengapa justru libur-libur gini mahasiswa bukannya malah santai, tidur, jalan-jalan bersama kerabat terdekat, malah mereka sibuk mantengin website yang katanya membuat kita menjadi generasi penerus; SIAK-Next Generation.

Yak, awal liburan sih biasanya si SIAK-NG ini traffic-nya meningkat karena banyak yang buka untuk melihat si IP yang kalo dipantengin gak dipantengin pasti segitu-gitu aja kok, gak berubah, jadi santai aja.

Puncaknya, SIAK-NG ini akan mengalami down karena traffic yang super padat pada saat perang, karena semua saling sikut-sikutan masuk kelas yang dosennya dermawan. Aneh ya, pas masa aktif akademik perkuliahan malah traffic website-nya rendah, padahal itu website akademik yang memuat segala info akademik kita. Sebaliknya, saat liburan, di mana seharusnya off  mengenai dunia akademik untuk sementara, kita malah sibuk buka website akademik. Lyf.

 

Gak Usah Takut Bikun Pepes

Bikun ikut-ikutan sepi via cityanalysts
Bikun ikut-ikutan sepi via cityanalysts

Hal yang sangat langka ditemukan adalah Bikun yang adem ayem sepi aduhai ketika pagi hari, biasanya mah gak kalah sama kereta arah Jakarta kalo pagi-pagi; pepes. Jangan heran kalo biasanya banyak yang bete gara-gara banyak penumpang berdiri di pinggir deket pintu, padahal tengah masih kosong. Kejedug pintu otomatis tau rasa.

Di masa liburan ini, kamu bisa dengan bahagianya main bola dalem bikun. Luas Coy!  Adem pula. Jika kamu ingin tur keliling kampus, inilah waktunya. Gratis.

 

Tukang Bunga dan Balon Panen Hasil

Banyak yang berhasil lulus sidang via fa-musaffa
Banyak yang berhasil lulus sidang via fa-musaffa

Meski adik-adik sudah liburan dengan tenang di rumah sembari menunggu si SIAK ini memberikan kabar, masih ada kakak-kakak yang harus berjuang menghadapi dosen pembimbing beserta oleh-oleh revisinya. Tapi tenang. Walaupun demikian, rayakan saja dulu keberhasilan sidangmu dengan berfoto bersama bunga beserta balon-balon hurufnya; S.H, S.T, S.E, S.Teh manis, atau apalah itu yang keren banget dan bikin tukang bunga serta balon-balonan itu turut berbahagia. Selamat ya, Kak!

 

Lebih Eksis di Social Media

Lebih eksis di socmed via Kaskus
Lebih eksis di socmed via Kaskus

Kata orang, yang antimainstream itu lebih seru. Begitu juga dengan social media ini. Kadang kampus itu lebih sering terdengar namanya di social media ketika liburan daripada ketika rutinitas ataupun hari-hari biasanya. Mungkin karena udah bosen atau mungkin karena setiap hari ke situ kali ya jadi gak mau menodai social media dengan hal-hal berbau kampus, hahaha.

Coba aja liat Path kamu, pasti orang akan lebih senang check in lokasi di Universitas Indonesia ketika liburan ketimbang lagi kuliah, alih-alih dengan caption

“Masih ke kampus banget?”

Duh.

Kalo menurut kamu, apa aja sih hal yang beda di UI selama liburan? Yuk tulis aja dan diskusi rame-rame di kolom komentar!

Nah Ini Dia Tipe Cewek yang Sering Nongkrong di Kafe Korea UI

Anak UI semua pasti udah tau dong, kafkor itu apa? Bukan, bukan Takor, itu mah beda lagi, adanya di FISIP. Di Perpustakaan pusat UI ada restoran Korea dan kafe Korea atau lebih populer disingkat jadi Kafkor, ada di Kantin Sastra FIB UI. Kafkor ini hampir selalu ramai kalau nggak tutup, dan sering jadi tempat mejeng mahasiswi-mahasiswi. Nah, berikut ini ada 5 tipe cewek yang nongkrong di Kafkor.

Koreans” Girls

Gayanya nggak beda jauh sama mereka. (Sumber: everythingaboutseoul)
Gayanya nggak beda jauh sama mereka. (Sumber: everythingaboutseoul)

Nggak bisa disangkal, budaya Korea yang masuk ke Indo dalam bentuk K-Pop dan drama Korea itu udah menelusup sampai ke berbagai kalangan, termasuk ke kalangan mahasiswi. Saking ngefans sama budaya Korea, mereka sampai-sampai belajar dan menguasai bahasa Korea sederhana (efek samping drama Korea) dan mengenali budayanya hinggake kulinernya juga. Mungkin biar matching sama situasi hidup yang kini dipenuhi segala sesuatu tentang Korea, mereka juga sekaligus ingin ‘icip-icip’ rasa makanan korea yang biasanya hanya mereka saksikan di film-film atau lihat di Google.

Tipe cewek ini biasanya memiliki penampilan yang terpengaruh budaya korea. Misalnya rambutnya meniru salah satu personil girlband atau di kaosnya tampak boyband. Bukan hanya itu, mereka juga bisa sedikit bahasa Korea, bahkan bisa nulis pake huruf Korea dan membaca menu dengan fasih. Ketertarikan mereka pada Korea inilah yang membuat mereka bisa dibilang sebagai “koreanish” girl atau cewek yang “kekorea-koreaan”.

The “Baby it’s hot outside” girls

Ngadem.  (Sumber: Anita E)
Ngadem. (Sumber: Anita E)

Dandanannya nggak Korea banget, at least nggak menyamai tipe cewek yang ada di atas. Dateng berkelompok (sekitar 4 sampai 5 orang cewek, malah kadang ada satu cowok ngikut), siang-siang, dan dari 5 orang yang mesen cuma 2 dan itu pun cuma pesen minum. Itu tipe yang kedua, namanya ngikutin dikit dari judul lagu Baby it’s cold outside. Tipe cewek yang kedua ini memiliki alasan khusus atas kehadiran mereka di Kafkor: Ngadem, because baby, it’s hot outside.

Ngadem doang? Iya. Logis, karena biasanya siang-siang mereka ada jeda kelas sekitar satu sampai dua jam, lalu di Kafkor ada stop contact buat nge-charge iPhone, ruangan full AC, ada wi-fi dan masih di area kampus. Ekonomis, karena yang beli bisa aja cuma satu atau dua orang, tapi membawa kesejahteraan temporer untuk teman-teman lain yang ngikut ngadem.

Nugas girls

"Nugas" Girls. (Sumber: Irza A)
“Nugas” Girls. (Sumber: Irza A)

Nah, tipe yang ini lebih gampang dikenali. Biasanya mereka bawa-bawa buku dan/atau laptop, mesen appetizer dan minuman, lalu diskusi. Mereka pengin ngerjain tugas dan mereka juga agak laper. Mereka sering muncul di Kafkor dengan alasan yang mirip dengan tipe Baby it’s hot outside, yaitu fasilitas ruangan full AC, stop contact buat laptop, wi-fi, dan memang sekalian ngadem juga.

Rumpi

Tipe Rumpi. (Jonet W)
Tipe Rumpi. (Jonet W)

Semua fasilitas yang dibutuhkan ada. Hal itulah yang bikin Kafkor jadi tempat yang nyaman buat mahasiswi-mahasiswi untuk ngerumpi sejenak. Baik saat jeda kelas atau sebelum pulang, karena nggak seru kalau langsung pulang tanpa ngerumpi bareng temen-temen.

Ciri-cirinya mereka mesen minum masing-masing, karena pasti haus kalo ngerumpi. Terus, mereka pesen satu atau dua dessert ataupun snack yang bisa dimakan bareng-bareng. Jumlahnya bisa 4 sampai 6 juga, dan kalau emang lagi seru, mereka bakal berbisik-bisik selama beberapa menit, lalu akan terdengar suara “Sumpah??” atau “ Serius lo??” atau “ Mana mana liat fotonya!….OMG! Ewwwhh!”.

Baday

Tipe Baday. (Sumber: google)
Tipe Baday. (Sumber: google)

Ya, ini tipe emang wajar banget kalo ditemui di Kafkor, bisa dibilang salah satu habitat favoritnya karena emang tipe cewek ini lebih nyaman kalo nongkrong dalem ruangan dan suasana yang familiar. Bawa-bawa purse, mereka bisa dateng berkelompok atau cuma berdua, atau malah sendiri terus nggak lama pacarnya dateng ngejemput untuk pindah tongkrongan ke kafe yang lebih familiar lagi buat tipe cewek ini, kafe di luar kampus. Kalau dateng berkelompok, mereka ngobrol biasa aja dengan tenang, cuma pesen minum karena biasanya mereka emang nggak lama-lama nongkrongnya.

Sudah baca belum tentang tulisan AnakUI.com yang lain? Nih ada tiga artikel yang banyak dibaca minggu ini:

1. Yakin deh, Rasa Males Kuliah Kamu Bakal Hilang Kalau Diajar Sama Ibu Dosen yang Kaya Gini!

2. Ini 6 Cowok UI Pilihan yang Tampan nan Berprestasi

3. 10 Cewek UI yang Harus Kamu Kepoin Lebih Lanjut

Kamu sering nongkrong di Kafkor dan melihat tipe lainnya? Atau mungkin punya temen yang suka nongkrong di Kafkor juga? Atau malah kamu lagi baca ini dari Kafkor? Comment dan Share artikel ini via Facebook, Twitter ataupun Line!

 

4 Fasilitas di Perpusat UI Ini Bikin Kamu Komentar, “Ini Perpustakaan apa Mall?”

Ini perpus?

Maba: Itu gedung apa ya?

Senior: Oh, itu perpustakaan pusat UI.

*masuk perpus dan liat-liat sekeliling*

Maba : Ini perpus?

Senior : Kayaknya sih…eh apa ini mall ya?

Yup, bener banget. Ini adalah salah satu perbincangan hangat di kampus UI, perkara masuknya beragam franchise ke kawasan UI. Perpustakaan Pusat UI (taukan gedungnya?) adalah salah satu yang disorot karena, well, dari perawakannya ini bangunan udah kaya mall. Taruhan pindah agama, ada mahasiswa UI yang sering ke Perpusat UI tanpa pernah masuk ke ruang koleksi, yang seharusnya merupakan “wahana” utama. Mereka cuma luntang-lantung berkeliaran di lobi, di Starbucks atau menghantui surga dunia nomor 23, Mac Room a.k.a Kebun Apple.

Nggak salah sih, kalau ada yang menyangka kalau Perpusat UI itu mall pribadi UI. Kadang yang sadar betul kalau itu perpustakaan pun mulai goyah pendiriannya dan mulai merasa kalau ini bangunan sebenernya mall terselubung. Apa alasannya? Ya, karena emang ada persamaan karakteristik berikut ini:

Starbucks dan Foodcourt

Ada Starbucks-nya! (Sumber:)
Ada Starbucks-nya! (Sumber:Photo Credit: zhahfadhilla via Compfight cc)

Yap, ada Starbucks dan foodcourt—percaya atau nggak, lebih ramai dibanding ruang koleksi bukunya sendiri. Starbucks dan foodcourt ini fungsinya nggak cuma sebagai fasilitas pendukung, tapi malah jadi salah satu “wahana” favorit dan jadi tempat kunjungan bahkan oleh mereka yang bukan anggota civitas UI:

A : COD bisa nggak, Mas?

B : Bisa kok. Mau di mana?

A : Perpus UI deh.

B : Hah? Di mana tuh?

A : Ituloh, yang ada Starbucks di pinggir danau.

B : OH! Itu perpustakaan?!

 

Bertingkat + Gym!

Mau nge-gym di peprus? Bisa. (Sumber: potretpawoko)
Mau nge-gym di peprus? Bisa. (Sumber: potretpawoko)

Tau mall Margo City dong? Bertingkat kan? Ada gym juga kan? Rame kan? Ada Starbucks juga kan? Lah, terus apa bedanya sama Perpus UI?

Jangankan Gym, di sini pun ada fasilitas penyewaan studio musik juga loh. Nggak tau? Norak, deh hehe. Sini main sama anak kompleks.

Perpustakaan UI dibangun dengan 8 tingkat. Kalah tuh Margo City, apalagi sodaranya yang adep-adepan sama dia. Arsitekturnya kece, di pinggir danau dan ada Taman Lingkar pula. Belum lagi ada ATM beserta kantor cabangnya juga!

 

Nonton film

Nonton film di Kebun Apple. (Sumber: endratenaya)
Nonton film di Kebun Apple. (Sumber: endratenaya)

Emang sih, nggak ada XXI di perpus UI. Tapi ada ruang diskusi yang menyediakan infokus, kalau lo cukup bernyali untuk meminjam ruangan itu dan menyalah-gunakannya untuk nobar, close enough nggak sih? Belum lagi ada Mac Room a.k.a Kebun Apple yang memberikan lo akses untuk steaming film online, dari AADC sampe Avengers 2, bahkan lo bisa temukan beberapa orang yang nonton WWE di Mac Room. Serius, WWE, Smack Down, Raw, you name it. Dan di sebelahnya lagi nonton drama korea. Bayangin kalau misalnya masing-masing nggak bawa earphone

 

Toko buku

Toko buku di perpus. (Sumber: pujiekalestari)
Toko buku di perpus. (Sumber: pujiekalestari)

Yup. Ada toko buku dalam gedung Perpusat UI, dan minimarket yang tak jauh dari sana, bersama kantor pos, tukang fotokopi, bahkan yang jual peralatan laptop. Andaikata ada yang cukup bernyali meletakkan counter hp dan toko baju di perpus UI, mungkin akan sanggup mengalahkan WTC Mangga Dua dan ITC Cempaka Mas. Fokus ke toko buku, percaya atau enggak (mending percaya deh, udah di cek kok), ada buku yang dijual di toko buku itu, sementara buku yang sama bisa dipinjam secara gratis di ruang koleksi. Ngapain beli dong kalo bisa pinjem? Nah, first rule of having money: never spend yours.

Gimana? Setuju nggak kalo sebenernya Perpusat UI itu mirip sama mall? Nggak setuju pun nggak bisa menyangkal adanya persamaan seperti yang ditulis di atas. Tapi jangan khawatir, tidak perlu terpecah belah seperti duren, karena Perpusat UI masih berperan jadi perpustakaan dan bahkan nggak sedikit juga mahasiswa non-UI yang dateng berkunjung untuk meminjam buku atau malah studi skripsi alumni UI.

Memiliki fasilitas seperti mall nggak menjadikan Perpusat UI sebagai mall karena masih ada perpustakaannya juga. Lagian, siapa sih yang nggak suka Perpusat UI dengan segala fasilitasnya? Yang lain iri loh sama Perpusat UI, and they just have to deal with it.

Nah, apa komentar kamu tentang Perpusat UI yang sedikit kayak mall? Yuk, share tulisan ini lewat FACEBOOK, TWITTER, dan LINE, kamu agar temanmu yang lain juga bisa mengetahui tentang Perpusat UI.

 

Kontroversi Perpustakaan Baru UI

Bangunan raksasa itu sebentar lagi berdiri sempurna. Konon ia akan memakan anak-anaknya yang lebih kecil dan terletak di tiap fakultas yang ada dan menyimpan seluruh warisannya di tempat yang kokoh itu. Itulah perpustakaan baru UI … Baca Selengkapnya

error: This content is protected by the DMCA