Kampus Kuning Jadi yang Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

Ada kabar gembira buat kita mahasiswa UI! Beberapa waktu yang lalu Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dewi Astuti, SE, MM, mengatakan kalau UI tercatat sebagai universitas dengan website terbaik di Indonesia berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities 2016. Selain itu, Webometrics juga ngerilis bahwa UI meraih peringkat 13 di Asia Tenggara dan peringkat 758 di dunia.

Dalam siaran persnya Minggu (31/1/2016), Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met., ngasih apresiasi khusus terkait pencapaian ini, “Pencapaian UI sebagai Universitas dengan website terbaik di Indonesia bukan hanya milik UI semata melainkan juga keberhasilan universitas lainnya di Indonesia yang telah bersama-sama memaksimalkan kegunaan website institusinya dalam menyongsong era pendidikan berbasis Information Communication Technology (ICT).”

Pak Rektor juga menjelaskan bahwa, “Pengembangan website dan peningkatan publikasi ilmiah nasional maupun internasional menjadi salah satu strategi UI untuk menyediakan akses transfer pengetahuan serta pendidikan dan pengajaran yang berkualitas secara meluas. Tidak hanya diperuntukkan bagi sivitas akademika UI saja melainkan bagi bangsa Indonesia maupun masyarakat global.”

BACA JUGA: Tujuh Mahasiswa UI Mewakili Indonesia dalam Asia Pacific Model United Nations Conference di Australia

Sekadar informasi, Webometrics merupakan sistem perankingan Universitas se-dunia berbasis website yang dikembangakan oleh Cybermetric lab Spanyol dengan menilai lebih dari 21.000 website universitas di dunia. Sistem pemeringkatan Webometrics bertujuan untuk mempromosikan publikasi Web, mendukung inisiatif Open Access, dan mendukung akses elektronik untuk publikasi ilmiah dan materi akademik lainnya.

Kok, bisa sih website UI jadi yang terbaik? Hmm, dalam pandangan Webometric Ranking of World Universities, website UI udah memenuhi 4 komponen penilaian ngelebihin website kampus lainnya di Indonesia, komponen tersebut berupa.

  1. Presence, merupakan jumlah halaman website yang terekam pada search engine (Google).
  2. Impact, merupakan jumlah eksternal link unik (jumlah backlink) yang diterima oleh domain web universitas (inlinks) yang terekam search engine (Google).
  3. Openness, merupakan jumlah file dokumen (Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc, .docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang dapat diakses serta terhubung dengan domain website universitas yang terekam oleh search engine (Google Scholar).
  4. Excellence, merupakan jumlah artikel publikasi ilmiah karya sivitas akademika yang terindeks di Google Scholar.

Gak cuma itu guys prestasi yang didapetin kampus kita. Selain meraih peringkat pertama laman terbaik universitas di Indonesia, kampus kita juga berhasil menjadi Universitas Terbaik di Indonesia dan satu-satunya Universitas di Indonesia yang masuk ke dalam jajaran top 100 universities se-Asia dengan peringkat ke-79 menurut QS World University Ranking 2015/2016.

Kampus kuning kita ini juga untuk pertama kalinya berhasil masuk ke dalam daftar 800 universitas terbaik di dunia dan menjadi satu-satunya universitas wakil Indonesia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2015-2016.

Simak terus yah perkembangan prestasi kampus kita, hanya di anakui.com!

Yuk, bagikan informasi ini lewat Facebook, LINE dan Twitter kamu sekarang!

 

Tujuh Mahasiswa UI Mewakili Indonesia dalam Asia Pacific Model United Nations Conference di Australia

Pernah lihat sidang DPR kita?

Pernah kebayang kok sidang para wakil rakyat bisa seamburadul itu? Ada yang berantem saat sidang berlangsung, ada yang tidur saat sidang tentang rakyat, ada juga yang pake masker padahal gak ada asap di ruang sidang. Gimana ya kalau perwakilan Indonesia diminta ikut sidang ke PBB?

Setidaknya saat ini kita tidak perlu khawatir, bahwa yang akan mewakili Indonesia di PBB di masa yang akan datang bukan lagi mereka yang berdasi rapi namun perilakunya tidak serapi dasinya. Bahwa kita masih memiliki harapan. Harapan akan bangsa yang dapat tampil di hadapan pemimpin dunia dengan terampil dan penuh percaya diri akan kekuatan yang dimiliki. Harapan yang mungkin nantinya akan dipercayakan pada  Adeline Tiffanie Suwana (FEB 2013), Adry Garcio (FEB 2013), Anyssa Rizka (FISIP 2014), Lestari Cinta Zanidya (FT 2014), Muhammad Ali Riza (FT 2011), Sherley Mega Sandiori (FH 2013), dan Syarifah Nadhira Anggitasari (FEB 2013).

Wah kok anak UI? Siapa mereka?

Perwakilan mahasiswa UI dalam simulasi sidang PBB.
Perwakilan mahasiswa UI dalam simulasi sidang PBB.

Mereka adalah delegasi Universitas Indonesia untuk Model United Nations Club (UI MUN Club) yang berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Asia Pacific Model United Nations Conference (AMUNC). Sebuah ajang internasional yang berlangsung pada 29 Juni-04 Juli lalu di Perth, Australia.

Diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai negara di Asia Pasifik, tujuh delegasi mahasiwa UI tersebut berhasil membawa pulang empat penghargaan yang layak kita sandarkan sebagai sebuah harapan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik di mata dunia.

Empat penghargaan tersebut adalah Best Diplomacy Award dalam United Nations Development Programme (UNDP) oleh Adry Garcio, Best Diplomacy Award dalam United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) oleh Sherley Mega Sandiori, Honorable Mention dalam Special Political and Decolonization Committe (SPECPOL) oleh Anyssa Rizka, dan Honorable Mention dalam League of Arab States (LAS) oleh Muhammad Ali Riza.

Penghargaan yang diraih delegasi mahasiswa UI tahun ini merupakan jumlah terbanyak sejak UI mengirimkan delegasi pertamanya ke AMUNC pada 2010 lalu. Pada perhelatan AMUNC ke- 21 di Perth, Australia, tim delegasi UI harus bersaing dengan lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai negara di Asia Pasifik.

Selain memahami etika persidangan dan menguasai dinamika bersidang dengan elegan, mereka juga dituntut harus memiliki dan menguasai pengetahuan serta wawasan mengenai isu-isu nasional, regional, maupun internasional agar mampu bersaing dengan peserta lainnya.

BACA JUGAMahasiswa UI Juara 2 Nasional Youth Power 2015 di UGM

 

 

AMUNC merupakan ajang perlombaan simulasi sidang PBB terbesar di Asia Pasifik yang menguji kemampuan berdiplomasi dan wawasan peserta mengenai isu-isu dunia, serta kemampuan untuk berdebat, berunding, dan mengajukan solusi-solusi baik untuk kepentingan nasional masing-masing negara maupun kepentingan dunia secara menyeluruh. Peserta tidak hanya ditantang untuk mampu mengutarakan idenya secara verbal, namun juga mampu menuangkan dalam dokumen tertulis layaknya resolusi-resolusi yang dibuat PBB dalam dunia nyata.

Peserta harus mampu bernegosiasi dengan peserta lain agar mau menyetujui ide dan solusi yang ditawarkannya. Pemenang lombanya adalah mereka yang mampu memberikan ide yang cemerlang untuk menyelesaikan masalah, mampu memimpin peserta lain untuk menciptakan resolusi, dan mampu menyampaikan idenya.

Sejak AMUNC pertama kali, telah banyak penghargaan yang diraih UI, seperti Best Delegate oleh Kevin Emeraldi dan Top 5 Best Position Paper oleh Hilya Nisrina pada AMUNC 2014, Best Diplomacy Award oleh Rangga Husnaprawira dan Honorable Mention oleh Sartika Hasirman serta juara umum untuk delegasi kecil (best small delegation) pada AMUNC 2013, Honorable Mention oleh Ardhanti Nurwidya pada AMUNC 2012, Best Delegate oleh Garlan Archista Duarsa pada AMUNC 2011, dan Honorable Mention oleh Rainintha Siahaan pada AMUNC 2010.

Melalui torehan prestasi-prestasi anak UI inilah kita  titipkan harapan kita untuk membangun kembali jati diri Inndonesia di kancah Internasional.

Prestasi yang mereka raih, bukan sekadar titel semata, melainkan sebuah harapan untuk memotivasi dan menginspirasi banyak pemuda Indonesia untuk terus berusaha dalam mengharumkan Indonesia di tingkat internasional.

Kamu pun bisa menjadi inspirasi seperti mereka. Sebarkan inspirasi ini melalaui Facebook, Twitter, dan LINE kamu sekarang!

 

Membanggakan! Prestasi dan Inovasi Mahasiswa UI yang Dapat Mengubah Dunia

 

Pernahkah kamu membayangkan memesan makanan semudah menjentikkan jemari pada jam tangan? “Ha? Pesan makanan lewat jam? Aneh-aneh aja”.

Mungkin, begitu yang ada di benak teman-teman saat ini. Namun, ingatlah bahwa teknologi smartwatch kini sudah menjadi trend dan bukan hal yang tidak mungkin bahwa saat ini dunia dapat berubah dengan segala inovasi terkininya. Semakin kekinian, semakin canggih. 😉

Dalam artikel kali ini kami akan membahas, siapa aja sih Anak UI yang kekinian banget dan memiliki prestasi dan bisa mengubah dunia dengan inovasinya? Dari sekian banyak Anak UI yang berprestasi, kami memilih 3 orang berikut yang menurut kami, inovasi mereka dapat mengubah dunia!

Penasaran, siapa aja mereka?

BACA JUGAMahasiswa UI Juara 2 Nasional Youth Power 2015 di UGM

 

 

Pandago Studio

Prestasi Pandago Studio dalam Startup Asia Singapore 2014
Prestasi Pandago Studio dalam Startup Asia Singapore 2014

Bukan, bukan! Pandago Studio bukan nama mahasiswa UI melainkan nama tim studio yang didirikan oleh Auzan Helmi S., Caraka Nur Azmi, Enreina Annisa R., dan Rasmunandar Rustam yang kesemuanya merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI).

Keempat anak UI ini berhasil mengukir prestasi dalam ajang Hackathon yang diselenggarakan oleh Startup Asia Singapore 2014 lalu. Dalam ajang tersebut, Pandago Studio mempresentasikan aplikasi pertama untuk smartwatch yang mereka desain sendiri, LocaFood – sebuah aplikasi rekomendasi restoran atau café dalam bentuk foto-foto dengan style Instagram yang diakses melalui smartwatch Samsung Gear.

Aplikasi yang memanfaatkan platform Tizen Wearable ini juga dilengkapi dengan informasi step-by-step directions untuk berjalan ke restoran atau café yang diinginkan dan menampilkan foto tempat makan yang dekat dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki (di bawah radius 1 km). Wow!

Tidak hanya berhasil mengantongi hadiah senilai $1000 (SGD) dari ajang tersebut, Pandago Studio juga telah berhasil memberikan informasi yang dibutuhkan dengan tetap mengutamakan kesederhanaan dan kemudahan dalam penggunaannya.

 

Nakoela & Sadewa

Nakoela Hore & Sadewa Hore dalam Kontes Mobil Hemat Energi  via jabar.pojoksatu
Nakoela Hore & Sadewa Hore dalam Kontes Mobil Hemat Energi via jabar.pojoksatu

Tidak kalah dengan Pandago, baru-baru ini sebuah tim yang bernama Nakoela Hore & Sadewa Hore turut menyabet prestasi yang membanggakan. Mereka berhasil merebut gelar Juara 1 untuk Kategori Prototipe Gasoline, Juara 1 untuk Best Design kategori kendaraan Prototipe, dan Juara 1 untuk Kategori Urban Concept Gasoline dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, 21-25 Oktober 2015.

Kontes tersebut merupakan ajang yang mewadahi mahasiswa teknik terbaik dari seluruh Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat dari bangku kuliah serta meningkatkan kreativitas, disiplin, serta kemampuan soft skill dan hard skill.

Pada ajang tersebut, Tim Nakoela Hore berhasil meraih pencapaian satu liter bensin untuk 740 kilometer, sedangkan Tim Sadewa Hore dengan karyanya bernama Kalabia Evo.5 berhasil meraih perolehan satu liter bensin untuk 292 kilometer. Wow, fantastis bukan!?

Siapa sangka, Indonesia menyimpan potensi besar untuk teknologi mobil hemat energi? Kebayang deh di masa yang akan datang kita bakalan jarang atau bahkan mungkin tidak lagi ngantre di pom bensin. Tidak hanya itu, dengan hemat energi, kita pun mampu menghemat energi untuk berpuluh-puluh tahun ke depan!

 

Adika Bintang Sulaeman, Jendra Riyan Dwiputra, dan I Made Sanadhi Sutandi

Salah satu inovasi anakUI dalam Pagelaran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komunikasi via uiupdate
Salah satu inovasi anakUI dalam Pagelaran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komunikasi via uiupdate

Berbeda dengan Nakoela & Sadewa serta Pandago Studio, ketiga mahasiswa ini tidak memiliki nama yang unik untuk timnya. Namun, siapa sangka, mereka berhasil membangun dan mengembangkan stasiun cuaca mini berbasis piranti cerdas dan Internet of Things!

Nah, buat kamu yang masih bertanya-tanya, apaan sih Internet of Things? Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Gampangnya, dengan Internet of Things semua benda mati dapat terkoneksi melalui internet, seperti menyalakan lampu dengan voice recognition. Jadi kayak di film Iron Man gitu deh.

Ialah Adika Bintang Sulaeman (Teknik Komputer 2012), Jendra Riyan Dwiputra (Teknik Elektro 2012), dan I Made Sanadhi Sutandi (Teknik Komputer 2012) yang berada di bawah bimbingan pak, F. Astha Ekadiyanto (dosen Teknik Komputer FTUI), yang mengembangkan stasiun cuaca portable tersebut dalam Pagelaran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) ke-8 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 26—29 Oktober 2015 lalu.

Berangkat dari masalah pertanian di Indonesia, dimana cuaca menjadi salah satu faktor yang menentukan kesejahteraan para petani, ketiga mahasiswa UI ini mengajukan sebuah sistem komputasi yang dapat membedakan cuaca berdasarkan parameter pertanian yang ada, seperti suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, intensitas cahaya, curah hujan, dan tekanan udara. Tidak hanya cerdas secara fungsional, stasiun cuaca yang mereka kembangkan memiliki mekanisme suplai daya mandiri (cerdas operasional) dengan mengandalkan tenaga surya (solar panel).

Bayangkan, jika akhirnya inovasi ini diproduksi secara massal, tentunya mitos tanah air kita tanah surga dapat kembali menjadi kenyataan.

Dan tentunya, masih banyak prestasi dan inovasi anak UI lainnya yang tidak dapat kita sebutkan satu per satu di artikel ini. Namun, pastinya ini dapat menjadi inspirasi bagi kamu yang jeli melihat ada masalah apa sih di sekitar dan apa yang dapat kita perbuat untuk memperbaikinya?

Sudah sejatinya mahasiswa Universitas Indonesia, untuk tidak hanya menjalani perkuliahan, namun juga kembali ke masyarakat dan menjadi Indonesia. Yuk, share tulisan ini ke teman-teman kamu di Facebook, Twitter atau pun LINE supaya mereka ikut terinspirasi!

 

Ayo Vote Mahasiswa FKM UI di PPI Kemenpora

 

Mahasiswa FKM UI program Ekstensi angkatan 2015 yang masuk 3 besar kandidat teratas untuk Penghargaan Pemuda Indonesia dari Kemenpora
Mahasiswa FKM UI program Ekstensi angkatan 2015 yang masuk 3 besar kandidat teratas untuk Penghargaan Pemuda Indonesia dari Kemenpora

Seorang mahasiswa ekstensi angkatan 2015 Universitas Indonesia Program Studi Kesehatan Masyarakat yang bernama Bagus Pramudito ini adalah salah satu kandidat yang terpilih dari 2700 nama kandidat yang diusulkan dan berhasil masuk kedalam 3 besar calon penerima Penghargaan Pemuda Indonesia untuk bidang Ilmu Pengetahuan & Inovasi. Penghargaan Pemuda Indonesia adalah sebuah penghargaan yang akan diberikan oleh Kementerian Pemuda & Olahraga RI kepada pemuda Indonesia yang telah menciptakan karya-karya dan meraih prestasi dalam bidang Ilmu Pengetahuan & Inovasi, Seni Budaya, Wirausaha Berbasis Sosial, Pembangunan Berkelanjutan  dan Pendidikan. Penghargaan ini akan diberikan bertepatan pada hari Sumpah Pemuda kepada kandidat yang memiliki jumlah vote terbanyak untuk masing-masing bidang.

Sejak 2,5 tahun terakhir Bagus telah melakukan beberapa kegiatan dan berkarya dalam bidang inovasi khususnya untuk membantu penyelesaian masalah yang terkait dengan lingkungan dan sanitasi di Indonesia. Pada tahun 2014 ia memenangkan lomba nasional Teknologi Tepat Guna Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan oleh High Five (USAID), Kementerian Kesehatan, Bappenas, Kementerian PU dll atas karya inovasinya dalam membuat alat dan teknologi untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak dan gas. Berkat prestasinya tersebut sebuah organisasi Internasional World Vision Indonesia mengajaknya bermitra untuk menjalankan Clean Jakarta Project dan membangun alat pengolah sampah plastik menjadi energi dalam skala lebih besar di wilayah Semper Barat sekaligus melakukan uji laboratorium untuk menguji kualitas bahan bakar dan dampak lingkungan dari alat yang dibuatnya.

Di Bulan Mei 2015 bersama tim nya yang terdiri dari dosen dan profesional muda berhasil memenangkan Smart Living Challenge di Jakarta. Pada kesempatan tersebut mereka menyampaikan ide pembuatan aplikasi digital (mobile Apps) untuk mengurangi timbulan sampah makanan dan diapresiasi langsung oleh Duta Besar Swedia untuk Indonesia.

Saat ini Bagus dan tim masih melakukan pengembangan agar aplikasinya dapat digunakan masyarakat luas. Dalam bidang inovasi sosial Bagus mendirikan organisasi sosial yang bernama Gerakan Donor Sampah bersama dua temannya. Organisasi ini bertujuan untuk mengubah cara dan paradigma pengelolaan sampah yang saat ini kurang efektif sekaligus membantu anak pemulung mengakses pendidikan.

Pencapaian-pencapaian lain juga pernah Bagus dapatkan diantaranya ia terpilih dalam 3 besar kandidat program mentoring & Inkubasi bisnis teknologi Inotek dan sedang diajukan untuk program inkubasi Kemenristek, terpilih mengikuti Youth Program Kementerian PU PERA dan beberapa hari yang lalu terpilih mewakili Indonesia dalam Asia Pacific Forum yang diselenggarakan oleh organisasi sayap PBB (UN Habitat).

Saat ini Penghargaan Pemuda Indonesia telah memasuki tahap voting online dan vote akan ditutup tanggal 24 Oktober 2015 pk. 19.00 WIB. Hasil rekapitulasi suara sementara didapatkan sdr. Musawwir (kompetitor) untuk sementara memperoleh vote / suara tertinggi sebesar 1061 suara.

Untuk itu Bagus berharap seluruh civitas & Akademika mau ikut ambil bagian mendukung dan memberikan vote kepadanya agar ia kelak dapat turut membanggakan jaket almamater kuningnya di hari sumpah pemuda nanti dihadapan seluruh pemuda Indonesia.

Ia berkata tampaknya akan mustahil ia dapat memenangkan penghargaan ini tanpa dukungan dan vote dari warga Universitas Indonesia maka dari itu ayo dukung dan vote Bagus Pramudito agar semangatnya dalam berkarya menjadi lebih tinggi lagi sehingga ia dapat turut membanggakan Universitas Indonesia di kancah Nasional.

Untuk memberikan vote secara online anda dapat mengunjungi / klik link –> http://tinyurl.com/ppi2015-perseorangan

kemudian pilih bidan [Ilmu Pengetahuan & Inovasi] atas nama BAGUS PRAMUDITO dan lengkapi form yang disediakan. Dukungan anda semua warga UI akan sangat berarti baginya karena tanpa kalian semua ini akan kurang berarti. Go UNIVERSITAS INDONESIA!

Mahasiswa UI Juara 2 Nasional Youth Power 2015 di UGM

Awal bulan Maret ini, lima tim dari Universitas Indonesia berangkat ke Jogjakarta setelah terpilih sebagai finalis lomba karya tulis ilmiah nasional Call for Paper Youth Power 2015: Peran Pemuda dalam Transformasi 2015. Lima tim yang masing-masing terdiri dari 2-3 mahasiswa UI dari berbagai fakultas ini bersaing dengan 30 tim finalis lainnya. Sebelumnya, abstrak hasil karya 30 tim finalis ini berhasil mengalahkan 171 abstrak lainnya yang disusun oleh tim-tim mahasiswa se-Indonesia.

Presentasi Karya Tulis Ilmiah oleh Adam Bagaskara dan Kezia Alaia dari Universitas Indonesia
Presentasi Karya Tulis Ilmiah oleh Adam Bagaskara dan Kezia Alaia dari Universitas Indonesia

Pada tanggal 6 Maret, tim finalis diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karya tulis ilmiah di depan dewan juri dan audiens, diikuti dengan sesi tanya-jawab dengan dewan juri yang terdiri dari 3 akademisi Universitas Gadjah Mada. Karya tulis para finalis dari Universitas Indonesia antara lain berjudul: “Pemuda dalam Menentang Belenggu Doxa: Bebaskan Praktik Kearifan Lokal dari Ranah Kontestasi Paksa MEA 2015” oleh Adam Bagaskara dan tim, “Peran Media dalam Branding Circle Farming Strategi Integrasi Model Pertanian Vertikal dengan Konsep Green  Building sebagai Solusi Pemanfaatn Lahan Basis Modal Usaha dari Ekonomi Kreatif” oleh Ardita Rizky dan tim, “Flohope : Upaya Mahasiswa dalam Memberdayakan Ibu-ibu Penyapu Jalan di UI  Melalui Program Kewirausahaan Sosial” oleh Feisal Makarim dan tim, “Optimalisasi Budaya Gotong-royong Pemuda Desa dalam Pengembangan Sumber Daya Alam (SDA)  Sebagai Upaya Meminimalisir Urbanisasi  di Yogyakarta” oleh Findiastuti dan tim, serta “Menerawang Masa Depan Kebijakan One Village One Product (OVOP) di Indonesia” oleh Rahmat Samudra dan tim.

Acara dilanjutkan pada keesokan harinya dengan Seminar Nasional Pemuda Anti-Korupsi dengan pembicara Mohammad Jhanattan dari Fungsional Pendidikan & Pelayanan Masyarakat KPK RI, Eko Noerjanto dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, MY Esti Wijayati dari Komisi X DPR, Ranggoaini Jahja dari Perempuan Jogja Anti-Korupsi, Zaenurrohman dari Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum UGM, dengan Dr. M. Najib Azca sebagai moderator.

Youth Power 2015: Seminar Nasional Pemuda Anti-Korupsi
Youth Power 2015: Seminar Nasional Pemuda Anti-Korupsi
Youth Power 2015
Youth Power 2015

Seminar Nasional diikuti dengan pengumuman pemenang lomba Film Untuk Negeri (FUN) dan lomba karya tulis ilmiah nasional / Call for Paper (CFP) antara lain:

Pemenang Lomba Film Untuk Negeri (FUN):

Juara 1: “Perspektif Terbalik” (FFTV Institut Kesenian Jakarta)

Juara 2: “Generasi Benang Merah”(Generasi Benang Merah)

Juara 3: “Welcome” (FFTV Institut Kesenian Jakarta)

Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (CFP):

Juara 1: “Diantara Rakyat dan Negara : Membaca Landasan Gerakan Pemuda di Indonesia Pasca Reformasi” (Tadzkia Nurshafira dan tim, Universitas Gadjah Mada)

Juara 2: “Pemuda dalam Menentang Belenggu Doxa: Bebaskan Praktik Kearifan Lokal dari Ranah Kontestasi Paksa MEA 2015” (Adam Bagaskara (Sosiologi, FISIP 2013) dan Kezia Alaia (Ilmu Komunikasi, FISIP 2013), Universitas Indonesia)

Juara 3: “Menjemput Kejayaan dari Laut: Menyehterakan Keluarga Nelayan Melalui Optimalisasi Program Bantuan Kapal Inka Mina” (Arwin Anindyka, Universitas Brawijaya)

Meraih Juara 2 Tingkat Nasional (Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia)
Meraih Juara 2 Tingkat Nasional (Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia)

Selamat kepada para peserta dan pemenang! Semoga mahasiswa Indonesia semakin termotivasi untuk berkarya dalam rangka berkontribusi untuk kemajuan rakyat.