Kata Siapa Mahasiswa Tingkat Akhir nggak Bisa Liburan Abis UAS? Nih Liburan yang Bisa Kalian Lakuin!

Libur telah tiba… libur telah tiba… Hatiku gembiraaa!!!!

Liburan ini udah pada main kemana aja nih, guys? Setelah menyelesaikan ujian hidup di kampus perjuangan, sudah rajin membaca, rajin berdoa, rajin menulis, bahkan ada yang abis kena diare dadakan saat ngerjain soal UAS, mendingan langsung aja deh melipir menyegarkan otak di masa-masa liburan ini! Apalagi buat kalian yang masih bisa leyeh-leyeh saat kuliah alias nggak mikirin tugas akhir, mending langsung cabut aja refreshing ke tempat-tempat yang asik! Asal jangan ke tempat-tempat pencarian ilmu gaib ya!

Eh iya, buat kalian yang lagi sibuk skripsian, apa kabar? Selesai UAS ngapain, nih? Udah liburan ke mana aja? Apa masih mondar-mandir kampus buat revisian dan bimbingan? Aduhhh… jangan terlalu dibuat stres deh! Kalian juga masih bisa liburan keleusss… nggak usah sedih! Nih, kita kasih alternatif liburan kece yang bisa buat hidup dan penampilan kalian saat sidang dan yudisium nanti berbeda!

 

Gendutin Badan

Makan aja yang banyak biar ga stress! (via bacatulisan)

Buat kalian mahasiswa tingkat akhir yang sedang berpusing-pusing dan berstres-stres ria kala mengerjakan skripsi, jangan lupa jaga kesehatan loh ya. Banyak mahasiswa yang mendadak kurus, perut buncit, kepala membesar kayak gizi buruk gitu saat skripsian. Apalagi kalau kalian ngekos! Makin kurus, makin stres gara-gara uang makan dipakai buat ngeprint berlembar-lembar kertas penelitian!

Nah, di masa-masa liburan ini, mendingan kalian gemukin badan kalian sebagai alternatif liburan sehat dan menyegarkan, apalagi kalau kalian bisa pulang ke rumah orang tua kalian. Makan sebanyak-banyaknya dan gendutin badan! Karena kalau hari-hari kalian dipakai liburan yang ngabisin uang di kala skripsian, yang ada skripsi nggak kelar-kelar, makin stres, dan kurus! Ya walaupun tips ini berlaku buat anak kos yang pulang kampung, tapi sangat bermanfaat loh! Buktikan saat presentasi penelitian kamu nanti, kalau si anak kos ini ketika skripsi bukannya makin kurus tapi malah makin gendut! Nilai plus toh di mata penguji, karena kamu terbukti menikmati masa-masa menyusun skripsi yang tidak berperi kemanusiaan itu.

 

Bangun Siang

Mumpung libur, puas-puasin dah tidur. (via media.suara)

Kalau biasanya saat kuliah kalian dikejar waktu masuk kelas, saat liburan kalian bisa bangun siang! Anugerah buat kalian juga nih para pengejar toga, sebab kalian masih bisa ngerasain liburan yang super wuenak tho? Bangun siang adalah liburan favorit buat mahasiswa, apalagi yang skripsian. Yaiyalah, lha wong kalian ngerjain skripsi dari subuh ke subuh lagi…. hahahaha cara ini juga bisa memberi pengaruh buat kantung mata kalian, yang biasanya kaya kantong kangguru dan mata panda, saat liburan walaupun skripsian, kalian bisa tampil dengan mata belo-sebelo-belonya mata belo saat sidang!

Nggak apa, yang penting kalian masih bisa ngerasain liburan yang tenang, menyegarkan, dan indah di mimpi! Hidup Mahasiswa Tukang Molor!!! Asalkan, kalian nggak lupa kalau hari dimana kalian bangun siang adalah hari kalian harus konsultasi sama dosen pembimbing di pagi hari! Bisa berabeh kalian!

 

BACA JUGA: 5 Hal Ini Bisa Bikin Kamu Ngerjain Skripsi Tanpa Stress

 

Mutihin/Menghitamkan Kulit

Biar eksotis pas wisuda, berjemur dulu lah yuk! (via linimasa.com)

Nah, kalau cara ini adalah buat kalian yang ingin tampil lebih beda saat sidang nanti! Buat kalian yang punya warna kulit gelap saat kuliah reguler, karena panas-panasan mulu di jalan, saat liburan adalah saat dimana kalian punya waktu untuk mutihin kulit! Nggak perlu ngabisin duit buat liburan keluar rumah, uang liburan buat dipakai biaya nyusun skripsi, sambil kalian hanya butuh mandi teratur dan pakai lotion! Ngerjain skripsi lebih tenang, nyaman, dan terasa sangat nikmat, apalagi kalau kulit kalian benar-benar bisa lebih putih dari sebelum liburan yang kumel, dekil, dan bau karena aktifitas yang menguras tenaga di kampus.

Nggak cuma mutihin kulit, menghitamkan kulit juga bisa loh saat liburan sambil skripsian. Buat kalian yang mengidolakan warna kulit eksotis tapi sibuk skripsian dan menghemat pengeluaran, kalian bisa gunain waktu liburan kalian dengan ngerjain skripsi serta pasang kursi ala di pantai di pekarangan rumah saat matahari terik. Nggak perlu biaya mahal untuk ke pantai, kan? Skripsi selesai, bisa istirahat lebih cepat, warna kulit berubah, dan penampilan saat sidang bakal berubah! Menggelapkan kulit juga bisa loh pakai cara lain, yakni dengan cara keliling nyari sampel penelitian buat ngisi angket yang kalian bikin, saat tengah hari bolong tanpa pakai jaket! Fix, penampilan kalian bakal lebih eksotis saat sidang!

 

Mendalami Agama

Daripada bengang-bengong, yuk sembari memperdalam agama. (via mtqmn14)

Nah, tips liburan yang ini cocok banget deh buat kalian para pengejar tanda-tangan dosen pembimbing. Agama merupakan hal yang paling utama ketika berbicara tentang kehidupan. Seperti bunyi Pancasila yang pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, itu membuktikan kalau agama memiliki peran penting terhadap kehidupan kita.

Berserah dirilah kepada Tuhan, khususnya meminta dilancarkan segala urusan kita selama nyusun skripsi. Yang biasa kalian lupa beribadah sewaktu kuliah, saat liburan bisa kalian rubah kebiasaan kalian. Datangi tempat ibadah kalian saat waktunya beribadah, dan terus berdoa meminta dosen pembimbing nggak rese, meminta dosen pembimbing nggak matre, meminta dosen pembimbing nyelesaiin skripsi kita, meminta dosen penguji menulis huruf A di kolom nilai, meminta dosen penguji baik-baik, dan meminta dihapuskan ujian skripsi di Indonesia saat H-1 sidang skripsi juga bole.

 

BACA JUGA: Penting: Supaya Liburan Kamu Tetap Produktif

 

Metode-metode liburan murah meriah, yang bisa mengubah penampilan dan mental kita saat ujian skripsi, itu cocok buat kamu yang nggak mau keluar banyak biaya dan mau cepet menyelesaikan skripsi! Gimana? Gampang kan? Mari bagikan artikel ini di akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar para mahasiswa tingkat akhir bisa ikut berlibur dengan murah meriah!

Stereotype Fakultas yang Sering Kita Denger di UI – Bagian 1

Beberapa hari yang lalu anakui.com lewat official account sempat menanyakan pendapat temen-temen mengenai stereotype apa aja sih yang terbentuk di mahasiswa-mahasiswanya mengenai fakultas-fakultas yang ada di UI? Nah, kali ini anakui.com akan mengelaborasi mengenai hal tersebut, memadukannya menjadi satu, biar stereotype tersebut makin melekat di masyarakat. Gak deng, biar stereotype tersebut kalo baik ya semoga tambah berfaedah, kalo buruk ya semoga pergi jauh-jauh. Hehehehe.

Yuk, langsung aja dibaca!

FIB

“Yaelah lo mah enak FIB belajar bahasa doang! via pujiekalestari
“Yaelah lo mah enak FIB belajar bahasa doang! via pujiekalestari

Nah, dari sekian banyak pesan yang masuk, yang curhat mengenai FIB ini paling banyak. Kenapa, ya? Mungkin paling banyak terkena stereotype masyarakat kali, ya? Atau karena gak ada kerjaan saking santainya makanya nge-chat mulu? Entahlah. Katanya, anak FIB itu tukang pesta, rokok di mana-mana, gak ada dua anak yang rambutnya sama (lol, mungkin semuanya warna-warni rambutnya), dan selalu ada baazar! Bener sih, beberapa kali dalam sebulan kalo kamu lewat FIB pasti nemuin aja tuh tenda tenda makanan bertebaran.

Dan yang paling sering dibilang orang-orang adalah…

“Yaelah lo mah enak FIB belajar bahasa doang!

“BASI!”

Tau gak sih, belajar sastra dan budaya itu gak semudah apa yang kalian bayangin loh!

 BACA JUGA: Fakultas Teristimewa Di UI? Ya, FIB Jawabannya. Emang Ada yang Lain?

FISIP

Katanya, anak muda banget lah pokoknya kalau FISIP via bem.fisip.ui.ac.id
Katanya, anak muda banget lah pokoknya kalau FISIP via bem.fisip.ui.ac.id

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini melekat dengan mahasiswanya yang keren-keren, nyentrik, super kritis akan masalah sospol di sekeliling kita, tapi sayangnya… males-males. Ah masa iya semuanya males sih? Bener gak tuh? Tapi ya kalo diliat-liat, anak FISIP tuh kayanya paling menikmati masa-masa kuliah di kampus deh, anak muda banget lah pokoknya.

 

FKM

Fakultas Kebanyakan Muslimah/Fakultas Kurang Mas-Mas via nohanarum
Fakultas Kebanyakan Muslimah/Fakultas Kurang Mas-Mas via nohanarum

Sering dipelesetin jadi Fakultas Kebanyakan Muslimah/Fakultas Kurang Mas-Mas. Yak, katanya sih emang kebanyakan ukhti-ukhti di sini. Eh tapi gak juga kok, banyak juga yang gak kerudungan baik cewek maupun cowok (yaiyalah!) Ada juga yang bilang kalo sekarang FKM dibenci perokok wkwkw. Iya, mungkin gara-gara usulan harga rokok yang menjadi Rp50 ribu per bungkus itu merupakan kajian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI ini kali, ya.

 

FEB

Katanya orang-orangnya ambisius via rri
Katanya orang-orangnya ambisius via rri

Anaknya sih kata orang-orang pada ambisius semua. Hmm, iya juga sih kalo kita lihat secara sekilas, gak tau kalo kebenarannya gimana. Menurut gue sendiri sih, FEB merupakan salah satu fakultas yang selalu totalitas dalam menyelenggarakan suatu acara; JGTC, contohnya. Bayangin aja, meski bukan merupakan proker BEM UI, di masyarakat udah terbentuk mindset dan stigma bahwa JGTC ini merupakan acara yang khas UI banget, saking megah dan berkelasnya!

Nah empat dulu aja ya, gimana? Biar penasaran dan pada nungguin gitu, hehehehehe. Kalo kamu punya masukan mengenai stereotype fakultas kamu, boleh banget chat di Official Line anakui.com (@tkg4665m). Ditunggu ya!

Beberapa Poin yang Harus Kamu Perhatiin Sebelum Mengikuti OBM

Selamat datang di kampus makara, putera puteri terbaik bangsa!

Siapa yang gak merinding dan super haru coba baru masuk aja udah disambut sedemikian rupa? Eits, jangan seneng berlebihan dulu, kamu masih harus mengikuti orientasi untuk menjalankan kehidupan di kampus, baik akademis maupun non akademis. Tapi tenang aja, orientasi yang ini beda banget sama orientasi yang itu, kok.

Yak, Orientasi Belajar Mahasiswa (OBM) ini merupakan orientasi yang bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru mengenai dunia akademis kampus Universitas Indonesia. OBM ini wajib diikuti oleh semua mahasiswa sebelum mengikuti masa perkuliahan.

Sebelum mengikuti OBM, biar kamu ngejalaninnya ada persiapan terlebih dahulu dan agar maksimal, yuk coba perhatiin beberapa poin di bawah ini dalam pelaksanaan OBM biar makin seru dan meminimalisir hal-hal yang gak diinginkan!

BACA JU&GA: Ini Hal-hal yang Mahasiswa Baru Rasakan: Balada Semester Perdana

 

Siapa sih yang gak suka orang yang rapi?

Ciptakan first impression dengan berpakaian yang rapi via storyofvianindya
Ciptakan first impression dengan berpakaian yang rapi via storyofvianindya

Berhubung OBM merupakan wadah pertama kamu untuk mengenal dunia kampus, jadi ciptakan first impression kepada dirimu sendiri maupun orang lain dengan berpakaian yang rapi selayaknya mahasiswa. Kemeja flannel, jeans, dan sneakers juga udah cukup kok buat kamu baik mahasiswa maupun mahasiswi Universitas Indonesia! Ditambah dengan tas ransel yang bikin kesan “mahasiswa”nya tuh kerasa banget. Tapi bebas sih, silakan berpakaian serapi dan senormal mungkin yang bikin kamu nyaman, tapi ya gak pake jas dan blouse aja, dong…

 

SKSD aja, nothing to lose kok

OBM jadi wadah untuk kenalan dengan banyak orang via bestmistakeofbella
OBM jadi wadah untuk kenalan dengan banyak orang via bestmistakeofbella

OBM juga merupakan wadah buat kamu kenalan sebanyak-banyaknya dengan berbagai jenis manusia di muka kampus. Mulai dari yang nerdy, super asyik, sampe yang ngeselin juga banyak. Ngobrol asyikin aja, tambahin networking a.k.a jaringan pertemanan kamu. Gak ada salahnya kan nambah kenalan dan banyak teman? Kapan lagi hayo sekelas seminggu full bareng temen-temen dari berbagai fakultas.

 

Tingkatkan ketelitianmu, cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat

cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat via petrabarus
cek ulang jadwal dan lokasi sebelum berangkat via petrabarus

Kalo kamu gak punya temen sejati yang sekelas dari awal sampe akhir OBM, sudah tentu menjadi tanggung jawab penuh bagi dirimu sendiri untuk meningkatkan ketelitian dan keakuratan dalam pembacaan jadwal serta lokasi OBM. Jangan sampe salah loh ya, nanti kamu malu sendiri hehehehe. Emang sih harus banyak temen dan kenal banyak orang, tapi kalo dikenalnya dengan cara salah ruangan maupun jadwal kan gak enak juga.

 

Gak usah takut, ini bukan OSPEK

Gak usah takut, ini bukan OSPEK via hanifafarah
Gak usah takut, ini bukan OSPEK via hanifafarah

Selama OBM kamu dituntut untuk berkontribusi aktif dalam mengikuti segala apa yang disampaikan pembimbing. Santai aja Bro, Sis, gak usah takut, ini bukan OSPEK kok. Malah keren banget kalo kamu bisa terus berpendapat dalam setiap kelas yang kamu ikuti, karena itu memang tujuan OBM; Orientasi Belajar Mahasiswa, mengubah kebiasaan pasif di kelas saat SMA menjadi aktif saat memasuki dunia perkuliahan. Explore sebanyak-banyaknya yang kamu ingin ketahui, ya!

 

Ikutin aja, banyak banget manfaatnya

 kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya via marzetrezitadina
kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya via marzetrezitadina

Sumpah deh, kamu harus mengikuti semua kegiatan OBM karena banyak banget manfaatnya, super informatif, dan membantu kamu banget nanti untuk survive di dunia perkuliahan. Ada, bahkan banyak, hal-hal yang akan jauh lebih mudah untuk kamu kerjakan jika mengikuti serangkaian kegiatan OBM ini. Makanya, jangan disia-siain ya, gak bayar kok! Selain itu, OBM ini juga merupakan prasyarat untuk mengikuti mata kuliah MPKT A dan MPKT B loh, jadi ya mau gak mau, mager gak mager, kamu harus tetep ikut.

Sama siapa, kapan, dan di mana pun kamu mengikuti OBM ini, nikmatin dan jalanin aja, gak ada yang sia-sia kok. Pasti akan banyak pengalaman yang kamu dapetin serta grup di Line atau WhatsApp akan nambah satu. Meski setelah OBM selesai mayoritas ngumpul lagi hanya akan menjadi sebuah wacana yang hakiki, tapi jokes dan cerita selama OBM gak akan pernah jadi wacana buat dibahas kembali, kok.

Life Guide: Biar Kamu Gak Frustrasi Gara-Gara SIAK-NG

Masa-masa liburan kayak gini SIAK-NG emang jadi hot topic yang gak pernah basi buat diperbincangkan. Ada yang seneng parah, biasa aja, bahkan sampe nge-down gara-gara si SIAK memberikan kenyataan yang gak sesuai dengan harapan. Jikalau udah begitu, jangan overthinking kelamaan, depresi, apalagi frustasi, karena SIAK bukanlah penentu hidup dan matimu, Nak.

Artikel life guide di bawah ini mungkin bisa membantu kamu yang hampir frustarsi gara-gara SIAK-NG, biar kamu bisa tersenyum dan semangat kamu bangkit lagi.

 BACA JUGA: Tujuh Macam Grafik IPK di SIAK-NG

 

Langkah 1: Tarik napas sampe lega, jangan sampe ada yang mengganjal

Tarik napas, siap-siap buat tau hasilnya via socialgadgetnews
Tarik napas, siap-siap buat tau hasilnya via socialgadgetnews

Langkah pertama yang harus kamu lakukan untuk menangani shock akibat website ini adalah tarik napas sampe kamu bener-bener lega, rehat sejenak, pokoknya tenangin diri kamu karena shock therapy ini mungkin bikin otak kamu lelah dan air mata kamu mengalir gitu aja. Akan tetapi, percayalah dan yakinkan dirimu sendiri bahwa everything is gonna be alright. Kalo kamu peru minum air putih, silakan minum sebanyak mungkin. Kalo kamu udah males ngapa-ngapain karena dunia seolah tidak lagi memihak padamu, silakan tidur dan rehat sejenak. Kadang tidur merupakan pilihan yang baik untuk melupakan masalah walau sebentar.

 

Langkah 2: Biarkan berlalu, kadang cara terbaik untuk melepas adalah dengan mengikhlaskan

Ikhlas kalau ternyata nilainya... yaaa gitu deh via blog.puali
Ikhlas kalau ternyata nilainya… yaaa gitu deh via blog.puali

Kalo kamu udah menarik napas, tidur, minum air putih, dan sebagainya yagn membuat kamu tenang sejenak tapi masih kepikiran juga, silakan ikuti langkah yang satu ini; mengikhlaskan.

Yaudah lah ya, semuanya udah lewat, mungkin emang Tuhan memberikan ini semua untuk membuat kita berusaha dan belajar lebih dan lebih dan lebih giat lagi. Percayalah Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hambanya. Serius deh. Mungkin bagi kamu ini klise dan klasik untuk saat ini, tetapi siapa tau di masa depan kamu bisa dapet hikmahnya. Kegagalan akan membuat kamu kuat, kok.

 

Langkah 3: Fokus ke masa depan, semua orang juga tau kalo masa lalu itu gak akan bisa diubah

Ikhlas. Move on. Jadiin pelajaran via karyaguru
Ikhlas. Move on. Jadiin pelajaran via karyaguru

Setelah kamu mengikhlaskan dan udah gak ada lagi perasaan atau penyesalan yang tertinggal, tiba waktunya kamu untuk move on. Fokus ke masa depan, masa lalu yaudah biarin aja udah terjadi dan gak akan bisa diubah. Sekarang giliran kamu untuk memperbaiki masa sekarang dan masa depan biar hal yang tidak diinginkan tidak terulang kembali di masa yang akan datang.

Bangkit! Move on! Keadaan ga akan berubah kalo kamu cuma meratapi apa yang udah terjadi tapi kamu gak berbuat apa-apa. Selalu ada jalan bagi yang mau berusaha. Jangan minta dimudahkan oleh Tuhan, tapi mintalah agar pundakmu senantiasa dikuatkan.

 

Langkah 4: Buka lagi academic.ui.ac.id

Buka lagi academic.ui.ac.id via vespafirza
Buka lagi academic.ui.ac.id via vespafirza

Cara yang paling tepat untuk menguji apakah kamu sudah siap menghadapi kenyataan dan melangkah ke depan adalah dengan dihadapkan pada sesuatu yang membuatmu jatuh tersebut. Sama aja kayak abis putus sama doi kamu, bukti kalo kamu udah let his/her go and move on adalah ketika kamu ketemu mantan, semua udah biasa aja.

Maka dari itu, coba beranikan diri kamu lagi buat buka academic.ui.ac.id, terutama bagian ringkasan atau riwayat. Kalo kamu udah biasa aja dan mengikhlaskan masa lalumu, pasti kamu gak akan ragu buat buka, malah dengan senang hati membukanya kembali ke bagian IRS untuk mengatur masa depan yang jauh lebih baik dari hari kemarin. Persiapkan dengan matang masa depanmu.

Aslinya SIAK itu gak serem-serem amat kok, temen-temen kita aja mungkin yang menganggapnya berlebihan dan kalo IP kamu jelek seolah kamu jadi orang paling sedih dan dunia berakhir. Padahal mah biasa aja kok, bukan berarti menyepelekan, tapi kalo kamu udah berusaha dan berdoa secara maksmial tapi hasilnya masih belum memenuhi ekspektasi, ya berarti harus mencoba lebih keras lagi. Semangat, putera puteri terbaik pusat ilmu budaya bangsa!

Jayapura, Destinasi Seru untuk Anak UI

Pengen liburan kamu beda dengan yang lain? Mungkin sekarang saatnya kamu untuk mempertimbangkan waktu liburan untuk jalan-jalan ke Papua! Iya, Papua. Selain Raja Ampat, Papua juga terkenal dengan berbagai destinasi wisata seru yang cocok banget buat di eksplor sama kalian! Salah satunya, Jayapura!

Tapi, budgetnya gimana? Bukannya mahal? Tenang, artikel berikut akan menjelaskan perkiraan biaya yang harus kamu keluarkan untuk menghabiskan waktu di Jayapura dan sekitarnya. Wisata di Jayapura selama tiga hari dua malam atau selama akhir pekan, bisa menjadi alternatif seru untuk menyejukkan pikiran, jiwa, dan raga dari kepenatan dan hiruk-pikuk kota.

Namun, jika kamu ingin menikmati keindahan kota yang juga dijuluki “Indonesian Hong Kong” ini, percayalah, kamu tidak akan puas berkeliling Jayapura hanya dalam waktu kurang dari tiga hari. Apalagi, jika ingin menjejaki daerah lain di sekitarnya, seperti Sentani, kawasan Pantai Tablanusu, hingga daerah perbatasan antara Papua dan Papua Nugini. Di Danau Sentani, setiap tahunnya terdapat Festival Danau Sentani yang berlangsung di bulan Juni. Danau Sentani dapat ditempuh hanya satu jam perjalanan darat dari kota Jayapura.

BACA JUGA: Libur Panjang Mati Gaya? One Day Trip Aja!

Pilihan Penginapan

andar Udara Sentani akan menjadi akses masuk utama menuju Kota Jayapura via everlastinggaze
andar Udara Sentani akan menjadi akses masuk utama menuju Kota Jayapura via everlastinggaze

Bila kamu berangkat melalui jalur udara, Bandar Udara Sentani akan menjadi akses masuk utama menuju Kota Jayapura. Bila rencana perjalananmu selama tiga hari dengan rancangan hari pertama melakukan tur di sekitar Kota Jayapura, hari kedua tur di seputar Danau Sentani, serta di hari ketiga tur di pantai-pantai Jayapura, maka biaya yang harus disiapkan akan bekisar sejumlah Rp6.500.000.

Biaya sebesar itu adalah perhitungan jika kamu adalah pelancong dari Jakarta. Tiket pesawat terbang rute Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) menuju Bandara Sentani (Jayapura) diperkirakan sekitar Rp3.000.000 untuk pulang-pergi. Pastinya harga ini merupakan harga di luar musim padat kunjungan, seperti hari libur nasional.

Untuk transportasi darat, kamu bisa menggunakan kendaraan umum. Pilihan ternyaman adalah sewa mobil dengan sopir di kisaran harga Rp400.000 per hari, tetapi tidak termasuk bensin. Untuk tarif menengah berkisar sebesar Rp1.500.000 (sudah termasuk biaya bensin) untuk 3 hari perjalanan.

Di Danau Sentani, setiap tahunnya terdapat Festival Danau Sentani yang berlangsung di bulan Juni via pelancongnekad
Di Danau Sentani, setiap tahunnya terdapat Festival Danau Sentani yang berlangsung di bulan Juni via pelancongnekad

Tak sulit menemukan penginapan di Jayapura. Mulai dari kelas melati, wisma, hotel bintang tiga ke bawah, sampai hotel berbintang empat dan lima. Pilih saja hotel yang berada di pusat Kota Jayapura. Salah satu yang terkenal adalah Hotel Matoa dan Hotel Yasmin untuk ukuran kantong menengah. Jika budget kamu lebih, bisa pilih hotel berbintang seperti Aston, Swissbell, dan Horison. Kisaran harga penginapan di Jayapura mulai dari Rp100.000 hingga jutaan.

Ada baiknya pilih hotel dengan tarif di atas Rp250.000. Pastikan kamu mencari penginapan yang terjaga keamanannya maupun hotel yang bersih, terutama jika yang kamu pilih adalah hotel kelas melati. Jika tak yakin, kamu bisa melihat terlebih dahulu kamar di hotel tersebut, cukup minta izin ke pihak petugas hotel.

Untuk makan, rata-rata kisaran makan di rumah makan antara Rp10.000 hingga Rp50.000 tergantung menu dan restoran yang dikunjungi. Jika diambil rata-rata Rp20.000, maka biaya makan kamu selama tiga hari untuk makan siang dan makan malam adalah Rp120.000, dimana sarapan biasanya tersedia di Hotel.

Sisa uang bisa kamu sisihkan untuk biaya masuk obyek wisata maupun belanja oleh-oleh. Kamu bisa memangkas biaya perjalanan jika membeli tiket pesawat rute Jakarta – Jayapura di saat harga promosi dengan kisaran harga hanya Rp1.000.000 untuk sekali jalan. Namun, biaya harus kamu siapkan lebih jika kamu berencana untuk berkeliling Danau Sentani ataupun naik perahu menyeberang ke pulau-pulau kecil.

Siap untuk rasakan sensasi liburan seru kamu?

 

Biar Gak Malu, Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Kentut Gak Bisa Lagi Ditahan

Ada 3 hal di dunia ini yang susah banget kamu lakukan dalam hidupmu sebagai mahasiswa. Pertama, nolak sahabat yang tiba-tiba nembak kamu buat jadi pacarnya. Kedua, menepis rasa rindu yang tak tertahankan saat mantan tiba-tiba jenguk waktu kamu lagi sakit. Ketiga adalah menahan kentut. Seriusan. Di kantin atau di kelas. Lebih susah lagi kalau gak ketahan eh dia keluar dengan bunyi yang kencang dan membahana.

Wah, terus gimana dong caranya menjaga citra kamu sebagai mahasiswa yang intelek, akademis, gaul, dan ngehits saat itu kentut gak bisa lagi ditahan?

Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali-kali jatuh juga. Sepandai-pandai mengalihkan kentut, sekali-kali ketahuan juga. Ini kira-kira saran ngaco dari kami kalau tiba saatnnya kentutmu tak lagi bisa ditahan.

Tertawa Terbahak-bahak

Tertawa terbahak-bahak via
Tertawa terbahak-bahak via Photo Credit: pucci.it via Compfight cc

Ada rumusnya, kalau kentut jangan tersenyum. Itu kalau tidak ketahuan siapa yang kentut. Kalau semua orang udah tahu sumber bau dan bunyinya dari kamu, daripada malu ya sudah, sekalian saja ketawa terbahak-bahak!  Nah, jadi seru teman-teman kamu akan mengira kamu memang sengaja kentut dan kamu akan dianggap sebagai seseorang yang asik dan lucu!

BACA JUGA: Kamu dan Teman Bisa Dianalogikan dari Judul Lagu, Mana yang Kamu Banget?

 

Mengaku dengan Galak

Biar gak dimarahin, marahin teman-teman kamu duluan! via
Biar gak dimarahin, marahin teman-teman kamu duluan! via aboveaverage

Tapi kalau kamu bukan dikenal sebagai seseorang yang suka canda dan lucu, kamu bisa mengaku saja dengan galak. Bila kamu dituduh kentut, langsung balas membentak, “Yaa!, Kenapa emangnyaaa?!  Mau apa kamu?!” Dijamin teman-teman bakal langsung ngeper, dan kamu akan dianggap sebagai Darth Vader atau mungkin  lebih tepatnya.. Fart Vader. Penguasa dunia perkentutan.

 

Mengaku Lalu Curhat

Mengaku Lalu Curhat via
Mengaku Lalu Curhat via Photo Credit: barto via Compfight cc

Jujur memang hal yang terbaik, karena untuk hal yang ditutup-tutupi itu bisa membuat orang jadi menekan kamu. Karena itu, ketika ketahuan kentut  langsung saja mengakuinya plus curhat dengan muka memelas.

“Aduuh, iya nih, bau banget ya?   Aduuh, soalnya tadi siang akoh kelaparan, ada sambel pete lagi, makan petenya banyak. Jadi perut rasanya kembung gitu, pengen kentut terus. Huhuhu gimana yaa? Akika kan orangnya terus terang, gka bisa nutup-nutupin. Lagian kan bahaya, bisa sakit, kalau didesak kentut ya kentut aja. Duh, gimana ya,  soriiii…,”

Jangan lupa gunakan ekspresi yang mengundang belas kasihan orang-orang sekitar saat kamu mengucapkan dialog ini.

Paksa Mereka Menikmati Kentut Kamu

Biarkan teman-teman nikmatin kentutmu via
Biarkan teman-teman nikmatin kentutmu via Photo Credit: DaveAustria.com via Compfight cc

Nah, kalau ini dilakukan di dalam ruangan tertutup, misalnya di dalam mobil. Apalagi  kalau kamu yang nyetir. Begitu kamu kentut, langsung kunci semua jendela mobil , tak sedikit pun terbuka, begitu juga pintunya. Sampai ada yang sadar dan bertanya, “Kentut ya lu?”, semua sudah terlambat. Mereka udah nikmatin kentutmu. Kamu tinggal ketawa, boleh juga terbahak-bahak saat mereka berusaha membuka jendela. Ujung-ujungnya kentut gak lagi hal memalukan. Paling abis turun dari mobil pada komentar “Anjirlah, itu tadi siapa yang kentut? Gak ada yang mau ngaku? Gila, nikmat banget!”

5 Pertanyaan Ini Harus Ditanya ke Ortu Tentang Serunya Kuliah Zaman Dulu

Kuliah itu seru dan serunya kuliah gak terulang dua kali. Meskipun kamu daftar S2 atau kamu ikut SIMAK lagi gegara di DO (amit-amit), gak bakal seseru kuliah yang pertama. Tapi tahukah kamu kalau serunya kuliah itu udah ada dari dulu? Iyalaaahhh!

Sejak kuliah itu ada, kuliah pasti udah seru banget.  Sayangnya BMKG belum menemukan cara untuk mewawancarai eyang Budi Oetomo tentang serunya kuliah masa lalu. Tapi percayalah kamu bisa mengetahui kalau kuliah itu seru, setidaknya dari cerita betapa serunya kuliah zaman dulu dengan nanya ke ortu kamu, entah ibu atau ayah. Berikut beberapa pertanyaan yang harus kamu tanyain ke ortu kamu kalau kamu mau tau betapa serunya kuliah zaman dulu.

“Dulu termasuk yang pinter baik-baik atau…?”

“Dulu termasuk yang pinter baik-baik atau…?” via aswidhafm
“Dulu termasuk yang pinter baik-baik atau…?” via aswidhafm

Yesshhh! Kamu pasti wondering dong, seberapa pinter, cupu, bandel, atau kerennya bokap-nyokap waktu zaman masih kuliah! Mungkin kamu pernah beberapa kali pergokin sisi lain mereka di beberapa album foto lama, tapi ketahuilah, akan lebih seru kalau mereka sendiri yang cerita. Mungkin kamu kemudian akan cekikikan sendiri kalau tahu bahwa dulu ternyata bokap itu musisi kampus dan pernah, dalam beberapa kesempatan berbeda, nyanyi buat seorang gadis sambil main gitar dan duduk di atas meja kantin. Atau nyokap yang dulu ternyata pernah dapet nilai D gara-gara nolak diajak jalan sama asdos. Hmm…

 

“Sekarang temen se-geng pada kemana?”

“Sekarang temen se-geng pada kemana?”
“Sekarang temen se-geng pada kemana?”

Ini seru juga, tiap orang pasti punya inner circle-nya sendiri. Kamu bisa nanya itu temen-temen se-geng pada ke mana, kemudian kamu akan diceritakan masing-masing kelakuan anggota geng itu, julukan-julukannya waktu masih kuliah bahkan julukan mereka waktu masih kuliah. Mungkin kamu akan mendengar beberapa cerita yang gak lucu atau mungkin sedih, tapi kamu akan merasakan serunya ngobrolin ini ketika kamu mulai membandingkan geng mereka kamu dengan geng yang kamu miliki sekarang.

BACA JUGAMau Nyambut Maba dengan Cara yang Nyeleneh? Nah Ini Jawabannya

 

“Hal terjahil apa yang pernah dilakukan ketika masih kuliah?”

“Hal terjahil apa yang pernah dilakukan ketika masih kuliah?” via hukumonline
“Hal terjahil apa yang pernah dilakukan ketika masih kuliah?” via hukumonline

Oke, coba, apa sih hal terjahil yang pernah kamu lakuin selama kuliah ini? Godain dosen cantik? Atau iseng nyomblangin temen terus beneran jadian tapi ternyata kamu malah naksir yang kamu comblangin? Masukin temen kamu ke trash bag terus jitakin rame-rame? Atau ngebajak handphone temen terus ngajak jalan cowo orang?

Percaya deh, kamu bakal ngakak denger isengnya bokap-nyokap zaman dulu. Gak hanya isengnya mereka itu khas zaman dulu (entah, nyulik temen dari Jakarta ke Bandung gara-gara ongkos bis waktu itu masih kurang dari seribu perak), tapi juga konyolnya kejahilan itu kalau beneran dilakukan masa kini. Plus, kapan lagi kamu bisa dikasih inspirasi prank lintas zaman?

 

“Perjuangan paling berat waktu kuliah?”

“Perjuangan paling berat waktu kuliah?”
“Perjuangan paling berat waktu kuliah?”

Ya, perjuangan macam apa yang paling berat  yang pernah kamu lakukan? Bawa-bawa laptop berat ke kampus untuk ngerjain tugas yang sebenernya bisa dikerjain di rumah? Masih kalah sama ngetik skripsi di mesin tik. SKS numpuk dan matkul susah? Masih kalah sama jadi mahasiswa abadi gegara dimusuhin dosen dan literally abadi gara-gara gak ada batas maksimal masa kuliah.

Ayo coba apa lagi? Susah deketin dia gara-gara dia kalo di-chat gak pernah bales? Masih kalah sama harus ngantri di wartel atau telpon umum hanya untuk denger suara dia, tapi yang ngangkat malah Babehnya. Silakan dicoba sendiri membandingkan perjuangan kalian.

 

“How did you met each other?”

“How did you met each other?” via kapanlagi
“How did you met each other?” via kapanlagi

Buat yang beruntung punya papah-mamah yang gak cuma sekampus, tapi juga seangkatan, silakan minta diceritain gimana awalnya mereka bisa kenalan, setiap basa-basi formalitas yang dilalui, setiap kecemburuan, setiap kecemburuan dan bahkan setiap permintaan maaf yang dilakukan sampai akhirnya mereka berdua naik pangkat dari temen sepermainan jadi temen sepelaminan.

Punya pertanyaan lain yang lebih seru? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, dan mulailah wawancara kamu ke orang tua kamu!

Ketika Mahasiswa Punya Doppelganger di Kampus UI

Tau doppelganger ‘kan? Yang main RO waktu zaman SMP atau yang pernah nonton HIMYM pasti tau istilah ini. Ini terjemahan harfiahnya adalah ‘kembaran’ seseorang, yang punya fisik bahkan sampai kemuka yang mirip semirip-miripnya macam pinang dibelah dua atau macam jawaban boleh nyalin dari temen. Nah, kalau misalnya punya doppelganger, gimana ya?

BACA JUGA: Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

Doppelganger dari Jurusan Sebelah

Doppelganger dari Jurusan Sebelah via graceconnect
Doppelganger dari Jurusan Sebelah via graceconnect

Pasti ada. Pasti ada di tiap fakultas. Si A yang mirip banget si B, si B yang dari belakang pasti dikira C dan lainnya. Seru sih, lucu aja buat temen-temennya.

“Eh, itu Don Sonny sombong banget ya duduk sendiri aja. Biasanya kalo datengkan join di bangku kita.”

“Pura-pura gak liat itu dia.”

“Mana Sonny?”

“Itu, tuh. Duduk depan tukang sate.”

Terus satu meja ngakak semua. Mirip banget. Macam Tuhan ada cetakan khusus buat bikin itu satu makhluk. Atau, yang mungkin lebih lucu:

“Lah, itu si Sonny? Perasaan tadi di kelas tuh dia.”

“Bukannya dia sakit?”

“Terus itu siapa?”

*semua noleh* *ngakak lagi* udah kaya amoeba belah diri. Seru banget pas ketemu sama doppelganger temen kamu dan kamu manggil dari jauh bareng temen-temen kamu, berasa itu orang gak denger. Dia denger, tapi gak ngerti, dan kalian cekikikan aja sepanjang jalan.

 

Doppelganger Sekelas

Doppelganger Sekelas via
Doppelganger Sekelas via Photo Credit: hackNY via Compfight cc

Ini serunya buat yang punya doppelganger. Bisa ngerjain dosen yang masuk. Kalau emang mirip banget, fix pasti itu dosen ketuker. Salah satu skenario favorit, mereka pake tas yang highly noticeable dan berbeda satu sama lain, gaya berpakaian dan rambut dibedain juga. Nah, setelah sekian lama orang membangun persepsi membedakan mereka lewat pakaian rambut dan tas, baru tukeran aksesoris tapi hair-do disamain.

At that point, jangankan dosen salah liat atau temen salah panggil, mungkin kalian bisa tukeran pacar?

 

Doppelganger Sama Penjaga Kantin

Siap-siap dipesenin makanan sama temen via kingston
Siap-siap dipesenin makanan sama temen via kingston

Ini apes. Sekalinya ketemu kamu di kantin, temen kamu bakal mesen makanan atau minuman lewat kamu. Fix. Banget.

 

Doppelganger Sama Dosen

Kebayang serunya kalau mirip sama dosen via kingsasiancci
Kebayang serunya kalau mirip sama dosen via kingsasiancci

Bukan rahasia ya, pasti ada mahasiswa yang mirip sama dosennya. Si dosen sih pasti diem-diem aja sok cool biar gak diledekin mahasiswa, tapi mungkin dosennya diledekin sama dosen lain di ruang dosen? Entah.

Yang jelas kalau kamu doppelganger-nyad osen, harus banget dicoba nih sebelum lulus, kamu belajar niruin gaya si dosen dan do an impression of him/her di depan temen-temen atau mungkin di depan dosen? Atau ikutan ngajar bareng dosen? Percayalah, kocaknya bikin ngakak, dan ngakaknya gak ada obat.

 

Emang Kembar

Kalau ternyata kembar, bisa tukeran kelas via klikharry
Kalau ternyata kembar, bisa tukeran kelas via klikharry

Ada kalanya kamu bukan punya doppelganger, tapi emang kamu kembar. Terserah satu jurusan atau beda jurusan atau beda fakultas, seru banget. Bisa tukeran hidup macam di sinetron zaman dulu waktu siluman panda atau tukang bubur belum jadi selera masyarakat luas. Bisa tukeran KTM buat pinjem buku, bisa tukeran kelas kalo lagi mager masuk, dan lain sebagainya. Kalau miripnya total identical, ya kamu bahkan bisa tukeran ketika presentasi.

 

Selain Tas, Jenis Pulpen yang Kamu Pakai Juga Bisa Mengidentifikasi Kepribadian Kamu

Beberapa minggu lalu ada yang pernah pointed out ke BMKG kalau misalnya pulpen yang digunakan mahasiswa itu, sama seperti tas dan cara berpakaiannya, bisa dipakai untuk mengidentifikasi atau mengasumsikan kepribadian dari dirinya. Benarkah? Coba cek sendiri dan cocokin sama kepribadian kamu. Eits, ini bukan kaya ramalan bintang astrologi sesuatu golongan darah yang entah dari mana teorinya ya. Ini berdasarkan pengamatan logis aja, bukan nge-judge atau generalisasi.

 

Pulpen Sejuta Umat—Standard/Pilot

Pulpen Sejuta Umat—Standard/Pilot via standardpen
Pulpen Sejuta Umat—Standard/Pilot via standardpen

Sejuta umat, as in ini adalah pulpen yang paling rame di market, kalo kata orang-orang bisnis ala ala wallstreet, ini pulpen punya market share yang cukup kece. Ayolah, ngaku aja. Ada banyak banget orang yang punya ini pulpen, dan skenarionya macem-macem. Entah dia nemu dikelas (ini pulpen murah dan sering bocor, so orang gak akan merasa kehilangan kalau ini pulpen ketinggalan di kelas dan dipungut orang), lalu bisa juga kamu beli sendiri karena emang biasa pake pulpen merk ini, atau kamu dibeliin sama nyokap satu kotak pulpen ini karena emang harganya lebih murah daripada pulpen lain, atau ada temen kamu punya banyak pulpen ini dan dibagiin ke orang-orang yang mau minjem berasa kacang goreng.

Kepribadiannya? Simple aja. Kalau misalnya orang ini pake pulpen sejuta umat, bisa dikatakan dia gak neko-neko alias gak macem-macem. Pulpen mah sama aja di mata dia, intinya bisa buat nulis. Terserah merknya apa. Besar kemungkinan tulisan yang punya juga jelek, soalnya dia gak peduli juga tulisannya bagus atau gak kebaca, yang penting nulis.

 

Pulpen Boxy

Pulpen Boxy via tokojadi
Pulpen Boxy via tokojadi

Pulpennya agak mahal tapi jujur emang lebih enak dipakai dan jelas-jelas waterproof dan fadeproof. Harganya bisa 5:1 sama pulpen merk sebelumnya, tapi beberapa bilang emang worth it kalau mau tulisannya tahan lama dan tetep jelas kalau mau dibaca.

Biasanya, orang yang kaya gini adalah orang yang suka nulis atau rajin, atau orang yang ceroboh. Suka nulis dan rajin, karena dia milih pulpen itu karena emang enak dipake nulis dan dia suka baca lagi tulisannya which is butuh banget tulisan yang jelas. Ceroboh, mungkin aja. Karena siapa tau alasan dia beli pulpen waterproof adalah karena catetannya sering ketumpahan sesuatu dan hasil lelah mencatat hilang percuma.

 

Pulpen ‘lebih cepat’

Pulpen ‘lebih cepat’ via tokopedia
Pulpen ‘lebih cepat’ via tokopedia

Gak bisa dibilang rajin nulis, tapi gak bisa dibilang suka juga sama pulpen standard/pilot yang gak enak dipake. Dia berarti orangnya rada milih, tapi gak rela juga milih yang mahal macam pulpen Boxy. Menengahlah dan bisa juga dikategorikan sebagai penyabar karena pulpen ‘lebih cepat’ ini tintanya suka bocor dan suka berceceran di tangan, ganggu banget. Kalau dia sabar pake pulpen ini, ya berarti dia cukup sabar untuk hal-hal lain yang memerlukan dia ‘ngotorin tangan’.

 

Pulpen Warna Warni

Pulpen Warna Warni via aliexpress
Pulpen Warna Warni via aliexpress

Ada yang pink, hijau, merah, dan warna lain yang dia pakai. Macem-macemlah pulpennya. Belum lagi dia punya stabile. Nah, yang begini nih biasanya entah rajin atau emang suka ngehias-hias ala seniman. Sebenarnya gak masalah sih, asalkan dia pake pulpen warna-warni di catetannya sendiri, biar dia gak males baca atau apalah biar catetannya penuh warna dan gak monoton kaya kehidupan asmaranya. Tapi, jangan sampe pake pulpen pink kalau lagi ngerjain tugas atau tes.

Pesan dari salah satu dosen jelita dan bercita rasa tinggi ketika ada mahasiswi yang jawab ujian pake pulpen pink:

*nulis di kertas ujian mahasiswi tersebut* “Kalau kamu pikir jawab pake pulpen pink itu lucu: ENGGAK!”

Nah, kalo kamu, pake pulpen apa? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line siapa tau BMKG bisa kasih assessment soal kamu melalui pulpen yang kamu gunakan.

Inilah Hasil Wawancara BMKG Tentang Kebiasaan Mahasiswa di Pagi Hari

 

Ayo, mahasiswa, pagi-pagi ngapain biasanya? BMKG kini kembali beraksi membahas hal-hal yang… gak penting dan gak krusial karena memang sesungguhnya BMKG kurang gawean. Pasca mewawancarai segala jenis mahasiswa, ini adalah beberapa kebiasaan mahasiswa kalo pagi-pagi. Apa aja tuh?

 

Pasang alarm ekstra

Pasang alarm ekstra via montgomerycollege
Pasang alarm ekstra via montgomerycollege

Lucunya mahasiswa, ada yang memang akrab sama alarm, ada yang musuhan. Musuhan itu as in ketika si alarm ‘ngomong’ tapi si mahasiswa menhiraukannya, macam dua cewek lagi betengkar berebut cowok yang padahal mereka berdua pun belom kenalan. Sedangkan yang akrab, mereka mau mendengarkan alarm bahkan hubungannya saling pengertian.

Sepengertian apa? Nah, salah satu kasus yang lucu adalah ada mahasiswa nyetel alarm pukul tujuh kurang lima menit, lalu pukul tujuh lewat tujuh menit. Kenapa?

Katanya, ini alarm jadi mengingatkan si mahasiswa bahwa ada 5 menit ekstra sebelum pukul tujuh. Dan dia kembali dibangunin pada jam tujuh lewat tujuh, supaya si mahasiswa bangun dan ada waktu tiga menit untuk ngumpulin nyawa sampe 7 lewat 10. Absurd, tapi membuktikan keakraban mereka dengan alarm ekstra.

 

Malah ke kantin

Biar ada dosen, karena kebiasaan tetep aja ke kantin dulu via Mufid Afif
Biar ada dosen, karena kebiasaan tetep aja ke kantin dulu via Mufid Afif

Kebiasaan mahasiswa pecinta kantin adalah ketika mereka sampe kampus, kaki mereka secara otomatis menuju kantin. Entah kenapa ya, tapi memang begitu adanya. Mungkin mitos mata kaki bisa menentukan jalannya sendiri.

Seringnya lagi, ketika udah tau kelas pukul 8 dan mereka menginjakkan kaki di kampus pukul 8 lewat pun, mereka malah ke kantin. Mereka merelakan dateng telat dan risiko dimarahin dosen cuma untuk duduk di kantin pagi-pagi, mungkin tambah kopi, gorengan, dan rokok.

 

Nyampe kelas ngantuk

Nyampe kelas ngantuk via
Nyampe kelas ngantuk

Mahasiswa punya kualitas yang mendarah daging, yaitu ngantuk yang eternal. Nah, yakin seyakin-yakinnya, ini skenario yang sering terjadi dan dialami oleh mahasiswa. Mahasiswa udah berhasil bangun dari kasur dengan penuh perjuangan, dan berangkat tanpa rasa kantuk.

Eh, ternyata itu rasa kantuk ada sequel-nya. Nyampe kelas, baru aja duduk, gak lama langsung ngantuk lagi. Jidat udah nempel meja atau dagu ditopang tangan biar gak jatoh gara-gara ngantuk.

 

Gak nyampe kelas sama sekali

Gak sampe kelas, nonton di mac room via everlastinggaze
Gak sampe kelas, nonton di mac room via everlastinggaze

Yaa, ini yang paling umum seumum umumnya.

Entah gak sempet bangun, atau gak jadi berangkat, atau nyangkut di kantin. Mereka ujungnya malah gak nyampe kelas sama sekali. Kebiasaan pagi mahasiswa yang meskipun enak awalnya, tapi bisa berakibat fatal dan menunda atau bahkan membatalkan kelulusan. Ati-ati deh.

Nah, apa kebiasaan kamu kalo pagi-pagi? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line dan berbagi kebiasaan pagi dengan mahasiswa lain!

 

Ssst… Eksistensi Seorang Mahasiswa Bisa Diukur dari Nama Julukan

Percaya atau enggak, masing-masing pasti punya nama julukan. Baik itu yang kamu ketahui ataupun kode yang digunakan oleh orang-orang untuk ngomongin kamu tapi gak mau orang tau dan denger. Nah, tahukah kamu kalau eksistensi kamu sebenernya bisa diukur dari seberapa banyak dan seberapa berartinya julukan kamu. Yuk, disimak!

 

Satu Julukan Seumur Hidup

Satu Julukan Seumur Hidup biasanya berkaitan erat sama fisik kamu via zh.widih
Satu Julukan Seumur Hidup biasanya berkaitan erat sama fisik kamu via zh.widih

Satu julukan seumur idup, misalnya kamu dari TK sampe kuliah, julukannya sama, yakni Kribo. Ya, mau gimana? Itu satu julukan yang sudah mendarah daging dan konotasinya udah bukan lagi negatif, tapi emang beneran julukan yang jadi identitas dan digunakan untuk memanggil kamu. Plus, kamu udah dari TK punya itu julukan, jadi kamu selalu noleh kalo ada orang yang manggil kamu itu.

Ada dua arti. Satu, kamu memang unik. Dua, dari TK sampe kuliah, kamu selalu punya temen bareng jadi ya… julukan kamu gak ganti karena emang temen kamu gak sepenuhnya ganti. Eksisnya lumayan bagus, coba aja bayangin sendiri.

“Eh, lu tau kribo gak?”

“Tau, doi temen SMA gue.”

“Oh iya? Gue satu SMP sama dia, sekarang sekampus.”

“Wah, iya? Doi masih kribo, gak?”

“Em…iyalah. Lu gila?”

Tuh kan?

 

Banyak Julukan

Semakin banyak julukan,eksistensi kamu kurang terpatri secara mendalam via
Semakin banyak julukan,eksistensi kamu kurang terpatri secara mendalam via Photo Credit: youngrocky via Compfight cc

Nah, ini yang sebenernya lumayan rame. Ada beberapa teori mengenai eksistensi berdasarkan banyaknya julukan. Kalau julukan kamu di satu tempat bisa ada banyak, berarti eksistensi kamu kurang terpatri secara mendalam. Ada yang kenal kamu sebagai si Cepot gegara kamu kurus macam wayang, tapi ada yang manggil kamu Botak karena selain kamu kurus, kamu juga botak. Which means, di satu tempat, ada yang lebih botak dari kamu dan ada yang lebih cepot dari kamu.

Teori lain adalah kamu punya banyak kepribadian atau keahlian. Misalnya, di sekitar temen sejurusan, kamu dipanggil Pak Haji gegara kamu mondar-mandir mushola terus tapi ada juga yang manggil Koplak gegara kamu suka ngelawak. Yaa, macem-macem dan menurut teori yang ini banyak julukan berarti eksistensi kamu punya banyak makna buat orang-orang tertentu.

 

Beda Tempat, Beda Julukan

Beda Tempat, Beda Julukan via eatdrink
Beda Tempat, Beda Julukan via eatdrink

Ini agak mirip sama orang yang punya banyak julukan. Bedanya, ini orang hanya punya satu julukan di satu tempat tongkrongan. Misal, di tongkrongan dia dipanggil Koplak karena emang ditongkrongan kelakuannya ngaco-ngaco koplak gitu, tapi di antara temen sejurusan, sampe ke junior-juniornya, semua taunya dia sebagai kakak mapres, gegara emang dia pinter dan cerdas, dan orangnya macam profesor. Di gang deket rumah, dia dipanggil Pakde gegara mukanya tua dan dulu waktu baru dateng dari Jawa, logatnya kentel gak ketulungan. Nah, beda kan? Ini berarti eksistensi kamu statis dan somehow kamu bisa memainkan banyak peran di berbagai tempat berbeda.

 

JLBK

JLBK (Julukan Lama Bersemi Kembali) via gembelizer
JLBK (Julukan Lama Bersemi Kembali) via gembelizer

Temennya CLBK. Julukan Lama Bersemi Kembali—berarti kamu dulu punya julukan di masa lalu, kemudian kamu move on, tapi kemudian kamu kembali dijuluki dengan julukan kamu yang lama. Biasanya ini terjadi ketika kamu berada di ruang-ruang transisi. Ketika kamu SMA, kamu dijulukin caplang karena kuping kamu caplang. Terus ketika kamu masuk kuliah, kamu dijulukin Jelangkung karena kamu kalo dateng gak dipanggil dan tau-tau pergi juga macem jelangkung. Eh, tak disangka, orang-orang menyadari bahwa kamu caplang dan akhirnya kembali dipanggil caplang.

 

Julukan Buatan Sendiri

Ngerasa mirip Dian Sastro? Yakin?
Ngerasa mirip Dian Sastro? Yakin?

Ini sedih. Julukan itu seharusnya disematkan oleh orang, bisa berdasarkan ciri fisik, kepribadian ataupun keahlian. Sedangkan kalau kamu sematkan sendiri, berarti kamu secara memelas mau orang-orang mengenal kamu demikian, tapi kamu gak mampu menampilkan diri kamu sebagai apa yang kamu bayangkan. Misal, kamu mau dipanggil Dian Sastro tapi kamu gak sama sekali menampakkan keanggunan, kecerdasan dan, karisma Dian Sastro. Kamu justru malah menampilkan suara cempreng ganggu kamu dan akhrinya kamu malah memanggil diri kamu Dian Sastro sementara yang lain manggil kamu Mandra. Kan kasian.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line! Siapa tau ada yang mau berbagi nama julukannya yang lucu dan gokil? Ini julukanku, mana julukanmu?

Buat Kamu yang Mendambakan Wanita Cantik, Ternyata Punya Pacar Cantik Juga Ada Risikonya

Siapa sih yang gak pengin punya pacar cantik? Semua pasti pengin. Tapi perkaranya selalu kalo gak si cantik ini udah punya pacar, ya si cantik ini udah suka sama seseorang. Eits, tapi jangan khawatir buat kamu yang masih menjomblo dan mendamba kekasih seorang wanita cantik karena punya pacar cantik juga ada risikonya, dan harus dihadapi oleh si cowok dengan kepala dingin dan lapang dada.

Gak ada yang percaya dia pacar lo

Gak ada yang percaya dia pacar lo via
Gak ada yang percaya dia pacar lo via Photo Credit: Fire At Will [Photography] via Compfight cc
Ya. Ada momen ketika kamu orang punya cewek titisan Dian Sastro, gak ada yang percaya kalau kamu itu pacarnya. “Kok dia mau ama lo? Ga mungkin!” Mungkin kamu emang gak jelek, tapi ya dianya kecakepan. Ketika jalan berdua, orang-orang lebih ngira kamu sebagai supirnya atau bodyguard, kakak, adik, om, atau mungkin peliharaan si cewek. Anything but her lover. Miris. Apalagi kalo gandengan, orang bakal nanya ke dia, Kakak cantik, mau nuker galon ke mana?. Yap. Kamu galonnya.

 

Banyak yang naksir

Banyak yang naksir via footage.framepool
Banyak yang naksir via footage.framepool

Ini bener banget. Okelah, kamu berhasil dapetin si cantik. Paling cantik di kampus. Tapi masalahnya, gak semua cowok bakal menyerah untuk deketin dia meskipun kamu udah berhasil dapetin dia. Gentlemen is a patient wolf, always looking for a chance to get the rebound. Banyak cowok yang rela di-friendzone sama dia, supaya bisa selalu berada di dalam radar dan menangkap air matanya. Hayoloh. One mistake bisa aja bikin kamu kehilangan dia. Ditambah lagi, mungkin kamu emang ga jelek, tapi ya banyak yang lebih cakep.

 

Dialah pusaka sejuta umat manusia

Dia primadona, kamu cuma footnote yang insignifikan.
Dia primadona, kamu cuma footnote yang insignifikan.

Satu kampus gak ada yang gak suka sama dia. Dan karena dia sukanya sama kamu, banyak yang gak suka sama kamu. Deal with it. Dia pusaka sejuta umat manusia yang ada di seluruh dunia dan gak akan, gak akan ada yang merhatiin kamu (merhatiin as in suka sama kamu) karena ya pacar kamu yang cantik itu adalah pusat perhatian. Yang keliatan cuma dia. Yang diliatin cuma dia. Kalo kamu cowok yang attention seeker, ini bisa jadi perkara yang agak sedikit menyebalkan. Kamu jalan gak pake celana pun won’t make any big difference. Dia primadona, kamu cuma footnote yang insignifikan.

 

Reacher & Settler

Reacher & Settler via weheartit
Reacher & Settler via weheartit

Kamu yang tau HIMYM pasti ngerti Reacher & Settler. Maksudnya adalah satu pasangan terdiri dari si reacher dan si settler. Kamu, adalah reacher. Kamu selalu berusaha mengimbangi kesempurnaan si pacar. Si pacar yang cantik adalah settler yang akan selalu senantiasa menyesuaikan diri sama sosok tak sempurna macam kamu. Lalu? Bukannya itu hal yang bagus?

Gak juga. Perkara yang bisa timbul adalah dia gak akan pernah cemburu sama kamu, mau kamu jalan berdua sama cewek atau kamu jalan bareng lima cewek sekaligus; dia bakal mikir kalau she’s the best you can got. Sedangkan kamu, kamu akan selalu khawatir sama dia, khawatir kalau dia selingkuh karena… ya, lagi-lagi karena mungkin kamu emang gak jelek, tapi ya dia bisa dapet yang lebih baik dari kamu.

 

High-standard setelah putus

High-standard setelah putus
High-standard setelah putus

Then one day, you mess things up. Kamu putus, apa pun itu alasannya. Risiko punya pacar cantik tetep ada meskipun kamu udah putus sama dia. Satu, jelas susah move on. Dua, yang lebih ribet dari move on: high-standard. Kamu akan melihat semua ketidaksempurnaan seorang cewek karena kamu sudah terlalu terbiasa bareng sama si cewek yang sempurna. Gak ada cewek lain yang lebih cakep dari dia. Kalaupun ada, mana mungkin mau sama kamu. Kacau.

Tapi, kalau emang beneran otak cowok yang simplistis, apa pun masalah risiko tantangan dan halangannya, kalo dia cantik, pacarin aja.

Jangan Anggap Enteng! Ngulang Matkul Wajib Ternyata Banyak Efeknya

Salah satu skenario sedih kehidupan mahasiswa adalah ketika harus mengulang alias gak lulus sebuah mata kuliah wajib. Ditinggal pacar efeknya gak separah waktu gak lulus matkul wajib karena yang satu bisa selesai setelah dapet pacar baru, yang satunya lagi harus ngulang ngambil kuliah yang sama entah semester depan atau tahun depannya.

Nah, skenario sedih ini gak hanya menghapus impian terpendam untuk bisa lulus cum laude atau tepat waktu, tapi punya beberapa efek yang bikin kamu… Serba Salah kalau kata Raisa. Apa aja tuh?

 

Feeling violated

Feeling violated via
Feeling violated via Photo Credit: Kaptain Kobold via Compfight cc

Ya, efek paling awal adalah kamu merasa terluka, dijahatin dan merasa seisi bumi… eh seisi dewan dosen, itu gak adil. Meskipun kamu udah tau kamu berada diambang ketidaklulusan sejak liat nilai UTS, dan memang had it coming at you karena kamu memang gak lebih berusaha mengejar ketertinggalan, kamu tetep merasa terkhianati ketika liat nilai D di siak. Atau malah E.

Efeknya bisa marah-marah, kesel, sedih, mirip-mirip kaya diputusin pacar tapi ada efek yang lebih parah. Efeknya adalah kamu mempertanyakan masa depan dan mempertanyakan respons kamu ketika orang tua tau kamu ternyata telah mengecewakan mereka. Ditinggal pacar gak bikin orang tua kamu kecewa kok.

Ketika feeling violated gitu lebih baik kamu cari temen buat curhat dan gak baik ngadepin ini sendiri kalau emang kamu gak biasa dikecewakan sama yang namanya realita. Pick yourself up and dust yourself off, ini bukan akhirnya. Meskipun ini bisa aja awal menuju akhir yang menyakitkan kalau kamu tetep gak berubah.

 

Jadwal kosong

Jadwal kosong, jadi sering nongkrong-nongkrong via wepreventcrime
Jadwal kosong, jadi sering nongkrong-nongkrong via wepreventcrime

Awalnya, ini jadi bagian menyenangkan dari gak lulus matkul wajib. Semester selanjutnya jadwal kamu bisa sedikit tidak terlalu mencekik seperti biasanya. Seneng kan, lebih banyak waktu kosong. Tapi jangan salah, jadwal kosong akibat gak lulus itu lain cerita sama jadwal kosong karen sks udah hampir abis.

Jadwal kosong ini punya efek yang cukup membahayakan. Kamu akan jadi kebanyakan waktu kosong dan gak ada kerjaan yang bikin kamu terbiasa sama yang namanya males dan no appointment issues. Kerjaannya nongkrong sana sini kalau emang suka nongkrong, dan efeknya adalah kamu bisa jadi kurang produktif di semester selanjutnya. Malesnya itu malah bisa kebawa sampe semester-semester berikut karena kamu udah terbiasa menjalani jadwal lowong.

 

Susah ketemu temen seangkatan

Susah ketemu temen seangkatan via paguyubankseui
Susah ketemu temen seangkatan via paguyubankseui

Ini selanjutnya. Semester selanjutnya kamu akan kehilangan banyak kesempatan ngumpul sama temen seangkatan karena jadwal dia dan jadwal kamu udah beda jauh, dianya sibuk karena workload-nya tambah banyak dan kamu tertinggal dengan meladeni jadwal kamu yang tersendat dan gak sibuk plus bikin males itu.

Mereka akan terus melaju kuliahnya sementara kamu akan stuck dan sulit maju. Pembicaraan juga jadi beda karena kalian punya tugas yang beda dan kadang jadi gak nyambung. Efeknya lumayan nyakitin dan yang lebih parah, kamu harus adaptasi ulang dengan teman-teman angkatan bawah. Seru sih buat yang pinter gaul, tapi kalo yang enggak ya pe er banget kenalan lagi.

 

Bisa memperbaiki nilai, kalo niat

Bisa memperbaiki nilai, kalo niat via
Bisa memperbaiki nilai, kalo niat via Photo Credit: clemsonunivlibrary via Compfight cc

Kalo niat. Bener banget. Ada mahasiswa yang ambis dan ketika gagal sekali, mereka akan berjuang mati-matian untuk bisa berhasil. Namun, ada juga yang pasrah dan merasa mengulang kelas itu kaya nonton film yang sama berulang kali namun gak bagus-bagus amat itu film, berasa dengerin lagu yang overplayed terus menerus ampe kamu mati rasa.

Tapi ya kamu mahasiswa, udah gede, jangan manja. Deal with it lah, emang opsi kamu apa? Nyerah? Yakali. Hajar terus aja. Kalo bukan itu matkul yang kelar, ya kamu yang dikelarin.

 

Lulus belakangan

Efek paling pedih: Lulus belakangan via isj.fib.ui
Efek paling pedih: Lulus belakangan via isj.fib.ui

Ada yang sengaja gak mau lulus cepet-cepet, ada yang gak mau sama sekali lama-lama di kampus. Sedih kan? Lebih sedih kalo ada yang gak sengaja lama-lama di kampus, padahal maunya cepet-cepet lulus.

Efek paling nyakitin dari ngulang matkul wajib adalah kamu harus menyaksikan temen-temen kamu yang seangkatan, masuk bareng tapi keluar duluan. Kamu yang punya abandonment issues bakal kesulitan bangkit dari kondisi ini. Tapi tenang aja, mungkin itu jalan mereka. Kamu yang harus menghadapi lebih banyak tantangan pasti punya pengalaman ditempa sama yang namanya kenyataan dan mudah-mudahan ada hikmahnya nanti setelah lulus.

Nah, itu dia efek yang terjadi kalau kamu ngulang matkul wajib. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau bisa mengilhami temen kamu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama!

 

Baca Juga:

Inilah 20 Usaha Waralaba Bermodal Kecil untuk Mahasiswa

10 Ide Bisnis Untuk Mahasiswa, Menarik untuk Dieksplorasi!

15 Pekerjaan Sampingan Mahasiswa dengan Penghasilan Menjanjikan

Biografi Tere Liye, Lulusan Akuntansi UI yang Menjadi Penulis Novel Terkenal

Biografi Raditya Dika, YouTuber Alumni Politik UI yang Gak Pernah Ngomongin Politik

Jenis-jenis Tas Ini Seringkali Dipakai oleh Mahasiswa UI

BMKG telah mengamati berbagai hal yang gak seharusnya diamati atau gak penting-penting amat untuk diamati. Kali ini, BMKG mau membahas tentang tas yang dibawa oleh mahasiswa. Beda mahasiswa beda pula tasnya. Seberapa banyak sih jenis tas yang dibawa oleh mahasiswa? Berikut ini adalah hasil pengamatan sementara BMKG atas tas-tas mahasiswa UI.

 

Tas cewek badai

Tas cewek badai via ebay
Tas cewek badai via ebay

Cewek badai gak bawa tas ransel. Cewek badai yang ngerasa dirinya badai pasti bawa hand bag yang ketika awal muncul, bikin mereka terlihat seperti emak-emak atau tante-tante, namun setelah jadi suatu tren yang universal, tas mereka itu jadi semacam fashion statement kalau mereka adalah cewek badai, entah emang badai atau cuma gegayaan berasa badai. Isinya? Segala peralatan make up sampe-sampe itu buku kuliah jadi harus mereka tenteng. Gak ngerti kenapa bawa tas tapi harus nenteng buku juga. Terserah, yang penting badai.

 

Tas selempang

Menurut riset, mereka yang ke kampus emang gak segitu excited via imgarcade
Menurut riset, mereka yang ke kampus emang gak segitu excited via imgarcade

Bawaannya ke kampus pasti sekenanya aja yang bisa masuk ke itu tas, dan tas selempang emang nampaknya dikodratkan untuk terlihat keren kalau gak penuh alias bentuknya ramping. Berdasarkan riset, bisa diasumsikan bahwa mereka yang bawa tas selempang emang gak segitu excited dateng ke kampus untuk belajar. Bisa jadi asumsi ini benar ketika moment surga yang dirindukan oleh mahasiswa itu tiba.

 

Tas ransel

Tas ransel via pix-collection
Tas ransel via pix-collection

Banyak merek, yang jelas ini tas emang isinya banyak. Semua buku ampe kamus muat masuk, dan ditambah lagi muat masukin laptop dan lain-lainnya macam baju ganti etc. Mereka yang bawa tas ransel umumnya punya agenda yang gak sekadar kuliah, tapi yang lain juga, misal mau kerja kelompok atau emang mau nyicil tugas. Cukup bisa diasumsikan kalau mereka rajin.

 

Tas mainstream

Tas paling mainstrem di kampus via
Tas paling mainstrem di kampus via Photo Credit: André Mielnik via Compfight cc

Yeah, you know what I mean. Tas yang warna warni mulai dari ijo stabilo sampe ke merah merana (eh apa merona?) lalu ke gambar union jack dan gambar bintang galaksi sesuatu entah apaan. Gak bisa diitung sama kaya tas ransel karena meskipun bentuknya ransel, tipe mahasiswa yang bawa tas ini ga, serajin tas ransel.

BACA JUGA: Yuk, Simak Apa Kata Dosen Tentang Mahasiswa-mahasiswanya?

Mereka umunya bawa buku secukupnya aja, bawa peralatan sekenanya aja karena tas mainstream ini bakal aneh kalau keliatannya terlalu kempes ataupun terlalu penuh. Jadi ya medium aja lah tingkat kerajinannya. Tapi emang lebih ‘stylish’ dibanding tas selempang dan tas ransel biasa pada umumnya.

 

Tas atlet

Mereka passionnya pasti sama olahraga via tokopedia
Mereka passionnya pasti sama olahraga via tokopedia

Paham betul bahwa mereka umumnya kuliah cuma formalitas dan passionnya terletak pada olahraga. Tasnya tas gede yang isinya sepatu anduk botol minum etc etc yang menunjang seorang atlet.

BACA JUGA: Your Passion, Your True Strength

Tasnya merek tanda centang tiga garis atau malah tas orang ngegym. Tipe ini juga termasuk mereka yang not really into sport atau not really have the budget to seems like an athlete jadi cuma bawa tas yang isinya sepatu ganti dan baju gantinya dimasukin di tas yang satu lagi. Intinya mereka sporty.

 

Tas plus goodie bag

Tas plus goodie bag via ebay
Tas plus goodie bag via ebay

Tas sebenernya masih muat, cuma entah terlalu berat atau jadi keliatan jelek kalau terlalu penuh, maka barang-barang lain seperti buku ataupun kertas-kertas penting disematkan dalam goodie bag dan dibawa kemana-mana bareng itu tas.

BACA JUGA: Percayalah, Kamu Tidak Akan Mau Satu Tugas Kelompok Sama 5 Jenis Orang Ini!

Umumnya sibuk, atau ada juga yang gak sibuk-sibuk amat tapi khawatir kalau nanti ketika sampe kampus sibuk dan harus selalu bawa semua catetan supaya gak panik nantinya.

 

Goodie bag solo

Ke kampus pakai goodie bag via eduspiral
Ke kampus pakai goodie bag via eduspiral

Emang males bawa tas karena bawaannya dikit, dan gak punya tas selempang. Sekenanya aja dia berangkat pake goodie bag. Terserah dah.

 

Guitar case

Guitar case via
Guitar case via Photo Credit: andylepp via Compfight cc

Musisi. Atau memang dimintain tolong bawain gitar sama temennya, dan dianya sendiri gak jago. Itu sedih sih. Jadi ya anggap aja dia emang musisi.

 

Tas pinggang

Dateng cuma buat nongkrong via mallonlineindonesia
Dateng cuma buat nongkrong via mallonlineindonesia

Cuma bawa charger. Bawaannya lebih dikit lagi dari yang bawa goodie bag, tapi yang dia bawa tetep gak muat di kantong, jadi bawa tas pinggang. Jelas gak dateng buat kuliah yang nyatet-nyatet, dia cuma dateng buat nongkrong.

 

Gak bawa tas

Gak bawa tas via popsugar
Gak bawa tas via popsugar

Setelah dianalisis, ada mahasiswa yang emang gak bawa tas sama sekali saat kuliah, dia cuma bawa pulpen dan bawa satu notebook kecil yang muat ditaro kantong. Asumsinya kuliah yang dia hadiri itu gak penting dan gak banyak nyatet, atau isinya ceramah dan bisa direkam pake hape, atau malah dia lagi UTS atau UAS.

BACA JUGA: Bingung Pakai Baju Ke Kampus? Yuk, Intip Tips Fahion Ini!

Gak bawa tas ketika UTS atau UAS bisa berarti dua hal: dia pinter dan udah siap tes jadi dateng tinggal ngerjain trus pulang atau dia males dan udah pasrah jadi dateng tinggal ngerjain sekenanya terus pulang berpasrah diri. Dasar mahasiswa.

Nah, kamu bawa tas yang mana? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line supaya temen kamu juga bisa liat, mereka bawanya tas yang mana dan termasuk jenis mahasiswa yang gimana.

Tipe-tipe Teman Seperti Inilah yang Bakal Jadi Superhero Kamu

 

Manusia adalah makhluk sosial. Pembukaan sederhana tipikal ‘latar belakang’ di bab I makalah kamu beberapa waktu lalu, atau malah beberapa waktu yang akan datang. Ini gak salah sama sekali, as in kamu akan selalu butuh orang lain untuk bersosialisasi.

BACA JUGA: Beberapa Karakteristik Teman yang Bakal Kamu Temui Saat Jadi Maba

Pacaran juga termasuk, tapi ini bukan mau bahas itu. Kadang ada beberapa jenis temen yang akan selalu kamu butuhkan dari waktu ke waktu selama kuliah ini. Apa aja tuh?

Gadgetman

Si "Gadgetman" via
Si “Gadgetman” via Photo Credit: Mathieu Thouvenin via Compfight cc

Kesannya macam superhero, bisa juga dipanggil mr. atau ms. Gadget. Penting? Iya. Mungkin kamu memang gak gaptek, tapi seberapa banyak sih gadget yang kamu punya? Seberapa ahli kamu perkara gadget yang kamu miliki saat ini? Kalau sam-ting-wong (something wrong) terjadi pada gadget kamu, kamu bisa apa?

BACA JUGA: Ya Begini Nasib Jadi Anak Fasilkom UI

Nah, disitu si gadgetman ini penting. Dia tahu seluk-beluk segala jenis gadget mulai dari hape monokrom yang antik macam tamagochi sampai ke high-end gadget macam 2-in-1 laptop-slash-tablet terkini. Dia ngerti windows dan apple meskipun OS laptopnya Linux, dia paham caranya bikin halaman daftar isi yang gampang di Microsoft Word, ngakalin supaya flashdisk gak mempan virus autorun, sampai ke tricky-trick AutoCad maupun bikin laptop kamu layarnya kebalik dan bikin kursor kamu work in reverse. Gadgetman will come in handy, asalkan ya kamu hati-hati aja jangan sampe dia ngubah bahasa di hape kamu jadi bahasa ibrani.

 

Solution Guy

Masalah apa pun bisa diatasi sama si Solution Guy via
Masalah apa pun bisa diatasi sama si Solution Guy via Photo Credit: EyeTunes via Compfight cc

Kamu butuh dia disaat-saat hectic dalam hidup, misalnya kamu harus menyelesaikan 4 tugas dalam semalam, atau kamu lagi di tengah-tengah acara dan berbagai masalah muncul mendesak, atau kamu lagi dalam produksi teater dan gak punya banyak waktu maupun duit, atau kamu bingung tentang kuliah yang harus diambil dan siapa yang harus dideketin.

Ya, dia pasti bisa bantu, baik itu menyediakan solusi maupun beneran bantu tenaga. Pemikirannya yang solutif ditambah keahliannya dalam pendekatan strukturalis, niscaya dia bisa breakdown masalah kamu jadi lebih sederhana. Mulai dari bikinin kamu to-do-list berdasarkan prioritas atau probabilitas, sampai ke pros & cons list, timeline, dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Ringankan Tugas Kuliah Kamu Dengan Aplikasi-aplikasi Ini

Dia selalu bisa mikir out of the box dan semakin baik di bawah tekanan.  Sounds plausible? Eits jangan salah, orang kaya gini beneran ada loh. Coba perhatiin lagi di sekitar kamu, ada gak orang yang hidupnya keliatan seperti senang-senang aja tapi semua kerjaan dan kuliahnya beres? Nah, mungkin dia orangnya.

 

Movie Guy

Movie Guy via
Movie Guy via Photo Credit: torbakhopper via Compfight cc

Ini juga asik. Tiap orang pasti kenal sama jenis yang satu ini. Dia gak cuma tahu segala jenis film beserta genrenya, atau tahu nama sutradaranya beserta sejarah film buatannya, awards-nya atau ke pemain-pemainnya. Kalau dia kenal kamu dan kepribadian kamu, dia bisa ngasih berbagai rekomendasi film yang pasti kamu suka, meskipun kamu sendiri gak tau kamu bakal suka. Epik.

Kamu bahkan bisa tanya dia tentang berbagai film, ajak main tebak-tebakan judul film, ngecek film di bioskop ada yang bagus atau enggak, film apa yang patut ditungguin kehadirannya di bisokop etc. Lebih epik lagi kalau dia bisa analisis film dan nge-quote dari film untuk dimasukin ke percakapan sehari-hari atau jadi advice buat temennya. Gak nyesel deh punya temen kaya gini.

 

Varys

Kayak Varys, si pusat informasi via hbowatch
Kayak Varys, si pusat informasi via hbowatch

Kamu yang nonton Game of Thrones pasti kenal sama yang namanya Lord Varys. Bayangin kamu punya temen kaya gini. Wihh.

Buat yang gak tau, Varys ini adalah si laba-laba, pusatnya segala informasi gegara punya banyak mata-mata yang berceceran di seluruh penjuru negeri, yang bahkan bisa tau kamu makan apa selama tiga hari belakangan ini. Kalau di dunia kuliah, seru abis. Dia bisa tahu jadwal dosen, jadwal mahasiswa atau mahasiswi yang kamu incar buat PDKT, sampai ke gosip-gosip maupun fakta-fakta seputaran kehidupan kampus.

Even crazier, si Varys ini bisa tahu nilai UTS kamu meskipun itu nilai belum dipublikasiin. Yap, dia punya mata-mata di ruang dosen. Emang sih, merusak privacy, tapi ya kamu juga penasaran dan mau tau lebih dulu, dong? Jadi gak usah protes.

 

Si Tukang Ngasih Kado

Si Tukang Ngasih Kado via
Si Tukang Ngasih Kado via Photo Credit: Sliceof via Compfight cc

Pernah bingung kalau beliin kado buat seseorang? Atau malah sedih banget karena gak pernah ada yang ngasih kado? Kamu harus punya temen si tukang ngasih kado. Jarang banget, tapi memang ada. Macam Leslie Knope dari Parks and Recreation, si tukang ngasih kado ini selalu punya ide cemerlang kalau udah menyangkut kado buat seseorang. Dia paling seneng ngasih kado karena dia mendapat kebahagiaan saat melihat orang yang dia kasih kado itu megap-megap lompat-lompat kesenengan. Seru banget. So, y’all like gift?

BACA JUGA: Ketahuilah, Enam Jenis Hadiah (Anti)Mainstream yang Muncul Saat Wisuda!

Nah, gimana, perlu kan temen-temen kaya yang dijabarin di atas? Atau malah kamu adalah salah satunya? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau temen kamu mau daftar jadi salah satunya.

 

Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

 

Kalau membicarakan kisah-kisah seram tentang UI kayaknya kamu pasti tau deh, ya. Nah, kali ini kami mengumpulkan kisah-kisah seru yang bikin kamu merasa bersyukur dan berbahagia karena telah menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia!

Beberapa kisah berikut ini rasanya too good to be true tapi memang kenyataan yang ada menunjukkan hal-hal ini bahkan beberapa di antaranya sering terjadi beberapa kali. Perlu dicamkan baik-baik bahwa hal ini mungkin hanya terjadi di lingkungan perkuliahan, jadi siap-siap untuk senyum-senyum simpul atau ketawa kegirangan.

Apaan sih? Penasaran banget apa penasaran aja? Yuk, check it out!

Kisah Quiz Mendadak

Dikasih quiz tapi dosen gak masuk. Ya, gitu deh... via nursingfirstaidfikui
Dikasih quiz tapi dosen gak masuk. Ya, gitu deh… via nursingfirstaidfikui

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa sudah menunggu lama. Sang dosen pun tak kunjung tiba. Selang beberapa waktu berlalu, datang seorang petugas administratif bertanya, “Di sini siapa ketua kelasnya?”, lalu seorang mahasiswa berdiri dan mereka pun berbisik-bisik.

Tak lama kemudian, sang ketua kelas menulis sebuah pengumuman penting di papan tulis, pengumuman tersebut berbunyi “Dosennya nggak masuk, tapi tugasnya kita disuruh ngerjain quiz. Kalau nggak ngerjain akan dianggap tidak hadir di kelas.”

Sontak, kelas pun riuh bergembira. Quiznya dikerjakan sih, tapi nggak tau cara ngerjainnya gimana. Tebak-tebak sendiri lah ya. :p

 

Kisah Absensi

Ke kampus cuma isi daftar hadir gara-gara dosen gak masuk via bem
Ke kampus cuma isi daftar hadir gara-gara dosen gak masuk via bem

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa sudah menunggu lama. Sang dosen pun tak kunjung tiba. Lalu tiba sang ketua kelas, ia maju dengan gagah berani di depan kelas dan berkata dengan lantang “Dosennya nggak masuk, hari ini kita cuma perlu isi daftar hadir! Abis itu boleh pulang.”

Sontak, kelas pun riuh bergembira.

 

Kisah Bikin Tugas

Dosen gak masuk sih, tapi tugasnya tetep masuk via commdeptfisip
Dosen gak masuk sih, tapi tugasnya tetep masuk via commdeptfisip

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok untuk mengerjakan tugas kuliah. Lalu dalam suatu kelompok, sebut saja Emon, mahasiswa yang setiap hari cuma celingak-celinguk kalau ada tugas kelompok, tiba-tiba si ketua kelompok berkata padanya, “Mon, lu bikinin PPT-nya yah.”

Sontak, Emon pun bergembira. Karena memang cuma itu yang dia bisa. Sungguh itu adalah hari yang berbahagia bagi Emon.

 

Kisah Dosen Sakit

Bukan seneng dosen sakit sih, tapi alhamdulillah selamet dari hukuman via eeshape
Bukan seneng dosen sakit sih, tapi alhamdulillah selamet dari hukuman via eeshape

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa sudah menunggu lama. Sebagian dari mereka khawatir karena seharusnya hari ini tugas yang membuat jantung berdebar-debar itu tiba saatnya untuk dikumpul dan ketahuilah, sebagian dari mereka belum ada yang mengerjakannya. Sama sekali. Namun, terkadang malaikat tak bersayap, bisa saja ia berwujud seorang petugas administrasi yang datang tiba-tiba dan memberikan pengumuman penting, “Dosennya gak masuk ya, katanya lagi sakit. Mungkin diare. Kalian libur hari ini.” Tapi klo dosennya kaya gini pasti kamu jadi rajin masukkan?

 

Kisah Seminar Di Kampus

Gak belajar sih, tapi harus ikut seminar via uiupdate
Gak belajar sih, tapi harus ikut seminar via uiupdate

 

Dosen: “Ya betul, ada apa ya?”

Sang petugas administrasi pun masuk ke dalam kelas dan berbisik-bisik dengan sang dosen. Sang dosen tampak mengangguk-angguk dan bergumam “Oh gitu, baiklah.”

Tak lama, sang dosen membuat pengumuman penting : “Oke class, Hari ini kita kedatangan Prof. Anu dari Institusi Anu, kelas ini diwajibkan untuk menghadiri seminarnya. Karena itu, kelas hari ini kita bubarkan. Kalian nanti isi daftar hadir di sana ya.”

Sontak, kelas pun riuh bergembira. Entah sejak kapan mahasiswa bisa segembira ini kalau ada seminar. Mungkin zaman telah berubah. *sigh*

Nah, kamu punya kisah seru lainnya yang pengen diceritakan? Yuk bagikan kisah seru kehidupanmu jadi mahasiswa di UI dengan mengetiknya di comment box! Kisah yang paling seru akan kami naikkan di postingan berikutnya.

Eits ada lagi nih soal dosen-dosen yang di anggap killer oleh mahasiswa tapi ternyata punya hati emas loh! Berikut tulisan yang wajib kamu baca: Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Bagikan kisah seru ini di Facebook, Twitter dan LINE kamu agar kebahagiaan kamu tersebar ke seluruh dunia! Yeah!

 

Trik Jitu Deketin Maba UI

Ada pribahasa the early bird get the worm atau sesuatu semacam itu. Padanannya yang paling tepat dewasa ini adalah “Lo kudu gercep”. Namun, ada juga pribahasa the second mouse get the cheese, yang padanannya jadi “Lo gercep apa nafsu? Gak dapet kan tuh.”

Dua old saying ini sebenernya ngomongin soal kesempatan dan rezeki, namun sebenarnya lebih deket dan applicable ketika ngomongin PDKT terhadap dede-dede maba yang cantik dan gemesin. Sederhananya, tulisan ini, meskipun gak secanggih The Playbook-nya Barney Stinson, akan memberikan beberapa play untuk kamu mainkan. Buat cewek-cewek yang merasa menjadi obyek, ayolah, kalian juga sering galau karena gak ada yang deketin kan? Be rational. Do not hate the player; hate the game.

The “Prince of England”

The “Prince of England”. (Sumber:)
The “Prince of England”. (Sumber:Photo Credit: Defence Images via Compfight cc)

Ini yang paling sederhana. Kalau lo ganteng dan lo kaya, you’re good to go, Prince Harry. Bahkan gak perlu play sama sekali, sebenernya. Lo cuma butuh sedikit keberanian dan cukup berperilaku normal dan baik aja. Gak perlu lucu, gak perlu seru-seru banget. Target lo juga sederhana: every single girl there is, baik dia beneran single atau enggak.

Bukannya mau menyederhanakan pikiran cewek, tapi kalau bicara logis dan gak munafik, tapi siapa yang gak mau sama cowo ganteng dan kaya. Personality-nya sejelek apa sih? Intinya dia baik dan dia mau ‘kan? Jadi semua senang. Kebanyakan hati cewek sekarang kaya highway, and it’s a good thing you got your car. Or you parents car, who cares? Masa iya orang mau nyalahin lo kalo orang tua lo kaya?

 

The “Good Cop”

The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)
The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)

Ini agak tricky karena lo butuh wingman. Tau good cop-bad cop? Intinya adalah bikin lo ‘keliatan’ seperti orang baik yang selalu ada di pihak si cewek. Katakanlah lagi masa ospek, salah satu temen lo jadiin senior galak dan sinis, dan titipin pesen untuk sesekali khusus ngerjain maba cewek yang lo incer. Ketika lagi dikerjain, muncullah sebagai good cop yang gak hanya bantuin si cewek dan sesekali membela maba di depan senior lain, tapi lo juga jadi sosok senior yang ‘membela’ si bad cop dengan dialog, “Iya, maklumin aja, namanya juga senior, itu tuntutan peran. Dia aslinya baik kok.”

Dengan begitu, ya mau gak mau si cewek punya pandangan baik ke lo sebagai seorang cowok yang gak suka menjelekkan orang di belakang, gentlemen, meskipun bisa aja aslinya lo emang begitu.

 

The “I’m Hilarious”

The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)
The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)

Ini lebih tricky karena ‘lucu’ itu abstrak, takarannya beda-beda tiap orang. Kalo lo emang lucu dari sananya, udah memang dari proses manufaktur dilengkapi fitur joke-making dan silly-comments, selamat. Lo tinggal jadi diri lo yang biasa, muncul di berbagai kesempatan di depan maba dan work your way towards her.

Eits, tapi jangan langsung. Perlu diketahui juga, kalau play yang satu ini sama dengan play yang di atas. Kenapa? Lo butuh simple chivalry. Kalau mau ‘terjun’ ke sekitar maba, jangan pernah, diulangi, JANGAN PERNAH, langsung nyamperin yang lo incer. Simple chivalry itu membuat PDKT jadi subtle dengan menjadi akrab dan seru ke semua orang, ke semua cewek, mau yang cakep, emang cakep atau belum cakep, sehingga oknum yang diincer pertahanannya lengah dan mudah dideketin, karena dia gak bisa bedain, dia lagi dideketin apa enggak. Setelah bisa kenalan dan ngobrol, barulah tambah intensitas deketin dia,game on.

 

The “I’m in a band”

The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)
The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)

Hampir sesederhana The Prince of England. Lo cuma butuh suara yang bisa bikin cewek-cewek terenyuh, atau skill bermusik yang bikin cewek-cewek terkesima. Muka ganteng bakal memperlancar play yang satu ini. Stereotipnya adalah cowok yang ada di band itu keren buat para mahasiswi. So, play in the band, get on the stage, and it is on.

 

The “I’m Google”

Lagi kepoin maba. (Sumber: scui)
Lagi kepoin maba. (Sumber: csui)

Ya, lo Google. Play-nya adalah lo kepoin si maba cakep jauh sebelum kalian ketemu, research dulu lah, istilahnya. Lalu, setelah lo selesai kepoin, pilah-pilah tema pembicaraan yang bisa dipakai (tema/hal yang dia suka, entah film atau apa pun) lalu perdalam pengetahuan lo tentang tema-tema tersebut. Kalo lo pinter akting dan emang akrab sama dialog, lo bakal lebih mudah memainkan play yang satu ini karena memang dibutuhkan self-control yang mumpuni.

Ketika lo udah terbiasa dengan ‘kepribadian’ baru lo, tunggu momen yang pas supaya bisa ngobrol sama si maba. Simple chivalry tetep jadi pilihan utama, lalu ketika udah beberapa kali ngobrol, selipkan ‘pengetahuan’ lo tentang tema dalam dialog, entah itu sebagai analogi ataupun plesetan. Setelah having a lot of things in common, kamu bisa lancar deketin dia.

Masih seputar dunia maba nih ada tulisan menarik tentang tips membuat essay untuk ospek Maba UI.

Gimana? Masih kurang play-nya? Share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, dan komentarin juga dengan play-play genius kalian. The game is on.

 

Beginilah Rasanya Kalau Kamu Kuliah di Jurusan Sastra

Gambar ilustrasi via kgsmiqbal.wordpress.com

Tanya sama yang udah lulus kuliah ataupun sama yang masih berusaha lulus kuliah, mereka bakal bilang gini, Kuliah itu banyak suka dukanya, sama aja kaya hidup itu sendiri. Mau jurusan apa pun, mau anak teknik, anak hukum, anak politik, kedokteran sampai tata boga sekalipun, kuliahnya nggak jauh-jauh dari stereotip mata dari luar, dan gegap-gempita perjuangan meraih toga di dalam. Sama aja buat anak sastra, meskipun tiap jurusan pasti punya suka duka benefit-defisitnya masing-masing yang unik. Nah, berikut ini cuma mereka yang anak sastra yang bisa merasakannya.

 

Underestimated

"Lulus, mau jadi apa, ya?" (Sumber:)
“Lulus, mau jadi apa, ya?” (Sumber:Photo Credit: andrewrennie via Compfight cc

“Sastra? Ngapain kuliah sastra? Mau jadi apa?”

Kalau kamu emang anak sastra, bohong banget kalo kamu nggak pernah denger yang kaya begitu. Yap, jadi anak sastra, kadang suka dipandang sebelah mata sama orang awam yang nggak ngerti apa gunanya kuliah sastra. Malah kadang nggak dipandang sama sekali.

Kalo mau belajar bahasa mending les aja.”

Mungkin udah kodratnya disepelein, tapi bukan berarti hal-hal itu bener. Ketika kamu yang anak sastra berpikir pada semester awal kalau ternyata kuliahnya emang mirip sama les, semua kemudian berubah ketika kamu dihajar sama linguistik, dari fonetik sampai semantik, terus diajak ‘main’ kritik sastra, gaul sama ‘penerjemahan’ sampai ke telaah teks-teks berita, belum lagi budayanya dan pranata negara. Dilematis. Yang diluar nganggep enteng, kamu yang di dalam setengah mati berusaha keluar.

 

Jadi Anak Sastra In a Nutshell

"Coba dong ngomong bahasa Prancis." (Sumber:)
“Coba dong ngomong bahasa Prancis.” (Sumber:Photo Credit: jophan via Compfight cc)

Ini salah satu hal yang paling sering terjadi selain dipandang sebelah mata sama orang-orang. Kamu pasti punya satu atau dua orang dari keluarga kamu yang agak sedikit suka basa-basi. A fan of small talk. Formality. Ini yang terjadi ketika kamu kumpul bareng keluarga kamu dan si penggemar basa-basi.

*lagi kumpul di ruang keluarga bareng keluarga besar*

“Oh, iya, kamu anak sastra ‘kan?”

“Iya, Om. Jurusan Prancis.” *mikir* *bukannya gue udah pernah bilang ya?*

“Wah, udah bisa bahasa Prancis dong?” *yang lain mulai noleh*

“Sedikit…”

“Coba ngomong.” *yang lain nungguin gue ngomong*

Oke. Satu, ya iyalah udah bisa, dari semester dua harus udah bisa; dua, manners yang tepat adalah untuk jawab sedikit, biar nggak dikatain sombong; tiga, ngomong salah atau bener pun, nggak ada artinya karena dalam radius 100m nggak ada yang bakal ngerti juga; empat, dikata boneka kali ya, dipencet langsung ngomong. Kan pasti bingung, mau ngomong apa. Perkenalan terlalu cliché, selain perkenalan, bingung milih topik. Akhirnya diem aja, awkward.

 

Rumpi ala Sastra

Ngobrol ala Sastra. (Sumber:)
Ngobrol ala Sastra. (Sumber:Photo Credit: khowaga1 via Compfight cc)

Ini yang pasti sebagian anak sastra juga pernah ngelakuin. Salah satu benefit, bisa dibilang. Ketika kamu berada di suatu tempat yang ramai bersama temen-temen sejurusan, terus kamu mau ngomongin orang yang barusan aja lewat meja kamu. Bisik-bisik biasa bisa ketauan, ngomong pake bahasa Inggris, kemungkinan itu orang ngerti juga (I mean, who doesn’t? Unless you guys would speak like a pretentious snob so they wouldn’t exactly understand you.). Terus akhirnya kamu dan temen-temen ngomongin itu orang pake bahasa Jerman, Cina, atau malah bahasa Italia.

Terus kalian ketawa, terus orang yang diomongin nggak ngerti, terus kalian berasa keren dan berasa sastra banget.

 

Math? Oh, do you mean ‘meth’?

Matematika? Apa itu?
Matematika? Apa itu? (Sumber:Photo Credit: Bill Selak via Compfight cc)

Jujur-jujuran, pasti ada sebagian anak sastra yang dulunya masuk sastra hanya supaya nggak ketemu sama yang namanya matematika. Bung, pilihan tepat. Matematika adalah musuh abadi yang sudah lama tak bersua. Terakhir liat soal matematika, mungkin ketika SBMPTN atau SIMAK. Atau malah pas UN SMA. Udah lama nggak liat angka, ‘kan? Perkalian nggak selancar dulu, gegara angka yang diliat kalo nggak nomor halaman ya tahun dan tanggal. Eits, kalo duit beda cerita ya.

Mungkin nanti akan kelabakan ketika lihat soal ujian masuk S2 yang ada matematika dasar atau TPA yang pake itung-itungan, tapi setidaknya selama kuliah S1 nggak perlu berurusan sama sincostan dari trigonometri dan nggak perlu kenalan lebih lanjut sama yang namanya kalkulus.

 

Novel

Kami nggak sembarang baca buku. (Sumber:)
Kami nggak sembarang baca buku. (Sumber:Photo Credit: Kemm 2 via Compfight cc)

Mungkin dulunya nggak pernah nyangka kalau ternyata novel itu cuma untuk dibaca. Anak sastra harus menghadapi novel-novel klasik, berbahasa asing, dan harus dibaca karena itu novel bakal dijadiin bahan UTS atau UAS. Perkara lebih runyam lagi ketika itu novel harus dianalisis lewat mata kuliah kritik sastra, dan harus membuahkan makalah. Entah karena terlalu runyam, anak sastra pun akhirnya bersotoy-sotoy ria menganalisis itu novel yang penting jadi 10 lembar dan dikumpulkan. Isinya bisa analisis, bisa juga curhat, atau cuma jadi retelling, karena kamu berjiwa storyteller alias pendongeng.

Terus tetiba nilai di SIAK C+, entah dari mana juntrungannya, dan kamu hanya bisa menengadah, mengingat-ingat kamu nulis apa di makalah.

Nah klo tadi kamu udah baca tentang curhatan mahasiswa dari sastra UI. Ini ada dari tetangga belakang fakultas FIB yaitu Fasilkom. Yuk simak tulisan tentang curhatan mereka di sini.

Kalo kamu anak sastra, kamu pasti pernah atau akan mengalami hal-hal di atas. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line supaya teman-teman sejawat yang juga anak sastra menyadari hal ini dan mereka yang bukan sastra juga ngerti, gimana ribetnya jadi anak sastra.

 

Fase-fase Penerima Dan Pemberi THR

THR itu udah jadi bagian dari budaya Indonesia secara keseluruhan. Mungkin awalnya berbentuk angpau atau malah mungkin berwujud bonus akhir tahun dari perusahaan. Namun, kini THR a.k.a Tunjangan Hari Raya udah jadi sesuatu yang bisa dibilang sama pentingnya sama hari raya yang ia tunjang.

Mahasiswa pun gak lepas dari hal ini, bahkan terlibat dalam serangkaian fase terkait THR sejak masih kecil, yang menggeser makna THR dari sudut pandang penerima. Mungkin kamu gak sadar, tapi coba pikirin beberapa fase ini:

The “Yeay you gave me something! What is this?” phase

"Apaan niiihh?" (Sumber: limmyhl)
“Apaan niiihh?” (Sumber: limmyhl)

Kalau ingat-ingat fase ini, gemes banget. Yap, ini adalah tahap paling awal ketika kamu belum mengerti dunia, masih polos dan belum kenal betapa kuatnya uang dan kapitalisme. Range-nya macam-macam, loh. Kamu pasti masih ingat atau malah kamu masih punya keponakan yang berada dalam fase ini. Ada anak kecil yang saking gak ngertinya sama duit, dia cuma ketipu sama warna duit dan jumlah lembarnya.

Si anak lebih memilih memilih 20 lembar uang pecahan 1000 rupiah dibanding dua lembar kertas bergambar dua orang pakai peci, simply because he doesn’t like red and the guy with the sword seem so awesome, if you know what i mean. Tahap ini kamu belum ngerti duit dan kalaupun ngerti, kamu hanya akan habiskan dengan jajan makanan kecil sampe kenyang atau beli mainan plastik gak jelas.

 

Fase cerdas dan mulai menghitung

Fase di mana udah bisa itung-itungan (Sumber: Pitacily)
Fase di mana udah bisa itung-itungan (Sumber: Pitacily)

Beda dengan fase di atas yang bikin gemes, fase ini kadang bikin geli dan kalau mahasiswa lihat, bawaannya mau ngatain karena mereka belum peka, lalu menghitung duit THR di hadapan seluruh keluarga besar. Ini adalah fase ketika anak kecil udah ngerti duit dan udah kenal dunia: mereka bisa ngitung perolehan THR mereka lebih cepet dari ibu-ibu warteg ngitung harga makanan.

Mereka sadar kalau jajan makanan itu gak relevan karena makanan udah ditanggung sama papa-mama, jadi duit THR bisa dimaksimalkan untuk beli mainan. Mainannya pun udah bukan mainan plastik sembarangan, mereka udah kenal Lego dan bermacam mainan yang bermerk.

Kalau kamu masih ingat ketika di fase ini, pasti pernah inget juga gimana kamu saling berkhayal sepanjang jalan pulang sama kakak, mainan apa yang akan dibeli. Atau ketika kamu ditipu kakak untuk menggabungkan uang THR untuk beli satu mainan mahal. Namun ketika sudah beli, kamu gak bisa mainin karena dia terus yang pegang.

 

Fase mulai peka dan berbasa-basi ria

"Lumayan hehehe" (Sumber: superkadut)
“Lumayan hehehe” (Sumber: superkadut)

Fase selanjutnya ini biasanya adalah ketika kamu sudah SMA atau baru awal-awal kuliah. Fase di mana kamu  sudah peka sama yang namanya norma, peraturan sopan santun tak tertulis yang memang gak pernah ada yang mau merumuskan. Fase ini akrab banget sama kehidupan mahasiswa: kamu udah hafal gelagat orang yang mau ngasih, entah itu mulai buka-buka dompet atau bawa-bawa amplop.

Ketika pemberi THR ngeluarin duit, kamu memainkan dialog basa-basi paling mainstream, “Ah, Om, gak usah repot-repot.” Namun, mata gak lepas dari dompet Si Om. Ketika dapet itu duit, langsung masukin kantong tanpa lihat jumlahnya. Namun, tak lama kamu menyelinap ke tempat sepi dan melihat nominalnya sambil mulai ngitung dalem hati udah dapet berapa, dan berapa lagi uang yang kamu butuhkan untuk ganti handphone.

 

Fase mulai malu dan pengen jadi yang ngasih

Fase mulai malu dan pengen jadi yang ngasih. (Sumber: trendygalih)
Fase mulai malu dan pengen jadi yang ngasih. (Sumber: trendygalih)

Ini biasanya dialami ketika mahasiswa udah ada di ujung tanduk untuk lulus, hingga ke mahasiswa yang udah lulus tapi masih pengangguran, bahkan ke mereka yang udah kerja tapi gajinya belum cukup buat bagi-bagi THR. Malunya nyata, nyakitin kalo diinget. Kenapa segitu baper?

Ya kalau mahasiswa yang cerdas gak bakal sepenuhnya senang ketika dikasih THR. Mereka tetep akan mikir ini duit buat apa, tapi pikirannya malah berujung kekeinginan untuk jadi pemberi THR. Logikanya, kalo udah bisa ngasih, kan pasti kebutuhan pribadi udah terpenuhi semua! Maka malu lah yang dirasakan, timbullah keinginan untuk cepet sukses dan jadi yang ngasih THR.

 

Fase pemberi THR

Fase pemberi THR. (Sumber: hipwee)
Fase pemberi THR. (Sumber: hipwee)

Ini fase puncaknya, tapi sebenernya ada dua tipe. Seperti yang udah disebutkan sebelumnya, kalo udah bisa ngasih THR ya pasti kebutuhan pribadi udah terpenuhi. Namun, tipe yang pertama bisa ngasih karena udah kerja, dan memang dari perusahaan juga dapet THR. THR yang dibagikan masih terbatas, dan setelah memberi THR, masih harus nabung untuk beli yang lain-lain atau untuk ngasih THR di kesempatan berikutnya.

Tipe yang kedua adalah seorang pengusaha, dan memang terbiasa ngasih THR. Gak cuma ngasih ke ponakan dan saudara, tapi juga bagi THR ke seluruh pegawai. Luar biasa seneng kalau udah sampai fase yang ini, dan bakal senyum-senyum sendiri ngeliat orang-orang yang dikasih THR karena bisa sambil mengingat masa-masa saat masih di fase tersebut.

Mumpung masih lebaran nih ada tips tentang cara-cara minta maaf yang menstrim banget. Udah baca belum?

Udah dapet THR? Atau malah udah mulai ngasih THR? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, siapa tahu temen-temen seperkuliahan masih ada di fase 3 dan belum beranjak ke fase 4 karena belum sadar.

 

Nasib Jadi Anak yang Ga Kenal Namanya Pulang Kampung

Maka berbahagialah kamu sekalian yang merasakan sensasi dan euforia pulang kampung, karena sesungguhnya memang ada aja yang nggak bisa pulang kampung. Nggak bisa pulang kampung biasanya dilatarbelakangi perkara finansial, atau masalah schedule yang nggak fleksibel dan nggak bisa diajak kompromi. Tapi jangan salah, ada lagi alasan lainnya yang menyebabkan seseorang nggak bisa atau malah nggak pernah bisa merasakan sensasi pulang kampung. Mereka-mereka memang sudah ditakdirkan demikian dan mungkin kamu nggak pernah sadar bahwa mereka ada di sekitar kita.

Anak Bandung

Anak Bandung. (SUmber: parisvanjava)
Anak Bandung. (SUmber: parisvanjava)

Buat anak Bandung yang kuliah di Jakarta, nggak bisa pulang kampung bukan lagi karena perkara finansial ataupun schedule, tapi ini udah merambah ke konsep. Balik ke Bandung udah nggak sesuai lagi dengan konsep pulang kampung yang ada di masyarakat.

Satu, karena jaraknya deket. I mean, dengan adanya tol Cipularang dan setumpuk pilihan kendaraan dari Bus sampe travel agent, Bandung terlalu deket untuk disebut kota tujuan pulang kampung a.k.a mudik. Jakarta-Bandung lebih cepet dari pada Jakarta Pusat-Jakarta Selatan yang harus lewat Sudirman yang super macet. Malah, Bandung secara konsep yang ada sebenernya lebih deket daripada Bekasi. Kalo denger Bekasi rasanya jauuuh banget. Bandung mah deket.

Belum lagi Bandung, secara konsep, udah nggak bisa lagi disebut sebagai ‘kampung’. That’s a freakin’ city, Brah. Inget kan dulu waktu kamu ke Bandung lewat puncak, lalu sampai di rumah nenek di suatu tempat di Cimahi, rumah yang kusennya masih ala Belanda? Sekarang mungkin tempat itu bisa diakses langsung setelah keluar pintu tol, dan kini rumahnya sudah bergaya minimalis.

 

Anak Bali

Anak Bali. (Sumber: baliedutours)
Anak Bali. (Sumber: baliedutours)

Yang asalnya dari Bali dan udah kelamaan di Jakarta, udah susah kalau bilang dia pulang kampugnya ke Bali. Stereotip yang ada, Bali itu tempat rekreasi, vacation. Liburan bareng temen-temen nginep di hotel dan main ke pantai. Kalau kamu keukeuh bilang pulang kampung ke Bali, dan post itu di Path, yang komentar pasti nggak jauh dari “Lu mudik apa liburan?”

Lebih kasian lagi kalau setelah selesai mudik, temen-temen yang doyan travelling minta tolong numpang nginep di rumah kamu ketika liburan semester depan mereka mau bertualang ke Bali.

 

Anak Tangerang

Anak Tangerang
Anak Tangerang (Sumber: skyscrapercity)

Ini juga agak mirip sama Bandung. Tangerang itu nggak bisa dibilang deket, tapi masih terlalu deket untuk dibilang tujuan pulang kampung. Katakanlah kamu mau silaturahmi ke rumah saudara di Tangerang, yang juga merupakan tempat kumpulnya keluarga besar dari segala penjuru. Dilematis adalah kamu bingung apakah kamu lagi mudik atau cuma sekadar berkunjung aja. Iya dong? Nggak lucu lah kalau kamu dan keluarga ikut bikin sempit di Tangerang dengan nginep di sana, bersama keluarga besar yang berdatangan dari, entah, Jogja, Riau, Bontang, Purwekerto. Rumah kamu kan deket. Malah kalau mau kamu bisa rocking back and forth Jakarta-Tangerang tiap hari. Sedeket itu nggak bener-bener bisa dibilang mudik.

 

Anak Betawi

Anak Betawi. (Sumber: allaboutduniatv)
Anak Betawi. (Sumber: allaboutduniatv)

Yah, gimana ya. Anak betawi, murni, otomatis seluruh keluarga besar bertebaran di Jakarta. Ada yang di Klender, ada yang di Pasar Rebo, ada yang di Sunter, ada yang di Cempaka Putih, dan sebagainya. Sementara rumah kamu di Grogol dan kamu kuliah ngekos di Depok. Anak betawi nggak bisa mudik karena keluarga besar ngumpul di Lenteng. Skenario paling gokil adalah kamu berangkat mudik dari kosan di Depok karena mudiknya ke Lenteng Agung, dan jadi lebih jauh kalau berangkat dari rumah kamu yang ada di Grogol. Nggak bisa dibilang pulang kampung lah kalau masih di Lenteng, mah.

 

Anak Depok

Anak Depok. (Sumber: zerotermite)
Anak Depok. (Sumber: zerotermite)

Ini yang merananya nggak ketulungan. Kamu dan keluarga jadi host, kamu yang tinggal di Depok open house buat keluarga besar yang berdatangan. Margonda lagi, Margonda lagi. Margo City lagi, Margo city lagi. Tiap hari di Depok dan ketika yang lain pulang kampung sampai beda provinsi beda pulau, kamu stay forever di Sawangan. Ya, kalau enggak mainlah dikit ke Pondok Cina.

Temuin hal unik menarik seputar bulan ramadhan di tulisan berikut ini: “Hal-Hal Berikut Ini Hanya Dapat Kamu Temukan Saat Bulan Ramadhan Tiba.”

Kamu juga nggak bisa pulang kampung gara-gara kampungnya deket? Atau malah nggak punya kampung sama sekali? Atau ada temen-temen yang kemungkinan bernasib seperti yang di atas? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line! Selamat Lebaran dan Pulang Kampung buat yang bisa!