Inilah Beberapa Alasan Mereka ketika Ditanya “Kenapa Mau Masuk UI?”

Lo anak UI? Gilakkkkk!

Ya, mungkin begitulah pandangan orang ketika mendengar kata “UI”. Tidak bisa dipungkiri bahwa kesempatan bisa berkuliah di kampus kuning ini menjadi dambaan banyak orang di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan, banyak orang yang rela merogoh kocek lebih dalam untuk mengikuti bimbingan belajar tertentu agar bisa diterima di UI. Akhirnya, ketika sudah masuk UI, kebanggaan diri akan melonjak naik. tidak hanya diri sendiri, keluarga dekat hingga jauh pun bisa merasakan bangga.

Dari semua orang yang berlomba masuk UI, ternyata motivasi yang muncul berbeda-beda. Nah, di bawah ini ada beberapa alasan kenapa mereka mau masuk UI.

 

BACA JUGA: Adik-adik SMA Mau Masuk Universitas Indonesia? Sssst, Ini Jalur Rahasianya!

 

Karena UI Keren

Kalo pake ini, kekerenan kamu ningkat 1000000% (via youthmanual)

Alasan pertama adalah ‘karena UI keren’. Ini pandangan yang ada di banyak orang, mungkin karena UI adalah satu-satunya kampus yang membawa nama bangsa tanpa ada embel-embel lainnya: Universitas Indonesia. Jadi, pasti UI menjadi cerminan dari pendidikan tinggi di Indonesia dan Internasional. Nah, dari sinilah mungkin banyak orang memiliki alasan ini ketika berminat mendaftar UI.

 

Gampang Cari Kerjaan

“Kamu anak UI? Yaudah langsung jadi CEO aja ya” (via huffingtonpost)

Banyak perusahaan besar akan mencari lulusan universitas terbaik untuk mendorong pertumbuhan perusahaan mereka. Ya, pasti. Perusahaan tidak ingin merekrut orang yang tidak memiliki kualitas mumpuni. Nama UI pun sangat baik di dunia pencarian pekerjaan, bahkan ada yang bilang kalo lamaran anak UI biasanya ditaruh di bagian paling atas.

Karena UI merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di bangsa ini, kualitas lulusannya pun layak untuk dipertimbangkan di dunia kerja. Ini juga menjadi alasan yang kerap muncul ketika ingin mendaftar di UI.

 

Semua karena Orang Tua

“Kamu harus masuk UI ya, kalo nggak Ibu kutuk kamu jadi guitarfish!” (via merahputih)

Sebagai seorang lulusan SMA yang belum mengerti kerasnya dunia ini, banyak juga yang ingin masuk UI karena dorongan (sangat) kuat dari orang tua mereka. Mungkin orang tua mereka pernah mengenyam bangku pendidikan di UI, maka dari itu orang tua mendorong anaknya untuk bisa dapat pendidikan terbaik.

 

BACA JUGA: Ketika Mantan Masuk UI Juga, Aku Harus Apa?

 

Setiap orang pasti memiliki alasan khusus kenapa mau masuk UI dan itu yang menjadi pendorong utama mereka bisa lulus ujian masuk. Well, apapun alasan kalian yang mau masuk UI, yang paling penting adalah kalian menyukai jurusan yang kalian masuki. Jangan asal masuk UI aja tapi tidak masuk di jurusan yang kalian suka, dampaknya akan berimbas pada hasil akhir yang kalian dapat kan? Jadi, pertimbangkan baik-baik ya bidang ilmu yang ingin kalian kuasai.

Sampai jumpa di kampus keren, Universitas Indonesia.

Ngomong-Ngomong, Masuk UI Boleh Buta Warna nggak, Sih?

Bukan rahasia lagi kalau kampus makara menjadi salah satu kampus favorit yang selalu dielu-elukan para calon mahasiswa baru untuk mengenakan jaket kuning. Hal itu dikarenakan peringkat Universitas Indonesia selalu berada di jajaran teratas, dan nomor satu di Indonesia saat ini menurut beberapa lembaga survei pemeringkatan dunia. Bukan hanya karena ranking wahid, Universitas Indonesia juga selalu menelurkan pemikiran-pemikiran dan alumni-alumni yang mumpuni di lapangan kerja dan juga bermanfaat bagi bangsa.

Dalam menanggapi besarnya keinginan para lulusan SMA yang hendak melanjutkan kuliah di UI, sebagai Perguruan Tinggi Negeri, kampus makara memiliki beberapa jalur masuk, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Masuk UI (SIMAK UI). Dari berbagai pintu masuk UI itu, masing-masing seleksi memiliki kategori penilaian sesuai prodi yang diinginkan calon mahasiswa, yang kesemuanya adalah bersifat nilai akademik.

Anyway, selain nilai akademik dan prestasi lain, kira-kira apa aja sih yang menjadi persyaratan masuk UI?

Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung nilai-nilai moral dan susila, tentunya kampus makara tidak membolehkan calon mahasiswanya pernah terlibat dalam berbagai kegiatan kriminal, seperti narkoba dan tindak pidana lain yang mengakibatkan calon mahasiswanya mendekam di penjara. Selain itu, ternyata kampus yang telah berdiri sejak 67 tahun ini juga memberikan beberapa persyaratan khusus loh!

 

BACA JUGA: Kabar Gembira, Sekarang SIMAK UI Kosongkan Jatah S1 Reguler!
Apa aja tuh persyaratan khususnya?

Persyaratan khusus yang diberikan UI kepada calon mahasiswanya tidak secara general diwajibkan untuk seluruh program studi yang tersedia di kampus “Veritas, Probitas, Iustitia”. Dengan kata lain, hanya beberapa prodi tertentu saja yang mewajibkan calon mahasiswanya bebas dari persyaratan khusus itu. Persyaratan khusus tersebut antara lain;

1. Tidak tuna netra
2. Tidak tuna rungu
3. Tidak tuna wicara
4. Tidak tuna daksa
5. Tidak buta warna keseluruhan, sebagian boleh.
6. Tidak buta warna keseluruhan dan sebagian

Dari beberapa persyaratan tersebut, persyaratan buta warna kemudian menjadi pertanyaan banyak orang. Loh kok bisa sih? Terus kalau buta warna nggak bisa masuk UI dong? Kok kaya tes mau bikin SIM (Surat Izin Mengendarai) sih?

Buta warna adalah suatu kelainan mata yang diakibatkan oleh ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap spektrum warna tertentu yang disebabkan faktor genetis. Buta warna mengacu pada kondisi seseorang yang tidak bisa membedakan gradasi warna satu dengan yang lainnya. Buta warna biasanya dibagi jadi dua, buta warna total dan buta warna sebagian.

Buta warna total merupakan jenis kelainan yang sangat jarang sekali ditemukan. Orang yang menderita buta warna total hanya mampu melihat warna hitam, putih, dan abu-abu. Kalau buta warna sebagian adalah kelainan seseorang dalam membedakan warna hijau, biru, merah, dan kuning. Alat untuk menguji buta warna seseorang disebut Uji Ishihara yang terdiri dari lembaran yang di dalamnya terdapat titik-titik, bulatan-bulatan, dengan berbagai warna dan ukuran yang membentuk pola-pola berupa angka.

Salah satu contoh Uji Ishihara. Hayo ada angka berapa aja? (via freewaremini)

 

Nah, di UI persyaratan tidak buta warna diwajibkan untuk beberapa prodi nih guys. Apa aja sih?

Rata-rata prodi yang nggak membolehkan mahasiswanya buta warna itu adalah program studi teknik. Sebab, di prodi teknik banyak mata kuliah dan praktikum yang berkaitan dengan unsur-unsur kimia. Kalian tau dong, unsur-unsur kimia itu kan berwarna, kalau nggak bisa bedain reaksi warna unsur, gimana bisa melakukan penelitian?

Program studi seperti Arsitektur, Arsitektur Interior, Matematika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Komputer, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Perkapalan, Teknik Sipil, dan Teknik Bioproses, merupakan program-program studi yang nggak membolehkan mahasiswanya buta warna total, tapi boleh buta warna sebagian.

Sementara, program studi seperti Biologi, Farmasi, Fisika, Geografi, Ilmu Keperawatan, Kimia, Pendidikan Dokter, dan Pendidikan Dokter Gigi, merupakan prodi-prodi yang tidak boleh sama sekali memiliki mahasiswa yang buta warna total dan sebagian.

Untuk program studi sosial dan humaniora nggak ada larangan kok buat para mahasiswa yang memiliki kelainan buta warna. Soalnya, prodi-prodi itu tidak berkaitan langsung dengan profesi-profesi yang membutuhkan pegawainya agar tidak buta warna, antara lain dokter, apoteker, tentara, polisi, ahli kimia, ahli IT, desainer, petugas kepabeanan, dan segala jenis pekerjaan yang membutuhkan unsur warna.

 

BACA JUGA: 3 Profesi yang Terdengar Gak Awam tapi Banyak Dibutuhkan

 

Nah, buat kamu yang merasa memiliki kelainan buta warna terus mau milih prodi yang nggak membolehkan mahasiswanya buta warna, nggak usah khawatir deh! Masih banyak jalan menuju Roma, ya walaupun mesti bergeser sedikit ke profesi lainnya. Perlu diingat, semua prodi di UI itu menjanjikan loh, nggak mungkin dibuka suatu prodi kalau tidak dibutuhkan di lapangan pekerjaan. Tetap semangat, dan bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar semua orang yang belum ngecek buta warna, segera melakukan Uji Ishihara! Jangan sampai kamu sudah lolos akademik, tapi harus meletakkan kesempatanmu karena gagal uji tes buta warna!

Adik-adik SMA Mau Masuk Universitas Indonesia? Sssst, Ini Jalur Rahasianya!

Rektorat & Perpustakaan UI

Baiklah, setelah kemaren dunia social media heboh perkara undangan “Bikini Summer Dress Party” yang katanya nih dibikin untuk merayakan keberhasilan teman/gebetan(ada loh mahasiswa yang masih ngegebet anak SMA-pastinya bukan kamu, kamu bukan sih?)/adik yang baru lulus UN. But, let’s skip that one.

Meski baru lulus UN, dan meski UN tidak menjadi ketentuan lulus/tidaknya seorang siswa SMA tahun ini, adik-adik SMA kita tentu belum selesai menghadapi tantangan hidupnya. Malah, mereka baru akan menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya. Tantangan yang lebih berat ketimbang ditinggal mantan hanya karena gak mau satu kampus sama kamu demi ngecengin cewek/cowok lain di kampus barunya. Tantangan apa yang lebih berat dari hal semacam itu? Yak, apalagi kalau bukan tantangan untuk masuk Universitas Indonesia.

Tak jarang siswa SMA yang baru lulus & berasal dari daerah, rela berkorban untuk sampai menyeberang ke Pulau Jawa hanya demi satu tujuan, masuk Universitas Indonesia. Ujian masuk Universitas Indonesia memang tidak gampang, bahkan ada yang bilang, makan pizza pakai tangan kiri bisa jauh lebih gampang ketimbang masuk Universitas Indonesia.

BACA JUGA: Biografi Raditya Dika, YouTuber Alumni Politik UI yang Gak Pernah Ngomongin Politik

 

Cara Masuk UI

Berdasarkan hasil pencarian anakUI.com, jalur untuk masuk UI itu ada 4:

  1. Jalur Undangan, jalur undangan biasa disebut dengan SNMPTN. Jalur Undangan adalah jalur dimana nilai raport SMA kamu dari semester I sampai dengan semester V dikumpulkan dengan ratusan raport siswa lainnya dan dicari siapa yang paling besar nilainya.
  1. Jalur PPKB, Jalur PPKB ini diambil dari nilai prestasi kalian di luar sekolah. Contohnya, jika kamu pernah menang juara bulu tangkis se-Mancanegara dan ada sertifikatnya, kamu bisa menyerahkan sertifikatnya ke bagian administrasi UI dan nanti akan dipertimbangkan untuk bisa diterima di UI. Terkait hal ini, semakin tinggi prestasi yang kamu raih, maka semakin besar pula peluang kamu untuk masuk UI dan ngecengin cowok-cowok kayak Andovi Da Lopez yang saat ini tengah menjalani kuliah di Fakultas Hukum UI.
  1. Jalur SBMPTN, jalur SBMPTN – (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri – atau entah apalagi namanya tahun ini, tiap tahun berubah-ubah istilahnya) – ini biasanya banyak diikuti para pelajar dari yang tahun lalu sampai yang tahun sekarang sekarang ini. Iya betul, pelajar yang lulus tahun lulu juga ada yang ikutan jalur ini. Karena tahun kemarin gak lulus, sekarang ikut lagi. Gak sedikit yang segitunya pengen masuk UI. Jalur ini hanya memilih anak-anak yang ingin masuk PTN lewat test tertulis. Ujian tertulis terdiri atas: Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bidang Studi (TBS).
  1. Jalur Mandiri, Nah, ini dia jalur yang paling susah untuk masuk UI, Jalur mandirinya, biasa disebut dengan nama ‘SIMAK UI‘. Ujiannya sama persis kok kayak SBMPTN, cumannya dia nggak ada Tes Potensi Akademik nya, yang ada cuma Tes Bidang Studi Dasar dan Tes Bidang Studi IPA/IPS. Tapi kalo kalian masuk lewat jalur ini, peluang nya besar banget, kenapa? Karena rata rata yang ikut SIMAK itu lebih sedikit dibanding pengikut SBMPTN.

Nah itu tadi jalur susahnya, sekarang, ternyata anakUI.com sudah menemukan jalur mudahnya!

Seriusan, gak pake bohong! Tanpa tes! Penasaran? Tarik nafas dalam-dalam dulu yah, ini dia:

 

Cara Masuk UI Tanpa Tes!

Bagi Kamu Yang Dari Daerah:

Dari bandara Soekarno-Hatta naik DAMRI jurusan Pasar Minggu turun di Stasiun Pasar Minggu.

Setelah itu, masuk stasiun, naik kereta jurusan Depok-Bogor, lalu turun di stasiun Universitas Indonesia, setelah pintu kereta terbuka, Voila! Selamat! Kamu sudah berhail masuk UI!

Bagi Kamu Yang Dari Bogor:

Dari stasiun Bogor, tinggalkan kendaraan kamu, naik kereta commuter line jurusan Jakarta Kota atau Tanah Abang, lalu turun di stasiun Universitas Indonesia, setelah pintu kereta terbuka, Voila! Selamat! Kamu sudah berhail masuk UI!

Bagi Kamu Yang Dari Tangerang:

Dari terminal Poris Plawad naik salah satu Agramas C/R/Mayasari Bakti AC74A/AC117, turun di Pasar Rebo. Dari Pasar Rebo, naik angkot D112/T19 turun di seberang kampus Universitas Gunadarma, Margonda. Setelah menyeberang ke arah Universitas Gunadarma, Margonda, jalan sedikit, persis di sebelah kampus Gunadarma ada gang kecil berbentuk semi-jembatan (karena gak sepenuhnya bisa dibilang jembatan) untuk jalan kaki. Tapakilah gang kecil itu, karena sesungguhnya gang itu menuntun kamu untuk mudah masuk UI.

Hati-hati kalau jalan kaki sendirian di sini, suka ketemu jodoh anak UI soalnya.

“Kalau yang tinggal di Jakarta dan bawa kendaraan pribadi caranya gimana kak?”

Coba minta pacar atau orang tuamu yang antar dulu, pasti gampang dan kamu bisa twitteran di jalan tanpa repot-repot nyupir kan. Tinggal siapin mental sama berdoa buat ujian masuknya aja.

Yak, itu tadi Cara Mudah Masuk Universitas Indonesia. Mudah kan? Kalau bingung-bingung coba unduh suatu aplikasi berteknologi canggih bernama “Google Maps” di smartphone kamu. Kampus UI bisa ditemukan sangat mudah lewat aplikasi tersebut. Percaya deh!

“Kak, kalau jadi mahasiswa UI ada cara mudahnya gak kak?”

Ada, cuma 3 caranya.

“Apa itu kak?”

Belajar

Berdoa

Percaya Diri

Jika jadi mahasiswa UI itu gampang, maka semua orang pastilah sudah jadi alumni UI. Jika hidup hanya perlu mencari gampang, maka pastilah kita tidak perlu uang untuk ditabung demi bisa nonton konser JKT48  atau nyetok bahan makanan di kosan.

Jadi, kamu mau masuk UI atau jadi mahasiswa UI?

Share tulisan ini di Twitter, Facebook atau LINE kamu, maka kemungkinan besar teman-teman kamu akan mendoakan kamu yang baru Lulus SMA/Sederajat untuk jadi mahasiswa UI beneran. Amin!

BACA JUGA: Biografi Tere Liye, Lulusan Akuntansi UI yang Menjadi Penulis Novel Terkenal

 

Photo Credit: Mohamad Sani via Compfight cc

Informasi Jalur Masuk UI 2012/2013

Sumber: http://www.ui.ac.id/id/notice/archive/5475 Universitas Indonesia menerima mahasiswa baru lulusan SMA/SMK/MA/Sederajat melalui beberapa jalur masuk. Tahun 2012 jalur masuk yang ada adalah jalur Undangan dan jalur Ujian Tulis. Jalur Undangan dahulu dikenal sebagai PMDK dan di UI disebut … Baca Selengkapnya

Info Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru UI 2011

copy from http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150114649038223&id=1589412509 Rabu, 29 Desember lalu Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia mengadakan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia.  Informasi disampaikan di Rektorat UI lantai 9 oleh Muhammad Anis selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Indonesia,  adapun … Baca Selengkapnya

Pengumuman SIMAK UI 2010 DIMAJUKAN jadi Sabtu, 8 Mei 2010!

Berdasarkan situs www.simak.ui.ac.id pengumuman SIMAK UI 2010 dimajukan menjadi Sabtu, 8 Mei 2010. pengumuman bisa dilihat di situs tersebut maupun harian kompas. Sebarkan ke adik-adik calon mahasiswa baru UI kita! sumber: http://simak.ui.ac.id/component/content/article/40-hot-news/357-pengumuman-simak-ui-2010-dimajukan

Iklan SIMAK UI di Kompas.Com

Teman-teman, menyusul dua buah tulisan sebelumnya, yaitu BOP2010 : Apa Masalahnya dan Apa yang Salah dengan BOP(B)?. Saya juga mau berbagi temuan yang saya lihat di Kompas.Com. Seperti yang bisa teman-teman lihat sendiri, Kompas.Com termasuk … Baca Selengkapnya

Beberapa Faktor Masuk UI

Pada saat UMB tahun 2009, saya bertemu dengan seorang ibu yang mengantarkan putranya mengikuti ujian di salah satu SMA Negeri. Kebetulan saya sedang berjualan untuk mencari dana. Ketika ibu tersebut mendekati stand kami dan berkata, … Baca Selengkapnya

Penting Terkait SIMAK

Bagi yg punya teman, saudara, atau adik kelas yg telah diterima di UI lewat SIMAK-UI/PPKB, mohon bantuannya untuk mengingatkan mereka bahwa mereka bisa membayar BOP kurang dari 5 juta (untuk jurusan2 sosial) atau kurang dari … Baca Selengkapnya

SIMAK UI: Coba di SIMAK

Seleksi masuk Universitas Indonesia ini akan diadakan pada awal Maret 2009. seleksi ini menggantikan Ujian Masuk Universitas (UMB) yang diadakan kemarin. Banyak yang mempertanyakan kelayakan seleksi ini. Universitas Indonesia sebagai kebanggaan bangsa mungkin akan menjadi kebencian bangsa dengan adanya sistem seleksi yang tidak terkontrol oleh kepentingan publik dengan baik. Seleksi yang hanya datang dari puncak gedung rektorat ini akan membawa efek kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Seleksi yang dirumuskan dengan ketinggian ego lantai rektorat ini tentunya akan berakibat yang akan ditunggu nantinya. Kita saat ini hanya akan berpikir tentang berbagai kemungkinan seputar Surat Keputusan dan landasan yang menyertainya. Ada beberapa hal yang perlu kita simak bersama-sama mengenai SIMAK UI ini:

Baca Selengkapnya