Buat Kamu Anak FEB UI; Mesti Bangga Nih, FEB UI Terbaik di Indonesia!

Hai anak UI!

Cung tangannya yang ngaku anak FEB UI! Kabar gembira buat kalian, FEB UI baru saja diberi gelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis terbaik di Indonesia. Selamat ya!

FEB UI yang dulunya bernama FE UI ini mendapatkan peringkat nomor wahid sekolah bisnis terbaik di Indonesia dan ke 39 dari 150 sekolah bisnis terbaik di Asia. Pemeringkatan itu dilakukan dan dirilis The Eduniversal Best Business School Ranking. Fakultas yang juga sering dianggap “Ngitungin duit orang” itu juga dapet penghargaan 3 Palmes of Excellence dimana FEB UI masuk ke dalam klasifikasi Excellent Business School with Reinforcing Internal Influence. Wah makin top nih FEB UI!

Anyway, negara-negara yang diikutsertakan Eduniversal berjumlah 154 negara di sembilan zona geografis, yaitu Afrika, Amerika Latin, Amerika Utara, Asia Tengah, Asia Timur, Eropa Barat, Eropa Timur, Eurasia, dan Timur Tengah, serta Oseania. Di antara zona-zona itu, kampus makara masuk ke dalam zona Asia Timur yang terdiri dari 17 negara dengan 150 sekolah bisnis terbaik di dalamnya. Dan FEB UI jadi yang terbaik dari tujuh sekolah bisnis Indonesia yang ikut diseleksi! Awesome!

Dari berbagai kategori dan klasifikasi penilaian yang dilakukan Eduniversal, mulai dari pemilihan sekolah bisnis berdasarkan negara atas Kriteria Kuantitatif dan Kriteria Kualitatif, Kriteria Internasionalisasi, hingga Pemungutan Suara Dekan dari berbagai sekolah bisnis, kita pengen coba klasifikasi sendiri nih kenapa FEB UI bisa jadi yang terbaik!

 

Alumninya

Siapa sih yang nggak kenal sama Ibu yang satu ini? (via brilio)

Siapa yang nggak kenal Sri Mulyani? Itu lho Menteri Keuangan RI di dua rezim, SBY dan Jokowi, dan Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia! Wanita Indonesia pertama yang berhasil menembus Bank Dunia! Ini jugalah yang menjadi penyebab FEB UI terkenal seantero Indonesia.

Nggak cuma Sri Mulyani, kesuksesan film AADC 2 yang berhasil melepas rindu kepergian Rangga dalam film AADC di tahun 2016 juga bisa jadi biang keladi kenapa FEB UI jadi yang terbaik guys. Kalian pasti tau dong siapa yang berperan sebagai Cinta di film itu? Yap, Dian Sastro Wardoyo. Dia juga merupakan lulusan Magister FEB UI loh! Karena admin suka sama film AADC dan Dian Sastro, jadi klasifikasi ini sangat penting untuk menjadikan FEB UI jadi yang terbaik di Indonesia, hehehe.

Banyak juga alumni FEB UI lain yang berhasil membawa nama baik kampus perjuangan ke ranah nasional dan internasional. Ada Soemito Djojohadikoesoemo, Rhenald Kasali, Andrea Hirata, Fahri Hamzah, dan masih banyak lagi.

 

Passing Grade-nya

Gedung perkuliahan yang menjadi saksi akan passing grade aduhai (via depoknews)

Passing Grade merupakan standarisasi penilaian dan peluang seorang calon mahasiswa bisa masuk ke dalam suatu jurusan di universitas yang dipilih. Dari tahun ke tahun, analisa passing grade ini selalu hadir dan membuat galau calon mahasiswa nih. Sebab, dari passing grade itu mereka bakal bisa memprediksi tingkat kelulusan dan peluangnya masuk.

Di UI, passing grade FEB UI merupakan fakultas yang menyimpan passing grade tinggi, diantaranya Akuntansi 57%, Manajemen 51%, Ilmu Ekonomi 50%. Tuh kan, gede-gede kan passing grade-nya, makanya FEB UI ini dikenal juga mahasiswanya pinter-pinter, dan susah masuknya.

 

BACA JUGA: Fakta dan Tudingan yang Sering Dirasakan Anak FEB UI

 

JGTC UI

Kemeirahan Jazz to Campus 39 (via wagomu)

Ah kalo yang ini kalian tau dong, acara tahunan yang diadain FEB UI ini sudah meng-Indonesia banget. Buat para pecinta musik Jazz, JGTC atau Jazz Goes To Campus buatan anak FEB UI ini udah kaya pagelaran akbar yang terdaftar dalam agenda ‘HARUS NONTON’. Karena JGTC jugalah, FEB UI jadi banyak dikenal dengan mahasiswanya yang jago bikin event bertaraf SNI (Standar Nasional Indonesia). Bahkan, bintang-bintang musik Jazz internasional juga selalu dihadirkan untuk memeriahkan acara ini lho guys!

Buat kamu para pecinta musik Jazz, setuju banget dong pasti kalo FEB UI jadi fakultas bisnis terbaik di Indonesia! Buat fakultas lain yang nggak setuju, udah setuju aja, biar tahun depan JGTC UI artisnya makin banyak, dan guest star-nya ditambah! Ehehehe

 

Fakultas Terkaya

Parkiran FEB UI yang dipenuhi dengan mobil-mobil mewah (via feb.ui.ac.id)

FEB UI adalah fakultas yang paling deket dengan uang. Setiap hari para mahasiswanya selalu ngebahas ekonomi, dari uang sampai……. uang. Iya dong, walaupun ngebahas pembangunan, kan tetep kalo mau bangun sesuatu butuh uang. Karena setiap hari berurusan dengan pendanaan, keuangan, kebijakan keuangan, ekonomi keuangan pembangunan, maka FEB UI fix banget deh jadi fakultas yang paling kaya karena ngomonginnya uang mulu. Ehehehe.

Nggak cuma itu alasannya, mereka juga dikenal sebagai fakultas yang punya mahasiswa bergaya hidup glamor dan hedon guys! Nggak percaya? Cek aja area parkir FEB UI, kalian bakal nemuin berbagai kendaraan yang mewah dan mahal! Masih nggak percaya? Acara-acara yang mereka adain juga tarafnya luas bahkan nasional dengan tak jarang kurangnya sponsorship, tapi tetep jalan tuh acara!

 

Ceweknya Cakep-Cakep

Dian Sastro, alumni FEB UI (via selebupdate)

Karena admin cowok, jadilah kriteria klasifikasi kenapa FEB UI pantas menyandang gelar fakultas bisnis terbaik di Indonesia ini karena; CEWEKNYA CAKEP BROOOO. Nggak cuma cakep, cewek FEB UI rata-rata udah cakep, pinter, apalagi kalo ngomongin duit… Beuhhh pinternya nggak ketulungan! Apalagi kebanyakan cewek di FEB UI itu pola pikirnya lebih terbuka, dan bisa melihat sesuatu dengan pemikiran yang luas.

Karena kegemarannya berpikir luas dalam menyikapi sesuatu, ketika ada cowok yang naksir dia, cewek FEB UI bakal mencari tau dulu asal-usul itu cowok. Investigasi mandiri ala cewek FEB UI itu udah kayak kerjaannya yang kalo disuruh nyelesaiin kasus perusahaan yang mau bangkrut, mereka bakal nyari tau gimana cara itu cowok ngatur keuangan, memajemen waktu, diri, dan kepribadian, dan nggak kalah penting adalah prospek masa depan si cowok…..

 

BACA JUGA: Mengenang Ireng Maulana, JGTC UI 2016 Bertema “Jazz is the Moment”

 

Nah, itulah kenapa FEB UI bisa jadi fakultas bisnis nomor satu di Indonesia! Selain indikator penilaian Eduniversal, ya karena indikator yang dibuat admin juga berpengaruh *eh. Yuk bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian, biar orang-orang tau dan mau masuk ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang sudah dinobatkan menjadi yang terbaik di Indonesia!

Sri Mulyani Ajak Mahasiswa UI Sadar APBN dan Pentingnya Tax Amnesty

Di tengah gejolak ekonomi pasang surut di Indonesia, Departemen Ilmu Ekonomi Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia menghadirkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani untuk mengisi dua sesi kuliah umum bagi para mahasiswa pada Senin (28/11). Kuliah umum sesi pertama dikhususkan bagi para mahasiswa FEB UI tingkat satu, dan yang kedua kuliah umum diselenggarakan terbuka bagi seluruh mahasiswa FEB UI di Balairung kampus kuning.

Bagi kampus kuning, Sri Mulyani sudah sangat akrab di telinga, selain nama besarnya sebagai Menteri Keuangan RI saat ini, ia juga merupakan salah satu Alumni FEB UI yang lulus tahun 1986 serta pernah juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi UI (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Nggak cuma itu, Bu Menkeu kelahiran Tanjungkarang, Lampung 54 tahun lalu itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI pada rezim SBY jilid satu. Yang lebih membanggakan, sebagai bagian dari almamater The Yellow Jacket, Bu Menteri kita ini pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia periode 2010-2016.

Sri Mulyani sedang memberikan kuliah umum di FEB UI (via ekonomi.metrotvnews)
Sri Mulyani sedang memberikan kuliah umum di FEB UI (via ekonomi.metrotvnews)

Makin transparan suatu sistem, makin jujur manusianya

Dalam kuliah umum tersebut, di sesi pertama, Bu Menteri kita ini membawakan materi tentang transparansi sistem keuangan. Menurutnya, semakin transparan suatu sistem, maka manusianya juga akan semakin berkurang untuk berperilaku tidak jujur. Sebab, tambah Bu Sri, manusia seperti kita ini pada dasarnya lemah, makanya sistem diciptakan untuk menguatkan dan mengantisipasi kelemahan-kelemahan itu.

Seperti apakah sistem yang dikatakan Bu Menteri kita itu? Kata Bu Sri, salah satu sistem yang diusahakan adalah sistem keuangan online yang diberlakukan di Kementerian Keuangan dan Badan Pajak di seluruh Indonesia. Hal itu dikatakannya, sebab baru-baru Sri Mulyani mengatakan kecewa sama Dirut Pajak yang tersandung korupsi nih guys. Kenapa bisa gitu? Ya karena nggak adanya transparansi keuangan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya transaparansi APBN. Makanya kita jangan asal percaya aja sama semua yang berurusan dengan UANG!

Apa pentingnya transparansi, sih? Menurut wanita berkacamata ini, sistem online dan transparasi bisa meningkatkan pendapatan negara, khususnya dari pajak. Sri Mulyani mengkhususkan pajak karena sumber devisa utama Indonesia itu masih berasal dari UANG kita sendiri loh guys.

BACA JUGA: Tiga Rekomendasi Sri Mulyani bagi Pemuda Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Global

 

Rasio pendapatan pajak Indonesia masih rendah

Kita udah bayar pajak rajin, tapi kok masih nggak maju-maju, sih? Pasti banyak dari kita berfikir demikian. Selain dari banyaknya kasus korupsi, ternyata masih banyak juga yang nggak menunaikan kewajiban kita sebagai warga negara yang baik. Sebab, pada kuliah umum sesi kedua bertajuk “Perkembangan Ekonomi dan Fiskal Indonesia” Sri Mulyani memaparkan kalau tax ratio atau rasio pendapatan pajak orang Indonesia masih sangat rendah.

“Tax ratio kita saat ini hanya berkisar 13% dari total penduduk kita. Kenapa? Ini karena isu trust dan problem of enforcement yang rendah,” ujarnya di Balairung.

Padahal, pajak penting dalam membentuk APBN yang seimbang dan sehat, terutama dalam sektor pendapatan negara. Sehatnya APBN itu ibarat kita makan makanan empat sehat lima sempurna. Jadi, kalau mau ekonomi Indonesia kuat ya APBN mesti sehat. Sehatnya nggak cuma dalam tubuh, juga di luar tubuh. APBN yang sehat bakal bisa bertahan di tengah tekanan faktor-faktor eksternal yang terjadi di dalam maupun di luar negeri.

Amnesty Pajak demi APBN yang sehat dan kuat

Menurut Sri, cara agar APBN bisa sehat dan kuat, salah satunya dengan meningkatkan pendapatan dalam sektor pajak. Untuk itulah, program amnesti pajak digulirkan. Menurut data, saat ini dari Rp 3.516 triliun, deklarasi harta yang sudah dilakukan para wajib pajak, realisasi pembayaran sudah sampai Rp 97 triliun. Tapi, angka itu masih jauh dari target APBN 2017 yang ditargetkan mencapai Rp 1.750,3 triliun.

Bu Menteri kita ini menutup kuliah umum dengan harapan program tax amnesty bakal mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan memotivasi masyarakat untuk dapat kembali membayar pajak dengan baik dan benar.

 

BACA JUGA: Tax Amnesty: Wajib Pajak Patuh Hanya Diapresiasi, Wajib Pajak Nakal Kok Malah Diampuni?

 

Nah, gimana wejangan Bu Sri Mulyani? Sudah mau sadar sama APBN belum? Silahkan bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar semua orang baca betapa pentingnya untuk para wajib pajak bayar pajak! Biar apa? Supaya negara kita ini bisa maju nggak terus-terusan jadi negara berlabel berkembang!

Isu Kenaikan Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkus ini Ternyata Kajian Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Loh!

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan isu kenaikan harga rokok yang meningkat jauh menjadi Rp50 ribu per bungkusnya. Tentu saja, hal ini menjadi perbincangan hangat di semua kalangan, baik perokok maupun bukan perokok. Soalnya kalau usulan ini telah ditetapkan menjadi sebuah kebijakan, pasti akan banyak hal yang terkena dampak positif maupun negatifnya.

Temen-temen tau gak, sih? Ternyata usulan kenaikan harga rokok ini dicetuskan oleh Profesor Hasbullah Thabrany, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI loh! Berdasarkan hasil survei penilitian yang dilakukan beliau, didapatkan bahwa Rp50 ribu per bungkus itu merupakan harga yang ideal untuk mencegah pelajar dan orang miskin merokok.

 

Isu kenaikan rokok via infokediri
Isu kenaikan rokok via infokediri

Pengumpulan data dilakukan sejak Desember 2015 – Januari 2016 dengan jumlah responden 1.000 orang. Hasilnya, 82 persen responden setuju harga rokok dinaikkan. Bahkan, 72 persen responden menyatakan setuju harga rokok dinaikkan menjadi di atas Rp50 ribu untuk mencegah pelajar merokok.

“Hasil survei menjadi viral tidak bisa dikontrol. Memang kenyataannya Indonesia juara dunia tingkat perokok tertinggi, yakni sudah mencapai 34-35 persen dari total penduduk. Dari jumlah itu, 67 persen perokok laki-laki dan perempuan 4 persen. Oleh karena itu jumlahnya harus dikendalikan dan salah satu caranya adalah dengan menaikkan harganya,” ucap beliau.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan, jumlah perokok pemula (usia 10–14 tahun) naik dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Pada 2001 jumlahnya hanya 5,9 persen, pada 2010 naik menjadi 17,5 persen.

Yup, kalau dilihat dari segi kesehatan, tentu kenaikan harga rokok ini akan berdampak baik bagi masyarakat sehingga pembeli rokok, terutama pelajar maupun orang yang kurang mampu, akan berhenti merokok. Akan tetapi, kebijakan tidak semata-mata dibuat dan dikaji dari satu aspek saja, bukan? Pasti aspek lain, terutama ekonomi juga terkena dampaknya karena hal ini berkaitan dengan harga dan pendapatan negara.

Apabila dilihat dari aspek ekonomi, kenaikan harga rokok ataupun cukai pasti berdampak pada seluruh mata rantai dalam industri tembakau nasional seperti petani, pekerja, pabrikan, pedagang, dan konsumen. Terlebih lagi, kondisi industri dan daya beli masyarakat akan berubah seiring dengan kenaikan harga rokok tersebut.

Kebijakan cukai yang terlalu tinggi akan membuat rokok menjadi mahal sehingga tidak sesuai dengan daya beli masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat yang tinggi akan rokok tetapi tidak memiliki kondisi ekonomi yang cukup memadai, akan dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk menjual produk rokok ilegal yang dijual dengan harga sangat murah karena mereka tidak membayar cukai.

Jumlah perokok pemula naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir via ROZAQ
Jumlah perokok pemula naik 2 kali lipat dalam 10 tahun terakhir via ROZAQ

Dengan tingkat cukai saat ini, perdagangan rokok ilegal telah mencapai 11,7 persen dan merugikan negara hingga Rp9 triliun. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan upaya pengendalian konsumsi rokok, peningkatan penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja. Bisa dibayangkan apabila dengan harga rokok yang sekarang saja tingkat perdagangan rokok illegal telah mencapai 11,7 persen, bagaimana nanti apabila harga rokok menjadi Rp50 ribu rupiah?

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, menerangkan bahwa beliau telah mengetahui kajian soal rokok yang dibuat Fakultas Kesehatan Masyarakat UI tadi. Namun, beliau menegaskan bahwa tarif cukai dan harga jual eceran akan disesuaikan dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 yang sedang dibahas. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara pun menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah masih membahas besaran kenaikan cukai rokok tahun depan.

Kesimpulannya, berita kenaikan harga rokok menjadi seharga Rp 50 Ribu ini masih dalam tahap kajian dan belum ditetapkan menjadi kebijakan. Berbagai pihak baik dari bidang kesehatan maupun bidang ekonomi juga masih berdiskusi atas usul ini untuk mendapatkan jalan tengah dan keputusan yang bijaksana. Nah, kalau menurut kamu, baiknya gimana sih biar meminimalisir efek negatif yang timbul dari rokok itu sendiri? Yuk diskusi bareng-bareng di kolom komentar!

Tiga Rekomendasi Sri Mulyani bagi Pemuda Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Global

Mahasiswa UI udah tau dong pasti kalo Presiden Joko Widodo telah mengumumkan perombakan kabinet di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 27 Juli 2016 kemarin? Perombakan atau reshuffle kabinet ini dilakukan presiden dengan landasan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia selalu berubah dan diperlukan kecepatan dalam bertindak. Presiden Jokowi berusaha semaksimal mungkin agar kabinet bekerja lebih cepat, efektif, dan solid.

Temen-temen sendiri juga tau gak, satu hari sebelum dilantik Presiden Jokowi, Ibu Sri Mulyani yang sekarang menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia menyempatkan dirinya untuk bertatap muka dengan civitas academica Universitas Indonesia, tepatnya di Auditorium Djokosoetono, Fakultas Hukum UI, loh!

Sri Mulyani memberikan materi kepada civitas academica Universitas Indonesia via bisnis.com
Sri Mulyani memberikan materi kepada civitas academica Universitas Indonesia via bisnis.com

Dalam kegiatan tatap muka ini, Ibu Sri membawakan materi dengan tema “Peranan Pemuda Dalam Rangka Mensukseskan Pembangunan Berkelanjutan yang Inklusif”. Menurut beliau, pemuda adalah kunci keberhasilan pembangunan negeri ini karena saat ini anak muda merupakan sepertiga populasi jumlah penduduk di Indonesia.

Banyak tantangan-tantangan global yang harus dihadapi oleh para pemuda saat ini, yaitu melemahnya ekonomi perdagangan dunia,  pelambatan struktural ekonomi Tiongkok, rendahnya harga-harga komoditas, menurunnya aliran modal ke negara berkembang, meluasnya konflik terorisme, serta perubahan iklim global.

Tenang, tantangan-tantangan itu pasti bisa kita selesaikan asal mau fokus dan berusaha membantu menyelesaikannya. Sebagai pemuda sekaligus mahasiswa di Indonesa, menurut Ibu Sri ada beberapa rekomendasi nih yang bisa kita lakukan untuk menghadapi tantangan-tantangan ini. Yuk, langsung disimak!

 

Pertama, jadilah bagian dunia yang berperan aktif

Sri Mulyani meminta mahasiswa menjadi bagian dunia yang berperan aktif via bisnis.com
Sri Mulyani meminta mahasiswa menjadi bagian dunia yang berperan aktif via bisnis.com

Indonesia sebenarnya mempunyai potensi yang luar biasa, terutama kaitannya sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun, potensi ini juga harus didukung oleh infrastruktur negara yang memadai serta kualitas sumber daya manusia yang baik dan terbuka terhadap globalisasi. Potensi Indonesia yang sudah luar biasa ini juga didukung oleh fokus pemerintahan Jokowi-JK pada pembangunan infrastruktur yang merupakan salah satu langkah yang tepat. Sebab, integrasi pasar global menghendaki dukungan infrastruktur untuk konektivitas yang efisien dan kompetitif. Biaya perdagangan di Indonesia saat ini relatif tinggi, sekitar 130%. Sebagai pembanding Malaysia, Vietnam, dan Thailand hanya 90-110%.

Dalam tatap muka di UI kemarin, beliau juga mengapresiasi kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah untuk mengurangi hambatan investasi dan perdagangan. Menurut laporan Global Alert, Indonesia termasuk salah satu negara yang paling sering menerapkan hambatan perdagangan, dan ini merupakan perkembangan yang baik.

“Saya berharap ke depan, Indonesia akan terus memelihara dan memilih kebijakan keterbukaan, yang harus disertai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia, dan kualitas kelembagaan. Ini penting untuk menopang peran dan kepemimpinan Indonesia di kawasan Asia maupun di arena global,” pungkasnya.

 

Kedua, tunjukkanlah empati

Beliau mengajak generasi muda untuk melakukan dan memberikan yang terbaik bagi orang lain bisnis.com
Beliau mengajak generasi muda untuk melakukan dan memberikan yang terbaik bagi orang lain bisnis.com

Ketimpangan sosial dan ekonomi masih marak terjadi di masyarakat. Indikator ketimpangan tersebut meningkat tajam dari 30% pada tahun 2003 menjadi ke tingkat 41% pada tahun 2014. Menurut Ibu Sri, sepertiga dari ketimpangan di Indonesia disebabkan oleh 4 faktor, yaitu provinsi di mana seseorang lahir, apakah tempat lahir itu desa atau kota, apakah kepala rumah tangga perempuan, dan tingkat pendidikan orang tua. Hal ini pula yang perlu diperhatikan oleh pemuda, bahwa kita tidak boleh melupakan masyarakat yang tertinggal akibat ketimpangan sosial dan ekonomi.

Anak-anak Indonesia yang lahir dengan ketimpangan tersebut akan sulit mengatasi ketimpangan di masa depannya. Ketidakadilan ini harus diatasi segera. Oleh karena itu, upaya Indonesia untuk meratakan akses layanan kesehatan yang layak perlu ditingkatkan, bila ingin memiliki generasi masa depan yang lebih baik.

Beliau senantiasa mengajak generasi muda untuk melakukan yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi orang lain, “Carilah ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri. Mudah mencapai sukses sendiri tetapi lebih sulit untuk membangun sukses bersama. Tunjukkan empati kita. Kepemimpinan yang inklusif dan berlandaskan empati dan integritas yang bersih akan menghasilkan proses perubahan yang baik dan hasil yang lebih langgeng.”

 

Ketiga, bertindak dengan integritas dan terus belajar

Bertindak dengan integritas dan terus belajar via bisnis.com
Bertindak dengan integritas dan terus belajar via bisnis.com

Terakhir, dalam tatap muka kali ini Ibu Sri berpesan dan berharap agar para pemuda Indonesia dapat bertindak dengan dasar intergritas, jujur, adil, dan terus selalu belajar untuk menuntul ilmu dan kemampuan teknis.

“Karena belajar, pintar, dan menjadi sukses untuk diri itu sendiri itu mudah. Tetapi, untuk menjadi pintar dan sukses bersama-sama itulah yang sulit.”