Gunakan 7 Cara Ini Agar Orangtua Yakin Sama Pilihan Kariermu

Pertanyaan-pertanyaan tentang rencana setelah lulus pasti mulai sudah kamu yang sudah atau akan selesai kuliah dengarkan. Sebagian dari kamu mendapat dukungan penuh dari orangtua untuk karier yang kamu pilih, tapi sayangnya ada juga yang mendapat penolakan mentah-mentah.

Orangtua tentu ingin yang terbaik untuk kita. Namun, ada yang namanya generation gap, yaitu perbedaan cara pandang dan nilai-nilai antara generasi yang lebih tua dan muda. Orangtuamu mungkin benar, tapi bisa juga mereka tidak menyetujui pilihan kariermu akibat perbedaan zaman, sehingga mereka tidak mengerti tentang jalur yang kamu pilih.

BACA JUGA: Resep-resep Rahasia Mengapa Anak UI Cepat Dapat Kerja & Kariernya Sukses

Lalu, bagaimana cara meyakinkan orangtua tentang pilihan karier? Simak tujuh tips berikut ini.

1. Gali informasi sebanyak-banyaknya sebelum menyampaikan pendapatmu

Cari tau fakta dan informasi tentang karier yang akan kamu pilih via huffingtonpost
Cari tau fakta dan informasi tentang karier yang akan kamu pilih via huffingtonpost

Mengapa orang tuamu ragu akan pilihanmu? Bisa saja karena informasi yang kamu sampaikan memang tidak meyakinkan. Kamu tidak bisa hanya bilang ke orang tua, misalnya “Aku ingin jadi desainer.” Mereka perlu tahu bagaimana potensi profesi sebagai desainer saat ini, seberapa luas lapangan pekerjaan yang tersedia, potensi penghasilan, serta contoh-contoh orang sukses dalam bidang tersebut.

Jika kamu datang ke orangtua dengan informasi (alias amunisi) yang lengkap, maka keraguan mereka akan bisa diminimalisir. Sementara, jika kamu memiliki keinginan tanpa didukung dengan fakta dan informasi yang lengkap, orangtua akan berpikir bahwa keinginanmu hanyalah keinginan main-main.

 

2. Tunjukkan bahwa kamu memang memiliki skill yang cocok untuk menempuh karier tersebut

 Tunjukkan bahwa kamu memang memiliki skill yang cocok untuk menempuh karier tersebut via adweek
Tunjukkan bahwa kamu memang memiliki skill yang cocok untuk menempuh karier tersebut via adweek

Kamu ingin berkarier di agensi periklanan, sementara orangtuamu menganggap bahwa kamu bukan orang yang kreatif. Hal ini berarti kamu belum menunjukkan atau memberikan bukti kepada orangtua bahwa kemampuan dalam bidang ini ada dalam diri. Kamu tidak bisa langsung memaksakan keadaan. Lagipula, kamu tidak harus menunggu kesempatan datang terlebih dahulu untuk memberikan bukti.

Kamu bisa mulai membuat karya atau memulai proyek pribadi yang sesuai dengan pilihan kariermu. Misalnya, cobalah bantu membuatkan iklan sederhana untuk teman atau saudaramu yang memiliki bisnis. Jika kamu konsisten berkarya atau membuat proyek dalam bidang yang diinginkan, orangtua akan melihat bahwa kamu serius dengan pilihanmu.

 

3. Cari tahu tentang perjalanan karier senior dalam karier serupa dan ceritakan ke orang tuamu

Carilah senior di kampus yang berkarier di bidang yang kamu minati via hercampus
Carilah senior di kampus yang berkarier di bidang yang kamu minati via hercampus

Cara termudah untuk memahami adalah dengan contoh. Carilah senior di kampus atau kenalan yang berkarier di bidang yang kamu minati. Perbanyak mengobrol dengan mereka, agar kamu tahu mengenai pro dan kontra dari pilihan karier tersebut. Lalu, kamu bisa menceritakan kisah mereka ke orangtua, agar tumbuh keyakinan bahwa kamu telah mengetahui tantangan atau risiko apa saja yang akan dihadapi dalam perjalanan. Lebih baik lagi jika kisah tersebut datang dari pihak yang orangtuamu kenal.

 

4. Petakan rencana kariermu selama beberapa tahun ke depan

Petakan rencana kariermu selama beberapa tahun ke depan via crucial
Petakan rencana kariermu selama beberapa tahun ke depan via crucial

Memang, terkadang merencanakan karier secara berlebihan bisa jadi percuma, karena kita tidak pernah tahu nasib kita. Namun, rencana yang terpetakan dengan jelas ini ternyata bisa membantu dalam mencapai tujuan, serta untuk meyakinkan orangtuamu. Jika kamu sudah memetakan rencana kariermu hingga beberapa tahun ke depan, mulai dari perusahaan-perusahaan yang menjadi incaran, hingga target-target untuk naik jabatan, maka orangtua pasti lebih menganggapmu serius. Siapkan juga rencana alternatif atau rencana B untuk berjaga-jaga jika rencana utamamu terhambat.

 

5. Minta bantuan keluarga atau teman yang dipercaya orangtua untuk meyakinkan mereka

Minta bantuan keluarga yang dipercaya orangtua via pexels
Minta bantuan keluarga yang dipercaya orangtua via pexels

Adanya second opinion akan membantu orangtua dalam membuat pertimbangan. Jika kamu memiliki keluarga atau teman yang opininya dipercaya oleh orangtua, maka tidak ada salahnya meminta bantuan kepada mereka untuk membujuk. Jika pilihan kariermu dinilai tidak masuk akal oleh orang tuamu, opini dari orang lain akan membuat mereka berpikir bahwa pilihanmu sebenarnya tidak seburuk itu.

 

6. Tunjukkan website atau informasi online tentang perusahaan-perusahaan yang kamu incar

Bagikan website karier yang memuat informasi mengenai pilihan kariermu via onespacemedia
Bagikan website karier yang memuat informasi mengenai pilihan kariermu via onespacemedia

Jika orangtuamu masih belum yakin, bagikan tautan website karier yang memuat informasi mengenai pilihan kariermu serta perusahaan-perusahaan secara lengkap dan jelas. Mungkin saja dengan membaca langsung informasi tersebut, mereka mendapat sudut pandang baru. Tunjukkan informasi yang lengkap tentang industri, budaya perusahaan, hingga testimoni karyawan di perusahaan tersebut.

 

7. Carilah waktu yang pas dan suasana yang kondusif untuk bicara kepada orangtua

Carilah waktu yang pas via quickenloans
Carilah waktu yang pas via quickenloans

Terkadang, bukan kamu yang kurang meyakinkan, hanya saja orangtuamu sedang tidak dalam kondisi tepat untuk menyerap informasi. Jangan bicara kepada orangtua mengenai masalah serius seperti rencana masa depanmu, saat mereka sedang lelah atau sedang sibuk dengan hal lain.Timing is important!

Nah, tujuh cara ini dipastikan membuat orangtua lebih paham dan akan memuluskan langkah menuju karier impianmu!

Kalau Belum Punya Pengalaman Kerja, Tulis Apa di CV?

 

Mau cari kerja, butuh pengalaman. Mau cari pengalaman, butuh kerja. Dilema ini sering kali dirasakan mahasiswa yang baru akan mulai mencicipi dunia profesional. Kalau yang sudah punya banyak pengalaman kerja atau magang sih, enak. Bagaimana dengan yang tidak? Apa yang mau ditulis di CV, ya?

Jangan khawatir kalau kamu akan mendaftar ke suatu perusahaan dengan CV yang kosong di bagian working experience. Ada banyak hal, kok, yang bisa kamu tulis di aplikasi selain pengalaman kerja.

BACA JUGA: Setelah Lulu, Lebih Cocok Kerja di Startup atau Corporate, Ya?

 

Academic projects dan side projects yang relevan

Academic projects dan side projects yang relevan via openweigh
Academic projects dan side projects yang relevan via openweigh

 

Jika kamu belum punya pengalaman kerja full-time atau pun internship, coba ingat-ingat apakah selama kuliah kamu pernah mengerjakan tugas dari mata kuliah tertentu yang bersifat proyek.

Misalnya, jika kamu kuliah Ilmu Komputer dan pernah membuat suatu software dalam suatu mata kuliah, cantumkanlah itu dalam CV-mu. Tidak hanya proyek dari kuliah, kamu juga bisa memasukkan side project lain, misalnya proyek membuat website untuk event kampus.

 

Kualifikasi dari online course

Kualifikasi dari online course via jhunewsletter
Kualifikasi dari online course via jhunewsletter

Saat ini, sudah banyak platform yang menyediakan kursus online dari universitas-universitas ternama di dunia. Jika kamu mengambil kursus ini dan lulus, maka kualifikasi yang kamu dapat sama dengan jika kamu lulus dari mata kuliah di universitas tersebut. Hal ini akan membantu untuk meningkatkan kualitas CV-mu di mata rekruter, karena terlihat bahwa kamu serius ingin mendalami suatu skill.

Kursus online ini biasanya gratis, tapi kamu harus membayar untuk mendapat sertifikat. Kalau kamu bingung ingin mengambil kursus apa, coba cek artikel Bukapintu tentang 5 kursus online untuk diambil saat weekend ini.

 

Cover letter yang spesifik

Cover letter yang spesifik via internationalscienceediting
Cover letter yang spesifik via internationalscienceediting

Biasanya, kita sering lupa bahwa cover letter juga adalah bagian dari aplikasi, sehingga kita cenderung menulis cover letter dengan normatif, bahkan hanya mengikuti template. Padahal, pengalaman kerja yang kurang menonjol di CV dapat diimbangi dengan cover letter yang spesifik.

Di cover letter, kamu bisa menulis tentang skill serta pengalaman-pengalaman yang relevan dengan posisi yang kamu incar dan bisnis yang dijalankan perusahaan. Misalnya, jika kamu pernah bekerja sebagai jurnalis di majalah kampus, dan sering mewawancarai narasumber untuk mengumpulkan bahan artikel, maka kamu memiliki transferable skill, yaitu interviewing skill yang akan stand out di cover letter jika kamu mendaftar di posisi market researcher, account executive, atau human resources.

*Artikel ini merupakan kontribusi dari Bukapintu.co, online platform untuk mahasiswa dan fresh graduates mencari magang dan kerja serta belajar tentang karir dan budaya perusahaan.

Setelah Lulus, Lebih Cocok Kerja di Startup atau Corporate, Ya?

Setelah lulus, kamu akan dihadapkan dengan begitu banyak pilihan industri, perusahaan, dan pekerjaan. And here comes the dilemma most fresh graduates face these days: should I work at startup or large corporation?

Sebelum mengambil keputusan hanya berdasarkan tren atau ikut-ikutan teman, simak dulu perbedaan bekerja di startup dan corporate world berikut ini.

BACA JUGA: 4 Pertanyaan yang Biasa Ditanyakan di Wawancara Magang

 

Jika kamu bekerja di perusahaan besar via bursakerjabumncpns
Jika kamu bekerja di perusahaan besar via bursakerjabumncpns

Bekerja di perusahaan besar berarti….

  1. Peran dan tanggung jawab yang kamu pegang lebih terfokus. Di perusahaan besar, kamu akan langsung memegang role yang spesifik, seperti marketing, human resources, operation, finance, dan lain-lain. Dengan fokus di satu bidang, pekerjaanmu akan membekalimu dengan skill dan keahlian di bidang tertentu. Hal ini bagus jika kamu memang sudah tahu dan yakin role apa atau karier seperti apa yang memang ingin kamu tekuni.
  2. Kamu mendapatkan brand recognition dari perusahaan tempat kamu bekerja. Jika kamu bekerja di perusahaan besar dengan produk atau layanan yang telah dikenal reputasinya selama bertahun-tahun, maka hal tersebut akan otomatis meningkatkan kredibilitasmu. Jika kamu suatu hari mencari pekerjaan baru, maka rekruter akan lebih mudah mengenalimu dari korporasi tempat kamu bekerja.
  3. Kamu tidak perlu khawatir akan kompensasi dan career path. Perusahaan besar pasti akan memberikan benefits yang menguntungkan untukmu. Tidak hanya mendapat gaji, kamu juga akan mendapatkan tunjangan dan fasilitas lainnya seperti asuransi, liburan, dan training secara berkala untuk professional development.

 

Bekerja di startup berarti…..

Bekerja di startup berarti via harukaedu
Bekerja di startup berarti via harukaedu
  1. You’re essential to the company. Setiap hal yang kamu lakukan dan keputusan yang kamu ambil akan berpengaruh besar terhadap perusahaan. Kabar baiknya adalah jika kamu punya ide-ide untuk kemajuan perusahaan, maka di startup kamu akan punya kesempatan mengeksekusi ide tersebut. Namun, di sisi lain, kamu tidak boleh lengah sama sekali dalam melakukan pekerjaan, karena satu kelalaian bisa berakibat besar untuk startup tempatmu bekerja.
  2. Kamu belajar dengan cepat. Di startup, kamu akan involved dengan proses membangun produk atau proses dari awal. If something fails or doesn’t work, kamu juga akan dipaksa untuk melihat apa yang salah untuk kemudian mengoreksi atau mengubahnya. It’s a steep learning curve at startups. Dinamika yang ada akan memaksa kamu untuk terus growing setiap harinya. Hal ini terutama cocok untuk kamu yang ingin memiliki bisnis sendiri suatu hari nanti.
  3. Hari-harimu lebih fleksibel. Walaupun beban kerja di startup cukup demanding, tapi biasanya startup mengizinkan kamu bekerja remote dari rumah atau luar kantor. Kamu juga tidak harus mengikuti aturan 9 to 5 setiap harinya, karena yang paling penting adalah kamu menyelesaikan pekerjaanmu dan mencapai target. Selain itu, kamu juga tidak perlu memakai pakaian formal. T-shirt, jeans, and sneakers are allowed.

Jadi, startup atau corporate job? Tidak ada jawaban yang benar atau salah. Kembali lagi, tujuan pribadimu dan kecocokan kamu dengan budaya kerja adalah faktor yang harus dipertimbangkan.

*Artikel ini merupakan kontribusi dari Bukapintu.co, online platform untuk mahasiswa dan fresh graduates mencari magang dan kerja serta belajar tentang karier dan budaya perusahaan.