4 Basic Skincare Untuk Mahasiswi, Kata Siapa Merawat Wajah itu Ribet?

Untuk beberapa mahasiswi, merawat wajah dengan menggunakan skincare adalah hal yang ribet. Selagi banyak deadline tugas kuliah yang harus di-submit serta kuis-kuis yang siap datang dalam waktu dekat, membuat sebagian mahasiswi malas untuk skincare-an. Namun, sebenarnya jangan salah! Ada kok cara yang simple untuk merawat wajah. Buat kamu wahai mahasiswi yang baru-baru memperhatikan kondisi wajah kamu dan ingin merawatnya namun merasa ribet, yuk simak dulu 4 basic skincare berikut!

1. Exfoliator

Pernah ga kamu merasa udah rutin pake skincare tapi tidak ada perubahan?

Bisa jadi itu karena sel-sel kulit mati yang menempel pada kulit kamu. Selain menghalangi kandungan skincare masuk ke wajah, sel-sel kulit mati ini adalah salah satu penyebab dari berbagai permasalahan kulit wajah seperti kulit kusam dan berjerawat. Oleh karena itu, penting sekali untuk kamu melakukan eksfoliasi. Kamu bisa menggunakan scrub atau secara kimia seperti menggunakan AHA dan BHA untuk mengangkat sel-sel kulit mati kamu. Namun ingat ya, jangan gunakan setiap hari.

2. Cleanser

Kunci yang paling penting untuk merawat wajah kita adalah memastikan wajah kita bersih.

Beraktivitas seharian di kampus, berangkat pulang pergi ke/dari kampus pastinya akan membuat kulit kita terpapar debu, polusi, dan juga bakteri.

Bahkan tidak hanya saat beraktivitas di luar, saat kita di dalam ruangan pun  kita beresiko untuk terpapar debu karena di rumah juga sebenarnya ada debu yang tidak terlihat. Adanya kotoran dan bakteri yang menempel di wajah kita akan menimbulkan berbagai masalah kulit jika kita tidak segera mengatasinya. Masalah kulit tersebut diantaranya adalah kulit kusam, berminyak bahkan berjerawat. Jadi, jangan malas untuk membersihkan wajah ya! Kamu bisa menggunakan facial wash atau micellar water untuk membersihkannya. Pilihlah jenis pembersih wajah sesuai dengan tipe kulit wajah kamu dan gunakan 2 kali sehari. Ohiya, walaupun kulit kalian harus bersih, jangan terlalu sering untuk cuci muka juga ya karena hal tersebut akan membuat wajah kamu malah menjadi kering, kamu tetap butuh minyak alami dari wajah kamu.

3. Toner

Mungkin ada beberapa teman kuliahmu yang menganggap toner tidak begitu penting, namun jangan salah! Untuk basic skincare ini merupakan komponen yang perlu kamu perhatikan. Toner ini bisa membantu memastikan agar wajah kamu benar-benar telah bersih maksimal. Selain itu, fungsi utama toner adalah untuk mengembalikan pH kulit kamu. Hal ini sangat penting untuk membuat kulit wajah kamu berada dalam kondisi yang sesuai dan juga membantu untuk mempersiapkan kulit kamu untuk skincare selanjutnya agar benar-benar menyerap dengan sempurna.

Toner sendiri secara umum terbagi atas exfoliating toner dan hydrating toner. Kamu bisa pilih yang paling sesuai untuk kulit kamu sesuai dengan fungsinya, seperti jika kulit kamu kering dan butuh hidrasi lebih kamu bisa memilih hydrating toner. Tetapi jika kamu butuh untuk mencerahan wajah dan mengangkat sel-sel kulit mati kamu bisa menggunakan exfoliating toner. Namun, jika konsentrasinya tinggi jangan gunakan exfoliating toner setiap hari ya!

4. Moisturizer

Setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner, hal yang penting dalam basic skincare adalah menggunakan moisturizer. Salah satu kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan wajah adalah dengan memastikan wajah kamu lembab.

Dengan wajah kamu lembab, kamu bisa mengatasi masalah kulit kering dan juga mencegah terjadinya penuaan sehingga juga bisa mengatasi anti aging. Selain itu, wajah yang lembab bisa membantu membuat seolah-olah kulit kamu sudah cukup lembab sehingga tidak mengeluarkan minyak berlebih dan bisa mencegah adanya jerawat.

Tekstur pelembab sendiri ada bermacam-macam mulai dari milk, cream, dan gel. Jika kulit kamu berminyak kamu bisa menggunakan yang bertekstur gel dan untuk kulit normal cenderung kering bisa menggunakan yang teksturnya milk atau cream. Selain untuk melembabkan, moisturizer juga biasa memiliki kandungan-kandungan berbeda seperti mencerahkan, mencegah penuaan sehingga kamu bisa memilih sesuai dengan permasalahan kulit kamu. Jika di pagi hari, jangan lupa untuk menggunakan moisturizer yang mengandung SPF jika kamu tidak ingin menggunakan sunscreen.

Itu dia 4 senjata dasar yang harus kamu gunakan untuk merawat wajah kamu. Gunakan secara rutin agar memastikan kulit kamu sehat terawat ya! Gimana, simple bukan?

[zombify_post]

Must Have Item: Masker-Masker Lucu Buatan Lokal Yang Siap Menemani Aktivitas Outdoor-mu!

Pandemi COVID-19 memang belum berakhir. Kasus positif belum juga terdengar kabar baiknya. Meskipun begitu, beberapa dari kita sudah ada yang harus kembali beraktivitas di luar. Sambil dinaungi rasa was-was dan terus memperhatikan protokol kesehatan, semoga teman-teman pembaca tetap sehat dan semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari!

Ngomongin protokol kesehatan, kita gak akan bisa jauh-jauh dari salah satu atribut esensial yang sudah menemani kita dari hari pertama virus ini dikabarkan melanda negri kita. Yup! Apalagi kalau bukan masker! Kehadirannya yang sudah menjadi KEHARUSAN saat kita sedang berada di ruang publik membuat kita berganti dari masker sekali pakai menjadi masker kain. Iyasih, selain boros, masker sekali pakai juga menghasilkan sampah yang tidak bisa didaur ulang dan sulit terurai.

Menggunakan masker yang menutupi hampir setengah wajahmu bukan berarti kamu harus mati gaya, dong! Kamu tetap bisa tampil fashionable sambil tetap menjaga kesehatan dirimu dan orang-orang yang ada di sekitarmu! Kali ini, AnakUI.com hadir membagikan rekomendasi masker-masker kain unik buatan LOKAL yang bisa menemani hari-harimu di luar rumah. Masker-masker ini juga dapat kamu beli secara online, lho! Jadi kamu gak perlu ribet deh keluar rumah untuk nyari-nyari tokonya! Mau tahu apa aja?

1. Ladybug.shop

Masker kain berbahan katun halus dengan motif unik dan colorful ini siap menemani hari-harimu. Cukup dengan harga Rp. 37K, kamu sudah bisa membawa pulang  masker non-medis yang memiliki 3 lapisan ini.  Untuk melihat koleksi lainnya, kamu bisa mengunjungi @ladybug.fancy di instagram!

2. morningsundae

Suka sama hal-hal yang berbau rustic dan tropical? Mungkin kamu tertarik sama corak dari salah satu brand lokal ini. Yup! Morningsundae! maskernya yang full colour berbahan kanvas printed dan katun ini bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 20K aja loh! Masker ini terdiri dari 2 lapis dan memiliki 2 model: Earloop dan juga Headloop. Tertarik? Kamu bisa langsung cek di instagram, tokopedia, maupun shopee dengan nama yang sama

3. kamalikaartprints

Gak tertarik sama yang bernuansa simple dan pengen yang mengandung kesan mewah? kamalikaartprints solusinya! motifnya yang unik dan gak ada yang bisa nyamain ini bisa kamu dapatkan dengan harga mulai dari 25K – 32K an aja! Terjangkau banget, kan? Masker ini terdiri dari 3 lapis dengan bahan luar micro dan bahan dalam kain katun. Untuk pembelian online, kamu bisa langsung ke tokopedia: kamalikaartprints atau datang langsung ke offline storenya di daerah Darmawangsa Square 1F dan PIM South Skywalk 2F!

4. xdoodleganger

Berangkat dari yang mewah-mewah, mungkin sekarang kamu pengen bereksperimen dengan sesuatu yang lebih edgy dan nyentrik? Bisa banget! silahkan cek @xdoodleganger di instagram! brand yang satu ini bener-bener unik banget dan handmade, dijamin gak ada yang bakal nyamain! memiliki kisaran harga 45K per pcs, brand yang satu ini bener-bener jadi salah satu brand yang MUST BUY banget setelah kamu gajian:p

5. mikaatelier

Terakhir, mungkin rekomendasi ini pas banget buat kamu yang suka Jepang-Jepangan! Tertarik sama masker bernuansa negri sakura yang gak hanya terdiri dari masker, tapi juga charm unik yang bisa kamu lepas pasang sesukamu. Masker ini berbentuk 3D, jadi agak berbeda ya dari masker kebanyakan. Memiliki 3 lapis dan menggunakan premium fabric + interlining+ Japanese cotton, kamu bisa mendapatkan masker cantik ini seharga Rp 60K saja di tokopedia!

Okedehhh.. sekian dulu rekomendasi masker lokal nan lucu dari penulis! Kira-kira, adakah yang nyantol di hati kalian? Cuss langsung aja di-order!

 

[zombify_post]

4 Item Makeup yang Biasa Dibawa Mahasiswi ke Kampus, Apa Saja?

Di masa saat ini, makeup bukanlan hal yang asing di telinga kita. Untuk beberapa orang makeup juga merupakan hal yang wajib digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari termasuk saat pergi ke kampus. Buat kamu para pemula mungkin masih bingung makeup apa aja yang penting untuk kamu bawa di makeup pouch kamu saat ke kampus, berikut adalah beberapa rekomendasi makeup item yang biasa dibawa saat pergi keluar.

Sumber: id.pinterest.com

1. Lipstick

Item pertama dan termasuk yang paling penting untuk kamu bawa adalah lipstick. Pewarna bibir ini adalah salah satu item yang sangat mempengaruhi penampilan kita agar tidak terlihat pucat dan lebih segar. Setelah melakukan aktivitas seharian di kampus, kemudian juga makan, minum, atau tidak sengaja mengusap bibir dapat membuat warna lipstick yang kamu pakai akan menjadi pudar bahkan hilang.

Ditambah lagi tidak semua produk lipstick memiliki ketahanan yang baik, biasanya bertahan sekitar 4-5 jam. Oleh karena itu, penting untuk kamu touch up beberapa waktu sekali agar tampilan kamu tetap segar sepanjang hari. Sebagai saran, kamu bisa membawa dua lipstick dimana salah satu produknya adalah produk yang biasa kamu gunakan sehari-hari dan lipstick lainnya adalah lipstick yang memiliki warna yang bold atau yang lebih memberi kesan mewah untuk berjaga-jaga jika setelah kuliah kamu harus pergi ke acara formal atau menghadiri acara di kampus sendiri yang membutuhkan look lebih elegan.

2. Compact Powder

Item kedua yang sebaiknya kamu bawa adalah compact powder. Saat makeup biasanya kamu akan menggunakan foundation, cushion, bb cream atau hanya compact powder saja agar membuat wajah terlihat lebih halus, memudarkan bekas jerawat dan membuat warna kulit wajah lebih merata.

Setelah beraktivitas lama di kampus biasanya akan membuat kulit wajah kita menjadi berminyak atau berkeringat yang menyebabkan complexion yang kamu gunakan menjadi memudar dan terlihat tidak bagus. Selain itu, ada juga produk yang setelah kamu gunakan beberapa lama mengalami oksidasi sehingga wajah kamu terlihat kusam. Oleh karena itu, penting untuk kamu membawa compact powder ini, untuk membantu memperbaiki complexion kamu yang sudah mulai tidak rata dan kusam. Selain itu, membawa compact powder jauh lebih mudah jika hanya untuk touch up karena bentuknya yang simple dan juga ada cerminnya, jadi kamu bisa dengan mudah touch up dimana saja.

3. Blush on

Item ketiga yang bisa kamu bawa adalah blush on. Setelah beraktivitas di luar dan terkena air atau keringat terkadang warna blush on kamu jadi memudar. Oleh karena itu, sebaiknya kamu bawa blush on kamu untuk touch up, jangan sampai blush on kamu tidak rata dan membuat wajah kamu jadi terlihat aneh. Jika kamu ingin lebih mudah, sebaiknya bawa blush on yang berbentuk cream atau stick agar tidak perlu ribet untuk membawa brush. Namun, jika kamu malas membawa blush on sebenarnya kamu juga bisa menggunakan alternatif lipstick sebagai blush on.

BACA JUGA: Mahasiswa UI Ciptakan Edufia, Platform Belajar Olimpiade Sains

4. Pensil alis

Item terakhir yang tidak kalah penting adalah pensil alis, girls! Biasanya memang untuk produk alis jarang memudar namun ada beberapa produk alis yang cepat hilang atau memudar jika terkena air atau keringat. Jadi, untuk berjaga-jaga hal tersebut tidak terjadi karena akan membuat kamu terlihat aneh jika memiliki bentuk alis yang tidak rata, sebaiknya kamu membawa item yang satu ini. Selain itu, hal ini akan membantu kamu untuk merapihkan alis kembali jika setelah dari kampus ingin pergi keluar atau ada acara yang mengharuskan look kamu terlihat lebih elegan lagi.

BACA JUGA: 10 Rahasia Kecantikan Anak UI yang Membuat Pria-pria Melempem

[zombify_post]

FIB UI Tanpa Acara Mahasiswa Bagai Sayur Tanpa Garam, Kurang Lengkap!

Siapa di sini yang merupakan anak atau alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI? Ciri khas apa sih yang kamu nggak bisa lupain tentang FIB? Ada banyak ciri khas yang melekat di fakultas dengan 15 jurusan tersebut, seperti kantinnya yang unik dan makanannya yang murah, suasananya yang adem karena banyak tumbuhan, style anak-anaknya yang beraneka macam, dan kuliahnya yang sering dianggap santai. Di antara semua itu, hal yang paling unik dari fakultas makara putih ini adalah banyaknya acara mahasiswa. Bahkan, sering kali fakultas ini disebut sebagai “Fakultas Ilmu Berpesta”.

Beberapa Acara Besar Mahasiswa di FIB UI

Salah satu mata acara FESBUD UI (sumber: fesbudui.wordpress.com) 

Ada berbagai acara besar mahasiswa yang diadakan di FIB, baik dari himpunan mahasiswa jurusan maupun BEM. Adapun acara-acara tersebut antara lain adalah:

1. Gelar Jepang UI, diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Japanologi (HIMAJA) UI

2. Festival Bulan Bahasa Indonesia (Falasido) UI, diadakan oleh Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) UI

3. Russkij Festival UI, diadakan oleh Ikatan Kekerabatan Sastra Slavia (IKASSLAV) UI

4. FestiFrance UI, diadakan oleh Ikatan Keluarga Besar Studi Prancis (IKABSIS) UI

5. Sinofest UI, diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Sinologi (IMSI) UI

6. Kulturfest UI, diadakan oleh Ikatan Studi Jerman (ISJ) UI

7. Nederlands Festival UI, diadakan oleh Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Belanda (IKSEDA) UI

8. Pekan Budaya Jawa (PBJ) UI, diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa (KMSJ) UI

9. Middle East Festival (MEF) UI, diadakan oleh Ikatan Keluarga Asia Barat (IKABA) UI

10. Philosofair UI, diadakan oleh Komunitas Mahasiswa Filsafat (KOMAFIL) UI

11. UI Book Festival, diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (IMASIP) UI

12. Histori Fair UI, diadakan oleh Studi Klub Sejarah (SKS) UI

13. Engcarnation UI, diadakan oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Inggris (IKMI) UI

14. Korean Culture Day (KCD) UI, diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Koreanologi (HWARANG) UI

14. Bakti Sosial IKM FIB UI, diadakan oleh BEM FIB UI

15. Olimpiade Budaya (OLIMBUD) FIB UI, diadakan oleh BEM FIB UI

16. Festival Budaya (FESBUD) UI, diadakan oleh BEM FIB UI

 

Banyak banget, kan? Itu belum semuanya, loh! Masih banyak acara lain yang diadakan oleh himpunan jurusan mahasiswa, BEM FIB, DPM FIB, dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ada di FIB. Acara-acara tersebut biasanya diadakan dalam format rangkaian acara yang dilakukan selama dua sampai empat minggu. Rangkaian acara tersebut biasanya ditutup dengan panggung musik yang diadakan pada malam hari.

For your information, dulu di FIB ada yang namanya Petang Kreatif. Acara tersebut merupakan pagelaran teater dari 15 jurusan yang dilaksanakan seharian penuh. Sayangnya, sejak tahun 2016 acara tersebut ditiadakan. Pada tahun 2019, BEM FIB sempat mencoba untuk mengadakan acara itu lagi. Namun, karena satu dan lain hal, acara tersebut tidak diikuti oleh semua jurusan, sehingga rasanya berbeda seperti Petang Kreatif pada tahun-tahun sebelumnya.

Selama pandemi, beberapa acara tetap diadakan dengan format yang disesuaikan, seperti mengadakan lomba via daring, pertunjukan daring, dan webinar. Ada pula yang terpaksa ditiadakan karena acaranya biasa diadakan di luar ruangan, sehingga tidak dimungkinkan untuk diadakan dalam kondisi seperti ini. Salah satu acara yang ditiadakan adalah FESBUD UI. Acara tersebut sering kali disebut sebagai hari rayanya FIB karena diadakan setelah semua acara dari himpunan jurusan selesai pada akhir tahun dan bersamaan dengan Dies Natalis FIB.

BACA JUGA: 4 Hal Ini Pasti Bakal Kamu Lihat Saat Berkunjung ke FIB UI Pada Malem Hari

Alasan Mengapa Ada Banyak Acara di FIB

Salah satu pagelaran teater di FIB UI (sumber: fib.ui.ac.id)

Banyaknya acara mahasiswa ini disebabkan oleh banyaknya jurusan yang ada di FIB. Setiap jurusan pasti mengadakan acara atau festival dengan ciri khasnya masing-masing. BEM FIB, DPM FIB, dan UKM FIB pun tidak ingin ketinggalan dalam mengadakan acara. Kebanyakan acara mahasiswa di FIB diadakan pada semester ganjil.

Semester ganjil dipilih karena biasanya pada semester sebelumnya, organisasi yang bersangkutan akan fokus pada pembentukan bonding karena pengurus barunya terbentuk pada awal tahun. Mereka juga akan mengadakan uji kelayakan untuk tim panitia penyelenggara acara. Setelah semuanya siap, eksekusinya dilakukan pada semester ganjil, tepatnya mulai pertengahan sampai akhir tahun. Agar waktunya tidak bertabrakan dengan acara lain, mereka harus berkoordinasi dengan BEM FIB untuk menyusun jadwalnya.

Selain untuk mencari profit bagi organisasi penyelenggara, acara tersebut juga dijadikan sebagai momen yang diharapkan dapat membuat maba menjadi lebih dekat dengan teman-teman seangkatan, senior, dan himpunan mahasiswanya. Biasanya mereka akan diwajibkan untuk menjadi staf di salah salah satu divisi dalam acara tersebut. Mereka juga diharuskan untuk ikut danus (dana usaha) dan membayar set-up cost (SUC). Feedback yang akan mereka dapatkan adalah (tentunya) pengalaman, kaos panitia, dan lain-lain sesuai acara tersebut.

Itulah sedikit cerita mengenai ramainya acara mahasiswa di FIB. FIB tanpa acara mahasiswa itu bagaikan sayur tanpa garam, kurang lengkap rasanya. Walaupun sedang pandemi, mereka pun tetap berupaya mengadakan acara secara daring demi menghidupkan vibes ala FIB. Jadi, jangan ngaku anak FIB deh kalau belum pernah merasakan serunya “berpesta” di FIB.

BACA JUGA: Fakultas Teristimewa Di UI? Ya, FIB Jawabannya

Sumber gambar header: Dokumentasi FESBUD UI 2017

[zombify_post]

Hal-hal yang Gue Harap Gue Ketahui Sebelum Memasuki Tahun Terakhir di UI

Semester akhir perkuliahan. Harus belajar di rumah, pula. Gak bisa ketemu teman-teman dan dosen seperti layaknya semester-semester yang lalu. Bukan hanya kangen karena gak bisa ketemu secara langsung dengan mereka yang mewarnai kehidupan gue selama di UI, tapi juga kangen merasakan dinamika kehidupan mahasiswa yang dulu sempet gue anggep melelahkan. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Pandemi COVID-19 ini belum juga menunjukkan kapan selesainya. Menyesali hal-hal yang udah terjadi dan gak bisa diputar lagi mungkin hanya menjadi sesuatu yang sia-sia. Sekarang lebih baik fokus pada masa depan.

Tapi…

Ternyata ada beberapa hal yang mungkin, gue harap gue ketahui sebelum gue memasuki tahun-tahun terakhir gue di UI. Hal-hal yang mungkin bisa temen-temen yang masih duduk di semester-semester awal perkuliahan lakukan, sebelum memasukin semester akhir dan harus fokus pada skripsi dan dunia kerja. Kira-kira apa aja sih hal-hal yang we wish we knew before tersebut?

Ikut Organisasi Maupun Kepanitiaan Tingkat UI

Serius deh. Mungkin beberapa dari kalian ada yang merasa ‘mager’ buat ikut kepanitiaan apalagi organisasi yang skalanya UI. Mungkin males saat harus ikut rapat dan rapatnya diadain di fakultas lain yang jauh dari fakultas dan kost-kostan kalian. Itu hal yang wajar sih, dan gue sempet merasakan capeknya ikut organisasi yang mewajibkan gue untuk rapat di malam hari dan di tempat yang lumayan jauh dari fakultas gue. Tapi dibalik itu semua, gue merasa bersyukur. Lewat organisasi tersebut gue punya banyak kenalan baru. Kenalan baru ini berguna banget lho. Dari mereka gue dapet berbagai info soal lowongan magang, lomba, bahkan berkali-kali bisa minta mereka untuk jadi partisipan gue

Manfaatin Fasilitas UI 

Banyak lho dari temen-temen gue yang belom pernah sama sekali minjem buku di perpusat, padahal udah 7 semester kuliah di UI. Mereka bahkan banyak yang belom tahu fasilitas lainnya seperti berobat gratis di Klinik Satelit Makara UI. Hal ini juga yang gue seselin. Gue baru tahu kalau ternyata berobat di Klinik Satelit Makara itu prosedurnya sangat gampang, dan GRATIS di semester 5. Telat banget, kan? Oh ya, terlebih lagi karena sekarang semuanya serba online, UI lebih banyak lagi nih ngasi fasilitas lain buat temen-temen mahasiswa. Mulai dari akses untuk online course gratis di DataCamp, akun premium di Grammarly dan juga Canva, dan masih banyak lagi! Stay updated ya temen-temen!

Ikut kegiatan Volunteer!

Salah satu pengalaman yang gue rasa gue skip banget adalah gue gak pernah merasakan serunya kegiatan volunteering kayak temen-temen gue yang lain. Gue akuin sih, ini kesalahan gue, karena kurang update dan terlalu banyak pertimbangan ini itu. Padahal sih YOLO, iya gak? Buat temen-temen yang masih kuliah apalagi yang masih semester-semester awal, boleh banget dari sekarang nyari-nyari info tentang kegiatan volunteer.

BACA JUGA: Mengapa Kalian Harus Coba Ikut Kegiatan Volunter Minimal Sekali Seumur Hidup

Banyakin Penelitian

Sorry kalau kedengeran sok pinter, hehehe. Tapi menurut gue, salah satu penyesalan terbesar gue adalah gue yang gak pernah mencoba untuk mempublikasikan hasil penelitian ilmiah gue ke forum-forum disiplin ilmu gue. Sayang banget kan? Padahal ini, penelitian ini bisa berguna saat kita daftar beasiswa untuk S2 dan S3 nanti

BACA JUGA: 10 Hal Ini Cuma Dirasakan Mahasiswa Yang Menjadi Asisten Penelitian

Jadi AnakUI itu bukan hanya status, tapi keseluruhan

Saat pertama kali gue keterima di UI, otomatis rekan-rekan dan orang-orang yang ada di sekitar gue menganggap gue hebat. Padahal, gue sendiri belom memulai perkuliahan. Seiring berjalannya hari, dan gue ketemu dengan banyak AnakUI lainnya, gue sadar bahwa gak sedikit dari mereka yang jadiin status AnakUI sebagai ajang gengsi-gengsian doang. Mereka gak punya kontribusi apa-apa untuk UI, bahkan mungkin gak sedikit dari mereka yang gak punya kontribusi apa-apa untuk dirinya sendiri.

Bangun relasi dengan SEMUA warga UI.

Punya temen dari lain fakultas mungkin hal yang biasa (tapi menurut gue tetep amat sangat berguna), tapi gak hanya itu. Pernah gak sih kalian mencoba untuk bangun relasi dengan SEMUA warga UI? mulai dari dosen, petugas keamanan dan kebersihan, sampai pedagang-pedagang di kantin fakultas lain. Buat apaan emangnya? Percaya deh, mungkin nanti ada satu atau dua hal yang bikin kamu sadar kalau mereka itu ternyata penting banget. Dulu, temen gue ada yang cukup akrab saat pedagang di kantin fakultas lain. Suatu hari, doi pernah ketinggalan laptopnya saat lagi makan di kantin tersebut, dan untungnya tuh laptop bisa balik lagi dengan aman ke tangannya karena bantuan pedagang kantin tersebut.

Hmm.. emang perlu sih, tapi gimana caranya? Apalagi untuk bangun relasi dengan dosen lain fakultas? Terus manfaatnya apa?

Menurut pengalaman gue, dengan lo ikut kepanitiaan atau UKM tingkat UI, secara otomatis biasanya lo kenal satu-dua dosen dari fakultas lain. Kok bisa? Ya bisa dong! karena biasanya di suatu kepanitiaan maupun UKM, mereka dibina oleh dosen-dosen dari suatu disiplin ilmu tertentu. Nah dengan kalian kenal dan punya relasi dengan mereka (apalagi terbukti hasil kerja lo bagus), lo bisa aja minta surat rekomendasi dari mereka saat lo mau melanjutkan studi ke luar negri.

Jelajahi Lingkungan UI 

Mungkin ini kedengaran cliche sih, tapi percaya deh. Ini benar-benar sangat berguna. Buat kalian yang sempet  punya waktu luang di antara jam kosong, coba manfaatin waktu ini untuk jalan kaki keliling UI. PANAS WOYYY  ya emang iya panas. Tapi kalian bisa pake payung dan sunscreen untuk proteksi diri. Atau mungkin pilih waktu yang agak pagian. Kalian bisa banget keliling daerah Barel, Kutek, Kober, Pocin, dan daerah-daerah lainnya untuk sekedar tahu aja rute-rute perjalanan dan makanan enak apa yang bisa kamu temui di daerah situ. Sekalian olahraga juga lah~

Kira-kira.. segitu dulu Things That I Wish I Knew Before Graduating From UI. Hal-hal tersebut menurut gue sangat esensial dilakukan selama masih menjadi anakUI. Kalau menurut kalian gimana?

[zombify_post]

Referensi gambar header: Facebook Jeric R Rivas

Kupas Tuntas E-Learning: Kelas Online itu Bagus Apa Engga Sih?

Jaman sudah maju, di tahun 2020 ini hampir semua hal dipermudah dengan adanya teknologi. Pun dengan adanya pandemi ini, perkembangan teknologi semakin diakselerasi karena semua aspek dalam kehidupan kita terpaksa harus beradaptasi.

Tak ayal semua orang mulai mempelajari dan memaksimalkan fungsi teknologi, mulai dari pengusaha UMKM hingga perusahaan startup yang berusaha membangun sistem teknologi yang terbarukan dan nyaman digunakan oleh orang-orang.

Tak terkecuali pada bidang pendidikan, Nadiem Makariem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumah yang membuat banyak guru dan siswa yang gaptek menjadi kewalahan untuk menggunakan aplikasi penunjang pendidikan.

Kehadiran Teknologi dalam Dunia Pendidikan

belajar dari rumah
Sumber: ANTARA FOTO/Ampels

Sebenarnya kehadiran teknologi dalam dunia pendidikan bukanlah sesuatu hal yang baru, tools pelengkap seperti komputer, printer, dan kalkulator sudah berperan banyak dalam mendukung pendidikan. Namun untungnya, di jaman sekarang sudah banyak start-up yang bergerak dalam bidang kolaborasi pendidikan dengan teknologi yang biasa disebut dengan edutech. Kehadiran ini untuk menjawab kebutuhan edukasi serta akses pendidikan yang lebih fleksibel.

Walaupun baru happening di beberapa tahun belakangan, sebenarnya edutech startup Zenius sudah muncul dari tahun 2004, kemudian lewat tahun 2010 barulah Quipper, Ruangguru, dan lain-lain hadir di Indonesia.

Setiap tahunnya, angka kebutuhan kursi untuk mengenyam pendidikan tinggi terus bertambah.

Sumber: zeenews.india.com

Hal ini karena meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Antara tahun 2018 hingga 2019 ada 21,9 juta orang yang terdaftar di institut dan universitas di seluruh dunia, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Sayangnya kapasitas universitas tidak berbanding lurus dengan perimintaan kursi yang banyak itu, maka alternatif yang digunakan untuk belajar salah satunya adalah kursus online, seperti Coursera, Edx, Stanford Online, dan lain-lain.

Apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini, tak hanya pelajar, banyak pula orang yang mulai mempelajari hal baru lewat platform kelas online. Kelas online dirasa fleksibel bagi sebagian murid yang sibuk dengan jadwal pribadinya, mereka tak perlu pergi jauh dan duduk dikelas selama seminggu, selain itu kelas online lebih murah dibandingkan kelas konvensional.

Tetapi salah satu kekurangan pendidikan online adalah kurangnya komunikasi interpersonal, selain itu kurang dukungan dan pendekatan satu lawan satu, banyak resiko seperti siswa tertinggal dalam materi dan tidak mengerti suatu konsep secara utuh karena pada dasarnya dia tertinggal dalam membaca dan matematika.

Lantas sebenarnya kelas online itu bagus atau tidak?

Sumber: Unsplash/Thomas Park

Kelas online memang baik untuk sebagian orang untuk berlatih mengatur tingkat kefokusan dan time management-nya. Tetapi, itu juga bisa menjadi kerugian bagi siswa yang pada dasarnya kurang dalam keterampilan dasar ini. Jika seorang siswa kesulitan untuk menyingkirkan video game, menutup Facebook dan mengabaikan ponselnya, mencari waktu untuk melakukan kelas online dan semua tugas bisa menjadi tantangan besar bagi dirinya.

Selain itu masalah jaringan internet yang belum merata di Indonesia, menambah beban kesulitan bagi siswa, tentu masih banyak hambatan lain ketika kelas online dipilih menjadi alternatif, salah satunya adalah guru atau dosen biasanya akan berfokus pada teori dibandingkan dengan praktek, belum lagi tindak kecurangan dalam mengerjakan kuis atau ujian berpotensi besar jika dilakukan secara online, bahkan di beberapa platform edutech saya bisa melewati materi dan langsung pergi ke bagian evaluasi soal, jika saya ‘Hoki’ karena tebakan/jawaban yang daya pilih benar, maka saya bisa langsung menyelesaikan kelas tersebut dan mendapatkan sertifikat tanpa menonton/mengerti materi yang diberikan.

Menurut saya masih banyak yang perlu dibenahi dalam sistem kelas online ini, semoga pandemi cepat berlalu dan kita bisa kembali ke kampus dan belajar seperti sedia kala.

[zombify_post]

Sumber gambar header e-learning

4 Tips Tetap Stunning meskipun Magang di Rumah

Di masa pandemi COVID-19 seperti ini, magang dari rumah menjadi pilihan, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate. Dengan mengikuti magang, kamu jadi dapat menyerap ilmu dan merasakan pengalaman menjadi orang kantoran. Nah, di tengah banyaknya tugas magang yang harus dikerjakan, mau gak mau kamu harus beradaptasi untuk turut bekerja dari rumah.

Lantas, seperti apa sih cara yang tepat supaya kamu tetap semangat meskipun magang dari rumah? Berikut 4 tips yang bisa kamu terapkan agar magangmu jadi lebih mudah. Simak baik-baik ya!

1. Ciptakan Suasana Kerja di Rumah

suasana wfh
Sumber: iStockphoto

Kerja dari rumah membuat kamu lebih leluasa dalam menentukan tempat untuk bekerja. Kamu bisa mengerjakan tugas dari ruang keluarga, di taman, atau sambil rebahan di kamar. Walau begitu,kamu perlu waspada nih! Seringkali suasana rumah yang terlalu nyaman membuat kamu kurang fokus dalam melakukan pekerjaan.

Oleh karena itu, ciptakan sebuah tempat khusus untuk kamu bekerja. Kamu bisa mengubah tatanan meja belajarmu seperti meja kerja dengan cara meletakan beberapa post-it sebagai pengingat deadline atau menaruh foto beberapa teman di atas meja. Biar suasana kerjamu lebih nyaman, jangan lupa meletakkan lilin aromaterapi dan putar lagu favoritmu agar kamu lebih fokus saat bekerja.

2. Buat to-do-list

bikin to do list
Sumber: iStockphoto

Proses tatap muka saat magang yang berkurang gara-gara pandemi yang masih berlangsung dapat menyulitkan kamu dalam memahami instruksi yang diberikan. Supaya kamu gak bingung dengan tugas yang diberikan, mulailah dengan membuat to-do-list. Tulis apa saja pekerjaan yang harus kamu kerjakan sedetail mungkin. Contohnya nih, kamu magang sebagai content writer di digital agency dengan jobdesc membuat konten bulanan untuk sosial media klien. Nah, coba diperjelas deh kira-kira konten seperti apa yang diperlukan, referensi materinya darimana saja, dalam sehari butuh berapa jam untuk menyelesaikan satu konten. Bila sudah tau apa yang harus kamu kerjakan, tentunya kamu lebih gampang dong mengerjakan tugasnya?

3. Bersikap Seolah Magang di Kantor

magang di kantor
Sumber: iStockphoto

Meskipun magang dari rumah, itu bukan berarti kamu bisa bangun lebih siang dari biasanya. Kamu perlu mendisiplinkan diri untuk bangun pagi agar kamu gak perlu repot menyesuaikan diri bila bekerja normal di kantor.

Bila kamu ingin bangun sedikit lebih siang dari biasanya, pastikan bahwa kamu puna cukup waktu untuk bersiap-siap sebelum bekerja. Kamu bisa mengganti durasi perjalanan dari rumah menuju kantor dengan olahraga pagi atau sekedar bercengkerama di meja makan bersama keluarga.

Kalo ada tugas yang gak kamu pahami, segera konfirmasi dan tanyakan langsung ke mentor atau pimpinan. Jangan malu bertanya ya, dibanding nantinya tugas yang kamu kerjakan salah. Jangan lupa, saat bekerja, pastikan bahwa kamu punya waktu istirahat yang cukup. Tinggalkan layar komputer selama beberapa menit dan pastikan bahwa kamu tidak melewatkan makan siang. Biat kamu gak lupa, gunakan fitur alarm di smartphone untuk jadi pengingat waktu istirahat dan bekerja.

4. Manfaatkan Aplikasi

manfaatkan aplikasi
Sumber: iStockphoto

Tantangan terbesar saat bekerja dari rumah adalah sulitnya berkomunikasi dengan rekan kerja. Saat bekerja di kantor, kamu bisa langsung menghampiri meja rekan kerja atau pergi ke ruangan atasan untuk berdiskusi. Sedangkan, saat bekerja di rumah, kamu perlu memastikan rekanmu terhubung sebelum berdiskusi.

Nah, untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa memanfaatkan aplikasi yang memudahkan para pekerja untuk berkomunikasi dengan tim secara jarak jauh. Beberapa aplikasi yang kerap digunakan antara lain Trello yang mampu menjadi pengingat to-do-list setiap harinya, Zoom dan Google Meets untuk berkomunikasi dan berdiskusi antar satu tim dengan tim lainnya, serta Google Calendar untuk mengatur jadwal harian. Dengan menggunakan aplikasi di atas, tentunya kamu dan tim dapat lebih produktif dan terhalang dari miskomunikasi saat bekerja.

Anak UI, yang paling penting, jangan lupa kerjakan tugas sebaik mungkin dan berikan extra mile agar kamu terlihat menonjol. Bila pekerjaanmu memuaskan, gak menutup kemungkinan kalo kamu bakal dilirik jadi karyawan tetap kan? Hihi!

[zombify_post]

4 Kebiasaan yang Bisa Dipupuk Sedari Mahasiswa. Percayalah ini Akan Mengubah Hidupmu!

Kebiasaan yang akan mengubah hidupmu – Masing-masing orang memiliki daily routine nya sendiri, mulai dari seniman, peneliti, pebisnis, atlet, dan lain sebagainya. Apapun pekerjaannya, status sosial, dan gaya hidup seseorang pasti mereka memiliki rutinitas sehari-harinya sendiri. Kita ambil contoh Steve Jobs, sang pendiri Apple. Steve jobs menjalani hidup yang epic dan tergolong orang yang sangat sukses, banyak orang yang penasaran bagaimana dia menghabiskan waktunya, bahkan FBI (Federal Bureau of Investigation) mengumpulkan laporan mengenai kebiasaannya saat ia masih hidup.

Kita bisa saja mencontoh rutinitas harian orang-orang terkenal, tetapi kita tidak bisa memaksakan diri untuk mencontoh rutinitas harian mereka dan berharap hal itu akan bekerja di kehidupan kita. Karena kehidupan setiap orang berbeda mulai dari pekerjaan, keluarga, sosial, kultur, dan lain-lain.

Jika kamu merasa bingung untuk memulai sebuah rutinitas harian yang baru, maka buatlah list to do untuk hari tersebut, dan untuk membantumu, kamu bisa menerapkan basic kebiasaan baik sebagai permulaan dari rutinitas hidupmu yang baru!

1. Smartphone free in the morning

Sumber: shutterstock

Kebiasaan banyak orang ketika baru bangun tidur adalah membuka handphone, tak terkecuali dengan saya. Awalnya saya berpikir, jika melihat semua notifikasi, e-mail, dan pesan masuk di pagi hari, saya bisa membuat hari ini lebih produktif tapi nyatanya malah membuka aplikasi lain dan menggulir timeline media sosial sehingga banyak waktu yang terbuang.

Ketika kamu sudah terbiasa tidak menggunakan handphone di pagi hari, percayalah, kamu akan merasa lebih tenang, better mood, dan less stress out.

2. Tepat waktu

Sumber: markwilliams.ae

Untuk menumbuhkan kebiasaan tepat waktu pada awalnya memang akan terasa sulit, tetapi kita semua tau bahwa menunggu itu tidak menyenangkan, bayangkan ketika kamu sudah berusaha datang tepat waktu padahal rumahmu berada sangat jauh dari lokasi pertemuan, kamu sudah berdandan yang rapih dan mempersiapkan berbagai hal semaksimal mungkin namun orang yang kamu temui malah terlambat, kamu pasti merasa jengkel.

Tepat waktu adalah suatu kebiasaan yang baik, dari hal ini kita belajar untuk menghargai waktu yang kita punya juga orang lain.  Dengan tepat waktu, kedepannya akan lebih banyak hal yang dapat kamu lakukan di waktu senggang.

3. Membaca berita

membaca berita
Sumber: rosecp.co.uk

Manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain perlu banget up-to-date dengan situasi dan kondisi yang ada. Dengan membaca berita kita menjadi lebih peduli terhadap isu lingkungan sekitar tempat kita tinggal, apa yang terjadi dengan negara kita, apa saja perkembangan di bidang sains dan teknologi, dan lain-lain.

Penting sekali untuk mengetahui berita terbaru mengenai beberapa hal, kamu bisa mendapatkannya lewat internet, majalah, koran, atau bahkan media sosial. Tapi kamu harus cermat dalam memilah informasi dan berita, jangan sampai kamu kemakan informasi yang palsu ya.

4. Hidup sehat

hidup sehat di ui
Sumber: Laila A.

Gaya hidup sehat sangat penting, kita memiliki segudang aktifitas jika tidak didukung dengan tubuh yang sehat maka aktifitas tersebut tidak akan berjalan dengan lancar. Gaya hidup yang sehat turut mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan fisik. Maka dari itu cobalah perbanyak makan sayur dan buah, kurangi makan makanan gorengan dan gula yang berlebih. Memang pada awalnya sulit maka kamu bisa mengurangi porsi atau intensitas makanan tersebut.

Misalnya kamu terbiasa beli boba tea seminggu sekali, maka kamu bisa menguranginya dengan cara bertahap menjadi dua minggu sekali, sebagai gantinya kamu bisa minum yoghurt atau susu.

Sekian artikel ini dibuat, semoga bermanfaat, kamu juga bisa sharing mengenai tips lainnya di kolom komentar ya!

[zombify_post]

Mau Rambut Badai Saat ke Kampus? Ssstt… Ini Rahasianya!

Saat pergi ke kampus, penampilan adalah salah satu hal yang kita perhatikan sebelum berangkat. Mulai dari pakaian, tas, makeup, termasuk juga menata rambut. Mungkin kamu banyak melihat mahasiswi yang rambutnya terlihat bagus atau biasanya kita sebut rambut badai. Jika kamu juga ingin memiliki rambut badai juga namun bingung gimana caranya, ini adalah alat-alat yang bisa membantu kamu untuk mendapatkannya!

1. Catokan

Catokan adalah rahasia umum yang biasa menjadi andalan para wanita untuk membuat rambut menjadi lebih rapih dan terlihat badai. Catokan tidak hanya digunakan untuk meluruskan rambut sebagaimana mestinya, tetapi juga bisa digunakan untuk membuat rambut kamu menjadi bergelombang. Jika kamu belum mengerti untuk menatanya, kamu bisa melihat tutorialnya di Youtube dan lain-lain. Untuk mencegah rambut kamu rusak, kamu bisa menggunakan vitamin rambut terlebih dahulu. Tetapi sebaiknya jangan gunakan catokan setiap hari ya!

2. Hair Dryer

hair dryer asik
Sumber: Getty Images

Alat ini mungkin sudah biasa digunakan oleh banyak kaum wanita terutama setelah keramas dan ingin pergi keluar termasuk pergi ke kampus. Hal ini akan memudahkan persiapan kita saat pergi ke kampus karena akan membantu mengeringkan rambut lebih cepat. Tetapi selain itu bukan hanya itu lho yang bisa dilakukan, dengan menggunakan bantuan sisir bulat kamu bisa membuat rambut kamu menjadi lebih mengembang, tertata rapi serta bisa membentuk rambut kamu dan bertahan lebih lama. Jadi, selain mempercepat kamu untuk mengeringkan rambut kamu juga bisa sekaligus menata rambut kamu.

3. Jepitan Badai (Jedai)

jepitan badaii

Ada beberapa orang yang ingin memiliki rambut yang bagus dan terlihat “badai” tetapi merasa malas jika harus menghabiskan banyak waktu untuk merapihkan rambut. Jika kamu adalah salah satunya, kamu tidak perlu khawatir! Kamu bisa menggunakan jepitan rambut yang biasa dikenal dengan nama “jepitan badai”.

Mungkin kamu juga sudah tidak asing dengan benda jepitan badai ini dan sudah melihat banyak orang menggunakannya. Namun, perlu kamu ketahui dengan menjepit rambut kamu dengan baik kamu akan memperoleh rambut yang badai seperti kamu menggunakan catokan. Caranya adalah kamu harus menggulung rambut kamu terlebih dahulu kemudian baru menjepitnya sehingga kamu akan memperoleh rambut yang bergelombang.

Oh iya, saat kamu memilih jepitan badai, pastikan jepitan yang kamu gunakan agak keras ya supaya bisa mencengkram rambut kamu dengan baik dan memperoleh rambut yang badai dengan maksimal. Jepitan badai ini juga bisa membantu mempertahankan rambut kamu yang sudah dicatok saat di kampus dan jika kamu sedang tidak ingin menggunakannya kamu bisa jepit saja di bagian tas kamu. Ga ribet kan?

4. Dry Shampoo

dry shampoo
Sumber: cms.facetofeet.com

Beraktivitas seharian di kampus ditambah dengan cuaca panas biasanya membuat kita menjadi berkeringat dan membuat rambut kita menjadi lepek. Hal ini pastinya nyebelin bgt ya, apalagi kalo kita udah ribet menata rambut jadi rusak karena lepek.

Selain merusak hasil tataan rambut kita, rambut lepek juga membuat rambut kita sendiri menjadi kurang enak untuk dilihat sehingga mengganggu kita. Nah, untuk mengatasi  permasalahan ini sebaiknya kamu membawa dry shampoo. Dry shampoo akan membantu untuk menghilangkan kelepekan rambut kamu.

Cara menggunakan dry shampoo sangat mudah, hanya tinggal menyemprotkan dry shampoo nya saja kemudian sedikit pijat di bagian kulit kepala dan rambutnya. Kamu juga tidak perlu khawatir akan ribet untuk bawa dry shampoo ke kampus, karena ada dry shampoo yang berukuran kecil sehingga gampang dibawa dalam tas.

Itu dia beberapa “senjata” yang bisa kamu gunakan untuk membuat rambut kamu menjadi lebih bagus dan terlihat badai. Selamat mencoba ya!

[zombify_post]

Bidik 3000 orang, FIK UI Beri Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial

Pandemi COVID-19 yang terus berlangsung tentunya berdampak pada kesehatan mental seseorang. Proses karantina yang lama, keterbatasan interaksi antar individu hingga ancaman kematian menimbulkan kegelisahan yang berujung pada krisis gangguan mental yang serius.

Menyikapi masalah tersebut, mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) berkolaborasi dengan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) melaksanakan suatu program yang bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJPS) di tengah pandemi COVID-19.

Sebanyak 110 mahasiswa FIK UI terlibat dalam program tersebut, yang merupakan bagian dari implementasi kuliah kerja nyata (K2N) tematik, di bawah bimbingan Guru Besar FIK UI, yakni Prof. Dr. Budi Anna Keliat, SKp., M.App.Sc, beserta 10 dosen pendamping.

Mereka diantaranya, yaitu Dr. Tuti Nuraini, SKp., M.Biomed., Ice Yulia Wardani, SKp. M.Kep., Sp.Kep.Ji, Ns. Rizka Amalya, S.Kep., M.Kep., Dr. Hanny Handiyani, SKp., M.Kep., Dr. Novy Helena, SKp., M.Sc., Dr. Astuti Yuni Nursasi, SKp., MN, Kuntarti, SKp., M.Biomed., Tuti Herawati, SKp., MN, Ns. Shanti Farida, SKep., M.Kep.Sp.KMB, dan Ns. La Ode Abd. Rahman, S.Kep., MBA.

Dalam menjalani program ini, para mahasiswa diarahkan untuk memiliki 10 keluarga binaan. Keluarga binaan tersebut akan diberikan intervensi dan evaluasi harian berkenaan dengan adaptasi kebiasaan baru dan screening kesehatan jiwa dan fisik.

Seluruh kegiatan yang berlangsung selama enam minggu (hingga September 2020) dilakukan secara daring, dengan menggunakan media berupa Youtube, Instagram, dan Zoom meeting.

Sebelum melakukan pelatihan kepada keluarga binaan, seluruh mahasiswa tersebut telah mengikuti pelatihan dari DIKTI di IMERI FKUI, serta pelatihan DKJPS COVID-19 di FIK UI.

BACA JUGA: 7 Hal yang Kamu Nggak Tau dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI

Capaian pembelajaran dalam kegiatan K2N Tematik COVID-19 FIK UI adalah membuat mahasiswa mampu mengaplikasikan manajemen DKJPS di tengah krisis kesehatan yang tengah melanda. Selain itu, mampu meningkatkan imunitas fisik dan jiwa para warga binaan dari ancaman COVID-19.

Dengan memiliki sepuluh keluarga binaan per mahasiswa, dan dengan rata-rata satu keluarga terdiri dari 3-4 orang, maka target program DKJPS COVID-19 ini dapat menyasar hingga 3.147 orang.

Dalam pelaksanaannya, pada hari pertama, mahasiswa melakukan screening kesehatan fisik dan jiwa terlebih dahulu. Sampai hari ke-14, dilakukan intervensi dan evaluasi harian pada setiap anggota keluarga binaan. Setelah itu, mahasiswa melakukan evaluasi screening kesehatan fisik dan jiwa di hari ke-14.

Dengan penerapan K2N Tematik COVID-19 ini, maka mahasiswa menjadi terlatih untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, terbiasa melakukan screening kesehatan fisik dan mental di lingkungan tempat tinggal, dan membantu lingkungan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

fik bidik anak ui

Prof. Budi Anna menuturkan, sejak pandemi COVID-19 melanda negeri ini, FIK UI berkomitmen untuk memberikan perhatian dan ikut berkontribusi secara nyata masalah kesehatan maupun sosial. Prevalensi COVID-19 masih terus meningkat dan berdampak nyata kepada segala aspek kehidupan.

“Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain, sedangkan kebijakan PSBB tentu berdampak pada kehidupan bersosialisasi. Ditambah kekhawatiran bermunculan ketika mendengar kabar ataupun langsung berhadapan dengan dampak yang timbul akibat pandemi COVID-19. Terjadi penundaan gaji, terkena PHK. Tekanan ini menimbulkan kecemasan dan kegelisahan di masyarakat,” ujar Prof. Budi Anna, Sabtu (31/10/2020).

“Untuk itu, melalui program DKJPS pada pelaksanaan program K2N Tematik COVID-19 ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada keluarga binaan tentang COVID-19, melakukan adaptasi kebiasaan baru, dan cara meminimalisir kecemasan dan kegelisahan,” sambung Prof. Budi

[zombify_post]

BACA JUGA: Meditasi Mindfulness, Pertolongan Pertama Dalam Mengatasi Kecemasan

5 Skill Tambahan yang Bisa Kamu Pelajari Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Selama di rumah aja, kamu bisa banget mempelajari hal-hal baru yang belum sempat kamu pelajari sebelumnya karena terkendala waktu yang sibuk. Untuk kamu yang gabut dan belum punya rencana apa-apa untuk mempelajari hal baru, berikut skill yang bisa kamu pelajari selama PJJ berlangsung!

1. Menulis

mahasiswa menulis
Sumber: kupang.tribunnews.com

Sebagian besar mahasiswa akrab banget nih sama kegiatan menulis, khususnya saat mengerjakan tugas, mencatat materi yang diberikan dosen, mencatat materi atau agenda pertemuan, meeting organisasi, dan lain sebagainya. Tetapi, apakah kamu pernah mencoba menulis suatu artikel atau deskripsi suatu produk?

Menulis suatu artikel atau deskripsi produk memiliki banyak manfaat, diantaranya melatih otak kita untuk menjabarkan suatu hal atau peristiwa dengan baik, memecahkan masalah dengan baik, menuturkan kata secara terstruktur, membantu daya ingat, dan lain-lain. Menulis penting untuk mengungkapkan dan mengeksplorasi pikiran serta emosi kita, hal ini dapat meningkatkan kecerdasan emosional kita. Dengan menulis, kita juga akan dilatih untuk berpikir secara runut.

2. Membuat Konten

membuat konten anakui

Yash, membuat konten, dan kalau bisa kontennya yang bermanfaat ya. Banyak platform yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi hobi dan bakat kamu.

Sebagai awalan kamu bisa membuat konten outfit of the day ala kamu di feeds Instagram, konten memasak sarapan yang mudah di IGTV, thread skincare di Twitter, konten joget di Tik-Tok, atau kalau kamu mau share tentang pengalaman kamu dengan durasi yang lebih panjang seperti vlog selama liburan, atau tips masuk UI ala kamu, kamu bisa menguploadnya di platform Youtube.

Belakangan juga banyak organisasi yang membagikan kontennya lewat podcast, kamu juga bisa kok! Menciptakan konten membuat kita dituntut untuk kreatif dan menghasilkan karya.

BACA JUGA: Karena Kamu Bisa Makin Eksis dengan Menjadi Content Creator, Ini 4 Tipsnya

3. Entrepreneurship

menumbuhkan bisnis
Sumber: banyuwangi.merdeka.com

Selama PSBB berlangsung, mobilitas orang-orang menjadi terbatas sedangkan orang-orang masih harus mempenuhi kebutuhannya. Nah kamu bisa memenuhi kebutuhan orang-orang dan sekaligus menambah pemasukan lewat berdagang.

Apa yang harus dijual? Apa saja sesuai minat kamu, misalnya mamah kamu jago masak, kamu bisa bantu promosiin ke temen-temen kamu, atau misalkan kamu suka order album k-pop, kamu bisa cari supplier yang murah dan menjualnya kembali, pokoknya mulailah berjualan dengan hal yang kamu suka.

4. Digital marketing

digital marketing yuk

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, digital marketing adalah salah satu metode pemasaran yang menggunakan digital tools atau dengan menggunakan device, contohnya seperti videotron, tv, atau lewat radio.

Ada juga internet marketing yang memuat tentang website dan SEO, selain itu ada juga social media marketing yang awalnya dipakai untuk berinteraksi antar sesama manusia dan menemukan orang baru. Tetapi sekarang media sosial sudah berkembang, kita bisa berinteraksi dengan customer lewat media sosial tersebut seperti lewat postingan dan Instastory kita bisa membangun engagement dengan customer di media sosial tersebut.

Selain berinteraksi, tentunya kita bisa berjualan di media sosial dengan memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan, nah banyak banget kan elemen digital marketing yang bisa kamu pelajari selama masa pandemi.

Belajar digital marketing khususnya SEO (Search Engine Optimization) dari DailySEO ID. Kunjungi dan follow social media-nya agar tidak ketinggalan berita terbarunya!

5. Belajar Bahasa Baru

belajar bahasa asing
Sumber: imore.com

Banyak sekali manfaat ketika kita mempelajari bahasa baru, salah satunya yang paling jelas adalah kita bisa berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

Tetapi selain kita bisa terhubung dengan orang-orang dari negara tersebut, mempelajari bahasa baru dapat meningkatkan karir sekaligus memberi asupan baru ke otak karena bisa mengembangkan daya ingat, meningkatkan konsentrasi, dan memiliki skill pendengaran yang lebih baik.

Lima skill diatas masih sedikit loh, dibandingkan dengan banyaknya ilmu yang bisa kita pelajari selama PJJ berlangsung, kalau kamu sudah belajar apa aja nih selama di rumah aja? Ceritakan pengalaman kamu mempelajari hal baru selama PJJ di kolom komentar ya!

[zombify_post]

Luar Biasa, Mahasiswa UI Boyong Piala Bergilir GEMASTIK 2020

Gak tanggung-tanggung, UI berhasil bawa balik piala bergilir GEMASTIK untuk yang kelima kalinya!

Pandemi COVID-19 gak bikin mahasiswa Universitas Indonesia berhenti untuk menuai prestasi. Baru-baru ini, Universitas Indonesia berhasil memboyong kembali piala bergilir pada Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi atau GEMASTIK XIII.

Pada acara tersebut, UI berhasil keluar sebagai juara umum pada GEMASTIK XIII tahun 2002, dengan total perolehan sebanyak 3 medali emas, 2 medali perak, satu medali perunggu, dua juara harapan, serta membawa pulang piala bergilir GEMASTIK “Samakbya Padhesa Widya” yang bermakna informasi yang benar untuk ilmu pengetahuan. Dengan raihan terbaru ini, UI berhasil menjadi juara umum GEMASTIK selama lima tahun berturut-turut atau kali ke-8 UI menjadi juara umum GEMASTIK sejak pertama kali diselenggarakan pada 2008.

Walaupun acara kali ini dilakukan secara online, namun kemeriahan acaranya tak kunjung berkurang. Pada tahun ini, sebanyak 2.869 tim dari 175 perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi pada kompetisi yang dibagi menjadi 11 kategori yaitu Pemograman (Programming), Keamanan Siber (Cyber Security), Penambangan Data (Data Mining), Desain Pengalaman Pengguna (UX Design), Animasi (Animation), Kota Cerdas (Smart City), Karya Tulis Ilmiah TIK (ICT Scientific Paper), Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development), Piranti Cerdas Sitem Benam dan IoT (Smart Device, Embedded System and IoT), Pengembangan Aplikasi Permainan (Game Development), dan Pengembangan Bisnis TIK (ICT Business Development).

klasemen akhir gemastik 13 2020

Seleksi pada kompetisi mahasiswa di bidang TIK ini juga gak gampang lho, Anak UI! Dalam proses seleksi, seluruh divisi melakukan satu kali tahapan seleksi dan dua kategori yaitu Divisi Pemrogramandan Keamanan Siber melakukan tahapan seleksi secara daring. Nah, dari proses seleksi tersebut terpilihlah 130 tim yang berasal dari 55 perguruan tinggi yang berhasil masuk ke dalam babak semi final. Semi final kompetisi GEMASTIK telah digelar pada Kamis 22 Oktober 2020 dan finalnya disiarkan melalui aplikasi Zoom dan live di Youtube channel Telkom University pada 23 Oktober 2020.

gemastik hasil 2020

Adapun daftar nama kontingen mahasiswa UI dalam ajang GEMASTIK 2020 pada cabang lomba Penambangan Data yang berhasil meraih juara pertama yaitu Douglas Raevan Faisal, dan Rd Pradipta Gitaya Samiadji. Sedangkan, juara kedua di bidang yang sama diraih oleh Eko Julianto Salim, Jonathan Nicholas, Jovi Handono Hutama.

Berikutnya, pada cabang Lomba Kota Cerdas adalah Angelina Condro, Cassie Michelle, Rahmadian Tio Pratama (Juara pertama). Dilanjutkan dengan torehan juara pertama pada cabang lomba Pengembangan Bisnis TIK yang terdiri atas Gregorius Aprisunnea, Rachel Larasati, dan Jihan Maulana Octa.

Pada cabang Lomba Pemrograman, tim yang terdiri atas Muhammad Salman Al Farisi, Ahmad Haulian Yoga Pratama, Andrew Theodore Tjondrowidjojo berhasil meraih juara kedua, serta Hocky Yudhiono, Raden Fausta Anugrah Dianparama, Julian Fernando meraih Juara Harapan.

Berikutnya, pada cabang lomba Desain Pengalaman Pengguna yang terdiri atas Abraham Williams Lumbantobing, Roshani Ayu Pranasti, Jose Devian Hibono meraih juara harapan. Kemudian, pada cabang lomba Pengembangan Perangkat Lunak terdiri atas Michael Wiryadinata Halim, Muhammad Fairuzi Teguh, Fakhira Devina yang berhasil meraih juara ketiga.

gemastik result ui juara umum

Turut hadir pada upacara penutupan GEMASTIK XIII, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Dalam sambutannya Nadiem menyampaikan bahwa, kompetisi GEMASTIK ditujukan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sehingga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam memajukan TIK dan pemanfaatannya, baik saat masa studi maupun setelah lulus nanti.

“Kami (Kemendikbud) berkomitmen untuk terus mengembangkan prestasi mahasiswa, maupun satuan pendidikan, agar ilmu dan karakter yang ditempa melalui ajang ini, dapat menjadi bekal guna menghadapi tantangan di masa depan.” Jelasnya.

[zombify_post]

Universitas Indonesia Menginisiasi Pertemuan Peneliti dan Diaspora

Anak UI, pada 14 Oktober lalu, Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang UI) menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Penguatan Kolaborasi Riset Multidisiplin Internasional Menuju Riset dan Inovasi Kelas Dunia”. Pada seminar tersebut, UI turut mengundang Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia, Prof. Bambang Brodjonegoro selaku pembicara kunci.

Seminar tersebut turut mengundang Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI yaitu Prof. Abdul Haris, Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional/I-4, Dr. Muhammad Aziz, dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai kalangan peneliti, baik peneliti dari Universitas Indonesia, peneliti perguruan tinggi lainnya, dan peneliti Indonesia di luar negeri.

Dalam pidatonya, Prof. Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa diaspora adalah engine of innovation, sehingga peneliti dalam negeri perlu menggandeng diaspora yang berkiprah di luar negeri untuk memperluas jejaring kerja sama riset internasional. Hal ini diharapkan agar mutual collaboration dapat terbangun sehingga dapat meningkatkan mutu, serta kuantitas akademik dan ilmiah. Hasil inovasi diharapkan dapat menciptakan kerja sama antar peneliti dan memaksimalkan kolaborasi riset internasional.

Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI)

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Rektor UI. Prof. Abdul Haris mengatakan, data capaian riset UI menunjukkan bahwa produk riset dan inovasi hasil kolaborasi internasional memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja UI di bidang riset dan inovasi. Capaian tersebut juga memberikan dampak positif pada pemeringkatan UI sebagai World Class University.

Dr. Muhammad Aziz (Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional)

Selain itu, Dr. Muhammad Aziz selaku Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) turut memaparkan agenda kerja sama yang dilaksanakan diaspora di Indonesia. Dalam pidatonya, Muhammad Aziz membahas mengenai perlindungan dan penyertaan hak kekayaan intelektual regional, penciptaan instrumen keuangan untuk inovasi, dan harmonisasi regulasi penelitian sebagai beberapa manfaat dari terjadinya diaspora. Visi dan misi yang dimiliki oleh I-4 diharapkan dapat bersinergi dengan potensi di UI dan seluruh rekan peneliti di Indonesia.

Selain menggelar sesi pleno, seminar tersebut juga dibagi menjadi 3 sesi paralel yakni, rumpun rumpun ilmu kesehatan, rumpun sains dan teknologi (saintek), dan rumpun sosial humaniora dengan menghadirkan enam pembicara dari berbagai negara. Pada rumpun ilmu Kesehatan, UI mengundang Dr. Beben Benyamin (University of South Australia), dan Prof. dr. Amin Soebandrio, (Fakultas Kedokteran UI) selaku pembicara. Sesi ini dipandu oleh Dr. Andriansjah dari Risbang UI.

Berikutnya, pada sesi rumpun saintek, diisi oleh Dr. Fatwa F. Abdi (Helmholtz Zentrum Berlin, Jerman), dan Prof. Dr.-Ing. Nasruddin, M.Eng (Fakultas Teknik UI), dengan moderator Dr. Munawar Khalil (Risbang UI). Sedangkan, untuk rumpun sosial dan humaniora, ada Dr. Etin Anwar (Hobart and William Smith College, NY, Amerika Serikat), dan Dr. Inaya Rakhmani (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI) selaku pembicara yang dimoderatori oleh Dr. Saraswati Putri dari Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI.

Di akhir acara, Direktur Riset dan Pengembangan UI, Dr. Dede Djuhana menuturkan, seminar gagasan Risbang UI ini mampu menjadi wadah untuk mempertemukan ide-ide riset antar peneliti UI dan diaspora Indonesia.

“Diharapkan melalui seminar gagasan Risbang UI ini terbangun diskusi yang intensif untuk mendapatkan solusi atas kendala-kendala yang terjadi dalam kegiatan kolaborasi riset, sehingga mendorong diaspora Indonesia untuk meneliti dan bermitra dengan peneliti di Indonesia guna melahirkan invensi dan inovasi yang lebih baik dan bermanfaat bagi Indonesia dan dunia.” terangnya.

[zombify_post]

8 Langkah Daftar Student Exchange Untuk Mahasiswa UI

Sudah baca artikel tentang Diva Dhamayantie yang berhasil ikut pertukaran mahasiswa (student exchange) yang diadakan oleh International Office? Untuk kalian yang tertarik dengan program exchange yang diadakan oleh International Office UI, kali ini anakUI.com akan membahas mengenai langkah-langkah untuk mendaftar hingga akhirnya diterima di program tersebut!

Mungkin masih banyak teman-teman yang merasa kalau apply exchange di International Office UI itu ribet dan susah. Namun, kalau kamu punya niat, pasti ada jalan. Yuk kita simak langkah berikut sama-sama!

1. Ketahui Niat dan Tujuanmu

program pertukaran pelajar

Program pertukaran pelajar. Sumber: idntimes.com 

Seperti yang kita bicarakan di awal tadi, semua harus dimulai dari keyakinan dan niat. Pikirkan baik-baik, alasanmu mendaftar program exchange itu sebenarnya apa? Negara mana yang menjadi tujuanmu? Kamu mau belajar matakuliah apa saja di sana? Apakah kamu siap menunda kelulusan beberapa semester untuk ikut exchange dan terpisah dari teman-teman se-peer mu?

Kalau memikirkan akan risiko yang harus diambil, mungkin kita akan pusing sendiri. Namun, justru ketika melihat semua risiko itu kita jadi lebih menghargai kesempatan exchange tersebut dan dapat memaksimalkannya untuk mencapai tujuan kita.

2. Riset Program Exchange

Persiapkan studimu sebaik mungkin! (sumber: freepik.com )

Cek program student exchange yang sedang dibuka oleh International Office (IO) UI dengan seksama ya, Guys. Cek program yang sedang buka dan juga kualifikasi peserta student exchange yang mereka minta. Cek juga jurusan atau matakuliah serta jenis program yang dibuka, apakah sesuai dengan passion dan tujuanmu.

Selain itu, riset tentang kampus juga penting loh guys. 

Cek lokasi kampus tersebut, kotanya dan juga kehidupan di sana. Cek juga latar belakang kampus tersebut dan jurusannya apakah sesuai dengan yang kamu mau. Jangan lupa untuk cek biaya hidup yang kamu perlukan di sana, ya! Karena, beberapa program exchange meskipun menyediakan uang saku namun belum tentu uang saku tersebut cukup untuk membiayai semua kebutuhanmu di sana.

3. Belajar Untuk Tes Bahasa

kantor lembaga bahasa UI

LBI FIB UI. (sumber: dppu.ui.ac.id)

Hal kedua yang gak kalah penting, persiapkan diri untuk mengikuti tes TOEFL atau IELTS. Mulai dari sekadar belajar sendiri dari aplikasi atau soal-soal internet, atau kamu bisa ikut kursus di LBI (Lembaga Bahasa Internasional) UI. Perhatikan juga tanggal tes dan tanggal keluarnya hasil tes dengan deadline pengumpulan berkas, ya.

Persiapkan tanggal tes dari jauh hari supaya kamu bisa mengumpulkan berkas tepat waktu. Persiapkan juga dengan maksimal agar bisa mendapatkan nilai yang sesuai dengan target penerima program exchange, ya!

BACA JUGA: Sudah Tahu Bedanya Tes TOEFL, IELTS, dan TOEIC?

4. Siapkan Berkas Lainnya

Sumber: facultyfocus.com 

Berikut adalah beberapa perkas yang harus kamu persiapkan:

  • CV (Curriculum Vitae)
  • Motivation Letter
  • Transkrip Nilai
  • Surat Keterangan Mahasiswa Aktif
  • Hasil Tes TOEFL

Jangan lupa untuk mempersiapkan semua berkas tersebut jauh-jauh hari, ya!

Persiapkan juga dengan maksimal, misalnya searching di internet bagaimana cara membuat CV dan menulis Motivation Letter yang baik untuk program exchange. Setiap program mungkin memiliki persyaratan yang sama, namun ada juga beberapa poin yang berbeda. Makanya, jangan lupa juga untuk rajin cek deskirpsi program yang akan kamu ikuti.

5. Rajin Untuk Menghubungi IO UI

Kantor Internasional Universitas Indonesia

Setelah itu, kontak pihak yang bersangkutan (dalam hal ini International Office UI), tanya mengenai informasi yang kurang jelas. Kamu juga bisa menanyakan program-program lainnya jika dirasa program yang kamu pilih tidak cocok, serta persyaratan tambahan untuk seleksi.

Intinya, jangan malu bertanya hal-hal yang kamu bingungkan, namun jangan malas juga untuk membaca deskripsi dan persyaratan program ya!

6. Proses Seleksi

Selanjutnya, IO akan melakukan seleksi wawancara. Namun, sebelumnya IO juga akan menominasikan dirimu ke universitas yang ditargetkan untuk menerimamu. Besar kuota penerima pun beragam, tergantung dari universitas yang dituju.

Karena banyaknya yang mendaftarkan program student exchange, tentu gak semudah itu bisa diterima, guys. Makanya, gak menutup kemungkinan kamu akan mendapatkan penolakan. Namun, meskipun mendapat penolakan, jangan segan untuk menjalin hubungan baik dan menanyakan hal yang kurang mengerti kepada IO UI, ya. Siapa tahu, mereka bisa menemukan program exchange yang cocok untukmu.

BACA JUGA: Mau Lanjut Kuliah di Luar Negeri? Ini Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

7. Cari Informasi Beasiswa

Informasi Lengkap Beasiswa Unggulan Kemendikbud untuk Jenjang S1, S2, dan S3

Gak perlu khawatir sama biaya, karena banyak program dari universitas yang bekerjasama dengan IO UI yang juga akan menanggung biaya kita di negeri orang, mulai dari biaya perkuliahan sampai ada yang juga menanggung biaya hidup kita di sana, loh.

Namun, gak semua menyanggupi untuk memberikan program fully-funded, nih. Jadi, kalian harus teliti ya saat membaca ketentuan dan tanya saja kepada petugas IO UI jika ada yang dibingungkan.

Biasanya, pemerintah negara yang kamu datangi menyediakan beasiswa dari pemerintahan untuk siswa asing. Persyaratannya biasanya berupa study plan dan motivation letter. Jangan ragu juga untuk rajin bertanya kepada IO untuk beasiswa yang dibuka dan bisa kalian daftarkan, ya.

8. Enjoy And Be Happy!

Enjoy your exchange days! (sumber: travel.kompas.com

Yeay, selamat kamu sekarang tinggal menunggu jadwal keberangkatan dan perkuliahan di negara yang kamu tuju! Jangan terlalu banyak memikirkan hal-hal seperti telat lulus, gak punya teman dan sebagainya, ya. Yang kamu harus lakukan setelahnya adalah:

be happy and live your exchange student days to the fullest

Ikut berbagai kegiatan di KBRI, ikut kegiatan dan bergaul dengan warga lokal di kampus, mengunjungi banyak tempat-tempat iconic negara tersebut bersama teman-teman, maksimalkan akademis dan sebagainya. Jangan sia-siakan kesempatanmu ini, ya. Selamat berjuang kawan!

BACA JUGA: Mau Jadi Anak Harvard? Ini Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

[zombify_post]

Mau Jadi Anak Harvard? Ini Dokumen yang Perlu Dipersiapkan

Studi di harvard? ini dokumen yang harus kamu persiapkan. Amerika seringkali masuk ke dalam daftar negara tujuan untuk melanjutkan sekolah, banyak orang yang berniat untuk melanjutkan pendidikannya di negari Paman Sam ini. Banyak kampus terkenal dan bergengsi di negara ini seperti Stanford University, Harvard University, Yale, Columbia, dan MIT.

Bagi teman-teman yang ingin melanjutkan studinya ke Amerika, wajib hukumnya mempersiapkan dokumen yang diminta sejak jauh-jauh hari, selain butuh niat, dokumen-dokumen tersebut membutuhkan jangka waktu yang tidak sebentar untuk di proses. Kira-kira apa saja sih dokumen yang harus dipersiapkan untuk lanjut studi di Harvard? Berikut informasi yang saya temui di website resmi Hervard University.

1. Transkrip Akademik

Kamu harus menyiapkan minimal 3 macam, transkrip asli, legalisir, dan terjemahan terlegalisir, untuk beberapa kampus seperti T.Chan Public Health Harvad. Mereka meminta untuk transkrip distandarisasi oleh lembaga Amerika, contohnya di world education services atau wes.org. Sekedar informasi, untuk proses review standarisasi ini dibutuhkan biaya sebesar 124 USD, dan kamu harus mengirimkan langsung dokumen tersebut ke Amerika lewat ekspedisi.

2. GRE

Tes GRE ini terdiri dari verbal, kuantitatif atau matematik, dan analitik atau writing. Tes GRE ini hanya bisa dilakukan sebanyak sebulan sekali, dan harga tesnya sebesar 205 USD. Jadi pastikan kamu sudah belajar semaksimal mungkin, dan mengambil tes ini jauh-jauh hari ya.

3. TOEFL

Syarat yang satu ini dibutuhkan untuk hampir semua sekolah di amerika, tes TOEFL yang digunakan adalah IBT untuk mendaftar ke Harvard minimal scorenya adalah 100, dan hanya bisa diambil sebulan sekali dengan harga 190 USD.

BACA. JUGA: Sudah Tahu Bedanya Tes TOEFL, IELTS, dan TOEIC?

4. Personal Statement

Essay biasanya 500 kata yang menjelaskan kenapa kamu pengen masuk Harvard, persiapan dan plan karir di jurusan tersebut, tidak lupa dengan goals kamu setelah lulus dari jurusan tersebut. Sebaiknya kamu cari mentor untuk mendampingi kamu, dan menyemangati kamu di kala demotivasi.

5. Surat Rekomendasi

Surat rekomendasi tidak harus dari petinggi institusi atau perusahaan kok, cukup orang yang beneran kenal dan pernah kerja dengan kamu, agar dia bisa menilai kamu dengan baik, biasanya kampus meminta sekitar tiga hingga lima surat rekomendasi untuk kamu sertakan dalam dokumen pendaftaran.

6. CV/ resume

Contoh Desain CV yang Menarik 7

Biasanya beberapa sekolah meminta kamu untuk menulis cv dengan format tertentu, seperti harus menggunakan kalimat aktif atau ditulis dengan bullet point. Pastikan kamu perhatikan permintaan dokumen di website pada saat itu. Selain itu jangan pakai foto di CV kamu ya, supaya tidak bias dan menghindari rasis.

Usahakan untuk menulis CV sesingkat dan sepadat mungkin, cukup pilih achievement terbaikmu, jangan dimasukan semua ke dalam CV ya walau kamu selalu memenangkan lomba. Biasanya CV tersebut terdiri dari riwayat sekolah, pengalaman kamu selama bekerja, pengalaman berorganisasi, publikasi, dan pencapaian/achievement yang telah kamu punya.

BACA JUGA: Lagi Ngerapihin CV? Yuk Intip 3 Gaya Penulisan CV Ini Biar CV Kamu Makin Kece!

Jangan malas untuk sering-sering buka website Harvard, dan kalau bisa cari mentor untuk mendampingi kamu selama proses berlangsung, kamu juga bisa mempelajari orang-orang yang keterima di Harvard lewat media sosialnya, jika kamu berniat untuk melanjutkan studi, sebisa mungkin aktif dalam kegiatan yang positif seperti ikut organisasi dan kegiatan atau project lainnya yang selaras dengan jurusan yang kamu tuju.

Perlu diingat bahwa ketentuan setiap sekolah di Harvard berbeda-beda, seperti ketentuan format CV dan minimum nilai tes GRE, maka dari itu rajin-rajin lah menguntungi website-nya untuk mengecek, apakah ada aturan atau syarat terbaru agar kamu tidak ketinggalan informasinya.

[zombify_post]

Aplikasi GO-Elderly Buatan Anak UI Raih Juara Pertama dalam Ajang Internasional

Asia Pacific Rim University (APRU) Global Health Conference 2020 diselenggarakan secara daring pada tanggal 19 – 21 Oktober 2020. Pada tahun ini, Fudan University, Shanghai berperan sebagai tuan rumah untuk konferensi dengan tema besar “Universal Health Care Across The Life Course”. Konferensi terdiri dari empat panel membahas penuaan, kesehatan wanita, migrasi, dan pandemi Coronavirus diseases-19 (COVID-19). Ribuan peserta dari berbagai latar belakang dan zona waktu yang berbeda menghadiri konferensi tahunan ini.

APRU juga menyelenggarakan. Virtual Case Competition dengan tema “Improving Elderly Care in Asia-Pacific” dengan menyuguhkan kasus mengenai penuaan populasi yang membutuhkan inovasi realistis dari peserta. Tim dari Universitas Indonesia, The Yellow Jackets berhasil menjadi juara utama di antara 45 peserta dari 22 negara dengan membawa ide berupa aplikasi bernama Go-Elderly. The Yellow Jackets terdiri dari enam orang mahasiswa Andrew Prasetya Japri (FKM’16), Caroline Augustine Atmojo (FKM’17), Hubert Jonathan (FK’17), Jason Phowira (FK’17), Stephen Gunawan (FKM’17), dan Vellia Justian (FK’17).

Pembuatan aplikasi Go-Elderly berangkat dari dua masalah utama terkait kesejahteraan lansia di Asia Pasifik, yaitu kekhawatiran terkait sektor pelayanan kesehatan bagi lansia serta sektor sosial dan komunitas bagi lansia. Proses penyusunan ide dilakukan selama kurang lebih 2 bulan dengan 2 diskusi kelompok setiap minggunya. Sebelum pembuatan video, tim melakukan identifikasi masalah dari berbagai literatur, menyeleksi model intervensi yang tepat, menyelenggarakan survei melalui webinar, serta berkolaborasi denganbeberapa komunitas lain untuk mengadakan berbagai kampanye kreatif. Go-Elderly berencana untuk mengintegrasikan antara pelayanan kesehatan berbasis keluarga, pelayanan kesehatan primer khususnya Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), komunitas sosial yang aman dan nyaman bagi lansia, serta pemberdayaan lansia secara umum.

BACA JUGA: Keren, Mahasiswa UI Juarai Kompetisi MIT COVID-19 Challenge

Selama proses penyusunan ide, tim menyelenggarakan beberapa kampanye sosial melalui Instagram dan memproduksi beberapa hasil berupa siniar (podcast). Tim juga menyelenggarakan sebuah webinar bertemakan “Elderly Care During Pandemic” untuk memperingati hari lansia nasional pada tanggal 29 Mei 2020. Webinar tersebut diikuti oleh lebih dari 200 peserta pendaftar. Proses berinteraksi dengan masyarakat lah yang akhirnya memungkinkan tim untuk membuat solusi berbasis teknologi sebagai solusi inovatif dari kasus yang diberikan.

Setelah menyimpulkan seluruh ide secara komprehensif, tim membuat naskah video dan menyusun skenario atau storyboard. Terlepas dari kondisi pandemi, perekaman video dapat berjalan lancar dengan tentunya mematuhi protokol kesehatan yang ada. Selain itu, tim juga membuat sebuah prototype yang juga disajikan dalam video. Setelah publikasi, video disebarkan melalui berbagai kanal media untuk menerima respon dan tanggapan dari lebih banyak orang.

Sampai detik ini, Go-Elderly masih aktif berkarya dalam mengembangkan platform ini dan telah memiliki volunteers dari berbagai penjuru Indonesia. Go-Elderly telah bekerjasama dengan berbagai organisasi non-profit dan bisnis lokal untuk menggalang donasi untuk lansia Yayasan Panti Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah Pekanbaru. Go-Elderly pun mengadakan webinar yang ke-2, bertajuk “Optimizing Older People’s Quality of Life by Preventing Depression and Skin Disorder”, yang diisi oleh dr. Mahaputra, Sp.KJ dan dr. Sondang Aemilia Panjaitan Sirait, Sp.KK, MPd.Ked, FINSDV, FADV.

“Sebagai kaum muda, menjadi agent of change adalah sebuah kewajiban, dalam hal ini untuk berkontribusi dalam membuat lingkungan yang inklusif bagi lansia agar kita bisa membangun masa depan yang ramah lanjut usia” ucap Jason Phowira mewakili tim di APRU Global Health Conference.

Melalui pengalaman ini, tim menemukan salah satu peluang untuk mengembangkan ide tersebut agar membawa manfaat bagi lansia khususnya di Indonesia. The Yellow Jackets berharap Go-Elderly dapat menjadi salah satu pionir dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi kaum lansia, dan bisa meningkatkan kesadaran teman-teman kaum muda untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan lansia. #GreyisTheNewGold

Bagi Anak UI yang tertarik untuk mengetahui informasi lebih jauh seputar GO-Elderly, kamu bisa menyaksikan tayangannya pada link berikut: https://youtu.be/uLFNoyPUYx0

BACA JUGA: Hewan Peliharaan, Penyelamat Kesehatan Mentalmu Selama Menghadapi Beratnya Perkuliahan

[zombify_post]

Bahaya dan Tindakan Saat Terkena Gas Air Mata Ketika Kamu Mengikuti Aksi

Selama beberapa dekade terakhir gas air mata digunakan sebagai salah satu andalan polisi sebagai alat pengendali kerusuhan atau riot-control agent (RCA) khususnya oleh aparat penegak hukum. Awalnya gas air mata digunakan pada perang dunia pertama dalam perang kimiawi, tetapi karena efeknya tidak bertahan lama dan jarang melumpuhkan, ia mulai digunakan oleh lembaga penegak hukum sebagai cara untuk membubarkan massa, melumpuhkan perusuh, dan membongkar tersangka bersenjata tanpa menggunakan kekuatan yang mematikan.

Gas air mata, atau juga disebut sebagai lakrimator, salah satu kelompok zat yang mengiritasi selaput lendir mata, menyebabkan sensasi menyengat dan menimbulkan air mata. Gas ini juga dapat mengiritasi saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan batuk, tersedak, dan menyebabkan kelemahan umum.

Gas air mata umumnya dianggap sebagai sublethal incapacitant atau non lethal weapon yang berarti dia tidak ditujukan untuk membunuh target seperti alat konvensional lainnya seperti pisau, atau pistol, tapi gas air mata dapat memberikan efek yang mematikan jika terkena dalam dosis yang besar.

Walaupun sering disebut sebagai “gas” senyawa yang digunakan bukanlah gas tetapi solid, ada beberapa cara untuk menggunakan gas air mata, ada yang berbentuk personal defense spray, granat, dan tabung. Granat dan tabung menggunakan bentuk bubuk yang dicampur dengan cairan piroteknik yang nantinya bisa berubah bentuk menjadi aerosol.

Apa bahaya kalau kita terkena gas air mata?

Seluk Beluk Gas Air Mata yang Harus Kamu Tahu, Ini Bahayanya! Bahaya dari terkena gas air mata adalah terganggunya area mata, hidung, tengorokan, saluran pernafasan. Pada mata contohnya air mata mengalir, sensasi terbakar, mata kedutan, dan terasa perih. Sementara itu pada kulit membuat rasa gatal, perih, berpotensi untuk melepuh dan menimbulkan alergi. Jika terhirup dapat menyebabkan batuk, tersedak, keluar air liur berlebihan dan membuat sesak nafas. Pada orang yang menderita astma, dan bronchitis akut paparan gas air mata bisa memperburuk aliran udara.

BACA JUGA: 4 Pertolongan Pertama Saat Demo, Karena Uluran Tanganmu Begitu Berarti! 

Apa tindakan yang harus dilakukan jika kita terkena gas air mata?

tindakan gas air mata

Jika kamu terkena gas air mata cukup banyak, segera pergi menjauh dari lokasi kejadian dan sebisa mungkin kamu harus menemukan tempat yang lebih tinggi dan udara segar yang tidak terkontaminasi dengan gas tersebut, kenapa harus di tempat tinggi? Karena gas air mata memiliki masa jenis yang lebih besar/lebih berat dari udara, nantinya gas tersebut akan jatuh ke tanah dalam kurun waktu 30 menit sampai 1 jam.

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menggunakan odol di area mata, selain itu korban tidak menyingkir dari area tersebut cukup jauh  tetapi malah duduk di aspal atau trotoar. Tentu hal ini tidak membantu karena setelah gas air mata dilepaskan konsentrasi tertinggi berada di 90 – 120 cm dari permukaan tanah.

Kunci tindakan yang harus diambilnya adalah menjauh dari area tersebut segera. Lalu siram matamu dengan kondisi terbuka/melek dengan air bersih yang mengalir. Dalam kondisi ini kamu bisa menggunakan air minum dan membasuh matamu selama 10 menit. Ganti pakaian yang terkena gas dengan pakaian baru, maka penting sekali untuk membawa pakaian salin/baju ganti cadangan ketika berunjuk rasa.

Setelah kamu sampai rumah, jangan simpan sepatu di dalam rumah, segera gantung pakaianmu di area terbuka seperti jemuran minimal 48 jam, kemudian cuci terpisah seluruh pakaianmu dua kali, jangan di-laundry atau dicuci berbarengan dengan cucian orang lain, karena serbuk gas air mata dapat aktif selama 5 hari setelah dilepaskan. Jangan lupa untuk mandi dnegan air dingin dan dapat dilakukan lebih dari dua kali jika perlu, hal ini untuk mengurangi resiko iritasi pada kulit, dan resiko lainnya.

Sumber gambar header: aksi mahasiswa dihalau gas air mata

BACA JUGA: Kalian yang Akan Turun ke Jalan, Wajib Persiapkan Hal Ini Sebelum Terlambat!

[zombify_post]

Mau Lanjut Kuliah di Luar Negeri? Ini Manfaat yang Akan Kamu Dapatkan!

Manfaat melanjutkan kuliah di luar negeri. Setelah lulus kuliah, setiap orang memiliki beragam pilihan untuk melanjutkan karirnya. Ada yang memutuskan untuk bekerja, ada yang membuka usaha, ada yang akhirnya berkeluarga dan ada juga yang memilih untuk melanjutkan studinya.

Melanjutkan kuliah merupakan impian bagi banyak orang, termasuk untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Meskipun institusi pendidikan di dalam negeri juga tidak kalah dengan luar negeri, namun banyak orang yang menginginkan untuk melanjutkan kuliah di dalam negeri.  Hal ini dipilih pastinya karena berbagai alasan seperti ingin mencoba hal baru, bidang studi yang lebih spesifik, fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap, ingin memiliki pengalaman internasional, dan lain-lain.

Selain karena alasan pribadi, sebenarnya kuliah di luar negeri juga memiliki banyak manfaat, lho! Apa saja ya? Simak ulasan di bawah ini!

1. Belajar Hidup Mandiri

Belajar hidup mandiri

Salah satu manfaat yang pastinya akan terlihat signifikan adalah kamu akan menjadi lebih mandiri. Hidup jauh dari tempat tinggal bahkan negaramu dan juga jauh dari orang tuamu akan membuatmu harus berusaha beradaptasi dengan cepat dan mengurus dirimu sendiri. Kamu harus belajar mulai dari mengatur makanan kamu atau mungkin belajar memasak, belanja bulanan, belajar membersihkan rumah sendiri seperti menyapu, mengepel hingga belajar mencuci atau menyeterika baju kamu. Kamu juga harus bisa mengatur sendiri setiap harinya bagaimana pakaian kamu, kebersihan tempat tinggal kamu, makanan kamu, dan juga tugas kuliah kamu.

Tapi, pastinya belajar hidup mandiri akan bermanfaat untuk kamu nantinya dan akan menjadi pengalaman yang berharga karena kamu benar-benar bisa belajar bagaimana cara mengatur hidup kamu sendiri. Selain itu, kamu juga akan lebih terbiasa untuk melakukan segalanya sendiri.

BACA JUGA: Tips Mengelola Keuangan Untuk Mahasiswa, Wajib Coba!

2. Mengenal kebudayaan baru

Kebudayaan Baru (sumber: umn.ac.id)

Berada di negara berbeda pastinya memiliki kebudayaan yang berbeda pula. Hal ini akan sangat menarik karena kamu bisa mengetahui mulai dari kebiasaan, sejarah bahkan makanan yang unik di negara yang kamu tinggali. Selain itu, saat kuliah nanti kamu juga pasti akan menemui berbagai orang dengan berbagai kebudayaan yang berbeda sehingga bisa memperluas wawasan kamu dan juga jika ada kebiasaan yang baru kamu ketahui dan merupakan kebiasaan yang positif untuk kamu, kamu dapat mengikutinya.

3. Lebih fleksibel belajar mengelola uang

Mengelola uang kuliah luar negeri (sumber: thepennyhoarder.com)

Hidup sendiri akan membuat kamu harus mengatur segalanya sendiri, termasuk keuangan kamu. Mungkin selama ini kamu juga diberikan uang saku bulanan dan biasa mengelolanya, tapi hal ini akan berbeda karena kamu tinggal jauh dari orang tua sehingga kamu harus benar-benar mengelola keuangan kamu dengan baik. Apalagi jika kamu juga mengandalkan uang saku dari part time atau beasiswa, pasti kamu akan lebih berusaha mengelola uang dengan baik. Hal ini akan baik untuk kamu termasuk saat nanti bekerja karena mengelola uang adalah hal yang penting juga dalam pekerjaan.

BACA JUGA: Yuk Intip Kiat Sukses Jadi Mahasiswa Rantau

4. Meningkatkan kemampuan bahasa

Meningkatkan kemampuam bahasa (sumber: somecards.com)

Berada di luar negeri akan membuat kamu lebih terbiasa untuk berbahasa inggris, jadi secara tidak langsung selain belajar sesuai studi kamu, kamu juga bisa mengasah kemampuan bahasa inggris kamu lebih baik lagi secara gratis. Hal ini akan bermanfaat nantinya saat di dunia kerja, karena saat ini di Indonesia pun sudah banyak perusahaan yang terbiasa menggunakan bahasa inggris sehingga ini akan lebih mempermudah kamu mulai dari nanti saat interview ataupun saat bekerja. Selain itu, jika negara yang kamu tinggali memiliki bahasa sendiri kamu juga bisa mempelajarinya dengan mudah mulai dari melalui teman atau melihat lingkungan sekitar. Hal ini akan menambah juga kemampuan bahasa kamu.

5. Memperluas relasi

Manfaat lain yang bisa kamu dapatkan adalah kamu bisa memperluas relasi kamu jika kamu kuliah di luar negeri. Kamu akan menemui banyak teman dari berbagai negara sehingga bisa memperluas koneksi kamu. Selain itu, jika kamu memang juga memimpikan untuk bekerja di negara tersebut kamu bisa lebih mudah membangun relasi mulai dari saat kuliah karena kamu telah berada di negara tersebut.

Itu dia beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika kamu kuliah di luar negeri. Jadi,sudah yakin untuk melanjutkan studi ke luar negeri?

BACA JUGA: Informasi Lengkap Beasiswa Australia Awards 2020

[zombify_post]