Bercita-Cita jadi Mahasiswa Seimbang? Yuk Ikuti Tips Berikut ini!

“Anak UI? Wah, pasti dia cerdas, pinter, keren! Sikat, Bray!”

Mungkin kalian sebagai anak UI sudah sering banget kena label itu dari orang-orang di luar sana. Memang, nggak perlu diragukan lagi gimana kemampuan akademik para mahasiswa UI. Secara, untuk masuk ke UI saja, kita harus berhasil menyingkirkan beribu-ribu orang. Namun, setelah memasuki fase-fase perkuliahan, ternyata kampus perjuangan ini memang nggak sebercanda itu.

Dimulai dari fase jadi maba hingga ke fase-fase perkuliahan berikutnya, perlahan-lahan kita pasti sadar bahwa, “Nggak bisa nih kalau gue cuma pinter doang. Teman-teman yang lain juga sama pinternya sama gue. Terus apa spesialnya gue dong?”. Nah, di sinilah kita harus belajar untuk menambah ciri diri kita. Kita harus keluar dari comfort zone dan menantang diri untuk jadi mahasiswa yang seimbang.

Wait… mahasiswa seimbang itu apa sih? Jadi, mahasiswa seimbang adalah mahasiswa yang mampu untuk memaksimalkan diri di setiap aspek kehidupannya dengan porsi yang sesuai bagi masing-masing aspek. Baik itu di dalam studinya, organisasi, kerohanian, social life, keluarga, atau bahkan love life-nya (kalau punya ya, gengs).

“Wah berarti gue harus super perfect dong buat jadi mahasiswa seimbang?”.

THAT IS A BIG NO, GUYS!

Menjadi mahasiswa seimbang tidak berarti kita harus menjadi seseorang yang sempurna. Menjadi mahasiswa seimbang berarti kita harus mampu me-manage diri dengan baik sehingga kita dapat memberikan porsi-porsi yang sesuai di setiap aspek kehidupan kita. Nah, berikut ada beberapa tips yang anakui.com rangkum untuk memulai menjadi mahasiswa seimbang.

 

BACA JUGA: [Diskusi] Apa Pendapatmu tentang Mahasiswa yang Hanya Fokus di Akademis?

 

Making Up Mindset

Dimulai dari hal yang paling sederhana aja (via pinterest)

First thing first, kita harus merubah pikiran kita bahwa kita bisa tuh memberikan porsi yang sesuai di setiap aspek kehidupan kita. Tepatnya, kita harus punya kesadaran diri yang tinggi bahwa setiap aspek yang ada di kehidupan kita itu sama pentingnya. Memang, prioritas itu perlu, tapi nggak mustahil kan untuk bisa menjalankan semuanya dengan seimbang? Jangan sampai nih, karena kita terlalu asyik berorganisasi kita jadi lupa untuk belajar dan bertanggung jawab dengan kuliah kita. Atau jangan sampai juga kita terlalu ambisius dalam belajar sampai lupa untuk membangun social life yang membangun. Atau jangan sampai kita lupa untuk berhubungan baik dengan keluarga kita hanya karna kita sibuk di perkuliahan. Kalau yang terakhir sih terutama buat para anak rantau, ya!

 

Control Yourself

Bikin agenda terjadwal buat mempermudah aktivitas kamu! #bukanpromosi (via twitter)

Pengendalian diri itu penting, guys. Nggak perlu dibilang lagi kalau anak UI itu pasti jago banget untuk membagi waktunya, membuat schedule dan to-do-list dengan sedemikian rupa. Sayangnya, nggak banyak yang jago untuk menjalankan jadwal yang sudah mereka jalankan sedemikian rupa. Intinya sih, kembali lagi ke disiplin diri.

 

Get Out!

Ayo keluar dari zona nyaman kamu! (via 1213online)

Keluar dari zona nyaman adalah satu dari keputusan terbaik yang harus kita ambil sebelum kita kembali ke Yang Kuasa (ngeri juga). But seriously, kita harus mendorong diri dan mengambil cukup banyak keberanian kita untuk tidak melakukan hal-hal yang itu-itu saja. Menantang diri dengan mencoba hal-hal baru akan membuat kita lebih berkembang serta melatih diri untuk menjadi seimbang.

Hal-hal baru itu nggak perlu ekstrem kok. Misalnya, kita baru saja sadar kalau ternyata kita perlu juga meluangkan waktu untuk lebih banyak nongkrong. Cobalah sesekali luangkan waktu-waktu tertentu hanya untuk nongkrong dan ngobrol dengan orang-orang di perkuliahan, baik itu teman kuliah, kakak atau adik angkatan, hingga para staff  UI pun boleh. Hal itu akan membantu kita untuk belajar membangun relasi yang sehat serta koneksi yang luas di kemudian hari.

Hal baru lainnya bisa juga dengan belajar lebih sering menghubungi orang tua dan keluarga di tengah-tengah kesibukan kita sebagai mahasiswa UI. Meluangkan waktu beberapa saat hanya untuk berbincang santai dengan keluarga itu penting loh, guys! Sebab, kita bisa curhat dan dapat banyak masukan dari orang-orang terdekat kita sekaligus membangun supporting system yang aman bagi aktifitas-aktifitas kita yang lainnya.

 

Imperfection is Perfect.

Lihat aja menara Pisa; dia miring, ga sempurna, tapi justru itu yang membuat dia menarik. (via traveldigg)

Jangan dipikir jadi mahasiswa seimbang itu harus jadi mahasiswa yang serba mampu, ya! Ingat, kesempurnaan hanya milik Tuhan (buset). Kita nggak harus kok punya IPK 4, lalu ikut 5 organisasi dan berbagai kepanitian, lalu menang lomba sana sini secara bersamaan. Nggak, menjadi jadi mahasiswa seimbang nggak segila itu kok. Poin pentingnya adalah bagaimana kita bisa membagi dan bekerja secara maksimal di setiap aspek kehidupan yang kita jalanin.

IPK nggak perlu 4, tapi jangan juga terlalu jelek. Kalau mau aman, ambil saja nilai IPK yang rata-rata digunakan oleh para pemberi beasiswa, yaitu sekitar 3 ke atas. Tidak perlu juga tergabung di begitu banyak organisasi dan kepanitiaan. Pilihlah dengan bijak yang mana sekiranya sesuai dengan minat dan bakat kita serta yang mampu menunjang kita di masa yang akan datang. Intinya, be reasonable when you choose.

Tidak perlu juga jadi anak nongkrong yang tiap minggu hangout  ala-ala biar tetap hits,  yang penting adalah membentuk social environment  yang  bisa membangun kita menjadi lebih baik.

 

Just Do It!

Ini wajib banget kudu harus ya. L A K U K A N. (via pinterest)

Well, yeah, just do it! Lakukan saja segera! Jangan terlalu lama berpikir, karena itu tidak akan membawa perubahan apa pun bagi diri kita. Justru setiap aksi yang kita lakukanlah yang akan membuat kita semakin belajar hingga akhirnya berhasil menjadi mahasiswa yang seimbang. Malahan, kalau terlalu lama berpikir yang datang adalah keraguan. Tentunya kita nggak mau dong untuk terus stuck jadi mahasiswa yang begitu-begitu saja?

 

BACA JUGA: Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh!

 

So, itu tadi tips-tips untuk jadi mahasiswa seimbang. Pasti udah mulai on fire dong untuk memulai ini dan itu demi jadi mahasiswa seimbang? Moreover, jangan lupakan juga aspek kerohanian kita, karena itu akan menjaga kita tetap sehat secara spiritual dalam menjalani hari-hari kita sebagai mahasiswa seimbang. Jadi, jangan ditunda-tunda lagi, ya! Ingat, serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

Pesta Keilmiahan Terbesar Mahasiswa di Universitas Indonesia Masih Berlangsung!

Senin, 4 Oktober 2016 lalu, acara yang merupakan pesta keilmiahan terbesar mahasiswa di UI telah resmi dibuka. Yup, Olimpiade Ilmiah Mahasiswa Universitas Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi OIM UI ini merupakan kompetisi terbesar dalam bidang keilmiahan yang melibatkan seluruh fakultas di UI untuk unjuk gigi dan memperlihatkan kemampuan kontingen-kontingen terbaiknya.

Nah, kali ini pihak anakui.com ingin memberikan ke teman-teman semua, kira-kira kayak apa sih OIM UI 2016 ini? Langsung dari Project Officernya loh, Saffanah Marietta, yang hangat disapa dengan Seffin. Langsung aja dibaca yok!

oimui

Seperti yang kita tau sendiri bahwa OIM merupakan lomba keilmiahan terbesar tingkat UI. Pada acara ini, terdapat berbagai jenis lomba yang diikutsertakan, di antaranya adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Debat Bahasa Indonesia, Debat Bahasa Inggris, Quiz, Poster Inspiratif, dan masih banyak lagi!

Kalau kamu bertanya apa yang akan berbeda dari OIM UI tahun lalu dengan tahun sekarang, nih kita kasih tau sedikit biar gak penasaran-penasaran banget. Jadi, OIM UI tahun ini ingin memberikan kesan yang beda bagi kegiatan keilmiahan; bahwa keilmiahan itu gak melulu dikorelasikan dengan sesuatu yang nerdy, geeky, dan serem-serem serius gitu. Makanya, acara yang memiliki tagline “Challange Your Imagination” ini, design secara umumnya lebih ke colorfull dan menarik lucu-lucu gitu kalo temen-temen sendiri perhatiin.

myhome
Sumber: Official Account OIM UI 2016

Meski di awal kepanitiaan sempat terkendala perihal dana, hal itu tidak meruntuhkan semangat Seffin beserta panitia lainnya untuk totalitas dalam menyelenggarakan acara ini. Seffin memiliki target dan capaian tersendiri bahwa OIM tahun ini harus memiliki banyak penonton di tiap lombanya. Jadi sebisa mungkin panitia menyediakan ruangan lomba yang memadai agar supporter dari tiap kontingen juga bisa banyak, apalagi untuk lomba-lomba tertentu. Contohnya aja nih, OIM Quiz diadakan di Annex Balairung agar penonton lomba ini juga bisa tertampung banyak, mengingat nonton OIM Quiz ini seru dan bikin geregetan banget loh, kamu harus nyobain! Selain itu, pertanyaan-pertanyaannya juga menambah wawasan kita banget. Asyik kan nambah wawasan dengan cara yang fun?

Oh iya, kamu pasti pernah dong sesekali mikir, abis OIM UI, terus pemenang-pemenangnya akan dibawa ke mana ya? Nah, kalo masalah ini, Seffin menjawab dengan tegas bahwa pemenangnya gak akan dibawa ke mana-mana.

“Sebenernya kita ada juga lomba ilmiah antar-Universitas, yaitu PIMNAS. Tapi sayangnya, OIM UI dan PIMNAS ini gak in line jadwalnya, jadi akan susah kalo misalkan kontingen yang menang di OIM dilanjutkan ke tingkat PIMNAS. Lagipula, PIMNAS juga udah ada wadahnya sendiri untuk menjaring kontingen-kontingennya. Kesimpulannya, OIM UI ini pure untuk seru-seruan dan mencari experience baru serta ajang unjuk gigi antar-fakultas di UI,” jawab Seffin.

myhome_0
Sumber: Official Account Line OIM UI 2016

Ada lagi yang beda dari OIM UI tahun ini. Kalo biasanya opening OIM UI ada ceremonial dan paradenya, berbeda dengan sekarang. Rencananya, ceremony dan Parade OIM UI 2016 akan digabung bersamaan dengan dua kompetisi besar nan bergensi di UI lainnya; OLIM UI dan UI AW. Gak sabar kan betapa meriah dan ramenya acara ini nanti? Datang dan saksikan sendiri tanggal 14 Oktober 2016 di Rotunda Universitas Indonesia!

5 Tanda Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Akan Jadi Orang Sukses di Masa Depan

Kalo kamu pernah ditanya di masa depan mau jadi apa tapi masih bingung jawab apa meski udah tau prospek kerja di prodi kamu, jawab aja dengan santai dan cool, “Mau jadi orang sukses, nih!”.

Siapa sih yang gak pengin jadi orang sukses? Semua orang pengin kok, tapi tentu cara dan tolak ukur pribadi mereka masing-masing itu berbeda.

Akan tetapi, tau gak sih? Ada beberapa tanda-tanda yang bisa menunjukkan bahwa kamu akan jadi orang sukses di masa depan, secara general tentunya. Meski admin yakin semua anak UI pasti akan jadi orang sukses, tapi gak ada salahnya kita baca dulu 5 tanda yang menunjukkan bahwa kamu akan jadi orang sukses di masa depan, yuk!

BACA JUGA:Resep-resep Rahasia Mengapa Anak UI Cepat Dapat Kerja & Kariernya Sukses

 

Punya rencana jangka panjang

Punya rencana jangka panjang via huffingtonpost
Punya rencana jangka panjang via huffingtonpost

Emang sih, terlalu overthink mengenai hal baik-buruk yang mungkin terjadi di masa depan itu gak baik karena bikin kamu gak fokus dengan apa yang kamu punya dan jalanin sekarang. Tapi, orang sukses adalah orang yang memiliki visi dan rencana yang matang akan masa depannya. Orang sukses itu udah men-setting akan jadi apa ia di masa depan dan gimana caranya supaya jadi seperti itu. Ia tetap fokus dengan apa yang dijalani saat ini, tetapi juga tetap merencanakan apa yang akan dilakukan dan akan jadi apa ia kelak di masa depan. Begitu pun kamu, gak ada salahnya mulai bikin rencana ke depan mulai dari skala kecil sampai skala besar, biar ada trigger dan semangat untuk mewujudkan masa depan yang cerah!

 

Berambisi dan fokus untuk menjalankan rencananya

Kamu juga harus punya ambisi dan semangat untuk menjalankan semua rencana via fooyoh
Kamu juga harus punya ambisi dan semangat untuk menjalankan semua rencana via fooyoh

Kalo kamu udah nyusun rencana tapi kamunya sendiri mageran buat menjalankan rencana itu, ya sama aja bohong, dong? Yup, kamu juga harus punya ambisi dan semangat untuk menjalankan semua rencana yang udah kamu buat karena sebuah rencana hanya akan menjadi wacana tanpa disertai dengan tindakan nyata. Selain itu, kamu juga harus menatap lurus ke depan untuk mencapai tujuan kamu. Jangan malah tengok kanan kiri sehingga tergoda dengan hal-hal yang nggak relevan dan makin memperlambat kamu untuk mencapai tujuan yang telah kamu rencanakan tadi.

 

Bisa memfilter masukan dari orang lain meski mempunyai idealisme sendiri

Bisa memfilter masukan dari orang lain meski mempunyai idealisme sendiri via northwestcci
Bisa memfilter masukan dari orang lain meski mempunyai idealisme sendiri via northwestcci

Dalam mewujudkan rencana dan cita-cita kita di masa depan, tentunya kita akan dihadapkan dengan berbagai macam karakter manusia beserta sudut pandangnya. Ada yang mendukung kamu secara penuh, ada yang mengkritik demi kebaikan kamu, dan ada yang cuma nyinyir biar menurunkan kepercayaan diri kamu; sirik. Orang yang sukses tahu caranya membedakan mana kritik yang membangun dan mana yang sekadar komentar gak penting. Kamu harus bisa memfilter mana yang penting buat improvement diri kamu dan mana yang gak usah didengerin. Karena hidup ini, kamu yang menjalani dan kamu yang menentukan.

Meskipun kamu udah punya idealisme dan pandangan sendiri terhadap suatu hal, gak ada salahnya untuk menerima masukan dari orang yang lebih berpengalaman atau yang baik buat diri kamu sendiri. Ada saatnya kamu juga gak bisa berjalan sendiri, jadi perlu menggandeng orang lain selama cocok sama kamu dan memiliki visi yang sama.

 

Penasaran, mau mencoba hal-hal baru, dan gak gampang nyerah

Penasaran, mau mencoba hal-hal baru, dan gak gampang nyerah via northwestcci
Penasaran, mau mencoba hal-hal baru, dan gak gampang nyerah via northwestcci

Orang sukses adalah dia yang ga takut menerima tantangan baru dan mencoba hal-hal baru. Nothing to lose deh pokoknya, kalo asik dan enjoy ya bisa lanjut nambah-nambah pengalaman baru, kalo gak cocok ya udah, dijadiin pembelajaran aja. Rasa penasaran yang tinggi akan membawamu untuk terus mencari dan mencari. Dari situ, ilmu yang kamu miliki juga bertambah dan bertambah lagi. Kamu juga gak boleh nyerah gitu aja misalkan pengin banget sesuatu tapi malah gagal. Percayalah, orang sukses itu tercipta karena kegagalan-kegagalan yang telah dialami selama hidupnya.

B-Y9HFiCcAAC6p7 (1) 

 

Terbiasa dengan masalah dan menyelesaikannya dengan berbagai macam sudut pandang

Terbiasa dengan masalah dan menyelesaikannya dengan berbagai macam sudut pandang via independent
Terbiasa dengan masalah dan menyelesaikannya dengan berbagai macam sudut pandang via independent

Sudah menjadi hal yang wajar bagi manusia untuk mempertahankan pendapatnya sendiri, apalagi dalam menyelesaikan suatu masalah. Namun, tidak demikian dengan orang sukses. Mereka pasti gak gitu aja menyelesaikan masalah dengan mengandalkan opini pribadinya. Dia selalu berusaha membandingkan antara pendapat yang satu dengan pendapat lainnya sehingga mendapatkan berbagai macam sudut pandang yang kemudian disatukan menjadi satu penyelesaian masalah yang dewasa dan bijaksana.

 Jangan kecewa kalo kamu belum memiliki semua atau salah satu dari tanda orang sukses di atas, seiring berjalannya waktu pasti akan muncul sendiri, kok! Kami percaya banget semua anak UI pasti akan jadi orang sukses pada waktunya kelak, tinggal gimana kita membentuk diri masing-masing aja agar siap terbentuk kemudian terbentuk nantinya menjadi jiwa-jiwa yang punya masa depan cerah gemilang!

5 Tindakan yang Harus Kamu Lakukan kalau Merasa Menjadi Korban Bullying

Bullying merupakan tindakan kekerasan yang marak terjadi, khususnya di kalangan anak muda zaman sekarang. Biasanya nih ya, anak yang menjadi korban bullying adalah anak yang cupu, freak, shy away, dan masih banyak lagi. Padahal mah gak seharusnya kita mengucilkan orang berkarakter seperti itu, apalagi kalo anak UI yang ngelakuin, wah diragukan sekali tuh status mahasiswanya.

Akan tetapi, menjelang masa-masa OSPEK kayak gini, pasti adaaa aja satu atau dua senior yang iseng mem-bully juniornya dengan kata-kata khusus yang katanya itu bertujuan biar tahan mental doang, tanpa menyadari kalo seandainya anak tersebut punya pengalaman buruk, merasa terhina, dan mengena ke hatinya—bisa bahaya.

Tapi tenang, sebagai tindakan jaga-jaga biar gak jatoh-jatoh amat percaya diri kamu kalo merasa menjadi korban bullying, anakui.com akan ngasih tau kira-kira apa aja yang akan kamu lakukan. Langsung disimak aja, kuy!

BACA JUGA: Tips Menghadapi Senior di Kehidupan Perkuliahan

 

1. Jangan didengerin ejekan mereka, anggap aja angin lewat

 Jangan didengerin ejekan mereka, anggap aja angin lewat via rumahbacaa
Jangan didengerin ejekan mereka, anggap aja angin lewat via rumahbacaa

Kalau si pem-bully mengejekmu dan kamunya juga gak ambil pusing dengan omongan mereka, ya kacangin aja dia. Intinya ya kamu sendiri yang tau sejauh mana batas toleransi mereka untuk mengejekmu. Kalo kamu merasa masih dalam batas yang bisa kamu toleransi dan paling nanti lewat doang kayak angin, ya cuekin aja, daripada buang-buang waktu dan energi kamu buat menanggapinya.

 

2. Ketika merasa di-bully, jangan nunggu nanti, langsung sanggah dan lawan mereka

Ketika merasa di-bully, jangan nunggu nanti, langsung sanggah dan lawan mereka via cnn
Ketika merasa di-bully, jangan nunggu nanti, langsung sanggah dan lawan mereka via cnn

Kamu harus berani mempertahankan harga diri kamu, apalagi di depan orang banyak. Jangan sampe harga diri dan label kamu jelek gara-gara orang lain. Sebenernya ini relatif sih, kan kamu yang tau sejauh mana perkataan orang dapat menyakiti hati kamu dan mana yang masih bisa ditoleransi. Nah, kalo perkataan mereka gak bisa ditoleransi ini nih yang harus kamu atasi. Caranya ya dengan langsung sanggah dan bantah secara pintar aja.

Ingat ya, jangan pake kekerasan. Kalo kamu pake kekerasan, apa bedanya kamu sama mereka yang udah mem-bully kamu dari awal? Jangan ragu dan jangan takut kalo kamu merasa itu udah kelewatan, karena kalo kamu diem aja ya itu kesempatan emas bagi mereka untuk terus mem-bully kamu.

 

3. Kalau udah gak tahan, laporkan mereka kepada pelindung kegiatan

Kalau udah gak tahan, laporkan mereka kepada pelindung kegiatan via bbc
Kalau udah gak tahan, laporkan mereka kepada pelindung kegiatan via bbc

Ini tindakan yang selanjutnya harus kamu lakukan kalo udah kamu cuekin, udah kamu sanggah, tapi mereka masih aja bikin gelisah dan bikin kamu geregetan. Cara lain adalah dengan melaporkan si pelaku ke pelindung kegiatan, bisa mentor, petinggi-petinggi himpunan, maupun dosen. Biasanya mereka akan mendengarkan kamu, membicarakan baik-baik ke si pelaku, atau yang terakhir akan mempertemukan kedua belah pihak dan mencabut masalah dari akar-akarnya.

Di sini, kamu harus beri tahu dengan jujur dan jangan ada kata gak enakan meski si pelaku adalah senior dan sebagainya. Setelahnya, biarkan mereka memberikan hukuman yang setimpal untuk si pem-bully dan mendamaikan kedua belah pihak.

 

4. Kalau kamu merasa gak punya teman karena selalu di-bully dan dibilang baper, biarin aja, temen gak cuma dia doang

temen gak cuma dia doang via healtheconnect
temen gak cuma dia doang via healtheconnect

Ini nih yang paling sering terjadi. Kamu gak suka sama seseorang karena perkataan mereka merasa mem-bully dan menyakiti hati kamu, udah kamu bilangin baik-baik ke dia tapi dianya malah bilang “Ah elah gitu doang baper lo.”

Padahal setiap orang punya preferences maupun ketidaksukaannya masing-masing akan suatu hal. Kalo misalkan kamu punya pengalaman buruk yang kamu benci banget tapi temen kamu malah mem-bully kamu dengan hal yang berkaitan dengan itu, gimana? Makanya, jagalah sikap dan perkataan. Misalkan temen kamu itu tetep mem-bully kamu terus membuat kamu risih banget, ya tinggalin aja, temen gak cuma dia doang. Anjing menggonggong khafilah berlalu.

 

5. Balas dendamlah dengan cara yang elegan melalui kesuksesanmu

Balas dendamlah dengan cara yang elegan melalui kesuksesanmu via @sianahopkins
Balas dendamlah dengan cara yang elegan melalui kesuksesanmu via @sianahopkins

Ya udahlah, biarin aja dia mau ngomongin kita apa dan ngurusin kita semerdekanya dia. Biarkan waktu dia habis untuk mem-bully mu dan orang-orang lainnya. Sekarang gimana caranya kamu aja buat menunjukkan bahwa kamu sama sekali gak layak di-bully. Kamu bisa mengukir prestasi, menjadi orang hebat dan terpandang, kemudian membuat dia tercengang dan segan. Tetap berusaha mencapai taraf hidup yang lebih baik deh pokoknya!

Di UI udah hampir gak ada kok bully yang bener-bener parah gitu, paling ya ejekan temen biasa buat becanda. Tapi kalo ejekan becandaan itu bikin kamu risih, udah saatnya kamu harus mempertahankan diri kamu dengan gak boleh biarin aja dia mem-bully kamu. Setiap orang berhak hidup bebas dan merdeka dari tekanan orang-orang yang gak penting!

Sukses dan Etika

Nissia Ananda – YOT CA UI Halo UI-ers, ini adalah postingan ke-2 saya di anakui.com sebagai YOT CA. Semoga dapat bermanfaat, dan menambah pengetahuan kalian ya 🙂 happy reading .. Siapa sih yang gamau sukses? … Baca Selengkapnya

Sepuluh Sikap Pribadi Sukses

Sejujurnya, tulisan ini bukan saya yang buat, melainkan hasil ngopas (ngopi dicampur ama pasta :p) dari notes facebook salah seorang kawan [thanks brother Arif Surahman]. Rupanya, dia juga tidak menuliskannya sendiri, tetapi diambil dari tulisan … Baca Selengkapnya