Dari Mi Ayam Sengketa Sampai Sate Fasilkom, Ini Makanan di UI yang Paling Dikangenin Selama PJJ

5 Makanan di UI yang Paling Dikangenin Selama PJJ. Nggak terasa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sudah berjalan satu tahun lamanya. Rasa kangen untuk kembali ke kampus juga pasti sudah menggebu-gebu. Salah satu hal yang dikangenin di kampus adalah makanannya.

Yup, dengan 14 fakultas dan satu vokasinya, UI memiliki cukup banyak kantin dengan berbagai pilihan menu. Belum lagi kantin atau kafe di Perpustakaan Pusat dan fakultas, membuat UI menjadi surga kuliner bagi sivitas akademikanya. Sayangnya, selama pandemi semua kantin pun tutup karena kegiatan pembelajaran dialihkan secara daring.

Di antara banyak pilihan makanan itu, kira-kira makanan apa aja sih yang paling dikangenin? Nah, berikut ini lima makanan yang di UI yang paling dikangenin versi anakui.com. Ada informasi cara untuk memesan makanan tersebut juga, loh. Let’s check this out!

1. Mi Ayam Sengketa

Mi ayam sengketa (sumber: foody.id)

Bukan Anak UI rasanya kalau belum pernah makan mi ayam legendaris yang satu ini. Sebelum pandemi, Mi Ayam Sengketa biasa membuka lapak gerobaknya mulai pukul 18.00 sampai habis di parkiran Gedung X FIB UI. Cukup dengan 10 ribu rupiah, kamu sudah bisa mendapatkan mi yamin atau mi ayam dengan topping ayam dan pangsit yang melimpah.

Nah, kalau kamu kangen dengan mi ayam ini, kamu bisa langsung ke warungnya yang ada di Jl. Mandor Guweng di daerah Kukusan Teknik (Kutek). Nggak mau ribet? Tenang, kamu bisa pesan juga melalui aplikasi ojek online, loh.

BACA JUGA: Cerita di Balik “Kantin Online” Ala Kansas dan Takor

2. Ayam Mas Roni

Ayam kalasan Mas Roni FIB (Sumber: dok. Instagram @ui.enak)

Kalau yang satu ini merupakan andalan warga FIB UI, nih. Mulai dari 18 ribu rupiah aja, kamu bisa mendapatkan berbagai menu ayam, seperti ayam kalasan, ayam goreng, dan ayam penyet.

Kalau kamu kangen sama Mas Roni, eh ayamnya maksudnya, kamu bisa cek Instagram-nya di @penyetanmasroni atau langsung pesan aja di aplikasi ojek online. 

3. Nasi Alo FISIP

Nasi Alo FISIP UI (Sumber: Kompas)

Menu yang satu ini merupakan menu andalan warga FISIP pas tanggal tua. Dengan harga mulai dari 13 ribu rupiah, kamu bisa mendapatkan satu porsi nasi dengan lauk ayam suwir, telur orak-arik, potongan bakso, dan krupuk sebagai pelengkapnya.

Buat kamu yang kangen atau pengin nostalgia semasa jadi mahasiswa FISIP, kamu bisa memesan menu ini di Instagram @anaktakor. Setiap minggunya, mereka akan mengadakan pre-order untuk berbagai menu di Takor (kantin FISIP), salah satunya nasi alo ini. 

BACA JUGA: Emangnya MUI Udah nggak Punya Kantin ya?

4. Nasi Telur Qimpul

Nasi Telur Qimpul (Sumber: arsip anakui.com)

Menu yang satu ini merupakan menu andalan dari Warkop Qimpul di daerah Barel dekat FH UI. Sesuai namanya, nasi telur qimpul terdiri dari nasi, telur dadar kremes, dan sambal tomat. Kamu juga bisa minta tambahan kornet dan keju, loh. Harganya mulai dari 10 ribu aja.

Selama pandemi, Warkop Qimpul tetap membuka warungnya di Barel, tepatnya di Jl. Cengkeh. Selain nasi telur qimpul, warung ini juga menyediakan menu lain, seperti nasi goreng, ayam mentega, dan capcay.

5. Sate Fasilkom

Sate ayam Fasilkom (Sumber: dok. Instagram @ui.enak)

Salah satu sate yang menjadi favorit anak UI adalah sate Fasilkom. Tempat makan ini menyediakan dua macam sate, yaitu sate ayam dan sate kambing. Selain sate, mereka juga menyediakan sop ayam dengan kaldu yang gurih banget. Harganya pun cukup murah, mulai dari 10 ribu aja setiap menunya.

Namun, berdasarkan penelusuran dari anakui.com, kami belum menemukan menu ini di ojek online atau Instagram, nih. Buat Sobat AnakUI yang tau informasinya, bisa tulis di kolom komentar, ya.

***

Nah, itu tadi lima makanan di UI yang paling dikangenin selama PJJ versi anakui.com. Makanan mana nih yang jadi favorit kamu? Atau apa ada makanan lain yang kamu kangenin? Tulis di kolom komentar, yuk!

BACA JUGA: Slurp, Ini Makanan-Makanan Enak di Kantin Vokasi UI

Cerita di Balik “Kantin Online” Ala Kansas dan Takor

Sudah hampir satu tahun pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh. Selain merindukan suasana kampus dan teman-teman seperjuangan, mahasiswa UI pasti juga rindu makan atau nongkrong di kantin fakultas.

Kini rindu itu bisa sedikit terobati, khususnya bagi mahasiswa FIB dan FISIP. Pasalnya, di Instagram muncul dua akun yang menawarkan menu-menu makanan Kansas dan Takor yang bisa dipesan secara daring, yaitu @kantin.sastra dan @anaktakor. Dua akun tersebut pun mendapat sambutan hangat dari para alumni dan mahasiswa dari masing-masing fakultas.

Pada sebuah kesempatan, narasumber dari @kantin.sastra yang bisa dipanggil Kansmin dan Syaiful Iman (FISIP 2011) dari @anaktakor menceritakan sedikit kisah dari “kantin online” Kansas dan Takor pada anakui.com.

Berawal dari Keresahan

Sejak kegiatan pembelajaran dijalankan secara daring, para pedagang kantin pun mau tidak mau juga harus menutup lapaknya. Hal ini berimbas pada pendapatan mereka.

Dengan munculnya berbagai gerakan untuk membantu para pedagang di media sosial, keresahan pun muncul di benak Syaiful terkait nasib para pedagang Takor. Ia pun berinisiatif untuk menghubungi salah satu pedagang Takor.

“Mereka sudah tidak berjualan sejak Maret,” kata Syaiful saat ditemui via Google Meet.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Geri (FIB 2012). Kansmin bercerita melalui pesan WhatsApp, Geri juga menghubungi salah satu pedagang Kansas. Curhatan pedagang tersebut membuat Geri tergerak untuk mengajak lima kawannya membuat gerakan #KansasBukaLagi. Gerakan tersebut bertujuan untuk mengajak para pedagang membuka kembali dagangannya via aplikasi ojek online (ojol) agar dapur mereka tetap ngebul. Gerakan ini dapat ditemukan pada akun Instagram @kantin.sastra (selanjutnya disebut sebagai Kansas).

Akun Instagram @kantin.sastra

Gerakan yang dimulai pada awal Oktober lalu itu pun diikuti oleh Syaiful. Pada akhir Oktober, Syaiful dan enam kawannya membuat akun Instagram @anaktakor (selanjutnya disebut sebagai Takor). Namun, berbeda dari Kansas yang mengandalkan aplikasi ojol, Takor menggunakan sistem pre-order (PO) untuk pemesanan makanan. Agar semua pedagang dapat terbantu dan mendapat pemasukan, para pedagang mainstream seperti pedagang minuman pun diberdayakan untuk menjadi kurir makanan.

Bukan Hal yang Mudah

Setiap niat baik selalu memiliki jalannya sendiri walaupun terkadang harus menemui kendala. Hal itulah yang dirasakan oleh kawan-kawan dari Kansas dan Takor. Tidak semua pedagang memahami teknologi. Mereka harus diajari dulu untuk membuat email, menjaga kerahasiaan kode OTP, dan memasarkan produknya secara daring. Kansas juga menyarankan para pedagang untuk membuat akun Instagram sendiri.

Akun Instagram @anaktakor

Masalah yang sama juga dirasakan oleh Takor. Terlebih lagi, mereka hanya mengandalkan Google Form untuk pemesanan, sehingga mereka harus merekap datanya dulu sebelum mengirimkannya pada pedagang. Syaful berharap untuk ke depannya para pedagang dapat lebih mandiri dalam mengakses datanya.

Untuk meminimalisasi masalah, Takor pun berkolaborasi dengan Kansas untuk mendaftarkan pedagang ke aplikasi ojol, terutama untuk pedagang yang memiliki lapak di Takor dan Kansas. Namun, agar tidak terus-menerus bergantung pada Kansas, untuk ke depannya Takor akan mendaftarkan pedagangnya secara mandiri.

Mendapat Sambutan Hangat

Niat baik Syaiful dkk dan Geri dkk bukan hal yang sia-sia. Mereka mendapat sambutan yang hangat dari mahasiswa dan alumni yang rindu pada makanan kantin fakultas mereka. Para pedagang selalu kebanjiran pesanan.

“Pas di awal hanya buka 20 (slot, red), ternyata yang pesan sampai 70,” cerita Syaiful.

Hingga saat ini, Takor sudah membuka 12 kali PO yang biasanya dibuka untuk hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pada jam makan siang. Pemesannya pun tidak hanya berasal dari Depok, tetapi juga Tangerang Selatan, Bekasi, dan sejumlah daerah di Jakarta. PO tersebut pun diatur sedemikian rupa agar makanan yang ditawarkan bervariasi, sehingga semua pedagang terbagi rata.

Beda cerita dengan Kansas. Sambutan juga datang dari pihak fakultas. Beberapa waktu lalu, FIB menyediakan Auditorium Gedung IX untuk konser virtual bertajuk #KansasBukaLagi. Selain untuk menarik engagement, konser tersebut juga membuka donasi untuk para pedagang.

Harapan untuk Berkolaborasi

Syaiful berharap untuk ke depannya Takor dapat bekerja sama dengan pihak mahasiswa, baik BEM FISIP maupun himpunan mahasiswa.

“Sudah dibicarakan, tapi mungkin karena mendekati akhir tahun, jadi mereka fokus untuk menyelesaikan proker yang ada dulu,” katanya.

Sementara itu, pihak Kansas berharap dapat berkolaborasi dengan kantin lain.

“Kolaborasi kami dengan anaktakor mungkin dapat dikatakan inisiasi untuk mengajak teman-teman fakultas lain mewujudkan gerakan #KantinUIBukaLagi,” ungkap Kansmin.

Sebagai bocoran, Kansmin mengatakan dalam waktu dekat akan berkolaborasi dengan FH untuk membantu pedagang mereka mendigitalisasi lapaknya sebagai bentuk dari gerakan #KantinUIBukaLagi.

Berikut Ini Tipe-Tipe Pengunjung Kantin di UI, Kamu Termasuk yang Mana?

Di setiap fakultas yang ada di UI, tentu terdapat berbagai macam kantin, yang namanya aneh-aneh dan disingkat-singkat pula. Ada yang namanya Kantek, Kansas, Takor, Dalas, dkk. Nah, temen-temen sering merhatiin gak sih kalo di kantin itu terdiri dari berbagai macam tipe-tipe pengunjungnya yang beragam banget? Kira-kira kayak gimana aja sih tipe-tipe pengunjung kantin di UI? Yuk simak menurut pengamatan kacamata anakui.com!

BACA JUGA: Tipe-tipe Mahasiswa yang Biasanya Datang ke Perpustakaan UI

 

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung

Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya
Di mana Bumi Dipijak, di situ Langit Dijunjung via sehirmedya

Tipe yang paling nurut ini selalu menggunakan segala tempat dan fasiltias yang disediakan sebagaimana mestinya, contohnya aja kantin, ya pasti dia gunain buat makan doang. Abis makan, kenyang, meletakkan piring pada tempatnya, terus cabut deh! Benar-benar mahasiswa yang menerapkan peribahasa ini; pokoknya di mana lo berada, lo harus memposisikan diri sebaik mungkin serta menjaga tempat tersebut. Tau tempat, tau sikap. Asik.

 

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe
Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui via gamazoe

Wah ini juga masih banyak mahasiswa yang ngelakuin. Tipe ini merupakan tipe anak nongkrong banget nih, Bro. Ke kantin, makan bentar, ketemu temen, buka lapak deh mau main kartu, catur, karambol, atau billiard sekalian. Nyambi-nyambi aja bos, kenyangnya dapet, asiknya juga dapet, jadi sekalian deh.

 

Besar Pasak daripada Tiang

Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual
Besar Pasak daripada Tiang via youthmanual

Gak ada tipe ini, kantin mungkin akan sama aja kayak tempat makan biasa. Yup! Pasti akan selalu ada tipe-tipe riuh ricuh mengaduh seperti ini; makannya dikit, ngerumpinya segambreng. Besar pasak daripada tiang, istilahnya. Lebih banyak yang dikeluarin berupa ocehan-ocehan daripada makanan yang diasup ke dalam tubuh. Kalo gak ada tipe ini mungkin kantin gak akan rame sih, dan terkadang juga mereka menjadi sumber utama pengetahuan atau gosip-gosip terbaru, hanya bermodalkan nguping-nguping sana-sini.

 

Tiada Rotan Akar pun Jadi

Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa
Tiada Rotan Akar pun Jadi via suaramahasiswa

Bagi para aktivis, kantin merupakan tempat yang nyaman pula buat rapat, membahas progress dan rencana-rencana apa yang dilakukan, kalo lagi gak ada kelas yang bisa dipinjem atau tempat yang memadai untuk rapat. Satu-satunya pilihan ya kantin itu lagi. Meja dan kursi panjang menurut mereka adalah alternatif yang tepat untuk meletakkan kertas-kertas proposal dan saksi cikal bakal terwujudnya visi misi yang telah lama terpendam.

 

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk

Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal
Bagai Anak Ayam Kehilangan Induk via indonesiamengglobal

Kantin pasti rame banget pas jam makan siang, apalagi jumlah meja dan kursinya juga terbatas. Kalo kamu pernah masuk kantin, udah bawa-bawa piring makanan, tapi pas clingak-clinguk ternyata semua meja penuh, yak selamat kamu adalah bagian dari tipe ini! Ujung-ujungnya sok asik sama orang lain deh, nimbrung-nimbrung. Ada lagi yang dateng ke kantin cuma bengang bengong main hape.

Nih ya bisa gue tebak, tipe ini gak tau mau ngapain tapi masih ada urusan di kampus terus gak punya temen. Ya, udah bengong di kantin aja lah! Udah gitu biasanya di kantin-kantin ini, Hotspot UI nya kenceng, iya atau iya?

 

Ada Udang di Balik Batu

Dari jauh liatin si doi via youthmanual
Dari jauh liatin si doi via youthmanual

Sepertinya kantin merupakan tempat yang paling strategis dan paling possible untuk mengintai gebetan yang sedang kita kejar. Tujuannya ke kantin ternyata ada maksud lain, demi melihat si gebetan. Pada jam-jam makan siang, mahasiswa bertipe ini sudah duduk manis sambil memperhatikan sekeliling, siapa tau gebetannya juga dateng makan siang sehingga bisa sekadar basa-basi ikutan duduk. Di bawah. Meong meong.

 

Seludang Menolak Mayang

Seludang Menolak Mayang via auflakings
Seludang Menolak Mayang via auflakingsp

 

Gak bisa dipungkiri juga kalo mungkin kantin menjadi tempat kekuasaan bagi para mahasiswa yang belagak punya nama, sampe-sampe orang lain gak boleh/ditolak untuk duduk di tempat-tempat tertentu. Mereka telah terbiasa nongkrong di tempat tersebut sampe-sampe jadi “keramat” dan ditetapkan sebagai destinasi tetap, gak ada yang berani dudukin kecuali dengan seizin empunya; padahal mah gak lebih dari meja dan kursi reot.

Ya kira-kira begitulah tipe-tipe pengunjung kantin, gak cuma di kampus UI, bisa juga di kampus-kampus lain atau bahkan di sekolah. Intinya ya sama aja; kantin itu tempat makan dan merupakan fasilitas umum yang semua orang berhak menggunakannya, asal tetap bijak dan menjaga kebersihan. Nah, dari semua tipe pengunjung di atas, kamu termasuk tipe yang mana?

Kalau Boleh Berandai-andai, 4 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Jadi Dosen Kelak

 

Mahasiswa punya dosen yang dia nggak suka. Selalu. Ya, nggak? And, with that being said, pasti ada dong dosen yang disukai, entah dari cara ngajar maupun aspek lainnya. Ada banyak mata kuliah yang harus dilalui untuk ngejar batas minimal kelulusan 144 SKS, dan nggak semua mahasiswa mengingat dosen yang bukan pengajar prodinya masing-masing. Tapi tiap mahasiswa pasti punya dosen idola dan pasti pernah terbersit, gimana ya kalo jadi dosen? Nah, buat kamu yang akan, atau setidaknya punya keinginan untuk jadi dosen, ini 4 hal yang mungkin bakal dilakukan kalau kamu beneran jadi dosen.

Bikin Soal dan Ppt Pake Meme

Presentasi kayak gini mah ga zaman! (Sumber:)
Ngejelasin materi kayak gini mah ga zaman! (Sumber:Photo Credit: Paul Stainthorp via Compfight cc)

Iya nggak? Kapan lagi?! Ketika kamu jadi pengajar, dan kamu punya wewenang atas bentuk soal dan materi ajar yang mau kamu bawakan, kenapa enggak? Seru pasti!

What if I told you, that  there is 6 basic function of language?” #meme Morpheus dari The Matrix.

I don’t always understand quantum physics, but when I do, I forgot.”

“Ketika saya belajar Politik Luar Negeri Amerika tapi ternyata UAS-nya Filsafat Timur, di situ kadang saya merasa sedih.”

Dan lain sebagainya! Bayangin betapa senengnya mahasiswa kamu ketika dosen mereka gaul dan seru abis, sampe bisa bikin soal dan ppt pake meme, meskipun nggak menjamin kalau mereka bakal ngerti ataupun bisa jawab, tapi setidaknya mereka tertarik dan ngerasa nyaman selama kuliah.

 

Keluar Lebih Cepat

Pulang lebih cepat. (Sumber:)
Pulang lebih cepat. (Sumber:Photo Credit: Parker Knight via Compfight cc)

Jadilah dosen pujaan mahasiswa yang bisa dibanggakan dengan selalu keluar lebih dulu dibanding kelas-kelas lainnya. Seru dong, siapa sih yang rela lama-lama di kelas kalo nggak ada lagi yang bisa dibahas? Malah kalau memang nggak penting, liburin aja sekalian pertemuan itu. Diskusi presentasi nggak usah lama-lama kalau emang nggak ada yang mau nanya, biar cepet nyampe kantin hihi.

 

Ngusir Mahasiswa

"Tolong tutup pinut, dari luar." (Sumber: dfmittelkom)
“Tolong tutup pintu, dari luar.” (Sumber: dfmittelkom)

Pernah diusir dari kelas? Balas dendam gih. Kalaupun kamu nggak pernah diusir, niscaya, zaman apa pun dan di mana pun, pasti ada mahasiswa yang bikin gedek mau nabok pake bantal yang diisi batre bekas. Mahasiswa yang sok nyeletuk lucu tapi failed. Basi abis. Atau emang yang struktur mukanya ngeledek kalo ngajak ngomong. Nah, usir deh tuh. Eits, tapi ngusirnya nggak sembarangan. Pake cara yang lembut dan cerdas, kayak gini nih.

*Jalan ke pintu, buka pintu kelas, terus duduk lagi di kursi dosen*

“Kipli.”

“ Iya, pak?”

“Bisa tolong tutup pintunya?”

*si kipli bergerak ke pintu dan menutup pintunya*

“Loh, Pli, siapa bilang dari dalem? Tutup pintunya dari luar.”

*kipli bengong*

Voila, kamu baru saja berhasil mengusir mahasiswa jayus dari kelas! Ibarat main game, langsung achievement unlocked.

 

Buka Kelas di Kantin

Belajar di kantin boleh juga. (Sumber: manshurzikri)
Belajar di kantin boleh juga. (Sumber: manshurzikri)

Ini harus banget. Misalnya Senin pagi pukul 8 seharusnya ada kelas dan kerja kelompok untuk studi kasus. Kagetin mahasiswa kamu ketika mereka udah ngumpul di dalem kelas, ajak mereka keluar ngebawa tasnya, dan dateng ke kantin. Suruh mereka duduk di meja berbeda sesuai dengan kelompoknya, dan kelas dimulai. Seru, dong? Mereka bisa studi kasus sambil sarapan, kamu juga bisa nimbrung ke masing-masing meja kelompok, dan cuilin makanan atau icip-icip minumannya mereka. Merekanya seru, kamu dapet sarapan gratis. Cobain deh.

See? Jadi dosen nggak selalu harus galak dan kaku kok! Lakuin aja hal-hal seru kaya hal-hal di atas. Siapa tau bisa menginspirasi mahasiswa untuk jadi dosen gaul dan inspiratif juga. Yuk, share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line kamu, biar calon-calon dosen nanti ga jadi dosen kaku dan membosankan!

 

Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

“Eh, udah jam makan siang nih. Makan, yuk?”

“Ayuk, ayuk, makan di mana?”

Begitu biasanya kalau kita-kita anak UI lagi kelaperan pas masuk waktu jeda jam kuliah, saat nungguin dosen yang katanya on time tapi ditungguinnya lama pake banget.

Kalau udah kejadian, maka hal pertama yang dilakukan adalah mencari kantin terdekat. Kalaupun akhirnya dosennya nggak masuk, tetap aja yang dicari kantin. Kantin nggak cuma buat makan tapi juga buat ngerjain tugas, dengerin curhat temen, atau ngobrol santai lucu-lucuan sama si dia yang nggak pernah tau perasaan kamu ke dia. Hiks.

Menurut Wikipedia, “Kantin” (dari bahasa Belanda: kantine) adalah ruangan dalam sebuah gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana. Jadi, nggak apa-apa tau kalau kamu bawa bekal dari rumah, yang kamu masakin spesial buat si dia. Tapi karena kamu terlalu malu buat ngasih bekalnya ke dia, jadi ya, mending kamu makan aja deh.

Ngobrolin kantin, UI bisa dikatakan sebagai ‘sarang’-nya macam-macam kantin. Dari kantin dengan masakan tradisional, sampai kantin yang menu makanannya dari negeri ginseng pun ada. Namun, dari semua kantin yang ada di UI, mana sih kantin paling asik se-UI?

Berdasarkan hasil pengamatan AnakUI.com, berikut list kantin dan kafe paling kece yang sering jadi tongkrongan anak UI dan sekitarnya.

Kancil

Kantin Fakultas Psikologi UI
Kantin Fakultas Psikologi UI (Sumber: foursquare)

Katanya sih singkatan unyu dari “kantin cikologi” atau Kantin Fakultas Psikologi. Juga dikenal dengan sebutan “Kanlam” a.k.a “Kantin Lama”, selain memang banyak ditongkrongin sama ciwik-ciwik psikologi nan bening bin pinter, kantin yang satu ini emang memorable banget buat mahasiswa ataupun alumni UI. Mungkin karena sering ketemu jodoh di sini kali, ya?

 

Kantek

Kantek (Photo by Melissa)
Kantek (Photo by Melissa)

A.k.a “Kantin Teknik”. Selain karena sering ditonkrongin mas-mas Teknik yang pernah dibahas di tulisan sebelumnya, jika kamu mau makanan enak dan murah, ke Kantek aja.

Atau jika niat berolahraga, jalan sedikit ke warung makan di daerah Kutek (Kukusan teknik; daerah kosan deket Fakultas Teknik). Beuuuhhh, enak banget lah kalau nyari makan di sana!

 

Kansas

Kansas (Sumber: Jurnalpopuler)
Kansas (Sumber: Jurnalpopuler)

A.k.a “Kantin Sastra”. Semua yang pernah kuliah di FSUI/FIB-UI  pasti tau sama Kansas (ya iyalah, paling deket gitu loch!). Konon katanya, namanya pernah berubah jadi “Kancut” a.k.a ”Kantin Kerucut” karena bentuknya yang AR-TIS-TIK ala-ala rumah indian gitu. Malah, bagi mahasiswa UI angkatan tua (iya, tua. Makanya cepetan lulus!) atau kakak-kakak alumni yang susah banget dijadiin “kakak-ade”-an sama kita-kita yang masih kuliah ini, sering menyebutnya dengan istilah “Balsem” a.k.a “Balik Semak”, karena konon katanya kalau mau ke Kansas musti lewatin semak belukar dulu. Nah, karena sekarang semaknya sudah nggak ada, jadi lah ini salah satu kantin kece di UI.

Kalau pas sepi, kantin ini cocok banget buat jadi tempat nemenin galau anak sastra yang katanya butuh inspirasi. Kalau pas rame, kantin ini cocok juga buat gokil-gokilan bareng temen. Ingat ya, temen! Bukan demen. Agak susah kalau bawa gebetan ke sini, gak percaya? Cobain aja dan rasakan sensasinya.

 

Cakor

Cafe Korea. (Sumber: audariantiii)
Cafe Korea. (Sumber: audariantiii)

A.k.a “Cafe Korea” yang juga merupakan bagian dari “Restoran Korea” di perpus pusat UI. Iya, itu nama restorannya bener-bener “Restoran Korea” liat aja plangnya. Selain cozy, tongkrongan yang satu ini juga cocok buat jadi lokasi photo shoot buat kamu-kamu yang hobi fotografi atau lagi sok-sok ngedeketin gebetan bermodalkan DSLR di tangan. Spik, spik bilang buat tugas boleh, lah.

Dan di kafe Korea, kamu juga bisa ketemu sama cowok Korea betulan! Dengerin soundtrack drama-drama Korea yang bikin inget mantan atau ngerjain tugas sambil gelesoran di lantai tiga. Tempatnya adem dan no smoking, sehat bangetlah buat fisik kamu. Fisik ya, bukan perasaan.

 

Takor

Takor UI. (Sumber: manshurzikri)
Takor UI. (Sumber: manshurzikri)

Kalau di atas ada kafe Korea, di FISIP, ada yang namanya “Takor” a.k.a “Taman Korea”. Dinamakan demikian karna interiornya bikin kamu kayak lagi makan siang bareng Gu Jun Pyo! Udah gitu, nggak jauh dari tempat makannya beneran ada tamannya, loh. Bikin melting nggak, sih?

Nggak jauh dari sana, ada lagi yang namanya “Takoru”. Bbukan, bukan cowok Jepang. Tapi “Takoru” alias “Taman Korea Baru”!  Bedanya apa sama Takor? Menunya doang. Kalau kamu mau makan berat dengan obrolan yang berat, maka kamu cocok nongkrong di Takor. Kalau kamu cuma mau lucu-lucuan dan ngemil buat nemenin diet kamu yang nggak kunjung selesai, mending nongkrong di Takoru.

 

Green T

Salah satu makanan di Green T. (Sumber: margaapsari)
Salah satu makanan di Green T. (Sumber: margaapsari)

Salah satu tempat favorit anak UI buat ngerjain tugas. Mungkin huruf “T” itu merupakan representasi dari kata “Tugas”. Abis, deket sih sama perpus. Nongkrong di Sbux kemahalan? Ya, ke Green T aja. Yang jelas, di sini Nasi Balinya enak! Plus, Banyak colokan!

 

AH  Cafe

AH Restocafe. (Sumber: upi)
AH Restocafe. (Sumber: upi)

Pengin begayaan ngajak si dia celingak-celinguk di Apple Store lalu abis itu dihajar sama makan siang? Ke AHA Cafe aja, lokasinya deket sama FE dan Apple Store. Tempatnya cozy dan romantis. Gimana nggak romantis? Abis celingak-celinguk di Apple Store, kamu bisa traktir si gebetan Double Chocolate Cake yang dijamin bakal bikin dia mesem-mesem melting sama kamu meski kamu nggak belanja di Apple Store.

 

Pengin ngirim kode banget supaya si dia mau ngajak atau diajakin kamu buat nongkrong lucu ngomongin masa depan sama kamu di salah satu kantin di atas? Share artikel ini di Twitter, Facebook, atau LINE kamu dan jangan kaget kalau besoknya kamu jadian!