Inilah Beberapa Fasilitas di UI yang Dialihfungsikan Saat Musim Ujian

Kalau berbicara tentang fasilitas di UI, sudah tentu sepuluh jempol siap diacungkan. Eh, kalian cuma punya 2 jempol ya? Ya sudah, angkat dua-duanya deh.

Sobat Anak UI, ngomong-ngomong soal ujian nih, biasanya mahasiswa Universitas Indonesia punya persiapan yang matang-matang dan unik untuk diri mereka sendiri lho, bukan hanya mental dan fisik tapi juga kesiapan belajar dan sarana belajar yang dapat mendukung. Maklum lah, kampus yang terkenal dengan slogan Veritas, Probitas, dan Iustitia ini memiliki mahasiswa yang terkenal genius, kreatif, unik dan fokus pada orientasi masing-masing individu. So, setiap individu bakal punya cara tersendiri untuk memaksimalkan kemampuan mereka sebelum bersaing pada ujian nanti.

Kamu tahu nggak sih ternyata selama masa ujian semester berlangsung, fasilitas-fasilitas dilingkungan kampus Universitas Indonesia dalam sekejap dialihfungsikan? Dialihfungsikan oleh siapa? Rektor? Dosen? Pegawai UI?

Bukan! Fasilitas-fasilitas tersebut secara tidak langsung dialihfungsikan oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Indonesia sendiri untuk kegiatan belajar mereka selama masa ujian berlangsung. Kenapa demikian, bagaimana bisa? Pasti kamu punya banyak pertanyaan. Untuk lebih jelasnya, yuk diintip beberapa tempat-tempat tersebut dibawah ini.

 

BACA JUGA: Siapa Bilang UAS Cuma Bikin Stress Doang? Nih, Hikmah Tersembunyi di Balik UAS!

 

Kantin dan Lobi Asrama Universitas Indonesia

Wah kantinnya luas dan pewe banget kan keliatannya? (via asrama.ui.ac.id)

Hayo, siapa yang bukan anak Asrama UI tapi sering berkunjung ke Asrama UI untuk kerja kelompok, tutor, diskusi dan mentoring? Pasti banyak diantara kalian yang pernah, ya kan? Asrama Universitas Indonesia ini memang memiliki kantin yang cukup nyaman lho, makanan di sana terkenal murah-murah dan enak-enak, memiliki fasilitas makan yang memadai dan wifi yang on hampir 24 jam.

Di zona-zona fokus seperti zona ujian sekarang, Asrama UI sering dijadikan perkumpulan para mahasiswa untuk sharing materi kuliah, baik itu di kantin yang seharusnya menjadi tempat makan, atau di lobi. Biasanya, sih, kalau kantin sudah kepenuhan, spot kedua yang dijadikan alternatif adalah daerah lobi. Kanan kiri mahasiswa, depan belakang mahasiswa, padat merayap oleh himpunan mahasiswa.

Lobi Asrama UI seringkali dijadikan tempat mahasiwa duduk-duduk membentuk lingkaran untuk berdiskusi lho. Bukan hanya itu, saking nggak ada tempat lain untuk bisa belajar, terkadang beberapa mahasiswa sampai rela berdiskusi di selasar-selasar. Maksa banget, ya? Itulah keunikannya. Selain itu, fasilitas yang menjamin kenyamanan di sini juga adalah pusat pemberangkatan dan pemberhentian bus kuning. Bus kuning biasa beroperasi dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam di hari Senin-Jumat dan jam 7 pagi sampai jam 5 sore dihari Sabtu. Nah, hal tersebutlah yang kerap kali dijadikan alasan para mahasiswa untuk belajar di Asrama Universitas Indonesia. Selain nyaman, wifi aman, transportasi terjamin. Wah, patut dicoba nih!

 

Selasar Perpustakaan UI

Ada yang pernah nekat belajar di depan gate in? (via elibrary.bsi)

Tempat kedua adalah selasar perpustakaan Universitas Indonesia. Tahu nggak sih, pada musim ujian ini, kegiatan belajar atau berdiskusi bukan hanya dilakukan di dalam perpustakaan saja lho, tapi juga di selasar-selasar Perpusat contohnya di selasar pintu masuk, di depan Bank Mitra UI, di depan kantor pos, bahkan pintu keluar di dekat Restoran Korea. Kalian pasti sering melihat perkumpulan-perkumpulan mahasiswa yang duduk di spot-spot tersebut, bukan? Nah, itu sebagai bukti kalau mahasiswa UI menyambut antusias musim ujian mereka.

Lingkungan Perpustakaan Universitas Indonesia memang tidak hanya menyediakan fasilitas berskala besar sampai berskala kecil, tapi juga menyediakan fasilitas tambahan yang mungkin tidak semua orang dapat terpikir sampai kesana. Contohnya saja dapat dilihat dari kebersihan dan keluasan lantai di Perpustakaan Universitas Indonesia. Untuk apa tepatnya kita bisa lihat pada masa ujian, lantai-lantai tersebut sangat berguna untuk mahasiswa ketika belajar bersama, tutor, sharing dan mentoring.

 

Bis Kuning

Belajar di Bikun asik juga.

Tempat yang selanjutnya adalah Si Kuning tanpa tanda jasa. Hujan angin selalu ada, badai petir setia bersama. Itulah Bis Kuning Universitas Indonesia. Lah kok puitis banget?

Karena kesibukan yang padat, belum sempat belajar dan terlambat masuk kelas, terpaksa Bis Kuning ini jadi tempat andalan untuk belajar kilat. Hayo siapa yang pernah bahkan sering belajar atau membaca dalam Bis Kuning? Sadar nggak sih secara nggak langsung kamu salah satu mahasiswa yang telah mengganti fungsi bus ini menjadi fungsi yang lain, yaitu tempatmu belajar. Namun, hal tersebut sangatlah wajar dan memang sering dilakukan.

Pada masa ujian, biasanya bus kuning tercinta ini akan dipenuhi mahasiswa UI yang membawa note berupa secarik kertas ataupun potokopian temennya untuk bekal pembelajaran mereka sebelum ujian dimulai. Selain itu, beberapa mahasiswa kadangkala melakukan diksui kecil. Tidak peduli dalam posisi duduk atau berdiri, berdesak-desakan atau tidak, para mahasiswa ini masih bisa fokus lho, keren, ya? Secara, Anak UI gitu lho. Melihat gerak-gerik mahasiswa tersebut, sopir bus kuning sendiri kadang cepat tanggap dan maklum. Mereka menghargai para mahasiswa dengan cara mereka sendiri, yaitu mematikan musik di dalam bus demi tercapainya pemahaman para mahasiswa sebelum ujian.

 

Kamar Mandi/Toilet

Belajar sepi sendiri. (via fisip.ui.ac.id)

Selanjutnya adalah kamar mandi maupun toilet. Percayalah pasti kalian pernah melihat seseorang masuk ke dalam toilet sambil membawa buku dan catatan. Ngapain? Jelas belajar. Di dunia ini, bahkan di Universitas Indonesia sendiri ada juga lho beberapa mahasiswa yang memang lebih fokus belajar di tempat-tempat sepi seperti misalnya kamar mandi atau toilet. Terutama toilet Universitas Indonesia yang kenyamanannya terjamin. Selain bersih, rapih juga strategis. Asal jangan pas ujian aja ke toilet terus buka hape. Hehe.

Mahasiwa yang senang belajar di kamar mandi cenderung menyukai ketenangan, suka menyendiri dan tidak ingin proses belajarnya terganggu oleh suara siapapun terkecuali suara air. Memasuki masa ujian, biasanya mahasiswa yang belajar di kamar mandi akan memilih waktu pada siang dan sore hari. Gila, di kamar mandi ngapain aja? Biasanya, proses belajar di kamar mandi hanya untuk mata kuliah berbasis pemahaman dan hafalan saja, kok. Keheningan dan ketenangan di kamar mandi itu sendiri dapat mendukung cepatnya daya tangkap otak. Well, kalau kalian ingin mencoba seperti mereka, pastikan kamar mandi di rumah atau kos kalian bersih, ya!

 

BACA JUGA: Ini Dia Tipe-tipe Mahasiswa Saat Menghadapi UAS, Kamu Termasuk yang Mana?

 

Nah, itulah beberapa dari fasilitas di Universitas Indonesia yang secara tidak langsung dialihfungsikan oleh para mahasiswanya untuk kegiatan belajar mereka saat masa ujian. Unik dan bermacam-macam, ya, cara setiap orang untuk belajar? Kamu ingin mencobanya? Jika iya, selamat mencoba. Jangan lupa juga share ke temen-temen kamu informasi ini biar kamu bisa beramai-ramai mencoba. Selamat Ujian!

Ini Dia Tipe-tipe Mahasiswa Saat Menghadapi UAS, Kamu Termasuk yang Mana?

UAS? Itu apaan sih? Sejenis makanan, minuman, pakaian, atau perumahan sih? Kok banyak ya anak kuliahan yang sering update status gelisah, mendadak mau nikah, bahkan kejang-kejang saat denger UAS?

UAS adalah sejenis ujian hidup bagi para mahasiswa yang sedang berusaha menaikkan derajat harga diri mereka di mata banyak orang. Bahasa formalnya, UAS merupakan Ujian Akhir Semester, di mana banyak para pelajar, baik anak sekolahan yang unyu-unyu hingga mahasiswa yang keunyuannya luntur, berharap mendapatkan keajaiban saat mengisi soal yang diberikan pengajar mereka. Buat para mahasiswa, UAS merupakan kegiatan yang memerlukan banyak persiapan, dari persiapan belajar, sampai persiapan menjadi politikus ulung yang menggunakan berbagai kalimat diplomatis guna dijadikan alasan terbaik untuk meratapi hasil ujian mereka. Di saat UAS jugalah kita bisa tahu berbagai karakter mahasiswa di sekitar kita.

 

Mahasiswa Rajin Membaca

Saking rajinnya, di kereta juga baca buku. Uhuk. (via brilio.net)
Saking rajinnya, di kereta juga baca buku. Uhuk. (via brilio.net)

Kekuatan utama UAS adalah kemampuannya membuat para mahasiswa menjadi gemar ke toko buku atau perpustakaan. Sebagaimana data yang dikeluarkan UNESCO pada 2012, minat baca di Indonesia hanya 0,001, yang artinya cuma satu orang yang doyan baca dari 1.000 orang. Nah, dengan adanya UAS, minat baca para mahasiswa tiba-tiba meningkat. Perpustakaan yang tadinya hanya menjadi tempat nongkrong mahasiswa tingkat akhir, tiba-tiba membludak oleh para mahasiswa yang bakal ikut UAS. Toko buku yang tadinya didatangi hanya mencari novel atau komik, tiba-tiba kehabisan stok bahan belajar berbagai bidang konsentrasi keahlian. Nggak cuma itu, commuter line yang biasanya diisi oleh mahasiswa-mahasiswi yang sibuk bermain smartphone atau mengobrol, sekarang pegangannya berubah menjadi print out bahan kuliah atau buku catatan loh.

Nah, biasanya para mahasiswa yang rajin baca di saat UAS ini, bakal menjadi sosok yang berubah secara intelektual. Dari yang cuma tahu 1+1=2, jadi tahu kalau 2+2=4. Orang-orang yang rajin baca saat UAS biasanya adalah orang yang memiliki intelektual yang tinggi, lebih tinggi dari tingkat intelektualnya sebelum UAS. Bahkan, karena UAS juga, statistik minat membaca selama sepekan itu bisa naik drastis. Hebat kan?!

 

Mahasiswa Rajin Menulis

Nyatet sendiri atau fotocopy catetan temen ya? (via anakui.com)
Nyatet sendiri atau fotocopy catetan temen ya? (via anakui.com)

The power of UAS selanjutnya adalah kemampuannya menjadikan para mahasiswa rajin menulis! Kekuatan yang hanya dimiliki UAS dalam keterlibatan mahasiswa rajin dan pandai menulis. Para mahasiswa yang mulanya nggak doyan nulis di kelas, semasa UAS mereka bisa berubah drastis. Berbagai gaya bahasa mereka gunakan, mulai dari bahasa planetnya sampai bahasa puitis, saat mencatat di lembar kertas kecil berukuran 2×2 sampai 4×4 cm. Pokonya cuma dia yang tahu maksud dari artikel mini buatannya itu. Ada juga sih yang rajinnya bukan menulis, tapi motokopi tulisan orang ehehehe.

Catatan yang kosong melompong saat kuliah, karena kekuatas UAS, mereka jadi penulis terbaik yang tahu dimana celah dan paragraf terbaik diletakkan. Selain itu, kemampuan ini juga mereka keluarkan saat pengisian di lembar jawaban ketika udah mentok nggak tau mau jawab apa. Ya itung-intung upah nulis lah ya.

 

BACA JUGA: Ujian Kok Masih Nyontek, Inikah Mahasiswa?

 

Mahasiswa Sangat Agamis

Berdoa dulu biar dilancarkan. (via mtqmn14)
Berdoa dulu biar dilancarkan. (via mtqmn14)

The miracle of UAS yang lain adalah kemampuannya mengubah mahasiswa menjadi taat beribadah dan religius.

Kok bisa?

Banyak mahasiswa saat musim UAS lebih sering mengunjungi tempat ibadah untuk berdoa. Berdoa untuk memperlancar seluruh kegiatan UASnya, berdoa untuk selalu disehatkan semasa UAS, dan berdoa meminta pertolongan terakhir karena gak bisa jawab soal ujian. Nggak cuma itu, mereka juga biasanya membuat status di media sosial berupa pernyataan minta maaf atas salah kata, dan meminta doa agar diperlancar saat ujian. Bahkan, mereka selalu berserah diri kepada Tuhan untuk semua hasil saat mengerjakan soal ujian, mulai dari berserah diri karena ia merasa bisa maupun berserah diri karena sudah dibuat menangis batin oleh soal ujian.

 

Mahasiswa Hadir Tepat Waktu

“Tag-in dong!” (via afraafifah)

Kalau biasanya para mahasiswa merasa malas saat kelas reguler bahkan sengaja telat datang ke kelas, tapi gara-gara UAS, mereka selalu datang tepat waktu. Ada yang datang berbarengan dengan pengawas, ada yang datang setelah pengawas baru masuk, ada yang datang sebelum pengawas masuk, bahkan ada yang sudah datang ke kelas pagi-pagi buta sambil bantu petugas kebersihan nyapu dan ngepel kelas! Wah rajin dan semangat sekali mereka!

Kekuatan UAS ini juga bisa membuat mereka yang nggak pernah masuk kelas, jadi pelopor ketepatan waktu. Mereka yang nggak pernah masuk di perkuliahan reguler, bakal menjadi orang yang tercepat ketika mengerjakan soal. Gimana nggak cepat, wong mereka aja nggak tau mau ngisi apa! Ngasal deh!

 

Mahasiswa Banyak Mendadak Diare

Mencari sebuah inspirasi (via keepo.e)
Mencari sebuah inspirasi (via keepo.me)

Nah, tipe terakhir adalah penyakit yang disebabkan UAS. Banyak banget mahasiswa yang saat ujian berlangsung meminta ijin ke kamar mandi dengan alasan buang air. Namun, ketika diberikan ijin, mereka tak kunjung kembali! Entah mereka bunuh diri, atau diare. Biasanya, mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang selalu mendapatkan inspirasi saat nongkrong di kamar mandi. Inspirasi berupa wahyu dari alam pikirannya, atau dari alam pikiran mbah gugel.

 

BACA JUGA: Untuk Kamu yang Selalu Khawatir Sama Teman yang Keluar Duluan Saat Ujian Semester

 

Nah, kamu tipe mahasiswa yang mana? Saya yakin kalian merupakan mahasiswa yang selalu bijak dalam menggunakan akal, mental, dan pikirannya ketika mengerjakan UAS, serta gadget. *eh. Jangan lupa bagikan artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar kalian bisa menentukan diri dan tipe mahasiswa yang seperti apakah kalian?!

Momen-momen “Surga” yang Dirindukan Oleh Mahasiswa

 

Kalau membicarakan kisah-kisah seram tentang UI kayaknya kamu pasti tau deh, ya. Nah, kali ini kami mengumpulkan kisah-kisah seru yang bikin kamu merasa bersyukur dan berbahagia karena telah menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia!

Beberapa kisah berikut ini rasanya too good to be true tapi memang kenyataan yang ada menunjukkan hal-hal ini bahkan beberapa di antaranya sering terjadi beberapa kali. Perlu dicamkan baik-baik bahwa hal ini mungkin hanya terjadi di lingkungan perkuliahan, jadi siap-siap untuk senyum-senyum simpul atau ketawa kegirangan.

Apaan sih? Penasaran banget apa penasaran aja? Yuk, check it out!

Kisah Quiz Mendadak

Dikasih quiz tapi dosen gak masuk. Ya, gitu deh... via nursingfirstaidfikui
Dikasih quiz tapi dosen gak masuk. Ya, gitu deh… via nursingfirstaidfikui

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa sudah menunggu lama. Sang dosen pun tak kunjung tiba. Selang beberapa waktu berlalu, datang seorang petugas administratif bertanya, “Di sini siapa ketua kelasnya?”, lalu seorang mahasiswa berdiri dan mereka pun berbisik-bisik.

Tak lama kemudian, sang ketua kelas menulis sebuah pengumuman penting di papan tulis, pengumuman tersebut berbunyi “Dosennya nggak masuk, tapi tugasnya kita disuruh ngerjain quiz. Kalau nggak ngerjain akan dianggap tidak hadir di kelas.”

Sontak, kelas pun riuh bergembira. Quiznya dikerjakan sih, tapi nggak tau cara ngerjainnya gimana. Tebak-tebak sendiri lah ya. :p

 

Kisah Absensi

Ke kampus cuma isi daftar hadir gara-gara dosen gak masuk via bem
Ke kampus cuma isi daftar hadir gara-gara dosen gak masuk via bem

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa sudah menunggu lama. Sang dosen pun tak kunjung tiba. Lalu tiba sang ketua kelas, ia maju dengan gagah berani di depan kelas dan berkata dengan lantang “Dosennya nggak masuk, hari ini kita cuma perlu isi daftar hadir! Abis itu boleh pulang.”

Sontak, kelas pun riuh bergembira.

 

Kisah Bikin Tugas

Dosen gak masuk sih, tapi tugasnya tetep masuk via commdeptfisip
Dosen gak masuk sih, tapi tugasnya tetep masuk via commdeptfisip

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok untuk mengerjakan tugas kuliah. Lalu dalam suatu kelompok, sebut saja Emon, mahasiswa yang setiap hari cuma celingak-celinguk kalau ada tugas kelompok, tiba-tiba si ketua kelompok berkata padanya, “Mon, lu bikinin PPT-nya yah.”

Sontak, Emon pun bergembira. Karena memang cuma itu yang dia bisa. Sungguh itu adalah hari yang berbahagia bagi Emon.

 

Kisah Dosen Sakit

Bukan seneng dosen sakit sih, tapi alhamdulillah selamet dari hukuman via eeshape
Bukan seneng dosen sakit sih, tapi alhamdulillah selamet dari hukuman via eeshape

Alkisah di suatu kelas, para mahasiswa sudah menunggu lama. Sebagian dari mereka khawatir karena seharusnya hari ini tugas yang membuat jantung berdebar-debar itu tiba saatnya untuk dikumpul dan ketahuilah, sebagian dari mereka belum ada yang mengerjakannya. Sama sekali. Namun, terkadang malaikat tak bersayap, bisa saja ia berwujud seorang petugas administrasi yang datang tiba-tiba dan memberikan pengumuman penting, “Dosennya gak masuk ya, katanya lagi sakit. Mungkin diare. Kalian libur hari ini.” Tapi klo dosennya kaya gini pasti kamu jadi rajin masukkan?

 

Kisah Seminar Di Kampus

Gak belajar sih, tapi harus ikut seminar via uiupdate
Gak belajar sih, tapi harus ikut seminar via uiupdate

 

Dosen: “Ya betul, ada apa ya?”

Sang petugas administrasi pun masuk ke dalam kelas dan berbisik-bisik dengan sang dosen. Sang dosen tampak mengangguk-angguk dan bergumam “Oh gitu, baiklah.”

Tak lama, sang dosen membuat pengumuman penting : “Oke class, Hari ini kita kedatangan Prof. Anu dari Institusi Anu, kelas ini diwajibkan untuk menghadiri seminarnya. Karena itu, kelas hari ini kita bubarkan. Kalian nanti isi daftar hadir di sana ya.”

Sontak, kelas pun riuh bergembira. Entah sejak kapan mahasiswa bisa segembira ini kalau ada seminar. Mungkin zaman telah berubah. *sigh*

Nah, kamu punya kisah seru lainnya yang pengen diceritakan? Yuk bagikan kisah seru kehidupanmu jadi mahasiswa di UI dengan mengetiknya di comment box! Kisah yang paling seru akan kami naikkan di postingan berikutnya.

Eits ada lagi nih soal dosen-dosen yang di anggap killer oleh mahasiswa tapi ternyata punya hati emas loh! Berikut tulisan yang wajib kamu baca: Kata Mahasiswanya, Ini Dosen-dosen UI yang Dianggap ‘Killer’

Bagikan kisah seru ini di Facebook, Twitter dan LINE kamu agar kebahagiaan kamu tersebar ke seluruh dunia! Yeah!

 

Untuk Kamu yang Selalu Khawatir Sama Teman yang Keluar Duluan Saat Ujian Semester

Pernahkah kamu merasa bahwa ujian semesteran, baik UTS atau UAS, itu mengerikan? Mungkin bahkan lebih mengerikan ketimbang disamperin Annabelle. Karena Annabelle nggak nyeremin sebenarnya, cuma ngagetin aja. Kadang ujian juga gitu sih, tiba-tiba aja besok udah ujian semester. Kan KZL.

Nah, di saat kita udah setengah mampus belajar pake sistem SKS a.k.a Sistem Kebut Semalem sampe mata belo. Selaluuu aja ada hal-hal yang bikin kamu spaneng saat ujian semester tiba, meski seminggu sebelumnya udah dikasih minggu tenang. Ya, karena sebenernya minggunya nggak tenang-tenang banget.

Salah satu hal yang paling menyebalkan saat ujian semester adalah saat teman sekelas kamu yang sedari minggu tenang kerjanya cuma main game, nonton film terkini, belanja-belinji, dan hidupnya tenang-tenang saja tetiba keluar duluan di hari pertama ujian. Mereka keluar kelas saat ujian mata kuliah pertama di hari pertama! Kebayang kan keselnya gimana?!

Nggak ada salahnya sih keluar duluan, tapi tahukah kamu, nggak semuanya loh mahasiswa yang keluar duluan saat ujian semester itu menandakan kalau dia pintar atau menyelesaikan semua soal dalam waktu yang cepat? Buat kamu yang selalu khawatir sama teman kamu yang keluar duluan bisa jadi dia itu tergolong kaum-kaum berikut:

 

Individualis

Mungkin si indivudualis ini seperti Squidward. (Sumber: fanpop)
Mungkin si indivudualis ini seperti Squidward. (Sumber: fanpop)

Menurut Wikipedia, individualis adalah manusia yang memiliki kemerdekaan pribadi dan tidak memikirkan masyarakat sekitar.

Yak, betul! Kalau kamu punya temen yang kayak gini, tenang aja. Dia mungkin tidak pintar. Dan belum tentu juga kamu lebih pintar dari dia. Yang jelas kamu dianggapnya sebagai ‘masyarakat sekitar’ yang harus berjuang sendiri untuk mencapai tujuannya. Nah, tahu sendiri deh apa yang harus kamu lakukan kalau dia, suatu waktu minta tolong ke kamu untuk bantu dia deketin sama siapa gitu.

 

Emang Pinter Dari Sononya

5284908615_c47d3ff088_o
Kalau si pinter mah, mau ngapain lama-lama di kelas? (Sumber:Photo Credit: eltpics via Compfight cc)

Mau dia belajar kek, nggak belajar kek, kaum yang satu ini memang sudah dibekali dengan kemampuan menyerap pengetahuan secara instan. Meski jarang, kemungkinan hadirnya manusia seperti ini di kelas kamu tetap masih 1:10. Jadi, kalau ketemu dia baik-baikin aja. Siapa tau dikasih suratan kecil di wc yang harus kamu baca saat kamu pura-pura izin buang air kecil. :p

 

Cuek Bebek

"Tidur aja, deh." (Sumber:)
“Tidur aja, deh.” (Sumber:Photo Credit: udt007us via Compfight cc)

Nah, ini entah dia kebanyakan duit atau entah karena nggak ada beban hidup kita tak akan mudah menebaknya. Yang jelas, dia udah “bodo amat lah ya”-sama keadaan sekitar. “Mau nilai jelek kek, mau bagus kek, mau belajar kek, mau kagak kek, ngapain gue lama-lama di kelas. Mending gue nongkrong di kantin.” – begitulah kira-kira pemikiran mereka.

Jadi, jangan heran kalau ada teman kamu yang suka ketiduran saat UAS mungkin dia salah satu golongan dari mereka. Yang kalau ditanya “UTS/UAS dapat nilai apa?” Jawabnya cuma “Ehehe, ya gitu deh.” *lalu melengos*

 

Pasrah

g1361744086231661107
Pasrah aja, deh! (Sumber: weknowmemes)

Tipe terakhir ini paling menyedihkan sih, sesuai namanya, ya pasrah aja. Ujian udah mulai ini. Jalanin aja dulu. Kalau udah keisi semua ya serahin ajalah ya sama Tuhan dan dosen.

Semoga kamu tidak termasuk di dalamnya.

Nah, buat kamu yang selalu merasa bumi ini gonjang-ganjing kalau ada teman kamu yang keluar duluan saat UTS/UAS, sekarang kamu tidak perlu khawatir. Karena mungkin saja, jawaban mereka belum tentu benar semua. Dan mungkin saja, kamu tetap bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari mereka.

Semoga kamu siap untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian terdekat yah! Yuk, share tulisan ini lewat FACEBOOK, TWITTER, dan LINE, kamu agar temanmu yang lain nggak ikutan merasa hopeless kalau musim ujian semeteran datang lagi!

Yang semangat ya… Kamu. Iya… Kamu yang manis di sana.

Kalau Boleh Berandai-andai, 4 Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Jadi Dosen Kelak

 

Mahasiswa punya dosen yang dia nggak suka. Selalu. Ya, nggak? And, with that being said, pasti ada dong dosen yang disukai, entah dari cara ngajar maupun aspek lainnya. Ada banyak mata kuliah yang harus dilalui untuk ngejar batas minimal kelulusan 144 SKS, dan nggak semua mahasiswa mengingat dosen yang bukan pengajar prodinya masing-masing. Tapi tiap mahasiswa pasti punya dosen idola dan pasti pernah terbersit, gimana ya kalo jadi dosen? Nah, buat kamu yang akan, atau setidaknya punya keinginan untuk jadi dosen, ini 4 hal yang mungkin bakal dilakukan kalau kamu beneran jadi dosen.

Bikin Soal dan Ppt Pake Meme

Presentasi kayak gini mah ga zaman! (Sumber:)
Ngejelasin materi kayak gini mah ga zaman! (Sumber:Photo Credit: Paul Stainthorp via Compfight cc)

Iya nggak? Kapan lagi?! Ketika kamu jadi pengajar, dan kamu punya wewenang atas bentuk soal dan materi ajar yang mau kamu bawakan, kenapa enggak? Seru pasti!

What if I told you, that  there is 6 basic function of language?” #meme Morpheus dari The Matrix.

I don’t always understand quantum physics, but when I do, I forgot.”

“Ketika saya belajar Politik Luar Negeri Amerika tapi ternyata UAS-nya Filsafat Timur, di situ kadang saya merasa sedih.”

Dan lain sebagainya! Bayangin betapa senengnya mahasiswa kamu ketika dosen mereka gaul dan seru abis, sampe bisa bikin soal dan ppt pake meme, meskipun nggak menjamin kalau mereka bakal ngerti ataupun bisa jawab, tapi setidaknya mereka tertarik dan ngerasa nyaman selama kuliah.

 

Keluar Lebih Cepat

Pulang lebih cepat. (Sumber:)
Pulang lebih cepat. (Sumber:Photo Credit: Parker Knight via Compfight cc)

Jadilah dosen pujaan mahasiswa yang bisa dibanggakan dengan selalu keluar lebih dulu dibanding kelas-kelas lainnya. Seru dong, siapa sih yang rela lama-lama di kelas kalo nggak ada lagi yang bisa dibahas? Malah kalau memang nggak penting, liburin aja sekalian pertemuan itu. Diskusi presentasi nggak usah lama-lama kalau emang nggak ada yang mau nanya, biar cepet nyampe kantin hihi.

 

Ngusir Mahasiswa

"Tolong tutup pinut, dari luar." (Sumber: dfmittelkom)
“Tolong tutup pintu, dari luar.” (Sumber: dfmittelkom)

Pernah diusir dari kelas? Balas dendam gih. Kalaupun kamu nggak pernah diusir, niscaya, zaman apa pun dan di mana pun, pasti ada mahasiswa yang bikin gedek mau nabok pake bantal yang diisi batre bekas. Mahasiswa yang sok nyeletuk lucu tapi failed. Basi abis. Atau emang yang struktur mukanya ngeledek kalo ngajak ngomong. Nah, usir deh tuh. Eits, tapi ngusirnya nggak sembarangan. Pake cara yang lembut dan cerdas, kayak gini nih.

*Jalan ke pintu, buka pintu kelas, terus duduk lagi di kursi dosen*

“Kipli.”

“ Iya, pak?”

“Bisa tolong tutup pintunya?”

*si kipli bergerak ke pintu dan menutup pintunya*

“Loh, Pli, siapa bilang dari dalem? Tutup pintunya dari luar.”

*kipli bengong*

Voila, kamu baru saja berhasil mengusir mahasiswa jayus dari kelas! Ibarat main game, langsung achievement unlocked.

 

Buka Kelas di Kantin

Belajar di kantin boleh juga. (Sumber: manshurzikri)
Belajar di kantin boleh juga. (Sumber: manshurzikri)

Ini harus banget. Misalnya Senin pagi pukul 8 seharusnya ada kelas dan kerja kelompok untuk studi kasus. Kagetin mahasiswa kamu ketika mereka udah ngumpul di dalem kelas, ajak mereka keluar ngebawa tasnya, dan dateng ke kantin. Suruh mereka duduk di meja berbeda sesuai dengan kelompoknya, dan kelas dimulai. Seru, dong? Mereka bisa studi kasus sambil sarapan, kamu juga bisa nimbrung ke masing-masing meja kelompok, dan cuilin makanan atau icip-icip minumannya mereka. Merekanya seru, kamu dapet sarapan gratis. Cobain deh.

See? Jadi dosen nggak selalu harus galak dan kaku kok! Lakuin aja hal-hal seru kaya hal-hal di atas. Siapa tau bisa menginspirasi mahasiswa untuk jadi dosen gaul dan inspiratif juga. Yuk, share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line kamu, biar calon-calon dosen nanti ga jadi dosen kaku dan membosankan!

 

Adik SMA Pengen Berhasil Diterima di UI atau PTN Lain? Jangan Lakuin Hal-hal Ini Ya!

Hai, dedek-dedek unyu yang baru selesai UN dan nggak jadi bikini party!

Selamat, ya,untuk adik-adik yang sudah melewati masa-masa hiperbola saat menjalani Ujian Nasional. Meski tahun ini UN-nya tidak menentukan kelulusan kalian dari SMA/sederajat, tetap saja, yang namanya UN bikin bumi pertiwi gonjang-ganjing.

Tapi tahukah kamu? Sebenernya di tahun 2014 lalu, siswa/siswi SMA/sederajat se-Indonesia punya kemungkinan lulus UN sebesar 99,9%! Wuiih… tinggi banget, yak? Ya, memang! Dari tahun ke tahun itu tingkat kelulusan SMA/sederajar itu gede banget hampir pasti di atas 98%. Artinya peluang kamu sebetulnya sangaaat keciiill kalau sampe nggak lulus UN SMA atau UN SMK. Nah, apalagi kalau sekarangm UN tidak menentukan kelulusan kamu dari SMA. Memang dunia lagi lebay aja kalau UN lagi ngehits-ngehitsnya.

Nah, sekarang kamu sudah sadar kan, kalau UN sebenernya nggak seseram yang selama ini kamu bayangkan? Kamu nggak perlu lagi takut diputusin atau mutusin pacar hanya karena dia nggak lulus UN dan punya masa depan yang nggak jelas. Meski sebenernya masa depan kamu nggak jelas-jelas banget juga. Jadi, apa sih tantangan hidup yang sebenernya usai Ujian Nasional?

Tak lain dan tak bukan adalah…. ujian masuk perguruan tinggi. Terutama, perguruan tinggi negeri. Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, ujian masuk perguruan tinggi itu ada 4 jalurnya, kamu baca sendiri lah di sini.

Pada saringan SBMPTN 2014 yang lalu, cuma 104.862 siswa yang lolos dari total 664.509 peserta, artinya cuma sekitar 15,78%  siswa yang lolos SBMPTN 2014! Sekarang kamu bisa lihat kalo persentasenya jaauuuh bangeeet sama peluang kamu buat sekedar lulus UN SMA/SMK.

“Lalu, apa kabar Kak kalau aku maunya masuk UI? Gimana peluangku?” Coba kamu hitung dan baca-baca sendiri ketatnya persaingan masuk UI di sini deh.

Tapi, di artikel kali ini, penulis tidak akan menulis seputar berapa besar peluang kamu untuk masuk Universitas Indonesia. Melainkan akan membahas mitos-mitos yang mungkin saat ini kamu yakini karena dulu kakak-kakakmu yang sekarang kece itu dulu juga percaya sama mitos-mitos ini, yang sebenarnya ini SAMA SEKALI NGGAK MENOLONG KAMU UNTUK LULUS UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI. Betul. Tuh, udah huruf kapital dan dikasih bold. Kalau masih ngoyo buat melakukan hal-hal di bawah ini, ya tanggung risiko sendiri, yah.

“Apa aja sih kak mitos-mitosnya?” Nih:

Ngapalin tipe soal SBMPTN/SNMPTN tahun-tahun lalu

Percuma Ngapalin tipe soal SBMPTN/SNMPTN tahun-tahun lalu (Sumber:)
Percuma ngapalin soal tahunlalu (Sumber:Photo Credit: francisco_osorio via Compfight cc)

Jangan dilakukan deh! Jujur aja, kamu baca sampai botak, sampai itu buku soal kamu sobek, terus dibakar terus diisep abunya,  ujung-ujungnya nggak akan ada soal yang paling tidak mirip bakal keluar di soal ujian SBMPTN/SNMPTN! Itu cuma jualan abang-abang yang gelar lapak depan gerbang kampusya aja! Mahal lagi bukunya!

Kenapa? Kok gitu? Ya karena yang bikin dosen!

Ujian masuk perguruan tinggi sangatlah berbeda dengan Ujian Nasional. Memang ada soal-soal yang kamu pelajari saat di bangku SMA/SMK/Sederajat. Namun, ketahuilah di ujian masuk perguruan tinggi kamu dituntut untuk punya pengetahuan yang umum. Sering baca koran, baca buku ilmiah selain buku pelajaran tentunya akan sedikit banyak membantu. Jujur saja, penulis punya hobi baca ensiklopedia di waktu senggang dan 5 dari 10 pertanyaan ujian masuk perguruan tinggi keluar dari ensiklopedia yang saya baca. Tapi, jangan sekali-sekali nyobain ngapain ensiklopedia di malam sebelum ujian yah, karena pasti hasilnya ngablu.

Intinya, ujian kali ini nggak bisa hanya mengandalkan latihan soal dan hafalan sehari semalam!

Cuma Mengandalkan Satu Jalur Masuk

Coba banyak jalur emang bikin belajar mulu sih. (Sumber:)
Coba banyak jalur emang bikin belajar mulu sih. (Sumber:Photo Credit: Butz.2013 via Compfight cc)

Nggak sedikit pelajar SMA/SMK/Sederajat beranggapan, banyak ujian itu makan banyak waktu dan biaya, belum belajar ini-itu untuk ujian yang berbeda-beda. Akhirnya, karena menghindari keribetan ujian masuk, dipilihlah satu jalur saja.

Percayalah, kalau kamu lakukan hal tersebut, ini sama saja dengan yang namanya bunuh diri. Iya, b.u.n.uh. d.i.r.i! Kenapa? Karena nyadar aja deh, kamu lulus satu ujian saja sudah cuup beruntung. Keberuntunganmu akan cepat habis kalau kamu hanya menggunakannya satu kali.

Intinya, makin banyak jalur yang kamu pilih, semakin besar peluang kamu untuk lulus. Karena kalau satu jalur nggak lulus, masih bisa ‘ngeles’ lewat jalur lainnya.

 

Kelamaan Mikir Mau Daftar Jurusan Apa

Kebanyakan mikir. Duh, pusing pala Barbie. (Sumber:)
Kebanyakan mikir. Duh, pusing pala Barbie. (Sumber:Photo Credit: CollegeDegrees360 via Compfight cc)

Oke, kamu punya tekad untuk masuk UI. Itu bagus. Sangat bagus  malah. Tapi kemudian, apa yang biasanya kamu pikirkan?

“Duh, ternyata yang namanya kuliah, jurusannya banyak. Pilih yang mana, yah?”

“FK apa FH ya? Eh, jangan. FE aja deh, alumninya banyak yang sukses, etapi kalau masuk Psiko ceweknya cakep-cakep

Serius deh, jangan lakukan ini. Mending kamu tanyakan diri kamu sukanya bidang apa, kalau sudah lulus mau berkarir sebagai apa, baru tentukan jurusan kamu. Jangan karena ikut-ikutan teman atau karena pengen cari pacar. Percaya deh, kalau sudah kuliah, pacar yang nyariin kamu!

 

Nggak Mau Tau Jurusannya Apa, yang Penting Kuliah

"Duh, kayaknya gue salah jurusan deh." (Sumber:)
“Duh, kayaknya gue salah jurusan deh.” (Sumber:Photo Credit: quinn.anya via Compfight cc)

Yang ini masih sebelas-dua belas kelakuannya sama kayak di atas. Ini juga cari mati.

“Pokoknya aku mau masuk UI! Titik!” – ungkap Siska yang bersikeras masuk UI hanya demi gengsi karena teman-temannya juga masuk UI tapi dia sendiri nggak tau mau ke mana dan ngapain.

Kalau lulus ujian, Siska akan menyesal di akhir semester pertama,

“Duh, harusnya gue nggak milih jurusan ini, mata kuliahnya nggak banget!”

Itu kalau beruntung, kalau dia nggak beruntung yaa nggak tau juga.

Universitas Indonesia itu guuuuuueeeedeee banget, fakultasnya banyak, mahasiswanya juga bejibun. Nggak usah khawatir kamu nggak dapat teman, yang namanya kuliah pasti dapat teman baru. Minimal TTM-an yang kamu temuin waktu bantuin kamu ujian… di WC.. bantuin jagain WC-nya maksudnya.

Nah, masih mau nyobain mitos-mitos yang bisa bikin masa depan kamu semakin nggak jelas?

Mending sekarang kamu share artikel ini di Twitter, Facebook atau LINE kamu!  Agar teman-teman kamu, pacar kamu, atau friendzone-an kamu gak melakukan mitos-mitos di atas dan masih bisa ketemu kamu di kampus yang sama. Meski kalau kampusnya beda kalau mau ketemu ya tetep bakal bisa ketemu juga sih. Nggak bakal pisah-pisah amat. Jadi ya biasa aja.

Dengan demikian, penulis mengucapkan, selamat menempuh Ujian Masuk SBMPTN/SNMPTN dan selamat datang di Universitas Indonesia! Kakak-kakak kece yang sebagian besar jomblo juga akan dengan senang hati menyambut kamu dan pedekate-in kamu di hari pertama kamu dikumpulin di Balairung! Dijamin!

Adik-adik SMA Mau Masuk Universitas Indonesia? Sssst, Ini Jalur Rahasianya!

Rektorat & Perpustakaan UI

Baiklah, setelah kemaren dunia social media heboh perkara undangan “Bikini Summer Dress Party” yang katanya nih dibikin untuk merayakan keberhasilan teman/gebetan(ada loh mahasiswa yang masih ngegebet anak SMA-pastinya bukan kamu, kamu bukan sih?)/adik yang baru lulus UN. But, let’s skip that one.

Meski baru lulus UN, dan meski UN tidak menjadi ketentuan lulus/tidaknya seorang siswa SMA tahun ini, adik-adik SMA kita tentu belum selesai menghadapi tantangan hidupnya. Malah, mereka baru akan menghadapi tantangan hidup yang sebenarnya. Tantangan yang lebih berat ketimbang ditinggal mantan hanya karena gak mau satu kampus sama kamu demi ngecengin cewek/cowok lain di kampus barunya. Tantangan apa yang lebih berat dari hal semacam itu? Yak, apalagi kalau bukan tantangan untuk masuk Universitas Indonesia.

Tak jarang siswa SMA yang baru lulus & berasal dari daerah, rela berkorban untuk sampai menyeberang ke Pulau Jawa hanya demi satu tujuan, masuk Universitas Indonesia. Ujian masuk Universitas Indonesia memang tidak gampang, bahkan ada yang bilang, makan pizza pakai tangan kiri bisa jauh lebih gampang ketimbang masuk Universitas Indonesia.

BACA JUGA: Biografi Raditya Dika, YouTuber Alumni Politik UI yang Gak Pernah Ngomongin Politik

 

Cara Masuk UI

Berdasarkan hasil pencarian anakUI.com, jalur untuk masuk UI itu ada 4:

  1. Jalur Undangan, jalur undangan biasa disebut dengan SNMPTN. Jalur Undangan adalah jalur dimana nilai raport SMA kamu dari semester I sampai dengan semester V dikumpulkan dengan ratusan raport siswa lainnya dan dicari siapa yang paling besar nilainya.
  1. Jalur PPKB, Jalur PPKB ini diambil dari nilai prestasi kalian di luar sekolah. Contohnya, jika kamu pernah menang juara bulu tangkis se-Mancanegara dan ada sertifikatnya, kamu bisa menyerahkan sertifikatnya ke bagian administrasi UI dan nanti akan dipertimbangkan untuk bisa diterima di UI. Terkait hal ini, semakin tinggi prestasi yang kamu raih, maka semakin besar pula peluang kamu untuk masuk UI dan ngecengin cowok-cowok kayak Andovi Da Lopez yang saat ini tengah menjalani kuliah di Fakultas Hukum UI.
  1. Jalur SBMPTN, jalur SBMPTN – (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri – atau entah apalagi namanya tahun ini, tiap tahun berubah-ubah istilahnya) – ini biasanya banyak diikuti para pelajar dari yang tahun lalu sampai yang tahun sekarang sekarang ini. Iya betul, pelajar yang lulus tahun lulu juga ada yang ikutan jalur ini. Karena tahun kemarin gak lulus, sekarang ikut lagi. Gak sedikit yang segitunya pengen masuk UI. Jalur ini hanya memilih anak-anak yang ingin masuk PTN lewat test tertulis. Ujian tertulis terdiri atas: Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bidang Studi (TBS).
  1. Jalur Mandiri, Nah, ini dia jalur yang paling susah untuk masuk UI, Jalur mandirinya, biasa disebut dengan nama ‘SIMAK UI‘. Ujiannya sama persis kok kayak SBMPTN, cumannya dia nggak ada Tes Potensi Akademik nya, yang ada cuma Tes Bidang Studi Dasar dan Tes Bidang Studi IPA/IPS. Tapi kalo kalian masuk lewat jalur ini, peluang nya besar banget, kenapa? Karena rata rata yang ikut SIMAK itu lebih sedikit dibanding pengikut SBMPTN.

Nah itu tadi jalur susahnya, sekarang, ternyata anakUI.com sudah menemukan jalur mudahnya!

Seriusan, gak pake bohong! Tanpa tes! Penasaran? Tarik nafas dalam-dalam dulu yah, ini dia:

 

Cara Masuk UI Tanpa Tes!

Bagi Kamu Yang Dari Daerah:

Dari bandara Soekarno-Hatta naik DAMRI jurusan Pasar Minggu turun di Stasiun Pasar Minggu.

Setelah itu, masuk stasiun, naik kereta jurusan Depok-Bogor, lalu turun di stasiun Universitas Indonesia, setelah pintu kereta terbuka, Voila! Selamat! Kamu sudah berhail masuk UI!

Bagi Kamu Yang Dari Bogor:

Dari stasiun Bogor, tinggalkan kendaraan kamu, naik kereta commuter line jurusan Jakarta Kota atau Tanah Abang, lalu turun di stasiun Universitas Indonesia, setelah pintu kereta terbuka, Voila! Selamat! Kamu sudah berhail masuk UI!

Bagi Kamu Yang Dari Tangerang:

Dari terminal Poris Plawad naik salah satu Agramas C/R/Mayasari Bakti AC74A/AC117, turun di Pasar Rebo. Dari Pasar Rebo, naik angkot D112/T19 turun di seberang kampus Universitas Gunadarma, Margonda. Setelah menyeberang ke arah Universitas Gunadarma, Margonda, jalan sedikit, persis di sebelah kampus Gunadarma ada gang kecil berbentuk semi-jembatan (karena gak sepenuhnya bisa dibilang jembatan) untuk jalan kaki. Tapakilah gang kecil itu, karena sesungguhnya gang itu menuntun kamu untuk mudah masuk UI.

Hati-hati kalau jalan kaki sendirian di sini, suka ketemu jodoh anak UI soalnya.

“Kalau yang tinggal di Jakarta dan bawa kendaraan pribadi caranya gimana kak?”

Coba minta pacar atau orang tuamu yang antar dulu, pasti gampang dan kamu bisa twitteran di jalan tanpa repot-repot nyupir kan. Tinggal siapin mental sama berdoa buat ujian masuknya aja.

Yak, itu tadi Cara Mudah Masuk Universitas Indonesia. Mudah kan? Kalau bingung-bingung coba unduh suatu aplikasi berteknologi canggih bernama “Google Maps” di smartphone kamu. Kampus UI bisa ditemukan sangat mudah lewat aplikasi tersebut. Percaya deh!

“Kak, kalau jadi mahasiswa UI ada cara mudahnya gak kak?”

Ada, cuma 3 caranya.

“Apa itu kak?”

Belajar

Berdoa

Percaya Diri

Jika jadi mahasiswa UI itu gampang, maka semua orang pastilah sudah jadi alumni UI. Jika hidup hanya perlu mencari gampang, maka pastilah kita tidak perlu uang untuk ditabung demi bisa nonton konser JKT48  atau nyetok bahan makanan di kosan.

Jadi, kamu mau masuk UI atau jadi mahasiswa UI?

Share tulisan ini di Twitter, Facebook atau LINE kamu, maka kemungkinan besar teman-teman kamu akan mendoakan kamu yang baru Lulus SMA/Sederajat untuk jadi mahasiswa UI beneran. Amin!

BACA JUGA: Biografi Tere Liye, Lulusan Akuntansi UI yang Menjadi Penulis Novel Terkenal

 

Photo Credit: Mohamad Sani via Compfight cc

UTS + UAS = SKS

Ujian tlah tiba, Ujian tlah tiba, horee.. SKS pun datang… (kutipan lirik Tasya: Libur Tlah Tiba)   anakUI.com lovers… Pernah dengar istilah SKS, kan! Bagi temen-temen mahasiswa pastinya akan menjawab, “Pasti pernah lah”.. dan mungkin … Baca Selengkapnya

SIMAK UI: Coba di SIMAK

Seleksi masuk Universitas Indonesia ini akan diadakan pada awal Maret 2009. seleksi ini menggantikan Ujian Masuk Universitas (UMB) yang diadakan kemarin. Banyak yang mempertanyakan kelayakan seleksi ini. Universitas Indonesia sebagai kebanggaan bangsa mungkin akan menjadi kebencian bangsa dengan adanya sistem seleksi yang tidak terkontrol oleh kepentingan publik dengan baik. Seleksi yang hanya datang dari puncak gedung rektorat ini akan membawa efek kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Seleksi yang dirumuskan dengan ketinggian ego lantai rektorat ini tentunya akan berakibat yang akan ditunggu nantinya. Kita saat ini hanya akan berpikir tentang berbagai kemungkinan seputar Surat Keputusan dan landasan yang menyertainya. Ada beberapa hal yang perlu kita simak bersama-sama mengenai SIMAK UI ini:

Baca Selengkapnya