Level Kegalauan Mahasiswa Tingkat Akhir Meningkat Karena 5 Hal Ini

kegalauan mahasiswa tingkat akhir

5 Hal Ini Sukses Bikin Mahasiswa Tingkat Akhir Galau. Bisa dibilang, mahasiswa tingkat akhir punya beban yang lebih berat dibanding mahasiswa lainnya. Gak hanya tuntutan skripsi yang harus cepat kelar, ada juga faktor lain yang bikin galau berat. Hm, kira-kira apa aja sih hal yang sukses bikin mahasiswa tingkat akhir galau? Yuk, baca sampai habis!

1. Bingung Mikirin Skripsi

Sumber: Shutterstock.com

Bagi mahasiswa tingkat akhir, skripsi udah keburu dicap sebagai momok tersendiri. Bisa dibilang nentuin judul skripsi tuh kayak nyari jodoh. Saat udah yakin judulnya bakal di-acc oleh dosbing, eh ternyata ditolak mentah-mentah.

Kalo udah gini, mau gak mau cari topik yang lain. Kalo masih kukuh mau pake judul yang sama ya tinggal revisi. Hal kayakgini tentunya butuh niat dan tekad yang kuat, sebab hal tersebut menguras waktu, energi, emosi, dan uang. Kamu harus mencari judul dan topik yang tepat untuk diulas, mencari literatur untuk bahan kajian pustaka, nyari responden demi mengumpulkan data, hingga mempersiapkan mental saat presentasi di depan dosen penguji.

Walau terkesan merepotkan, gak bisa dipungkiri kalo skripsi merupakan suatu hal yang gak lepas dari sisi seorang mahasiswa tingkat akhir. Skripsi jadi titik puncak penentu proses perkuliahan yang udah kamu jalani selama ini. Maka dari itu, yuk mulai cicil skripsimu dari sekarang. Gak mau kan dicap maba alias mahasiswa abadi karena terhalang skripsi?

BACA JUGA: Sidang Skripsi Bukan Momok Yang Menakutkan, Simak Deh 4 Tips Ini!

2. Kehilangan Teman

Sumber: bbc.co.uk

Hal yang satu ini sering banget jadi penyebab galaunya mahasiswa tingkat akhir. Yup, kehilangan teman!

Kalo dulu pas zaman maba masih bisa kumpul rame-rame, sekarang punya teman ngampus yang bisa diajak makan atau sekedar ngobrol bareng aja udah sujud syukur.

Nah, biasanya hal ini disebabkan karena ada teman yang udah keburu lulus duluan atau punya side job di luar skripsi. Duh, kalo udah gini, jangan sampe hal ini malah bikin kamu jadi males ngampus karena gak mau sendirian ya, Anak UI!

3. Ditanyain “Kapan Wisuda?”

         

Duh, mah pah, boro-boro wisuda, judul tugas akhir atau skripsi aja masih belum ketemu.

Gak bisa dipungkiri, pertanyaan “kapan wisuda?” bakal sering kamu dapatkan ketika kamu menginjak tahun terakhir di bangku perkuliahan. Biasanya orang tua sering menanyakan hal ini karena udah gak sabaran pengen liat anaknya pake toga.

Kalo kamu dapat pertanyaan serupa, jawab aja seadanya. Ceritakan sejauh apa progress yang telah kamu kerjakan agar orang tua mampu memahami kesulitan yang kamu alami. Selain itu, ortu juga jadi dapat bayangan kira-kira berapa lama waktu yang kamu perlukan untuk menyelesaikan skripsi.

Jangan lupa jadikan pertanyaan ini sebagai motivasi supaya skripsi kamu cepat selesai ya! Selalu ingat bahwa doa orang tua selalu menyertai.

BACA JUGA: Benarkah Wisuda Genap di UI Lebih Menggema Dibandingkan Wisuda Ganjil?

4. Susah Nyari Dosen Pembimbing

Judul udah dapat, eh dosennya malah hilang-hilangan. Duh!

Nah, kalo kendala yang satu ini pasti sering banget dialami oleh mahasiswa tingkat akhir. Saat mengerjakan skripsi, banyak banget dosen pembimbing yang jarang hadir di kampus, bahkan di saat genting sekalipun.

Karena dosbing gak kunjung hadir, otomatis kamu gak bisa mengajukan perkembangan skripsi yang kamu buat. Lama kelamaan, proses pembuatan skripsi kamu jadi lebih lama deh. Duh, nyebelin ya!

5. Pengen Cepat Nikah

Sumber: Pexels.com

Saat jenuh mengerjakan skripsi, mahasiswa tingkat akhir pasti kerap memikirkan masalah percintaan. Ada yang merasa kesepian karena belum menemukan tambatan hati di usia 20-an. Ada yang merasa dilema karena pasangan ingin segera menikah. Hingga ada yang ingin segera menikah!

Duh, emangnya kalo mau nikah, kamu udah ada calonnya? Emangnya yakin nikah lebih ringan daripada skripsi?

Ngerjain skripsi emang ribet. Cuma kamu perlu ingat bahwa skripsi itu pembuktian keilmuan kita. Skripsi merupakan hasil pertanggung jawaban selama kita kuliah. Nah, kalo keburu nikah, tanggung jawabnya udah bukan soal akademis lagi. Gak hanya satu hal yang diurus, tapi kamu juga bertanggung jawab untuk mengurus suami, keluarga, hingga anak. Jadi, ada baiknya kelarin skripsi dan perkuliahan kamu dulu ya, Anak UI. Baru deh kamu bisa menentukan tindakan selanjutnya!

BACA JUGA: Perspektif Mahasiswa UI Yang Menikah Saat Masih Berkuliah

            Semangat terus ya mahasiswa tingkat akhir. Selalu ingat bahwa semua ini akan berakhir di waktu yang tepat.
[zombify_post]

Pertama Kali, Universitas Indonesia Gelar Wisuda Daring

Ada yang beda dengan perayaan wisuda tahun ini. Dikarenakan situasi pandemi yang tak kunjung reda, Jumat lalu (16/10/2020), Universitas Indonesia menyelenggarakan upacara wisuda tahun akademik 2019/2020 secara virtual. Wisuda virtual yang dibagi menjadi dua tahap yakni pada Jumat (16.10) dan Sabtu (17/10) diikuti oleh 2.717 lulusan program sarjana regular, 219 lulusan program sarjana kelas internasional, 826 lulusan program sarjana paralel, 127 lulusan program sarjana ekstensi, serta 896 lulusan Pendidikan Vokasi. Sebanyak 2.773 diantaranya merupakan lulusan dengan predikat cum laude.

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro memberikan kata sambutan dalam perayaan wisuda tersebut. Dalam pidatonya, Prof. Ari mengatakan bahwa lulusan UI harus memiliki 10 kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

10 keterampilan yang harus dimiliki lulusan Universitas Indonesia adalah: kemampuan melakukan sintesis permasalahan dan solusi dari masalah yang kompleks. Kedua, berpikir secara kritis. Ketiga, berpikir kreatif. Keempat, mengelola orang dan kelima adalah kemampuan koordinasi dengan orang lain. Selanjutnya, mahasiswa juga harus memiliki kecakapan emosional, kemampuan mengambil keputusan, berorientasi pada layanan, kemampuan bernegosiasi dan terakhir adalah kemampuan untuk beradaptasi berdasarkan proses kognitif dalam menghadapi hal baru dan lingkungan yang dinamis.

“Pada era disrupsi seperti saat ini, perguruan tinggi harus melakukan transformasi dan juga inovatif sehingga bisa menghasilkan outcome lulusan yang mampu beradaptasi, tangguh, berintegritas, dan juga kompeten. Selain itu, lulusan juga harus memiliki pandangan maju ke depan dan mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan domestik dan juga global,” ujar Prof. Ari pada upacara wisuda virtual Universitas Indonesia melalui streaming Youtube Universitas Indonesia, Jumat (16/10).

Berdasarkan kebutuhan tersebut, Universitas Indonesia selaku salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia terus berkomitmen dalam melakukan berbagai inovasi dan program guna menjawab tantangan di masa depan. UI tetap melakukan pembelajaran secara penuh dengan mengadaptasi kurikulum metode pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler agar mahasiswa memiliki 10 keterampilan utama yang dibutuhkan di dunia kerja.

Prof. Ari melanjutkan, Universitas Indonesia selaku universitas terkemuka di Indonesia dan dunia akan terus berkomitmen menjadi institusi pendidikan tinggi yang berkualitas unggul dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah pendidikan tinggi global. Teknologi informasi dan komunikasi juga terus ditingkatkan pemanfaatannya untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar.

BACA JUGA: 6 Tips Agar Cepat Dapat Kerja Meski Kamu Baru Lulus Kuliah

Berbagai inovasi dilakukan UI untuk memadukan kemajuan teknologi informasi dengan kurikulum yang lebih relevan bagi masyarakat, seperti mengadakan berbagai mata kuliah ‘kekinian’ yang membahas tentang digital, big data dan energi. Selain itu, UI juga mengintensifkan e-learning dalam proses pembelajaran sehingga keberadaan UI selaku sumber ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa saja, namun juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Prof. Ari mengajak seluruh wisudawan, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Indonesia untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi sebagai dharma bakti kepada negara, sehingga Indonesia mampu menjadi bangsa yang mandiri dan berdaya saing tinggi, baik di era pandemi saat ini maupun pada masa pasca pandemi kelak.

“Perjuangan kita masih panjang. Masih banyak hal yang harus kita tingkatkan agar UI menjadi perguruan tinggi unggulan di tingkat Asia yang mampu berkontribusi dalam memberikan solusi atas masalah dan tantangan nasional maupun global,” imbuhnya.

Benarkah Wisuda Genap Lebih Menggema Dibandingkan Wisuda Ganjil?

Wisuda merupakan salah satu acara besar yang paling ditunggu-tunggu, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir. Setiap universitas memiliki waktu dan cara wisudanya masing-masing, termasuk kampus kita tercinta Universitas Indonesia (UI). Universitas Indonesia sendiri memiliki dua kali acara wisuda dalam satu tahun, yakni wisuda ganjil yang biasa dilaksanakan pada bulan Januari dan wisuda genap yang biasa dilaksanakan pada bulan Agustus. Namun, kabar yang beredar wisuda genap terlihat lebih meriah dibandingkan dengan wisuda ganjil. Apakah hal tersebut benar? Mengapa ada anggapan demikian?

Seluruh rangkaian acaranya sama saja

Baik saat wisuda ganjil maupun wisuda genap, sebenarnya rangkaian dari wisuda itu sendiri sama saja. Buat kamu yang belum tahu, rangkaian wisuda di Universitas Indonesia sendiri terdiri dari dua acara yang biasa dilaksanakan selama dua hari. Rangkaian tersebut terdiri dari gladi resik dan wisuda. Diantara dua rangkaian ini juga ada hal unik, loh! Pada saat gladi resik, selain kita melaksanakan latihan untuk persiapan acara wisuda, kita juga akan bersalaman dengan rektor dan dekan fakultas. Yap! biasanya bersalaman dengan rektor dan dekan fakultas umumnya dilaksanakan saat wisuda, tetapi tidak saat kamu wisuda di Universitas Indonesia. Kamu akan bersalaman sekaligus berfoto dengan rektor dan dekan fakultas saat gladi resik. Jadi, jangan heran jika melihat para wisudawan sangat rapih saat melakukan gladi resik.

Sementara saat hari wisuda, acara akan diisi dengan sambutan, berbagai persembahan dan pelepasan wisudawan secara simbolis yang akan diwakilkan oleh perwakilan dari masing-masing fakultas, kemudian akan ditampilkan list mahasiswa/i yang memperoleh predikat cumlaude pada layar monitor. Selain rangkaian wisuda, keadaan di sekitar balairung pun juga cenderung sama,kok! Ada banyak stand makanan dan minuman, dan juga banyak yang berjualan bunga serta kado wisuda lainnya. Untuk jurusan-jurusan tertentu juga mengadakan arak-arakan yang meriah baik saat wisuda ganjil maupun wisuda genap.

Lantas, mengapa wisuda genap terkesan lebih besar euforianya?

Sumber: antarafoto.com

Sebenarnya, baik dari seluruh rangkaian acara maupun elemen yang umumnya ada baik saat wisuda ganjil maupun wisuda genap sama saja.  Namun, hal yang mungkin membuat wisuda genap terlihat lebih ramai dibandingkan wisuda ganjil adalah karena jumlah wisudawan  saat wisuda ganjil lebih sedikit dibandingkan wisudawan  saat wisuda genap. Hal ini karena wisuda ganjil kebanyakan terdiri dari mahasiswa/i yang lulusnya lebih awal dibandingkan yang seharusnya. Sementara, tidak banyak mahasiswa/i yang menginginkan lulus lebih cepat atau memang tidak memenuhi syarat untuk lulus lebih awal. Sehingga, karena sedikitnya wisudawan saat wisuda ganjil yang membuat wisuda genap terkesan lebih meriah dibandingkan dengan wisuda genap.

Wisuda ganjil relatif lebih sedikit wisudawannya

Sumber: fk.ui.ac.id

Meskipun terlihat secara umum wisuda ganjil relatif lebih sedikit wisudawannya dibandingkan dengan wisuda genap, nyatanya tidak semua berlaku untuk semua fakultas. Salah satu hal unik yang dapat kamu lihat saat wisuda genap adalah jumlah wisudawan untuk fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi sangat sedikit. Bahkan untuk perwakilan wisudawan fakultas yang maju ke mimbar biasanya diwakilkan oleh dua orang, untuk fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi bisa hanya satu karena jumlah wisudawan yang ada hanya satu orang saja. Hal ini karena biasanya untuk mahasiswa/mahasiswi jurusan kedokteran dan kedokteran gigi menyelesaikan gelar sarjananya lebih awal (3.5 tahun) sehingga mayoritas dari mereka melaksanakan wisuda saat wisuda ganjil. Jadi, buat kamu yang ingin melihat bagaimana wajah calon-calon dokter dari UI sebaiknya kamu datang saat wisuda ganjil agar mudah menemukannya.

Terlepas dari anggapan tersebut, sebenarnya baik kita lulus di wisuda ganjil ataupun wisuda genap sama saja kok meriahnya! Karena kita akan dipenuhi rasa bahagia dan juga dikelilingi oleh keluarga tercinta serta para sahabat dan kerabat.

Mau Tampil Cantik dan Bergaya Saat Wisuda? Jangan Lupa Persiapkan 6 Hal Ini!

Wisuda merupakan momen yang dinantikan oleh setiap mahasiswa. Oleh karena itu, pastinya saat wisuda kamu ingin terlihat cantik dan sempurna. Kamu akan mempersiapkan segala hal sebaik mungkin mulai dari rambut, pakaian, hingga make-up agar terlihat cantik saat bersalaman dengan rektor dan foto-foto bersama keluarga dan sahabat. Namun, jangan lupa mempersiapkan 6 hal ini untuk memaksimalkan penampilan dan acara wisudamu.

1. Kipas

sumber: bukalapak.com

Ini merupakan barang yang wajib banget untuk dibawa! Pasalnya, saat di Balairung nanti terdapat ribuan wisudawan yang datang sehingga ruangan akan terasa panas. Nah, jangan sampai keringat membuat make-up kamu yang flawless jadi rusak dan kebayamu jadi basah ya, girls! Kamu bisa membawa kipas tangan atau portable fan untuk menjaga kamu tetap merasa sejuk dan bebas keringat.

2. Tote bag

sumber: jaket kuning pride

Saat wisuda pasti banyak teman, keluarga dan adik kelas kamu yang datang dan memberikan hadiah untuk kamu. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan untuk membawa tote bag agar dapat meletakkan hadiah-hadiah tersebut sehingga kamu ga ribet untuk membawa barang-barang dan lebih mudah saat akan berfoto-foto dengan teman dan keluargamu. Sebaiknya, bawa tote bag berukurang besar dan lebih.

BACA JUGA: Terbiasa Ngantuk di Jalan? Mahasiswa UI Temukan Solusinya!

3. Flat shoes atau sepatu sandal

sumber: lelong.com.my

Umumnya saat wisuda kita menggunakan high heels untuk membuat penampilan lebih maksimal. Namun, saat acara wisuda nanti kita akan menghabiskan waktu yang lama untuk bertemu dengan teman-teman dan kerabat. Tidak jarang juga kita akan berjalan kesana kemari di sekitar Balairung untuk mencari kerabat kita yang datang atau sekadar mencari spot foto yang bagus untuk mengabadikan momen bersama. Nah, sebaiknya kamu membawa flat shoes atau sepatu sandal untuk digunakan saat berjalan atau saat merasa kakimu pegal sehingga mencegah kakimu terasa sakit. Namun, jangan lupa pilih flat shoes atau sepatu sandal yang cocok dengan warna kebayamu ya agar kamu tetap terlihat kece.

4. Alat touch up

sumber: journal.sociolla.com

Saat momen seperti ini, touch up merupakan hal yang penting banget buat kamu agar penampilan kamu tetap cantik dan fresh seharian. Bawalah bedak untuk memastikan bahwa wajah kamu tidak berminyak dan tidak terlihat kucel. Kamu bisa membawa compact powder karena tempatnya yang kecil dan sudah dilengkapi dengan aplikator sehingga mudah untuk dibawa. Namun, jika kamu malas membawa bedak kamu dapat membawa bloating paper untuk menghapus minyak yang ada di wajah kamu.  Kamu juga sebaiknya membawa lipstick karena biasanya warna lipstick sering memudar setelah makan, minum atau terkena keringat.

BACA JUGA: Manfaat Utama Saat Kamu Mengubah Hidupmu Secara Drastis

5. Fotografer

sumber: traveling.bisnis.com

Berfoto di depan Balairung merupakan salah satu ritual yang biasa dilakukan oleh para wisudawan UI. Selain untuk mengabadikan momen berharga, berfoto juga dilakukan sebagai kenang-kenangan bersama keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, sebaiknya saat wisuda kamu menggunakan fotografer agar tidak ketinggalan di setiap momen wisudamu dan kamu memiliki foto-foto yang bagus untuk dicetak atau di upload di media sosial kamu. Kamu bisa menyewa fotografer baik dari jasa penyedia fotografer atau bahkan meminta adik kelasmu yang mempunyai kemampuan fotografi untuk menjadi fotografer pribadi kamu.

6. Sunglasses

sumber: thewirecutter.com

Agar tampilanmu semakin kece saat berfoto, jangan lupa untuk membawa sunglasses ya! Kamu bisa menggunakannya saat berfoto santai atau bersama teman-temanmu. Selain untuk melengkapi penampilan kamu, sunglasses juga sangat bermanfaat untuk melindungi mata kamu saat berada di luar ruangan sekitar balairung agar tidak merasa silau.

Nah, jangan lupa untuk mempersiapkan hal-hal tersebut ya agar momen wisudamu jadi lebih sempurna!

BACA JUGA: Ide Kado Wisuda Terbaik untuk Teman dan Orang Terkasih

Sumber header image: mashitafajri.wordpress.com

Ide Kado Wisuda Terbaik untuk Teman dan Orang Terkasih

Kado Wisuda

Hal paling membingungkan kalau teman atau orang terkasih akan wisuda adalah kado yang akan diberikan. Mau memberikan sesuatu yang biasa takut mengecewakan, apalagi momen ini hadir sekali seumur hidup. Kado wisuda yang diberikan harus memberikan kesan meski tidak harus mahal.

Nah, kalau kamu merasa bingung saat akan memberikan kado wisuda apa untuk teman dan pacar, simak rekomendasi di bawah ini. Beberapa poin bisa kamu gunakan sebagai rekomendasi dan ide agar kado lebih memiliki arti.

Kado Wisuda untuk Teman Laki-Laki

Kado Wisuda Laki-laki
Photo by I Putu Balda Yogi Pranata on Unsplash

Memberikan kado pada laki-laki termasuk gampang-gampang susah. Apalagi laki-laki tidak terlalu suka dengan sesuatu yang lucu seperti boneka dan sejenisnya. Nah, daripada kamu pusing, nih simak beberapa ide kado yang bisa kamu berikan.

1. Jam Tangan

Setelah lulus kuliah semua orang khususnya laki-laki akan berlomba-lomba mencari pekerjaan. Untuk menunjang proses ini kamu bisa memberikan mereka jam tangan yang formal. Mengapa harus jam tangan? Karena jam tangan akan memberikan kesan menarik dan profesional.

Apalagi saat laki-laki melamar pekerjaan, jam tangan tidak hanya digunakan sebagai penunjuk waktu saja, tetapi juga memberikan elemen estetika. Usahakan membeli jam tangan yang tidak terlalu berlebihan, ya! Pilih warna yang sesuai dengan warna kulitnya serta sesuai dengan semua jenis pakaian yang digunakan.

2. Set Kemeja dan Dasi

Setelah lulus dan akhirnya mendapatkan pekerjaan, kira-kira apa yang akan dibutuhkan oleh seorang laki-laki? Jawabannya adalah kemeja, celana, dan perlengkapan lainnya. Apalagi kalau diterima di perusahaan besar dan memiliki lingkungan sangat formal. Belanja pakaian baru adalah kewajiban.

Kalau kamu ingin membantu teman agar mereka tidak perlu belanja pakaian terlalu banyak saat nanti mendapatkan pekerjaan, kenapa tidak memberi kado kemeja saja. Setelah wisuda atau sebelumnya ajak mereka ke toko untuk mencoba pakaian secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mencegah pakaian terlalu besar atau kecil.

Kamu juga bisa kok memberikan kejutan dan memberikan teman pakaian secara langsung. Namun, pastikan untuk tahu ukuran pakaiannya, ya. Akan menjadi sayang kalau akhirnya pakaian yang kamu beri tidak bermanfaat.

3. Dompet

Sebagai seorang yang nantinya bekerja dan menjadi profesional di bidangnya, dompet adalah benda yang wajib. Benda ini tidak digunakan sebagai penyimpan uang tunai, tapi untuk menyimpan identitas diri seperti KTP, NPWP, sampai kartu nama kalau sudah bekerja di perusahaan.

Kamu bisa memberikan kado berupa dompet yang ukurannya kecil untuk menyimpan berbagai identitas diri. Selain itu, dompet besar juga bisa diberikan kalau teman memang sering membawa banyak barang seperti ponsel, buku catatan, sampai aksesori.

4. Tas

Tas kuliah cenderung berbentuk ransel atau yang modelnya tidak formal. Kalau nanti sudah bekerja, tas seperti ini tidak bisa digunakan lagi. Teman laki-laki kamu harus memiliki tas yang formal, warna cenderung gelap, dan bisa menampung banyak barang termasuk laptop.

Baca Juga: Inilah 20 Usaha Waralaba Bermodal Kecil untuk Mahasiswa

5. Sandal atau Sepatu

Sepatu yang bisa jadi kado wisuda jenisnya ada dua. Pertama sepatu formal yang nantinya digunakan untuk bekerja. Selanjutnya sepatu biasa seperti kets yang bisa dipakai untuk akhir pekan dan main. Kamu bisa memberi kado wisuda salah satu dari benda ini karena akan berguna.

Kado wisuda dalam bentuk sandal juga bisa diberikan kepada teman laki-laki jarang sekali menggunakan sepatu. Sandal yang diberikan bisa sandal biasa yang dipakai untuk main atau sandal gunung untuk kegiatan outdoor.

6. Barang Hobi

Sebagian besar laki-laki memiliki hobi yang kerap dilakukan untuk menghabiskan waktu luangnya. Ada yang hobi bermain game dan ada yang mengoleksi barang-barang. Kalau teman laki-laki kamu hobi main game, memberikan voucher isi ulang adalah pilihan yang tepat.

Selanjutnya, kalau teman kamu hobi mengoleksi benda-benda khusus seperti miniatur mobil, kamu juga bisa memberikannya. Intinya, kamu harus tahu hobi dari temanmu baru memberikan mereka barang yang disukai.

7. Voucher Belanja

Kalau kamu benar-benar buta dengan apa yang disukai oleh teman laki-laki dan bingung harus memberikan mereka apa, beri mereka voucher. Beberapa laki-laki lebih suka mentahannya saja daripada membeli barang yang belum tentu digunakan di kemudian hari.

Kamu bisa memberikan teman kado wisuda berupa voucher belanja yang bisa dipakai di beberapa toko retail di Indonesia. Jumlah voucher sesuaikan dengan kemampuan, ya. Asal pantas diberikan lakukan saja yang penting senang saat melakukannya.

Kado Wisuda untuk Teman Perempuan

Kado Wisuda Perempuan
Photo by MD Duran on Unsplash

Kado wisuda untuk teman perempuan tentu sedikit berbeda dari teman laki-laki. Berikut beberapa jenis kado yang bisa diberikan dan kemungkinan besar akan disukai.

1. Pakaian yang Disukai

Kado wisuda yang paling cocok untuk wanita adalah pakaian yang mereka sukai. Wanita butuh banyak pakaian untuk kesehariannya. Berbeda dengan laki-laki yang hanya perlu kemeja atau kaos, wanita butuh berbagai jenis pakaian yang disesuaikan dengan momen.

2. Kosmetik

Wanita dan kosmetik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Kalau ingin memberikan kado wisuda yang benar-benar bisa digunakan, kenapa tidak memberikan kosmetik saja? Belikan lipstik, bedak, atau produk lain yang sering dipakai.

3. Sepatu atau Sandal

Selain kosmetik, wanita juga tidak bisa dipisahkan dari sepatu atau sandal. Bahkan, setiap keluar rumah untuk tujuan tertentu alas kaki bisa saja berbeda. Berikan teman perempuan sepatu atau sandal yang saat itu sedang menjadi tren. Kalau Anda sepatu atau sandal yang sangat diinginkan, kamu juga bisa memberikan itu.

Baca Juga: 10 Ide Bisnis Untuk Mahasiswa, Menarik untuk Dieksplorasi!

4. Boneka

Boneka juga bisa diberikan pada teman perempuan kalau mereka sedang wisuda. Namun, jangan boneka kecil yang banyak dijual saat wisuda. Akan lebih baik kalau bonekanya agak besar sehingga bisa dipakai untuk teman tidur atau punya fungsi lain, misal dijadikan dompet atau tas.

5. Voucher Belanja

Tidak ada wanita yang membenci belanja. Pada hakikatnya mereka suka sekali membeli banyak hal mulai dari kosmetik, benda yang berguna, sampai benda-benda yang jarang dipakai. Berikan saja kado wisuda pada teman wanita berupa voucher belanja.

6. Barang yang Lucu

Barang-barang lucu pada wanita ibarat benda koleksi yang disukai oleh laki-laki. Mereka suka dengan benda itu dan mengoleksinya. Benda lucu yang dimaksud bisa aksesori untuk telinga, leher, wajah, sampai benda yang bisa ditaruh di atas meja. Kamu bisa memberikan apa saja asal awet dan tidak mudah rusak.

7. Kue dengan Desain Khusus

Wanita suka sesuatu yang sederhana dan memiliki elemen estetika. Kamu bisa memberikan mereka kado wisuda berupa kue dengan desain khusus. Misal kue dengan bentuk tertentu dan di atasnya ada foto teman wanita atau namanya. Nantinya kue bisa diberikan setelah keluar ruangan dan bisa dimakan bersama-sama.

Kado Wisuda untuk Pacar

Kado Wisuda Pacar
Photo by Eric Ward on Unsplash

Memberikan kado untuk pacar tentu berbeda dengan kado untuk teman. Kado wisuda yang diberikan harus istimewa dan memberikan kesan mendalam. Berikut beberapa ide kado untuk pacar.

1. Liburan Bersama

Hadiah wisuda pertama yang bisa kamu berikan kepada pacar adalah tiket liburan bersama. Selama skripsi hingga akhirnya wisuda, tekanan yang berat pasti dialami. Oleh karena itu kamu harus bisa menghibur pasangan dengan mengajaknya liburan bersama.

Kamu bisa turut serta mengajak teman dekat atau keluarga saat liburan. Pilih lokasi yang tepat dan tidak harus jauh. Asal bisa menyegarkan pikiran dan cocok untuk relaksasi sudah cukup.

2. Kencan Romantis

Saat sibuk dengan skripsi tentu waktu bersama dengan pasangan akan sedikit. Perbaiki waktu yang hilang dengan melakukan kencan romantis. Kamu bisa mengajak pacar nonton film atau sekadar jalan-jalan di mall untuk menikmati waktu berdua.

Kalau memang ada dana yang banyak, kamu bisa melakukan makan malam romantis di restoran. Namun, kalau memang tidak ada bujet untuk itu makan bersama di mana saja tetap bisa romantis, apalagi sambil nostalgia.

3. Makanan yang Dibuat Sendiri

Kejutan yang diberikan untuk kado wisuda tidak harus yang menguras dompet. Kamu juga bisa kok memberikan pacar makanan yang dibuat sendiri. Misal membuat kue atau makanan kesukaan dari pacar lalu memberikannya untuk dimakan bersama.

Kalau ingin ada elemen romantisnya, kamu bisa kok masak bersama dengan pacar. Pergilah ke pasar atau supermarket untuk membeli bahan yang dibutuhkan. Lalu dimasak bersama dan dinikmati setelah semua matang.

Baca Juga: Informasi Beasiswa S1 Dalam dan Luar Negeri Terbaru 

4. Benda yang Dibuat Sendiri

Benda yang dibuat sendiri juga bisa kamu berikan ke pacar. Misal memberikan rajutan dalam bentuk pakaian atau kerajinan lainnya. Benda yang dibuat sendiri akan memiliki nilai yang besar, apalagi kalau prosesnya panjang dan juga rumit.

Ketahui apa saja yang disukai oleh pacar atau ingin dimilikinya. Misal dia ingin memiliki tote bag yang serbaguna. Kamu bisa membuatnya sendiri dengan memasukkan desain khusus atau mungkin quote yang pacar sukai. Buat apa yang bisa diselesaikan dan hasilnya maksimal.

5. Benda Kembaran

Selain memberikan benda yang dibuat sendiri, kamu juga bisa memberikan benda kembar dan bisa dipakai bersama-sama. Misal membeli satu set batik sarimbit yang bisa kamu kenakan dan pacar. Pakaian lain seperti kaos dan jaket pun bisa diberikan.

Benda selain pakaian yang kembar juga bisa diberikan misal tas atau dompet. Apa pun jenis barang yang akan diberikan, pastikan selalu berguna. Kalau hanya sekadar aksesori ponsel kembar, kesan yang mereka dapatkan tidak akan besar.

6. Cincin untuk Ikatan

Kado wisuda ini tidak wajib dan bisa disesuaikan dengan kesiapan kamu. Kalau memang sudah siap dan ingin memberikan ikatan, beri dia cincin. Bila perlu saat ada orang tuanya, kamu memintanya meski masih tidak resmi.

Kalau kamu dan pacar memang belum siap, kado saja cincin atau perhiasan sebagai tanda kasih sayang. Kamu bisa memberikan gelang atau aksesoris lainnya, tidak harus dengan cincin yang sering dianggap sakral.

7. Belanja Bersama

Belanja bersama dan menghabiskan waktu berdua juga merupakan kado wisuda yang cocok untuk pacar. Kamu bisa mengajak pacar ke pasar, mall, atau toko ritel lain dan membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk kerja atau mungkin melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.

Tips Memilih Kado Wisuda yang Tepat

Tips Memilih Kado Wisuda
Photo by Kari Shea on Unsplash

Memberikan kado wisuda yang sembarangan berpotensi membuat benda yang diberikan tidak dipakai. Tentu kamu tidak mau kan kalau benda yang susah dicari malah dibiarkan begitu saja. Simak beberapa tips di bawah ini agar kado wisuda yang diberikan bisa berfaedah.

1. Ajak Teman Saat Membelinya, Lupakan Surprise

Elemen kejutan selalu dianggap penting bagi beberapa orang yang ingin memberikan kado wisuda. Sayangnya kejutan tidak selalu berjalan dengan lancar. Kadang bisa gagal dan membuat orang yang diberi malah kecewa. Untuk sementara lupakan kejutan dan ajak teman untuk membelinya.

Misal ajak teman untuk pergi ke toko pakaian dan minta mereka untuk memilihnya. Kira-kira mana yang mereka sukai dan akan digunakan setelah wisuda. Selain pakaian, sepatu dan aksesori lain juga bisa diberikan.

2. Beli Barang yang Berguna untuk Kehidupan Sehari-hari

Beli barang yang sekiranya bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Misal kamu memberikan sandal atau tas. Dua benda ini akan sering digunakan meski kamu tidak tahu apa saja yang akan dilakukan oleh teman atau pacar di kemudian hari.

Hindari memberikan sesuatu yang cepat rusak dan tidak berguna. Misal memberikan bunga. Setelah beberapa jam atau hari bunga akan rusak begitu saja. Lebih baik uang untuk beli bunga digunakan untuk membeli benda lain meski sederhana seperti topi atau dompet.

3. Mengetahui Ukuran Barang yang Akan Diberikan

Kalau kamu memang ingin memberikan kejutan kepada pacar atau teman, usahakan mengetahui ukuran barang yang akan diberikan. Kamu harus riset atau bertanya langsung pada teman berapa ukuran pakaian, sepatu, sandal, atau benda lainnya tanpa dicurigai.

Membeli barang tanpa membawa serta temannya memang cukup berisiko. Namun, selama tahu ukurannya, kamu bisa beli dengan tepat atau paling tidak berada sedikit di atasnya.

Baca Juga: Panduan Singkat untuk Kamu yang Tertarik dengan Program Studi Manajemen FEBUI

4. Pahami Kesukaan dari Teman atau Pacar

Memberikan barang yang tidak disukai sebagai kado wisuda tidak akan memberikan efek bahagia pada teman atau pacar. Namun, kalau memberikan barang yang disukai dan selama ini sangat diidamkan tentu berbeda. Mereka akan bahagia menerimanya, apalagi dilakukan saat momen wisuda.

5. Tetap Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Kalau anak sultan dan memiliki banyak kilang minyak, kado wisuda jenis apa pun mungkin bisa dibeli. Namun, kalau kamu sendiri masih kuliah atau baru saja bekerja, sesuaikan dengan bujet yang dimiliki. Jangan memaksakan diri yang akhirnya mengganggu keuangan kamu sendiri.

Kalau memang hanya mampu memberikan jam tangan atau sandal saja tidak masalah. Kado wisuda sejatinya tidak dilihat dari harga. Asal kamu datang dan ikut merayakan wisuda saja sudah cukup. Yang penting ikut meramaikan agar momen wisuda teman atau pacar berjalan dengan baik.

6. Mengetahui Apa yang Teman atau Pacar Lakukan Pasca Wisuda

Kita selalu menduga kalau orang yang sudah wisuda pasti segera mencari pekerjaan. Jadi, kado yang diberikan bisa dalam bentuk tas atau sepatu. Sayangnya tidak semua orang melakukan itu. Ada yang memilih mencari beasiswa S2 dan melakukan kursus. Selanjutnya ada yang ingin menikah atau istirahat selama setahun terlebih dahulu.

Usahakan untuk mengetahui hal ini agar mampu memberikan kado yang tepat. Apa yang dilakukan di masa depan memang terdengar cukup privat dan tidak akan dibagi pada banyak orang. Meski demikian, kamu tetap bisa memberikan kado yang mendekati daripada tidak sama sekali.

Inilah beberapa ide kado wisuda yang bisa kamu berikan pada teman atau orang yang kamu sayangi. Ide diatas hanya sebagian contoh saja. Kamu bisa melakukan modifikasi sendiri agar sesuai dengan keinginan. Selamat berburu atau membuat kado wisuda!

Pohon Berumur 50 Tahun Tumbang di Dekat UI, Pasutri Tewas

Musim hujan dan pancaroba yang sedang melanda daerah Jabodetabek memang sering kali meninggalkan jejak musibah bagi sebagian orang. Banjir, angin puting beliung, longsor, dan beberapa musibah lain yang diakibatkan buruknya cuaca sudah khatam terjadi di Indonesia. Tak terkecuali di Depok, Jawa Barat.

Sore itu, tidak ada hujan, hanya angin yang bertiup kencang dari berbagai arah di kawasan Jalan Akses kampus makara, Depok, Jawa Barat menuju arah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kawasan sekitar yang terkenal memiliki sejumlah pohon yang tinggi berjuntai itu menjadi pilihan banyak orang untuk melintasinya menuju Jakarta dari Depok. Kampus makara yang juga terkenal dengan berbagai lahan konservatif dan ramah lingkungan serta memenuhi syarat green campus, memang memiliki banyak pohon-pohon tinggi yang menua bersama berdirinya UI 76 tahun silam.

Nggak hanya di dalam kawasan UI saja, di sekitaran akses kampus perjuangan juga banyak berdiri pohon-pohon yang menjulang tinggi dan cukup berumur, sehingga wilayah akses UI juga dikenal dengan jalanan adem ayem yang lumer oksigen. Tapi, tak dinyana, di sore tanpa hujan, dan berangin itu justru membawa petaka bagi pasangan suami istri (pasutri) yang melintasi akses jalan UI. Pohon berjenis albasia atau biasa kita sebut sengon itu tumbang, menimpa sepasang suami-istri tersebut.

Keduanya meninggal di tempat. Tak ketinggalan dengan rusaknya motor yang dikendarai, juga sebuah mobil di depannya tak luput menjadi saksi tumbangnya pohon berusia 50 tahun tersebut. Para saksi menyebutkan, angin kencang saat itu memang sedang melanda TKP, tapi tak lama berselang dengan adanya angin kencang, akar pohon itu terlihat terangkat perlahan yang menyebabkan pohon sengon berbatang besar itu tumbang dan merenggut nyawa pelintasnya.

 

BACA JUGA: Udah Tau Trek Sepeda Favorit Anak UI di Balik Rimbunnya Pepohonan Mahkota Hijau?

 

Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin, seperti dilansir Detikcom, menyebutkan jika tumbangnya pohon berasal dari akarnya, bukan dari patahnya dahan atau batangan. Ia juga mengatakan, meski berusia 50 tahun, pohon sengon itu sehat tak ada tanda yang layak tumbang. Sehatnya pohon dibuktikan saat dilakukan evakuasi pohon, dilakukan pengguntingan terhadap batang berdiameter sebesar 1,5 meter dengan tinggi 25-30 meter tersebut, saat dilihat tak ada tanda pohon ‘sakit’ dan bahkan selalu dilakukan peremajaan setiap ada agenda pengecekan.

Akhirnya setelah dianalisa lebih lanjut, dugaan paling besar mencuat berasal dari kontur tanah berdirinya pohon berkepala lima tersebut. Dinas Kehutanan DKI Jakarta mengatakan kontur tanah tertanamnya pohon albasia itu tidak subur, karena terdapat banyak rumput-rumput yang mengakar di sekitarnya, menyebabkan tanah tidak gembur dan perlu dilakukan pemupukan kembali agar tanah subur lagi.

Sementara itu, duka yang mendalam dialami korban meninggal atas kejadian tumbangnya pohon di Lingkar Utara UI itu. Terlebih, dikatakan korban memiliki buah hati yang baru berusia sembilan bulan. Tentu keprihatinan kita sebagai keluarga UI, yang menjadi tempat sekitar kejadian perkara, sangat mendalam dengan kenyataan anak korban menjadi yatim piatu.

 

BACA JUGA: Akar Pohon yang Kuat (Tips untuk Mahasiswa Baru)

 

Mari kita doakan agar kedua korban diterima di sisi-Nya, dan tidak ada lagi kejadian serupa yang menimbulkan korban jiwa. Sebagai agen perubahan, seyogyanya kita lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, untuk saling bergotong-royong melibatkan diri dalam proses peremajaan, pelestarian, dan kegiatan sosial lingkungan lainnya, agar hal-hal serupa tak lagi terjadi di lingkungan sekitar kita. Share artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian agar banyak di antara kita lebih peduli dan aktif menjaga serta melestarikan lingkungan sekitar kampus, atau ada di antara kita yang ingin memberikan donasi untuk kebutuhan anak korban tersebut!

Lima Acara ini Wajib Banget Kamu Datengin Seengaknya Sekali Selama Menjadi Mahasiswa UI

Bagi mahasiswa UI, mengadakan berbagai acara bukan suatu hal yang asing. Banyak banget acara yang diselenggarakan oleh berbagai macam lembaga maupun kepanitiaan di UI itu sendiri. Acaranya juga macem-macem, ada yang fun, syahdu, sampe serius. Semuanya menggambarkan “pesta”-nya anak UI bangetlah pokoknya. Iya dong, masa buku dan cinta melulu.

Nah, oleh karena itu, anakui.com punya rekomendasi acara yang wajib banget kamu datengin selama kuliah di UI! Ya, selagi masih mahasiswa dan masih sering ke kampus, seengaknya sekali dalam kehidupan ngampus kamu ikutan acara-acara keren berikut ini, karena serunya jadi mahasiswa itu tidak terulang dua kali!

 

JGTC

Acara tahunan festival musik jazz yang diselenggarakan oleh FEB UI via Youthmanual
Acara tahunan festival musik jazz yang diselenggarakan oleh FEB UI via Youthmanual

Siapa sih anak UI yang gak tau sama JGTC? Yup, Jazz Goes to Campus ke-39 yang tahun ini diselenggarakan tanggal 27 November 2016 mendatang merupakan festival musik jazz yang diselenggarakan oleh FEB UI.

Dari nama acaranya gak kedengeran sama sekali kan kalo acara ini merupakan prokernya BEM FEB UI? Wah, berarti acara ini udah keren banget dan udah dianggap masyarakat layak dikatakan sebagai prokernya satu UI, padahal yang jadi panitia cuma anak-anak FEB loh!

Dengan harga tiket mulai dari Rp65-  Rp78 ribu, kamu gak akan rugi karena gak cuma penyanyi papan atas lokal aja yang hadir di sini tapi juga internasional, loh! Contohnya aja tahun lalu ada Lenka dan tahun ini ada Daniel Powter! Bener-bener harus nyobain seenggaknya sekali dalam seumur hidup kamu biar tambah afdol jadi anak UI.

 

Supporter Olimpiade UI

Serunya jadi supporter di Olimpiade UI via Cyberspace & Time
Serunya jadi supporter di Olimpiade UI via Cyberspace & Time

Siapa sih yang meragukan hype-nya supporter Olimpiade UI, apalagi bidang olahraga mayor kayak futsal, basket, dan bulu tangkis? Masing-masing fakultas tentu saja mengerahkan massa sebanyak-banyaknya untuk mendukung kontingennya dan menunjukkan kepada seluruh umat siapa yang paling kompak dan paling asyik.

Intinya sih ikut aja, sekali aja deh setidaknya kalo kamu anaknya mageran, asal tau aja gitu rasanya supporteran gimana. Dua fakultas yang terkumpul dalam satu stadion, gymnasium, atau perHall saling menggaungkan yel-yel kebanggaannya masing-masing. Euforia yang akan kamu terus kangenin sampai kapan pun.

 BACA JUGA: Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Kamu Turun Jadi Supporter di Olimpiade UI

 

Seminar Berbayar

Kamu harus datengin minimal sekali seminar berbayar di UI via Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Kamu harus datengin minimal sekali seminar berbayar di UI via Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Susah banget ngitung seminar yang diselenggarakan oleh mahasiswa UI, apalagi kita terdiri dari bermacam program studi dengan fokusnya tersendiri. Tentu dari tiap lembaga di fakultas masing-masing memiliki proker seminar yang bertujuan memperdalam bidang studi dari narasumber yang berpengalaman.

Akan tetapi, dari sekian banyak acara seminar yang diselenggarakan, tentu saja ada setidaknya satu program seminar besar dan berbayar yang pembicaranya juga keren deh pokoknya. Nah, yang ini nih, yang kamu harus datengin minimal sekali selama kuliah di UI! Pastinya akan beda banget sama seminar-seminar gratis dan kecil biasa, seminar berbayar ini diselenggarakan di auditorium yang kece, profesionalitas panitianya tinggi, pembicaranya orang-orang penting semua, dapet lunch dan seminar kit, bahkan ada beberapa yang ada gala dinner-nya juga loh! Berkualitas deh pokoknya.

Selain kamu harus dateng, kamu juga harus ngerasain gimana rasanya jadi panitia ini, lagi-lagi minimal sekali dalam hidupmu. Kalo kamu jadi panitia, dresscode-nya pasti pake baju bagus semacam blazer dan kawan-kawannya. Kapan lagi mejeng make jas atau blazer di depan temen-temen kampus?

 

CompFest

 Ada pameran teknologi atau playground yang pastinya menakjubkan di CompFest via bem.cs.ui.ac.id
Ada pameran teknologi atau playground yang pastinya menakjubkan di CompFest via bem.cs.ui.ac.id

Acara yang berkaitan dengan teknologi satu ini dan diselenggarakan oleh BEM Fasilkom UI juga gak boleh ketinggalan kamu ikutin, nih. Selain ada pameran teknologi atau playground yang pastinya menakjubkan, ada berbagai macam lomba dan academy yang hadiahnya gak nanggung-nanggung loh! Liat aja seberapa banyak sponsor dan media partner yang tercantum di poster acara mereka. Meyaknikan banget gak, tuh?! Ditambah lagi, tahun ini CompFest 8 mengundang HiVi! pada main event-nya. Satu acara yang gak boleh terlewatkan, bukan? Wajib banget kamu datengin biar makin melek sama teknologi.

 

Wisuda Genap

Rasain atmosfirnya wisuda paling heboh di UI via metrotvnews
Rasain atmosfirnya wisuda paling heboh di UI via metrotvnews

Nah, terakhir nih. Admin bukan bilang kamu harus wisuda di genap ya hehehe… Kalau mau ganjil ya silakan, 6,5 tahun misalnya. Eh maap.

Iya, wisuda genap merupakan wisuda yang paling heboh karena berbarengan dengan penerimaan mahasiswa baru. Pada wisuda ini, mahasiswa baru akan menjadi paduan suara yang mengiringi para wisudawan. Serunya lagi, mereka semua mengenakan jakun hasil jerih payah melawan kemalasan latihan padus yang kalo gak lengkap kartunya satu biji aja, gak dapet jakun. Betul begitu? Hahahaha.

Ya gak usah dijelasin panjang lebar lagi dah, mungkin bagi kamu yang waktu maba dateng wisuda genap untuk mengiringi wisudawan udah merasakan atmosfir merindingnya gimana, yang belum ngerasain, pokoknya wajib kudu harus dateng wisuda genap minimal satu kali seumur hidup deh!

 

Udah ah, gitu aja, oleh karena itu agar supaya jika menjadi, silakan mulai dari sekarang yang jomblo cari temen buat ikut acara di atas biar afdol jadi anak UI dan biar ada bahan cerita untuk anak dan cucu kelak. Selamat merayakan pesta!

Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh!

Pada tanggal 26 dan 27 Agustus kemarin, UI baru saja meluluskan 8.060 orang sekaligus menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2016/2017 di Balairung UI Kampus Depok. Pada kelulusan kali ini, sebanyak 1.751 orang yang berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Kalo kita pikir-pikir, pasti mayoritas dari yang diwisuda kemarin adalah mereka yang menamatkan studinya selama 4 tahun atau bahkan lebih. Akan tetapi, siapa sangka, bahwa ada juga yang menamatkan studi sarjananya kurang dari 4 tahun, loh! 3,5 tahun? Bukan, bahkan lebih cepat dari 3,5 tahun alias cuma 3 tahun!

BACA JUGA: Endless Question: Mendingan Kuliah 4 apa 3,5 Tahun Ya?

Richard Henokh Kurniawan, wisudawan termuda yang lulus cuma 3 tahun
Richard Henokh Kurniawan, wisudawan termuda yang lulus cuma 3 tahun

 

Yup, dialah Richard Henokh Kurniawan, wisudawan dari program sarjana reguler angkatan 2013 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI yang berhasil menjadi wisudawan muda tercepat, yaitu hanya dalam waktu 3 tahun. Keren banget gak, sih? Karena biasanya kan mahasiswa UI lulus 3,5–4 tahun dari total waktu 8 semester yang diberikan pemerintah, tuh. Belum sampai di situ aja, ternyata Richard juga lulus dengan predikat cumlaude dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif 3.83.

Richard pun mengakui bahwa kunci keberhasilannya terletak pada manajemen diri dan waktu. Richard menyarankan semua orang untuk mencoba bangun lebih pagi dan melakukan kegiatan fisik. Selama di UI, ia sering kali lari pagi pada pukul 5 atau 6. Gak cuma bikin kita bikin bangun lebih pagi, lari pagi juga bikin kita semangat semangat dan percaya diri di pagi hari.

Selain menjaga kesehatan dan kebugaran fisik dengan lari pagi, Richard juga selalu menyiapkan waktu-waktu untuk mengulang kembali pelajaran yang diterimanya selama di kelas, yaitu pada pukul 7-9 malam. Pada saat jam 10 atau jam 11 malam, ia mengusahakan diri untuk tidur, agar bisa bangun pagi keesokan harinya.

Eits, siapa bilang dengan melakukan rutinitas yang teratur kayak gitu berarti membuat kita gak punya waktu dengan hobi dan jaringan pertemanan? Di luar waktu yang udah dijadwalkan, tentunya masih ada sisa waktu yang bisa dibagi untuk kegiatan kuliah, menekuni hobi, dan gak lupa juga begahol. Selama dilakukan dengan disiplin dan konsisten pasti semua orang bisa, kok!

Buktinya nih, selain berprestasi di bidang akademik, Richard juga merupakan ketua angkatan yang tugasnya mengkoordinir acara angkatan setiap semester, bahkan ia juga masih bisa membentuk band Anticode Sophomore yang rutin tampil di acara-acara besar UI, seperti Compfest dan Computers Get Together.

Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh! via vokasi
Ternyata di UI Ada yang Lulus Lebih Cepat dari 3.5 Tahun, Loh! via vokasi

Tentunya dibalik kesuksesan seseorang ada motivasi yang besar di sana. Motivasi terbesar Richard sehingga menjadi seperti sekarang ini tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya sendiri. Ayah Richard dulu juga merupakan lulusan tercepat pada masa itu, yaitu 4 tahun 3 bulan, ketika umumnya teman-temannya lulus 5-7 tahun. Ayahnya jugalah yang menginspirasi Richard untuk mengambil jumlah kredit penuh di setiap semester.

Saat ini Richard sudah diterima untuk melanjutkan masternya di Renmin University of China di Beijing, Jurusan Administrasi Bisnis (gelar MBA). Ia pun sudah mengantongi beasiswa S2 dari Kemenristekdikti untuk melanjutkan jenjang pendidikannya ini.

Ke depannya, ia bercita-cita menjadi profesional di bidang Teknologi Informasi dan membangun sebuah perusahaan Teknologi Informasi di Indonesia.

Wah, menarik dan menginspirasi banget bukan?! Semoga kita dapat menjadikan kisah Richard ini motivasi untuk tetap semangat menjalani dunia perkuliahan baik akademis maupun non akademisnya ya! Pengen cepet-cepet lulus dengan hasil maksimal ya ga apa, tapi tetaplah percaya bahwa semua dari kita akan lulus pada waktu yang tepat. Selamat berkarya!

Referensi: ui.ac.id

Endless Question: Mendingan Kuliah 4 apa 3,5 Tahun Ya?

Memasuki masa-masa sidang skripsi dan wisuda Agustus nanti di UI, pasti banyak mahasiswa yang udah mulai bertanya-tanya dalam dirinya sendiri.

“Nanti gue lulus 3.5 apa 4 tahun ya enaknya?”

Yak, pertanyaan ini sangat sulit untuk dihindari dan pasti akan selalu ada sepanjang masa, mengingat lamanya kamu belajar di kampus ya ditentukan oleh diri kamu sendiri. Kalo SD 6 tahun, SMP dan SMA 3 tahun, di kuliah ini kamu bisa menentukan lamanya masa akademikmu sendiri, mulai dari 3 sampai paling lama ya 6 tahun.

Daripada kamu pusing mikirin ini tapi gak nemu-nemu solusinya, lebih baik anakui.com kasih pertimbangan nih biar bisa kamu pikir sendiri; mendingan kuliah 4 apa 3.5 tahun ya?

BACA JUGA: Jangan Anggap Enteng! Ngulang Matkul Wajib Ternyata Banyak Efeknya

 

Mau memanfaatkan kesempatan yang ada selagi jadi mahasiswa, atau mau cepet-cepet terjun langsung ke dunia kerja

Kampus itu wadah untuk mengembangkan diri sebebas-bebasnya dalam hal yang positif via okkmabimfikui2015
Kampus itu wadah untuk mengembangkan diri sebebas-bebasnya dalam hal yang positif via okkmabimfikui2015

Udah gak usah ditanya lagi kalo kampus itu wadah untuk mengembangkan diri kamu sebebas-bebasnya dalam hal yang positif, mulai dari organisasi, kepanitiaan, komunitas, semuanya yang menurut kamu asik dan menarik bisa kamu ikutin. Di situ kamu bisa mendapatkan softskill yang kamu inginkan untuk improve diri kamu sendiri sebagai bekal persiapan di dunia kerja nanti.

Lain lagi kalo kamu udah merasa cukup dengan kegiatan kampus atau bahkan udah punya kegiatan positif lain di luar kampus yang perlu diurus, kamu malah ingin cepet-cepet meninggalkan dunia kampus dan terjun langsung ke dunia sana. Sama sekali gak ada salahnya, kok. Akan tetapi, setelah lulus, sudah menjadi tanggung jawab bagi diri kamu sendiri untuk survive di dunia kerja nanti. Banyak juga kan yang lulus 3,5 tahun tapi setelahnya luntang lantung bingung mau kerja di mana, kalo kamu udah memantapkan masa depan sih ya silakan. Hidup itu kan pilihan.

 

Udah capek sama kehidupan kampus, atau masih pengin ikut ini itu sampe lulus

Udah capek sama kehidupan kampus, atau masih pengin ikut ini itu sampe lulus via isahkambali
Udah capek sama kehidupan kampus, atau masih pengin ikut ini itu sampe lulus via isahkambali

“Aku gak kuat sama tugas dan kuliah, nikahin adek aja, Bang!”

Yha. Banyak banget yang mengeluh seperti ini karena tugas dan segala hal terkait perkuliahan yang menyiksa. Gak salah juga sih ngeluh asal jangan kebanyakan hehe, kan daya tahan manusia terhadap sebuah beban itu berbeda-beda. Tapi nih ya, gak sedikit juga mereka yang bener-bener udah gak tahan karena aktivitas perkuliahan, dijalanin lebih lanjut tambah gak bisa, dan akhirnya mereka pengin cepet-cepet lulus. Masih mending sih cepet-cepet lulus daripada mengundurkan diri, kan sayang. Kepalang tanggung, istilahnya.

Ada juga yang mengeluh kayak gitu tapi setelahnya masih sanggup bertahan, malah semakin berapi-api. Mereka menjadikan keluhan itu sebagai semangat untuk bangkit lagi. Jadinya pengen ikut ini itu untuk meningkatkan kualitas dan menambah pengalaman dalam kehidupan kampusnya biar makin berwarna dan menjadi manusia yang siap bersaing.

 

Beneran udah maksimalin SKS semua apa cuma gak sabar nyabet gelar sarjana

Beneran udah maksimalin SKS semua apa cuma gak sabar nyabet gelar sarjana via isj.fib.ui.ac.id
Beneran udah maksimalin SKS semua apa cuma gak sabar nyabet gelar sarjana via isj.fib.ui.ac.id

Bagi sebagian orang, memaksimalkan 144 SKS dengan alfabet A atau paling kecil B+ merupakan suatu hal yang mudah. Sebagian besar lainnya menganggap B aja udah anugerah. Bagi mereka yang selau-selau aja untuk memperindah 144 SKS mereka, bisa dengan santainya nambah SKS lagi sesuai apa yang mereka inginkan atau yaudah, lulus deh 3,5 tahun. Tapi inget; maksimalin dulu aja 144 SKS-nya, jangan mentang-mentang ngejar 144 secara singkat tapi nilainya pas-pasan, kan gak asik juga nanti.

Ada lagi orang yang emang ngejar 3,5 tahun biar cepet-cepet dapet gelar sarjana dan foto pake toga di depan Rektorat. Aduh, yang kayak gini sebenernya juga gak salah sih sebagai motivasi, asalkan IP kamu memuaskan diri kamu sendiri dan orang-orang tercinta.

Intinya, lamanya perkuliahan ini kamu sendiri yang menentukan, jangan pernah ngikut-ngikutin orang deh pastinya. Emang sih, denger temen yang udah ambisius pengen lulus 3,5 tahun kita jadi minder duluan. Akan tetapi tenang saja bosku, gak semua temen sejurusan dan seangkatan kamu langsung abis gitu aja setelah 3,5 tahun kok! Pasti akan ada yang namanya “temen seperjuangan” yang merasakan getir pahitnya berjuang untuk lulus bersamamu.

Mantapkan pilihan dan maksimalkan kehidupan di kampus dulu aja deh; kalo merasa udah cukup 3,5 tahun dan SKS telah terpenuhi ya sok monggo sabet gelarnya, kalo belum ya jangan bersedih, yang penting usaha! See ya!

FKMUI: Fakultas Kesehatan Masyarakat Tertua di Indonesia

Jurusan Kesehatan Masyarakat masih menjadi favorit bagi mereka yang ingin berkarier di dunia medis tapi kurang berminat menjadi dokter. Jangan salah, banyak potensi karier yang sangat menjanjikan untuk kamu yang lulusan Kesehatan Masyarakat. Untuk itu, silakan kamu simak baik-baik apa saja ilmu yang bisa kamu dapatkan di jurusan ini.

BACA JUGAMau Kuliah di Jurusan Farmasi UI? Baca Dulu Artikel Ini

 

Deskripsi Umum

Deskripsi Umum tentang FKMUI via activistic
Deskripsi Umum tentang FKMUI via akg.fkm.ui.ac.id

Kesehatan masyarakat adalah jurusan yang berasal dari rumpun ilmu kesehatan, atau dengan kata lain, jurusan ini adalah untuk kamu yang mengambil jurusan IPA saat di SMA. Di Universitas Indonesia (UI), jurusan ini memiliki fakultas tersendiri dengan jurusan dan program studi yang beragam. Perlu kamu ketahui, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat tertua di Indonesia.

Sejatinya, Ilmu Kesehatan Masyarakat terlahir karena persoalan penyakit masyarakat di Indonesia yang penanganannya masih sangat minim di akhir masa penjajahan Belanda. Hal ini melahirkan kebutuhan untuk lebih banyak mencetak ahli medis pribumi dengan membentuk lembaga pendidikan tinggi yang mumpuni di tanah air. Lebih lengkap tentang sejarah FKM UI, kamu bisa lihat melalui link berikut http://old.ui.ac.id/id/academic/page/fkm.

Dalam prosesnya, karena tingginya kebutuhan, tak hanya dalam hal pengobatan penyakit, melainkan juga kebutuhan untuk memahami penyakit yang berkembang di masyarakat, FKM UI pun lahir. Mulanya, hanya terdapat 4 program studi tingkat sarjana yang berada di fakultas ini, yaitu Ilmu Kesehatan Masyarakat, Gizi, Kesehatan Lingkungan, dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Hingga saat ini terdapat 3 program studi tambahan, yaitu Gizi, Kesehatan Lingkungan, serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

 

Jurusan Ini Cocok untuk Kamu yang…

Jurusan Ini Cocok untuk Kamu yang... via activistic
Jurusan Ini Cocok untuk Kamu yang… via activistic

Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat sangat sesuai untuk kamu yang memiliki minat tinggi terhadap analisis untuk memecahkan masalah kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, serta minat untuk berkontribusi terhadap kemajuan ilmu kesehatan secara umum. Jika menjadi dokter, peran kamu dalam kesehatan adalah dari sisi kuratif (pengobatan), maka di jurusan ini peran kamu lebih pada sisi preventif (pencegahan) dan promotif (kampanye kesehatan). Menarik, kan?

 

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan

FKMUI nggak cuma belajar di kelas via Twitter BEMFKMUI
FKMUI nggak cuma belajar di kelas via Twitter BEMFKMUI

Memasuki jurusan ini, kamu akan disuguhi 11 peminatan yang berbeda-beda yaitu Biostatistik, Informatika Kesehatan, Manajemen Informasi Kesehatan, Epidemiologi, Manajemen Asuransi Kesehatan, Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Reproduksi, Mutu Layanan Kesehatan, Promosi Kesehatan, dan Bidan Komunitas (khusus program ini diadakan bekerja sama dengan Depkes RI).

Mulanya Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi bagian peminatan, namun di tahun 2015 ini, program tersebut telah mandiri sebagai salah satu program studi di FKM. Banyaknya opsi memberikan kesempatan untuk kamu memilih peminatan yang dirasa paling sesuai dengan potensi dan impian kariermu.

 

Prospek Kerja

Prospek Kerja via dipiw
Prospek Kerja via dipiw

Merujuk pada kompetensi lulusan Jurusan Kesehatan Masyarakat UI (lebih lengkap bisa dilihat pada http://www.fkm.ui.ac.id/content/program-studi-sarjana-kesehatan-masyarakat-gelar-skm/) terdapat banyak peluang kerja yang menjanjikan bagi kamu. Mulai dari manajer RS, manajer rekam medik, manajer pemasaran RS, manajer asuransi kesehatan, manajer perusahaan farmasi, pemasaran laboratorium dan alat kesehatan, atau manajer di berbagai institusi kesehatan seperti Puskesmas, klinik, dinas kesehatan, maupun organisasi nonprofit yang bergerak di bidang kesehatan. Tidak hanya itu, kamu pun dapat bekerja di berbagai perusahaan yang menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Keselamatan Lingkungan (K3KL) yang tujuannya untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan saat bekerja.

Perusahaan yang menerapkan K3KL bisa berupa perusahaan tambang, perusahaan minyak, perusahaan konstruksi dan sejenisnya. Kebutuhan akan sumber daya manusia yang memahami konsep dan penerapan K3KL saat ini semakin tinggi. Mengingat tata laksana kerja di Indonesia yang mewajibkan perusahaan untuk mengimplementasikan K3KL sebagai wujud perlindungan terhadap pekerja.

Selain UI, hampir seluruh universitas dengan fakultas terkait bidang kesehatan di Indonesia memiliki Jurusan Kesehatan Masyarakat. Alasannya, karena lulusannya sangat dibutuhkan. Menjamurnya kampus yang membuka jurusan ini berbanding lurus dengan jumlah institusi kesehatan dan berbagai perusahaan yang menerapkan keselamatan kerja. Lagi-lagi, prospek kerja yang luas menjadi satu alasan kuat kenapa jurusan ini sangat diminati.

Dalam perkembangan saat ini, pemerintah mengambil kebijakan untuk mengutamakan gerakan promotif dan preventif. Harapannya, dengan membiasakan masyarakat bergaya hidup sehat, maka tingkat penyebaran penyakit di masyarakat pun menurun. Perlu diketahui, langkah ini diwujudkan pemerintah melalui adanya BPJS.

Jadi, untuk mendukung kebijakan ini, kebutuhan akan SDM lulusan kesehatan masyarakat akan semakin dicari. Maka, peluang dan prospek karier di bidang ini pun akan semakin meningkat. Peluang buat kamu untuk jadi salah satu SDM di ranah ini.

 

Daftar Kampus Lain Selain UI

Daftar Kampus Lain Selain UI via activistic
Daftar Kampus Lain Selain UI via activistic

Beberapa universitas yang memiliki jurusan ini diantaranya adalah Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sam Ratulangie, Universitas Ahmad Dahlan, dan Universitas Jember. Masing-masing memiliki bidang peminatan yang serupa dengan yang dapat ditemui di UI, meski secara garis besar, Jurusan Kesehatan Masyarakat di UI memang memiliki bidang peminatan terbanyak.

 

Biaya Kuliah

Biaya Kuliah FKMUI via bem.fkm
Biaya Kuliah FKMUI via bem.fkm

Untuk berkuliah di Jurusan Kesehatan Masyarakat UI, biaya yang kamu butuhkan per semesternya adalah senilai Rp7.500.000,00 untuk program sarjana reguler. Kelebihannya, di program ini kamu tidak dikenakan biaya uang pangkal. Sedangkan jika kamu tertarik dengan program sarjana ekstensi, maka kamu harus merogoh kocek lebih dalam. Biaya per semester jurusan ini untuk program sarjana ekstensi adalah Rp8.000.000,00. Lebih lengkapnya bisa kamu lihat di http://www.ui.ac.id/akademik/biaya-pendidikan.html.

Biaya yang disebutkan di atas tentunya di luar biaya hidup dan biaya bahan perkuliahan, seperti modul dan buku-buku. Belum lagi jika kamu berkeinginan untuk tinggal di kosan selama berkuliah. Pasti biaya yang dibutuhkan akan bertambah.

Nah, tertarik untuk bergabung dengan kami? Ayo segera daftar, ya.

 

Jangan Anggap Enteng! Ngulang Matkul Wajib Ternyata Banyak Efeknya

Salah satu skenario sedih kehidupan mahasiswa adalah ketika harus mengulang alias gak lulus sebuah mata kuliah wajib. Ditinggal pacar efeknya gak separah waktu gak lulus matkul wajib karena yang satu bisa selesai setelah dapet pacar baru, yang satunya lagi harus ngulang ngambil kuliah yang sama entah semester depan atau tahun depannya.

Nah, skenario sedih ini gak hanya menghapus impian terpendam untuk bisa lulus cum laude atau tepat waktu, tapi punya beberapa efek yang bikin kamu… Serba Salah kalau kata Raisa. Apa aja tuh?

 

Feeling violated

Feeling violated via
Feeling violated via Photo Credit: Kaptain Kobold via Compfight cc

Ya, efek paling awal adalah kamu merasa terluka, dijahatin dan merasa seisi bumi… eh seisi dewan dosen, itu gak adil. Meskipun kamu udah tau kamu berada diambang ketidaklulusan sejak liat nilai UTS, dan memang had it coming at you karena kamu memang gak lebih berusaha mengejar ketertinggalan, kamu tetep merasa terkhianati ketika liat nilai D di siak. Atau malah E.

Efeknya bisa marah-marah, kesel, sedih, mirip-mirip kaya diputusin pacar tapi ada efek yang lebih parah. Efeknya adalah kamu mempertanyakan masa depan dan mempertanyakan respons kamu ketika orang tua tau kamu ternyata telah mengecewakan mereka. Ditinggal pacar gak bikin orang tua kamu kecewa kok.

Ketika feeling violated gitu lebih baik kamu cari temen buat curhat dan gak baik ngadepin ini sendiri kalau emang kamu gak biasa dikecewakan sama yang namanya realita. Pick yourself up and dust yourself off, ini bukan akhirnya. Meskipun ini bisa aja awal menuju akhir yang menyakitkan kalau kamu tetep gak berubah.

 

Jadwal kosong

Jadwal kosong, jadi sering nongkrong-nongkrong via wepreventcrime
Jadwal kosong, jadi sering nongkrong-nongkrong via wepreventcrime

Awalnya, ini jadi bagian menyenangkan dari gak lulus matkul wajib. Semester selanjutnya jadwal kamu bisa sedikit tidak terlalu mencekik seperti biasanya. Seneng kan, lebih banyak waktu kosong. Tapi jangan salah, jadwal kosong akibat gak lulus itu lain cerita sama jadwal kosong karen sks udah hampir abis.

Jadwal kosong ini punya efek yang cukup membahayakan. Kamu akan jadi kebanyakan waktu kosong dan gak ada kerjaan yang bikin kamu terbiasa sama yang namanya males dan no appointment issues. Kerjaannya nongkrong sana sini kalau emang suka nongkrong, dan efeknya adalah kamu bisa jadi kurang produktif di semester selanjutnya. Malesnya itu malah bisa kebawa sampe semester-semester berikut karena kamu udah terbiasa menjalani jadwal lowong.

 

Susah ketemu temen seangkatan

Susah ketemu temen seangkatan via paguyubankseui
Susah ketemu temen seangkatan via paguyubankseui

Ini selanjutnya. Semester selanjutnya kamu akan kehilangan banyak kesempatan ngumpul sama temen seangkatan karena jadwal dia dan jadwal kamu udah beda jauh, dianya sibuk karena workload-nya tambah banyak dan kamu tertinggal dengan meladeni jadwal kamu yang tersendat dan gak sibuk plus bikin males itu.

Mereka akan terus melaju kuliahnya sementara kamu akan stuck dan sulit maju. Pembicaraan juga jadi beda karena kalian punya tugas yang beda dan kadang jadi gak nyambung. Efeknya lumayan nyakitin dan yang lebih parah, kamu harus adaptasi ulang dengan teman-teman angkatan bawah. Seru sih buat yang pinter gaul, tapi kalo yang enggak ya pe er banget kenalan lagi.

 

Bisa memperbaiki nilai, kalo niat

Bisa memperbaiki nilai, kalo niat via
Bisa memperbaiki nilai, kalo niat via Photo Credit: clemsonunivlibrary via Compfight cc

Kalo niat. Bener banget. Ada mahasiswa yang ambis dan ketika gagal sekali, mereka akan berjuang mati-matian untuk bisa berhasil. Namun, ada juga yang pasrah dan merasa mengulang kelas itu kaya nonton film yang sama berulang kali namun gak bagus-bagus amat itu film, berasa dengerin lagu yang overplayed terus menerus ampe kamu mati rasa.

Tapi ya kamu mahasiswa, udah gede, jangan manja. Deal with it lah, emang opsi kamu apa? Nyerah? Yakali. Hajar terus aja. Kalo bukan itu matkul yang kelar, ya kamu yang dikelarin.

 

Lulus belakangan

Efek paling pedih: Lulus belakangan via isj.fib.ui
Efek paling pedih: Lulus belakangan via isj.fib.ui

Ada yang sengaja gak mau lulus cepet-cepet, ada yang gak mau sama sekali lama-lama di kampus. Sedih kan? Lebih sedih kalo ada yang gak sengaja lama-lama di kampus, padahal maunya cepet-cepet lulus.

Efek paling nyakitin dari ngulang matkul wajib adalah kamu harus menyaksikan temen-temen kamu yang seangkatan, masuk bareng tapi keluar duluan. Kamu yang punya abandonment issues bakal kesulitan bangkit dari kondisi ini. Tapi tenang aja, mungkin itu jalan mereka. Kamu yang harus menghadapi lebih banyak tantangan pasti punya pengalaman ditempa sama yang namanya kenyataan dan mudah-mudahan ada hikmahnya nanti setelah lulus.

Nah, itu dia efek yang terjadi kalau kamu ngulang matkul wajib. Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau bisa mengilhami temen kamu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama!

 

Baca Juga:

Inilah 20 Usaha Waralaba Bermodal Kecil untuk Mahasiswa

10 Ide Bisnis Untuk Mahasiswa, Menarik untuk Dieksplorasi!

15 Pekerjaan Sampingan Mahasiswa dengan Penghasilan Menjanjikan

Biografi Tere Liye, Lulusan Akuntansi UI yang Menjadi Penulis Novel Terkenal

Biografi Raditya Dika, YouTuber Alumni Politik UI yang Gak Pernah Ngomongin Politik

Berikut Ini Alasan Mengapa Prodi Akuntansi FEBUI Banyak Diminati

Apa yang ada dipikiranmu ketika mendengar kata “akuntansi”? Lajur kredit debit? Neraca? Mumet, karena hitungan nggak balance? Atau justru semuanya? Tenang, you’re not the only one. Tapi terlepas dari semua stigma negatif itu, akuntansi menyimpan banyak pesona.

BACA JUGA: Ujung Genteng, Pesona yang Penuh Misteri

Pesona? Ow, really? Yupz! Akuntasi termasuk salah satu jurusan favorit di Universitas Indonesia yang dianggap  prospektif karena lulusannya banyak yang langsung diterima bekerja di perusahaan-perusahaan ternama dengan gaji yang cukup membentuk senyuman di wajah. Tidak usah banyak basa-basi, mari kita langsung ke TKP!

Sekilas Tentang Prodi Akuntansi

Sekilas Tentang Prodi Akuntansi via febui
Sekilas Tentang Prodi Akuntansi via febui

Di Universitas Indonesia, Jurusan (atau nama resminya program studi, panggilan sayangnya prodi) Akuntasi merupakan salah satu jurusan yang tersedia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBUI) dan berada di bawah Departemen Akuntansi. Prodi ini membuka beberapa program, yaitu Program D3 Akuntansi (berada di bawah Vokasi UI), Program S1 Reguler, Program S1 Kelas Paralel, Program S1 Ekstensi, Program S2 MAKSI, Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi S2, dan Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi S3.

BACA JUGA: 70% Lulusan D3 UI Tidak Lulus Ujian Masuk Ekstensi UI

Untuk kelas S1 Reguler, jalur masuknya melalui SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAK-UI. Sedangkan untuk kelas paralel, melalui SIMAK-UI dan PPKB.

Di prodi ini, kamu akan belajar tentang tata cara pencatatan laporan keuangan, termasuk dalam memeriksa atau memberi penilaian atas informasi keuangan suatu perusahaan. Setelah lulus dari prodi ini, kamu akan dianugerahi gelar Sarjana Akuntansi. Oh iya, Sarjana Akuntansi itu berbeda dengan akuntan walaupun sama-sama mempelajari akuntansi. Gelar Akuntan diperoleh ketika kamu selesai mengikuti Program Profesi Akuntan yang bisa kamu ikuti setelah kamu menyelesaikan S1 kamu di prodi ini.

BACA JUGA: Saya Hanya Penjual Roti, Tapi saya Akan Masuk Akuntansi UI!

Sama halnya dengan prodi lain, Prodi Akuntansi terus aktif melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, terutama perusahaan sebagai mitranya. Salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan yang akan menjadi tempat magang mahasiswa tingkat akhir.

Beberapa perusahaan yang menjadi mitra Prodi Akuntansi adalah KAP (Kantor Akuntan Publik) EY, PwC, AAJ, dan Grant Thornton. Kerja sama yang baik dengan perusahaan tersebut bahkan berlanjut ke tingkat pre-rekrutmen, seperti pada EY yang menerima 19 lulusan terbaik Prodi Akuntansi (terdiri dari 10 mahasiswa S1 Reguler dan 9 mahasiswa S1 Ekstensi) untuk langsung bekerja di EY tanpa melalui proses rekrutmen umum, hanya perlu melampirkan rekomendasi dari Prodi Akuntansi.

Perkuliahan di Prodi Akuntansi

Perkuliahan di Prodi Akuntansi via HMVA_UI
Perkuliahan di Prodi Akuntansi via HMVA_UI

 

Begitu kamu resmi diterima di prodi ini, maka kamu harus mempersiapkan dirimu untuk bertemu dengan kumpulan mata kuliah yang antara lain bernama Tata Kelola (Corporate Government), Akuntansi Syariah, Auditing, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Keuangan, dan Sistem Informasi Manajemen.

Tenang… itu belum semuanya. Mata kuliah di atas ibaratnya cuplikan bab dalam buku; beberapa mewakili semuanya. Jadi jangan senang dulu, kamu masih akan bertemu dengan mata kuliah yang sejenis dengan itu.

Selain mata kuliah khusus Prodi Akuntansi, di tahun pertama dan kedua kamu masih akan mendapatkan Mata Kuliah Wajib yang juga diterima oleh Prodi lain (Manajemen dan Ilmu Ekonomi) dalam FEBUI. Mata Kuliah Wajib ini antara lain Pengantar Akuntansi 1, Pengantara Akuntasi 2, Pengantar Bisnis, Pengantara Mikro 1, dan Pengantar Mikro 2.

Selain Mata Kuliah Wajib, ada juga peraturan akademik yang perlu kamu ketahui, yakni:

  1. Mengambil minimal 144 SKS adalah wajib. 144 SKS itu terdiri dari 12 SKS Wajib Universitas, 43 SKS Wajib Fakultas (seperti dijelaskan pada contoh di atas), 63 SKS Wajib Program Studi, 21 SKS Pilihan, dan 6 SKS Tugas Akhir.
  1. Jumlah SKS untuk Tugas Akhir adalah 6 SKS, dan kamu dapat memilih antara Skripsi, Magang, atau Studi Mandiri.
  1. Selain mengambil mata kuliah dalam bahasa Indonesia, kamu juga wajib mengambil 18 SKS mata kuliah berbahasa Inggris. Komposisinya adalah minimum 15 SKS terdiri dari mata kuliah dengan kode ACCT dan sisanya, dengan kode MGMT atau ECON.
  1. Kamu dapat memilih mata kuliah yang sesuai dengan spesialisasi karier yang ingin kamu tekuni. Pilihan spesialisasi karier yang tersedia adalah Akuntan Publik, Akuntan Manajemen, Internal Auditor, Staf Keuangan Perusahaan, Manajer Perpajakan, Analis Sistem Informasi, Akuntan Sektor Publik, dan Akuntan Syariah.
  1. Untuk mata kuliah yang memiliki kelas asistensi dan kelas laboratorium, maka hukumnya WAJIB untuk di

 

Kemana Setelah Lulus dari Prodi Akuntansi?

Ke Mana Setelah Lulus dari Prodi Akuntansi? via vokasi ui
Ke Mana Setelah Lulus dari Prodi Akuntansi? via vokasi ui

Setelah lulus dari Prodi Akuntansi, terus ke mana? Waduuh! Prodi ini terkenal dengan lulusan mereka yang langsung bekerja di perusahaan ternama setelah lulus. Dosen-dosennya saja banyak yang memiliki posisi penting di perusahaan multinasional/perusahaan asing.

BACA JUGA: 6 Selebritis Ganteng Lulusan Universitas Indonesia

Begitu kamu lulus dari sini, kamu bisa apply ke pekerjaan yang banyak (bahkan selalu) menggunakan ilmu Akuntansi, seperti Financial Analyst, Credit Analyst, Auditor, dan Akuntan. Dan tentu saja masih banyak lagi jenis pekerjaan yang dapat kamu masuki ketika kamu lulus dari prodi ini. Sejarah membuktikan, nggak perlu khawatir deh untuk masalah pekerjaan kalau sudah lulus dari prodi ini (khusus Akuntansi FEBUI ya.. hehe).

 

Di Mana Dapat Menemukan Prodi Akuntansi Selain di UI?

Selain di UI, Jurusan Akuntansi ada di mana aja? via unair
Selain di UI, Jurusan Akuntansi ada di mana aja? via unair

Selain di UI, Prodi Akuntansi juga dijumpai di banyak PTN. PTN yang membuka Prodi Akuntansi (dengan akreditasi A) adalah GM, UNDIP, UNIBRAW, UNPAD, Universitas Sebelas Maret, UNAIR, dan Unsoed Purwokerto. Di universitas swasta (area Jabodetabek), Prodi Akuntansi dengan akreditasi A dapat ditemui di Universitas Gunadarma, Bina Nusantara, UNIKA Atmajaya, Universitas Tarumanegara, Universitas TRISAKTI, Universitas Pancasila, dan Universitas Persada YAI Jakarta.

 

Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan untuk Menempuh Program S1 di Prodi Akuntansi FEBUI?

Berapa biaya kuliah S1 Akuntansi UI? via HMVA_UI
Berapa biaya kuliah S1 Akuntansi UI? via HMVA_UI

In the end, often times, it’s all about the money. So, how much? Program S1 Reguler memiliki perbedaan dalam pembayaran dari Program S1 Pararel. Ini karena sejak 2013, Prodi S1 Reguler tidak lagi dikenakan uang pangkal, sehingga program S1 Reguler hanya dikenakan biaya Rp100.000,00 – Rp5.000.000,00, tergantung kondisi ekonomi mahasiswa yang bersangkutan. Biaya ini dinamakan BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan). Biaya ini dibayarkan satu kali dalam satu semester dan tidak perlu lagi membayar uang SKS.

BACA JUGA: UI adalah Kampus Anti Diskriminasi!

Untuk program S1 Paralel, uang pangkal masih tetap diberlakukan dan besarannya adalah Rp 25 juta. Sedangkan besaran bayaran per semester adalah Rp10.500.000,00 dan tetap berlaku sistem BOP, yakni dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi mahasiswa.

Bagaimana? Sudah mencukupikah info di atas untuk kamu membuat keputusan mendaftar ke Jurusan Akuntansi? Jika masih ada info yang kamu butuhkan, jangan ragu-ragu untuk datang langsung ke FEBUI atau bahkan ke Rektorat. Goodluck ya!

 

Source:

http://accounting.feb.ui.ac.id/sambutan-ketua-departemen-akuntansi-feb-ui/

http://dialog.ui.ac.id/id/browse/detil/02.03.06.01

http://jurnalakuntansikeuangan.com/2012/06/5-pekerjaan-akuntansi-keuangan-bergaji-bagus-untuk-fresh-graduate/

Beberapa Fakta yang Harus Kamu Tahu Sebelum Masuk Jadi Mahasiswa Fakultas Psikologi UI

Kamu adalah orang yang suka membaca karakter manusia? Menyukai dunia training? Atau tertarik pada perkembangan anak dan ingin bekerja di area itu? Semua ilmu dan keterampilan untuk bekerja di area tersebut bisa kamu dapatkan di Jurusan Psikologi Universitas Indonesia.

Sekilas Tentang Jurusan Psikologi UI

Sekilas Tentang Program Studi Psikologi via ciputranews
Sekilas Tentang Program Studi Psikologi via ciputranews

Fakultas Psikologi UI ini bisa dibilang sebagai Fakultas Psikologi yang istimewa. Kenapa? Karena Fakultas Psikologi UI merupakan Fakultas Psikologi Pertama di Indonesia dan sekarang menjadi acuan untuk pengembangan fakultas psikologi lainnya di Indonesia. Proses pembelajaran di Fakultas Psikologi UI menggunakan teknik terkini yang membantu mahasiswa mengoptimalkan dan merealisasikan potensi dirinya lewat pembelajaran melalui metode student-centered learning, collaborative learning, dan problem-based learning.

BACA JUGA: Jalur Masuk Universitas Indonesia

Di Fakultas Psikologi UI, mahasiswa dapat memperoleh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) setelah menempuh perkuliahan selama empat tahun. Untuk mendapatkan gelar psikolog, seorang sarjana psikologi harus melanjutkan ke jenjang S2 Program Master Psikologi.

Program Studi (prodi) atau jurusan psikologi dibuka pada pada kelas Reguler dan Paralel. Jalur masuk kelas reguler lewat SNMPTN, SBMPTN, dan SIMAK-UI. Sedangkan untuk kelas paralel, melalui SIMAK-UI dan PPKB.

 

Bagaimana Perkuliahan di Jurusan Psikologi UI?

Bagaimana Perkuliahan di Prodi Psikologi? via bempsikologi
Bagaimana Perkuliahan di Prodi Psikologi? via bempsikologi

Program Studi Psikologi di S1 tidak memiliki peminatan. Peminatan baru kamu temui ketika kamu melanjutkan studi ke program S2 Psikologi.

Adapun contoh-contoh mata kuliah yang akan temui di perkuliahan S1 nanti adalah sebagai berikut.

  1. Analisa Jabatan dan Beban Kerja (P) (PSPS605474)
  2. Asesmen Psikologis (PSPS605324)
  3. Bimbingan Pendidikan (P) (PSPS603262)
  4. Coaching, Mentoring, dan Counseling (PSPS604467)
  5. Dasar-dasar Intervensi Psikologi (PSPS605021)
  6. Dinamika Kelompok (PSPS604669)
  7. Diri dan Kehidupan Sosial (P) (PSPS603665)
  8. Disain Alat dan Kondisi Kerja (P) (PSPS606490)
  9. Filsafat Psikologi (PSPS603008)
  10. Identifikasi & Pengembangan Kreativitas (P (PSPS606280)
  11. Kesehatan Mental (PSPS605526)
  12. Kesehatan Mental Komunitas (PSPS606535)
  13. Kesulitan Belajar (P) (PSPS606281)
  14. Konstruksi Alat Ukur Psikologi (PSPS607338)
  15. Kuliah Kerja Nyata (UIGE600999)

Seperti di fakultas lain, kamu harus menempuh setidaknya 144 SKS untuk dapat lulus dari Prodi Psikologi ini. Dan mata kuliah di atas adalah beberapa di antaranya.

 

Ke Mana Setelah Lulus dari Psikologi UI?

Ke Mana Setelah Lulus dari Prodi Psikologi UI? via andraseptian
Ke Mana Setelah Lulus dari Prodi Psikologi UI? via andraseptian

Jangan pernah khawatir akan menjadi pengangguran selepas lulus dari Prodi Psikologi. Banyak bidang yang menjadi lahan kerja lulusan Prodi Psikologi, antara lain bidang penelitian, sumber daya manusia (sdm), pemasaran, jurnalistik, periklanan, lembaga swadaya masyarakat, pelatihan (training), hubungan masyarakat, pendidikan, sosial dan masih banyak lagi.

Ada pun beberapa profesi yang dapat dimasuki oleh lulusan Prodi Psikologi antara lain:

  1. Compensation and Benefit officer. Area kerjanya berkaitan dengan Payroll dan Penggajian karyawan, termasuk bonus.
  2. Recruitment officer. Mengurusi perekrutan mulai dari menetapkan kualifikasi yang harus dipenuhi pelamar hingga ke tanda tangan kontrak.
  3. Organization Development (OD) officer. Area kerjanya berkaitan dengan pengembangan organisasi.
  4. Training and Development (TD) officer. Area kerjanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi karyawan dan program pengembangan karyawan.
  5. Konselor, baik untuk personal maupun perusahaan.
  6. Jika kamu tertarik untuk menjadi psikolog, kamu harus meneruskan pendidikan hingga S2 Psikologi dan mendapatkan gelar Psikolog. Banyak bidang yang membutuhkan psikolog, temasuk lembaga pemerintah, militer, dan swasta.
  7. Terapis Anak Berkebutuhan Khusus. Saat ini pemintaan terhadap Terapis Anak Berkebutuhan Khusus cukup tinggi seiring mulai banyaknya sekolah yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus.
  8. Trainer. Ingin seperti Mario Teguh? Mungkin ini adalah pekerjaan yang cocok untuk kamu. Ilmu untuk membaca karakter dan melejitkan potensi akan sangat berguna ketika kamu memilih profesi ini.
  9. Konselor karie Banyak dari kita yang mungkin asing mendengarnya. Namun, seiring meningkatnya level kemakmuran dan gaya hidup, konselor karier diperlukan oleh orang-orang yang tetap menginginkan kariernya cemerlang dengan melaksanakan advise dari sang konselor dalam mempertimbangkan untuk menerima atau tidak menerima pekerjaan baru, teknik interview, atau bagaimana mengatasi tekanan saat menghadapi wawancara.
  10. Psikolog o Tidak begitu terdengar di negeri kita walau sudah menjadi pekerjaan yang umum di luar negeri. Namun belakangan ini, profesi tersebut mulai terlihat, terutama di cabang sepakbola. Tugas dari psikolog olahraga ini adalah membantu performance atlet dari sisi psikologi, seperti memberikan motivasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan juga melakukan treatment ketika atlet cedera.

 

Selain UI, Universitas Mana yang Punya Jurusan Psikologi?

Selain UI, Universitas Mana yang Membuka Prodi Psikologi? via bempsikologi
Selain UI, Universitas Mana yang Membuka Prodi Psikologi? via bempsikologi

Selain di UI, universitas negeri di wilayah Jawa yang membuka Prodi Psikologi dengan akreditasi A adalah UNAIR, UGM, dan UNPAD. Sedangkan universitas swasta area Jabodetabek yang membuka Prodi Psikologi dengan akreditasi A adalah Universitas Gunadarma, Unika Atmajaya, YAI Persada, dan Universitas Tarumanegara (Untar).

 

Berapa Biaya Perkuliahan di Jurusan Psikologi UI?

Berapa Biaya Perkuliahan di Prodi Psikologi? via bempsikologiui
Berapa Biaya Perkuliahan di Prodi Psikologi? via bempsikologiui

Biaya S1 Reguler di Prodi Psikologi berkisar Rp100.000–Rp5.000.000 dengan skema BOP-B (Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan). Biaya ini dibayarkan per semester dan tidak lagi dikenakan biaya SKS. Untuk S1 Reguler, sejak 2013 sudah tidak lagi membayar uang pangkal.

BACA JUGA: Jurusan Manajemen UI dan Hubungan Internasional UI

Untuk S1 Paralel, besaran BOP adalah Rp8.500.000,00 per semester dan Rp11.000.000,00 untuk uang pangkalnya.

Apakah info di atas sudah cukup bagi kamu untuk membuat keputusan? Masih membutuhkan info lagi? Jangan ragu, datangi saja Fakultas Psikologi secara langsung dan cari tahu info yang kamu butuhkan di sana. Good luck ya!

Source:

http://www.ui.ac.id/akademik/sarjana-reguler/fakultas-psikologi/program-sarjana-psikologi.html

http://dialog.ui.ac.id/id/browse/detil/01.00.08.01

http://www.tekun.info/20-peluang-pekerjaan-lulusan-psikologi/

http://ban-pt-universitas.blogspot.co.id/2015/05/universitas-ptn-pts-jurusan-psikologi-terbaik-di-indonesia.html

7 Alasan Kenapa Masih Suka Ketemu Alumni di Kampus

Mungkin kamu bingung kalo melihat berbagai senior kamu yang udah jadi alumni tetap suka bersemayam di kampus. Mungkin kamu gak peduli, tapi lebih besar kemungkinan kalau kamu akan berpikiran kemana-mana tentang alumni-alumni yang berkeliaran itu.

BACA JUGA: 7 Entrepreneur Alumni UI yang Sukses Melahirkan Puluhan Ribu Lapangan Pekerjaan

Pemikir konvensional biasanya langsung terbersit di otaknya “Lah, mereka gak kerja apa?” Karena anakui gak sesederhana itu otaknya, mari kita luruskan beberapa hal mengenai alumni-alumni yang masih ‘ngampus’ itu.

 

Lagi S2

Mungkin mereka lanjutin S2 via silviajunaidi
Mungkin mereka lanjutin S2 via silviajunaidi

Ini mungkin aja. Kalau kamu lihat senior kamu yang udah jadi alumni, dan kamu inget banget kamu pernah dateng ke wisudanya beliau, kemungkinan dia emang bolak-balik kampus lagi S2 atau malah udah siap ngajar.

BACA JUGA: Nah, Ini Dia Perbedaan Antara Mahasiswa S1 dan S2

Sah-sah aja dong balik ke kampus? Kalau kamu sendiri gak tau alasan senior itu ngampus terus, berarti kamu gak bersosialisasi sama senior dan alumni kamu, sayang sekali.

 

Kerja di industri kreatif

Bisa aja mereka kerja di industri kreatif kayak Raditya Dika via kata-kata
Bisa aja mereka kerja di industri kreatif kayak Raditya Dika via kata-kata

Jam kerja industri kreatif itu gak sekonvensional dan strict jam kantor biasa. Bisa aja malah dia sekarang kerjaannya adalah penulis atau desainer grafis, atau dia bisnis dan punya passive income. Gak berarti kehadirannya di kampus bisa kamu jadikan alasan nganggep dia pengangguran dong? Meskipun mungkin, coba cari tau.

 

Kangen kantin

Atau mungkin mengenang masa-masa sering ngutang di kantin via
Atau mungkin mengenang masa-masa sering ngutang di kantin via bpmfmipaui

Ini makes sense juga, sih. Kamu juga kalau misalnya udah lulus ada kalanya kangen sama kantin kampus, terutama kamu yang semasa kuliah memang doyannya bersemayam di sana ngeliatin gebetan. Atau kamu emang suka nongkrong karena suka makan atau suka atmosfir rame-rame sayup-sayup suara obrolan kantin yang unik itu.

Boleh bangetlah alumni kangen kantin. Malah penulis berharap banget alumni macam Dian Sastro mau singgah ke Kansas lagi. Bolehlah sekalian foto bareng.

 

Dimintain bantuan sama senior kamu

Bisa jadi Dimintain bantuan sama senior kamu via bpmfmipaui
Bisa jadi Dimintain bantuan sama senior kamu via bpmfmipaui

Ini possible juga. Ada aja acara atau kepentingan senior kamu yang butuh bantuan orang yang berpengalaman, dan salah satunya adalah alumni.

BACA JUGA: Beberapa Alasan Kenapa Maba Harus Dengerin Seniornya

Boleh dong senior kamu summon alumni ke kampus buat minta bantuan, entah itu bantuin ngurus acara, jadi supervisor acara sampai ke ngelatih teater atau jadi juri lomba.

 

Ngutang jurnal

Ngutang jurnal via greensingkong
Ngutang jurnal via greensingkong

Yaaaa ini bisa dibilang yang paling mainstream. Mereka masih utang jurnal, mereka belum lulus secara maksimal karena ijazah masih ditahan gegara perkara tugas akhir yang kesannya eternal. Alhasil, bolak-balik kampus buat bimbingan jurnal deh sama dosen. Makanya kamu sering liat alumni berkeliaran.

 

Emang masih nganggur

Ya, walaupun ada kemungkinan masih nganggur juga sih via wepreventcrime
Ya, walaupun ada kemungkinan masih nganggur juga sih via wepreventcrime

Ini hard fact. Kenyataan kadang pahit dan ga setiap sarjana bisa dapet kerja dengan mudah. Dunia di luar sana keras, Bung. Tapi gak berarti kamu boleh nge-judge mereka based on that loh. Siapa tau, siapa tau loh ya, amit-amit sih, kamu lulus juga bakal bernasib sama. Amit-amit dah!

 

Ngunjungin pacar

Nah, atau nggak ngunjungin pacar yang masih belum lulus juga via hipwee
Nah, atau nggak ngunjungin pacar yang masih belum lulus juga via hipwee

Pernah denger pacaran beda agama? Berarti gak asing sama pacaran beda angkatan dong ya. Atau bisa aja angkatan sama tapi yang satu telat lulus. Intinya skenario ini juga mungkin jadi alasan kenapa ada alumni yang sering bolak-balik kampus, bahkan lebih sering dari kamu yang masih kuliah.

Nah, gimana, apa kamu ada alasan lain? Share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line, siapa tau emang ada temen kamu yang bertanya-tanya kenapa itu alumni di kampus kok masih suka ngeliat batang idungnya.

Ketahuilah, Enam Jenis Hadiah (Anti)Mainstream yang Muncul Saat Wisuda!

Andai jemari tak dapat berjabat.

Andai raga tak dapat bertatap.

Margonda macet tiada tara.

Sekitar Rektorat hilang sinyal, pending sepending-pendingnya.

Kurang dari dua minggu lagi, kampus kuning bakal mengadakan hajatan terbesar di Kota Belimbing pada tahun ini bertajuk Wisuda Genap dan Penyambutan Maba 2015. Yak. Tul sekali.

Menggabungkan perhelatan wisuda ribuan sarjana dengan ribuan abg kencur dalam satu tempat bernama Balairung memang sudah menjadi tradisi yang dilakukan kampus ini. Karena jumlah maba yang setiap tahun makin bertambah, kapasitas Balairung pun lama kelamaan udah nggak memadai lagi. Sampe-sampe, orang tua wisudawan dan keluarganya yang jauh-jauh datang hanya bisa menonton anak kesayangannya dari televisi.

Kampus mana lagi coba, yang wisudaannya kek’ nonton bareng drama Turki?

Nah, terkait dengan acara tersebut, tulisan gue di AnakUI.com kali ini bakal membahas tentang enam jenis kado buat orang spesial kita saat wisuda, baik yang mainstream hingga yang antimainstream dan bersifat personal. Please fasten your seatbelt andHere we go!!!

 

1. Bunga

(sumber: kompasiana.com)
(sumber: kompasiana.com)

“Basi! Madingnya udah siap terbit!” (Sastrowardoyo, 2002).

Banyak jenis, banyak warna, ada yang batangan ada juga yang berupa karangan. Bunga adalah hadiah yang paling mainstream yang pasti ada setiap wisuda tiba. Daerah seputaran Balairung yang biasanya gersang pun mendadak jadi Taman Bunga Cipanas hanya dalam waktu satu hari.

Ada yang perlu diperhatikan kala memutuskan untuk membeli bunga wisuda. Pertama, jangan menyerah kalo dikasih harga mahal. Tawar terus sampai harganya rasional. Nggak cocok? Tinggalin aja. Masih banyak tukang bunga lain di lautan. Mau lebih tega? Belinya jam 5! Dijamin para pedagang bakal membanting harga abis-abisan kayak jelang lebaran di Pojok Busana. Daripada nyisa, abangnya rugi, terus ditabur di Kalibata, kan?

Kedua, ingat. Bunga itu sifatnya nggak long last. Nggak sampe dua hari udah layu, busuk terus dibuang. Kaya pacaran. Indahnya di awal doang.

 

 

2. Coklat

(sumber: bestchristmasclub.blogspot.com)
(sumber: bestchristmasclub.blogspot.com)

 

Say it with chocolate, katanya.

Coklat adalah salah satu jenis hadiah yang nggak kalah mainstream dari bunga. Meski kadaluarsanya lebih lama, coklat adalah jenis kado yang paling nggak berbekas. Dibuka, dikunyah, nyelip di gigi, terus tenggelam ke pencernaan bersama dengan lemper, risol mayo, pastel, dan tipikal isi jajanan kotak yang bakal dikasih saat wisuda tiba.

Meski banyak jenisnya, jangan asal pilih coklat ya! Pilih coklat yang bagusan, mahalan dikit, dikasih pita. Jangan ngasih coklat dalam bentuk sari roti. Temen kamu lagi wisuda, bukan mau karyawisata. Paling krusial: jangan ngasih coklat dalam bentuk chiki. Dikata temen lu maniak pokemon yang mau mengoleksi tazos apa gimana?

Tapi gue yakin, siapapun pasti suka coklat lembaran yang warnanya kemerah-merahan, yang ada gambar Sukarno-Hatta. It works.

 

 

3. Boneka

Sejak kapan coba, Doraemon sama Piglet belajar Hukum Perdata? (sumber: lagoric-hobby-toys.blogspot.com)
Sejak kapan coba, Doraemon sama Piglet belajar Hukum Perdata? (sumber: lagoric-hobby-toys.blogspot.com)

Bersama dengan bunga dan coklat, boneka adalah salah satu contoh kado wisuda yang mainstream lainnya. Di hari wisuda nanti, beragam boneka berseragam toga dan Makara UI yang dibordir sekenanya bakal bermunculan, mulai dari boneka beruang, panda, macan, hingga sosok-sosok kartun nggak nyambung misalnya stok boneka Doraemon, Minnie Mouse, dan Masha yang jahitan kepalanya panjul peang bakal dijual demi meraup rupiah.

Udah mendadak banyak kembang, banyak yang jual boneka sayang anak pula. Fix. Ditambah ubi cilembu sama Masjid At-Taawun, sekitaran Balairung persis kawasan Puncak.

 

 

4. Selempang

(sumber: @kadountukmu)

Ketimbang tiga kado sebelumnya, menurut gue selempang adalah kado wisuda yang sifatnya lebih personal, pas langsung ke orangnya. Lewat jasa-jasa jualan wisuda yang ada di dunia maya, kita bisa me-request sendiri warna dan tulisan yang bakal kita sematkan ke teman sendiri, seperti (((NAMA LENGKAP))) + (((GELAR))), (((Akhirnya Cumlaude))), (((Wisuda Jomblo))), (((Miss Komunikasi))), hingga (((Makhluk Tuhan Paling Seksi))).

 

Tapi inget, wisuda adalah momen berharga yang dilalui bersama teman dan tentu saja k-e-l-u-a-r-g-a. Jadi, jangan sekali-kali beri teman kamu selempang bertulisan (((Dijual Cepat))), (((Butuh Uang))), atau (((Masuk Gratis Keluar Bayar))) yha.

Pokoknya, jangan.

 

 

5. Hadiah Handmade

11904713_872686806113697_825906488393678457_n
Papercut Wisuda Ala-ala (sumber: @paperishdesign)

Selain bersifat personal, kado yang berupa kerajinan atau sifatnya handmade ini biasanya nggak bakal bisa ditemui pas hari-H alias  harus dipesan jauh-jauh hari. Keuntungannya adalah selain waktunya yang bisa bertahan lama, apa yang bakal kamu dikasih ke orang spesialmu ini hanya ada satu di muka bumi ini. Ada banyak jenis kado yang biasa dijual untuk wisuda, misalnya karikatur, siluet, atau papercraft seperti yang di atas tadi. Nah, mumpung wisudaan masih cukup lama, nggak ada salahnya buat mulai nyari-nyari foto aib teman kamu dan mikir-mikir bakal pesan dari sekarang.

Kan lumayan, bisa dijadikan pajangan di kamar atau sekadar di meja kerja nantinya. Eak.

 

 

6. Bantal Wisuda

 

Cocok buat Wisudawan/i yang Haus Pelukan Pas Hari-H (sumber: @kumaha.inc)

Yang terakhir ini kayaknya agak jarang dan masih newbie di dunia perkadoan. Yha. Bantal wisuda.

Selain bersifat personal, nggak bakal bisa ditemui pas hari-H, serta hanya ada satu di muka bumi, kado wisuda berupa bantal sepertinya merupakan ide cerdas buat kamu yang kepengin hadiah yang kamu berikan akan berguna dengan sangat baik untuk teman-teman kamu sekalian.

Dengan harga yang lebih murah dari boneka, kado kamu yang satu ini pastinya bakalan lebih kepake dan dikenang. Lagipula, isian yang empuk, desain yang customable, dan ukuran yang gemes, nggak membuat nasib bantal ini berakhir sebagai pajangan doang. Teman kamu yang wisuda nanti bisa menggunakannya dalam berbagai macam kesempatan, misalnya dekorasi kamar, teman cuddling, ganjelan di mobil, atau sarana peluk-peluk kangen apabila kamu dan dia harus terpisah cukup jauh akibat jarang ketemu karena domisili kerja yang berbeda.

Karena persahabatan nggak melulu indah-indahnya doang. Justru, konflik dan iler-ilernya itulah yang selalu bikin kita keingetan.

 

 

*****

 

“We do not remember days, we remember moments.” – Cesare Pavese, The Burning Brand: Diaries, 1935-1950.

Menjelang wisuda tanggal 28 Agustus mendatang, nggak ada salahnya buat kamu untuk menyisihkan waktu dan turut menggerakkan perputaran ekonomi mikro Indonesia dengan memberikan hadiah gemas ke orang spesialmu nanti.

Ya udah deh, gitu aja.

Jangan lupa datang membawa hadiah dan mari ramaikan perhelatan akbar Wisuda Genap UI 2015!!!

 

 

Hormat saya,

Yang kebetulan ikutan diwisuda.

 

Hal-hal Menarik yang Cuma Ada Di Wisuda Sarjana UI

UI banget nih. Tiap tahunnya, UI menghasilkan ribuan sarjana dari berbagai cabang ilmu pengetahuan, meskipun UI juga, technically, menunda kelulusan ribuan sarjana yang nyangkut karena belum lulus beberapa matkul. Anyway, apa yang menarik sih dari wisuda sarjana UI?

 

Kemacetan di sekitar UI

Kawasan UI pastinya jadi macet via beritadaerah
Kawasan UI pastinya jadi macet via beritadaerah

Ini menarik? Sebenernya gak terlalu kalau kamu hanya melihatnya secara sederhana. Iya, UI ketika wisuda bikin macet. Macet banget. Karena banyak orang tua yang nganterin anaknya ke wisuda di Balairung, sampai parkir di sepanjang jalan yang masih ada space buat parkir. Mungkin bisa dibilang satu-satunya momen tempat parkir Balairung penuh adalah wisuda.

Lalu apa yang menarik? Yang menarik adalah banyak orang Depok dan sekitaran UI lainnya yang kadang merasa gak nyaman dengan kemacetan yang disebabkan oleh acara UI yang satu ini. Well, maaf deh kalau bikin macet, tapi bukankah kalau gak ada UI di Depok dan sekitarannya itu sekadar rawa-rawa dan hutan, yah? Semua udah sepakat akan hal itu loh.

 

Pak Dibyo

Selalu ada Pak Dibyo di Wisuda UI
Selalu ada Pak Dibyo di Wisuda UI

Tentu saja ada Pak Dibyo. Pak Dibyo ini bukanlah lagi sekedar dateng loh, tapi udah jadi simbol kehidupan. Simbol awal dan akhir. Dulu zamannya masih maba, mereka yang diwisuda disuruh nyanyi sama Pak Dibyo, kini beliau mengiringi mereka wisuda dengan nyuruh maba nyanyi juga. It’s almost poetic, y’know? Seakan-akan beliau bilang ‘Go ahead and sing, until you’re stand there with everyone sing for you!’ MAA—HAAA-SIS-WAA!

Selalu lebih semangat dari yang nyanyi maupun yang diwisuda.

Epik.

 

Penjual Bunga

Balairung jadi wangi karena banyak yang jual bunga via sinarharapan
Balairung jadi wangi karena banyak yang jual bunga via sinarharapan

Entah mengapa ada tradisi ngasih bunga ke senior yang diwisuda. Meskipun gak ngerti kenapa, tradisi tetep dilakukan. Akhirnya banyak mahasiswa yang ikutan jual bunga di sekitaran balairung untuk mahasiswa lain yang mau menghadiahi si senior kesayangan dengan seikat bunga. Pastikan dulu senior yang bersangkutan memang gak alergi bunga.

 

Senior yang diwisuda

Wajah-wajah bahagia karena berhasil diwisuda via Agus Ramanda
Wajah-wajah bahagia karena berhasil diwisuda via Agus Ramanda

Ya iyalah ada mereka. Merekalah yang jadi pusatnya. Wisuda adalah simbol selesainya perkuliahan mereka. Bau toga semerbak memenuhi udara. Senengnya gak ketulungan, berasa diangkat dari neraka dimasukin ke surga. Setelah 7, 8, 9, atau bahkan 10 semester bergulat, akhirnya lulus juga!

Padahal, menurut beberapa kesaksian dari mereka yang sudah alumni, itu adalah bentuk menyelesaikan neraka level 1 dan masuk ke neraka level 2. Tempat sarjana harus berkompetisi dengan sarjana lainnya untuk dapet kerjaan dan mempertahankannya meskipun gak sedikit kelar wisuda langsung nyebar undangan.

 

Senior yang belum diwisuda

Senior yang belum diwisuda via mochacom
Senior yang belum diwisuda via mochacom

Yah, semiris apa pun kisah kamu, mau diwisuda setelah semester 9 atau 10, gak ada yang semiris senior yang mengantarkan dan merayakan kelulusan temen seangkatannya atau malah kelulusan juniornya, sementara mereka masih harus bertarung di bangku kuliah. Mereka tetep dateng, dengan harapan di kesempatan berikutnya, giliran mereka yang pake toga.

 

Maba

Maba yang bangga pake jakun via rri
Maba yang bangga pake jakun via rri

Ya, bermodalkan latihan padus bersama Pak Dibyo dan sekotak nasi + ayam, para maba dengan mengenakan jakun yang masih mereka banggakan karena baru dapet sehari sebelumnya, bahkan ada yang badge makaranya belum dipasang karena entah males, lupa atau akhirnya nempelin pake double tape, mengantarkan kelulusan seniornya dengan lagu Gaudeamus Igitur. Entah apa artinya, itu bahasa latin, yang penting nyanyi. Mau sopran atau alto, bas atau tenor, melengking-lengking atau cuma lip sync, harus nyobain deh tuh yang namanya nyanyi di Balairung.

Ayo share tulisan ini via Facebook, Twitter dan Line! Mudah-mudahan pada cepet ngerasain wisuda!

Eits buat maba, ada tulisan bermanfaat buat kamu yang wajib kamu baca nih: Biar Gak Nyesel di Kemudian Hari, Jangan Lupa Buat Lakuin Ini Pas Jadi Maba.

Selamat Datang di Acara “DWP 2015”

Wazzup gaez apa kabarnya nih? Ga kerasa lebaran udah lewat dan sekarang udah masuk bulan Agustus. Itu tandanya… Jengjeng… Yup! DWP IS COMING BACK! Loh, bukannya DWP itu 11-12 Desember ya biasanya? NONONO. DWP yang kali ini beda. DWP di sini maksudnya adalah… DIBYO WAREHOUSE PROJECT! Hahaha. Iya, jadi tiap bulan Agustus pasti UI mengadakan orkestra paling membahana di seluruh jagat raya Depok untuk mengiringi para wisudawan yang baru lulus. Bayangin aja, berpuluh ribu mahasiswa baru menyanyikan lagu paling legendars yang pernah ada bagi civitas academica Universitas Indonesia;

“Univeeeersitas Indoooonesiaaaa… Uuuuuniversitas Kaaamiiii”

Dipandu dengan sang maestro, Pak Dibyo, beliau siap memimpin kita semua untuk a6-a6-an di DWP ini. Fyi, ini bukan DWP beneran kok, ini adalah Paduan Suara yang didedikasikan untuk mahasiswa yang diwisuda pada bulan Agustus, karena Pak Dibyo kalo ngelatih itu semangat banget dan penuh dengan dedikasi. Bayangin aja, saking semangat dan berdedikasinya beliau, sampe-sampe dapet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk rekor kategori pemrakarsa dan penyelenggara paduan suara dengan peserta terbanyak, yaitu 3.700 mahasiswa.

Setelah latihan padus berkali-kali dan dengan kemageran yang berkali-kali lipat pula, pada akhirnya kamu akan merasakan hari-H yang berbahagia, dengan menggunakan jaket kuning baru dan suasana hati yang riang gembira pula karena telah menyelesaikan semua rangkaian kegiatan OSPEK, tibalah kamu di DWP ini meskipun ujung-ujungnya juga cuma mangap-mangap doang.

Emangnya apa aja sih benefits yang bisa kamu dapetin kalo ikutan DWP ini?

 

1. Pamer Jakun Baru

Pamerkan jakun kamu di acara DWP 2015
Pamerkan jakun kamu di acara DWP 2015 via ghasanishz.blogspot.com

Cie akhirnya bisa pamer beneran quotes “We are the Yellow Jacket” di Path juga… Hahaha. Momen ini merupakan momen pertama kamu menggunakan jaket kuning bersama angkatan kamu. Bareng-bareng. Semuanya. Satu Balairung. Kuning-kuning semua. Alhamdulillah banget pasti kamu menggunakan jakun ini dengan bangga dan riang gembira, secara perjuangan ngedapetinnya emang susah banget, kan? Setelah momen ini, sudah dipastikan bahwa jaket kuning kebanggaan kamu akan mendekam di dalam lemari dalam kurun waktu yang cukup lama.

2. Acara DWP 2015 Bikin Merinding

Sebalairung pada pake jakun semua gimana ga merinding coy!
Sebalairung pada pake jakun semua gimana ga merinding coy! via wallofstories.blogspot.com

Gimana engga. Orang satu Balairung yang kamu tau sendiri gedenya kaya apa itu pake Jaket Kuning semua, terus menyanyikan Genderang UI yang semangatnya luar biasa, belum lagi lagu wisuda Gaudeamus Igitur yang… yasudahlah nanti kamu juga merasakannya sendiri. Pokoknya keren banget deh ga bisa dideskripsikan.

3. Makan Gratis

Dan akhirnya setelah berlelah-lelah usai menyanyi, dapet makan gratis lagi
Dan akhirnya setelah berlelah-lelah usai menyanyi, dapet makan gratis lagi via lathifany.wordpress.com

Wah ini nih, anak kosan pasti langsung melek liat apapun yang berbau gratis. Jangankan anak kosan, siapa coba yang ga mau makan gratis? Hahaha. Iya, setelah kamu lelah mengeluarkan suaramu yang merdu itu (atau sekedar mangap-mangap doang), kamu akan dikasih makanan gratis yang akan mengganti isi perutmu itu. Bayaran yang ga bisa ditolak, bukan?

4. Penyemangat Kuliah

Pengen cepet lulus? Dateng ke acara wisudaan biar kuliah tambah semangat
Pengen cepet lulus? Dateng ke acara wisudaan biar kuliah tambah semangat via alumnodelavida.wordpress.com

Secara ga langsung, ikut menyanyikan wisudawan juga berarti ikut menyaksikan prosesi wisuda. Nah, di situ pasti akan banyak banget wisudawan yang disebutkan namanya beserta prestasi-prestasi yang diraih. Hal itu pasti membuat mahasiswa baru yang unyu-unyu labil itu bertekad dalam hati “gue juga mau ah kayak kakak ini… gue harus rajin kuliah biar nanti pas wisuda begini begini begini.” Iya, kita-kita juga kayak dulu kok gitu. Nyatanya? Cabut kuliah emang lebih menggoda. Ga deng, ga boleh ditiru deh pokoknya. Harus semangat ngejar cita-cita ya, dik!

5. Sekali-Kali Jadi Orang Penting

Bisa hadir di acara wisuda UI berarti kamu orang yang istimewa!
Bisa hadir di acara wisuda UI berarti kamu orang yang istimewa! madahbahana.org

Kapan lagi ngerasain jadi orang penting yang mengiringi wisudawan meraih gelar sarjananya? Hahahaha. Tanpa kamu, Balairung akan jadi krik abis dan ga meriah. Makanya dateng ya nanti pas paduan suara, sekali-kali ngerasain jadi orang penting kan ga salah. Siapa bilang tanpa kamu suasana akan jadi sama aja? Engga kok, satu suara itu menyumbang sekian Hz frekuensi yang dapat dipantulkan oleh dinding-dinding Balairung yang akan menyebabkan perubahan gelombang suara blabla (halah).

Wah kebayang dong gimana serunya? Hahaha. Daripada DWP yang ntu mahalnya gaququ ganana dan belum tentu dibolehin mama papa, mending DWP yang ini aja. Gratis. Ditunggu aja Agustus 2015 ini. Selamat berlatih dan brace yourself!

“Maaa… ha siiis… wa!’

Nah sekarang kamu udah taukan tentang gambaran “DWP 2015” ini, share acara keren ini ke temen-temen kamu yang baru aja keterima di UI melalui Facebook, Twitter atau LINE kamu. Ini acara keren tahunan khusus untuk para Maba-Miba UI loh!

5 Hal yang Cuma Bisa Dimengerti Anak UI Kalau Lagi Wisudaan

Wisuda UI

Iya, kamu  nggak salah baca. Artikel kali ini berjudul “5 Hal yang Cuma Bisa Dimengerti Anak UI Kalau Lagi Wisudaan” – yang artinya 5 rangkuman kami kali ini cuma bisa kamu ngerti kalau kamu pernah “wisudaan” di UI. “Wisudaan” – di sini bukan hanya berarti kamu lulus kuliah loh. Bisa jadi cuma ngelewatin orang yang lagi wisuda atau melakukan hal-hal yang waktunya pas wisuda UI berlangsung.

Buat kamu yang masih jadi Maba (mahasiswa baru) dan belum ngerti sama yang namanya wisuda (masa sih ada anak UI yang belum tahu arti wisuda? xD), berikut ada penjelasan dari Wikipedia:

Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu universitas. Biasanya prosesi wisuda diawali dengan prosesi masuknya rektor dan para pembantu rektor dengan dekan-dekannya guna mewisuda para calon wisudawan. Biasanya setelah acara selesai dilakukan acara foto-foto bersama dengan orang tua, teman-teman serta suami/istri dari wisudawan/wisudawati atau dengan pasangan wisudawan/wisudawati. Dilakukan biasanya setiap akhir semester dalam kalender akademik baik semester genap maupun semester gasal (ganjil). Pada wisuda biasanya memakai pakaian yang ditentukan, pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain jarik, tapi secara umum menggunakan baju toga.

Oke, kembali ke topik! Apa aja sih hal-hal yang katanya cuma Anak UI yang ngerti kalau lagi ada wisudaan di UI?

 1. Hari Wisuda di UI=Hari Termacet se-Universitas Indonesia, Margonda Depok, dan sekitarnya

3888673198_68f0ed7349_b
Macet! (Sumber:Photo Credit: Ikhlasul Amal via Compfight cc)

Yup, hanya di Hari Wisuda UI yang kagak pernah ada harinya di tanggalan-tanggalan kamu yang nggak kuliah di UI, tapi diperingati oleh kamu-kamu yang sering bulak-balik bunderan UI. Diperingatinya dengan apa? M-A-C-E-T a.k.a “mengheningkan kendaraan” selama wisuda UI berlangsung dan/atau selama kamu dan kendaraan kamu kuat aja ngejalaninnya. Maklum, kuliah di UI nggak pernah gampang. Penuh perjuangan dan peluh kerja keras.

 

 2. Hari Makanan Gratis

makan gratis. (Sumber:)
makan gratis. (Sumber:Photo Credit: juhansonin via Compfight cc)

Hanya di Hari Wisuda UI setiap Maba dapat makanan gratis. Biasanya sih fast food. Kalau beruntung, ada yang bisa dibawa pulang ke kosan. Lumayan kan buat nyetok semingguan?

 

3. Hari Kehilangan Sinyal

Ngeselinnya, nggak ada sinyal! (Sumber:)
Ngeselinnya, nggak ada sinyal! (Sumber:Photo Credit: pheezy via Compfight cc)

Buat kamu yang terlibat “wisudaan” di UI, pasti ngerasain momen-momen haru di saat kamu dan teman kamu berpisah… Bukan. Bukan karena dia lulus terus kamu belum, tapi karena sinyal kamu dan teman kamu tiba-tiba hilang dari peredaran. Apa pun providernya pasti lenyap seketika. Dan itu adalah hal yang tak akan terhindarkan.

 

4. Hari Pasar Bunga Dadakan

UI berubah kayak Rawa Belong
UI berubah kayak Rawa Belong. (Sumber: sewakost.com)

Hari Wisuda UI juga sering diperingati sebagai “Hari Pasar Bunga Dadakan”. Karena cuma di hari ini, kamu bisa tiba-tiba ngeliat mantan kamu jualan bunga demi ngeliat wisudaannya kamu. Atau bisa saja ada bakal calon gebetan kamu di luar kampus UI tiba-tiba datang bawa bunga. Bukan, bukan buat kamu. Buat dijuallah! Di hari ini, hampir semua orang yang kamu kenal atau nggak kenal bisa mendadak jualan bunga. Dan harganya pun beraneka ragam. Dari harga kaki lima sampai harga yang bintangnya lima juga ada. Ada aja!

 

5. Hari Pencairan

Bukan senior aja yang senang. Kamu juga! (Sumber:)
Bukan senior aja yang senang. Kamu juga! (Sumber:Photo Credit: Thompson Rivers via Compfight cc)

Bukan, bukan cairan aneh-aneh. Tapi ‘cair’-nya dana-dana untuk kegiatan organisasi kemahasiswaan. Jadi, kalau kamu punya acara yang akan dilangsungkan di kampus kuning, siap-siap aja deh ajuin pas deket-deket hari wisuda. Jarang-jarang loh proposal kamu cuma akan ditanggapi kayak: “dari mana?” “kapan acaranya?” “oh, yaudah.” lalu seketika tandatangan ‘acc’ pun meluncur. Cuss!

 

Nah, apakah kamu setuju dengan rangkuman kami seputar Keistimewaan Hari Wisuda yang Cuma Bisa Dimengerti Anak UI? Jika kamu setuju dengan rangkuman kami, jangan lupa untuk dishare di Twitter, Facebook, atau LINE kamu, ya! Kalau kamu merasa memiliki UI punya keistimewaan lain di Hari Wisudaan-nya jangan sungkan-sungkan untuk dishare ke kita yah. Siapa tau besoknya kamu bisa tiba-tiba ikutan wisuda…an.  😀

Photo Credit: Universitas Indonesia via Compfight cc

 

Pendaftaran Wisuda Universitas Indonesia

sumber: http://alumni.ui.ac.id/wisudaOnline/www/index.php ——————————————————————————— Wisuda UI Semester Gasal 2011/2012 akan diselenggarakan dengan jadwal sebagai berikut: Sabtu, 18 Februari 2012 (Pk. 09.00 s/d 11.00 WIB) untuk Program Profesi, Spesialis, Magister & Doktor, Bertempat di BALAIRUNG KAMPUS UI DEPOK Sabtu, … Baca Selengkapnya