Kalau saja ada pertanyaan yang diajukan kepada murid-murid Sekolah Menengah Atas untuk menyebutkan apa saja jenis-jenis ilmu teknik? Kebanyakan dari mereka akan menjawab teknik mesin dan teknik elektro. Padahal bidang ilmu teknik kini telah banyak mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Teknik Industri adalah salah satunya.

BACA JUGA: Nah, Buat Kamu yang Tertarik Sama Teknik Sipil UI, Ini Dia Ulasannya

Teknik Industri sebenarnya berasal dari Amerika Utara. Jika dilihat dari sejarahnya, teknik industri merupakan pengembangan dari teknik mesin. Hal ini bertujuan agar fokusnya tidak hanya pada pengelolaan mesin manufaktur saja, namun lebih luas lagi. Untuk pengembangan skala yang lebih besar, maka dibutuhkan sebuah sistem yang terintegrasi sehingga dapat menggabungkan konsep dasar mesin dengan ilmu produksi, manajemen, termasuk sumber daya manusia itu sendiri.

Universitas Indonesia merupakan salah satu pionir perguruan tinggi terbaik dalam bidang ilmu teknik. Kalau penjelasan di atas masih belum membuat kamu paham, yuk, mari kita bahas lebih dalam lagi.

 

Deskripsi Umum Jurusan Teknik Industri

Deskripsi Umum Jurusan Teknik Industri via ie.ui

Deskripsi Umum Jurusan Teknik Industri via ie.ui

Program Teknik Industri berdiri pada tahun 1970 sebagai tambahan di Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Akhirnya pada pertengahan tahun 1998, program studi ini menjadi Jurusan Teknik Industri hingga sekarang. Hal ini disebabkan banyaknya perkembangan yang terjadi dalam dunia industri, sehingga perlu dijadikan jurusan secara khusus. Oh, ya, jurusan juga ini mendapatkan nilai akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT).

advertisement

Definisi teknik industri menurut Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah ilmu yang berfokus kepada perancangan, peningkatan, dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi, untuk menspesifikasikan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sistem terintegrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa. Sekarang sudah tergambar bagaimana asiknya Teknik Industri belum?

Kalau kening kamu masih berkerut, mari kita sederhanakan lagi. Jadi, dari “kalimat panjang yang berbobot” di atas. Ada tiga bagian utama dari definisi yang perlu kamu highlight. Silakan dicari stabillonya, Anak-anak.

Pertama adalah peran utama orang yang berkutat dalam Teknik Industri, yaitu merancang, meningkatkan, dan menginstalasi sistem yang terintegrasi. Sistem terintegrasi terdiri dari berbagai komponen yang berkaitan sehingga memiliki output yang maksimal. Jadi, kalau ada salah satu komponen yang hilang, maka hasilnya kurang baik. Sama seperti cinta yang memerlukan komponen kamu, dia, hati, dan chemistry, maka baru bisa terjadi. Pasti langsung paham, deh, kalau analoginya seperti ini.

Oke, lanjut. Terus, kalau cinta itu nggak dirawat, apakah bisa bertahan lama dan menghasilkan banyak kebaikan? Yup, nggak bisa! Sama seperti Teknologi Industri yang masih memerlukan perancangan sistem dengan berbagai metode, peningkatan dalam manajemen, dan instalasi atau eksekusi atas langkah-langkah yang sebelumnya sudah disusun, supaya ada hasil yang maksimal.

Kedua, untuk mencapai tiga tujuan utama tadi, maka diperlukan ilmu dan keahlian dalam bidang matematika, fisika, ilmu sosial, serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa. Ilmu inilah yang akan menopang dan menjawab permasalan kontemporer dalam dunia Teknik Industri. Ketiga, setelah perencanaan dan ilmu yang diperlukan, maka harus ada action. Untuk itulah perlu spesifikasi, prediksi dan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh dari sistem yang terintegrasi.

 

advertisement

Jurusan Teknik Industri Ini Cocok Bagi Kamu yang…

Jurusan Teknik Industri Ini Cocok Bagi Kamu yang... via imti

Jurusan Teknik Industri Ini Cocok Bagi Kamu yang… via imti

Jurusan ini sangat cocok buat kamu yang menyukai teknik dan aplikasinya secara luas, yang mampu melihat permasalahan teknik secara multi disiplin, karena di sini akan membahas banyak hal. Apalagi kalau kamu fleksibel dan menyukai ilmu eksakta dan ilmu sosial, tentu akan menjadi soulmate Teknik Industri.

 

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan via ie.ui

Mata Kuliah, Kurikulum, dan Peminatan via ie.ui

Seperti biasanya, mata kuliah untuk program sarjana harus memenuhi 144 SKS dengan nilai terendah C dan mampu menyelesaikannya dalam waktu 8-12 semester. Lulusan jurusan Teknik Industri ini akan dianugerahi gelar Sarjana Teknik (S.T.). Untuk program sarjana, tidak ada peminatan dalam kurikulumnya, sehingga semua mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah yang sama.

Dalam pendidikan tinggi, ada dua jenis pendekatan utama yang biasanya dipakai. Process-based dan output based. Output-based adalah proses evaluasi berdasarkan nilai hasil ujian. Namun, sistem akademis yang dipakai dalam Teknik Industri (TI) UI adalah process-based. Karena dalam TI lebih mengutamakan proses yang baik untuk mendapatkan hasil terbaik, maka begitu pula sistem pendidikan ini, yang akan mengutamakan proses. Hal itu terlihat dari tugas-tugas yang diberikan. Lebih banyak tugas yang diberikan daripada ujian. Hmm, pasti kamu langsung berpikir akan begadang, ya? Asalkan kamu bisa mengatur waktu dengan baik, sebanyak apa pun tugas pasti bisa dikerjakan dengan baik.

Dalam Teknik Industri ada yang dikenal dengan nama Service Systems Engineering (SSE) yang artinya menggunakan pendekatan multi disiplin untuk mengelola dan merancang nilai kreatif dari sistem pelayanan. Maksudnya, Teknik Industri akan lebih menekankan pada studi kasus, tugas menganalisis, tugas perancangan, dan ditopang dengan materi perkuliahan.

 

Prospek Kerja

Setelah lulus, kamu bisa bekerja di mana saja? via ie.ui

Setelah lulus, kamu bisa bekerja di mana saja? via ie.ui

Bidang kerja yang tersedia bagi para lulusan Teknik Industri sangatlah luas. Dalam dunia industri manufaktur saja, ada banyak bagian yang posisinya dapat diisi, seperti bagian operasi, produksi, perencanaan, perawatan, hingga pemasaran. Selain itu ada pula lowongan yang pas di dalam industri jasa, yaitu dengan menjadi konsultan bagi beragam jenis perusahaan swasta atau sektor pemerintahan. Umumnya, hanya dalam waktu tiga bulan saja, lulusan Teknik Industri UI sudah bisa mendapatkan pekerjaan.

 

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa via infosystems

Kampus Lain dengan Jurusan Serupa via infosystems

Sesuai data dari BAN-PT, terdapat universitas negeri dan swasta yang mendapatkan akreditasi A selain Universitas Indonesia. Untuk daerah Jawa Barat, hanya Institut Teknologi Bandung saja yang terakreditasi A. Sementara untuk universitas swasta di sekitar Jakarta hanya ada dua, yaitu:

  • Universitas Gunadarma
  • Universitas Trisakti

 

Biaya Kuliah

Berapa biaya kuliah di Teknik Industri UI? via ie.ui

Berapa biaya kuliah di Teknik Industri UI? via ie.ui

Biaya kuliah di fakultas teknik untuk mahasiswa sarjana, baik reguler dan paralel, adalah Rp7.500.000,00. Hanya saja terdapat perbedaan dari segi pembayaran uang pangkal dan beasiswa. Mahasiswa reguler boleh mengajukan keringanan biaya kuliah dan mengajukan beasiswa. Lain halnya dengan mahasiswa sarjana paralel yang diharuskan membayar uang pangkal dan tidak bisa mengajukan permohonan beasiswa.

Sekarang sudah jelas tergambar kan, bagaimana Teknik Industri itu? Kami tunggu di Kampus Universitas Indonesia, ya!

Sumber:

http://www.ie.ui.ac.id/program-pendidikan/sarjana-s1/tanya-jawab-tentang-ti-tiui/

http://ban-pt-universitas.blogspot.my/2015/05/universitas-jurusan-teknik-industri-terbaik-di-industri-peringkat-a.html

 



[reaction_buttons]