Selamat pagi, civitas academica Universitas Indonesia! Hari ini cuacanya mendung ya, sesuai dengan ramalan cuaca yang disebutkan.

…

…

…

Eh! Ngomong-ngomong tentang ramalan cuaca, denger-denger ada jurusan di UI nih yang mempelajari tentang hal tersebut. Apa tuh? Metalurgi ya kalo ga salah? Bukan, atuh! Itu mah Meteorologi!

Iya, gue akui kalo Metalurgi dan Meteorologi emang mirip-mirip sebutannya, tapi ternyata mereka sangatlah berbeda. Yang satu mempelajari tentang logam, yang satu lagi mempelajari tentang atmosfer. Emang sih, metalurgi ini masih kurang terkenal di kalangan masyarakat awam, mepet-mepet masyarakat taunya kayak tadi, “Metalurgi itu yang ngeramal cuaca, ya?”

advertisement

Nah, karena yang lebih sering disebut dan didenger adalah Meteorologi yang mempelajari tentang cuaca plus berhubung mirip juga sebutannya itu, maka yaudah mereka pada menganggap disamain aja dah.

Demi mencerdaskan kehidupan bangsa, kali ini anakui.com akan membahas tentang hal tersebut, karena penerapan ilmu metalurgi ini secara gak langsung ada deket banget loh di sekitar kita. Yuk mari!

BACA JUGA: Teknik Gak Sekadar Mesin dan Elektro, Yuk Kenal Lebih Jauh Tentang Teknik Industri

 

Jadi, Bedanya sama Meteorologi Apa, Dong?

Mahasiswa Teknik Metalurgi UI yang nantinya bakal belajar tentang logam dan material via immt-ftui

Mahasiswa Teknik Metalurgi UI yang nantinya bakal belajar tentang logam dan material via immt-ftui

Wah beda banget pokoknya. Metalurgi ini belajar logam dan tetek bengeknya, meteorologi belajar atmosfer dan tetek bengeknya pula. Oh iya, karena penulis berasal dari UI, maka dalam tulisan ini akan dipersempit jadi Teknik Metalurgi UI aja ya. Di UI itu sendiri, jurusan ini namanya bukan cuma Teknik Metalurgi doang, tapi Teknik Metalurgi dan Material. Kenapa kok ada material-materialnya ya? Sebelumnya, mari kita kupas dulu sebenernya metalurgi itu apa sih, dan material itu apa pula.

Metalurgi adalah bidang ilmu keteknikan yang membahas tentang proses pengolahan mineral (termasuk pengolahan batu bara), proses ekstraksi logam dan pembuatan paduan, hubungan perilaku sifat mekanik logam dengan strukturnya, proses penguatan logam serta fenomena-fenomena kegagalan dan degradasi logam.

advertisement

Sedangkan Material adalah bidang ilmu keteknikan yang membahas tentang sifat-sifat bahan dan hubungan antara struktur bahan dan sifatnya serta mempelajari tentang desain berbagai jenis material (logam, plastik, keramik, komposit) untuk aplikasi tertentu.

Jadi dapat disimpulin kalo Teknik Metalurgi dan Material itu adalah ilmu yang mempelajari mengenai karakteristik, cara pengolahan, dan rekayasa logam dan material yang ada di sekitar kita. Selain itu, bidang studi ini juga berusaha mengembangkan dan meningkatkan karakteristik dari material—sejalan dengan pengetahuan tentang perilaku dari sifat-sifat material seperti kekuatan, ketangguhan, kekerasan, optik, ketahahanan korosi, dan lain-lain.

Gimana, bisa bayangin dong luas banget cakupannya? Apalagi di UI itu sendiri gak ada penjurusan lagi dalam jurusan ini. Jadi, otomatis kamu akan belajar dua-duanya, baik metalurgi maupun material, karena logam (metal) merupakan bagian dari material, jadi metalurgi dan material merupakan dua hal berkaitan yang sangat sulit untuk dipisahkan. Kalo kata orang-orang sih, “there is no engineering without materials.” Iya atau iya?

 

Passing Grade-nya Rendah ya? Kok Gue Jarang Denger?

Teknik Metalurgi dan Material baru ada 7 di Indonesia via immt-ftui

Teknik Metalurgi dan Material baru ada 7 di Indonesia via immt-ftui

Bukan passing grade-nya yang rendah, tapi kamunya aja yang kurang piknik. Kalo pun kamu tau passing grade-nya berapa, pasti langsung minder duluan deh (menghina). Gak deng. Kalo kamu jarang denger, mungkin karena Teknik Metalurgi dan Material ini baru ada 7 di Indonesia. Langka banget, kan? Kebayang gak tuh gimana eksklusifnya jurusan ini? Beberapa kampus penyedia jurusan Teknik Metalurgi dan Material antara lain:

  • Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia (UI)
  • Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Teknik Material Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  • Teknik Metalurgi dan Material Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB)
  • Teknik Metalurgi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI)
  • Teknik Metalurgi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

Selain itu, semuanya terhimpun dalam Perhimpunan Mahasiswa Metalurgi dan Material se-Indonesia (PM3I) loh! Jadi akan seru banget tuh kalo temen-temen mau nambah relasi dan kenalan sama mahasiswa dari universitas maupun institut lain.

 

Belajar Apa Aja Sih?

Apa aja yang dipelajari dari teknik matalurgi via metallurgy.itb

Apa aja yang dipelajari dari teknik metalurgi? via metallurgy.itb

Sesuai namanya, kita mempelajari tentang logam dan material lain yang menyusun suatu bahan, kayak polimer, keramik, dan komposit. Buat kamu yang seneng banget sama kimia, apalagi proses pengolahan logam dan tabel periodik unsur-unsur di kelas 12 itu, cocok banget buat masuk sini karena kita akan memperdalam mengenai hal tersebut. Intinya kita akan mempelajari tentang pengembangan proses desain dan manufaktur material, termasuk proses ekstraksi dari alam hingga aplikasi material dalam kehidupan sehari-hari.

Kalo ditanya mata kuliahnya, di UI itu ada mata kuliah:

  • Kimia Dasar yang mempelajari tentang dasar-dasar kimia, sebagian besar ngingetin kamu sama Kimia yang udah dipelajarin di SMA.
  • Kimia Analitik yang kayak main tebak-tebakan, di sini kamu akan dituntun gimana sih caranya menganalisis ada unsur-unsur apa aja sih yang terdapat dalam suatu larutan yang sama sekali kita gak tau.
  • Termodinamika yang mempelajari tentang kemungkinan terjadinya suatu reaksi kimia beserta kesetimbangannya.
  • Kimia Polimer yang mempelajari struktur dan segala hal terkait dengan polimer.
  • Metalurgi Fisik yang mempelajari karakteristik dan sifat mekanis suatu material.
  • Pengolahan Mineral beserta Metalurgi Ekstraksi yang mempelajari gimana caranya mengolah bahan galian tambang menjadi barang setengah jadi sampai barang jadi, dan masih banyak lagi deh pokokoknya!

Gimana? Tertarik melihat mata kuliah mata kuliahnya? Tenang, jangan bilang gak mau masuk jurusan ini dulu kalo belum baca prospek kerjanya gimana!

 

Kalo Udah Gede Ngapain?

Setelah lulus, bakal ke mana? via immt-ftui

Setelah lulus, bakal ke mana? via immt-ftui

Kalo bahas prospek, sebenernya jurusan Teknik Metalurgi dan Material ini bisa di bidang pekerjaan apa aja, seperti jadi inspector atau process engineer/metallurgist. Menjadi inspector adalah salah satu pilihan yang tepat. Menginspeksi, mengecek mesin, memastikan proses berjalan dan alat dalam kondisi yang standar adalah sebagian aktivitas di perusahaan. Pilih aja sesuka hati kamu, bisa jadi Corrosion Inspector, Welding Inspector, atau Failure Analyser. Kalo jadi Metallurgist, kamu akan kerja di dunia pertambangan, khususnya mineral logam. Nanti kamu yang akan menentukan parameter operasi untuk memastikan reaksi pengambilan material berharga dari pengotor berjalan dengan maksimum serta melakukan proses pemurnian logam.

Kalo ditanya bisa kerja di mana aja, nih banyak banget loh ya!

  1. Bidang Industri Pertambangan (PT Freeport Indonesia, PT. Aneka Tambang, PT Timah, PT Newmont Nusa Tenggara, Industri Semen, Pengolahan Mineral Bahan Keramik dan Bahan Reraktori).
  2. Bidang Industri Ekstraksi dan Peleburan Logam (PT INCO, PT Aneka Tambang, PT Timah, PT Inalum, PT. Krakatau Steel, dll).
  3. Bidang Industri Manufaktur (Industri Pengecoran Logam, Industri Otomotif, Pesawat Terbang, Kereta Api, Perkapalan, Industri Pembuatan Mesin dan Komponen).
  4. Bidang Oil and Gas (sebagai Corrosion Engineers, Pipeline Risk & Assesment, dan Metallurgical Failure Analyst).
  5. Bidang Penelitian, Akademisi, dan Pemerintahan.

Nah, banyak banget kan? Yup! Hal ini dikarenakan seorang Metallurgy and Materials Engineer mengerti dan menguasai sifat dan cara pembuatan material yang ditemui sehari-hari. Mulai dari badan dan mesin mobil, badan pesawat, plastik kemasan, alat komunikasi, keramik insulator, filament x-ray yang terbuat dari metallic powder hingga material tercanggih yang ada saat ini seperti titanium dan fiber composites yang digunakan pada pesawat luar angkasa, ginjal buatan, body implants dan superkonduktor, itu semua merupakan gambaran pengembangan material dan teknik manufakturnya.

Dengan pengetahuan dasar tetang sifat-sifat material maka penemuan dan pengembangan material-material baru beserta produk-produknya akan meningkatkan kemampuan dari material yang telah ada menuju material yang lebih kuat, aman, dan tahan lama. Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan tenaga insinyur metalurgi dan material terus meningkat seiring dengan makin meningkatnya tuntutan kebutuhan hidup manusia pada umumnya, pada lapangan pekerjaan yang sangat luas dan beragam

Akan tetapi, jangan milih jurusan apa pun karena prospek kerja semata, ya. Bisa sih kamu memilih jurusan ini karena prospek kerja, tapi jangan jadiin motivasi utama kamu. Bagus kalo kamu emang tertarik dengan jurusan ini karena passion kamu banget, tapi kalo setengah-setengah dan cuma tertarik sama prospek kerja… coba dipikir ulang deh. Kuliah itu gak main-main, banyak yang membutuhkan kesungguhan niat dari dalam diri kamu. Kuliah itu bukan cuma masalah nanti pas udah kerja dapet uangnya gimana dan berapa besar karena persaingan di luar sana keras banget loh, dapet kerja pasti butuh perjuangan dan self-quality yang baik.

Nah, daripada nanti kamu nyerah di tengah jalan dan gak kuat survive, mending kamu ambil jurusan kuliah yang kamu banget tanpa mengkhawatirkan mengenai nanti kerja di mana tapi kamu enjoy jalanin kuliahnya! Intinya jangan jadikan prospek kerja itu tujuan utama, tapi cukup sebagai motivasi pendukung aja. Penulis sendiri aja bingung kenapa dulu milih jurusan ini, tapi ya nikmatin aja.

 

Kehidupan Perkuliahannya Keras Gak?

Gak cuma kuliah, kamu juga bisa mengembangkan diri lewat organisasi yang ada via immt-ftui

Gak cuma kuliah, kamu juga bisa mengembangkan diri lewat organisasi yang ada via immt-ftui

Ya elah, Bro, masuk sini aja belom tentu, udah nanya perkuliahannya keras apa engga aja. Kalo ditanya keras apa engga, coba bayangkan sendiri aja. Jurusan Teknik Metalurgi dan Material masuk ke dalam Fakultas Teknik yang kamu tahu sendiri isu-isunya kayak gimana. Ya, jangan jadi penghalang kamu kalo ingin sekali masuk jurusan ini, masa gitu aja udah ciut. Hehehehe.

For your information aja, Teknik Metalurgi dan Material UI yang terkenal dengan warna hijaunya ini juga memiliki wadah buat kamu semua yang tertarik di bidang organisasi maupun keilmiahan loh! Pas banget buat kamu yang gak mau cuma kuliah doang tapi sekaligus mengembangkan diri. Ada Ikatan Mahasiswa Teknik Metalurgi dan Material (IMMt FTUI), National Associaton of Corrosion Engineers SC-UI (NACE SC-UI), dan Nanomaterials Science and Engineering Research Society FTUI (NANO FTUI). Pastinya wadah-wadah tersebut akan membantu kamu untuk menjadi individu yang gak cuma baik dalam hal akademik, tapi juga dalam hal manajemen waktu kamu. Secara ya, kuliah kan beda banget sama SMA, harus memiliki manajemen waktu yang baik.

Balik lagi, akan sekeras apa sih emang? Udah gak zaman kali diskriminasi antar angkatan. Paling kalo ada orang-orang yang bilang kuliah teknik itu keras, itu maksudnya keras sama tugas-tugas dan praktikum, kok!

Yak kira-kira begitulah review singkat mengenai jurusan Teknik Metalurgi dan Material, semoga tulisan ini membuka pikiran siapa pun yang baca kalo metalurgi itu bukan ilmu yang ngeramal cuaca-cuaca gitu, ya!



[reaction_buttons]