“The Color of Harp” Rama Widi

RAMA WIDI

Sebagai pemain harpa pria pertama di Indonesia, Rama Widi memulai perkenalannya dengan harpa di tahun 2004, di bawah bimbingan Julia Reth dan vocal klasik dengan Robert Fontane dan telah menyelesaikan studinya setara dengan S2 dengan nilai luar biasa diusia yang masih sangat muda. Pria kelahiran 1985 ini kemudian melanjutkan Musik Edukasi dengan titik berat Conducting dibimbing oleh Lazlo Gereb di Vienna Konservatorium Austria

Rama adalah pemain harpa pertama bermain full concerto dengan beberapa orkestra seperti Ginastera Harp Concerto dengan Twilite Orchestra, Morceau de Concert karya Camile Saint Saens dengan Symphonia Vienna, Vivaldi Lute Concerto dengan Joseph Haydn Konzertverein Austria dan Capella Amadeus Strings Chamber Orchestra, Mozart Concerto for Flute, Harp and Orchestra dengan Jakarta Chamber Orchestra, Dittersdorf Harp Concerto dan Malecjki Concertino for 2 Harps and Orchestra dengan Cikini Symphony Orchestra, dan Handel Harp Concerto dengan Perguruan Cikini Orchestra.

Bersamaan dengan itu juga membawakan World Premier ‘Variasi Nusantara for 2 Harps and Orchestra’ karya Hari Poerwanto dengan Cikini Symphony Orchestra dan ‘Nyanyian Negriku for Harp and Orchestra’ karya Singgih Sanjaya dengan Symphonia Vienna.  Dimana event tersebut adalah  bagian dari orchestra dunia yang memainkan musik – musik klasik dengan tingkat kesulitan yang tinggi dan Rama Widi berhasil menyajikan dentingan musik yang nyaris sempurna.

Rama mengikuti beberapa masterclass dengan Jana Bouskova (Czech  Republic), Elzbieta M. Smyth (Poland), Prof. Susan McDonald (USA), Marie-Claire Jamet (France) dan Erika Waardenburg (Netherland). Mereka adalah master harp kelas dunia yang karya – karyanya telah di akui dunia luar.

Pada tahun 2007 ia menjadi orang Indonesia pertama yang bermain di gedung Opera Vienna, Austria dan Budapest, Hungaria. Dan Juli 2007 menjadi salah satu artist di Vienna Jazz Festival dan solo konser di Arkadenhof Rathaus, Vienna.
Rama telah bermain hampir dengan semua orkestra di Indonesia dan beberapa orkestra di Austria dan Hungaria : Camerata Musica Vienna, Joseph Haydn Konzertverein, Konzert des Musikvereins 1837 St. Pölten Orchestra, Chor und Orchester der Universitätssängerschaft Waltharia, Göttingen Philharmonic, Sinfonietta Del’arte, Zoltan Kodály World Youth Orchestra, Köszeger Orchester, Camerata Schultz. Dalam Opera, Rama telah berpartisipasi pada beberapa Opera seperti Cavalleria Rusticana, Mascagni (2005), Otello, Verdi (2007), L’Elisir D’amore, Donizzeti (2008), Drei Mäderlhaus, Schubert (2008), and The Turn of The Screw, Britten (2009)

Dianugrahi berbagai macam talenta di musik dan seni, sebelum belajar harpa, ia telah menguasai berbagai instrumen seperti piano, organ, biola, clarinet, perkusi, dan alat musik tradisional Indonesia. Mulai belajar organ pada umur 6 tahun. Rama telah mengadakan berbagai resital, tampil solo dengan orkestra dan chamber musik menggunakan instrumen –instrumen yang berbeda. Selain belajar musik di Vienna, Rama juga bergabung dengan grup tari Gema Puspa Nusantara yang kiat selalu mempromosikan tari dan kultur Indonesia di Austria dan sekitarnya.

Sebagai remaja yang tumbuh di keluarga yang moderat, Rama Widi tidak hanya piawai dalam membawakan berbagai repertoar klasik dengan harpa emasnya, Rama juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Setiap kembalinya ke Indonesia, Rama Widi selalu menyempatkan diri untuk mengadakan konser harpa di rumah-rumah sosial, panti asuhan, rumah sakit, untuk menghibur sekaligus mewujudkan mimpinya memperkenalkan harpa dan musik klasik kepada masyarakat Indonesia.

Ada cerita menarik pada aktivitasnya yang satu ini, sekali waktu Rama Widi mengadakan konser di Bangsal Anak Rumah Sakit Kanker Dharmais, anak-anak terbius oleh dentingan harpanya, sampai-sampai ada satu anak yang tertarik untuk belajar memetik alat musik yang masih asing bagi dirinya.

Selain ke panti-panti sosial, Rama Widi juga aktif dalam mensosialisasikan Harpa ke sekolah-sekolah dasar dan menengah, dengan harapan musik klasik dan Harpa dapat dikenal oleh masyarakat luas dan dicintai oleh generasi muda. Bahwa harpa dapat dinikmati oleh semua kalangan tanpa terkecuali.

The Color of Harp

’’Music is… A higher revelation than all wisdom and philosophy.“

Ludwig van Beethoven

Ketika musik menjadi kebutuhan jiwa dalam kehidupan manusia, dentingan dawai harpa bagaikan perajut nafas dan kegairahan melodi. Keindahan dan keagungan alat musik harpa adalah karena ia dapat menciptakan dentingan yang sangat indah.

Untuk itu pula, disetiap moment konsernya, Rama selalu memainkan dengan indah dan terus berusaha meyakinkan publik khususnya pencinta musik klasik Indonesia, bahwa musik merupakan bahasa universal yang mampu mempersatukan bangsa. Tidak mengenal ras, bangsa, maupun derajat. Bahwa musik mampu menjembatani berbagai perbedaan.

Musik adalah bahasa universal. Bahkan para ahli filsafat kuno percaya bahwa musik yang merupakan bagian dari seni, mempunyai kekuatan ajaib yang dapat menyempurnakan tubuh, pikiran dan jiwa manusia. Musik dapat melunakan hati.

Setelah kesuksesan menggelar konser solo bersama Twilite Orchestra tahun lalu di Aula Sinfonia Jakarta, kali ini Rama bertekad memperkenalkan kepada masyarakat beraneka macam repertoar solo harpa dari berbagai jaman dan style seperti barok, romantik, impresionis, dan moderen yang dimana sangat susah untuk mendapatkan kesempatan bagi kita di Indonesia untuk mendengarkan repertoar klasik untuk harpa solo.

Musik merupakan bahasa universal yang memberikan warna baru pada kehidupan, dan melalui sebuah konser ’’The Color of Harp“ Ramawidi ingin memperdengarkan berbagai macam warna yang dapat diproduksi oleh instrumen harpa.

’’The Color of Harp“ merupakan satu pembuktian seorang Rama Widi atas pengabdiannya pada Harpa dan musik klasik. Diselenggarakan di pusat kebudayaan Erasmus Huis pada tanggal 10 Agustus 2011, Rama akan menghadirkan repertoar-repertoar solo harpa dengan tingkat kesulitan tertentu, dan dapat membuat para penonton terpukau.

’’The Color of Harp’’ merupakan salah satu portfolio seorang Rama Widi, untuk mewujudkan mimpinya memperkenalkan harpa dan musik klasik kepada masyarakat muda Indonesia dan bahwa musik klasik dan harpa dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Rama Widi Harp Recital

Hari/tanggal      : Rabu, 10 Agustus 2011

Waktu                   : 18.30 – 21.00 WIB

Tempat                 : Erasmus Huis

Jln. H. R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Jakarta 12950

RSVP : Nia 0857 14 556 557 / Ratih 0856  103 4521

 

1 thought on ““The Color of Harp” Rama Widi”

Leave a Comment