Mapala UI, Ekspedisi, Arung Jeram, Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah

Tim Arung Jeram Mapala UI menerjang jeram di Sungai Cimanuk, Garut. Sebelum memulai ekspedisi, tim melakukan simulasi ekspedisi selama 4 hari.

Depok, 19 Februari 2014. Setelah Ekspedisi Timur Nusantara di Taman Nasional Lorentz, Papua, Perjalanan Panjang Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung dan Perjalanan Panjang Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Mapala UI kembali mengadakan ekspedisi tahun ini. Ekspedisi ini bertajuk “Ekspedisi Arung Jeram Sungai Lariang dan Telusur Taman Nasional Lore Lindu”.

Ekspedisi ini termasuk ke dalam program kerja Badan Pengurus Mapala UI 2013/2014 yaitu Proyek Telusur Pesona Indonesia. Proyek Telusur Pesona Indonesia sendiri akan menjelajahi 50 Taman Nasional di Indonesia. Pemilihan Taman Nasional Lore Lindu sebagai tujuan ekspedisi Mapala UI karena

Menurut Gus Firman, selaku ketua kegiatan, ekspedisi ini bertujuan untuk mempublikasikan potensi wisata di Taman Nasional Lore Lindu dalam bentuk tulisan, foto, dan video. Selain itu juga akan menggali potensi pengembangan wisata arung jeram Sungai Lariang di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. “Untuk tujuan internal organisasi, ekspedisi ini bertujuan untuk mengembangkan kecakapan teknis dan non teknis anggota Mapala UI dalam melakukan sebuah ekspedisi” tambah Ridwan Hakim, Ketua Mapala UI Periode 2013/2014.

Ekspedisi ini dilakukan oleh 16 orang anggota Mapala UI yang terbagi dalam dua tim. Satu tim akan mengarungi Sungai Lariang dan satu tim akan menelusuri Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Ekspedisi ini akan dimulai dari tanggal 20 Februari 2014 – 8 Maret 2014. Pengarungan Sungai Lariang akan dilakukan dengan titik awal Desa Gintu dan diakhiri di Desa Gimpu selama 6 hari. Selain pengarungan sungai, Tim Arung Jeram Mapala UI juga akan melakukan pemetaan Sungai Lariang.

Sementara paralel dengan tim arung jeram, tim telusur akan menelusuri Taman Nasional Lore Lindu dari Gintu hingga Mataue. Tim telusur akan menuju Lembah Bada, Lembah Moa, Desa Doda, Kamamora, Saluki, Kadidia, Lindu dan Mataue. Tim telusur bertugas mengumpulkan informasi tentang potensi wisata di Taman Nasional Lore Lindu. Selain itu, tim telusur akan mendokumentasikan potensi wisata dalam bentuk foto dan video.

advertisement

Setelah melakukan ekspedisi, Mapala UI berharap menghasilkan output yang diharapkan sinergis dengan output Proyek Telusur Pesona Indonesia yang berupa tulisan yang dimuat di media massa, dokumentasi foto dan video perjalanan, informasi mengenai wisata arung jeram di Sungai Lariang, website 50 Taman Nasional di Indonesia, dan Buku Ekspedisi 50 Taman Nasional Mapala UI.