#Tips n Tricks untuk Mahasiswa Agar Lebih Mudah Menyelesaikan Skripsi

Halo pejuang skripsi! gimana kabarnya? Sudah sampe bab berapa nih ngerjain skripsinya?  Kali ini aku mau berbagi tips dan trik untuk mengerjakan skripsi. Dari pengalamanku sebelumnya, ada beberapa hal yang harusnya dilakukan untuk memudahkan proses menyelsaikan skripsi. Hal pertama yang paling penting yaitu kita harus memiliki mindset bahwa skripsi hal yang menyenangkan, hehe. Langsung aja berikut ini tips dan trik yang bisa memudahkanmu menyelesaikan skripsi, semoga bermanfaat!

1. Tentukan topik dari jauh-jauh hari

Sumber : https://gadgetstouse.com/

Pada umumnya, kalau mau menulis sesuatu kita butuh menentukan topik utama terlebih dahulu. Topik ini lah yang akan jadi acuan kita untuk mengembangkannya jadi tulisan dengan bantuan kerangka tulisan. Kalau untuk menuyusun skripsi, sebelumnya kita perlu menulis proposal penelitian terlebih dahulu. Mahasiswa biasanya pada war dulu untuk milih departemen peminatan atau dosen pembimbing (dosbing). Setelah itu, mahasiswa perlu mengajukan judul topik sesuai dengan peminatan yang dipilih.

Kalau topik sudah di-acc dosbing, baru deh nentuin judul penelitian yang didukung dengan fenomena yang ada. Saran aku sih, pilih topik penelitian yang bener-bener kamu suka atau tertarik biar nanti ngerjain skripsinya jadi lebih enjoy. Untuk mencari topik penelitian yang menarik kamu bisa memperhatikan fenomena-fenomena yang ada disekitarmu. Kamu juga bisa cari inspirasi dari skripsi-skripsi sebelumnya udah banyak banget kok di internet.

Topik penelitian juga ga harus yang muluk-muluk atau susah buat dilakukan penelitian harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Kalau S1 biasanya pakai metode penelitian yaitu studi kasus, kuantitatif, kualitatif, dan deskriptif. Untuk metode eksperimental biasanya anak S1 belum boleh ambil.

Selain pemilihan topik, hal yang penting juga menentukan responden, karena kalau menurutku part yang lumayan susah tuh saat mencari responden penelitian. Soalnya ada beberapa responden yang susah untuk diajak mengisi kuesioner.  Bagian mengolah data dan analisis statistiknya juga kadang bikin pusing sih. Nah, untuk mengatasinya sebisa mungkin review dulu materi tentang metodologi lalu pilih uji statistik yang sesuai dan mudah diaplikasikan ke penelitianmu

2. Cari referensi yang relevan sebanyak mungkin

Sumber : unsplash.com

Mencari referensi untuk menulis skripsi tuh wajib hukumnya karena selain bisa dijadikan sebagai dasar teori juga bisa dijadikan inspirasi. Semakin banyak referensi yang relevan untuk skripsi, semakin memudahkan kamu untuk mengaitkan hasil penelitian dengan kerangka teori yang ada.

Kalau anak UI bisa cari referensi di summonUI, remote-lib.ui.ac.id, proquest.com, site.ebrary.com/lib/indonesiau, dan journal.ui.ac.id. Jangan lupa juga selalu parafrase referensi yang akan kamu masukan ke skripsi agar terbebas dari palgiarisme. Di UI soalnya ketat banget masalah plagiarisme bisa jadi kami ga lulus sidang karena presentase plagiatnya lebih dari 20%. Jangankan skripsi, tugas-tugas kuliah aja sering di cek plagiarismenya.

3. Rajin kontak dosen pembimbing

Sumber : suara.com

Banyak yang bilang kalau mau skripsi-an nya gampang cari dosbing yang baik. Sebenarnya itu bener-bener salah,  sih. Kalau menurutku dosbing yang cocok buat memudahkan penyelesaian skripsi itu yang detail kalau ngasih revisian, solutif kalau ada masalah, dan ada timeline penyusunan skripsi.

Kalau dosbing ngasih revisian nya detail, kemungkinan skripsinya jadi lebih susah untuk dicari celah kesalahan yang akan ditanya saat sidang. Jadi, ga banyak revisi yang perlu dilakukan setelah sidang. Kemudian timeline penyusunan skripsi juga penting untuk ditentukan diawal dengan dosbing agar lebih terarah dan ga jadi molor waktu sidangnya. Kalau kontakan dengan dosbing jangan malu-malu tanya yang ga dipahami, sambil curhat juga boleh biar ga stres, haha.

BACA JUGA: Untuk Kamu Yang Sedang Skripsian, Jangan Menyerah!

4. Revisi adalah hal wajib

Sumber : http://www.kampusundip.com/

Siapa yang sering ngeluh revisiannya banyak? tenang aja, kerjain satu persatu pasti bisa selesai kok. Ayo dikerjain revisiannya, karena masukan dari dosbing itu perlu penting banget. Dosbing sudah berpengalaman dalam membimbing skripsi mahasiswa dari tahun ke tahun jadi masukan yang diberikan pastinya relate dan kemungkinan akan jadi problem saat sidang kalau tidak diperbaiki sekarang. Semakin banyak revisi semakin bagus nanti skripsinya karena sering mendapatkan review sehingga kemungkinan bisa berkurang. Kalau kamu ga ngerti maksud revisi yang diberikan jangan sungkan untuk bertanya kepada dosbing.

5. Kuasai materi sebelum sidang

Sumber : https://www.lifesize.com/

Saat memasukan referensi ke dalam skripsi pastikan kamu juga menguasai materi tersebut. Jangan sampai kamu masukin teori tapi ga paham tentang hal tersbut karena nanti bisa ditanya habis-habisan saat sidang. Selain menguasai materi, perlu juga latihan cara presentasi yang baik dan benar untuk sidang skripsi. Lakukan survey terkait pertanyaan-pertanyaan yang sering dimunculkan saat sidang, kamu bisa tw-tw kakak tingkat atau nyari di youtube. Kamu juga bisa lihat simulasi sidang di youtube atau ikut minimal seminar proposal temen kamu agar lebih tergambar suasana sidang nanti. Ajak temen kamu untuk menyaksikan latihan presentasi dan minta meraka untuk bertanya ke kamu juga. Hal ini bisa membantu kamu banget untuk lebih siap menghadapi sidang skripsi yang sesungguhnya.

Itu dia 5 tips dan triks untuk memudahkan kamu menyelesaikan skripsi. Semua itu berdasarkan pengalaman pribadiku sih yang aku harap tahu tentang hal tersebut sebelum mengerjakan skripsi. Tentunya, setiap orang punya pengalaman yang berbeda jadi tips-tips tersebut bisa disesuaikan lagi dengan situasi yang ada, hehe.

Bikin skripsi tenyata ga sesusah itu kok, semua mahasiswa pasti bisa menyelesaikannya. Jadi… jangan patah semangat yaaa!! yuk lanjut lagi kerjain revisiannya 🙂 Happy writing !

BACA JUGA: Apa Sih yang Terjadi Saat Sidang Skripsi? Ini Dia Bocoran-Bocorannya!

5 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Setelah Dinyatakan Lulus dari UI

Udah dinyatakan lulus dari UI? Udah ngelamar kerja? Tapi kok belum dipanggil-panggil juga? Bosen di rumah gak ngapa-ngapain? Well, tenang aja! Kamu gak perlu khawatir.. Justru selama kamu di rumah dan belum terlalu hectic dengan pekerjaan, kamu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini yang sebelumnya terhalang oleh kesibukanmu. Mau tau apa aja?

1. Belajar sesuatu yang ‘lain’

Sumber: Amazing Painting

Belajar gak selamanya terkait dengan sains, kan? Setelah gak ada yang harus kamu kerjakan, mungkin kamu bisa mencoba belajar hal-hal di luar zona nyamanmu. Misalnya, kenapa gak coba untuk belajar keahlian baru seperti memasak, menjahit, melukis, memanah, berenang, dan masih banyak keahlian lain yang sebelumnya tidak terpikirkan olehmu.

2. Olahraga rutin di UI

Sumber: depok24jam.com

Pastinya bakal kangen dong karena udah gak ngerasain kuliah lagi di UI? Untuk ngatasin rasa kangen ini, kamu bisa tuh susun jadwal rutin untuk olahraga di UI. Seperti seminggu sekali jogging, sepedaan, atau mungkin sekedar jalan-jalan aja ngelilingi UI.

3. Nulis di Blog

Gak mesti sesuatu yang wow banget, kamu bisa menulis pengalamanmu selama berkuliah di UI. Mulai dari perjuanganmu selama SMA sampai dinyatakan diterima di fakultas dan jurusan yang kamu mau, atau mungkin suka duka kamu menjadi mahasiswa di UI.

4. Marathon buku

Duh, tapi gue gak suka baca!” nah justru itu! Kalau kalian gak suka, kalian bisa pelan-pelan belajar untuk hobi baca. Well, baca buku tuh banyak banget manfaatnya loh. Gak cuma nambah-nambah ilmu, tapi juga untuk kesehatan. Supaya kamu bisa membiasakan diri membaca buku, kamu bisa pilih topik yang paling kamu suka di awal. Kalau kamu suka komik, humor, dan bacaan ringan lainnya, boleh aja tuh dicoba. Nanti setelah kamu menemukan titik nyaman dalam membaca, kamu bisa lanjut ke bahan lainnya yang sedikit lebih ‘berbobot

5. Bantuin riset dosen

Sumber: saig.upi.edu

Kamu yang selama ini apatis, mungkin bisa menjalin hubungan yang lebih baik dengan dosen-dosen di fakultasmu. Terlebih lagi sekarang kamu sudah lulus, dan punya ilmu sedikit lebih banyak dari mahasiswa aktif. Coba tanyakan kepada mereka, apakah mereka butuh bantuanmu dalam mengerjakan riset mereka. Gak jarang loh dari mereka yang mau memberikan insentif! Eh, tapi inget juga ya, kalau tujuan awalnya adalah untuk ngisi waktu dan belajar! Bukan untuk insentif!

Dari lima saran yang AnakUI.com saranin di atas, mana yang paling membuatmu tertarik untuk mencoba?

Sumber gambar header: cs.ui.ac.id

5 Tips Jitu untuk Cari Teman Baru saat Kuliah Online

Halo, mahasiswa baru Universitas Indonesia!

Bagaimana rasanya, setelah hampir setengah semester berkuliah di UI? Pasti rasa bangga dan excited-nya masih terasa, ya.

Memasuki dunia yang baru yakni dunia perkuliahan, artinya kamu juga akan bertemu dengan orang-orang yang baru juga. Artinya, saatnya kamu mencari teman baru di kampus UI!

Namun, situasi kuliah online atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dapat menghambat mahasiswa baru mengenal dan berteman dengan teman-teman se-fakultas dan se-jurusan. Jika kita tidak cermat, bisa-bisa akan terasa canggung ketika nanti sudah mulai melaksanakan kuliah offline dan bertemu secara langusng.

Meskipun saat ini Universitas Indonesia masih menetapkan PJJ, namun menjalin relasi dengan teman-teman sesama mahasiswa tetap merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Makanya, anakUI.com akan memberimu 5 tips jitu untuk mencari teman baru saat kuliah online, nih!

1. Mulai dari menjadi friendly

Mahasiswa baru UI. (Sumber: Jomblonity)

Pertama-tama, jangan malas untuk bergerak dan memperkenalkan diri lebih dulu ke orang lain!

Kamu bisa mulai dengan aktif berbincang-bincang di grup kelas ataupun grup angkatan jurusanmu. Jadilah ramah dan berikan impresi pertama yang bagus untuk calon teman-temanmu.

Kamu juga bisa saling berhubungan dengan mem-follow media sosial teman-teman barumu, lho. Dengan begitu, kamu bisa menambah bahan obrolan di kala senggang. Siapa tahu, ada teman yang memiliki hobi dan kesukaan yang sama dengan dirimu.

2. Aktif dan fast response

Kamu bisa menggunakan tugas-tugas ataupun materi perkuliahan sebagai salah satu bahan obrolan, lho.

Cobalah untuk aktif bertanya mengenai materi atau tugas perkuliahan dengan teman satu kelas atau satu angkatanmu.

Jangan lupa juga untuk tetap fast response terutama ketika ada yang bertanya kepadamu terkait tugas-tugas.

Kamu juga bisa memanfaatkan grup kelas untuk bertanya mengenai pelajaran. Siapa tahu, ada teman yang memiliki kesulitan yang sama denganmu. Memiliki beban yang sama bisa membuatmu menjadi lebih akrab dengan orang lain, lho, karena kamu akan merasa tidak sendiri.

3. Ikut UKM dan kepanitiaan

Bedah Kampus UI. (Sumber: Komunita.id)

Apakah kamu memiliki hobi atau kesukaan tertentu? Kamu mungkin bisa mengikuti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampus, lho!

UKM yang kamu ikuti bisa di tingkat Universitas Indonesia maupun di tingkat Fakultas. Jika kamu tertarik untuk mencari teman dari berbagai jurusan dan fakultas, mengikuti UKM tingkat UI bisa menjadi pilihan. Jika kamu ingin mengenal teman-teman fakultasmu terlebih dahulu, kamu bisa mengikuti komunitas tingkat fakultas. Namun, tidak ada yang melarangmu untuk mengikuti keduanya selama kamu bisa membagi waktu dengan baik, lho.

Selain UKM, kamu juga bisa mengikuti organisasi atau kepanitiaan yang sedang berjalan, baik di jurusan, fakultas, maupun tingkat universitas. Mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya dapat membantumu dalam mencari teman dan membangun relasi, namun juga mengasah kemampuan berorganisasimu!

BACA JUGA: Inilah Daftar UKM yang Ada di UI, Maba Wajib Tahu!

4. Buat kelompok belajar

Jika kamu merasa kebingungan dengan semua materi perkuliahan yang serba baru dan berbeda dibandingkan dengan saat sekolah dulu, kamu tidak sendiri! Sebagian besar teman-teman sesama mahasiswa baru pasti merasakan hal yang sama.

Untuk itu, kamu dapat menginisiasikan kelompok belajar agar kalian dapat saling membantu satu sama lain soal akademik.

Kamu bisa mulai dari kelompok-kelompok untuk tugas kuliahmu, misalnya kelompok MPKT-A, MPKT-B, atau mengajak teman-teman yang paling sering sekelas denganmu selama perkuliahan online.

Tidak hanya akan membantumu dalam hal memahami materi perkuliahan, namun kelompok belajar juga dapat membantumu dekat dengan teman-teman seangkatanmu dan membantumu untuk menemukan teman baru di perkuliahan!

5. Jangan takut SKSD

Temanmu saat ini akan menjadi teman seperjuanganmu 4 tahun kedepan nanti. (Sumber: Liputan 6)

Saat ingin membangun relasi, tidak jarang kita akan takut dianggap sok kenal dan aneh oleh orang lain.

Namun, tidak ada yang salah untuk menjadi SKSD atau “sok kenal sok dekat” dengan orang-orang yang akan menjadi teman seperjuangan kita selama 3 hingga 4 tahun kedepan. Ketika kita memulai sesuatu dari awal, kita perlu untuk berkenalan dan menjalin relasi seluas-luasnya untuk mengenal orang-orang yang akan menjadi temanmu. Mengenai menjadi teman baik atau sahabat akan datang seiring berjalannya waktu dan mendalamnya suatu hubungan.

Tetapi ingat ya untuk tetap bersikap sopan dan tidak menyinggung hal-hal sensitif saat pertama berkenalan!

***

Nah, itu dia tips-tips 5 tips jitu untuk mencari teman baru saat kuliah online ala anakUI.com! Yuk, Semoga berguna untukmu dalam membangun relasimu di kampus UI, ya!

BACA JUGA: Teruntukmu yang Berencana Gap Year, Tetap Semangat Ya! Ini Tipsnya

4 Artis Ini Ternyata Mahasiswa UI dan Berprestasi!

Kita semua pasti tau dong,kalau Universitas Indonesia adalah salah satu universitas terbaik di Indonesia?

Nah, tapi kamu tau gak? Kalau ternyata ada cukup banyak artis Indonesia yang merupakan alumni dari UI, dan bahkan mereka terkenal sangat inspiratif dan berbakat loh.

Siapa aja sih mereka? Nah, ini dia! 4 artis Indonesia yang ternyata jebolan UI!

1. Aaron Ashab

(Sumber foto: instagram/aronashab)

Siapa sih yang ga kenal dengan artis ganteng yang satu ini? Mohammad Haeran Ashab atau akrab dengan sebutan Ka Aaron Ashab ini ternyata adalah salah satu alumni dari Universitas Indonesia loh! Diketahui Ka Aaron merupakan mantan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Setelah lulus dari UI, Ka Aaron memutuskan untuk mengejar mimpinya dan menjadi seorang public figure. Terhitung sejak tahun 2013, beliau telah aktif berperan dalam beberapa sinetron dan film, seperti “Monyet Cantik 2”, “Kampung Akik”, ”My Idiot Brother”, “London Love Story”, dan masih banyak lagi. Penulis singel Halalkanmu ini juga berhasil mendapatkan penghargaan dalam acara Internet Video Star 2013 sebagai Best Music Performer Solo Male. Wah lumayan asik juga ya perjalanan karir Ka Aaron setelah lulus dari UI…

2. Amel Carla

(Sumber foto: instagram/amelcarla)

Ka Amel, salah satu artis cantik yang telah terkenal sejak cilik ini, pernah bertanya kepada followers instagramnya mengenai hasil SBMPTN mereka sebelum hingga akhirnya beliau doi mengaku bahwa dirinya juga sudah menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Ada banyak jalur yang dapat dilalui oleh calon mahasiswa untuk dapat berkuliah di UI, salah satunya adalah Talents Couting. Nah, Ka Amel merupakan mahasiswa jalur Talents Couting loh! Keren banget kan? Doi saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UI kelas Internasional.

Sejauh ini, Ka Amel sudah mengumpulkan cukup banyak prestasi loh, dimulai dari menjadi presenter dalam acara “Indonesia Kids Choice Award”, merilis singel berjudul “Jangan Dulu Cinta-Cinta” di tahun 2014 bersama sang kakak, memerankan berbagai sinetron “Ngenest the Movie”, “The Underdogs”, “Geez & Ann”, dan masih banyak lagi. Keren banget ya Ka Amel, udah cantik, berprestasi lagi. Jangan mau kalah ya guys hahaha.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Mahasiswa Harus Ikut Berpartisipasi Terhadap Politik

3. Andien Aisyah Hariadi

Sumber: herworld.co.id

Apakah kamu pecinta musik jazz? Kamu pasti mengenal Andien. Kalau ga kenal, yuk kenalan dulu.

Andien adalah penyanyi jazz yang mulai aktif berkiprah di dunia musik Indonesia sejak tahun 1999, setelah dia mengikuti ajang Asia Bagus. Setelah memiliki karir dalam dunia musik dan merilis dua lagu, Bisikan Hati (2000) dan Kinanti (2002), Andien tetap mengedepankan pendidikan loh. Di tahun 2003, Andien resmi terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Komunikasi UI. Setelah menempuh pendidikan empat tahun, Andien resmi lulus di tahun 2007.

Kamu masih ingin kenalan lebih dalam dengan sosok Andien? Yuk dengerin lagu-lagunya dan nostalgia bareng ke masa awal tahun 2000-an. Kamu bisa dengerin lagu Bisikan Hati, Kinanti, Gemintang, Kirana, Let It Be My Way, dan masih banyak lainnya.

4. Maia Estianty

(Sumber foto: instagram/maiaestiantyreal)

Siapa sih yang ga kenal Maia Estianty? Maia Estianty atau yang kerap disapa Bunda Maia merupakan alumnus Fisip UI loh. Sebelumnya Bunda Maia aktif dalam dunia musik Indonesia, beliau pernah membentuk grup musik duo bersama Pinkan Mambo, yang kemudian digantikan oleh Mulan Jameela, Bunda Maia adalah sosok yang tak pernah menyerah, ia terus mencoba melakukan semua yang ia bisa, hingga kemudian Bunda Maia pun membentuk “MAIA” yang juga merupakan sebuah grup musiknya bersama Mey Chan.

Saat ini, Bunda Maia banyak mengikuti kegiatan lain termasuk menjadi content creator di Youtube. Bunda Maia juga sempat menjadi dosen tamu loh di Universitas Indonesia. Beliau membagikan pengalaman dan ilmunya tentang kepemimpinan dan pengembangan kelompok di jurusan Komunikasi, FISIP.

Keren-keren banget ga sih artis-artis jebolan UI yang udah di mention di atas? Yuk temen-temen jangan mau kalah ya! Kuy jadi mahasiswa yang tetap berprestasi setelah lulus dari UI 😉

BACA JUGA: Berminat Menjadi Bagian dari Gerakan UI Mengajar? Yuk Simak Cara Daftarnya

Butuh Bantuan Getting Things Done? Coba Download Aplikasi Penunjang Produktifitas Gratis Ini!

Halo sobat UI! Menjadi mahasiswa memang punya jam kelas lebih sedikit daripada kita sewaktu SMA. Tapii, tugas-tugasnya itu loh!! Beuh.

Gak jarang kita kesulitan menentukan prioritas tugas dan membagi waktu. Siapa disini yang suka double meet selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)? Multitasking saat bukan menjadi discussion leader? Yak, itu salah satu tanda bahwa mungkin kamu perlu melakukan manajemen resource yang lebih baik nih.

Tetap ‘waras’ dan terawat sembari produktif ternyata bukan hal yang mustahil loh!

Sebagai langkah pertama menuju hidup perkuliahan yang lebih baik, yuk kita cek 5 aplikasi produktifitas yang bagus-bagus ini. Kalian boleh coba bareng teman-teman kalian nih biar lebih seru!

1. Evernote

Sumber: google.com

Evernote adalah app nomor 8 dalam kategori the best productivity tools. Aplikasi note ini sangat powerful dibandingkan dengan produk sejenisnya karena memilliki banyak fungsi. Mulai dari search, reminder, menyimpan link, file, foto, bahkan audio. Kita dapat memasukkan sketsa dengan gambaran tangan atau teks. Penyimpanan data juga dengan single storage jadi kita bisa pakai pada banyak devices lho!

Fitur-fitur basic ini dapat kita dapatkan dengan harga… gratis! Walau begitu, untuk fungsi yang lebih banyak, kita bisa membeli paket premium atau bisnis juga.

2. Forest

Sumber: Mashable.com

Apakah kamu sering terdistraksi sama notif hp? App unik ini bisa memotivasi kamu untuk tidak melihat layar dan fokus pada kerjaan kamu. Idenya sangat mudah namun unik: kamu akan menanam benih dalam waktu yang sudah kamu tentukan untuk fokus. Apabila kau berhasil fokus hingga akhir, tanaman akan tumbuh, dan sebaliknya, tanaman akan layu atau rusak saat kamu gagal (keluar dari app dengan alasan apapun). Semakin banyak kamu fokus, kamu akan bisa membentuk hutan!

Selain itu, app gratis ini bekerja sama dengan Trees of the Future untuk menanam pohon SUNGGUHAN untuk menyelamatkan planet kita! Keren ya!

3. Toggl

Sumber: toggl.com

Secara sederhananya, Toggl adalah aplikasi time tracking yang bisa membantu kamu untuk menganalisis sebenarnya berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan satu tugas. Dengan kamu paham waktu bekerja kamu, kamu dapat melakukan planning dengan lebih akurat dan efisien kan? Selain itu, Toggl juga akan memberikan laporan data kamu dan juga membantu kamu untuk easy scheduling lho! Pst, Toggl juga gratis ya!

BACA JUGA: 5 Aplikasi Wajib Punya Tuk Dapatkan IPK Sempurna

4. Any.do

Sumber: PCMag.com

Yak, ini contoh lain dari aplikasi task management yang gratis! Any.do memiliki fitur to-do list, kalender, planner dan reminder. Semua dalam satu app! Aplikasi ini juga membuat kamu lebih mudah berfokus pada tugas-tugas yang kamu prioritaskan. Selain itu, aplikasi ini bisa mengintegrasikan kalender kamu dengan devices lain. Jangan lupa ada juga fitur voice-entry yang membuat kamu bisa memasukkan item ke to-do list kamu hanya dengan berbicara! Wow, harus banget kamu coba sih!

5. Habitica

Sumber: habitica.com

Habitica ini bukan app yang biasa buat habit tracking. Habitica ini dirancang seperti bermain role-playing game! Mirip seperti forest, idenya adalah membuat gamifikasi untuk membantu kamu menjadi lebih produktif and juga membentuk kebiasaan bagus yang kamu inginkan.

Setelah memasukkan goal harian kamu dan habit yang ingin kamu bentuk, aplikasi gratis ini akan membantu kamu membuat avatar. Sembari kamu menyelesaikan tugas-tugas harian kamu, kamu bisa menaikkan level avatar kamu untuk membuka fitur-fitur keren. Karakter kamu bisa punya armor, peliharaan, dan sebagainya. Asik yah!

Setelah mengetahui berbagai aplikasi ini, mana yang pengen kamu coba? Komen di bawah ya!

BACA JUGA: Deteksi Gawat Darurat pada Anak Pakai Aplikasi Buatan FIK UI Yuk!

Ingin Menjadi Miliarder? Mahasiswa Harus Coba 5 Gaya Hidup Para Miliarder Dunia Ini!

Hai Mahasiswa Pejuang Masa Depan!

Sebagai mahasiswa, kamu tentu sudah mulai berpikir dan berandai-andai menjadi orang sukses. Di tengah tuntutan perkuliahan, organisasi, dan kesibukan lainnya, kamu pasti pernah lelah dan bingung harus melakukan apa untuk meraih kesuksesaan itu.

Nah, untuk membantu kamu lebih terarah menjalani kehidupan perkuliahan sekaligus mempersiapkan masa depan, yuk mulai mencoba gaya hidup ala miliarder ini!

1. Kurangi Mengambil Keputusan

Kurangi mengambil keputusan adalah sebisa mungkin menghindari mengambil keputusan untuk hal-hal remeh. Kenapa sih? Setiap harinya, manusia memiliki batasan energi dan kapasitas dalam membuat keputusan yang tepat. Kalau kita sudah menggunakan kapasitas itu untuk hal-hal remeh, kita menjadi kurang maksimal saat membuat keputusan besar.

Hal inilah yang membuat Steve Jobs dan Mark Zuckerberg memiliki model baju yang sama. Mereka tidak perlu repot mengambil keputusan “pakai baju apa ya hari ini?” Mereka dapat langsung memakai baju yang tersedia dan menghemat energi dan kapasitas untuk memutuskan hal-hal besar dalam bisnisnya.

Sebagai mahasiswa, kamu bisa memulai mengurangi mengambil keputusan dengan mencoba hal yang sama, yaitu baju model sama. Selain itu, kamu bisa mulai catering makanan agar tidak repot berpikir “mau makan apa ya?”. Hal ini akan membantu kamu mempersiapkan tenaga untuk mengambil keputusan yang lebih penting dan lebih besar.

2. Hidup Sederhana

Sumber: gaya.tempo.co

Banyak miliarder dunia yang hidup dengan sangat sederhana dan tidak boros pengeluaran. Sebagai contoh: Michael Bambang Hartono, orang terkaya kedua di Indonesia. Beliau memilih untuk menyantap tahu pong di warung sederhana di Semarang.

Selain itu, Bill Gates, salah satu orang terkaya dunia, tidak terlihat menggunakan barang-barang branded dan jam tangan mahal. Hal ini karena poin utama adalah “Menjadi sukses dan kaya, bukan menjadi terlihat sukses dan kaya”.

Eits, tapi kalau kamu mampu dan ingin, it’s okay ya untuk hidup mewah sesekali.

BACA JUGA: Mari Menghitung Perkiraan Biaya Hidup Saat Kuliah di UI

3. Belanja Saham

Sumber: money.kompas.com

Saham adalah aset investasi yang memiliki keuntungan besar. Miliarder menjadi semakin kaya karena mereka menginvestasikan uangnya di saham. Salah satu orang terkaya dunia bahkan meraih gelar miliarder-nya melalui belanja saham.

Warren Buffet pertama sekali membeli saham pada umur 10 tahun (1942) sebesar USD 114,75. Beliau berhasil melipat gandakan uang tersebut dan di tahun 2021 memiliki total kekayaan sebesar USD 103,9 miliar.

4. Tidur Cukup

Sumber: medicalnewstoday.com

Bagi sebagian besar mahasiswa, tidur cukup adalah hal yang mustahil.

Namun, tidur yang cukup adalah gaya hidup yang umum dilakukan oleh miliarder loh. Jeff Bezos, orang terkaya nomor satu di dunia, mengungkapkan bahwa dia rutin tidur 8 jam setiap hari. Selain itu, Jeff Bezos juga selalu mengusahakan untuk tidur lebih awal dan bangun lebih awal.

Tidur adalah hal yang penting untuk dilakukan. Selain mengistirahatkan tubuh, tidur juga yang cukup juga akan menjamin performa otak keesokan harinya. Sekalipun dirasa mustahil di tengah kesibukan perkuliahan, organisasi, dan kegiatan lainnya. Yuk, kita mulai biasakan tidur yang cukup!

BACA JUGA: Mari Menghitung Perkiraan Biaya Hidup Saat Kuliah di UI

5. Gagal? Coba Lagi!

Jeff bezos memulai Amazon.com di tahun 1994 dan butuh puluhan tahun untuk mengembangkan Amazon.com hingga seperti sekarang. Warren Buffet mencoba investasi pertamanya di usia 10 tahun dan butuh 40 tahun berinvestasi untuk menjadikannya sebagai miliarder dunia.

Tidak ada kesuksesan yang dicapai dengan mudah, melainkan penuh dengan perjuangan. Jika kamu gagal, anggap saja itu adalah latihan untuk menjadikan kamu pribadi yang lebih kuat. Semangat terus, ya!

Menjadi orang sukses bukan hal instan. Kamu akan banyak mengalami banyak kegagalan dalam mencapai tujuan. Hal yang membedakan adalah kamu selalu bangkit dan berjuang kembali.

Ngerasa Demot atau Butuh Motivasi? Coba Nonton 5 Film Motivasi Buat Mahasiswa ini!

Halo sobat UI! Sebagai mahasiswa tentu aja kita punya banyak sekali tekanan. Mulai dari tugas, praktikum, proyek, kerja kelompok, dan masih banyak lagi. Belum lagi kalau kita sambil magang atau aktif di berbagai organisasi kampus. Oleh karena itu, kita butuh pelarian sejenak supaya kita bisa tetap “waras”. Salah satu hal yang bisa kita lakukan saat stress sudah menumpuk adalah menonton film!

Tidak peduli antara kamu ingin menonton untuk hiburan saja, atau untuk mencari motivasi, atau hanya ingin bernostalgia dengan kehidupan kuliah yang “setengah terenggut” oleh pandemi, film-film berikut ini bisa menemani waktumu untuk bersantai!

Berikut adalah lima film inspiratif yang punya banyak pesan bagus buat kita, para mahasiswa. Yuk kita simak!

1. The Social Network (2010)

Sumber: chatsports.com

Hm.. siapa yang gak kenal sama founder dari Facebook, Mark Zuckerberg? Film ini adalah kisah tentang beliau loh! Menceritakan bagaimana perjalanan luar biasanya sejak dari Harvard hingga menjadi salah satu multi millionaire di dunia.

Jesse Eisenberg, aktor yang memerankannya, sangat lihai membawakan perjalanan Zuckerberg mulai dari nol hingga menjadi yang teratas melalui banyak tantangan mulai dari personal hingga legal. Tidak main-main, kamu akan terinspirasi dengan kerja keras dan pengorbanan yang dilakukan beliau untuk mencapai mimpinya!

2. Good Will Hunting (1997)

Sumber: miramax.com

Di dalam film ini dikisahkan Will Hunting, yang diperankan oleh Robin Williams, adalah seorang tukang bersih-bersih di Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat. Namun siapa sangka, pekerja yang dipandang sebelah mata oleh banyak orang ini sebenarnya adalah seorang jenius dalam bidang matematika.

Dengan bantuan seorang psikolog, Will perlahan menemukan passion-nya, arti dan tujuan hidupnya. Mungkin ada beberapa dari kita yang merasa belum menemukan tujuan hidupnya. Nah, film ini akan menginspirasimu untuk terus mencari bakat-bakat terpendam yang kamu miliki dan mengembangkannya tanpa rasa takut! Yuk cepat-cepat ditonton ya!

3. The Internship (2013)

Sumber: IMDB

Dua pria, diperankan oleh Owen Wilson dan Vince Vaughn, sama-sama baru lulus kuliah dan sedang berjuang untuk mendapatkan kesempatan magang di perusahaan ternama. Film bergenre komedi ini berhasil membawa masalah pelik secara ringan namun berbobot.

Kalian akan melihat betapa sulitnya mencari kerja dan berkompetisi dengan orang-orang dari seluruh dunia, terutama para lulusan dari universitas ternama yang CV-nya bisa seketika membuat nyali ciut. Terlepas dari kesulitan ini, kamu akan menyadari pada satu titik, bahwa selama kamu menjalaninya, kamu bertumbuh menjadi semakin kuat!

4. Rudy (1993)

Sumber: IMDB

Meskipun pertama kali ditayangkan pada tahun 1993, film lawas ini tetap relevan dengan kehidupan kita sekarang. Film ini mengisahkan bagaimana seseorang dapat mencapai cita-citanya walaupun semua orang disekitarnya berpikir sebaliknya.

Rudy, yang diperankan oleh Sean Astin, datang dari kota kecil namun punya cita-cita besar menjadi seorang atlet. Namun, badannya yang kecil, tidak atletis, dan kurang pintar membuatnya diremehkan semua orang. Saksikan di film ini bagaimana Rudy membuktikan bahwa mereka salah!

5. Save The Last Dance 2 (2006)

Sumber: IMDB

Sarah yang diperankan oleh Izabella Miko, mempunyai kesukaan dalam hal menari. Ia ingin menjadi bintang balerina. Dalam film ini, Sarah yang berhasil bergabung dengan Juilliard (sekolah performing arts ternama di New York), masih harus terus berjuang untuk mencapai cita-citanya.

Film bergenre drama dan musik ini juga dipenuhi bumbu persahabatan dan kisah cinta ala mahasiswa yang membuat film ini penuh warna dan tidak membosankan untuk ditonton lho!

Nah, dari kelima film di atas, mana nih yang sudah pernah kamu tonton?

Yuk Kenalan dengan 5 Youtuber Lulusan UI yang Terkenal!

Halo sobat UI!

Masih bingung lulus mau ngapain? Khawatir sama prospek kerja dan gosip-gosip tetangga di masa depan? Siapa bilang lulusan UI hanya bisa jadi pekerja! Lulusan UI kerjanya bervariasi loh! Bahkan, kita bisa juga jadi content creator!

Banyak banget alumnus kita yang sudah terbukti sukses sebagai Youtuber dengan subscriber lebih dari 100 ribu orang. Kita bisa pantengin channel mereka untuk rekreasi, atau belajar jadi Youtuber juga!

Yuk kita cek satu-satu, siapa-siapa aja mereka yaaa?

1. Maia Estianty

Sumber: tribunnews.com

Siapa yang tak kenal Bunda Maia? Salah satu tokoh perempuan inspiratif Indonesia ini adalah lulusan Fisip UI loh! Sempat hamil 2 anak selama kuliah tidak menghambat beliau lulus tepat waktu.

Kini, dengan channel YouTube beliau, MAIA ALELDUL TV, beliau kerap meliput kehidupan pribadinya bersama keluarga harmonisnya. Selain itu, beliau juga sering mengunggah podcast dengan beberapa tokoh terkenal seperti Mawang. Jangan lupa intip juga segmen love life mereka yang menarik yah!

2. Alika Islamadina

Sumber: liputan6.com

Cantik, pintar, dan berbakat! Paket lengkap sekali bukan? Pada tahun 2017 lalu, kakak cantik ini lulus S1 dari Fakultas Ekonomi UI. Mantan personel girlband Princess ini sanggup memanajemen waktunya pada kuliah serta karir menyanyinya. Dia juga sempat melaksanakan pertukaran pelajar ke University of Queensland di Australia loh!

Kalian bisa melihat karya-karya kak Alika pada channel Youtube-nya: Alika Islamadina. Mulai dari cover lagu, music video, hingga live performance, semuanya ada di sana! Selain itu, kita juga bisa intip kehidupan kak Alika lebih dalam lagi pada Alika’s corner, Diary of Alika, dan Challenge with Alika.

BACA JUGA: Jurusan di UI Yang Paling Mencetak Banyak Artis? Ya Ilmu Komunikasi dong!

3. Raditya Dika

Sumber: diadona.id

Kalian pasti kenal YouTuber yang satu ini! Lulusan FISIP UI ini adalah tokoh muda Indonesia yang multitalenta. Selain karirnya sebagai Youtuber, beliau juga merupakan penulis buku best seller, model, pemeran film, dan sutradara.

Channel Youtube Raditya Dika tergolong sangat sukses dengan subscribers mencapai 9,5 juta loh! Bahkan beliau sudah mulai mengupload konten videonya sejak Youtube belum memberikan adsense. Dedikasinya sebagai content creator dapat dilihat dari banyak macam konten di channel-nya. Mulai dari Stand Up Comedy, Malam Minggu Miko, Sims 4, hingga Webseriesnya Radit.

Kamu bakal terhibur banget sekaligus teredukasi dengan konten-kontennya yang menarik. Tidak hanya konten komedi, Raditya Dika juga kerap membuat video yang bertemakan keluarga dengan isteri dan kedua anaknya.

4. Feni Rose

Sumber: grid.id

Feni Rose dikenal sebagai presenter talkshow infotainment yang jago banget mengulik informasi dari para tamunya. Lulusan Antropologi UI ini juga disebut sebagai ‘Menteri Milenial’ bersama Dian Sastro lho!

Beliau kini berkarya juga sebagai Youtuber pada channel Feni Rose Official dengan mengunggah video-video wawancara dengan beberapa tokoh dan topik menarik. Channel yang baru dibuat pada tahun 2019 ini sudah mempunyai lebih dari 100 ribu subscribers juga! Yuk, sama-sama kita dukung karya beliau!

5. Febby Rastanty

Sumber: kompas.com

Siapa yang menyangka sosok Febby Rastanty dapat lulus dengan gelar Cumlaude dalam 3,5 tahun di Hukum UI? Pasti banyak cerita susah-sedih saat harus membagi waktu antara kuliah dan syuting. Namun tentu, pengorbanan beliau terbayar juga yah!

Kini beliau berkarya di Youtube pada channelnya Febby Rastanty. Channelnya sudah berkembang loh, sekarang sudah punya lebih dari 500 ribu subscribers. Konten-konten beliau juga sangat bervariasi, mulai dari perjuangan masuk UI, vlog, make-up tutorial, hingga ngobrol-ngobrol dengan narasumber yang menarik loh! Yuk pantau terus channelnya!

BACA JUGA: 7 Mantan Artis Cilik Era 90-an yang Pernah Kuliah di UI

Susah Akur Sama Temen Sekelompok? Coba Cari Tahu Dulu Kepribadian DISC-nya!

“Dia nyolot banget orangnya gue ga suka!”

“Dia diem-diem mulu, iya-iya mulu, ga kasi kontribusi pendapat apa-apa, bikin sebel!”

“Siapa sih ini? sok asik!”

“Tuh orang serius banget ah, ga asik di ajak main!”

Pernah gak si ketemu orang yang susaaah banget kamu ngerti? Dan kalau tiba-tiba dia sekelompok sama kita, rasanya siaaal banget!

Tidak cocok bukan berarti salah satu pihak harus salah loh! Ada saatnya perbedaan yang bertolak-belakang sekalipun, dua-duanya tetap benar. Kalau ketemu orang yang kira-kira susah jadi teman sekelompok, itu mungkin karena kitanya belum ngerti dia orangnya gimana dan cara baik menghadapi dia gimana.

Artikel ini bakal kasih satu approach dari tipe kepribadian DISC yang bisa kamu pakai buat mengenali dan “menaklukan” teman-temanmu! Check it out!

1. D – Dominant

Sumber: learn.g2.com

Ada gak teman kamu yang kalau baru bagi kelompok langsung inisiatif nge-lead kelompok? Kalau kamu kerja sama mereka, kamu ngerasa aura “boss” dari dia? Biasa mereka orangnya kompetitif, cenderung agresif?

Yap, kalian baru aja menemukan manusia D!

Si D ini bisa jadi menyebalkan bagi kalian karena terlalu bossy, maunya cepat, terkadang tidak mau mendengarkan orang lain. Tapiiii… Sosok D dibutuhkan di tim loh! D ini punya kelebihan yaitu cepat mengambil keputusan, gak plin-plan, langsung to the point, gak takut ambil resiko dan problem solver yang hebat lo!

Bergaul dengan D ini lumayan tricky, tapi bukan berarti mustahil! Kalau kamu bisa berteman sama mereka, kamu pasti bakal dapat banyak hal loh! Nah, supaya D mau dengerin kamu, ada beberapa “aturan” yang bisa kamu ikuti:

  • Jelas, spesifik, to the point

Sama kaya D bicara ke orang lain, D juga berekspektasi orang lain bakal melakukan hal yang sama ke dia. D gak suka obrolan unfaedah kaya basa-basi dan gosip. Jadi, kalau mau ngomong, pertanyaan “apa kabar?” “cuaca cerah ya?” pliiiiss di skip aja ya!

  • Jadilah efisien, jangan buang waktu mereka!

Masih berhubungan ke yang sebelumnya, selain D gak suka obrolan unfaedah, D juga gak suka waktunya terbuang buat hal-hal unfaedah. Ingat? D itu orang yang kompetitif dan punya ambisi besar loh! D akan merasa lebih puas kalau waktunya dihabiskan untuk hal-hal yang menambah nilai dirinya. Jadi, kalau ada rapat atau pertemuan kerja kelompok, jangan bahas hal-hal di luar kerjaan dulu sebelum kerjaannya selesai ya! Bisa-bisa D bete dan nyembur kalian hehehe

  • Ide yang kamu berikan harus berdasar fakta

D itu gasuka kata “kayanya”!

“Kayanya A lebih bagus deh,” “Eh menurut aku sih, kayanya B”

Yap! Begitu dengar kata terlarang itu, udah deh, gak usah harap D bakal denger kamu. Bagi D, walaupun dinamakan opini, tetap itu harus ada faktanya, secara, D itu termasuk orang yang rasional. Jadi, kalau kerja kelompok sama D selalu siapkan argumen dan fakta pendukung ya! Jangan asal nyeletuk pendapat!

  • Kalau tidak setuju, fokus pada fakta, bukan orangnya.

Walau D cenderung “bintang kelas”, ada saatnya D salah. Waktu itu terjadi, kamu harus ngomong dengan jelas kalau itu salah dan sediakan bukti-bukti pendukungnya! Jangan serang D secara personal, kritiklah pendapatnya, bukan dirinya ya! Dan ingat, D tidak nyaman berurusan dengan emosi orang lain. Jadi, nyatakan argumenmu dengan nada stabil dan kepala dingin. Dengan begitu, kamu akan dapat respect dari D!

BACA JUGA: Kamu Yang Mana, Ini Tipe-Tipe Mahasiswa di UI Berdasarkan MBTI-nya! (Introversion-Judging Series)

2. I – Influence

Sumber: idcloudhost.com

Pernah gak ketemu teman sekelompok yang sukaa banget ngomong? Kalau ada dia tuh suasana jadi cerah dan hidup banget? Orangnya asik, optimis dan ramah banget? Tapi… kalau diajak kerja kurang oke. Suka lalai waktu ngurus hal detail, kadang hebohnya ada di waktu yang kurang tepat.

Yap! Kamu ketemu si I.

Terkadang, saat situasi sedang serius, kelompok kamu perlu serius eh tapi dia bawanya bercanda terus! Dia juga susah fokus dengerin satu orang, ujungnya kita pikir dia kaya tong kosong, kerjaannya cuma ngobrol doang, gaada kontribusi!

Tapii– kalau I diajak berpikir kreatif, dia jagonya loh! Saat situasi kelompok lagi suram, disitu I dibutuhkan untuk menjaga motivasi tim! Saat yang lain mulai demot, I satu-satunya tipe yang tetap bisa berpikir positif loh! I juga orang yang suka damai, kalau lagi ada konflik dalam tim, I pasti jadi yang paling gusar dan berusaha buat teman-temannya baikan lagi. Hehe manis ya?

Nah, untuk menaklukan si I ini tergolong mudah kok! Yuk simak tips di bawah ini:

  • Puji dia!

Sumber harga diri bagi I adalah ide yang I punya. Walau terkadang I kesulitan menjelaskan idenya, tetap berikan apresiasi karena sudah mau mencoba memberikan ide. Saat dia berhasil mengutarakan ide, puji lagi dia! Dengan begitu, I akan merasa diterima dan merasa bebas berekspresi. Saat momen itu tiba, kamu bakal melihat potensi I yang sebenarnya!

  • Bahas ide-ide gila dengan dia!

I adalah satu-satunya tipe yang bisa dengan mudah membahas dan menyambungkan ide-ide abstrak yang susah diproses akal. I juga sangat suka membahas ide! TAPI… I lemah soal detail, konsentrasinya cepat buyar saat membahas hal mendetail. Jadi, saat kerja kelompok dengan I, ada baiknya menyerahkan tugas detail kepada yang lain. Kalau pun I harus mengerjakan hal detail, berilah insentif untuk kerja kerasnya itu ya!

  • Senyuuum! Jadilah ramah!

I tidak suka konflik. I dapat mencapai performa puncaknya pada lingkungan yang ramah. Kalau kamu datang kerja kelompok dengan wajah cemberut, perasaan I akan mudah terpengaruh loh. Akhirnya, kinerjanya juga gak akan maksimal!

  • Jangan tinggalkan dia sendiri!

Ketakutan terbesar I adalah ditolak dan dikucilkan. Walau kelompok sedang dalam situasi sulit, ada baiknya mengajak I untuk berbincang asyik sebentar. Saat I sedang ngelucu, berilah respon yang positif. Semua itu remeh dilihat dari perspektif kita, namun bagi I itu sangat berarti loh! Jangan lupa dalam mengambil keputusan atau berdiskusi, selalu dorong dia untuk berpendapat.

“Menurut I gimana?”

Percayalah, pertanyaan itu sangat berarti buat I. Hehehehe!

BACA JUGA: 5 Tempat di UI Ini Ramah untuk Kamu yang Introvert

3. S – Steadiness

Sumber: theconversation.com

 

Ada gak orang disekitarmu yang kelihatan kalem, pendengar yang baik, nurut-nurut aja sama omongan orang, taat aturan, ngikutin instruksi, dan loyal banget sama apapun yang dia kerjakan? Tipe-tipe anak baik dan ngasi “aura” keibuan yang mengasuh dan menjaga kedamaian di kelompok? Tapiii… kalau dia kerja dalam kelompok sama kamu, dia main pasif, cenderung jadi “yes man”, dan suka mendam emosi kalau dia jengkel sama sesuatu?

Kamu berarti ketemu si S!

Terlepas dari work pace-nya yang cenderung lambat, S dibutuhkan di kelompok juga loh! Kenapa? Karena S mampu menciptakan lingkungan yang supportif dan akomodatif! Walau kerja agak lambat, tapi performa mereka konsisten dan yang paling jago multitasking di antara tipe yang lain lho! Sifat mereka yang tenang dan penuh perhatian bisa jadi penetral di dalam tim kalian!

Bergaul dengan S butuh kesabaran, karena pada dasarnya mereka tertutup dan enggan menyatakan perasaan dan keinginannya secara explicit. Supaya hubungan kamu dan si S lancar, berikut guides yang bisa kamu ikuti:

  • Pelan-pelaan!!

Ketakutan terbesar S adalah kehilangan stabilitas. Lingkungan kerja yang terlalu cepat dan dinamis akan membuat S kehilangan “titik seimbang”-nya. Begitu pula dengan bergaul, jika kamu terlalu pushy dan gak beri space sama dia untuk memproses pikiran dan perasaannya, yang ada S bakal menghindar!

  • Tunjukkan ketulusanmu

S termasuk orang berhati lembut. Namun, S punya tendensi untuk tidak mengungkapkan isi pikiran dan hatinya pada orang sembarangan. Dekati S dengan perlahan lalu tunjukkan bahwa kamu ingin berteman dengan dia secara tulus, mulailah dengan pembicaraan yang agak personal namun tidak terlalu dalam seperti:

“S suka makanan manis gak? Aku pengen beli nih, mau barengan?”

“Eh aku sering liat kamu pakai aksesoris kuning, kamu suka warna kuning ya?”

Perlahan tapi pasti S akan membuka hatinya ke kamu!

  • Jawab pertanyaan “HOW”?

Ada saatnya dalam kerja kelompok kita harus bergerak cepat, situasi dimana S paling tidak suka. Namun, apa boleh buat? Tuntutan yang ada memaksa kalian begitu kan? Nah, sebagai rekan tim yang baik, ada baiknya kamu jelaskan pada S secara spesifik BAGAIMANA cara menyelesaikan sesuatu. Dengan mengerti langkah-langkahnya, S dapat bekerja dengan lebih cepat dan juga lebih nyaman!

  • Berikan feedback dalam lingkungan privat

S tidak tahan dengan konfrontasi apalagi di depan umum. Jika S berbuat salah, ajaklah dia berbicara empat mata dan bicaralah dengan nada yang tenang dan lembut. Tunjukkan bahwa kamu mengatakan itu agar tim bisa memberi performa yang lebih baik. Jangan lupa berikan pujian untuk hal-hal yang sudah dengan baik dilakukan oleh S! Ingat! Tolong, terima kasih, dan maaf akan sangat dihargai oleh S!

BACA JUGA: 5 Hal ini Bisa Kamu Praktikkan untuk Bonding Online

4. C – Compliance

Sumber: freepik.com

 

Kalian pasti pernah ketemu orang yang seperti ini: cenderung penyendiri, pandai menganalisa, bekerja cepat dan tepat. Kalau kerja kelompok, dia hanya perlu target lalu dia akan hilang, pergi ke “dunia”-nya sendiri dan waktu dia kembali, pekerjaannya sudah selesai dengan kualitas yang tinggi. Waktu kamu tanya “kenapa?” dia bakal jelasin semuanya secara mendetail!

Yap, itu dia, “Si Analis”, C!

Di dalam tim, C adalah penghubung ide dengan realita. Mereka dapat memberikan estimasi dan rencana yang realistis untuk mewujudkan ide-ide brilian tim kalian! Tapii terkadang mereka sensitif sama kritik, agak susah diajak kerja di lingkungan yang serba tidak pasti, dan cenderung individualis.

Bergaul dengan C bakal ngajarin kamu gimana caranya bekerja dengan struktur dan menghasilkan performa yang brilian loh! Soooo boleh banget kamu pelajari beberapa tips berinteraksi dengan C berikut ini!

  • Ingat 2D! Data dan Detail

C selalu berusaha menghasilkan kesempurnaan dalam pekerjaannya. Maka, C sangat memperhatikan detail! Jika kamu ingin berargumen, ingatlah bahwa kamu harus persiapkan fakta dan data yang mendukung, bukan hanya sekadar memberi contoh.

  • Jangan bicara hal yang “kabur” dan tidak spesifik

C kesulitan memproses hal-hal yang tidak jelas dan abstrak. Jika kamu menjelaskan suatu pekerjaan dengan cara begitu, C tidak akan mengerti apa ekspektasi kamu terhadapnya. Pada akhirnya, C tidak akan bisa bekerja dengan optimal dan malah kehilangan niatnya untuk engage dengan tim kamu deh!

  • Jangan kritik mereka!

Harga diri C terletak di pekerjaan yang dihasilkannya. Karena itu, C takut akan kritik, apalagi terhadap suatu pekerjaan yang sudah diselesaikannya dan tidak ada waktu untuk memperbaikinya lagi. Oleh karena itu, ada baiknya kamu tetap keep in touch dengan C selagi dia bekerja untuk dapat memberi masukan selagi dia bekerja alih-alih sesudah C selesai bekerja. Jangan lupa, masukan kamu harus spesifik dan detail ya!

  • Dekati perlahan dan jangan berkonfrontasi

C mempunyai tendensi menjadi task-focused alih-alih people-focused. Makanya dia lebih sering kelihatan bekerja sendiri dan jarang bersosialisasi dengan rekan-rekannya. Untuk mendekati C, kamu bisa ngobrol seputar pekerjaan dulu. Perlahan, kamu bisa masukkan pertanyaan personal yang lebih dalam dengannya!

DISC ada untuk membantu kita mendapatkan alternatif pendekatan untuk orang tertentu.

Namun, bukan berarti kita harus mengkotak-kotakkan orang menjadi 4 kategori ya!

Tips-tips di atas bisa kamu pakai sebagai asumsi awal, namun jangan lupa, kamu harus tetap fleksibel dan peka dengan kepribadian mereka ya!

BACA JUGA: Jadi Gini Lho Rasanya Menjadi Mentor OKK UI

Siapa Bilang Mahasiswa Kere? Ini 5 Cara Cari Cuan Ala Mahasiswa!

“Lagi kere nih, bro!”

Kalau kamu mahasiswa dan pernah berkata seperti ini, maka artikel ini buat kamu!

Tidak sedikit mahasiswa yang berusaha menghemat pengeluarannya terlebih di akhir bulan. Tapi, tahukah kamu, cara untuk berhenti menjadi “kere” tidak selamanya dengan menghemat pengeluaran?

Faktanya, orang-orang akan menjadi lebih cepat kaya dengan meningkatkan jumlah sumber pendapatannya. Ibarat timbangan, selain mengurangi sisi pengeluaran, tapi kita perlu juga menambah sisi pendapatan kita.

Nah, apa saja sih yang bisa dilakukan Mahasiswa untuk menambah sisi pendapatan atau sering disebut dengan “Cari cuan ala Mahasiswa”?

Yuk simak lima kegiatan yang bisa menghasilkan cuan untuk mahasiswa selama kuliah:

1. Mengajar Les

Sumber: uisi.ac.id

Dalam satu semester, kamu bisa membuka les ketika UTS dan UAS. Biasanya, rate untuk mengajar sekitar Rp 250,000 untuk lima orang (satu group) dalam dua setengah jam.

Apabila kamu meluangkan waktu untuk mengajar dua group dalam sehari, mengajar tiga hari dalam satu minggu, maka kamu bisa mendapatkan total Rp 1,500,000 dalam satu minggu. Maka dalam satu semester, kamu bisa mendapatkan sekitar tiga juta rupiah!

2. Lomba

Sumber: IDN Times

Jika kamu memiliki kesulitan untuk berbicara dan membagikan ilmu kepada orang lain, maka Lomba adalah cara yang tepat untuk kamu! Proses persiapannya memang sedikit lebih membutuhkan effort, tapi kalau memenangkan juara akan sangat worth it.

Katakanlah Juara 1 nya mendapatkan hadiah Rp 4,500,000 dan apabila dibagi ketiga anggota, maka satu orang anggota bisa mendapat Rp 1,500,000. Dengan mengasumsikan kamu menang dua kali dalam satu semester, kamu juga bisa mendapatkan cuan sekitar tiga juta rupiah!

3. Magang

Cara cari cuan lainnya adalah dengan magang atau paid internship. Carilah magang yang membuka peluang dari jurusan kamu atau menerima dari seluruh jurusan. Kamu bisa mencoba mencari lowongan magang di Linkedin atau situs job seeker lainnya. Saat ini, banyak startup yang membuka lowongan magang dengan jurusan yang bervariasi.

Sumber: Mamikos

Umumnya, paid internship akan memberikan benefit keuangan sekitar satu sampai dua juta rupiah per bulannya. Jika kita ambil tengahnya dan dikalikan tiga bulan, maka kamu bisa mendapatkan sekitar empat setengah juta rupiah! Apalagi kalau kontrak kamu diperpanjang, bisa semakin banyak cuannya!

BACA JUGA: 7 Alasan Mengapa Kamu Harus Ikut Magang Dari Rumah

4. Beasiswa

Sumber: Scholars Official

Tentunya beasiswa sudah tidak asing lagi di benak mahasiswa. Kamu bisa menjadikan beasiswa sebagai salah satu sumber cuanmu, loh!

Beasiswa sendiri ada beberapa jenis, ada yang beasiswa prestasi, beasiswa kurang mampu, dan lainnya. Donaturnya pun beragam, ada yang dari pemerintah, bank, atau berbagai perusahaan besar.

Kamu bisa cek website beasiswa di kampusmu secara berkala untuk selalu update tentang info-info beasiswa. Kamu juga bisa mengikuti akun sosial media perusahaan penyedia beasiswa seperti Beasiswa Bank Indonesia dan lainnya.

Jika belum berhasil lolos, jangan menyerah ya! Karena sekali kamu mendapatkan beasiswa, akan sangat menolong kamu, khususnya untuk membayar uang kuliah. Semangat terus, ya pejuang beasiswa!

5. Return Investasi

Sumber: www.trazosurbanos.com.co

Nah, sumber cuan lainnya adalah Investasi!

Mungkin sebagian dari kamu sudah mulai terjun ke dunia investasi, dan sebagian lagi belum. Tapi, apabila kamu punya uang lebih, memang akan baik jika dialokasikan ke investasi. Karena melalui investasi, uang kamu tidak akan habis dimakan inflasi dan potongan bank per bulannya.

Contohnya, jika kamu sudah mengajar les dan magang. Maka dalam satu semester proyeksi pendapatan kamu akan meningkat sekitar tujuh juta rupiah.

Kamu bisa alokasikan dua juta setiap semesternya untuk dimasukkan ke Reksadana pendapatan tetap dengan return 8% per tahunnya. Tentu akan lebih baik dibandingkan di tabungan yang termakan inflasi sekitar 3%.

Maka dalam satu tahun, kamu bisa mendapatkan return sekitar Rp 320,000!

Semakin besar jumlah uang yang kamu investasikan, maka akan semakin besar jumlah return yang bisa kamu dapatkan. Sudah saatnya kita membuat uang kita bekerja bahkan saat kita tidur!

Dari kelima cara di atas, kamu tidak harus mengerjakan semuanya kok. Kamu juga perlu mempertimbangkan kebutuhan, ketersediaan waktu, dan tenaga kamu. Jangan sampai sibuk cari-cari cuan tapi endingnya tipes!

Tapi akan lebih baik kalau kamu pernah setidaknya mencoba 3 dari 5 sumber cuan di atas. Karena kamu akan bisa semakin menghargai proses mencari uang, dan ketika nanti bekerja dengan gaji besar, kamu tidak menjadi orang yang boros. Selamat mencoba! 😄

BACA JUGA: Belum Pernah Nongkrong di Kantin-kantin Ini? Jangan Ngaku Anak UI Deh

Gimana Sih Cara Bikin Niat yang Kuat Agar Tujuan Kita Tercapai?

Aku pokoknya harus kurus!! Ih ga jadi deh, berat ternyata. Nanti aja….

Aku mau coba banyak lomba!! Kok tim lain keren-keren ya. Seram. Ga jadi deh…

Aku harus lulus cumlaude IPK 4!!! Huaaaa apaan ini. Ga sanggup. Mau nyerah aja….

How to Set Intention and Get It Done. Kamu pernah ga sih ngalamin hal kayak gitu? Udah nentuin tujuan tapi seringnya minder dan ragu duluan, eh akhirnya ga jadi ngapa-ngapain. Sedih ya. Kita udah pingin banget tujuan kita tercapai, tapi malah berhenti ditengah-tengah.

Nah, jangan khawatir. Sebenernya, otak kita punya sistem yang keren banget buat ngebantu kamu. Coba bayangkan kamu ada di ruang publik. Banyak orang-orang berlalu lalang sambil berbicara, teriak, nangis, tertawa, dan jangan lupa ada juga suara mesin atau kendaraan. Bising banget ga sih pastinya? Tapi, kamu berhasil kan meredam semua suara itu? Kamu ga terganggu sama sekali dan ga mendengar kebisingan sekitar. Di tengah kebisingan itu, ada seseorang yang manggil nama kamu dan seketika kamu menoleh. Wow. Kok bisa? Ketika kamu meredam semua suara bising tapi bisa sadar kalau nama kamu dipanggil? Itu adalah bukti kerja sistem otak kamu.

Sistem apa sih? Reticular Activating System (RAS). RAS ini adalah kumpulan saraf di otak manusia yang berperan menyaring informasi gak penting agar akses informasi penting bisa lewat. Suara bising itu ga penting pasti dan nama kamu pasti penting kan buat kamu? RAS inilah yang bisa ngebantu kamu mencapai tujuan. Gimana sih caranya? Ini dia tips yang bisa kamu lakukan.

1) Tentukan Tujuan

Sumber: parkwired.com

Kamu tidak perlu berkutat dengan pertanyaan “How to set intention?”. Dalam menentukan tujuan, kamu hanya perlu bertanya kepada diri sendiri apa yang kamu mau.

Penting banget buat percaya diri dengan apa yang kamu mau dan bukannya ikut-ikutan dengan orang lain. Jika kamu belum yakin dan percaya diri, kamu bisa menanyakan pertanyaan pemantik seperti ini.

  • Siapa aku? (Who am I?)
  • Apa yang aku lakukan? (What do I do?)
  • Kenapa aku melakukannya? ( Why do I do that?)
  • Apa yang akan aku dapatkan? (What will I get?)

2) Mental Movie

Apakah kamu pernah mendengar mental movie? Mental movie adalah bagaimana kamu mengimajinasikan situasi ketika kamu berhasil meraih tujuan kamu di masa depan. Kamu dituntut untuk membayangkan suara, percakapan, visual, dan detail yang terjadi dan mengulanginya terus menerus. Semakin detail dan sering kamu melakukannya, sistem RAS akan semakin menganggap hal tersebut sebagai hal penting dan mendorong kamu untuk meraihnya.

3) Sugesti RAS

Sistem kerja otak yaitu Reticular Activating System (RAS) berperan untuk menyaring hal tidak penting agar hal penting dapat lewat. Semakin kamu terus menerus mensugesti bahwa tujuan kamu adalah hal penting, RAS akan semakin mudah membantu kamu yakin dan percaya diri mencapai tujuan. Salah satu, sugesti yang dapat kamu lakukan adalah menempelkan sticky notes dan reminder tentang tujuan kamu di lokasi yang mudah ditemukan. Salah satunya adalah menempel sticky notes di kulkas, di dinding sebelah kasur, dan screen HP/Laptop.

Selain itu, kamu bisa mensugesti diri dengan bermeditasi setiap malam. Meditasi yang dapat kamu lakukan adalah memvisualisasikan mental movie yang telah kamu buat. Semakin sering kamu mensugesti diri terhadap visual tersebut, semakin besar keinginan kamu untuk berjuang mencapainya.

Nah, itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan biar kamu makin yakin dan semangat mencapai tujuan kamu. Eitss, jangan lupa. Tentunya kamu ga boleh lupa ya untuk bergerak dan melakukan action untuk mencapai tujuan kamu. Langkah ini adalah hal yang paling perlu kamu lakukan.

Kamu tentu ga bisa dong berharap mencapai sesuatu tapi cuma berdiam diri. Yuk, kita mulai melakukan action sekecil apapun. Dari action kecil, akan semakin menjadi action besar. Semangat!!

5 Tips dan Trik Survive Kuliah Daring Sebagai Anak UI

Halo mahasiswa! Daring gini pasti suka bingung dong gimana sih caranya supaya bisa tetap survive di dunia perkuliahan? Kan semua serba virtual, memangnya bisa ya? Nah, buat kamu yang mempertanyakan hal itu, tips and trick berikut ini cocok banget untuk bisa ngebantu kamu selamat di perkuliahan sebagai mahasiswa UI. Check it out!

1. Berjuang sejak awal di SIAK War

Sumber gambar: memegenerator.net

Sebagai mahasiswa UI pasti udah akrab dong dengan sebutan SIAK War. Yups! SIAK War adalah ketika mahasiswa UI harus mengisi IRS (Isian Rencana Studi) dengan cara “berperang”, mahasiswa akan memperebutkan kelas dan dosen mana yang akan menjadi tempatnya belajar selama satu semester ke depan.

Lantas apakah peperangan ini worth it untuk dilakukan? Jawabannya adalah YES! Sangat worth it. Kenapa? Karena, setiap dosen memiliki cara mengajar yang berbeda, begitu pun dengan kita mahasiswa. Setiap dari kita memiliki cara belajar yang bervariasi. Untuk itu, agar bisa belajar dengan semangat dan menggebu-gebu, kita bisa mengusahakan untuk mendapatkan kelas dan dosen yang sesuai dengan cara kita belajar, sehingga kita tidak mudah jenuh dan tidak kehilangan motivasi untuk belajar.

Kalau kelas yang kita hadiri sesuai dengan tipe belajar kita, tentunya akan membawa pengaruh baik dong ke indeks penilaian kita hihi, so jangan lupa untuk berjuang di SIAK War ya!

2. Cari tahu kriteria dosen dan mata kuliah dari kating

Masih berkaitan dengan poin pertama, sebelum memulai perang, tentunya kamu harus mengerti apa tujuan kamu untuk berperang bukan? Nah sama halnya ketika SIAK War, kamu juga harus mengetahui dosen seperti apa dan mata kuliah apa yang sesuai dengan tujuan kamu.

Caranya adalah manfaatkan momen yang ada untuk bertukar wawasan dengan kating kamu. Kamu akan mengetahui cara mengajar dan tipe belajar apa yang diberikan oleh dosen kamu, kamu juga akan mendapatkan gambaran terhadap mata kuliah yang akan kamu ambil sehingga kamu bisa mempertimbangkan secara matang sebelum pada akhirnya mengambil keputusan.

BACA JUGA: Calon Anak UI, Udah Kenalan dengan Digital Makara Belum?

3. Ikutan kelompok belajar di luar jam kuliah

Kalau kamu tipe mahasiswa yang lebih senang belajar sendiri, itu bukanlah suatu masalah. Namun, akan lebih baik apabila kamu memiliki kelompok belajar di luar jam kuliah kamu. Sehingga kamu memiliki partner yang bisa kamu ajak untuk diskusi dan bertukar pikiran satu sama lain.

Bagaimana pun, dari suatu hal, selalu ada banyak perspektif yang ditimbulkannya. Ketika kamu mempelajari satu materi di kelas, bisa saja kamu dan teman kamu memiliki perspektif yang berbeda. Bayangkan apabila setelah kelas, kamu dan teman kamu mendiskusikan perspektif kalian yang berbeda, akan sangat seru bukan? Kamu jadi bisa mempelajari suatu hal dari berbagai sudut pandang.

4. Ikut Kepanitiaan/Organisasi untuk mengasah Soft Skills

Gimana sih caranya supaya kita bisa lebih mudah beradaptasi di banyak lingkungan? Trus kalau kita mau lebih percaya diri ngobrol di depan publik tuh gimana ya? Pasti pernah dong sobat mahasiswa mempertanyakan hal semacam itu? Nah, kalau kamu penasaran, ikut organisasi maupun kepanitiaan bisa jadi solusi, loh!

Dengan kamu mengikuti kepanitiaan, kamu akan dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang baru, dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru, dan itu akan membentuk kamu untuk menjadi pribadi yang lebih berani dalam menghadapi tantangan, serta mendorong kamu untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kamu. Kamu juga bisa membangun relasi yang baru dan itu akan sangat membantu kamu untuk bisa survive di dunia perkuliahan.

BACA JUGA: 8 Jenis Olahraga Yang Asik Dilakukan Pagi Hari di UI

5. Gunakan privilege anak UI buat ikut lomba

Anak UI cukup terkenal loh dalam mengikuti berbagai bidang lomba, jadi ada sangat banyak kesempatan lomba yang bisa kamu ikuti sebagai anak UI. Tentunya setiap lomba yang kamu ikuti akan memberikan pengalaman dan pembelajaran untuk mengembangkan diri kamu sendiri. Di Indonesia sendiri ada banyak universitas, tapi mahasiswa UI harus aware dengan privilege kampus perjuangan yang bisa menambah kepercayaan diri saat lomba.

Itu dia lima tips yang bisa kamu terapkan supaya kamu bisa survive di perkuliahan daring yang terbilang tidak mudah dan butuh perjuangan ini. Tetap semangat ya!

5 Hal ini Bisa Kamu Praktikkan untuk Bonding Online

Halo Warga! kalau kemarin kita sudah sempat bahas mengenai manfaat dari pentingnya bonding, maka di artikel ini aku akan berbagi mengenai cara-cara yang bisa kamu coba praktikkan di tengah kondisi pandemi ini.

Namanya juga bonding online, pastikan koneksi internet kamu dan anggota tim kamu lancar ya, supaya informasinya ga telat sampai atau teman kamu salah tangkap suatu informasi, kan kasian bondingnya jadi garing. 

Oiya pastikan juga bahwa kamu mencari waktu atau timing yang pas untuk bonding bersama tim, kalau rata-rata anggota punya kesibukan di malam minggu, sebaiknya kamu coba cari tanggal lain, atau sepakati tanggalnya secara bersama-sama ya! Oke, langsung aja, berikut cara-cara yang bisa kamu coba saat bonding online.

1) Main Gartic

Games online yang satu ini pasti sudah ga asing lagi bagi bagi kamu! Sebenernya permainannya sangat simple dan mudah diakses oleh semua orang, hanya dengan mengetik kata gartic.io maka website permainan tersebut sudah bisa kamu akses tanpa membuat akun atau mendaftarkan email terlebih dahulu, gratis pula.

Jadi, di game ini kamu dan anggota tim kamu harus menggambar atau menebak gambar dari lawan main untuk mengumpulkan poin, bagi yang memiliki poin paling banyak, maka dialah pemenangnya. Nah, disini kamu bisa pilih tema objek yang akan digambar, entah itu hewan, parabot, dan lain-lain.

2) Deep Intro

Deep intro menjadi salah satu pilihan untuk kamu tin tim yang ingin mengenal satu sama lain lebih jauh tanpa kelihatan kepo atau maksain, nah loh, jadi gimana tuh? yap, jadi masing-masing anggota dapat memperkenalkan dirinya sendiri secara lebih mendalam, seperti judulnya deep introduction tujuannya adalah agar satu sama lain dapat mengenal lebih jauh, bisa tentang hobinya, makanan kesukaannya, buku favorit, sampai tipe pasangan. Kamu bisa menentukan format isi dari deep intro ini, atau kalau mau dibuat lebih bebas juga boleh banget loh!

3) Mini games

Games yang dimaksud disini selain gartic ya, kalian bisa mencoba tebak gambar ala bapak-bapak komplek, tebak lagu, atau tebak anggota tim. Pokoknya yang pilih games yang seru dan makin seru kalau di akhir sesi pemenangnya dapet saldo dompet digital, wah dijamin deh itu satu anggota bisa rame semua.

4) Main truth or dare

Nah, ini bisa jadi follow up dari sesi deep intro sebelumnya nih, kalau kamu kepo dan ingin menjurus ke masa pendekatan bisa banget memaksimalkan sesi truth or dare ini. Atau bagi kamu yang jahil dan udah ga tahan banget untuk ngisengin orang, bisa kamu salurkan lewat sesi ini. 

5) Gosip

Kegiatan yang satu ini dapat dibilang merupakan salah satu kegiatan pemersatu bangsa dan awal mula kekompakan terbentuk ya, untuk memantik semangat di awal sesuatu yang digosipin ga selalu harus tentang orang kok, kita bisa ngomongin hal apapun loh, mulai dari peraturan kampus, covid di daerah masing-masing, sampe cerita-cerita mengenai mata kuliah yang dibenci, nah tinggal dipilih deh kira-kira tema apa yang pas sama tim kamu!

Another tips! kalau diantara tim kamu ada anak yang tipikal asik, dan bisa memimpin percakapan, bisa banget nih kamu minta tolong dia untuk memimpin bonding online ini. Biasanya kalau udah asik begitu kita jadi lupa sama waktu sih walaupun bonding-nya secara online, makanya sebelum memulai kamu bisa banget pasang timer atau alarm, ingat agar jangan sampai lupa waktu dan akhirnya malah pada migrain karena menatap layar laptop terus menerus ya!

Kalau kamu punya tips untuk bonding secara online lainnya tulis di kolom komentar ya!

BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Jadi Anggota Paragita

Keadaan Kacau Selama Pandemi? 5 Tips Koping ini akan Membantumu

“Duh, proyekku terus-terusan delay karena pandemi…”

“Kalau stress biasanya nongkrong tapi karena pandemi gabisa lagi dong!”

“Gua ga ngerti apa-apa selama belajar online!!!!”

Kita pasti punya hal-hal yang kita cemaskan saat pandemi tiba-tiba muncul. Berita-berita menakutkan muncul dimana-mana, pemerintah melarang ini-itu, pihak kampus pun demikian. Wajar saja kalau banyak mahasiswa yang kaget, cemas, dan stress selama masa-masa ini.

Kesehatan mental mahasiswa memang dilaporkan menurun semenjak pandemi berlangsung. Bahkan bagi orang-orang yang tidak rentan dengan kecemasan, kecemasan itu pun tetap bisa dialami. Sangat banyak ketidakpastian dan manusia memang punya tendensi “to fill-in-the-blanks” yang membuat kita sering membayangkan the worst case scenarios.

Situasi ini memang sulit dan di luar kontrol. Semua orang di dunia ini mengalaminya. Untungnya, tetap ada hal yang bisa kita lakukan untuk membuat keadaan ini terasa lebih baik:

KEADAAN KACAU SELAMA PANDEMI? 5 TIPS KOPING INI AKAN MEMBANTUMU!

1. Lembut kepada diri sendiri–dan orang lain.

 

Sumber: yayasanpulih.org

Pandemi Covid-19 ini adalah hal baru yang tidak pernah dialami atau diduga oleh siapapun. Jadi wajar saja jika kita merasa marah, cemas, frustasi, dan bingung. Pahamilah bahwa orang lain juga merasakan hal yang sama seperti kamu. Jangan tolak emosi negatif itu namun berikanlah pengertian. Semua emosi itu baik terlepas dari rupanya yang positif dan negatif. Semua emosi itu valid, jangan salahkan diri sendiri karena emosi yang tidak diinginkan muncul. Terakhir, cobalah untuk mencari cara menenangkan diri sendiri seperti dengan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan.

2. Jadilah realistis

Sumber: quora.com

Selama pandemi, jauh lebih banyak faktor yang tidak bisa kita kontrol. Maka, melonggarkan ekspektasi dapat membantu kita untuk merasa lebih nyaman dalam keadaan. Agak tidak realistis jika kita menganggap suatu proses saat pandemi akan memberikan hasil yang sama dengan apabila tidak ada pandemi. Berikan ruang untuk kesalahan dan belajarlah untuk menerimanya. Ingat bahwa bukan hanya kamu yang mengalami hal demikian.

3. Seleksi informasi yang bisa dipercaya

Sumber: freepik.com

Terlalu banyak berita yang lalu-lalang dapat membuat kita merasa overwhelmed. Apalagi saat kita terus-menerus mengkonsumsi berita yang pahit dan menakutkan seperti angka kematian akibat virus Covid-19. Untuk itu kita harus mampu mengontrol jumlah informasi yang kita serap. Pilihlah sumber berita yang paling dapat dipercaya dan jangan mempercayai apapun tanpa memvalidasi ulang beritanya. Pemikiran yang holistik dan analitik sangat dibutuhkan. Apabila kamu sudah terlanjur merasa overwhelmed, maka ada baiknya kamu “puasa informasi” dahulu. Putuskan jaringanmu terhadap berita selama beberapa hari sebelum akhirnya kamu merasa stabil dan siap menerima informasi lainnya.

4. Tetap terhubung

Sumber: istockphoto.com

Selama pandemi, kita mengisolasi fisik, bukan sosial. Kita bisa sendirian tanpa merasa kesepian. Sekarang sangat banyak aplikasi yang dapat kita pakai untuk tetap terhubung dengan support system kita. Kita bisa menyisihkan waktu selama sepuluh menit sehabis makan malam misalnya untuk mengontak orang-orang tersayang kita. Mengadakan party kecil secara daring dengan sahabat juga dapat memenuhi kebutuhan sosial kita selama pandemi.

5. Ciptakan rutinitas yang menyenangkan

Sumber: eslpages.com

Mulai hari di jam yang sama, selesaikan hari di jam yang sama. Makan tiga kali sehari pada jam yang sama, olahraga pada jam yang sama. Dengan mempunyai rutinitas, kita akan merasa bersemangat sepanjang hari dan mendapatkan sedikit sense of control dalam hidup kita. Jadwal yang terlalu spontan dan berantakan dapat menghilangkan antusiasme kita dalam menjalani hari lho!

Bosan Rebahan Terus? Yuk Coba 10 Kegiatan Produktif Ini

BOSAN DI RUMAH REBAHAN MULU? YUK COBA 10 KEGIATAN MENARIK DAN PRODUKTIF BERIKUT INI – Jadi mahasiswa kerjaannya kalau gak duduk di meja buat nugas, ya rebahan! Sekali dua kali sih menyenangkan. Tapi kalau kegiatan ini berulang sampai berbulan-bulan bisa gila juga kan?

Pandemi memang memaksa kita untuk selalu berada di rumah. Akibatnya, kegiatan-kegiatan outdoor yang biasa kita enjoy jadi gak bisa kita lakukan lagi. Sekarang saatnya kita mulai berpikir kreatif dan explore beberapa kegiatan indoor yang mungkin kita bisa nikmati juga! Berikut beberapa opsi yang bisa kamu coba:

1. Belajar masak

Kamu pasti punya makanan kesukaan yang kamu pengen makan kapanpun kamu mau. Gimana kalau kamu coba buat sendiri? Di masa pandemi ini, kamu gak perlu keluar rumah buat beli bahan baku loh. Banyak platform yang bisa kamu manfaatkan untuk membeli dan mengantarkan bahan yang kamu butuhkan sampai ke depan pintu rumahmu!

2. Pipo painting

Sumber: amazon.com

Pengen ngelukis tapi gak punya bakat? Udah coba pipo painting belum? Pipo painting adalah salah satu cara melukis dengan mengisi warna pada kanvas yang sudah diberi kode angka. Kit yang dibutuhkan sangat gampang kamu cari di banyak e-commerce lho! Kalau sudah selesai, kamu bisa pamerkan karyamu ke teman-temanmu hehe.

3. Belajar bahasa baru

Pernah gak kamu pikirkan betapa kerennya orang-orang yang multilingual? Selama pandemi ini, kamu bisa manfaatkan waktu kosongmu belajar bahasa yang menarik perhatianmu! Motivasi sesederhana nonton drama Thailand tanpa subtitel hingga keperluan beasiswa ke luar negeri bisa kamu pakai untuk mendorong kamu belajar bahasa asing!

4. Buat situs pribadi

Sumber: ntaskmanager.com

Punya pendapat yang ingin kamu suarakan? Bosan dengan jurnal tradisional yang pakai pena dan kertas? Kamu bisa coba buat situs pribadimu! Tau gak? Kalau web-mu mendapatkan visit yang tinggi, situs kamu bisa kamu jadikan sumber pendapatan juga loh!

5. Jadi musikus dadakan

Kamu pikir kamu tidak punya bakat musik? Siapa peduli? Kamu sendirian di kamar, nyanyi Let It Go atau latihan biola dengan suara cempreng gak akan memalukan kok. Kenapa tidak coba? Para musikus profesional banyak yang baik hati memberikan ilmunya di video-video tutorial gratis di internet lho!

6. Ikut kursus online gratis

Semenjak pandemi, banyak banget kursus online gratis yang bisa kamu ikuti lho! Kamu tinggal pantengin aja media-media seperti Instagram atau Telegram untuk mendapat info. Menantang diri sendiri untuk mempelajari hal-hal yang selama ini belum pernah kamu eksplor itu menyenangkan lho!

7. Tulis autobiografi

Sumber: thegreatcoursesdaily.com

Apa kamu pernah terpikir menulis autobiografi? Jika kamu pikir itu tidak ada gunanya, maka kamu salah! Autobiografi tidak hanya untuk orang-orang terkenal. Dengan menulis autobiografimu, maka kamu akan bisa merefleksikan hidupmu lebih dalam. Kamu akan dipenuhi rasa nostalgia, bersyukur karena telah melewati banyak cobaan dan bertahan, dan emosi-emosi lain yang mungkin belum pernah kamu rasakan sebelumnya.

8. Tonton film-film dokumenter

Selama ini mengantuk saat nonton film dokumenter? Coba tantang dirimu menonton satu film dokumenter terbaik di dunia. Pilihlah film dengan topik yang benar-benar asing untukmu. Setelah menonton film dokumenter, kamu akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi tentang dunia ini!

9. Selesaikan puzzle

Jika aktivitas fisik terdengar terlalu berat, bagaimana jika mencoba aktivitas mental? Mulai dengan puzzle sederhana lalu tantang dirimu secara bertahap untuk menyelesaikan puzzle yang lebih kompleks lagi. Kamu tidak akan sadar berjam-jam sudah berlalu sejak kamu memegang kepingan pertama!

10. Virtual trip!

Sumber: destinasian.com

Walau tidak bisa bepergian ke luar negeri, kamu bisa tetap merasakan liburan ke luar negeri dengan virtual trip. Sangat banyak opsi virtual trip terutama saat pandemi ini lho! Umumnya virtual trip memang berbayar. Namun, dalam rangka perayaan tertentu, ada beberapa penyelenggara yang mengadakan virtual trip gratis buat kita lho!

5 Tips Simple Buat Kamu yang Susah Mengatur Waktu

Di era yang serba cepat dan dinamis ini, time management merupakan satu hal yang wajib dikuasai oleh semua orang. Orang yang tidak bisa mengatur waktu dengan baik akan dianggap tertinggal oleh orang lain. Selain itu, tidak bisa mengatur waktu juga akan merugikan diri sendiri dan orang lain, loh.

Belajar mengatur waktu bisa dimulai secara mandiri saat sekolah, tepatnya saat SMP atau SMA. Kamu bisa mulai dengan cara membedakan waktu antara bermain, belajar, dan berorganisasi. Namun, jika sampai saat ini kamu masih belum bisa mengatur waktu, jangan khawatir. Tidak ada kata terlambat untuk belajar sesuatu selama kamu berniat untuk memulainya.

Nah, berikut ini anakui.com akan memberikan lima tips simple buat kamu yang susah mengatur waktu. Jangan lupa dicatat, ya!

1. Buat Jadwal Harian Sebelum Tidur

to-do list
Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay

Sebelum kamu tidur pada malam hari, ada baiknya kamu menyusun agenda apa yang akan kamu lakukan untuk keesokan harinya. Kamu bisa membuat catatan di jurnal atau HP agar mudah mengingatnya. Tidak harus jadwal yang detail, cukup tulis garis besarnya saja.

Namun, kalau memang tidak ada hal penting yang akan kamu lakukan, tetap catat apa rencana aktivitas yang akan kamu lakukan, ya. Misalnya, menonton film, baca novel, bersih-bersih kamar, dan lain sebagainya. Cara ini bisa kamu lakukan agar kamu tidak rebahan saja sepanjang hari.

2. Atur Jadwal Per Jam

tips mengatur waktu
Gambar oleh Jan Vašek dari Pixabay

Jika kamu sudah terbiasa mengatur jadwal harian, kamu bisa mulai belajar untuk mengatur jadwal per jam. Tentukan dari jam berapa sampai jam berapa kamu akan melakukan sesuatu. Cara ini akan membuat kamu lebih disiplin.

Namun, tidak semua orang bisa menerapkan cara ini, terutama mereka yang fleksibel dengan waktu. Jika dipaksakan, kamu justru akan merasa burn out dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan rileks. Jadi, kamu bisa menyesuaikannya dengan kepribadianmu.

3. Pasang Pengingat di HP

tips mengatur waktu
Gambar oleh Memoryloon dari Pixabay

Setelah mengatur jadwal, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah memasang pengingat di HP. Cara ini bisa kamu lakukan baik untuk jadwal harian maupun per jam.

Agar alarm pengingat tidak menggangumu setiap waktu, kamu bisa membuat pengingat pada kegiatan yang penting-penting saja, misalnya jadwal rapat, diskusi kelompok secara daring, atau deadline tugas. Kamu pun jadi tepat waktu dalam melakukan agenda-agenda tersebut.

4. Atur Mode “Jangan Ganggu” di HP

tips mengatur waktu
Business photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Pernah nggak sih, kamu terdistraksi dengan notifikasi HP saat lagi enak-enaknya mengerjakan tugas? Gara-gara notifikasi itu, perhatian kamu pun teralihkan dan kamu jadi lupa sama tugas di depanmu.

Agar hal itu tidak terjadi lagi, hal yang harus kamu lakukan adalah memasang mode “Jangan Ganggu” di HP-mu. Mode tersebut berfungsi untuk menonaktifkan notifikasi dari aplikasi dan panggilan telepon. Kamu juga bisa mengatur durasi untuk mode tersebut. Mode ini dapat digunakan pada semua jenis smartphone, baik iOS maupun Android.

Cara ini bisa dilakukan buat kamu yang masih membutuhkan HP walaupun sedang mengerjakan tugas, misalnya untuk hotspot. Selama data internetmu menyala, notifikasi tersebut akan tetap masuk, tetapi tidak ditampilkan di layar ponsel. Kalau kamu tidak butuh HP, lebih baik matikan data internetnya saja, ya.

5. Aktifkan Mode “Waktu Tidur” di HP

Tips mengatur waktu
Gambar oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Selain mengatur mode “Jangan Ganggu”, kamu bisa memasang mode “Waktu Tidur” juga di HP-mu. Sesuai dengan namanya, mode ini berfungsi sebagai pengingat waktu tidur dan alarm bangun tidur. Mode ini akan otomatis memberikan notifikasi beberapa menit sebelum aktif sesuai dengan waktu yang kamu tentukan. Dengan menggunakan mode ini, jam tidurmu pun akan lebih teratur.

Sama seperti mode “Jangan Ganggu”, mode ini juga tersedia di berbagai jenis smartphone, baik iOS maupun Android. Kedua mode tersebut pun dapat digunakan secara bersamaan. Di beberapa HP, mode ini juga sekaligus menjadi mode hemat daya. Selain itu, ada pula jenis HP yang cahaya layarnya otomatis berubah menjadi night mode atau menjadi hitam putih ketika mode ini aktif.

Nah, itu tadi lima tips buat kamu yang susah mengatur waktu. Cukup simple, kan? Seperti kata pepatah, time is money. Jadi, mulai belajar mengatur waktu, yuk!

Temukan tips lainnya di anakui.com yang pastinya akan bermanfaat bagi kehidupan perkuliahan kamu.

error: This content is protected by the DMCA