Ada pribahasa the early bird get the worm atau sesuatu semacam itu. Padanannya yang paling tepat dewasa ini adalah “Lo kudu gercep”. Namun, ada juga pribahasa the second mouse get the cheese, yang padanannya jadi “Lo gercep apa nafsu? Gak dapet kan tuh.”

Dua old saying ini sebenernya ngomongin soal kesempatan dan rezeki, namun sebenarnya lebih deket dan applicable ketika ngomongin PDKT terhadap dede-dede maba yang cantik dan gemesin. Sederhananya, tulisan ini, meskipun gak secanggih The Playbook-nya Barney Stinson, akan memberikan beberapa play untuk kamu mainkan. Buat cewek-cewek yang merasa menjadi obyek, ayolah, kalian juga sering galau karena gak ada yang deketin kan? Be rational. Do not hate the player; hate the game.

The “Prince of England”

The “Prince of England”. (Sumber:)

The “Prince of England”. (Sumber:Photo Credit: Defence Images via Compfight cc)

Ini yang paling sederhana. Kalau lo ganteng dan lo kaya, you’re good to go, Prince Harry. Bahkan gak perlu play sama sekali, sebenernya. Lo cuma butuh sedikit keberanian dan cukup berperilaku normal dan baik aja. Gak perlu lucu, gak perlu seru-seru banget. Target lo juga sederhana: every single girl there is, baik dia beneran single atau enggak.

Bukannya mau menyederhanakan pikiran cewek, tapi kalau bicara logis dan gak munafik, tapi siapa yang gak mau sama cowo ganteng dan kaya. Personality-nya sejelek apa sih? Intinya dia baik dan dia mau ‘kan? Jadi semua senang. Kebanyakan hati cewek sekarang kaya highway, and it’s a good thing you got your car. Or you parents car, who cares? Masa iya orang mau nyalahin lo kalo orang tua lo kaya?

 

The “Good Cop”

The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)

The “Good Cop” (Sumber: wepreventcrime)

Ini agak tricky karena lo butuh wingman. Tau good cop-bad cop? Intinya adalah bikin lo ‘keliatan’ seperti orang baik yang selalu ada di pihak si cewek. Katakanlah lagi masa ospek, salah satu temen lo jadiin senior galak dan sinis, dan titipin pesen untuk sesekali khusus ngerjain maba cewek yang lo incer. Ketika lagi dikerjain, muncullah sebagai good cop yang gak hanya bantuin si cewek dan sesekali membela maba di depan senior lain, tapi lo juga jadi sosok senior yang ‘membela’ si bad cop dengan dialog, “Iya, maklumin aja, namanya juga senior, itu tuntutan peran. Dia aslinya baik kok.”

advertisement

Dengan begitu, ya mau gak mau si cewek punya pandangan baik ke lo sebagai seorang cowok yang gak suka menjelekkan orang di belakang, gentlemen, meskipun bisa aja aslinya lo emang begitu.

 

The “I’m Hilarious”

The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)

The “I’m Hilarious” (Sumber: wallpaperprime)

Ini lebih tricky karena ‘lucu’ itu abstrak, takarannya beda-beda tiap orang. Kalo lo emang lucu dari sananya, udah memang dari proses manufaktur dilengkapi fitur joke-making dan silly-comments, selamat. Lo tinggal jadi diri lo yang biasa, muncul di berbagai kesempatan di depan maba dan work your way towards her.

Eits, tapi jangan langsung. Perlu diketahui juga, kalau play yang satu ini sama dengan play yang di atas. Kenapa? Lo butuh simple chivalry. Kalau mau ‘terjun’ ke sekitar maba, jangan pernah, diulangi, JANGAN PERNAH, langsung nyamperin yang lo incer. Simple chivalry itu membuat PDKT jadi subtle dengan menjadi akrab dan seru ke semua orang, ke semua cewek, mau yang cakep, emang cakep atau belum cakep, sehingga oknum yang diincer pertahanannya lengah dan mudah dideketin, karena dia gak bisa bedain, dia lagi dideketin apa enggak. Setelah bisa kenalan dan ngobrol, barulah tambah intensitas deketin dia,game on.

 

The “I’m in a band”

The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)

The “I’m in a band” (Sumber: bsobandfebui)

Hampir sesederhana The Prince of England. Lo cuma butuh suara yang bisa bikin cewek-cewek terenyuh, atau skill bermusik yang bikin cewek-cewek terkesima. Muka ganteng bakal memperlancar play yang satu ini. Stereotipnya adalah cowok yang ada di band itu keren buat para mahasiswi. So, play in the band, get on the stage, and it is on.

advertisement

 

The “I’m Google”

Lagi kepoin maba. (Sumber: scui)

Lagi kepoin maba. (Sumber: csui)

Ya, lo Google. Play-nya adalah lo kepoin si maba cakep jauh sebelum kalian ketemu, research dulu lah, istilahnya. Lalu, setelah lo selesai kepoin, pilah-pilah tema pembicaraan yang bisa dipakai (tema/hal yang dia suka, entah film atau apa pun) lalu perdalam pengetahuan lo tentang tema-tema tersebut. Kalo lo pinter akting dan emang akrab sama dialog, lo bakal lebih mudah memainkan play yang satu ini karena memang dibutuhkan self-control yang mumpuni.

Ketika lo udah terbiasa dengan ‘kepribadian’ baru lo, tunggu momen yang pas supaya bisa ngobrol sama si maba. Simple chivalry tetep jadi pilihan utama, lalu ketika udah beberapa kali ngobrol, selipkan ‘pengetahuan’ lo tentang tema dalam dialog, entah itu sebagai analogi ataupun plesetan. Setelah having a lot of things in common, kamu bisa lancar deketin dia.

—

Masih seputar dunia maba nih ada tulisan menarik tentang tips membuat essay untuk ospek Maba UI.

Gimana? Masih kurang play-nya? Share tulisan ini via Facebook, Twitter, dan Line, dan komentarin juga dengan play-play genius kalian. The game is on.

 



[reaction_buttons]