UI: Sebuah Kisah Tentang Mimpi, Belajar, dan Perjuangan


0
perjuangan masuk ui

UI, siapa sih yang ga kenal kampus satu ini? Kampus impian yang selalu jadi idaman sebagian besar anak SMA. Saat masih duduk di bangku SMA, aku ingat betul bahwa tujuanku setelah lulus harus kuliah di UI. Aku bahkan menempelkan makara fakultas impianku di dinding kamar. Aku berjuang keras selama SMA, belajar dan berusaha mempertahankan peringkatku di sekolah. Aku ingat sekali masa-masa saat aku lelah sehabis perjalanan dari sekolah, lelah belajar, berada di titik jenuh dan lelah berjuang demi meraih kampus impianku. Aku selalu berharap bisa masuk UI lewat jalur SNMPTN undangan.

Memasuki Tingkat Akhir Masa SMA

Saat memasuki tingkat akhir SMA, perjalananku menuju fakultas impian di UI ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Perjuanganku ternyata tidak cukup, aku memang masuk dalam 8 besar paralel di SMA, tetapi takdir berkata lain. Aku merasa menyesal sempat tidak serius saat kelas 12 yang membuat peringkatku turun. Fakultas impianku pun dipilih orang lain yang memiliki ranking lebih tinggi dariku. Setelah pemikiran dan pertimbangan yang cukup panjang aku pun memutuskan untuk merubah keinginanku untuk masuk fakultas tersebut, dan mencari peluang lain.

Cukup sulit memang, melepas mimpi yang sudah direncanakan.

Mendekati hari H pengumpulan berkas, aku mengisi pilihan pertama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan pilihan kedua Fakultas Kesehatan Masyarakat jurusan Ilmu Gizi. Aku cukup yakin dengan strategi yang telah kupersiapkan untuk mendapatkan SNMPTN. Akan tetapi, kekhawatiran tidak lulus juga sempat menghampiri pikiranku. Hal itu membuatku mendaftar program bimbel super intensif untuk persiapan SBMPTN. Selama ikut bimbel, aku sempet galau dan kerjaannya nangis karena aku benar-benar belum siap kalau mesti ujian SBMPTN dan semakin menaruh harapan untuk lulus SNMPTN.

Saatnya Tiba !

Selang dua minggu, aku belajar SBMPTN, pengumuman hasil SNMPTN pun keluar. Aku membuka laman SNMPTN dengan perasaan campur aduk, tapi Alhamdulillah-nya aku keterima di FIK UI. Jujur, perasaanku saat itu setengah bahagia, lega karena lulus UI tapi kurang senang karena itu bukan fakultas impianku. Kini, setelah aku berhasil lulus dan menjadi mahasiswi aktif UI selama kurang lebih 6 semester, perspektif ku tentang kampus kuning ini berubah.

UI, seharusnya bukan menjadi tujuan tetapi barulah awal dari perjuangan.

Awal perjuangan ~ (sumber: )

Pengalamanku selama menjadi mahasiswi UI, membuatku menyadari banyak hal. Selama kuliah di UI, kadang aku merasa kurang percaya diri karena merasa bukan siapa-siapa dan banyak sekali orang yang lebih pintar, hebat dan sukses. Akan tetapi, hal itu pula yang memacuku agar menjadi orang hebat yang dapat menginspirasi banyak orang seperti mereka.

Menjadi Mahasiswa UI

Menjadi mahasiswa UI, bukan semudah yang dibayangkan. Setidaknya itu yang aku rasakan selama kuliah di FIK UI.  Aku harus pintar membagi waktu dan punya tujuan. FIK UI punya sistem super ketat yang membuat aku harus disiplin dan punya manajemen waktu yang baik. Tuntutan dosen yang selalu membuat deadline tugas super singkat, membuatku benar-benar ditempa oleh ilmu. Bahkan semakin tinggi tingkat semester, deadline tugas semakin tidak “manusiawi”. Meskipun semua itu kadang menjadi stressor, hal itu membuatku selalu berupaya untuk menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat. Tak heran, kalau sistem ini yang mungkin menjadikan mahasiswa UI berbeda dari yang lain. Mungkin ini juga alasan UI layak disebut kampus terbaik di Indonesia.

Pengenalan Sistem Akademik FIK 2017. Sumber: @okkfikui

Berdasarkan QS Asia university ranking 2020, UI mendapatkan peringkat pertama dengan skor 58,9 di Indonesia. Fakta itu membuatku semakin terpacu untuk giat belajar sehingga bisa lulus dari universitas terbaik bangsa. UI, membuatku belajar tentang banyak hal, bukan hanya perihal akademis tetapi juga non-akademis. Lebih jauh bahkan, pengalamanku berjuang meraih UI, bertahan, dan lulus dari UI merupakan pembelajaran hidup yang berharga. Pengalaman itu mengajarkanku tentang arti bersyukur, berjuang keras, berani bermimpi, dan pantang menyerah.

Belajar Bersyukur

Aku belajar bersyukur saat aku tidak diterima di fakultas impian dan merasa berusaha untuk menerima takdir Nya. Toh, aku juga akhirnya merasa pelajaran di FIK lebih cocok buat aku. FIK UI juga termasuk salah satu fakultas keperawatan terbaik di Indonesia dengan predikat A. Tidak diragukan lagi, FIK UI juga telah mencetak lulusan-lulusan terbaik. Bahkan guru besar keperawatan kebanyakan merupakan alumni FIK UI. Menurut Humas FIK (2017), setidaknya ada enam profesor keperawatan yang merupakan alumni FIK UI. Hal itu yang membuatku bersyukur bisa diterima di fakultas ini, dan belajar banyak hal mengenai keperawatan langsung dari dosen-dosen terbaik.

Aku belajar berjuang keras dari pengalamanku bertahan dan menjalani kehidupan di kampus kuning ini. Aku belajar untuk berani bermimpi saat aku memilih UI sebagai kampus yang akan aku tuju sejak awal SMA. Aku belajar pantang menyerah saat aku berjuang melalui semua problematika di kampus ini. UI mengajarkanku bahwa, pejuang sejati adalah mereka yang tidak pernah pantang menyerah untuk meraih mimpi besarnya.

UI adalah kampus perjuangan dan hanya pejuang tangguh yang mampu lulus dengan predikat terbaik.

Pengalaman Masuk FIK UI
Angkatan FIK UI 2017

BACA JUGA: Kisahku Perjuanganku Menuju UI (Tugas OKK UI 2012)

Referensi

CNN Indonesia. (2019). 10 Universitas Terbaik Indonesia Versi QS Asia Ranking 2020. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191204151621-284-454085/10-universitas-terbaik-indonesia-versi-qs-asia-ranking-2020

Humas FIK. (2017). Prof. Yati Afiyanti, Guru Besar ke-6 FIK UI yang Peduli Kesehatan Perempuan. Diakses dari https://nursing.ui.ac.id/prof-yati-afiyanti-guru-besar-ke-6-fik-ui-yang-peduli-kesehatan-perempuan/

 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Aisyah Syarofina
Hai! It's me, Aisyah. For get to know me better, hit me on LINE: aisyarofina IG: aissyarofina or visit my website: aisyarofina.wixsite.com/website

2 Comments

Leave a Reply

  1. wihh, keren bgt sich kak bisa masuk SNMPTN FIK UI, klo boleh tau. dulu nilai rata2 raporr kk brp yaa?? aku pgn bgt bisa lolos SNMPTN taun depan huhu

    1. Halo, Iya nih Alhamdulillah aku bisa lolos UI jalur SNMPTN, seinget aku dulu nilai rata2 rapornya 90 dek. Selamat berjuang ya! kaka tunggu di kampus perjuangan!