Halo temen-temen di manapun kalian berada!

Mungkin saat kamu baca ini udah agak basi kali ya karena dipost H plus beberapa hari semenjak hari kejadian. Nah, gue sendiri ngerasa saat hari H, 2 Februari 2016, terjadi hal yang biasa-biasa aja. Liburan gue juga gitu-gitu aja, gak ada seru-serunya hahaha. Tapi ya, yang menarik adalah isu UKT kita yang akan naik, dan pada hari tersebut mahasiswa melakukan gerakan untuk menolak kenaikan biaya UKT tersebut.

Seperti kejadian-kejadian pada umumnya yang lebih highlight dan lebih menarik perhatian massa, hari penting ini pun tertutupi. Layaknya bom di Jakarta tempo hari hampir menutup mata kita mengenai perpanjangan kontrak Freeport, gerakan mahasiswa menolak UKT ini juga hampir menutup mata kita (bahkan penulis sendiri baru tau sore-sore), kalo UI berulang tahun. Hah? UI Abis ultah? Aduh, lupa!

Sambil bernostalgia, yuk kita bahas apa aja sih ciri khas UI dari yang lain-lain!

Warna Kuning

Mulai dari bis, almamater, sepeda kuning semua via suaramahasiswa

Mulai dari bis, almamater, sepeda kuning semua via suaramahasiswa

Wah, ini nih yang menggambarkan kita banget. Semuanya serba kuning. Almamater. Sepeda. Bis. Semuanya kuning. Emangnya kenapa sih UI berwarna kuning? Eits, bukan sembarangan loh, jadi kuning itu merupakan warna ilmu pengetahuan. Jadi…. Nah udah tau kan sekarang? Kalo ada maskot mungkin UI bisa kerja sama bareng Spongebob kali ya.

 

advertisement

Makara

Jangan cuma foto depan lambang makara aja, kenali betul maknanya via suaramahasiswa

Jangan cuma foto depan lambang makara aja, kenali betul maknanya via suaramahasiswa

Ah, temen-temen pasti udah tau gak usah dijelasin lagi. Makara yang bentuknya sekilas seperti lingkaran doang yang ribet, ternyata merupakan pohon beringin dan memiliki makna yang mendalam, loh! Jadi, makara UI diciptakan tahun 1952 oleh Sumaxtono, mahasiswa angkatan 1951 senirupa Fakulteit Teknik Universiteit Indonesia, Bandung. Ada dua unsur yang mendasari Lambang UI, yaitu pohon dengan cabang-cabangnya dan makara. Bentuk lambang UI yang kita ketahui sekarang memiliki ide dasar berupa kala-makara. Kala adalah kekuatan dari atas (Matahari), sementara makara adalah kekuatan dari bawah (Bumi).

Secara keseluruhan, lambang UI menggambarkan Pohon Ilmu Pengetahuan yang tumbuh subur karena air yang mengalir terus-menerus dari bawahnya. Pohon melambangkan ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu pengetahuannya, sementara kuncup suatu saat akan mekar dan menjadi cabang ilmu pengetahuan baru. Gitu kata mas Wikipedia.

 

Perpusat

Ini bukan di mall, tapi di Perpusat UI via maulidyafalah

Ini bukan di mall, tapi di Perpusat UI via maulidyafalah

Harusnya kita bangga akan Perpustakaan Pusat UI sendiri, yang merupakan Crystal of Knowledge dan dinobatkan sebagai Perpustakaan terbesar di Asia Tenggara. Bayangin perpustakaan mana lagi yang lantainya ada empat, buku tersebar di mana-mana, di lantai bawah kayak mall, dan di luarnya ada taman yang super luas beserta danau yang aduhai menawan? Jangan heran kalo Perpustakaan  UI ini sering dijadikan objek wisata sama temen-temen di luar sana.

 

Depok

UI ya Depok. Depok ya UI. Iya, nggak? via wikipedia

UI ya Depok. Depok ya UI. Iya, nggak? via wikipedia

Ini dia ciri khas UI satu lagi: adanya di Depok! Kota yang terkenal dengan panasnya ini berhasil menampung Universitas kita tercinta dan menjadikannya Pusat Ilmu Budaya Bangsa, katanya. Bayangin deh kalo UI bukan di Depok, pasti kita gak akan mengenal Margo, Detos, Kutek, Kukel, Barel, dan teman-temannya secara mendalam.

advertisement

BACA JUGA: Depok Mulai Diguyur Hujan, Inilah Persiapan Mutakhir yang Harus Kamu Inget!

 

Bapak yang Melepas Anak-Anaknya

Ibaratnya, UI itu bapaknya kampus-kampus yang kamu kenal lainnya via kedaikampus

Ibaratnya, UI itu bapaknya kampus-kampus yang kamu kenal lainnya via kedaikampus

Ya kalo diibaratkan, UI itu seperti seorang Bapak yang melepas anak-anaknya. Tadinya, Fakultas-Fakultas di UI itu mencar-mencar loh. Ada Fakulteit Kedokteran, Fakulteit Ilmu Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, serta Fakulteit Sastra dan Filsafat di Jakarta; Fakulteit Ilmu Alam dan Ilmu Pasti, Fakulteit Ilmu Pengetahuan Teknik, dan Lembaga Pendidikan Guru Menggambar di Bandung; Fakulteit Pertanian dan Fakulteit Kedokteran Hewan di Bogor; Fakulteit Ekonomi di Makassar; Fakulteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi di Surabaya.

Sekarang, setelah mereka sudah bisa berdiri sendiri dan hidup mandiri, akhirnya mereka meresmikan diri dari Bapaknya dan menjadi Perguruan Tinggi masing-masing yang unggul di daerahnya. Makanya jangan jadi kacang lupa sama kulit, anak durhaka, pake segala yakalikuning yakalikuning. Hahaha.

Sekali lagi selamat ulang tahun ya Universitas Indonesia! Meskipun telat, yang penting biaya kuliah gak naik ((tetep nolak)). Semoga di umur yang 66 ini tetep awet muda, cepet nimang cucu, dan gak usah banyak-banyak minta duit lah sama aku. Ehe ehe.



[reaction_buttons]