Dalam dunia pendidikan tinggi, partisipasi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan akademik dengan skala internasional menjadi sangat penting. Apalagi dengan masuknya Indonesia dalam era globalisasi, membangun networking secara internasional menjadi nilai tambah dalam persaingan global. Ada beberapa manfaat yang didapatkan dengan mengikuti konferensi internasional antara lain, mengasah kemampuan mahasiswa dalam berdiplomasi, berbicara di forum internasional, bernegosiasi, menambah wawasan mengenai isu-isu yang berkembang dalam dunia akademik skala internasional, dan kesempatan untuk membangun jaringan kerja pada level internasional. Tujuan-tujuan tersebut sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Universitas Indonesia yakni terkait upaya meningkatkan soft-skill mahasiswa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka Universitas Indonesia mengirimkan delegasinya untuk mengikuti Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2009. HNMUN merupakan simulasi sidang PBB paling bergengsi, dengan mempertemukan para generasi muda dari seluruh dunia untuk merepresentasikan negara-negara anggota PBB. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh Harvard University, Boston Amerika Serikat dan rencananya akan diikuti oleh sekitar 2.500 mahasiswa dari lebih dari 30 negara. Secara penyelenggaraan acara tersebut, maka setiap universitas akan mewakili negara tertentu dan akan turut serta dalam simulasi sidang PBB untuk membahas dan menyelesaikan berbagai macam isu-isu internasional.

HNMUN 2009 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-55 dan merupakan tahun kedua partisipasi UI di dalamnya. UI akan mengirimkan delegasi yang terdiri dari sembilan mahasiswa dan satu dosen pendamping. Kesembilan mahasiswa tersebut antara lain Priscilla Rotua Manurung (Hukum 2008), Aldilla Stephanie Suwana (Hukum 2008), Natalia Rialucky Tampubolon (Hubungan Internasional 2008), David Imanuel (Teknik Sipil 2007), Muchdlir Zauhariy (Akuntansi 2006), Dyota Mahottama Marsudi (Akuntansi 2006), Ardithya Edward Yeremia Lalisang (Hubungan Internasional 2006), Willy Limiady (Hubungan Internasional 2006), dan Nunung Glend Meilinda Chalid (Psikologi 2005). Sedangkan yang bertindak sebagai faculty advisor adalah Bapak Arman Nefi S.H., M.M. Kesembilan delegasi tersebut merupakan mahasiswa yang telah terpilih melalui seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan UI. Selain mengikuti rangkaian acara HNMUN 2009, delegasi UI juga dijadwalkan akan mengunjungi Kantor Konsulat Jenderal RI di New York untuk bertemu dengan duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan Bapak Marty Ahtisarry, yang merupakan duta tetap Indonesia untuk PBB.

Pengiriman delegasi tersebut menjadi mungkin dengan adanya dukungan dari berbagai pihak seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM), Unilever Indonesia, Departemen Pertahanan RI, Departemen Luar Negeri RI, Yayasan Mata Air Biru FTUI, Persatuan Orang Tua Mahasiswa (POM) FEUI, The Jakarta Post, Media Indonesia dan beberapa pihak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Dengan keikutsertaan dalam HNMUN 2009, terbuka kesempatan yang baik bagi delegasi UI untuk memperoleh ide, kritik dan pandangan internasional untuk perkembangan mahasiswa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya yang lebih baik.

advertisement