Sebagai mahasiswa, rasanya pasti jenuh kalau terus-menerus belajar. Beberapa kegiatan dipilih untuk menghilangkan rasa jenuh tersebut, seperti magang atau kerja part time, berwirausaha, ikut kepanitiaan, sampai aktif di organisasi. Walaupun kesibukannya bertambah, setidaknya beban belajar mereka bisa berkurang mereka ketika bertemu dengan orang di luar kelas.

Pilihan yang paling sering dilakukan adalah aktif di kepanitiaan dan organisasi. Hal tersebut karena mereka tidak perlu keluar kampus untuk berkegiatan dan kegiatannya lebih fleksibel karena dilakukan setelah jam kuliah selesai. Khusus untuk organisasi, pilihannya pun lebih beragam, mulai dari organisasi yang dibuat secara mandiri sampai dengan organisasi tingkat universitas.

Walaupun dapat menambah pengalaman dan relasi, ada banyak hal-hal yang perlu kalian pertimbangkan untuk aktif organisasi. Namun, hal-hal tersebut selaras dengan manfaat yang akan kamu dapatkan dari organisasi tersebut.

advertisement

Mengorbankan Waktu, Pikiran dan Tenaga VS Mendapat Teman dan Pengalaman

Sumber: pixabay.com

Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa hal tersebut memang dilematis sekali bagi kebanyakan mahasiswa. Dengan aktif di organisasi, mahasiswa bisa menambah relasi sekaligus pengalaman yang mungkin akan bermanfaat di kehidupan pascakampus. Namun, mau tidak mau mahasiswa harus mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga yang lebih banyak untuk aktif di organisasi tersebut. Walaupun begitu, pada akhirnya kalian akan tetap mendapatkan manfaat dari berorganisasi setelah banyak berkorban.

BACA JUGA: Menambah Pengalaman dengan Ikut Kepanitiaan Pengabdian Masyarakat

Pentingnya Belajar Manajemen Waktu

Sumber: pixabay.com

Ini masih berhubungan dengan poin pertama. Sebagai mahasiswa yang punya tanggung jawab belajar, kalian harus bisa mengimbangi waktu kalian untuk berorganisasi. Tidak jarang juga jadwal rapat dadakan membuat to-do list yang sudah dibuat jadi berantakan. Mau tidak mau, kalian harus mengatur ulang jadwal kalian lagi.

advertisement

Namun, kalian tidak perlu khawatir. Kebanyakan organisasi kemahasiswaan memiliki toleransi bagi anggotanya yang memiliki jadwal kuliah yang padat. Selain itu, biasanya organisasi membuat kegiatan setelah kegiatan perkuliahan selesai, yaitu sekitar sore sampai malam hari.

Keasyikan Berorganisasi Sampai Lupa Kuliah

Sumber: pixabay.com

Kalau kalian mengikuti organisasi yang memang sesuai dengan passion kalian, rasanya sayang banget kalau mau meninggalkan organisasi. Saking serunya, beberapa mahasiswa memilih untuk terus berkontribusi di organisasinya sampai lulus kuliah. Namun, di balik keseruan tersebut, ada beban yang sengaja atau tidak sengaja dilupakan. Yap, betul, tugas kuliah.

Sering kali proker atau project organisasi lebih seru dari tugas-tugas kuliah, sehingga beberapa mahasiswa memilih untuk menomorsatukan organisasi daripada kuliah. Sebenarnya itu hak kalian sih, tapi mau bagaimana pun kalian ke UI itu tujuannya untuk kuliah, kan? Berorganisasi cuma kegiatan sampingan untuk menunjang kehidupan kampus biar nggak monoton. Jadi, jangan sampai kalian tidak mengerjakan tugas kuliah atau bahkan cabut kelas cuma karena keenakan mengurus proker, ya!

advertisement

BACA JUGA: 6 Makanan Yang Selalu Jadi Danusan, Mana Yang Paling Sering Bikin Kamu Nombok?

Walaupun Demikian, Aktif Beroganisasi Tetap Membawa Banyak Manfaat

Sumber: pixabay.com

Aktif di organisasi tidak melulu soal ribet mengurus proker kok. Di balik itu semua, ada banyak manfaat yang bisa kamu ambil, baik ketika maupun setelah pensiun dari organisasi tersebut. Manfaat yang akan terasa langsung adalah menambah pengalaman dan teman dari jurusan atau fakultas lain. Kalau relasi kalian bertambah, kalian bisa mengajak mereka jika kalian punya kesempatan untuk mengurus proker di kepanitiaan lain. Pun sebaliknya, kalian juga memiliki kesempatan untuk diajak mengurus proker lain jika kinerja kalian di organisasi tersebut bisa dibilang bagus.

Selain itu, dengan aktif di organisasi, CV kalian pun akan lebih terisi. Kalian bisa menceritakan apa saja pencapaian kalian selama berada di organisasi tersebut, baik pencapaian pribadi maupun bersama tim kalian. Jadi, secara tidak langsung, aktif organisasi juga mampu mengasah soft skill kalian.

advertisement

***

Itu tadi manis-pahit aktif beroganisasi. Untuk kalian yang belum sempat join ke organisasi kampus, khususnya para maba, semoga tulisan ini bisa jadi pencerahan bagi kalian agar mau bergabung ke organisasi ya. Walaupun hectic, aktif berorganisasi tetap worth-it kok! Buktikan aja sendiri.

Header image reference: bem.cs.ui.ac.id

BACA JUGA: Legenda Hantu Tanpa Kepala Di Halte Pusgiwa UI dan Sekitar, Siapa Dia?