WANTED: Nila Rahma


0

Wawancara Orang Terakreditasi – Tim Medis Formasi 21 FIB UI

Nila Rahma: Menjadi Kepala Sekolah Sebelum Sarjana

Nila Rahma, mahasiswi tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi ini memiliki ketertarikan yang tinggi pada dunia pendidikan, terutama dunia anak-anak. Skripsi yang tengah digarapnya pun membahas tentang nilai moral yang terdapat di salah satu dongeng anak. Menurutnya, anak-anak itu adalah tempat kita untuk memaafkan. Kita perhatikan, anak-anak yang bermusuhan akan sangat cepat melupakan permusuhan dengan temannya dan kemudian kembali lagi bermain seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Bukankah mimpi itu dekat dengan kenyataan? Hanya butuh buka mata lantas bangun untuk siapkan,” kalimat penuh semangat itu keluar dengan lancar dari mahasiswi Program Studi Indonesia yang mengawali setiap prestasinya dengan mimpi. Empat tahun di kampus, sudah banyak hal yang berhasil dicapainya: dari mulai organisasi penelitian, dan berbagai macam kompetisi. Menjelang tahun terakhir, ia memiliki satu cita-cita yang ingin dicapainya pada sepuluh tahun mendatang, yaitu menjadi kepala sekolah. Di kepalanya tersusun ide-ide tentang bagaimana sekolah yang bagus itu seharusnya.

Ya, mimpi itu memang dekat sekali dengan kenyataan. Sejak 18 Juli 2011 lalu, ia telah menjadi kepala sekolah sebuah TK di Kelapa Dua, Depok. At-Taqwa Quranic School. Taman kanak-kanak yang didirikan oleh sepupunya. Bapak Adian Husaini. Ia hanya bisa tertawa ketika ia dipercaya untuk memegang tanggung jawab itu, menjadi kepala sekolah. Sekolah ini memiliki visi menjadi pusat kegiatan belajar mengajar yang unggul, profesional, dan terjangkau dalam rangka mewujudkan generasi Qur’ani.

Tentu saja Nila sangat senang karena ide-idenya bisa ia terapkan di sekolah ini, salah satunya adalah dengan membuat kurikulum sendiri dan menjadikan sekolah ini sebagai sekolah informal. Nila mengaku bahwa dirinya bukanlah orang yang suka dengan hal-hal yang bersifat formalitas.

Sekolah yang memiliki 23 siswa di tahun pertamanya ini secara tidak langsung menggunakan konsep sekolah inklusi, yaitu sekolah yang tidak hanya terdiri dari anak yang ‘bisa’, tetapi juga menerima anak yang ‘luar biasa’. Mereka yang disatukan di dalam kelas agar sudah mengenal dan menghargai perbedaan. Pada praktiknya, tidak ada pembedaan perlakuan terhadap anak-anak itu. Setiap anak itu spesial sesuai dengan apa yang ada pada diri mereka.

Menjadi kepala sekolah adalah salah satu impian Nila yang sudah dan sedang dititinya. Ia sangat percaya bahwa takdir tidak akan memecahkan mimpi-mimpinya selama ia melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, tanpa mengharapkan apa-apa.

Interviewed and written by qsya – Indonesia 2010 FIB UI

Nama : Nila Rahma
Prodi : Sastra Indonesia 2007
TTL : 29 Juli 1989


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Freezy

The NERD Moviegoer

0 Comments

Leave a Reply