WANTED: Yulia Sri Lorani


0

Wawancara Orang Terakreditasi – Tim Medis FORMASI 21

Yulia Sri Lorani: Keteguhan dalam Ketulusan

Siapa di dunia ini yang tidak pernah galau? Tidak ada, termasuk Uli, panggilan akrab bagi Yulia Sri Lorani. Ya, kadang wajah polosnya itu bahkan lebih bocah daripada adik kandungku sendiri. “Hani kok begini sih?”, “Hani kok begitu sih?”, uuh menyebalkan! Tapi, jangan berburuk sangka dulu. Melihat ke dalam bulat matanya, sejujurnya aku hanya menemukan ketulusan di sana, tak ada iri dengki, kebencian, atau apa pun itu. Seringkali aku dengan sok taunya menasihati dia agar begini begitu, tetapi ia terdiam dengan wajah datar. Tidak jarang aku dikejutkan dengan tindakan luar biasanya beberapa saat kemudian. Ya, diam-diam ia merenungkan kata-kataku. Aku justru dibuat malu olehnya karena belum tentu berani melakukan hal setegas itu. Begitulah kekuatan karakter seorang Yulia Sri Lorani. Ambisi belajar yang tinggi dijadikannya senjata agar tak ragu untuk mengambil keputusan.

Karakter itu sangat terlihat dari perjalanan hidup Uli. Sewaktu di bangku sekolah, ia aktif di Sanggar Ananda yang diasuh oleh Aditya Gumay. Di sekolahnya, ia ikut kelompok Teater Ketupat. Ia pernah mendapat anugerah sebagai pemeran terbaik. Prestasinya di dunia entertainment ini bukan main-main, melainkan hasil kerja keras. Minggu pertama untuk modelling, minggu ke-2 untuk akting, minggu ke-3 untuk menari, minggu ke-4 untuk menyanyi. Hingga suatu hari ia banting setir ke Fosma, organisasi remaja masjid di SMAN 4 Bekasi. Ia menjadi Kadep Bidang Seni Islam.

Alasan tindakannya sederhana saja, “Di Fosma orangnya tulus-tulus, solutif, nggak suka gosip”. Ya, dibalik kerja kerasnya, hanya ketulusan yang dicarinya, bukan gemerlap dunia yang kadang hanya setebal make up. Dunia entertainment yang identik dengan kemewahan terkadang membuat seseorang terlihat lebih wah daripada aslinya. Diceritakan olehnya bahwa dulu ia memaksakan diri untuk selalu mengikuti perkembangan fashion, menambah koleksi pakaian sesering mungkin. “Aku ‘kan pengen jadi artis karena artis itu banyak duitnya, tapi pada kenyataannya aku justru keluar duit banyak.”. Selain itu, masalah pergaulan dan senioritas seringkali membuatnya merasa tidak nyaman.

Lulus SMA, ia mencari penghasilan tambahan demi membantu orangtuanya. Selain menjual pulsa, ia sibuk menjadi agen untuk sebuah perusahaan pakaian yang berdomisili di Universitas Indonesia, termasuk saat awal jadi mahasiswa. Kegiatan ini cukup menyita tenaganya. Hampir tiap malam ia begadang untuk promosi. Selain itu, seringkali tubuh mungilnya harus menggotong sendiri pesanan dalam jumlah banyak dan mengantarkannya ke tempat konsumen siang malam. “Emang sih, ribet banget, sampe begadang-begadang tiap malem“, tapi hal itu dianggapnya sebagai pengalaman menarik.

Sebagai maba–waktu itu, kegiatan ini juga membuatnya dapat ‘mencuri start’ dalam pertemanan. “Buat nambahin temen juga kan. Waktu orang-orang belum kenal siapa-siapa, aku udah punya banyak kenalan lewat Facebook. Aku jadi ngeksis banget, hehehe…”, selorohnya. Kadang-kadang, ada orang yang menceletuk, “Eh, elo orang yang waktu itu kaos angkatannya gue beli ya?”.

Itulah sepenggal kisah tentang sebuah keteguhan dalam ketulusan. Di zaman saat degradasi moral telah menjadi wabah penyakit yang fundamental, ketulusan bagaikan mutiara yang tenggelam dalam lumpur kotor. Namun, mutiara tetaplah mutiara. Di balik keindahannya, tersembunyi kisah tentang kesakitan dalam pengorbanan. Tulisan ini hanyalah sekilas dari lika-liku kehidupan yang dimiliki seorang Yulia Sri Lorani. Jangan kagum dulu, apalagi mencela. Berikut ini pesan Uli untuk sahabat pembaca, “Mie ayam satu mangkok, hehe…”, sedangkan pesan dari saya, don’t ever judge book by the cover.

Interviewed and written by Sidhanimut – Japanology ‘10 FIB UI

Prodi : Sastra Jepang 2010
TTL : Jakarta, 1 September 1992
Facebook : Uli Lorani Sugandi


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

like like
0
like
dislike dislike
0
dislike
lol lol
0
lol
syebel syebel
0
syebel
omg omg
0
omg
atut atut
0
atut
sumringah sumringah
0
sumringah
wtf wtf
0
wtf
Freezy

The NERD Moviegoer

0 Comments

Leave a Reply