Selamat liburan civitas academica! Gimana, pada mudik nggak?

Beberapa hari belakang, mudik menjadi berita yang dikomodifikasi sama media massa hampir setiap jamnya. Macet di sana, macet di mari, merayap di keluar tol sono, kecelakaan di ruas tol sini, mudik atau mulih udik emang menjadi ritual tahunan Bangsa Indonesia yang kepengin merayakan hari raya dengan sanak keluarga di kampung sana. Tapi civitas, ketahuilah. Di balik prosesi mudik dan indahnya menyambung tali silaturahmi, bakal ada segelintir anggota keluarga besar yang kepo sama kehidupan buku, pesta, dan cinta kamu sebagai mahasiswa selama setahun belakangan.

Nah, berikut AnakUI.com bocorkan kisi-kisi enam pertanyaan malesin yang bakal ditemui saat kumpul bersama keluarga di Hari Raya beserta cara menghadapinya!

 

1. Gimana Kabarnya?

Pertanyaan standar ini merupakan bentuk basa-basi paling sering ditanyakan oleh setiap anggota keluarga, sama halnya dengan “tadi di jalan kena macet di mana?”, “kamu dari rumah berangkat jam berapa?”, atau “kamu sekarang bernapasnya pakai apa?”. Nah, cara yang paling gampang untuk membalas pertanyaan ini adalah menjawab sekenanya dengan nada rendah hati, kemudian bertanya balik seperti yang satu ini.

Jawaban Tepat: “Alhamdulillah sehat”, “Baik-baik saja. Kamu gimana?”

advertisement

Jawaban Kurang Tepat: “Apa? Nggak prinsipil kata lo? Basi! madingnya udah siap terbit!”

 

2. Sibuk Apa Sekarang?

Setelah menanyakan kabar, pertanyaan selanjutnya yang bakalan keluar adalah perihal rutinitas. Ketahuilah bahwa jawaban kamu akan menentukan citra kamu di depan anggota keluarga yang lain. Maka, jawablah pertanyaan ini dengan jawaban yang lugas dan berkelas, misalnya menceritakan segala dunia perkuliahan yang padat selama setahun terakhir.

Jawaban Tepat: “Kemarin aku jadi panitia blablabla, nyari duit nonton bareng talkshow Sarah Setan, oh ya, aku juga turun ke jalan menentang kebijakan Pemkot Depok buat turun dari bus kota dengan kaki kanan duluan, dst, dst”

Jawaban Kurang Tepat: “Aku nganggur. Kepikiran sih, mau magang jadi Boneka Perempatan Mampang”

Boneka Mampang. Jangan sekali-kali ditonton kala mereka lagi goyang. (sumber: punyasaya.co)

Boneka Mampang. Jangan sekali-kali ditonton kala mereka lagi goyang. (sumber: punyasaya.co)

 

advertisement

3. Gimana Kastengelnya?

Setelah menanyakan dua basa-basi di awal, kemungkinan berikutnya adalah sang penanya bakal teringat dengan aneka toples kue keringnya yang tersedia di atas meja. Sekenyang apapun perutmu, saran gue jangan pernah menolak tawaran kue yang disuguhkan oleh tuan rumah. Ingat, kamu statusnya cuma tamu, bukan Gordon Ramsay atau Chef Juna. Maka sebagai tamu yang beradab, alangkah baiknya kamu menyenangkan hati mereka saat sang tuan rumah menanyakan rasanya, gimanapun kenyataannya.

Jawaban Tepat: “Bikin sendiri ya? Kok enak, kaya beli di supermarket gini!”

Jawaban Kurang Tepat: mengernyitkan dahi sambil berkata, “Ini pake segitiga biru apa semen tiga roda. Keras amat kek batu bacan”

 

4. IP-nya berapa?

Hati-hati. Biasanya pertanyaan ini dilontarkan oleh Tante/Om yang secara implisit ingin membandingkan hasil jerih payah kuliah kita dengan pencapaian anaknya. Kalo ditanya begini, cara menjawabnya harus tricky. Kalo sang penanya emang dasarnya orang baik, jawablah pertanyaan tersebut dengan rendah hati dan sejujur-sejujurnya. Tapi, kalo yang nanya karakternya emang bigos, dijawab dengan bumbu-bumbu dikit juga nggak ada salahnya kok!

Jawaban Tepat: “Alhamdulillah dapet segini koma segini kemarin. Hehe.”

Jawaban Kurang Tepat: “Bosen banget, masa cumlaude mulu tiap semester! Eh iya! Anak tante gimana? Katanya mau drop out? Kapan drop out-nya? Aduh, aku ikut deg-degan.”

 

5. Kapan Wisuda?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan lanjutan setelah membahas IP-IP-an, khususnya ditujukan bagi mahasiswa tingkat akhir yang berjibaku dengan skripsi di semester kemarin (baik yang kelar maupun yang belum). Siap-siap aja, serangakian pertanyaan tentang topik, sidang, sampe pendamping wisuda bakal jadi trending topic yang harus kamu klarifikasi setiap saat.

Jawaban Tepat: “Akhir Agustus besok”, atau “Aku belum sidang, kemarin studi kasusnya masih belum lengkap. Kemungkinan semester depan. Hehehe.”

Jawaban Kurang Tepat: “Aku nggak mau buru-buru dulu. Sebulan kemarin fokusku habis buat membenahi akhlak, bersedekah, memberi makan fakir miskin, dan mengkhatamkan iqro 6.” Jangan. Itu riya namanya.

 

6. Pacarnya Mana?

Nah, setelah melalui semua basa-basi di atas, berhati-hatilah dalam menghadapi pertanyaan pamungkas ini. Sebenernya pertanyaannya sederhana, tapi nyelekitnya menghujam sampe ke hati, terlebih buat mahasiswa-mahasiswi yang baru putus cinta atau masih jomblo hingga hari raya. Perlu persiapan mental dan latihan keras untuk menjawabnya dengan elegan. Jadi, ayo latihan dari sekarang!

Jawaban Tepat: “Dia mudik ke kota lain sama keluarganya, hehehe”, atau “Jodoh dan rezeki kan udah ada yang ngatur.”

Jawaban Kurang Tepat: “Ngana fikir pacar aing kudu dibawa, diempanin, dimandiin tiap hari kek tamagochi?” atau “Halah, tante aja udah menikah tapi raut mukanya nggak bahagia”.

Lebaran jomblo? Tschus sini ummi temenin. (sumber: showbiz.liputan6.com

Lebaran jomblo? Tschus sini ummi temenin. (sumber: showbiz.liputan6.com)

 

***

 

Civitas academica yang apalah-apalah.

Hari raya adalah momentum yang tepat buat menyambung kembali silaturahmi dan menghapus segala kesalahan yang sudah-sudah. Nah, selain harus mawas diri menyambut kaleng monde yang ternyata isinya rengginang, alangkah baiknya sebelum mudik dan menjalin silaturahmi dengan famili, kita juga melakukan berbagai persiapan fisik dan mental termasuk dengan latihan menjawab enam pertanyaan rese’ yang udah dibahas barusan.

Akhirul kalam… Selamat Hari Raya Idul Fitri!

Mohon maaf bila selama ini punya salah, dear anakUI!!! 😀



[reaction_buttons]