Beberapa hari terakhir, grup angkatan di masing-masing social  media kita diramaikan dengan banyak sekali jarkom tidak mengenakkan yang intinya menyatakan bahwa kampus kita nggak aman-aman banget ternyata. Bikin cemas? Lumayan. Maka dari itu, di Sabtu malam kali ini kami bakal mengangkat tema yang sedikit serius soal beberapa modus kejahatan yang pernah terjadi di kampus dan serba-serbi menghadapinya. Here we go!

Motor Jambret

Ceritanya Jambret. sumber: rmol.co

Ceritanya jambret. sumber: rmol.co

Kejahatan ini seringkali terjadi di jalanan yang sepi, seperti kawasan Kutek dan lurusan sepanjang menara sutet. Biasanya, penjambret ini terdiri dari dua orang, yang satu megang kemudi dan satunya lagi bertugas untuk merampas barang korban. Sasarannya adalah orang yang berjalan lambat sambil menggenggam smartphone atau mahasiswa yang menenteng laptop terpisah dari ranselnya. Dengan cepat, tiba-tiba mereka membalap dari belakang, menarik benda yang dibawa oleh korban, kemudian meninggalkan dengan cepat.

Tips: selalu letakkan tentengan atau tas bawaan di tangan kiri alias paling mepet sama jalan. Jangan berjalan sambil nge-check gadget selama di tempat sepi. Lebih baik puasa update lima menit kan, daripada berurusan sama mereka?

 

Kejahatan Jalanan Gelap

Selain jadi sarang makhluk gaib, nyamuk, dan sarang mesum, tempat gelap juga sering menjadi tempat mangkalnya aksi kejahatan. Saking luasnya, di malam hari nggak semua wilayah di kampus kita bisa diterangi. Seharusnya ini bisa jadi self correction juga buat pihak rektorat karena nyatanya masih banyak jalan maupun kawasan di dalam kampus yang nggak punya penerangan maksimal, misalnya di sepanjang bekas kandang rusa, setapak taman teletubbies, kuburan bikun, juga sekitar pusgiwa.

Tips: jangan sembarang jalan sendirian di jalan gelap. Kalo terpaksa, coba minta bantuan PLK maupun satpam kampus yang lagi patroli buat nganterin. Terkadang, apa yang napak dan nampak bisa lebih membahayakan nyawa daripada gangguan mereka yang nggak kasat sama mata.

advertisement

 

Copet di Kendaraan         

Copet stasiun. sumber: metrotvnews.com

Copet stasiun. sumber: metrotvnews.com

Berbeda sama modus operasi lainnya, kecopetan seringkali terjadi karena keteledoran kita sendiri. Misalnya, pas lagi di bikun atau kereta, kita memasukkan barang berharga kita ke dalam tas tapi nggak menaruh tasnya di depan badan. Contoh lain, kita sembarangan ngantongin dompet di saku belakang celana begitu aja. Yang gini-ginilah yang jadi sasaran empuk para pencopet yang ikutan nyamar jadi penumpang!

Tips: biar lebih gampang mengawasinya, pakai saku depan celana kamu dengan maksimal. Khusus gadget, nggak ada salahnya kamu pasang musik disertai earphone. Meski keliatan malah-asyik-sendiri, cara ini bisa membuat mereka enggan mencopet karena begitu ditarik, hape itu bakalan bunyi. Satu lagi, tertib dalam naik turun kendaraan. Apa sulitnya sih nungguin orang yang turun dulu, baru naik kemudian? Ingat, barang pindah tangan sering terjadi justru pas lagi tubrukan.

 

Curanmor

Coba, dari maba sampe sekarang, berapa kali denger kejadian temen kalian kehilangan motor di kos-kosan? Atau jangan-jangan, kamu sendiri pernah jadi korban? Kayanya, kejahatan ini termasuk yang paling sering terulang di sekitar kampus sejak Mb Dian Sastro masih mahasiswi. Biasanya, komplotan curanmor bakal menyerang kos-kosan yang punya banyak penghuni dan beraksi tanpa kenal siang maupun malam. Kalo ada komplotan yang liat tulisan ini, harusnya kalian segera tobat karena di Kutek aja udah kejadian ada pencuri yang ketangkep, lalu diamuk warga dengan tongkat dan batu kali sampe literally mati.

Tips: sediakan kunci pengaman ganda buat kendaraan pas lagi parkir di mana pun. Sesimpel itu sebenernya.

advertisement

 

Hipnotis dan Pembiusan

sumber gambar: rajahipnotis1.blogspot.com

Ngapa harus Uya Kuya coba? sumber: rajahipnotis1.blogspot.com

Modus berikutnya yang sering berulang adalah penghipnotisan yang berujung dengan pengurasan uang korban selagi di alam bawah sadar. Biasanya, kejahatan ini dimulai dari perbincangan dengan stranger yang berlanjut dengan aksi penghilangan kesadaran. Caranya bermacam-macam, mulai dari ditepok, diberi makanan, minuman, sampai mengibas-ngibaskan sapu tangan yang udah dibubuhi obat bius sebelumnya.

Tips: berbicara dengan orang asing seperlunya. Jangan menerima apapun dari orang yang baru dikenal dan jangan biarkan pikiran kosong. Katanya liputan teve dulu sih, salah satu cara menangkal gendam adalah pertemukan jari kelingking dan jempol tangan sehingga membentuk lingkaran. Percaya nggak percaya, nggak ada salahnya buat dicoba.

 

Ojek Begal

Paling Hangat di Depok. sumber: depokplus.com

Paling Hangat dari Kota Depok. sumber: depokplus.com

Ini yang paling baru dan agak mengerikan. Sebagai kampus seribu ojek, UI memiliki belasan pangkalan yang tersebar di setiap fakultas. Saking banyaknya, seringkali mahasiswa susah ngebedain mana yang ojek dan mana yang bukan. Salah setop, bisa-bisa kamu ngojek sama orang yang sebenarnya memiliki niat jahat. Begitu naik, kamu bakal dibawa ke tempat yang bukan tujuan kamu dan di sanalah teman-temannya menunggu. Ya, berbeda dengan aksi jambret, nggak jarang mereka melakukan kekerasan jika korbannya ngasih perlawanan.

Tips: perhatikan ojek yang kamu naiki, apakah abangnya berinteraksi dengan paguyuban ojek lainnya, mukanya mencurigakan atau nggak, masih menapak dengan tanah, dan lain sebagainya. Yang terpenting, naiklah ojek pada pangkalannya. Hindari nyetop ojek di tengah-tengah jalan kalo nggak lagi terpaksa.

***

Beredarnya berbagai berita kejahatan yang terjadi di kampus dan sekitarnya nggak berarti membatasi kita juga untuk menimba ilmu dan berkegiatan sebagaimana mestinya. Menilik kutipan Bang Napi di zaman dulu kala, kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan.

Ya, sebagai calon korban yang potensial, harusnya kita bisa meningkatkan kewaspadaan mulai dari diri kita sendiri, misalnya dengan tampil nggak begitu mencolok sambil menunjukkan barang-barang berharga, menghindari untuk bepergian sendiri, termasuk mempelajari dasar-dasar bela diri yang bisa berguna dalam kondisi genting dan kepepet.

Di sisi lain, pihak kampus diharapkan juga bisa melengkapi fasilitas penerangan yang masih sangat kurang di daerah yang dirasa rawan serta menambah intensitas patroli dan pendampingan PLK terutama di waktu malam, sehingga lingkungan kampus kita bakalan terus aman bagi seluruh civitas-nya.

Tetap waspada!



[reaction_buttons]