Beberapa minggu yang lalu, ketika masih bisa minum es jeruk tengah hari bolong dan Ramadhan masih wacana yang akan dijelang oleh mahasiswa, pasti ada aja kerjaan atau aktivitas yang menandai momen-momen itu. Kalau menjelang Ramadhan ‘kan biasanya mahasiswa berpuas-puas ria dulu makan siang dan keluyuran ketika matahari masih bersinar, karena ketika udah masuk bulan Ramadhan nggak ada lagi cerita makan es krim jam satu siang. Nah, menjelang Lebaran, aktivitas-aktivitas unik juga muncul mewarnai hidup mahasiswa pada umumnya. Apa aja, tuh?

Menghitung Hari

Menghitung Hari kayak Tante KD (Sumber:

Menghitung Hari kayak Tante KD (Sumber: rayamusic)

Yap, sama seperti kebanyakan orang lainnya, mahasiswa juga tetiba akrab dengan judul lagunya Krisdayanti yang satu ini. Silaturahmi yang jadi berkah di bulan Ramadhan bukan cuma antarmanusia atau antara manusia dengan Tuhannya, tapi juga antara mahasiswa dan kalender. Biasanya kalender itu cuma ditengok untuk mengingatkan tanggal UAS dan UTS, cek jadwal cabut, atau ketika film-film baru menghiasi bioskop. Itu pun cuma kalender yang ada di handphone.

Kini, menjelang Ramadhan, mahasiswa lebih dekat dengan kalender rumah, karena se-smart apa pun hp-nya, nggak ada pemberitahuan kapan tuh Lebaran. Mungkin itu bisa dijadikan ide bagus untuk mahasiswa yang kebelet Lebaran untuk pasang countdown lebaran di smartphone-nya.

 

BukBer-vaganza

BukBer-vaganza

BukBer-vaganza

Ini juga merupakan aktivitas khas menjelang Ramadhan, yang tidak jarang turut bawa-bawa kalender. Kenapa? Bukannya Bukber-vaganza udah dimulai sejak awal Ramadhan, bahkan udah ada planning sejak sebelum Ramadhan? Iya, itu bener, tapi puncak BukBer-vaganza adalah ketika menjelang Lebaran.

Mahasiswa, yang diberkati dengan mobilitas dan kebebasan melebihi anak SMA, biasanya punya koneksi yang macem-macem nggak keruan dan menyebabkan tawaran bukber jadi luber tumpah-tumpah berceceran. Mulai dari bukber bareng temen SMP, temen SD (kalo emang masih inget), bukber temen SMA, bukber inner circle geng SMA, bukber bareng temen-temen jurusan, bukber tongkrongan, bukber sama pacar dan temen-temennya, bukber sama paguyuban, bukber karang taruna dan lainnya. Kalau bisa 29 hari puasa itu jadilah bukber selalu.

advertisement

Seminggu menjelang lebaran jadi puncak Bukber-vaganza karena mahasiswa mulai bertikai dengan jadwal mudik temen-temennya yang beda-beda, belum lagi kalau ada bentrok dengan bukber lain, atau debat soal tempat karena si A sok-sok vegan, si B sok-sok lactose intolerant padahal semua tau A cinta sate padang dan B doyan minum susu. Keluarlah kalender biar greget deh tuh perdebatan perkara tanggal dan tempat Bukber-vaganza.

 

Cari-cari Dosa

Inget dosa. (Sumber: ikapunyaberita)

Inget dosa. (Sumber: ikapunyaberita)

Cari-cari dosa? Bukannya menjelang Idul Fitri orang-orang justru malah tambah intensif nyari pahala? Nah, cari-cari dosa di sini bukan berarti mulai ngatain orang atau nyopet di kereta api buat beli takjil. Cari-cari dosa yang dimaksud adalah merenung dosa apa aja yang udah dibikin selama ini, baik selama Ramadhan atau sebelumnya.

Buat kamu yang belum pernah atau baru kepikiran cari-cari dosa, cobain aja. Misalnya aja dosa kamu adalah php-in seseorang atau sering bohong, atau dosa yang lebih absurd kaya jailin orang di bikun dan nggak mau gantian spot di macroom, ngebajak handphone temen, perlahan menghilang dari masjid sejak minggu kedua Ramadhan dan lainnya.

Dengan cari-cari dosa, kamu sudah melakukan introspeksi diri dan bisa memutuskan, dosa mana yang nggak akan kamu ulangi dan mana dosa yang akan kamu pertahankan (jujur, kadang ada hal yang sebenernya dosa tapi tetep kamu lakukan, ‘kan? Harus jujur dan realistis, lagian lagi puasa nggak boleh bohong).

 

advertisement

Belanja

Belanja. (Sumber: hidupgaya)

Belanja. (Sumber: hidupgaya)

Ini yang paling utama. Yang cewek biasanya getol keliling mall atau surfing di online shop untuk upgrade wardrobe-nya khusus untuk lebaran. Make up, kerudung, baju gamis lah, aksesoris, sepatu atau sandal, dan lain-lainnya. Kadang yang punya duit berlebih untuk belanja bakal beli beberapa baju berbeda, dan setelah dua hari lebaran, nggak ada satu pun foto di profil akun sosmed-nya yang sama. Baju yang A dipake buat profil di Line, yang satu lagi buat di Whatsapp, lalu ada yang taro di-Path, ada yang taro Twitter, dan kemudian semuanya ditaro lagi di Instagram, beda baju tapi posenya sama.

Untuk yang cowok, mungkin beberapa memang butuh baju baru untuk lebaran, juga butuh sepatu yang emang khusus dipake buat lebaran, bukan sepatu Converse yang bentuknya udah kaya sandal jepit gara-gara belakangnya tewas diinjek tumit. Namun menjelang lebaran, nggak jarang ada yang update gadget mereka atau malah beli console buat game yang baru gara-gara mereka udah optimis bahwa meskipun uang tabungan dipake beli barang-barang itu, pasti kelak akan refund dengan adanya THR nanti.

—

Dari aktivitas di atas mana yang sudah kamu kerjakan? Nih bacaan selanjutnya yang recommended untuk kamu baca: 5 Alasan Kenapa Alumni UI Adalah Menantu Idaman Orangtuamu

Kamu punya kegiatan khusus menjelang lebaran lainnya? Atau mungkin malah dapat inspirasi dari tulisan ini? Ayo share tulisan ini via Facebook, Twiter, dan Line, siapa tau temen kamu yang lain juga lagi mengalami hal-hal di atas.



[reaction_buttons]