Citizen Journalism. Istilah itu harusnya sudah tak asing lagi di telinga kita. Pasti sudah sering banget disebut-sebut terutama seiring perkembangan teknologi belakangan ini. Loh, apa kaitannya sama perkembangan teknologi?

Dengan makin luas dan mudahnya akses masyarakat ke internet dan makin canggihnya gadget seperti telepon genggam dengan fiturnya yang semakin beragam, masyarakat sekarang dapat dengan mudah ‘merekam’ kejadian di sekitar mereka dan mempublikasikan ‘hasil rekaman’ mereka itu ke publik (umumnya melalui media internet). ‘Hasil rekaman’ mereka itu bisa berupa narasi, foto, video, atau bahkan kombinasi dari ketiganya.

Berbagai media pun tersedia bagi kita untuk memposting hal yang ingin kita bagikan. Mulai dari situs blog simpel seperti blogger dan wikipedia, forum seperti kaskus dan anakUI.com, social network seperti facebook dan twitter, tumblr, dll. Itu semua mempermudah kita dalam membagikan informasi yang kita miliki kepada publik. Dan juga sebaliknya, dapat membantu kita dalam memperoleh berbagai informasi yang ingin kita cari, dengan lebih cepat (bahkan real-time dengan fasilitas twitter) dan lebih banyak referensi sumber.

Lalu, bagaimana dengan citizen journalism di kalangan mahasiswa? Kita, sebagai mahasiswa, tentunya punya fasilitas yang cukup mendukung untuk menjadi ‘jurnalis’. Cukup dengan modal telepon genggam, laptop atau komputer di lab kampus, dan jaringan internet, kita sudah bisa membagikan informasi yang kita miliki ke publik. Logikanya, mudah bagi kita, mahasiswa,  untuk menjadi citizen journalist: dapat info/ berita untuk dibagikan, ambil hp, foto, buka laptop, ketik-ketik,

post! Dan dari yang saya amati, sudah cukup banyak mahasiswa yang menggelutinya, baik melalui blog pribadi mereka maupun forum yang cukup besar seperti kaskus. Mayoritas membagikan informasi yang sifatnya umum atau hal-hal yang menarik minat pribadi mereka.

Selain blog atau situs milik pribadi dan forum yang berlingkup luas, ada juga forum dengan lingkup lebih khusus yang dapat digunakan sebagai media citizen journalism oleh mahasiswa. Contohnya adalah anakUI.com yang merupakan komunitas (unofficial) anak-anak UI (mahasiswa aktif maupun alumni) yang sudah ada sejak Agustus 2007.

advertisement

Menurut saya, adanya wadah seperti ini membuat pertukaran informasi menjadi lebih efektif karena lingkupnya yang lebih khusus (pada hal-hal seputar UI). Jadi, ketika mahasiswa maupun alumni UI ingin membagikan suatu informasi, baik berupa liputan seminar, peluang beasiswa, dan opini mengenai isu yang sedang hot di UI, mereka dapat mempostingnya di anakUI.com. Dan yang ingin mencari info seputar UI pun bisa langsung menemukannya dengan mengakses anakUI.com. Selain itu, karena sumber di anakUIcom ini adalah anak UI sendiri, maka informasi yang didapat biasanya lebih update.

Sebagai tambahan, ada hal yang perlu diperhatikan lagi dalam citizen journalism ini, yaitu masalah keabsahan berita dan etika. Karena merasa bukanlah jurnalis profesional, banyak yang  tidak mengindahkan masalah etika dalam menulis (terutama ketika identitas yang dicantumkan sang penulis bukanlah identitas asli).

Ada juga yang sebenarnya tidak mengetahui secara jelas apa yang terjadi tetapi langsung saja menyebarkan informasi ke publik sehingga dapat menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Oleh karena itu, diperlukan tanggung jawab dari sang citizen journalist dan ‘kepintaran’ dari pengguna informasi dalam memilah info mana yang dapat diandalkan agar citizen journalism ini dapat menjadi suatu hal yang positif dan juga efektif. 🙂

 

Lomba anakUI.com berhadiah tiket Jakarta FantastiKpop ini didukung oleh Plasa.com. Informasi tentang konser dan pembelian tiket konser Jakarta FantastiKpop bisa dilihat di website ini: http://ticket.plasa.com/fantastikpop. Ayo ajak teman-temanmu penggemar KPOP buat nonton bareng!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😭 (0%)
  • 😡 (0%)
  • 😒 (0%)
  • 😮 (0%)
  • 😍 (0%)
  • 😆 (0%)
  • 😊 (0%)

advertisement