Masa-masa kampanye para Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta periode 2017-2022 semakin hangat diperbincangkan. Gimana nggak hangat, wong pasangan calonnya fenomenal semua, apalagi DKI Jakarta merupakan ibukota negara, pasti rame dong! Kampanye yang dilakukan mereka, mulai dari memasang baliho, spanduk, dan poster dimana-dimana, sampai melakukan tatap muka kepada warganya membuat atmosfir pemilihan DKI 1 semakin semarak.

Dalam setiap masa pemilihan pemimpin daerah ini, selaku lembaga yang bertanggung jawab sebagai pelancar kegiatan pemilihan umum yang luberjurdil, demokratis dan partisipatif, Komisi Pemilihan Umum (KPU) selalu menghadirkan sesi debat untuk masing-masing pasangan calon. Masa-masa debat itu diwajibkan KPU berdasarkan agenda resmi KPU, melalui KPUD masing-masing wilayah.

Suasana debat pertama Pilgub DKI Jakarta (via pilkada.tempo)

Nah, untuk di Jakarta, agenda debat resmi dari KPUD sudah melewati satu babak dari tiga kali jadwal debat yang diagendakan. Pada babak pertama debat, KPUD telah menyelenggarakannya pada 13 Januari lalu. Pasti pada nonton dong, itu loh yang moderatornya jadi trending topic di Indonesia. Tau dong pastinya siapa? Yup, Ira Kusno, mantan jurnalis dan presenter berita televisi swasta nasional.

Jika dalam babak pertama agenda debat resmi dari KPUD lalu, Ira Kusno menyendiri dalam bertugas memoderatori adu argumen, visi-misi, dan program kerja yang ditawarkan para paslon, kini KPUD DKI Jakarta menugaskan dua orang moderator dalam agenda debat terbuka Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Jumat (27/1) hari ini nih guys. Keduanya adalah Tina Talisa, presenter berita televisi swasta nasional, dan Eko Prasojo, mantan Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia periode 2014-2016, yang juga merupakan Dekan FIA UI.

KPUD memilih keduanya agar saat debat bisa menggali jawaban lebih dalam dari paslon. KPUD juga meminta moderator untuk dapat mendalami pertanyaan-pertanyaan yang disusun tim panelis, khususnya Eko yang merupakan kalangan akademisi. Eko merupakan guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia yang pernah bergelar profesor termuda di FISIP UI ketika berusia 33 tahun.

 

advertisement

BACA JUGA: Pesta Demokrasi Indonesia “nasib mu kini”

 

Pak Eko merupakan Dekan pertama Fakultas Ilmu Administrasi (via univ_indonesia)

Eko Prasojo merupakan ahli di bidang Kebijakan Publik yang mendorong reformasi birokrasi berbasis IT (Informastion Technology). Bapak guru besar kita satu ini bener-bener oke deh kalo disuruh jadi moderator debat, apalagi temanya pas banget sama latar belakangnya di bidang kebijakan publik. Pak Eko merupakan lulusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UI tahun 1995, Magister Ilmu Administrasi Negara tahun 2000 dan Doktor bidang Ilmu Administrasi Negara tiga tahun setelahnya di universitas yang sama, yaitu Deutsche Hochschule fuer Verwaltungswissenschaften, Speyer, Jerman. Bapak Ilmu Administrasi kita ini, lulus di tiga strata itu dengan nilai CUMLAUDE. Nggak salah UI menjadikan Pak Eko jadi salah satu guru besar tetap di Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI di usia 35 tahun.

Pria berusia 46 tahun itu pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Anggota Tim Desk Pilkada, Anggota Tim Penyusunan RUU Administrasi Pemerintahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara RI, Konsultan dan Advisor Support for Good Governance GTZ Jerman di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara RI, dan Ketua Studi dan Workshop Pemberdayaan Institusi Lokal, Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Chapter Europe, Jerman. Dari pengalamannya dalam bidang Administrasi Negara dan Kebijakan Publik, Pak Eko juga dilantik menjadi Dekan Pertama Fakultas Ilmu Administrasi pada 2015 lalu.

Fakultas Ilmu Administrasi memang baru berdiri dua tahun lalu, yang merupakan pemekaran dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Namun, pria kelahiran Kijang, Kepulauan Riau ini meyakini FIA akan menjadi fakultas riset unggulan di UI, sesuai dengan visi-misinya yang salah satunya adalah membangun pusat riset dan kluster-kluster riset di FIA. Selain itu, Pak Eko juga memfokuskan pada penyelesaian masa transisi FIA dengan membangun kelembagaan dan kurikulum yang baik sehingga tercipta pembangunan dan pertumbuhan sumber daya manusia dari sisi dosen dan mahasiswanya.

Di tangannya, FIA UI bahkan memiliki tingkat passing grade tinggi loh dalam setiap tahun ajaran baru bagi para calon mahasiswa yang memilih Ilmu Administrasi, seperti Ilmu Administrasi Negara sebesar 42,7%, Administrasi Fiskal 43,1%, dan Administrasi Niaga sebesar 43,8%. Itu membuktikan, kalau FIA UI memiliki standar kualitas yang tinggi sebagai rumpun ilmu sosial dan humaniora.

advertisement

 

BACA JUGA: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia: Dekan Baru, Harapan Baru

 

Nah, buat kalian yang mau liat dan menyaksikan Pak Eko Prasojo dalam memoderatori debat kedua Pilgub DKI Jakarta berduet dengan Tina Talisa, saksikan Jumat malam nanti ya di saluran televisi nasional kita. Jangan lupa share artikel ini ke akun Facebook, Twitter, dan Line kalian biar semua orang tau, kalau Bapak berwibawa yang memoderatori debat hari ini adalah Guru Besar kita!



[reaction_buttons]