Kok di Universitas Indonesia nggak ada studi perminyakan dan pertambangan sih?

Pasti ketika kalian masuk Universitas Indonesia, hal itu pernah dipertanyakan, terutama untuk yang berminat melanjutkan ke studi tersebut. Ngomong-ngomong masalah perminyakan dan pertambangan, mungkin sobat anakui.com langsung mikir FTTM di ITB, ya kan? Nah, tahu nggak sih di Universitas Indonesia kita ini ternyata ada lho Ilmu Perminyakan dan Pertambangan. Ilmu tersebut dihimpun dalam sebuah Departemen di FMIPA UI bernama Geosains.

“Tahu nggak Geosains itu apa?”

IFB (FEB) : Geosains? Ilmu pengetahuan tentang bebatuan? Geografi?

YM (FT) : Tidak tahu.

H (FIB) : Nggak tahu.

advertisement

V (FKM) : Pernah baca tapi lupa.

TD (FIK) : Setahuku, itu proses pengembangan ilmu pengetahuan melalui alam sekitar.

SFR (FKG) : Nggak tahu.

YM (FK) : Maaf, kurang tahu.

Wah, dari ujung Barat hingga ke ujung Timur, dari makara merah sampai makara biru, sayang seribu sayang masih banyak yang belum tahu tentang Geosains. Bahaya nih, siaga satu! Padahal, Geosains ini sudah hampir 3 tahun berdiri lho. Tapi nggak apa-apa, buat kamu yang belum tahu, artikel ini cocok banget buat kamu baca.

Nah, seperti yang telah dipaparkan diatas, Geosains itu merupakan ilmu perminyakan dan pertambangan. Namun, baru merupakan ilmu dasarnya saja, Sobat Anak UI.  Ngomong-ngomong nih buat para pembaca, setelah mendengar sedikit pemaparan diatas, sudah ada gambaran tentang Geosains, kan? Nah, selain itu pasti kamu-kamu juga penasaran kapan sih Geosains ada? Kenapa informasinya nggak menyebar dengan merata dikalangan mahasiswa UI? Kenapa Geosains bisa disebut-sebut sebagai ilmu pertambangan dan perminyakan?  Terus, ada apa aja sih di Geosains? Tenang, pertanyaan kritis kamu-kamu pasti terjawab. Let’s chek it out.

advertisement

 

Kapan sih Geosains itu terbentuk?

Meski tergolong baru, namun mahasiswanya aktif banget! (via Twitter HM Geosains UI)

Kapan sih? Nah ini dia jawabannya. Aziza salah seorang mahasiswi Geofisika (2016) memaparkan, pada tahun 2015 silam Rektor Universitas Indonesia telah menerima surat mandat pendirian program studi baru lho dari Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang pada masa itu dijabat oleh Prof.Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc. Surat bernomor 358/E.E2/DT/2014 yang tertanggal 16 April 2014. Surat itu berisikan mandat kepada Universitas Indonesia untuk menyelenggarakan 2 (dua) program studi (prodi) S1 terkait langsung dengan ilmu kebumian yaitu Program Studi S1 Geofisika dan Program Studi S1 Geologi. Kedua program tersebut berada dibawah naungan Departemen Geosains. Jadi, Program Studi Geografi tidak masuk dalam lingkup Departemen Geosains ya, teman-teman.

Hayo, siapa diantara kalian yang masih belum tahu informasi ini? Sekarang, kalau ditanya tentang Geosains itu apa, jawabannya bukan Geografi lagi ya!

 

BACA JUGA: Teknik Metalurgi dan Material? Teknik Ngeramal Cuaca, ya?

 

Ada apa di Geosains? Kepo nih!

Apa sih Geologi itu? (via Twitter HM Geosains UI)

Apa sih geofisika itu? (via Twitter HM Geosains UI)

Di Departemen Geosains ini ada dua program studi yaitu Geologi dan Geofisika. Bingung bedanya apa? Yang jelas keduanya serupa tapi tak mirip.

Lho kok bisa gitu?

Gini deh, sebenernya, Geofisika dan Geologi ini adalah ilmu bumi yang tidak bisa dipisahkan. Namun, keduanya terkonsentrasi di bagian yang kurang lebih berbeda. Geologi lebih mengkaji tentang proses terjadi atau terbentuknya suatu permukaan bumi, komponen dalam bumi bahkan mitigasi bencana alam, sedangkan Geofisika lebih memadukan antara metode-metode fisika dengan konsep ilmu Geologi.

Selain itu, menurut Monica mahasiswi Geologi UI (2016), program studi di Departemen Geosains ini tidak hanya berfokus pada kajian bumi dan komponennya saja lho, tapi juga bisa lebih jauh dari itu. Misalnya, studi tentang Paleontologi dan Geowisata. Wah, berarti kita sekarang tahu kalau 2 (dua) program studi di Geosains ini tidak hanya sekedar ilmu yang berhubungan dengan pertambangan dan perminyakan, tapi lingkupnya lebih luas daripada itu.

Di Universitas Indonesia sendiri, Geosains belum dapat dikatakan sebagai “Teknik Pertambangan atau Perminyakan”, karena Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) saat ini dipegang oleh Teknik Kimia Universitas Indonesia.

Kegiatannya ngapain aja?

Kalo nemu orang yang pake seragam kayak gini, sapa aja siapa tau cocok (via Twitter HM Geosains UI)

Kamu tahu nggak sih, meskipun tergolong Departemen baru, Geosains ini sudah banyak mengadakan kegiatan. Dari mulai bakti sosial sampai rumah zakat. Rumah zakat ini bertujuan untuk membantu uang kuliah dari mahasiswa Geosains yang kurang mampu. Selain itu, mahasiswa Geosains juga sering mengadakan field trip sebagai bentuk dari kegiatan lapangan. Keunikan Geosains dari Departemen lain di Fakultas MIPA adalah seragam angkatannya yang sering sekali terlihat di lingkungan Universitas Indonesia. Berwarna hijau dengan lambang bendera merah putih dibagian tangan kanan. Terkadang, segenap mahasiswa Universitas Indonesia sendiri tidak menyadari orang-orang yang memakai seragam tersebut adalah bagian dari mahasiswa Universitas Indonesia. Jadi, buat kamu kamu yang melihat segerombolan anak memakai seragam hijau-hijau dengan lambang bendera merah putih di bagian tangan kanan kemudian berhenti di FMIPA, sudah dipastikan mereka adalah mahasiswa Geosains.

 

BACA JUGA: UI, Universitas Bertaraf Internasional? Laboratorium di MIPA Saja Memprihatinkan

 

Nah, itulah beberapa informasinya mengenai Geosains. Gimana? Sudah tahu kan sekarang? Semoga bermanfaat dan jangan lupa share  ke teman kalian, ya, biar yang tahu makin banyak. Dan buat kalian-kalian yang masih kepo banget sama Geosains, yuk datang aja ke FMIPA! Nggak apa-apa kalau hanya sekedar tanya-tanya, selain dapat pengalaman dan ilmu baru, siapa tahu dapat jodoh!



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😮 (53%)
  • 😆 (21%)
  • 😍 (16%)
  • 😒 (5%)
  • 😊 (5%)
  • 😡 (0%)
  • 😭 (0%)