Suatu ketika seorang teman curhat:

“Capek ah ngadepin cowok gue, pengen putus aja. Tempramennya itu loh bikin keki, dikit-dikit marah. Tapi gue udah terlanjur sayang, dia ganteng and mapan pula.”

Apakah kamu juga sedang mengalami hal sama dengan teman saya ini? Well, memang ketika memilih pasangan sebagian besar wanita terpaku pada satu hal, misalnya “dia harus ganteng”, “kalo bisa dia sudah mapan” dan sederet outer look lainnya. Sehingga hal-hal seperti sikap dan sifat sering miss dari pertimbangan. Alhasil ketika dipertemukan dengan cowok yang tempramen bawaannya pengen putus aja.

Nggak salah sih kalau kamu memang ingin putus, apalagi jika sifat tempramen doi sudah berlebihan, dan mulai mengarah pada kekerasan fisik. Namun, jika sifat tempramen itu masih dalam batas yang wajar, kamu bisa menghadapinya dengan cara seperti ini.

1. Memahami situasi

Waktu cowok marah, mereka cenderung untuk membela diri dan tidak mau disalahkan. Dalam kondisi ini ia akan menolak segala bentuk pendapat yang diberikan oleh orang lain, termasuk kamu sebagai pacarnya. Jadi sebaiknya kamu diam, beri waktu dia meredakan emosi dan memikirkan uneg-unegnya.

Saat cowok marah sebenarnya mereka tidak berkeinginan untuk menyakiti kita, mereka hanya berusaha melindungi egonya dengan tameng emosi. Oleh karena itu sebaiknya kita yang menahan diri.

advertisement

2. Kapan waktu yang tepat untuk ngomong?

Ngomong sama cowok yang mudah emosi emang nggak gampang, sist. Ketika dia marah kamu nggak bisa to the point nyalahin sikap, atau malah marah balik gara-gara pendapatnya salah. yang ada dia makin meradang. Jadi, sebagai ceweknya kamu harus berusaha meyakinkan dia kalau kamu setuju dengan pendapatnya dan sepihak dengannya. Berusaha meyakinkan kalau kamu sepihak dapat membantu mengurangi emosinya. Nah, ketika dia sudah mulai tenang, inilah saatnya bagi kamu untuk mengungkapkan pendapat yang berbeda. Eits, jangan lupa gunakan intonasi yang halus dan bicaralah setenang mungkin.

Cowok tempramen bisa saja berubah, jika dia menyadari dari hati bahwa sikapnya tidak baik dan merugikan orang lain juga dirinya sendiri. Namun memang mengubah sifat seseorang nggak semudah membalik telapak tangan. Butuh proses yang cukup lama dan tentunya hati yang sabar.

Karena mengubah sifat orang lain itu tidak mudah, mengapa tidak kita saja yang lebih dulu berubah? Berubah menjadi cewek yang lebih tenang, berkepala dingin dan sabar. Toh, jika kita menjadi cewek yang sabar dan berkepala dingin untungnya juga untuk kita sendiri, kan?

Life-Love-Quotes-No-Matter-How-Angry-You

Putus dan mencari cowok baru memang jalan yang paling mudah untuk ditempuh ketika menghadapi cowok tempramen, tapi hal ini tidak akan membuat kamu belajar mengerti tentang pasanganmu dan hanya membuat kamu menjadi cewek yang egois. Nggak mau kan dicap sebagai cewek egois?

Berhasil atau tidaknya suatu hubungan asamara itu tegantung dari komunikasi yang baik antara kedua pasangan. Dengan bersabar dan bersikap tenang lama-kelamaan kamu mampu mengikis sifat tempramennya. So, apakah kamu siap belajar tidak egois dan lebih mengerti pasangan? ­čÖé

advertisement

Header image (c) gopixpic.com



Apa pendapatmu tentang tulisan ini? BARU!
  • 😊 (51%)
  • 😭 (19%)
  • 😍 (10%)
  • 😒 (6%)
  • 😡 (5%)
  • 😆 (4%)
  • 😮 (4%)